{"id":14855,"date":"2026-04-08T15:53:04","date_gmt":"2026-04-08T08:53:04","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=14855"},"modified":"2026-04-08T15:53:12","modified_gmt":"2026-04-08T08:53:12","slug":"saldo-menurun-ganda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/","title":{"rendered":"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus"},"content":{"rendered":"\n<p>Banyak aset mengalami penurunan nilai selama masa pakainya atau yang disebut dengan penyusutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai akuntan atau pebisnis yang handal, kita harus menghitung penurunan nillai ini. Ada 4 <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-penyusutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">rumus untuk menghitung penyusutan aset<\/a>, salah satunya adalah <strong>metode saldo menurun ganda.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mempelajari cara menghitung penyusutan saldo menurun ganda dapat membantu Anda menentukan nilai aset perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kami akan membahas definisi dan langkah-langkah untuk menghitung rumus saldo menurun ganda, mengidentifikasi manfaat dan kerugian dari metode ini, dan membagikan contoh nyata dari rumus tersebut.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Penyusutan Saldo Menurun Ganda?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"825\" height=\"315\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-2.webp\" alt=\"saldo menurun ganda 2\" class=\"wp-image-46722\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-2.webp 825w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-2-300x115.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-2-768x293.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 825px) 100vw, 825px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Metode saldo menurun ganda (<em>double declining balance<\/em>\/DDB) adalah metode penyusutan dipercepat yang <strong>membebankan biaya penyusutan lebih besar di awal masa manfaat <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jenis-dan-klasifikasi-aset\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">aset<\/a>, lalu semakin kecil seiring waktu.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dibandingkan dengan metode saldo menurun standar, metode ini menyusutkan aset dua kali lebih cepat. Namun, total jumlah penyusutan selama masa manfaat aset tetap sama.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Ganda&#8221; berarti 200% dari tarif penyusutan metode garis lurus, sedangkan \u201csaldo menurun\u201d mengacu pada<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/nilai-buku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> nilai buku <\/a>atau nilai tercatat aset pada awal periode akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena nilai buku merupakan biaya perolehan aset dikurangi akumulasi penyusutan, maka nilai buku akan terus menurun seiring bertambahnya saldo akun kontra aset Akumulasi Penyusutan yang dikreditkan dengan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/beban-penyusutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">beban penyusutan<\/a> setiap periode akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<p>Karakteristik:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Cocok untuk aset yang cepat kehilangan nilai ekonomi atau sangat produktif di awal tahun pemakaian seperti perangkat teknologi, kendaraan operasional, dan mesin produksi.<\/li>\n\n\n\n<li>Nilai buku tidak pernah mencapai nol secara otomatis, sehingga perlu penyesuaian di tahun terakhir<\/li>\n\n\n\n<li>Beban pajak lebih kecil di awal karena biaya penyusutan lebih tinggi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Metode ini diakui dalam <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-16\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PSAK 16<\/a><\/strong> (Aset Tetap) dan sering digunakan untuk perencanaan pajak karena mempercepat pengakuan beban.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 2 kledo\" class=\"wp-image-4990\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rumus dan Cara Menghitung Penyusutan dengan Metode Saldo Menurun Ganda<\/h2>\n\n\n\n<p>Rumus penyusutan dengan metode saldo menurun ganda adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Tarif = 2 \u00d7 (1 \u00f7 Umur Ekonomis) \u00d7 100%<br>Penyusutan = Tarif \u00d7 Nilai Buku Awal Tahun<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh 1<\/h3>\n\n\n\n<p>Misalnya, Anda membeli sebuah mesin untuk pabrik seharga <strong>Rp 100.000.000<\/strong>, dengan <strong>nilai sisa Rp 8.000.000<\/strong> dan <strong>masa manfaat 5 tahun<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama-tama, hitung tarif penyusutannya lebih dulu:<\/p>\n\n\n\n<p>Rumus metode saldo menurun ganda:<\/p>\n\n\n\n<p>Tarif = 2 \u00d7 (1 \u00f7 Umur Ekonomis)<\/p>\n\n\n\n<p>Tarif = 2 \u00d7 (1 \u00f7 5) = <strong>40%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, aset akan disusutkan sebesar 40% dari nilai buku setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tahun<\/th><th>Nilai Buku Awal<\/th><th>Depresiasi (40%)<\/th><th>Nilai Buku Akhir<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1<\/td><td>100.000.000<\/td><td>40.000.000<\/td><td>60.000.000<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>60.000.000<\/td><td>24.000.000<\/td><td>36.000.000<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>36.000.000<\/td><td>14.400.000<\/td><td>21.600.000<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>21.600.000<\/td><td>8.640.000<\/td><td>12.960.000<\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td>12.960.000<\/td><td>4.960.000<\/td><td><strong>8.000.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Jika dibandingkan dengan metode garis lurus, nilai sisa langsung dikurangkan dari harga perolehan di awal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perhitungan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Harga perolehan = Rp 100.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Nilai sisa = Rp 8.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Basis penyusutan = Rp 92.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Depresiasi per tahun:<\/p>\n\n\n\n<p>= 92.000.000 \u00f7 5 = <strong>Rp 18.400.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tabel Penyusutan Garis Lurus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tahun<\/th><th>Nilai Buku Awal<\/th><th>Depresiasi<\/th><th>Nilai Buku Akhir<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1<\/td><td>100.000.000<\/td><td>18.400.000<\/td><td>81.600.000<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>81.600.000<\/td><td>18.400.000<\/td><td>63.200.000<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>63.200.000<\/td><td>18.400.000<\/td><td>44.800.000<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>44.800.000<\/td><td>18.400.000<\/td><td>26.400.000<\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td>26.400.000<\/td><td>18.400.000<\/td><td><strong>8.000.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Beban penyusutan pada metode ini <strong>tetap setiap tahun<\/strong>, dan nilai buku akhir selalu berhenti di nilai sisa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh 2<\/h3>\n\n\n\n<p>Misalnya, Anda membeli truk untuk layanan pengiriman Anda. Biaya truk termasuk pajak, kepemilikan, lisensi, dan pengiriman adalah Rp. 280.000. 000. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena truk sering digunakan untuk menempuh perjalanan jarak jauh, truk diproyeksikan memiliki masa manfaat selama lima tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhir lima tahun itu, Anda mengharapkan nilai sisa truk menjadi Rp. 35.000.000. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>2 x (1\/5) x Rp. 280.000.000 = Rp. 112.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Depresiasi tahun pertama Anda akan menjadi Rp. 112.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghitung penyusutan Anda untuk tahun kedua, Anda harus menggunakan nilai buku Anda saat ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Nilai buku truk untuk tahun kedua adalah Rp. 168.000.000 (Rp. 280.000.000 &#8211; Rp. 112.000.000). Ini adalah jumlah yang akan Anda gunakan untuk menghitung depresiasi tahun kedua Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Perhitungan tahun kedua Anda adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>2 x (1\/5) x Rp. 168.000.000 = Rp. 67.200<\/strong>.<strong>000<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dengan depresiasi tahun kedua Anda berjumlah Rp. 67.200.000, akan  menyisakan nilai buku sebesar Rp. 100.800.000, yang akan digunakan saat menghitung tahun ketiga depresiasi Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Tabel berikut mengilustrasikan total penyusutan menurun ganda untuk truk.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th>Tahun<\/th><th>Nilai Buku di Awal Tahun<\/th><th>Depresiasi Tahunan<\/th><th>Nilai Buku (Akhir Tahun)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1<\/td><td>Rp. 280.000.000<\/td><td>Rp. 112.000.000<\/td><td>Rp. 168.000.000<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>Rp. 168.000.000<\/td><td>Rp. 67.200.000<\/td><td>Rp. 100.800.000<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>Rp. 100.800.000<\/td><td>Rp. 40.320.000<\/td><td>Rp. 60.480.000<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>Rp. 60.480.000<\/td><td>Rp. 24.190.000<\/td><td>Rp. 36.290.000<\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td>Rp. 36.290.000<\/td><td>Rp. 1.290.000<\/td><td>Rp. 35.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Penyusutan saldo menurun ganda per tahun dengan nilai buku disertakan.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Perhatikan di tahun 5, truk hanya disusutkan sebesar Rp. 1.290.000 karena Anda telah mencapai nilai sisa truk.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Tips: <\/strong>Gunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kalkulator-penyusutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kalkulator penyusutan<\/a> dari Kledo untuk perhitungan yang lebih cepat dan akurat!<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menjalankan Penyusutan Otomatis dengan Software Akuntansi Kledo<\/h2>\n\n\n\n<p>Menghitung penyusutan juga bisa dilakukan menggunakan <em>tool<\/em> seperti <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi <\/a>Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo memungkinkan Anda menjalankan penyusutan aset secara manual maupun otomatis. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menjalankan penyusutan aset satu per satu<\/h3>\n\n\n\n<p>1. &nbsp;Buka <strong>\u201cBeranda\u201d<\/strong> &gt; masuk <strong>\u201cAset Tetap<\/strong>\u201d &gt; klik <strong>\u201cJalankan Penyusutan\u201d<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Keterangan: Anda hanya bisa menyusutkan &#8220;Aset Tetap&#8221; yang terdaftar atau berstatus &#8220;Registered&#8221;. Aset yang masih berstatus &#8220;Draft&#8221; atau sudah terjual &#8220;Sold\/Disposed&#8221; akan otomatis tidak bisa disusutkan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"488\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-1.webp\" alt=\"penyusutan otomatis dengan kledo 1\" class=\"wp-image-46665\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-1-300x146.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-1-768x375.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>2. Pilih<strong>\u201cAset Tetap\u201d<\/strong> yang akan disusutkan &gt; klik <strong>\u201cJalankan Penyusutan<\/strong>\u201d. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"479\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-2.webp\" alt=\"penyusutan otomatis dengan kledo 2\" class=\"wp-image-46666\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-2-300x144.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-2-768x368.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Penyusutan akan berjalan sesuai dengan detail yang sudah Anda masukkan di detail masing-masing aset tetap. Misalnya, berapa perkiraan usia manfaatnya, nilai residu, dan nilai penyusutan per tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga bisa menjalankan penyusutan garis lurus dengan metode saldo menurun ganda maupun metode garis lurus: <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"453\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-pilihan-metode-penyusutan.webp\" alt=\"kledo pilihan metode penyusutan\" class=\"wp-image-46676\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-pilihan-metode-penyusutan.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-pilihan-metode-penyusutan-300x136.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-pilihan-metode-penyusutan-768x348.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>3. Penyusutan selesai. Anda bisa langsung melihat detail penyusutan. <\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"716\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-4.webp\" alt=\"penyusutan otomatis dengan kledo 4\" class=\"wp-image-46668\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-4.webp 716w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/penyusutan-otomatis-dengan-kledo-4-215x300.webp 215w\" sizes=\"(max-width: 716px) 100vw, 716px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Tutorial Cara Menjalankan Penyusutan Otomatis Pada Aset Tetap\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/qjJ4XgTwz3I?start=175&#038;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menjalankan penyusutan aset otomatis<\/h3>\n\n\n\n<p>Fitur penyusutan aset otomatis ini bisa Anda akses dengan cara:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Masuk ke Menu Aset Tetap > Klik tab <strong>&#8220;Jalankan Penyusutan&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"452\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-1.webp\" alt=\"kledo penyusutan otomatis 1\" class=\"wp-image-46677\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-1-300x136.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-1-768x347.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>2. Pilih opsi<strong> &#8220;Penyusutan Otomatis&#8221;<\/strong> &gt; aktifkan tombol <strong>&#8220;Penyusutan Otomatis setiap bulan&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"399\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-2.webp\" alt=\"kledo penyusutan otomatis 2\" class=\"wp-image-46678\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-2-300x120.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-2-768x306.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>3. Selesai! Aset akan otomatis disusutkan pada tanggal 1 setiap bulannya. Detail penyusutan akan dikirim melalui email Anda seperti ini:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"459\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-3.webp\" alt=\"kledo penyusutan otomatis 3\" class=\"wp-image-46679\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-3-300x138.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/kledo-penyusutan-otomatis-3-768x353.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Metode Saldo Menurun Ganda VS Penyusutan Garis Lurus?<\/h2>\n\n\n\n<p>Anda bisa melihat tabel ini untuk mengetahui perbedaan kedua metode:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Fitur<\/th><th>Saldo Menurun Ganda <em>(Double Declining Balance)<\/em><\/th><th>Garis Lurus <em>(Straight Line)<\/em><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Tarif Penyusutan<\/strong><\/td><td>Dipercepat, sebesar dua kali tarif garis lurus<\/td><td>Tetap selama umur manfaat aset<\/td><\/tr><tr><td><strong>Pola Beban Penyusutan<\/strong><\/td><td>Lebih besar di awal, lalu menurun seiring waktu<\/td><td>Sama setiap tahun<\/td><\/tr><tr><td><strong>Jenis Aset<\/strong><\/td><td>Cocok untuk aset yang cepat kehilangan nilai (misalnya kendaraan, teknologi)<\/td><td>Cocok untuk aset dengan penggunaan stabil (misalnya bangunan)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Dampak Keuangan<\/strong><\/td><td>Memberikan manfaat pajak lebih besar di awal karena beban lebih tinggi<\/td><td>Beban lebih stabil dan mudah diprediksi sepanjang umur aset<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kompleksitas Perhitungan<\/strong><\/td><td>Lebih kompleks karena nilai buku terus berubah<\/td><td>Sederhana dan konsisten<\/td><\/tr><tr><td><strong>Nilai di Akhir Umur Manfaat<\/strong><\/td><td>Dalam beberapa kasus bisa masih di atas nilai residu<\/td><td>Berakhir tepat pada nilai residu<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kapan harus memilih metode saldo menurun ganda atau metode garis lurus?<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Pilih Metode Saldo Menurun Ganda Jika:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Aset memberikan manfaat lebih besar di awal<\/li>\n\n\n\n<li>Produktivitas aset menurun seiring waktu<\/li>\n\n\n\n<li>Aset cepat usang secara teknologi<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya pemeliharaan meningkat di tahun-tahun akhir<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sesuai IAS 16, metode penyusutan termasuk metode saldo menurun ganda harus <strong>di-review minimal setiap akhir tahun buku<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika pola konsumsi manfaat ekonomis berubah, metode penyusutan harus diubah dan diperlakukan sebagai <strong>perubahan estimasi akuntansi<\/strong> sesuai IAS 8.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pilih Metode <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/penyusutan-garis-lurus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Penyusutan Garis Lurus<\/a> Jika:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Anda memiliki properti atau bangunan yang nilainya relatif stabil<\/li>\n\n\n\n<li>Manfaat aset menurun secara konsisten dari waktu ke waktu<\/li>\n\n\n\n<li>Anda ingin beban penyusutan yang sama setiap tahun<\/li>\n\n\n\n<li>Anda memiliki furnitur, perlengkapan, atau infrastruktur<\/li>\n\n\n\n<li>Bisnis Anda membutuhkan pola beban yang stabil dan mudah diprediksi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Studi Kasus Penggunaan Metode Penyusutan Garis Lurus dan Metode Saldo Menurun Ganda <\/h2>\n\n\n\n<p>Studi kasus ini kami rangkum dari jurnal penelitian berjudul <strong><a href=\"https:\/\/www.semanticscholar.org\/paper\/Perbandingan-Penggunaan-Straight-Line-Method-Dan-Satriani-Saifudin\/003284de3132c38c60de443eaaa85923a889f35c\" type=\"link\" id=\"https:\/\/www.semanticscholar.org\/paper\/Perbandingan-Penggunaan-Straight-Line-Method-Dan-Satriani-Saifudin\/003284de3132c38c60de443eaaa85923a889f35c\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">&#8220;Perbandingan Penggunaan Straight Line Method dan Double Declining Balance Method pada Aset PT. Delimas Lestari Jaya<\/a>&#8220;<\/strong>, yang diterbitkan di Vol. 6 No. 1, Februari 2020.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tujuan penelitian<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada jurnal ini, Dina Satriani, Asep Saifudin, dan Po Abas Sunarya selaku peneliti ingin membandingkan dua metode penyusutan aset tetap: <em>straight line <\/em>dan <em>double declining balance.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Mereka ingin mengetahui:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bagaimana perhitungan penyusutan menurut standar PSAK 16 <\/li>\n\n\n\n<li>Perbedaan hasil beban penyusutan dari dua metode <\/li>\n\n\n\n<li>Dampaknya terhadap laba perusahaan dan pajak<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk itu, mereka meneliti PT. Delimas Lestari Jaya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Perdagangan Umum dan Jasa dari kategori Konstruksi dan Real Estate.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Aset Tetap yang Diteliti<\/h3>\n\n\n\n<p>Jurnal membandingkan perhitungan penyusutan untuk empat aset utama:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>No<\/th><th>Nama Aktiva<\/th><th>Harga Perolehan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1<\/td><td>HITACHI EX100-5 PC100 Type 14<\/td><td>Rp 1.200.000.000<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>HITACHI EX100-5 PC100 Type 12<\/td><td>Rp 425.000.000<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>MITSUBISHI HINO Type Tronton<\/td><td>Rp 250.000.000<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>MITSUBISHI HINO Type Dumptruck<\/td><td>Rp 135.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Umur ekonomis yang digunakan oleh perusahaan adalah 5 tahun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan utama<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada 3 poin penting:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Perusahaan <strong>memakai 2 metode penyusutan dengan tujuan berbeda<\/strong>. Metode garis lurus digunakan di laporan keuangan, supaya laba terlihat lebih stabil dan maksimal. Metode DDB digunakan untuk pelaporan pajak, supaya beban lebih besar di awal dan pajak yang harus dibayarkan kecil.<\/li>\n\n\n\n<li>Metode saldo menurun lebih realistis untuk aset tertentu seperti kendaraan dan alat berat<\/li>\n\n\n\n<li>Metode garis lurus lebih simpel, tetapi kurang mencerminkan penurunan nilai yang sebenarnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Insight<\/em> apa yang bisa dipetik bisnis dari jurnal di atas?<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemilihan metode penyusutan bisa menjadi strategi untuk mengatur laba, mengoptimalkan pajak, dan bahkan bisa memengaruhi persepsi investor melalui laporan keuangan<\/li>\n\n\n\n<li>Jangan memakai 1 metode untuk semua aset. Cocokkan metode dengan jenis asetnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Metode penyusutan yang Anda pilih sangat memengaruhi keputusan bisnis seperti keputusan investasi aset, timing pembelian aset, dan profit margin.<\/li>\n\n\n\n<li>Perbedaan metode penyusutan antara laporan dan pajak bisa membantu Anda mengatur<em> timing<\/em> pajak dan menunda pajak. <\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5 Kelebihan Metode Penyusutan Saldo Menurun Ganda<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"825\" height=\"315\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-1.webp\" alt=\"saldo menurun ganda 1\" class=\"wp-image-46720\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-1.webp 825w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-1-300x115.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-1-768x293.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 825px) 100vw, 825px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Metode penyusutan saldo menurun ganda memiliki 5 kelebihan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mencerminkan penurunan manfaat ekonomis yang realistis<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode saldo menurun ganda sejalan dengan prinsip pengakuan beban, karena:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Beban depresiasi tinggi pada tahun-tahun awal.<\/strong> Ini sejalan dengan pendapatan yang tinggi pula di tahun-tahun awal mengingat aset masih baru<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beban depresiasi lebih kecil di tahun-tahun berikutnya<\/strong>, karena aktiva sudah semakin tua dan menghasilkan pendapatan yang lebih rendah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ini sejalan dengan <em>matching principle<\/em>\/prinsip penandingan, yaitu prinsip akuntansi yang mengharuskan beban diakui pada periode yang sama dengan pendapatan yang dihasilkannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengimbangi biaya perawatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Aset cenderung membutuhkan <strong>biaya perbaikan lebih kecil di awal<\/strong> dan membesar di akhir umur pakainya. Biaya perawatan ini akan mengurangi laba perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan metode ini, beban penyusutan di tahun-tahun akhir lebih kecil, sehingga dapat membantu menyeimbangkan kenaikan biaya perawatan dan menjaga laba tetap stabil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Memaksimalkan pengurangan pajak<\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan menggunakan metode saldo menurun ganda dalam menghitung pajak penghasilan untuk meminimalisir pajak penghasilan. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini menciptakan<em> tax shield <\/em>atau pengurangan pajak karena adanya beban yang dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak, termasuk beban penyusutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mendorong penggantian aset lebih cepat<\/h3>\n\n\n\n<p>Nilai buku aset turun lebih cepat, sehingga perusahaan terdorong memperbarui aset sebelum teknologinya usang.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini cocok untuk industri yang bergerak cepat seperti teknologi dan manufaktur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Diakui oleh standar akuntansi<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode ini diperbolehkan oleh <a href=\"https:\/\/web.iaiglobal.or.id\/assets\/files\/file_publikasi\/ED%20PSAK%2016%20(26%20Juni%2015).pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>PSAK 16<\/strong><\/a> dan <strong><a href=\"https:\/\/www.ifrs.org\/content\/dam\/ifrs\/publications\/pdf-standards\/english\/2022\/issued\/part-a\/ias-16-property-plant-and-equipment.pdf?bypass=on\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">IFRS (IAS 16)<\/a><\/strong>, sehingga sah digunakan dalam laporan keuangan resmi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Keterbatasan dari Metode Saldo Menurun Ganda<\/h2>\n\n\n\n<p>Meski begitu, ada beberapa kelemahan yang harus Anda perhatikan saat menggunakan metode saldo menurun ganda, antara lain: <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perhitungan lebih rumit<\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak seperti metode garis lurus yang nilainya tetap setiap tahun, metode ini memerlukan <strong>perhitungan ulang setiap tahun<\/strong> karena dasar perhitungannya (nilai buku) selalu berubah.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini meningkatkan risiko kesalahan pencatatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Laba terlihat lebih kecil di awal<\/h3>\n\n\n\n<p>Beban penyusutan yang besar di tahun-tahun awal menyebabkan laba bersih tampak rendah, meskipun operasional perusahaan sebenarnya berjalan baik. Ini bisa memberi kesan negatif kepada investor atau kreditur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tidak cocok untuk semua jenis aset<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode ini <strong>kurang tepat<\/strong> digunakan untuk aset yang manfaatnya relatif stabil sepanjang umur pakainya, seperti gedung atau tanah bangunan. <\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaannya pada aset yang salah bisa menghasilkan informasi keuangan yang menyesatkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Nilai buku tidak otomatis mencapai nilai sisa<\/h3>\n\n\n\n<p>Secara matematis, nilai buku tidak pernah benar-benar mencapai nol atau nilai sisa dengan sendirinya. Jadi, Anda masih perlu melakukan penyesuaian manual di tahun terakhir, sehingga pencatatan semakin rumit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Pajak lebih besar di akhir periode<\/h3>\n\n\n\n<p>Keuntungan pajak di awal sebenarnya hanya bersifat penundaan, bukan penghematan permanen. <\/p>\n\n\n\n<p>Di tahun-tahun akhir, beban penyusutan akan mengecil, sehingga laba kena pajak lebih besar dan pajak yang harus dibayar justru meningkat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mencatat Penyusutan ke Dalam Jurnal?<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk menyusun <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">jurnal penyusutan<\/a>, Anda bisa mengikuti format ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Beban Penyusutan<\/td><td>Ya<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi Penyusutan<\/td><td><\/td><td>Ya<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Contoh pencatatan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">Beban Penyusutan Kendaraan    Rp. xxx\n    Akumulasi Penyusutan Kendaraan        Rp. xxx<\/pre>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penjelasan<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>1. Beban Penyusutan (Depreciation Expense)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dicatat di sisi <strong>debit<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Masuk ke <strong>Laporan Laba Rugi<\/strong> sebagai pengurang laba<\/li>\n\n\n\n<li>Nilainya sama dengan penyusutan periode tersebut<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>2. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akumulasi-penyusutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Akumulasi Penyusutan<\/a> <em>(Accumulated Depreciation)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dicatat di sisi <strong>kredit<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Masuk ke <strong>Neraca<\/strong> sebagai pengurang nilai aset tetap<\/li>\n\n\n\n<li>Nilainya terus bertambah setiap periode<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebuah kendaraan dengan harga perolehan <strong>Rp 200.000.000<\/strong>, umur ekonomis <strong>5 tahun<\/strong>, menggunakan metode saldo menurun ganda (tarif 40%).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tahun 1:<\/strong> Penyusutan = 40% \u00d7 Rp 200.000.000 = <strong>Rp 80.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<pre class=\"wp-block-preformatted\">31 Des 2024\nBeban Penyusutan Kendaraan    Rp 80.000.000\n    Akumulasi Penyusutan Kendaraan    Rp 80.000.000<\/pre>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Dampak Metode Saldo Menurun Ganda pada Laporan Keuangan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Mari kita lihat bagaimana dampak metode saldo menurun ganda pada 3 laporan keuangan utama: laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Dampak pada <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan laba rugi<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p>Karena metode saldo menurun ganda mempercepat pengakuan ganda, artinya biaya diakui lebih cepat dibanding realisasi ekonominya. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Di tahun-tahun awal:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beban penyusutan besar, sehingga laba bersih terlihat lebih kecil. Ini bukan selalu karena bisnis memburuk, tapi karena pengaruh kebijakan akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Di tahun-tahun akhir:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beban penyusutan mengecil, sehingga laba bersih menjadi lebih besar. Profitabilitas bisnis terlihat meningkat meski kinerja operasional kurang lebih sama.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Catatan:<\/strong> Saat membaca laporan laba rugi, jangan hanya melihat <em>net income<\/em>, tapi perhatikan juga beban penyusutan dan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengertian-ebitda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">EBITDA.<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Ilustrasi perbandingan laba:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tahun<\/th><th>Penyusutan Garis Lurus<\/th><th>Laba (GLS)<\/th><th>Penyusutan Saldo Menurun Ganda (SMG)<\/th><th>Laba (SMG)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1<\/td><td>10.000.000<\/td><td>40.000.000<\/td><td>20.000.000<\/td><td><strong>30.000.000<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>10.000.000<\/td><td>40.000.000<\/td><td>15.000.000<\/td><td><strong>35.000.000<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>10.000.000<\/td><td>40.000.000<\/td><td>10.000.000<\/td><td><strong>40.000.000<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>10.000.000<\/td><td>40.000.000<\/td><td>5.000.000<\/td><td><strong>45.000.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>*<em>Asumsi pendapatan dan beban lain sama setiap tahun<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Dampak pada <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-neraca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Neraca<\/a> (Laporan Posisi Keuangan)<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada laporan neraca, akumulasi penyusutan lebih cepat naik, sehingga nilai buku aset lebih cepat turun.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tahun awal, aset terlihat lebih kecil daripada metode garis lurus, sehingga perusahaan terlihat lebih ramping.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perbandingan nilai buku aset:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tahun<\/th><th>Nilai Buku (GLS)<\/th><th>Nilai Buku (Saldo Menurun Ganda)<\/th><th>Selisih<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1<\/td><td>80.000.000<\/td><td>60.000.000<\/td><td>20.000.000<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>60.000.000<\/td><td>36.000.000<\/td><td>24.000.000<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>40.000.000<\/td><td>21.600.000<\/td><td>18.400.000<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>20.000.000<\/td><td>10.000.000<\/td><td>10.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Dampak pada <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan arus kas<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p>Penyusutan adalah beban non-kas, sehingga<strong> tidak langsung mempengaruhi arus kas operasional.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, penyusutan besar di awa menyebabkan pajak lebih kecil, sehingga arus kas keluar untuk pajak lebih sedikit di tahun awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Efeknya adalah <strong>penundaan pembayaran pajak<\/strong>, bukan penghematan permanen.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Selain saldo menurun ganda, apalagi metode penyusutan lainnya?<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain metode penyusutan saldo menurun ganda (double declining balance), terdapat beberapa metode penyusutan lain yang sering digunakan dalam akuntansi. Berikut ini adalah beberapa metode penyusutan yang umum:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Metode Garis Lurus <em>(Straight-line Depreciation)<\/em>:<\/li>\n\n\n\n<li>Metode Saldo Menurun <em>(Declining Balance Depreciation)<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-unit-produksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Metode Unit Produksi<\/a> <em>(Units of Production Depreciation)<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun <em>(Sum-of-the-Years&#8217; Digits Depreciation)<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah boleh mengganti metode penyusutan menjadi saldo menurun ganda setelah menggunakan metode lain sebelumnya?<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Boleh<\/strong>, namun tidak bisa dilakukan sembarangan. Penggantian metode penyusutan diatur secara ketat oleh standar akuntansi dan perpajakan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya lakukan penggantian metod jika ada alasan yang kuat, seperti perubahan pola manfaat aset, kebijakan manajemen, atau tuntutan standar akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dilakukan penggantian, maka ungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah metode saldo menurun ganda boleh digunakan untuk pajak di Indonesia?<\/h3>\n\n\n\n<p>Ya, boleh. Metode saldo menurun ganda (DDB) secara resmi diakui dan diperbolehkan dalam peraturan perpajakan Indonesia, seperti yang dijelaskan di <a href=\"https:\/\/pajak.go.id\/id\/penyusutan-dan-amortisasi\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">website resmi Direktorat Jenderal Pajak ini. <\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan <\/h2>\n\n\n\n<p>Ketika Anda menjalankan bisnis, Anda harus mengetahui masa manfaat aset Anda. Beberapa aset bisa bertahan selama beberapa dekade, sementara yang lain hanya dapat diandalkan selama beberapa tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa metode yang bisa Anda gunakan untuk menghitung penyusutan, tergantung jenis aset Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Salah satunya adalah metode saldo menurun ganda yang cocok untuk aset seperti teknologi dan kendaraan yang sangat produktif di awal tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Memilih metode penyusutan yang tepat akan menghasilkan pencatatan yang akurat serta membantu Anda mengelola aset dengan lebih baik.<\/p>\n\n\n<p><script type=\"application\/ld+json\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@type\":\"FAQPage\",\"mainEntity\":[{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apa itu Saldo Menurun Ganda?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Saldo menurun ganda (double declining balance) adalah metode penyusutan yang digunakan dalam akuntansi untuk mengalokasikan biaya aset selama masa pakainya.\\n\\nMetode ini juga dikenal sebagai metode penyusutan yang dipercepat karena menghasilkan biaya penyusutan yang lebih tinggi pada awal masa pakai aset dan kemudian menurun seiring berjalannya waktu.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Bagaimana Konsep Saldo Menurun Ganda?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Konsep saldo menurun ganda didasarkan pada asumsi bahwa nilai manfaat ekonomis aset akan menurun dengan cepat pada awal masa pakai.\\n\\nMetode ini mengalokasikan biaya penyusutan yang lebih tinggi pada awal masa pakai aset dan menguranginya secara proporsional seiring berjalannya waktu.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Selain saldo menurun ganda, apalagi metode penyusutan lainnya?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Selain metode penyusutan saldo menurun ganda (double declining balance), terdapat beberapa metode penyusutan lain yang sering digunakan dalam akuntansi. Berikut ini adalah beberapa metode penyusutan yang umum:\\n\\n<\/p>\n<ul>\n<li>Metode Garis Lurus (Straight-line Depreciation):<\/li>\n<li>Metode Saldo Menurun (Declining Balance Depreciation)<\/li>\n<li>Metode Unit Produksi (Units of Production Depreciation)<\/li>\n<li>Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun (Sum-of-the-Years' Digits Depreciation)<\/li>\n<\/ul>\n<p>\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apakah bisa mengganti metode penyusutan menjadi saldo menurun ganda setelah menggunakan metode lain sebelumnya?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Pergantian metode penyusutan dalam akuntansi seringkali membutuhkan penilaian profesional dan mematuhi pedoman akuntansi yang berlaku.\\n\\nBila Anda ingin mengganti metode penyusutan menjadi saldo menurun ganda setelah menggunakan metode lain, Anda perlu berkonsultasi dengan akuntan atau profesional keuangan untuk memastikan kelayakan dan kesesuaian perubahan tersebut.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apa batasan atau kelemahan metode saldo menurun ganda?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Salah satu batasan utama metode saldo menurun ganda adalah bahwa tingkat penyusutan yang lebih tinggi pada awalnya dapat menghasilkan pengeluaran yang signifikan pada tahap awal penggunaan aset.\\n\\nSelain itu, metode ini mungkin tidak cocok untuk aset dengan umur manfaat yang panjang atau yang memiliki nilai sisa yang signifikan di akhir umur manfaatnya.\"}}]}<\/script><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak aset mengalami penurunan nilai selama masa pakainya atau yang disebut dengan penyusutan. Sebagai akuntan atau pebisnis yang handal, kita harus menghitung penurunan nillai ini. Ada 4 rumus untuk menghitung penyusutan aset, salah satunya adalah metode saldo menurun ganda. Mempelajari cara menghitung penyusutan saldo menurun ganda dapat membantu Anda menentukan nilai aset perusahaan. Dalam artikel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":46719,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[7149,7147,7148,7145,7144,105,7142,7146,7143,5378],"class_list":["post-14855","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-beda-saldo-menurun-ganda-dengan-saldo-garis-lurus","tag-cara-hitung-saldo-menurun-ganda","tag-contoh-soal-saldo-menurun-ganda","tag-kekurangan-saldo-menurun-ganda","tag-kelebihan-saldo-menurun-ganda","tag-kledo","tag-pengertian-saldo-menurun-ganda","tag-rumus-saldo-menurun-ganda","tag-saldo-menurun-ganda-adalah","tag-software-akuntansi-gratis-kledo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam artikel ini, kami akan membahas definisi dan langkah-langkah untuk menghitung penyusutan saldo menurun ganda secara lengkap\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam artikel ini, kami akan membahas definisi dan langkah-langkah untuk menghitung penyusutan saldo menurun ganda secara lengkap\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-08T08:53:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-08T08:53:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"16 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Annisa Herawati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\"},\"headline\":\"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus\",\"datePublished\":\"2026-04-08T08:53:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-08T08:53:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/\"},\"wordCount\":2373,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/saldo-menurun-ganda-banner.webp\",\"keywords\":[\"beda saldo menurun ganda dengan saldo garis lurus\",\"cara hitung saldo menurun ganda\",\"contoh soal saldo menurun ganda\",\"kekurangan saldo menurun ganda\",\"kelebihan saldo menurun ganda\",\"kledo\",\"pengertian saldo menurun ganda\",\"rumus saldo menurun ganda\",\"saldo menurun ganda adalah\",\"software akuntansi gratis kledo\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/\",\"name\":\"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/saldo-menurun-ganda-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-04-08T08:53:04+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-08T08:53:12+00:00\",\"description\":\"Dalam artikel ini, kami akan membahas definisi dan langkah-langkah untuk menghitung penyusutan saldo menurun ganda secara lengkap\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/saldo-menurun-ganda-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/saldo-menurun-ganda-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"saldo menurun ganda banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/saldo-menurun-ganda\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\",\"name\":\"Annisa Herawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Annisa Herawati\"},\"description\":\"Lulusan S1 Pendidikan Akuntansi yang gemar menulis serta mencintai alam, kucing, dan sesama manusia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/annisa-herawati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus","description":"Dalam artikel ini, kami akan membahas definisi dan langkah-langkah untuk menghitung penyusutan saldo menurun ganda secara lengkap","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus","og_description":"Dalam artikel ini, kami akan membahas definisi dan langkah-langkah untuk menghitung penyusutan saldo menurun ganda secara lengkap","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-04-08T08:53:04+00:00","article_modified_time":"2026-04-08T08:53:12+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Annisa Herawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Annisa Herawati","Estimasi waktu membaca":"16 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/"},"author":{"name":"Annisa Herawati","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9"},"headline":"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus","datePublished":"2026-04-08T08:53:04+00:00","dateModified":"2026-04-08T08:53:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/"},"wordCount":2373,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-banner.webp","keywords":["beda saldo menurun ganda dengan saldo garis lurus","cara hitung saldo menurun ganda","contoh soal saldo menurun ganda","kekurangan saldo menurun ganda","kelebihan saldo menurun ganda","kledo","pengertian saldo menurun ganda","rumus saldo menurun ganda","saldo menurun ganda adalah","software akuntansi gratis kledo"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/","name":"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-banner.webp","datePublished":"2026-04-08T08:53:04+00:00","dateModified":"2026-04-08T08:53:12+00:00","description":"Dalam artikel ini, kami akan membahas definisi dan langkah-langkah untuk menghitung penyusutan saldo menurun ganda secara lengkap","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/saldo-menurun-ganda-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"saldo menurun ganda banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyusutan Saldo Menurun Ganda: Cara Hitung dan Studi Kasus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9","name":"Annisa Herawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","caption":"Annisa Herawati"},"description":"Lulusan S1 Pendidikan Akuntansi yang gemar menulis serta mencintai alam, kucing, dan sesama manusia","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/annisa-herawati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14855","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14855"}],"version-history":[{"count":26,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14855\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46771,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14855\/revisions\/46771"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14855"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14855"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14855"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}