{"id":12525,"date":"2026-03-31T15:58:28","date_gmt":"2026-03-31T08:58:28","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=12525"},"modified":"2026-04-01T10:41:12","modified_gmt":"2026-04-01T03:41:12","slug":"jurnal-hpp","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) dalam Akuntansi"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai pemilik bisnis, Anda mungkin tahu definisi <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kalulator-hpp\/\">harga pokok penjualan (HPP<\/a>)<\/strong>. Tapi tahukah Anda bagaimana cara mencatat jurnal HPP di buku Anda?<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai perusahaan yang menjual produk, Anda perlu mengetahui biaya pembuatan produk tersebut. Di situlah rumus dan penjurnalan HPP dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain menghitung biaya untuk menghasilkan barang, HPP juga dapat mengungkap keuntungan untuk periode akuntansi, jika perubahan harga diperlukan, atau apakah Anda perlu mengurangi <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengertian-lengkap-proses-produksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">produksi<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik Anda menganggap diri Anda sebagai pemilik bisnis atau konsumen atau keduanya, memahami <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-menghitung-hpp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">cara menghitung harga pokok penjualan<\/a> dapat membantu Anda merasa lebih terinformasi tentang produk yang Anda beli.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengenal Definisi Jurnal HPP<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/jurnal-hpp-1.webp\" alt=\"jurnal hpp 1\" class=\"wp-image-46179\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/jurnal-hpp-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/jurnal-hpp-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/jurnal-hpp-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Sebagai pengingat, harga pokok penjualan adalah <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-produksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">biaya produksi<\/a> barang yang dijual oleh perusahaan. Ini termasuk biaya bahan dan tenaga kerja yang terkait langsung dengan barang itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, itu tidak termasuk biaya tidak langsung seperti biaya <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kegiatan-distribusi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">distribusi <\/a>dan tenaga penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, jurnal HPP adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat harga pokok penjualan di buku Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Kapan harga pokok penjualan dicatat? Anda hanya mencatat HPP pada akhir periode akuntansi untuk menunjukkan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/daftar-inventaris\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">inventaris <\/a>yang terjual.<\/p>\n\n\n\n<p>Penting untuk mengetahui cara mencatat HPP di pembukuan Anda untuk menghitung keuntungan secara akurat. Di situlah jurnal HPP berperan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda tidak memperhitungkan harga pokok penjualan, <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengertian-pembukuan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pembukuan <\/a>dan laporan keuangan Anda akan menjadi tidak akurat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"why-does-cost-of-goods-sold-matter-a-lot\">Mengapa Jurnal HPP Sangat Penting?<\/h2>\n\n\n\n<p>HPP adalah <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/komponen-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">komponen laporan laba rugi<\/a> dan memainkan peran penting dalam menghitung laba bersih Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Menentukan jurnal HPP merupakan langkah penting dalam memahami profitabilitas bisnis, dan ini dapat memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap penghasilan kena pajak Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Berikut adalah beberapa alasan bagus mengapa Anda perlu mencatat jurnal HPP:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>HPP menunjukkan biaya operasional<\/strong> <strong>produksi barang dan jasa<\/strong>. Jika <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-penjualan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">biaya penjualan<\/a> meningkat sementara pendapatan mengalami stagnasi, ini mungkin merupakan indikasi bahwa biaya input meningkat atau biaya langsung lainnya tidak dikelola secara efektif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>HPP menentukan laba kotor<\/strong>, karena dikurangkan dari <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-dalam-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pendapatan <\/a>perusahaan. Tidak dapat disangkal bahwa laba itu penting dalam proses mengembangkan bisnis Anda dan menilai kesehatan keuangan perusahaan Anda secara keseluruhan dan HPP adalah bagian dari gambaran laba itu.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika Anda mengetahui HPP Anda, Anda dapat <strong>menetapkan harga produk<\/strong> yang memberi Anda margin keuntungan yang sehat. HPP juga dapat membantu Anda menentukan kapan harga suatu produk tertentu perlu naik atau turun.<\/li>\n\n\n\n<li>Perhitungan HPP memiliki <strong>dampak langsung pada situasi pajak Anda<\/strong>. HPP dianggap sebagai beban; oleh karena itu, semakin besar, semakin rendah penghasilan kena pajak Anda. Selain itu, jika bisnis Anda membawa inventaris, nilai inventaris Anda di akhir tahun dihitung menggunakan HPP, dan inventaris Anda mungkin kena pajak. Jadi, pastikan untuk mendiskusikannya dengan profesional pajak.<\/li>\n\n\n\n<li>Dengan melacak HPP Anda, Anda dapat <strong>mengidentifikasi area peluang<\/strong> untuk peningkatan dan pertumbuhan, atau berhenti berproduksi sama sekali.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Metode Akuntansi untuk Mencatat Harga Pokok Penjualan<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada berbagai metode akuntansi yang digunakan untuk mencatat tingkat persediaan selama suatu periode akuntansi. Metode akuntansi yang dipilih dapat mempengaruhi nilai harga pokok penjualan. <\/p>\n\n\n\n<p>Tiga <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">metode penilaian persediaan<\/a> untuk harga pokok penjualan adalah FIFO, LIFO, dan metode biaya rata-rata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">FIFO: <em>First In, First Out<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode <em>first in first out<\/em>, juga dikenal sebagai FIFO, adalah saat barang paling awal yang dibeli dijual terlebih dahulu. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena harga barang dagangan cenderung naik, maka dengan menggunakan metode FIFO, perusahaan akan menjual barang yang paling murah terlebih dahulu. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini berarti HPP yang lebih rendah dibandingkan dengan metode LIFO. Dalam hal ini, laba bersih akan meningkat seiring waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Penilaian persediaan FIFO sering digunakan ketika produk memiliki tanggal kedaluwarsa, seperti susu di toko kelontong.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika bisnis Anda menjual 100 unit suatu barang dan 80 unit awalnya dibeli dengan harga Rp. 15.000, dan 20 unit sisanya dibeli dengan harga Rp. 20.000. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan metode FIFO, harga 80 barang awal tetap Rp. 15.000 dan 20 item yang tersisa harus ditetapkan ke harga yang lebih tinggi yaitu Rp. 20.000. Metode FIFO lebih dekat dengan arus fisik barang yang sebenarnya karena perusahaan biasanya menjual barang sesuai urutan pembelian atau produksinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">LIFO: <em>Last In, First Out<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode <em>last in first out<\/em>, juga dikenal sebagai LIFO, adalah ketika barang-barang terbaru yang ditambahkan ke persediaan dijual terlebih dahulu. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika ada kenaikan harga, perusahaan yang menggunakan metode LIFO pada dasarnya akan menjual barang dengan biaya tertinggi terlebih dahulu. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini menyebabkan HPP lebih tinggi dibandingkan dengan metode FIFO. Dengan menggunakan metode ini, laba bersih cenderung menurun dari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Asumsikan perusahaan Anda membeli 10 set makeup. 5 set pertama berharga Rp. 50.000 masing-masing dan tiba dua hari yang lalu. 5 set terakhir masing-masing berharga Rp. 100.000 dan tiba satu hari yang lalu. <\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan metode LIFO, set makeup terakhir adalah yang pertama dijual. Kemudian, jika 7 set terjual, biaya set makeup sama dengan Rp. 100.000 x 5 + Rp. 50.000  x 2 = Rp. 600.000<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Metode Biaya Rata-rata<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode biaya rata-rata adalah ketika perusahaan menggunakan harga rata-rata semua barang dalam persediaan untuk menghitung biaya persediaan awal dan akhir. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini berarti bahwa akan ada lebih sedikit dampak pada HPP dengan biaya yang lebih tinggi saat membeli persediaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk contoh di bagian LIFO,<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya satu set riasan = [(5 x Rp. 50.000) + (5 x Rp. 100.000)] \/ 10 = Rp. 75.000<\/p>\n\n\n\n<p>HPP: Rp. 75.000 x 7 = Rp. 525.000<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"how-to-calculate-cost-of-goods-sold-the-formula\">Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan <\/h2>\n\n\n\n<p>Anda dapat menerapkan rumus berikut untuk menghitung harga pokok penjualan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>HPP = persediaan awal + pembelian \u2013 persediaan akhir<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Mari kita lihat sekilas komponen HPP:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Persediaan awal<\/strong> : ini adalah persediaan perusahaan dari periode sebelumnya. Bisa jadi kuartal sebelumnya, bulan, tahun, dll.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembelian<\/strong> : ini adalah total biaya dari apa yang dibeli perusahaan Anda selama periode akuntansi yang ditentukan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Persediaan akhir<\/strong> : persediaan yang tersisa selama periode tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>HPP hanyalah biaya langsung yang terlibat dalam produksi barang di perusahaan tertentu untuk periode tertentu. Jumlah total termasuk komponen seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-bahan-baku\/\">Biaya bahan<\/a><\/strong> : biaya langsung seperti persediaan dan bahan baku. Semua biaya tidak langsung harus diabaikan dan tidak dapat dimasukkan dalam biaya yang berkaitan dengan perhitungan HPP. Biaya tidak langsung dapat mencakup pengeluaran seperti biaya pemasaran atau penjualan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-tenaga-kerja-langsung\/\">Biaya tenaga kerja langsung<\/a><\/strong> : upah yang dibayarkan langsung kepada karyawan yang mengerjakan produk perusahaan selama proses manufaktur.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Catatan<\/strong>: tergantung pada jenis bisnis dan tujuan bisnis Anda, Anda mungkin merasa perlu menghitung HPP setiap tahun, triwulanan, bulanan, dua mingguan, atau bahkan mingguan dalam beberapa kasus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"example-1\">Contoh 1<\/h3>\n\n\n\n<p>Katakanlah Anda ingin menghitung harga pokok penjualan pada kuartal pertama tahun 2021. Persediaan awal catatan inventaris Anda adalah pada tanggal 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Maret. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika bisnis Anda memiliki persediaan awal sebesar Rp. 200 juta dan total pembelian sebesar Rp. 90 juta untuk kuartal itu, dan Anda menyerahkan inventaris akhir sebesar Rp. 50 juta, maka total HPP Anda untuk kuartal itu adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>HPP = Persediaan Awal + Total Pembelian pada Periode Tertentu \u2013 Persediaan Akhi<\/strong>r<\/p>\n\n\n\n<p><strong>HPP = 200.000.000+ 90.000.000-50.000.000 = Rp. 60.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, total biaya barang (HPP) yang dijual pada kuartal tersebut adalah Rp. 60.000.000<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Tips: Agar lebih cepat, gunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kalulator-hpp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kalkulator HPP<\/a> untuk menghitung HPP dengan rumus persediaan<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"example-2\">Contoh 2<\/h3>\n\n\n\n<p>Persediaan awal yang dicatat untuk tahun fiskal yang berakhir pada tahun 2020 adalah Rp. 30 juta. Ada juga persediaan tambahan yang dibeli selama tahun fiskal 2020-2021 sebesar Rp. 20 juta dan persediaan akhir Rp. 15 juta yang dicatat pada tahun fiskal yang berakhir 2021. <\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan rumus HPP, harga pokok penjualan akan menjadi:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>HPP = 30.000.000 + 20.000.000 \u2013 15.000.000 = 35.000.000.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"extended-cogs-formula\">Rumus HPP yang Diperpanjang<\/h2>\n\n\n\n<p>Ini adalah formula yang lebih rinci yang mencakup komponen seperti pengembalian, biaya pengiriman, diskon, dan tunjangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, rumus HPP diperpanjang adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>HPP = Persediaan awal + pembelian + Biaya Pengiriman \u2013 Persediaan akhir \u2013 Diskon Pembelian \u2013 Pengembalian dan Potongan Pembelian.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Persediaan awal<\/strong> : ini adalah jumlah persediaan pada pembukaan periode persediaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembelian<\/strong> : setiap biaya yang dikeluarkan untuk membeli produk manufaktur atau menyiapkan produk, misalnya, bahan mentah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Biaya Pengiriman<\/strong> : biaya transportasi yang dikeluarkan untuk bahan baku yang dibawa ke lokasi setup atau pabrik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/persediaan-akhir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Persediaan akhir<\/a><\/strong> : jumlah persediaan akhir untuk periode tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Diskon pembelian<\/strong> : diskon yang diterima dalam rantai pasokan produk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Retur dan penyisihan<\/strong> pembelian: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-retur-pembelian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">retur pembelian<\/a> adalah biaya yang timbul saat barang dikembalikan ke pemasok. Sedangkan tunjangan adalah manfaat tambahan yang diterima dalam rantai pembelian produk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"515\" height=\"375\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Contoh-laporan-HPP.png\" alt=\"Contoh-laporan-HPP\" class=\"wp-image-12529\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Contoh-laporan-HPP.png 515w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Contoh-laporan-HPP-300x218.png 300w\" sizes=\"(max-width: 515px) 100vw, 515px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Pertimbangkan sebuah perusahaan XYZ yang memproduksi paket pena. Perhatikan bahwa biaya langsung pembuatan satu paket adalah Rp. 20.000, dan di bawah ini adalah statistik lainnya.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Inventaris awal: 3000 paket<\/li>\n\n\n\n<li>Persediaan akhir : 1.000 paket<\/li>\n\n\n\n<li>Pengiriman dalam perjalanan : 20.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Diskon : 4.500.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya pembelian: Rp. 50..000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jawaban:<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya inventaris awal: 3000 x 20.000 = Rp. 60.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya persediaan akhir: 1000 x 20.000 = Rp. 20.000.000<\/p>\n\n\n\n<p><strong>HPP = Rp. 60.000.000 + Rp. 50.000.000 + Rp. 20.000.000 &#8211; Rp. 4.500.000 \u2013 Rp. 20.000.000 = Rp. 103.500.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Langkah-langkah Membuat Jurnal HPP<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/jurnal-hpp-2.webp\" alt=\"jurnal hpp 2\" class=\"wp-image-46180\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/jurnal-hpp-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/jurnal-hpp-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/jurnal-hpp-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mencatat jurnal HPP: <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kumpulkan informasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Kumpulkan informasi dari buku Anda sebelum mencatat entri jurnal HPP Anda. Kumpulkan informasi sebelumnya, seperti saldo persediaan awal Anda, biaya persediaan yang dibeli, <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-overhead\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">biaya overhead<\/a> (misalnya, biaya pengiriman), dan jumlah persediaan akhir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Hitung HPP<\/h3>\n\n\n\n<p>Hitung HPP menggunakan rumus yang telah disebutkan di atas. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Buat Jurnal HPP<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah Anda menyiapkan informasi Anda, buat entri jurnal HPP Anda. Pastikan untuk menyesuaikan saldo akun persediaan agar sesuai dengan total persediaan akhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda mungkin bertanya-tanya, Apakah harga pokok penjualan debit atau kredit? <\/p>\n\n\n\n<p>Saat menambahkan entri jurnal HPP , debet akun HPP Anda dan kreditkan akun Pembelian dan Inventaris Anda. Inventaris adalah perbedaan antara akun HPP dan Pembelian Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Akun HPP Anda bertambah dengan debit dan berkurang dengan kredit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat Anda membeli bahan, kreditkan akun Pembelian Anda untuk mencatat jumlah yang dibelanjakan, debet akun HPP Anda untuk menunjukkan peningkatan, dan kreditkan akun Inventaris Anda untuk meningkatkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut entri jurnal Anda untuk HPP untuk bahan yang dibeli akan terlihat seperti:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Catatan<\/th><th>Debet<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>XX\/XX\/XXXX<\/td><td>HPP<\/td><td>Bahan yang dibeli<\/td><td>X<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Pembelian<\/td><td><\/td><td><\/td><td>X<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Inventaris<\/td><td><\/td><td><\/td><td>X<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-journal-entries-for-cost-of-goods-sold-example\">Contoh Jurnal HPP<\/h2>\n\n\n\n<p>Misalkan kita telah membeli 100 pena masing-masing seharga Rp. 25.000 Jadi jurnal untuk transaksi di atas adalah:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Nama Akun<\/td><td>Debit<\/td><td>Kredit<\/td><\/tr><tr><td>Pembelian (Rp. 25.000 x 100)<\/td><td>Rp. 2.500.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>         Kas<\/td><td><\/td><td>Rp. 2.500.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Sekarang, pena yang dibeli ini dikenal sebagai persediaan karena ini dibeli dengan maksud untuk dijual kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi artinya, itu adalah Inventaris.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Nama Akun<\/td><td>Debit <\/td><td>Kredit<\/td><\/tr><tr><td>Persediaan<\/td><td>Rp. 2.500.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>    Pembelian<\/td><td><\/td><td>Rp. 2.500.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Sekarang anggaplah kita telah menjual inventaris ini<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian terjadi dua transaksi<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penjualan pertama barang (pena);<\/li>\n\n\n\n<li>Kedua, kehilangan persediaan (pena).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Misalkan kita menjual 60 pena seharga Rp. 30.000 masing-masing, jadi jurnalnya berbunyi:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Nama Akun<\/td><td>Debit<\/td><td>Kredit<\/td><\/tr><tr><td>Kas (60 x Rp. 30.000)<\/td><td>Rp. 1.800.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>      Penjualan<\/td><td><\/td><td>Rp. 1.800.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Kasus lainnya misalnya perusahaan kehilangan 60 pena.<\/p>\n\n\n\n<p>60 pena dengan biaya = 60 x  25.000 yaitu Rp. 1.500.000. Ini adalah Harga Pokok Penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, kita perlu menyesuaikan persediaan dengan harga pokok penjualan dengan cara membuat jurnal:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Nama Akun<\/td><td>Debit<\/td><td>Kredit<\/td><\/tr><tr><td>HPP<\/td><td>Rp. 1.500.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>   Persediaan <\/td><td><\/td><td>Rp. 1.500.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cogs-journal-entries-example-with-opening-and-closing-inventory\">Contoh Jurnal HPP dengan Persediaan Awal dan Persediaan Akhir<\/h2>\n\n\n\n<p>XYZ Limited memiliki persediaan awal sebesar Rp. 25.000.000. Perusahaan telah membeli barang sebesar Rp. 55.000.000 dari pemasok selama bulan tersebut, dan pada akhir bulan, persediaan akhir dari Rp. 15.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Jurnal HPP akan menjadi:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Nama Akun<\/td><td>Debit<\/td><td> Kredit<\/td><\/tr><tr><td>HPP (55.000.000 + 10.000.000)<\/td><td>65.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>      Pembelian <\/td><td><\/td><td>55.000.000<\/td><\/tr><tr><td>      Persediaan (25.000.000 &#8211; 15.000.000)<\/td><td><\/td><td>10.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 3\" class=\"wp-image-37163\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Jurnal HPP dianggap sebagai denyut nadi perusahaan. Oleh karena itu, setiap bisnis perlu melacak dan memahaminya secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika digunakan dengan tepat, HPP adalah perhitungan yang berguna bagi manajemen dan pengguna eksternal untuk mengevaluasi seberapa baik perusahaan membeli dan menjual inventarisnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Panduan ini telah memberikan informasi yang diperlukan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan HPP, terutama tips yang berguna untuk mengurangi HPP, dengan harapan membantu Anda menghitung penghasilan kena pajak Anda, memberikan wawasan tentang profitabilitas bisnis, dan membuat keputusan bisnis yang strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Perhitungan dan pencatatan jurnal HPP bisnis Anda akan menjadi lebih mudah dan cepat dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> seperti Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo memiliki lebih dari 30 fitur akuntansi terbaik seperti fitur invoice, purchase, manajemen persediaan, otomatisasi pengitiman faktur, pembuatan laporan keuangan, dan masih banyak fitur terbaik lainnya yang sangat berguna bagi bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Mulai dari 129 ribu saja, Anda sudah bisa menikmati fitur lengkap dari Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik mencoba? Jika Anda ingin mencoba Kledo secara gratis selama 14 hari atau menggunakan paket gratis selamanya, Anda bisa mengunjungi <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">link ini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai pemilik bisnis, Anda mungkin tahu definisi harga pokok penjualan (HPP). Tapi tahukah Anda bagaimana cara mencatat jurnal HPP di buku Anda? Sebagai perusahaan yang menjual produk, Anda perlu mengetahui biaya pembuatan produk tersebut. Di situlah rumus dan penjurnalan HPP dibutuhkan. Selain menghitung biaya untuk menghasilkan barang, HPP juga dapat mengungkap keuntungan untuk periode akuntansi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":46191,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[5551,5552,5549,5553,5548,105,5402,5550,756],"class_list":["post-12525","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-cara-membuat-jurnal-hpp","tag-contoh-jurnal-hpp","tag-fungsi-jurnal-hpp","tag-hpp-dengan-kledo","tag-jurnal-hpp-adalah","tag-kledo","tag-kledo-untuk-bisnis","tag-rumus-jurnal-hpp","tag-software-akuntansi-kledo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) Akuntansi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana cara membuat jurnal HPP (harga pokok penjualan) yang benar? Artikel ini akan membahas jurnal HPP dan cara membuatnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana cara membuat jurnal HPP (harga pokok penjualan) yang benar? Artikel ini akan membahas jurnal HPP dan cara membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-31T08:58:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-01T03:41:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/\"},\"author\":{\"name\":\"Annisa Herawati\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\"},\"headline\":\"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) dalam Akuntansi\",\"datePublished\":\"2026-03-31T08:58:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-01T03:41:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/\"},\"wordCount\":1836,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp\",\"keywords\":[\"cara membuat jurnal hpp\",\"contoh jurnal hpp\",\"fungsi jurnal hpp\",\"hpp dengan kledo\",\"jurnal hpp adalah\",\"kledo\",\"kledo untuk bisnis\",\"rumus jurnal hpp\",\"software akuntansi kledo\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/\",\"name\":\"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) Akuntansi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-03-31T08:58:28+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-01T03:41:12+00:00\",\"description\":\"Bagaimana cara membuat jurnal HPP (harga pokok penjualan) yang benar? Artikel ini akan membahas jurnal HPP dan cara membuatnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"cara membuat jurnal hpp banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) dalam Akuntansi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\",\"https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\",\"name\":\"Annisa Herawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Annisa Herawati\"},\"description\":\"Lulusan S1 Pendidikan Akuntansi yang gemar menulis serta mencintai alam, kucing, dan sesama manusia\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/annisa-herawati\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) Akuntansi","description":"Bagaimana cara membuat jurnal HPP (harga pokok penjualan) yang benar? Artikel ini akan membahas jurnal HPP dan cara membuatnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) Akuntansi","og_description":"Bagaimana cara membuat jurnal HPP (harga pokok penjualan) yang benar? Artikel ini akan membahas jurnal HPP dan cara membuatnya","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-03-31T08:58:28+00:00","article_modified_time":"2026-04-01T03:41:12+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Annisa Herawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Annisa Herawati","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/"},"author":{"name":"Annisa Herawati","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9"},"headline":"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) dalam Akuntansi","datePublished":"2026-03-31T08:58:28+00:00","dateModified":"2026-04-01T03:41:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/"},"wordCount":1836,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp","keywords":["cara membuat jurnal hpp","contoh jurnal hpp","fungsi jurnal hpp","hpp dengan kledo","jurnal hpp adalah","kledo","kledo untuk bisnis","rumus jurnal hpp","software akuntansi kledo"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/","name":"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) Akuntansi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp","datePublished":"2026-03-31T08:58:28+00:00","dateModified":"2026-04-01T03:41:12+00:00","description":"Bagaimana cara membuat jurnal HPP (harga pokok penjualan) yang benar? Artikel ini akan membahas jurnal HPP dan cara membuatnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/cara-membuat-jurnal-hpp-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"cara membuat jurnal hpp banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-hpp\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Membuat Jurnal HPP (Harga Pokok Penjualan) dalam Akuntansi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9","name":"Annisa Herawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","caption":"Annisa Herawati"},"description":"Lulusan S1 Pendidikan Akuntansi yang gemar menulis serta mencintai alam, kucing, dan sesama manusia","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/annisa-herawati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12525"}],"version-history":[{"count":23,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12525\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46462,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12525\/revisions\/46462"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46191"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}