{"id":16394,"date":"2026-04-09T16:03:11","date_gmt":"2026-04-09T09:03:11","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=16394"},"modified":"2026-04-09T16:03:19","modified_gmt":"2026-04-09T09:03:19","slug":"jurnal-penyusutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/","title":{"rendered":"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Menghitung penyusutan adalah langkah pertama dalam mengelola biaya depresiasi. Selanjutnya Anda juga perlu mencatat entri jurnal untuk perhitungan penyusutan Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Mengelola depresiasi bisa terasa sulit bagi akuntan dan pemegang buku yang tidak berpengalaman. Namun pada kenyataannya, setelah Anda terbiasa dengan depresiasi dan berbagai metode depresiasi yang dapat Anda gunakan, prosesnya menjadi lebih sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p>Di artikel ini, Kledo mengajak Anda memahami apa itu jurnal penyusutan, metode perhitungannya, dan contoh kasusnya dalam berbagai metode.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Jurnal Penyusutan?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-1.webp\" alt=\"jurnal penyusutan 1\" class=\"wp-image-46742\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-1.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-1-300x169.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-1-768x432.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Penyusutan dapat menjadi salah satu aspek akuntansi yang membingungkan. Tujuan penyusutan adalah untuk mengalokasikan biaya suatu aset tetap atau berwujud selama masa manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menggunakan depresiasi memungkinkan Anda menghindari pengeluaran besar dalam satu periode akuntansi, yang dapat sangat memengaruhi neraca dan laporan laba rugi Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah penyusutan dihitung, Anda harus mencatat biaya sebagai entri jurnal. Entri jurnal digunakan untuk mencatat <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-penyusutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">biaya penyusutan<\/a> untuk periode akuntansi tertentu dan dapat dicatat secara manual ke dalam buku besar atau dalam <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi <\/a>Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membuat entri jurnal penyusutan, Anda harus terlebih dahulu terbiasa dengan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/istilah-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">istilah akuntansi<\/a> berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Biaya<\/strong>: Biaya aset yang akan Anda depresiasi sangat penting. Biaya berfungsi sebagai dasar untuk perhitungan penyusutan Anda dan harus mencakup semua biaya terkait seperti pengiriman, <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jenis-pajak-penjualan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pajak<\/a>, atau jaminan tambahan apa pun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Masa manfaat:<\/strong> Setelah Anda memiliki dasar biaya, Anda harus memperkirakan masa manfaat aset. Jika Anda membeli mesin fotokopi yang Anda harapkan akan bertahan selama lima tahun, Anda akan mendasarkan perhitungan dan entri jurnal Anda pada biaya dan masa manfaat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Nilai sisa:<\/strong> Mungkin agak aneh memikirkan nilai sisa untuk aset baru, tetapi Anda harus menentukannya sebelum membuat entri jurnal. Itu karena nilai sisa berperan dalam bagaimana penyusutan dihitung, tergantung pada metode yang Anda pilih.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Penyusutan Diperlukan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Penyusutan adalah proses mendasar dimana dana yang dihabiskan untuk pembelian dikembalikan sebagai bagian dari hasil penjualan produk. <\/p>\n\n\n\n<p>Setiap bulan, pengurangan depresiasi dihitung dan dihapuskan ke biaya produk, pekerjaan, layanan, atau <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-penjualan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">biaya penjualan<\/a>. Oleh karena itu, ketika suatu produk mulai dijual, harganya termasuk bagian dari biaya <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-tetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">aset tetap <\/a>yang digunakan dalam proses produksi dalam jumlah penyusutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dana ini dikembalikan ke perusahaan setelah penjualan produk ( dan penerimaan pembayaran dari pembeli. Dana yang diterima dapat meningkatkan aset tetap yang ada (perbaikan, rekonstruksi, modernisasi) atau membeli fasilitas baru yang lebih modern.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyusutan penyusutan properti, pabrik dan peralatan tergantung pada masa manfaat aset. Periode ini ditetapkan oleh perusahaan secara independen, tergantung pada jenis objek. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Tutorial Cara Menjalankan Penyusutan Otomatis Pada Aset Tetap\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/qjJ4XgTwz3I?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4 Metode Jurnal Penyusutan<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun proses entri jurnal Anda akan tetap sama untuk setiap jenis penyusutan, total entri jurnal Anda akan berubah berdasarkan metode penyusutan yang Anda pilih. <\/p>\n\n\n\n<p>Ada banyak metode penyusutan yang dapat Anda gunakan, tetapi sebagian besar bisnis menggunakan salah satu dari metode berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penyusutan Garis Lurus<\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-garis-lurus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Penyusutan garis lurus <\/a>adalah metode yang paling umum digunakan. Dalam metode ini, biaya aset dibagi dengan jumlah tahun masa manfaatnya untuk mendapatkan beban penyusutan tahunan. Rumus untuk penyusutan garis lurus adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Beban Penyusutan Tahunan = (Harga Perolehan Aset &#8211; Nilai Sisa) \/ Masa Manfaat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di mana, nilai sisa adalah estimasi nilai aset pada akhir masa manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Saldo Menurun Ganda<\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Saldo menurun ganda<\/a> adalah salah satu metode penyusutan dipercepat lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam metode ini, beban penyusutan dihitung sebagai persentase tetap dari nilai buku aset pada awal setiap periode. Persentase yang digunakan biasanya dua kali lipat dari tarif garis lurus. Rumus untuk penyusutan saldo menurun ganda adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Beban Penyusutan Tahunan = Nilai Buku pada Awal Periode x Tarif Penyusutan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di mana, Tingkat Penyusutan = (2 \/ Masa Manfaat)<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penyusutan Unit Produksi<\/h3>\n\n\n\n<p>Penyusutan unit produksi adalah metode penyusutan yang didasarkan pada penggunaan aset yang sebenarnya. Dalam metode ini, beban penyusutan dihitung berdasarkan jumlah unit yang diproduksi oleh aset. Rumus untuk penyusutan unit produksi adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Beban Penyusutan per Unit = (Harga Perolehan Aset &#8211; Nilai Sisa) \/ Jumlah Unit Produksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Beban Penyusutan Tahunan = Beban Penyusutan per Unit x Unit yang Diproduksi pada Periode Tersebut<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Jumlah Angka Tahun<\/h3>\n\n\n\n<p>Jumlah angka tahun adalah metode penyusutan yang juga merupakan metode yang dipercepat. Dalam metode ini, beban penyusutan dihitung berdasarkan jumlah angka tahun dari masa manfaat aset. Rumus jumlah angka tahun penyusutan adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Beban Penyusutan Tahunan = (Harga Perolehan Aset &#8211; Nilai Sisa) x Sisa Umur \/ Jumlah Angka Tahun Masa Manfaat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pemilihan metode penyusutan tergantung pada sifat aset dan kebijakan akuntansi perusahaan. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan, dan perusahaan harus memilih metode yang paling sesuai dengan kebutuhannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Akumulasi Penyusutan<\/h2>\n\n\n\n<p>Akumulasi penyusutan hanyalah total dari semua biaya penyusutan untuk suatu aset sejak dibeli atau pertama kali digunakan. Selanjutnya akun akumulasi penyusutan merupakan akun neraca dan bersaldo kredit.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika suatu aset memiliki biaya Rp. 10.000.000 dan disusutkan selama 5 tahun, maka biaya penyusutan tahunan adalah Rp. 10.000.000 : 5 = Rp. 2.000.000 per tahun. Jumlah ini dibebankan ke akun laba rugi setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah 3 tahun total biaya penyusutanmya adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Akumulasi penyusutan = 3 x 2.000.000 = 6.000.000<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Akumulasi penyusutan juga dapat digunakan untuk menentukan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/nilai-buku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">nilai buku bersih <\/a>aset. Dengan menggunakan contoh di atas, nilai buku bersih adalah biaya dikurangi akumulasi penyusutan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>10.000.000  \u2013 6.000.000 = 4.000.000<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Ayat Jurnal Penyusutan itu?<\/h2>\n\n\n\n<p>Beban penyusutan dihitung pada akhir periode akuntansi dan dimasukkan sebagai jurnal sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debet<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Beban penyusutan<\/td><td>xxx<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi penyusutan<\/td><td><\/td><td>xxx<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Entri pertama adalah beban yang dicatat dalam <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan laba rugi<\/a>. Entri kedua adalah ke akun akumulasi penyusutan yang merupakan akun kontra aset di <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/komponen-neraca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">neraca<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Akun akumulasi penyusutan digunakan karena hanya mencerminkan perkiraan berapa banyak aset yang telah digunakan selama periode akuntansi. Selain itu, akun aset itu sendiri terus menunjukkan biaya asli aset tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Mencatat Jurnal Penyusutan dengan Berbagai Metode<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"825\" height=\"315\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-2.webp\" alt=\"jurnal penyusutan 2\" class=\"wp-image-46743\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-2.webp 825w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-2-300x115.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-2-768x293.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 825px) 100vw, 825px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Mencatat jurnal penyusutan akan berbeda tergantung pada metode penyusutan yang Anda pilih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Contoh Jurnal Penyusutan Metode Garis Lurus<\/h3>\n\n\n\n<p>Depresiasi garis lurus adalah perhitungan depresiasi yang paling sederhana. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menentukan biaya aset, nilai sisa, dan masa manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda membeli sebuah mesin seharga Rp. 3.900.000, nilai sisanya Rp. 1.000.000, dan masa manfaatnya adalah tiga tahun. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-penyusutan\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rumus penyusutannya<\/a> adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>(Rp. 3.900.000 &#8211;  Rp. 1.000.000) : 3 = Rp. 966.670<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Perhitungan di atas menghasilkan angka depresiasi tahunan Anda. Jika Anda mencatat penyusutan bulanan, Anda akan melakukan perhitungan kedua:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Rp. 966.670 : 12 = Rp. 80.560<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dengan metode ini, jumlah penyusutan bulanan Anda akan tetap sama sepanjang umur aset.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari perhitungan di atas, maka ayat jurnal penyusutannya tahun pertama adalah:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Akun<\/strong><\/td><td><strong>Debit<\/strong><\/td><td><strong>Kredit<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Beban penyusutan mesin<\/td><td>966.670<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi penyusutan mesin<\/td><td><\/td><td>966.670<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Contoh Jurnal Penyusutan Saldo Menurun Ganda<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"600\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-3.webp\" alt=\"jurnal penyusutan 3\" class=\"wp-image-46745\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-3.webp 900w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Anggaplah sebuah aset dengan harga awal 12.000.000 dan masa manfaat 5 tahun. Diharapkan bahwa pada akhir penggunaannya, aset tersebut akan memiliki nilai sisa sebesar 2.000.000. Selanjutnya, kita asumsikan tingkat penyusutan sebesar 40%.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th><strong>Periode (tahun)<\/strong><\/th><th><strong>Nilai buku bersih (NBV) saat awal tahun<\/strong><\/th><th><strong>Penyusutan<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1<\/td><td>12.000.000<\/td><td>(12.000.000 \u2013 2.000.000) * 0.4 = 4.000.000.<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>12.000.000 \u2013 4.000.000 = 8.000.000<\/td><td>(8.000.000 \u2013 2.000.000.) * 0.4 = 2.400.000.<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>8.000.000 \u2013 2.400.000 = 5.600.000<\/td><td>(5.600.000. \u2013 2.000.000.) * 0.4 = 1.440.000.<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>5.600.000 \u2013 1.440.000 = 4.160.000<\/td><td>(4.160.000. \u2013 2.000.000) * 0.4 = 864.000<\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td>4.160.000\u2013 864.000= 3.296.000<\/td><td>(3.296.000. \u2013 2.000.000.) * 0.4 = 518.400<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada contoh di atas, jumlah penyusutan turun di tahun-tahun berikutnya. Dimulai dari 4.000.000 pada tahun pertama dan akhirnya turun menjadi 518.400. Namun, dalam contoh ini, pada akhir tahun kelima, nilai buku bersih menjadi<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai buku bersih pada akhir tahun = 3.296.000 &#8211; 518.400 = 2.777.600<\/p>\n\n\n\n<p>Namun nilai buku ini berada di atas estimasi nilai residu sebesar 2.000.000. Akibatnya, jumlah penyusutan pada tahun kelima akan dinaikkan menjadi 1.296.000. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah selisih antara nilai aset bersih di awal tahun (3.296.000) dan nilai sisa (2.000.000). Dengan demikian, ulangi tabel di atas untuk tahun kelima:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>5<\/td><td>4.160.000 \u2013 864.000 = 3.296.000<\/td><td>3.296.000 \u2013 2.000.000 = 1296.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Demikian pula, jika nilai aset bersih pada akhir tahun jatuh di bawah nilai residu, maka penyusutan akan dikurangi sesuai dengan selisihnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika NBV pada awal tahun terakhir adalah 2.100.000 untuk aset dengan nilai residu atau nilai sisa 2.000.000 dan penyusutan adalah 200.000, maka hanya 100.000 (2.100.000 &#8211; 2.000.000) yang akan dicatat dalam pembukuan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cara menghitung beban penyusutan untuk tahun pertama<\/h4>\n\n\n\n<p>Pada tahun pertama contoh diatas, Anda mengalikan biaya (atau nilai buku awal) dengan 40%. Anda kemudian menemukan penyusutan tahun pertama dengan mengalikan nilai buku 12.000.000 dengan 40% untuk mendapatkan 4.000.000. <\/p>\n\n\n\n<p>Metode saldo menurun ganda tidak mengurangi jumlah sisa dari nilai buku. Pada tahun kedua, nilai buku berubah. Entri jurnal penyusutan tahun pertama adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Nama Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Beban penyusutan<\/td><td>4.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi penyusutan &#8211; mesin (Untuk mencatat penyusutan mesin pada tahun pertama)<\/td><td><\/td><td>4.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cara menghitung beban penyusutan untuk tahun kedua<\/h4>\n\n\n\n<p>Nilai buku pada awal tahun kedua adalah 12.000.000 dikurangi 4.000.000, menjadi 8.000.000. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghitung biaya tahun kedua, kalikan nilai buku 8.000.000 dengan 40% untuk mendapatkan 5.600.000. Ayat jurnal penyusutan tahun kedua adalah sebagai berikut<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Nama Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Beban penyusutan<\/td><td>5.600.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi penyusutan &#8211; mesin (Untuk mencatat penyusutan mesin pada tahun kedua)<\/td><td><\/td><td>5.600.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Setiap tahun, nilai buku dikurangi dengan jumlah penyusutan tahunan. Beban penyusutan berhenti ketika nilai buku mencapai nilai sisa. <\/p>\n\n\n\n<p>Ingatlah bahwa nilai sisa tidak dikurangi ketika proses penyusutan dimulai. Ketika nilai buku mencapai 2.000.000, penyusutan berhenti karena aset akan dijual dengan nilai sisa.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika penggunaan aset akan sangat bervariasi dari tahun ke tahun, metode unit produksi mungkin sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Contoh Jurnal Penyusutan Metode Jumlah Angka Tahun<\/h3>\n\n\n\n<p>Lebih rumit daripada dua metode penyusutan pertama, penyusutan jumlah tahun menambahkan jumlah masa manfaat aset. Dengan menggunakan contoh di atas, aset dengan masa manfaat tiga tahun akan dihitung sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>1 + 2 + 3 = 6<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Perhitungan depresiasi tahun pertama adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>(3 : 6) x 3.900.000 = 1.950.000<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Untuk menghitung penyusutan per bulan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>1.950.000 : 12 = 162.500<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Perhitungan dan biaya penyusutan jumlah tahun Anda akan berubah setiap tahun, dengan setiap tahun berikutnya menggunakan angka yang menurun. Misalnya, perhitungan untuk tahun kedua adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>(2 : 6) x 3.900.000 = 1.300.000<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Dari perhitungan di atas, maka ayat jurnal penyusutan dengan metode jumlah tahun pada tahun pertama adalah:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Akun<\/strong><\/td><td><strong>Debit<\/strong><\/td><td><strong>Kredit<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Beban penyusutan mesin<\/td><td>1.950.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi penyusutan mesin<\/td><td><\/td><td>1.950.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Contoh Jurnal Penyusutan Metode Unit Produksi<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"600\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/penyusutan-saldo-menurun-1.jpeg\" alt=\"penyusutan saldo menurun 1\" class=\"wp-image-25173\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/penyusutan-saldo-menurun-1.jpeg 900w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/penyusutan-saldo-menurun-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/penyusutan-saldo-menurun-1-768x512.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Metode ini hanya digunakan ketika menghitung penyusutan untuk peralatan atau mesin, yang masa manfaatnya didasarkan pada kapasitas produksi dan bukan beberapa tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, mesin fotokopi yang baru dibeli diperkirakan menangani 250.000 eksemplar selama masa manfaatnya. Unit penyusutan produksi memang menggunakan nilai sisa, sehingga perhitungan tahun pertama Anda akan terlihat seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>(3.900.000 &#8211; 1.000.000) : 250.000 = Rp. 11,6<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ini berarti bahwa untuk setiap salinan yang dihasilkan, Anda akan mengalikan angka tersebut dikalikan Rp. 11,6. Misalnya, jika Anda membuat 35.000 eksemplar pada tahun pertama, Anda akan menghitung penyusutan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Rp. 11,6 x 35.000 = Rp. 406.000<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Penyusutan unit produksi akan berubah setiap bulan, karena didasarkan pada penggunaan mesin atau peralatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari perhitungan di atas, maka ayat jurnal penyusutan mesin fotokopi tahun pertama adalah:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Nama Akun<\/strong><\/td><td><strong>Debit<\/strong><\/td><td><strong>Kredit<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Beban penyusutan mesin<\/td><td>406.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi penyusutan mesin<\/td><td><\/td><td>406.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Nah, itulah pembahasan mengenai pengertian jurnal penyusutan, metode penyusutan, bentuk jurnal dan cara menjurnalnya. Untuk mencatat jurnal ini, Anda bisa melakukannya secara manual. Akan tetapi, penjurnalan akan lebih mudah dilakukan dengan menggunakan Kledo. <\/p>\n\n\n\n<p>Kledo merupakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi online<\/a> berbasis cloud yang bisa digunakan darimana saja dan kapan saja Anda butuhkan. Dengan menggunakan Kledo, Anda bisa mengotomatisasikan 30 jenis laporan keuangan, menghitung pajak, manajemen aset dan gudang, pembelian, buat invoice instan, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, tunggu apalagi? Yuk, <em>upgrade <\/em>level bisnis Anda dengan menggunakan Kledo sekarang juga. Anda juga bisa mencoba Kledo gratis selama 14 hari melalui <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menghitung penyusutan adalah langkah pertama dalam mengelola biaya depresiasi. Selanjutnya Anda juga perlu mencatat entri jurnal untuk perhitungan penyusutan Anda. Mengelola depresiasi bisa terasa sulit bagi akuntan dan pemegang buku yang tidak berpengalaman. Namun pada kenyataannya, setelah Anda terbiasa dengan depresiasi dan berbagai metode depresiasi yang dapat Anda gunakan, prosesnya menjadi lebih sederhana. Di artikel [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":46779,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[8371,8373,8366,8367,8364,8368,8365,8370,8369,8372],"class_list":["post-16394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-ayat-jurnal-penyusutan","tag-cara-jurnal-penyusutan","tag-contoh-jurnal-penyusutan","tag-contoh-soal-jurnal-penyusutan","tag-jurnal-penyusutan","tag-jurnal-penyusutan-adalah","tag-jurnal-penyusutan-metode-garis-lurus","tag-jurnal-penyusutan-metode-jumlah-angka-tahun","tag-jurnal-penyusutan-metode-saldo-menurun-ganda","tag-rumus-jurnal-penyusutan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contoh Membuatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di artikel ini, Kledo mengajak Anda memahami apa itu jurnal penyusutan, metode perhitungannya, dan contoh kasusnya dalam berbagai metode\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contoh Membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di artikel ini, Kledo mengajak Anda memahami apa itu jurnal penyusutan, metode perhitungannya, dan contoh kasusnya dalam berbagai metode\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-09T09:03:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-09T09:03:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Annisa Herawati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\"},\"headline\":\"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2026-04-09T09:03:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T09:03:19+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/\"},\"wordCount\":1682,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/jurnal-penyusutan-banner.webp\",\"keywords\":[\"ayat jurnal penyusutan\",\"cara jurnal penyusutan\",\"contoh jurnal penyusutan\",\"contoh soal jurnal penyusutan\",\"jurnal penyusutan\",\"jurnal penyusutan adalah\",\"jurnal penyusutan metode garis lurus\",\"jurnal penyusutan metode jumlah angka tahun\",\"jurnal penyusutan metode saldo menurun ganda\",\"rumus jurnal penyusutan\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/\",\"name\":\"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contoh Membuatnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/jurnal-penyusutan-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-04-09T09:03:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-09T09:03:19+00:00\",\"description\":\"Di artikel ini, Kledo mengajak Anda memahami apa itu jurnal penyusutan, metode perhitungannya, dan contoh kasusnya dalam berbagai metode\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/jurnal-penyusutan-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/jurnal-penyusutan-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"jurnal penyusutan banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/jurnal-penyusutan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\",\"name\":\"Annisa Herawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Annisa Herawati\"},\"description\":\"Lulusan S1 Pendidikan Akuntansi yang gemar menulis serta mencintai alam, kucing, dan sesama manusia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/annisa-herawati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contoh Membuatnya","description":"Di artikel ini, Kledo mengajak Anda memahami apa itu jurnal penyusutan, metode perhitungannya, dan contoh kasusnya dalam berbagai metode","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contoh Membuatnya","og_description":"Di artikel ini, Kledo mengajak Anda memahami apa itu jurnal penyusutan, metode perhitungannya, dan contoh kasusnya dalam berbagai metode","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-04-09T09:03:11+00:00","article_modified_time":"2026-04-09T09:03:19+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Annisa Herawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Annisa Herawati","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/"},"author":{"name":"Annisa Herawati","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9"},"headline":"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contohnya","datePublished":"2026-04-09T09:03:11+00:00","dateModified":"2026-04-09T09:03:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/"},"wordCount":1682,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-banner.webp","keywords":["ayat jurnal penyusutan","cara jurnal penyusutan","contoh jurnal penyusutan","contoh soal jurnal penyusutan","jurnal penyusutan","jurnal penyusutan adalah","jurnal penyusutan metode garis lurus","jurnal penyusutan metode jumlah angka tahun","jurnal penyusutan metode saldo menurun ganda","rumus jurnal penyusutan"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/","name":"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contoh Membuatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-banner.webp","datePublished":"2026-04-09T09:03:11+00:00","dateModified":"2026-04-09T09:03:19+00:00","description":"Di artikel ini, Kledo mengajak Anda memahami apa itu jurnal penyusutan, metode perhitungannya, dan contoh kasusnya dalam berbagai metode","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/jurnal-penyusutan-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"jurnal penyusutan banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-penyusutan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jurnal Penyusutan: Pengertian, Metode, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9","name":"Annisa Herawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","caption":"Annisa Herawati"},"description":"Lulusan S1 Pendidikan Akuntansi yang gemar menulis serta mencintai alam, kucing, dan sesama manusia","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/annisa-herawati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16394"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46746,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16394\/revisions\/46746"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46779"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}