{"id":17762,"date":"2026-09-21T16:59:29","date_gmt":"2026-09-21T09:59:29","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=17762"},"modified":"2026-09-21T16:59:37","modified_gmt":"2026-09-21T09:59:37","slug":"pendapatan-diterima-di-muka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/","title":{"rendered":"Pendapatan Diterima di Muka: Jurnal, Contoh Kasus, dan Cara Pencatatannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka <em>(unearned revenue)<\/em> adalah pendapatan yang bisnis Anda terima dari pelanggan sebelum Anda memberikan produk atau jasa kepada mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam akuntansi, pendapatan ini dicatat sebagai kewajiban karena perusahaan telah menerima pembayaran tetapi belum memenuhi kewajibannya untuk menyerahkan barang atau memberikan jasa kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka membantu meningkatkan arus kas perusahaan, membiayai operasional, mengurangi risiko gagal bayar, hingga merencanakan kebutuhan modal kerja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam artikel ini, kita akan melihat lebih dekat tentang pendapatan diterima di muka dan bagaimana hal itu diterapkan dalam praktik akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka <em>(<em>unearned revenue<\/em><\/em>) adalah pembayaran yang diterima oleh suatu perusahaan sebelum mereka menyediakan atau menyelesaikan layanan atau produk yang harus diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsumen yang membayar di awal lebih kecil kemungkinannya  akan membatalkan kontrak, sehingga arus kas bisa lebih lancar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan<a href=\"https:\/\/web.iaiglobal.or.id\/PSAK-Umum\/83#gsc.tab=0\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> PSAK 72<\/a>, pendapatan ini dianggap sebagai kewajiban sampai penjual memenuhi janji atau kewajiban untuk melakukan sesuatu sesuai kontrak kesepakatan (<em>performance obligation<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini sejalan dengan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/prinsip-pengakuan-pendapatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">prinsip pengakuan pendapatan<\/a>, yaitu pendapatan hanya boleh diakui ketika perusahaan telah memenuhi kewajiban kontraktualnya kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menyerahkan barang atau jasa, kewajiban ini akan selesai, dan barulah pendapatannya bisa diakui dalam laporan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa membaca artikel kami untuk pembahasan lebih lanjut mengenai <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/perbedaan-pendapatan-diterima-di-muka-dan-pendapatan-yang-diakui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">perbedaan pendapatan diterima di muka dan pendapatan yang diakui.<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Manfaat Pendapatan Diterima di Muka?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka membawa beberapa manfaat bagi bisnis, karena pelanggan melakukan pembayaran sebelum barang atau jasa diberikan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain membantu pencatatan pendapatan sesuai periode yang tepat, pembayaran di awal juga dapat memberikan kepastian kas dan membantu bisnis merencanakan kewajibannya kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Memperbaiki Arus Kas Bisnis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka membuat bisnis memperoleh kas lebih awal. Dengan begitu, sudah mengamankan dana di awal untuk menjalankan kegiatan operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> Bisnis SaaS menerima pembayaran langganan Rp12 juta untuk satu tahun di awal kontrak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun Rp12 juta tersebut belum langsung diakui sebagai pendapatan, bisnis sudah menerima kas yang dapat digunakan untuk mendukung operasional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengurangi Risiko Tidak Dibayar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka dapat mengurangi risiko kredit karena pelanggan telah melakukan pembayaran sebelum bisnis memenuhi kewajibannya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan penjualan kredit yang menghasilkan piutang, pembayaran di muka membuat Anda tidak perlu menunggu pelanggan membayar setelah produk atau jasa diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> Konsultan menerima pembayaran penuh Rp10 juta sebelum memulai proyek. Dia pun tidak perlu khawatir akan menghadapi risiko <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/piutang-tak-tertagih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">piutang tak tertagih<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Memudahkan Perencanaan Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka membantu Anda memperkirakan kapan pendapatan akan diakui karena periode pemberian barang atau jasa biasanya sudah ditentukan dalam kontrak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi ini dapat digunakan untuk membuat proyeksi pendapatan dan anggaran bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> Sebuah bisnis jasa menerima kontrak enam bulan dengan pembayaran di muka sebesar Rp30 juta. Bisnis dapat memperkirakan pengakuan pendapatan sebesar Rp5 juta per bulan selama jasa diberikan, sehingga proyeksi pendapatan menjadi lebih mudah disusun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Memperkuat Komitmen Pelanggan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembayaran di muka menunjukkan bahwa pelanggan sudah berkomitmen untuk menggunakan produk atau jasa Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka juga dapat membantu mempertahankan hubungan dengan pelanggan selama periode layanan berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> Gym menerima pembayaran membership selama satu tahun di awal. Pelanggan sudah punya akses layanan selama periode tersebut, sementara bisnis dapat mencatat pembayaran sebagai pendapatan diterima di muka dan mengakuinya secara bertahap sesuai masa membership.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"825\" height=\"315\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-dimuka.png\" alt=\"Pendapatan Diterima di Muka\" class=\"wp-image-17796\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-dimuka.png 825w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-dimuka-300x115.png 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-dimuka-768x293.png 768w\" sizes=\"(max-width: 825px) 100vw, 825px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini adalah ciri-ciri <em>unearned revenue<\/em> yang membedakannya dari pendapatan lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pendapatan di muka adalah pendapatan yang diperoleh atau diakui sebelum jangka waktu yang telah ditentukan. <\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan di muka merupakan uang yang diperoleh sebelum layanan yang diberikan atau produk yang dikirim. <\/li>\n\n\n\n<li>Berubah menjadi pendapatan setelah kewajiban kontrak dipenuhi.<\/li>\n\n\n\n<li>Dicatat sebagai kewajiban sebelum jasa atau barang diserahkan<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan saldo kas perusahaan saat pembayaran diterima.<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan di muka menyediakan kas untuk menutupi biaya operasional dan membayar hutang. <\/li>\n\n\n\n<li>Memengaruhi neraca dan laporan laba rugi pada periode yang berbeda.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini merupakan beberapa contoh <em>unearned revenue<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pengguna layanan <em>subscription<\/em>:<\/strong> Bisnis berbasis subscription sangat marak sekarang. Misalnya, pelanggan layanan streaming seperti Netflix, Spotify, atau langganan majalah dan koran.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Teknologi dan software:<\/strong> Perusahaan yang menjual produk SaaS (<em>software as a service<\/em>) biasanya dibayar lebih awal per bulan atau per tahun. Pendapatan ini akan diakui setiap bulan setelah memberikan layanan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Asuransi:<\/strong> Pemilik usaha asuransi menerima pembayaran premi setiap bulannya untuk perlindungan yang berfungsi sampai masa depan. Pendapatan akan diakui secara proporsional selama periode asuransi berlaku.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sewa kos dan properti lainnya: <\/strong>Pemilik properti seperti kos-kosan atau apartemen meminta uang sewa di muka, biasanya di awal bulan dan waktu tanda tangan kontrak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konstruksi: <\/strong>Usaha konstruksi biasa menerima pembayaran sebelum memulai pekerjaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembayaran pendidikan: <\/strong>Pembayaran untuk akses pendidikan seperti UKT, biaya les, dan SPP sekolah juga dibayar di awal dan diakui sebagai pendapatan selama periode akademi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tiket perjalanan: <\/strong>Tiket untuk perjalanan kereta api dan pesawat dibayarkan di awal dan diakui sebagai pendapatan pada hari perjalanan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perlakuan Akuntansi Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Unearned revenue<\/em> dicatat sebagai kewajiban karena perusahaan masih memiliki kewajiban untuk memberikan barang atau jasa kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Saat menerima pembayaran di muka<\/strong>, jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Akun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Debit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Kredit<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">xxx<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 35px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan diterima di muka<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">xxx<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, <strong>ketika perusahaan sudah memberikan jasa atau barang,<\/strong> Anda perlu membuat jurnal ini:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Akun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Debit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Kredit<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan diterima di muka<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">xxx<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 35px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">xxx<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan di muka dicatat di sisi kewajiban neraca sejak perusahaan mennerima pembayaran tunai di muka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, transaksi dianggap belum selesai karena penjual masih memiliki kewajiban yang harus dipenuhi kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kewajiban ini dibagi menjadi 2:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kewajiban-lancar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kewajiban Lancar<\/a><\/strong>: Yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan dalam kurang dari satu tahun pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kewajiban Tidak Lancar<\/strong>: Merupakan kewajiban yang jatuh temponya lebih dari setahun. Misalnya, untuk kontrak multi-tahun. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Metode Pencatatan Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pencatatan pendapatan diterima di muka, ada 2 metode yang bisa digunakan yaitu <strong>metode neraca<\/strong> dan <strong>metode laba rugi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaannya terletak pada akun yang digunakan saat pembayaran diterima dan bagaimana bagian pendapatan yang belum menjadi hak bisnis disesuaikan pada akhir periode.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Metode Neraca<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode neraca mencatat pembayaran di muka sebagai <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/liabilitas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">liabilitas<\/a> karena bisnis masih memiliki kewajiban untuk memberikan barang atau jasa kepada pelanggan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kewajiban tersebut dipenuhi, saldo liabilitas kemudian dipindahkan menjadi pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Metode Laba Rugi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan metode neraca, metode laba rugi mencatat pembayaran yang diterima di muka sebagai pendapatan terlebih dahulu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian yang sebenarnya belum menjadi hak bisnis kemudian dikoreksi melalui jurnal penyesuaian pada akhir periode dan dicatat sebagai liabilitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini membutuhkan penyesuaian secara berkala agar pendapatan yang dilaporkan sesuai dengan barang atau jasa yang sudah diberikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Metode Neraca dan Metode Laba Rugi<\/h3>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Aspek<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 37.5%;\">Metode Neraca<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 37.5%;\">Metode Laba Rugi<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pencatatan awal<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Sebagai liabilitas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Sebagai pendapatan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pendapatan yang belum diperoleh<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Tetap tercatat sebagai liabilitas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dikoreksi menjadi liabilitas melalui penyesuaian<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Fokus pencatatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menunjukkan kewajiban bisnis sejak awal<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Mengakui pendapatan terlebih dahulu, kemudian melakukan koreksi<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Penyesuaian<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Memindahkan bagian yang sudah diperoleh menjadi pendapatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Memindahkan bagian yang belum diperoleh menjadi liabilitas<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mencatat Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siap. Saya buatkan versi yang lebih ringkas dan tidak mengulang section \u201cMetode Pencatatan\u201d. Fokusnya benar-benar pada praktik jurnal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mencatat Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memahami metode pencatatannya, mari kita pelajari bagaimana pendapatan diterima di muka dicatat dalam pembukuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Umumnya, pencatatan dilakukan ketika bisnis menerima pembayaran dan ketika barang atau jasa yang menjadi kewajibannya mulai diberikan kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mencatat Saat Menerima Pembayaran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika bisnis menerima pembayaran sebelum memberikan barang atau jasa, uang tersebut belum dapat langsung diakui sebagai pendapatan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembayaran dicatat sebagai kas dan pendapatan diterima di muka karena bisnis masih memiliki kewajiban kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, bisnis Anda menerima uang muka Rp6 juta untuk jasa yang akan diberikan selama enam bulan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal yang dibuat adalah:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Akun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Debit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Kredit<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 6.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 35px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Diterima di Muka<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 6.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mencatat Saat Pendapatan Diakui<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika bisnis sudah memberikan barang atau jasa sesuai bagian yang disepakati, pendapatan mulai dapat diakui. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saldo pendapatan diterima di muka kemudian dikurangi sebesar bagian yang sudah menjadi hak bisnis dan dipindahkan ke akun pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika jasa dalam contoh sebelumnya diberikan secara merata selama enam bulan, maka pendapatan yang diakui setiap bulan adalah Rp1 juta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnalnya:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Akun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Debit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Kredit<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Diterima di Muka<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 35px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Jasa<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 1.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan tersebut dilakukan setiap periode sesuai dengan bagian jasa yang telah diberikan kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Contoh Pencatatan Pendapatan Diterima di Muka<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, sebuah perusahaan menerima pembayaran Rp12 juta pada 1 Januari untuk kontrak jasa selama satu tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena jasa diberikan secara merata setiap bulan, bisnis mengakui pendapatan sebesar Rp1 juta setiap bulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada saat menerima pembayaran:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Akun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Debit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Kredit<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 12.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 35px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Diterima di Muka<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 12.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhir Januari, ketika jasa selama satu bulan telah diberikan:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Akun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Debit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Kredit<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Diterima di Muka<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 35px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Jasa<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 1.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses tersebut dilanjutkan setiap bulan hingga seluruh jasa dalam kontrak selesai diberikan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah 12 bulan, seluruh saldo pendapatan diterima di muka sebesar Rp12 juta telah dipindahkan menjadi pendapatan jasa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pencatatan seperti ini, bisnis dapat membedakan <strong>kas yang sudah diterima<\/strong> dari <strong>pendapatan yang sudah diperoleh<\/strong>. Hal ini membuat laporan keuangan lebih mencerminkan kondisi transaksi yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mencatat pendapatan diterima di muka dengan software akuntansi Kledo<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda menggunakan software akuntansi Kledo, Anda bisa mencatat <em>unearned revenue<\/em> ini dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Katakanlah Anda menyewakan kamar kos seharga Rp1 juta per bulan atau Rp12 juta per tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Masuk ke menu <strong>Kas &amp; Bank<\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"431\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-1.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-48636\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-1-300x129.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-1-768x331.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Pilih akun kas\/bank yang digunakan untuk menerima pembayaran tersebut. Jika belum ada, Anda bisa membuatnya baru.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"448\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-2.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-48637\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-2-300x134.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-2-768x344.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Klik tab <strong>Tambah Transaksi<\/strong>, pilih <strong>Terima Dana<\/strong>, lalu input akun <strong>&#8220;Pendapatan  Dibayar di Muka&#8221;<\/strong> dengan jumlah Rp12 juta.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"442\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-3.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-48638\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-3-300x133.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-3-768x339.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, sesuai aturan akuntansi, Anda harus mengakui pendapatan sewa per bulannya. Dengan Kledo, caranya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">4. Pergi ke menu <strong>Akun<\/strong>, lalu klik <strong>Jurnal Umum<\/strong> dan <strong>Tambah Jurnal Umum  <\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"447\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-4.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-48639\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-4.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-4-300x134.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-4-768x343.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">5. Input akun Pendapatan Sewa Dibayar di Muka (Debit) dan Pendapatan Sewa (Kredit) sebesar Rp1 juta.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"448\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-5.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-48641\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-5.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-5-300x134.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-5-768x344.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">6. Klik simpan dan jurnal akan otomatis tercatat.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"457\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-6.webp\" alt=\"mencatat pendapatan di muka dengan kledo 6\" class=\"wp-image-48640\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-6.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-6-300x137.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/mencatat-pendapatan-di-muka-dengan-kledo-6-768x351.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Pendapatan Diterima di Muka Memengaruhi Laporan Keuangan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Unearned revenue<\/em> memengaruhi laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas dengan cara yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Neraca<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka muncul dalam dua bagian pada neraca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, karena perusahaan telah menerima uang dari pelanggan, jumlah tersebut tercatat sebagai aset dalam akun kas dan setara kas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, karena perusahaan belum memberikan barang atau jasa yang dijanjikan, pendapatan diterima di muka juga dicatat sebagai kewajiban. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kewajibannya kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena sebagian besar kontrak prabayar memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun, pendapatan diterima di muka umumnya diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Laporan Laba Rugi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka tidak langsung muncul dalam laporan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring berjalannya waktu dan perusahaan mulai memenuhi kewajibannya, sebagian saldo pendapatan diterima di muka akan dipindahkan ke akun pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan yang telah diakui tersebut kemudian akan dicatat dalam laporan laba rugi pada periode akuntansi yang bersangkutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Laporan Arus Kas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas menunjukkan aliran uang yang masuk dan keluar dari perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena <em>unearned revenue<\/em> merupakan uang yang telah diterima dari pelanggan, jumlah tersebut dicatat sebagai arus kas masuk pada aktivitas operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam laporan arus kas, yang menjadi perhatian adalah pergerakan kas. Oleh karena itu, meskipun pendapatan tersebut belum diakui sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi, penerimaan kasnya tetap dicatat sebagai arus kas masuk ketika uang diterima oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk penjelasan lebih lanjut, bisa Anda baca di artikel kami yang berjudul <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengaruh-pendapatan-diterima-di-muka-terhadap-laporan-neraca\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengaruh Pendapatan Diterima di Muka Terhadap Laporan Neraca<\/a>.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Studi Kasus Kesalahan Pengakuan Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi dalam pencatatan <em>undearned revenue <\/em>adalah langsung mengakui semua uang yang diterima sebagai pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini juga terjadi pada lembaga kursus bahasa di Surabaya yang selanjutnya akan kita sebut sebagai PT &#8220;X&#8221;. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Studi kasus ini merupakan bagian dari penelitian <strong><a href=\"https:\/\/jurnaluniv45sby.ac.id\/index.php\/ekonomika\/article\/download\/2726\/2379\/8745\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">&#8220;Perlakuan Akuntansi atas Pengakuan Pendapatan pada PT \u201cX\u201d di Surabaya&#8221;<\/a><\/strong> karya Diana Zuhroh dkk (2024).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT X memiliki sistem pembayaran penuh di muka untuk program kursus yang berlangsung selama 2 hingga 4 bulan. Namun, seluruh pembayaran tersebut langsung diakui sebagai pendapatan pada bulan saat uang diterima.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, pada Januari 2023 perusahaan menerima pembayaran kursus sebesar Rp72.600.000. Seluruh jumlah tersebut dicatat sebagai pendapatan jasa kursus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, berdasarkan prinsip akrual, hanya bagian jasa yang telah diberikan selama Januari yang boleh diakui sebagai pendapatan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa dari total Rp72.600.000 yang diterima, hanya Rp18.200.000 yang seharusnya diakui sebagai pendapatan Januari, sedangkan Rp54.400.000 sisanya harus dicatat sebagai <em>unearned revenue<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal yang seharusnya dibuat adalah:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Akun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Debit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Kredit<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kas\/Bank<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 72.600.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 35px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Jasa Kursus<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 18.200.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 35px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Diterima di Muka<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 54.400.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesalahan ini menyebabkan laba perusahaan terlihat jauh lebih tinggi dari kondisi sebenarnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi perusahaan menunjukkan laba Januari sebesar Rp58.349.300, padahal setelah dilakukan penyesuaian sesuai prinsip akrual, laba yang benar hanya Rp3.949.300.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kasus ini menunjukkan bahwa <em>unearned revenue<\/em> tidak boleh langsung diakui sebagai pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama barang atau jasa belum diberikan kepada pelanggan, pembayaran tersebut harus dicatat sebagai kewajiban. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan baru dapat diakui secara bertahap sesuai dengan jasa atau barang yang telah diserahkan kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Piutang Usaha dan Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/piutang-usaha-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Piutang usaha<\/a> (<em>accounts receivable<\/em>) adalah uang yang masih harus dibayar pelanggan kepada perusahaan setelah barang atau jasa berhasil diberikan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena perusahaan memiliki hak untuk menerima pembayaran tersebut, piutang usaha dicatat sebagai <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-lancar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>aset lancar<\/strong>.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, <em>unearned revenue<\/em> adalah uang yang sudah diterima perusahaan dari pelanggan sebelum barang atau jasa diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena perusahaan masih memiliki kewajiban untuk memenuhi pesanan atau memberikan layanan, akun ini dicatat sebagai <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kewajiban-lancar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kewajiban lancar<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sederhananya, piutang usaha terjadi ketika perusahaan memberikan barang atau jasa terlebih dahulu lalu menunggu pembayaran, sedangkan <em>unearned revenue<\/em> terjadi ketika perusahaan menerima pembayaran terlebih dahulu lalu memberikan barang atau jasa di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Aspek<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 37.5%;\">Piutang Usaha<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 37.5%;\">Pendapatan Diterima di Muka<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Posisi di Neraca<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Aset Lancar<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kewajiban Lancar<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Status Pendapatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Sudah diakui sebagai pendapatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Belum diakui sebagai pendapatan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Status Kas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Belum diterima<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Sudah diterima<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Dampak pada Arus Kas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Mengurangi arus kas operasional relatif terhadap pendapatan yang diakui<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Meningkatkan arus kas operasional karena kas sudah diterima<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, sebuah perusahaan menyelesaikan proyek senilai Rp10 juta dan mengizinkan pelanggan membayar 30 hari kemudian. Dalam kasus ini, Rp10 juta dicatat sebagai piutang usaha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, jika pelanggan membayar Rp10 juta di awal sebelum proyek dimulai, maka jumlah tersebut dicatat sebagai pendapatan diterima di muka hingga pekerjaan selesai dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Catatan:<\/strong> Selain <em>unearned revenue<\/em>, perusahaan juga sering menemukan transaksi <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/beban-dibayar-dimuka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">beban dibayar di muka<\/a>, yaitu pembayaran yang dilakukan sebelum manfaat ekonominya diterima.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika <em>unearned revenue<\/em> dicatat sebagai kewajiban, maka beban dibayar di muka umumnya dicatat sebagai aset hingga manfaatnya digunakan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Amortisasi Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengertian-amortisasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Amortisasi <\/a>pendapatan diterima di muka adalah proses <strong>mengakui pendapatan secara bertahap sesuai dengan periode ketika barang atau jasa telah diberikan kepada pelanggan<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses ini umum digunakan pada bisnis yang menerapkan sistem <em>subscription, retainer,<\/em> atau kontrak jangka panjang dengan pembayaran di awal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan amortisasi, saldo pendapatan diterima di muka akan berkurang secara bertahap, sementara pendapatan di laporan laba rugi meningkat sesuai dengan layanan yang telah diberikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghitung Amortisasi Pendapatan Diterima di Muka<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika nilai pembayaran di muka dan periode kontraknya sama setiap periode, amortisasi dapat dihitung dengan rumus sederhana:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan per periode = Total pembayaran di muka \u00f7 Jumlah periode kontrak<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, pelanggan membayar Rp12.000.000 untuk layanan selama 12 bulan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika layanan diberikan secara merata setiap bulan, pendapatan yang dapat diakui adalah: <strong>Rp12.000.000 \u00f7 12 = Rp1.000.000 per bulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, bisnis akan mengurangi saldo pendapatan diterima di muka sebesar Rp1 juta dan mengakui Rp1 juta sebagai pendapatan setiap bulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut contoh jadwal amortisasinya:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 33.33%;\">Bulan<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 33.33%;\">Pendapatan yang Diakui<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 33.33%;\">Sisa Pendapatan Diterima di Muka<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Januari<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp11.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Februari<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp10.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Maret<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp9.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">April<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp8.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Mei<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp7.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Juni<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp6.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Juli<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp5.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Agustus<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp4.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">September<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp3.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Oktober<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp2.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">November<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp1.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Desember<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Rp1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Rp0<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jurnal Amortisasi Setiap Periode<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menentukan jumlah pendapatan yang dapat diakui setiap periode, Anda perlu membuat jurnal amortisasi atau jurnal penyesuaian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menggunakan contoh sebelumnya, jurnal setiap bulan adalah:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Akun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Debit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Kredit<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Diterima di Muka<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 1.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 35px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Jasa<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 1.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal tersebut mengurangi liabilitas pendapatan diterima di muka sebesar Rp1 juta sekaligus mengakui jumlah yang sama sebagai pendapatan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal ini dibuat setiap bulan selama bisnis masih memberikan layanan kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">PSAK 72 (PSAK 115) dan Pengakuan Pendapatan Diterima di Muka<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 72 tentang <em>Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan<\/em> merupakan standar akuntansi Indonesia yang diadopsi dari <a href=\"https:\/\/www.ifrs.org\/issued-standards\/list-of-standards\/ifrs-15-revenue-from-contracts-with-customers\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">IFRS 15 <em>Revenue from Contracts with Customers<\/em><\/a><em>.<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak perubahan penomoran SAK Indonesia yang berlaku efektif 1 Januari 2024, PSAK 72 menjadi PSAK 115, tetapi substansi standarnya tetap merujuk pada pengaturan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 115 relevan dengan pendapatan diterima di muka karena standar ini mengatur kapan bisnis dapat mengakui pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. Jadi, penerimaan uang dari pelanggan tidak otomatis berarti seluruhnya dapat dicatat sebagai pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Prinsip Utama PSAK 115 yang Relevan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 115 menggunakan model lima tahap untuk menentukan pengakuan pendapatan: <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan<\/li>\n\n\n\n<li>Menentukan harga transaksi<\/li>\n\n\n\n<li>Mengalokasikan harga transaksi<\/li>\n\n\n\n<li>Mengakui pendapatan ketika atau selama kewajiban pelaksanaan dipenuhi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, <strong>pendapatan diakui ketika atau selama bisnis memenuhi kewajiban pelaksanaan kepada pelanggan<\/strong>, bukan semata-mata ketika pembayaran diterima. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, pembayaran yang diterima sebelum kewajiban tersebut dipenuhi pada dasarnya belum menjadi pendapatan yang dapat diakui seluruhnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Pendapatan Diterima di Muka Dikenakan Pajak?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka dikenakan pajak, namun waktu pemajakannya tergantung metode pembukuan yang Anda gunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, sebuah perusahaan konsultan menerima pembayaran Rp24 juta pada Januari untuk kontrak layanan selama 12 bulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara akuntansi, perusahaan akan mengakui pendapatan sebesar Rp2 juta per bulan selama masa kontrak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara perpajakan, perlakuannya dapat berbeda tergantung pada ketentuan yang berlaku dan metode pembukuan yang digunakan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Berdasarkan metode pembukuan pajak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam SPT Tahunan PPh Badan, pengakuan <em>unearned revenue<\/em> mengikuti salah satu dari dua metode ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Metode akrual:<\/strong> Mengakui pendapatan secara akuntansi saat sudah menyerahkan jasa dan barang, bukan saat menerima uang. Akibatnya, uang yang diterima di muka tidak langsung dianggap sebagai objek pajak penghasilan. Pajak baru dihitung saat kewajiban Anda selesai dikerjakan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Metode kas:<\/strong> Jika menggunakan metode kas, penghasilan diakui saat menerima uang tunai. Jadi, pendapatan langsung dianggap sebagai objek pajak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Berdasarkan jenis pajak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlakuan pendapatan diterima di muka berbeda antara Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya untuk PPh tahunan Badan, pajaknya mengikuti metode pembukuan di atas, walau umumnya mengikuti metode akrual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun untuk PPh pemotongan, pihak pembayar (konsumen) wajib memotong PPh (misalnya atas jasa atau sewa) begitu mereka membayarkan uang muka kepada penjual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, untuk PPN, Anda harus menerbitkan faktur pajak begitu menerima uang muka.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tips:<\/strong> Selalu catat dan dokumentasikan <em>unearned revenue<\/em>. Simpan kontrak, faktur, dan bukti pembayaran sebagai dasar pencatatan.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Frequently Asked Questions (FAQ)<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengapa pendapatan diterima di muka dicatat sebagai kewajiban?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena perusahaan masih memiliki kewajiban untuk memberikan barang atau jasa yang telah dibayar oleh pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Apakah pendapatan diterima di muka termasuk aset?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. Pendapatan diterima di muka termasuk kewajiban karena perusahaan masih harus memenuhi kewajibannya kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pendapatan diterima di muka saldo normal di mana?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka memiliki <strong>saldo normal kredit<\/strong> karena termasuk akun <strong>kewajiban (liabilitas)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kapan pendapatan diterima di muka diakui sebagai pendapatan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka diakui sebagai pendapatan ketika perusahaan telah menyerahkan barang atau memberikan jasa sesuai perjanjian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Apa perbedaan pendapatan diterima di muka dan pendapatan akrual?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka adalah pembayaran yang sudah diterima sebelum bisnis memberikan barang atau jasa, sehingga awalnya dicatat sebagai liabilitas. Sementara itu, pendapatan akrual adalah pendapatan yang sudah menjadi hak bisnis karena barang atau jasa telah diberikan, tetapi pembayarannya belum diterima.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Apa perbedaan pendapatan diterima di muka dan beban dibayar di muka?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka terjadi ketika bisnis <strong>menerima pembayaran lebih dulu<\/strong> sebelum memberikan barang atau jasa dan dicatat sebagai liabilitas. Sementara itu, beban dibayar di muka terjadi ketika bisnis <strong>membayar lebih dulu<\/strong> sebelum menerima manfaat barang atau jasa dan dicatat sebagai aset.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelola Pendapatan Diterima di Muka dengan Kledo<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan diterima di muka adalah suatu konsep dalam akuntansi dan bisnis di mana sebuah perusahaan menerima pembayaran sebelum produk atau jasa yang disediakan dipenuhi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan pendapatan di muka yang benar juga dapat mengurangi risiko perusahaan karena pembayaran telah dibayarkan sebelum produk atau jasa diserahkan. Jadi, Anda perlu memastikan seluruh transaksi dicatat secara konsisten dan akurat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu solusinya adalah menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\">softwar<\/a><a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">e akuntansi <\/a>seperti Kledo yang akan membantu mempermudah pengelolaan keuangan bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menggunakan Kledo, Anda bisa memantau berbagai transaksi pembayaran secara <em>real time<\/em>, otomatisasi laporan keuangan, hitung pajak secara instan, software inventory, buat invoice dalam hitungan detik, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bawa bisnis Anda melangkah lebih jauh dengan menggunakan Kledo. Buktikan sendiri dengan mencoba paket Kledo yang gratis selamanya melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendapatan diterima di muka (unearned revenue) adalah pendapatan yang bisnis Anda terima dari pelanggan sebelum Anda memberikan produk atau jasa kepada mereka. Dalam akuntansi, pendapatan ini dicatat sebagai kewajiban karena perusahaan telah menerima pembayaran tetapi belum memenuhi kewajibannya untuk menyerahkan barang atau memberikan jasa kepada pelanggan. Pendapatan diterima di muka membantu meningkatkan arus kas perusahaan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":48735,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[9284,9283,9286,9285,2318,9279,9281,5378,9280],"class_list":["post-17762","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-ciri-pendapatan-diterima-dimuka","tag-contoh-pendapatan-diterima-dimuka","tag-contoh-soal-pendapatan-diterima-dimuka","tag-jurnal-pendapatan-diterima-dimuka","tag-kledo-software","tag-pendapatan-diterima-dimuka","tag-pengertian-pendapatan-diterima-dimuka","tag-software-akuntansi-gratis-kledo","tag-unearned-revenue"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pendapatan Diterima di Muka: Contoh Kasus dan Pencatatannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam artikel ini, kita akan melihat lebih dekat tentang pendapatan diterima di muka dan bagaimana hal itu diterapkan dalam praktik akuntansi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pendapatan Diterima di Muka: Contoh Kasus dan Pencatatannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam artikel ini, kita akan melihat lebih dekat tentang pendapatan diterima di muka dan bagaimana hal itu diterapkan dalam praktik akuntansi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-21T09:59:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-21T09:59:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"20 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Annisa Herawati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\"},\"headline\":\"Pendapatan Diterima di Muka: Jurnal, Contoh Kasus, dan Cara Pencatatannya\",\"datePublished\":\"2026-09-21T09:59:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T09:59:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/\"},\"wordCount\":3322,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp\",\"keywords\":[\"ciri pendapatan diterima dimuka\",\"contoh pendapatan diterima dimuka\",\"contoh soal pendapatan diterima dimuka\",\"jurnal pendapatan diterima dimuka\",\"kledo software\",\"pendapatan diterima dimuka\",\"pengertian pendapatan diterima dimuka\",\"software akuntansi gratis kledo\",\"unearned revenue\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/\",\"name\":\"Pendapatan Diterima di Muka: Contoh Kasus dan Pencatatannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-21T09:59:29+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-21T09:59:37+00:00\",\"description\":\"Dalam artikel ini, kita akan melihat lebih dekat tentang pendapatan diterima di muka dan bagaimana hal itu diterapkan dalam praktik akuntansi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/01\\\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"pendapatan diterima di muka banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pendapatan-diterima-di-muka\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pendapatan Diterima di Muka: Jurnal, Contoh Kasus, dan Cara Pencatatannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\",\"name\":\"Annisa Herawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Annisa Herawati\"},\"description\":\"Annisa Herawati memiliki latar belakang Pendidikan Akuntansi dan menulis berbagai topik terkait laporan keuangan, pembukuan bisnis, serta manajemen keuangan dengan fokus pada edukasi praktis untuk bisnis dan UMKM\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/annisa-herawati-722635191\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/annisa-herawati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pendapatan Diterima di Muka: Contoh Kasus dan Pencatatannya","description":"Dalam artikel ini, kita akan melihat lebih dekat tentang pendapatan diterima di muka dan bagaimana hal itu diterapkan dalam praktik akuntansi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pendapatan Diterima di Muka: Contoh Kasus dan Pencatatannya","og_description":"Dalam artikel ini, kita akan melihat lebih dekat tentang pendapatan diterima di muka dan bagaimana hal itu diterapkan dalam praktik akuntansi.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-09-21T09:59:29+00:00","article_modified_time":"2026-09-21T09:59:37+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Annisa Herawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Annisa Herawati","Estimasi waktu membaca":"20 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/"},"author":{"name":"Annisa Herawati","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9"},"headline":"Pendapatan Diterima di Muka: Jurnal, Contoh Kasus, dan Cara Pencatatannya","datePublished":"2026-09-21T09:59:29+00:00","dateModified":"2026-09-21T09:59:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/"},"wordCount":3322,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp","keywords":["ciri pendapatan diterima dimuka","contoh pendapatan diterima dimuka","contoh soal pendapatan diterima dimuka","jurnal pendapatan diterima dimuka","kledo software","pendapatan diterima dimuka","pengertian pendapatan diterima dimuka","software akuntansi gratis kledo","unearned revenue"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/","name":"Pendapatan Diterima di Muka: Contoh Kasus dan Pencatatannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp","datePublished":"2026-09-21T09:59:29+00:00","dateModified":"2026-09-21T09:59:37+00:00","description":"Dalam artikel ini, kita akan melihat lebih dekat tentang pendapatan diterima di muka dan bagaimana hal itu diterapkan dalam praktik akuntansi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/pendapatan-diterima-di-muka-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"pendapatan diterima di muka banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-diterima-di-muka\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pendapatan Diterima di Muka: Jurnal, Contoh Kasus, dan Cara Pencatatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9","name":"Annisa Herawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","caption":"Annisa Herawati"},"description":"Annisa Herawati memiliki latar belakang Pendidikan Akuntansi dan menulis berbagai topik terkait laporan keuangan, pembukuan bisnis, serta manajemen keuangan dengan fokus pada edukasi praktis untuk bisnis dan UMKM","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/annisa-herawati-722635191\/"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/annisa-herawati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17762","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17762"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17762\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50950,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17762\/revisions\/50950"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48735"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17762"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17762"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17762"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}