{"id":23118,"date":"2026-10-26T01:52:17","date_gmt":"2026-10-25T18:52:17","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=23118"},"modified":"2026-10-26T01:52:25","modified_gmt":"2026-10-25T18:52:25","slug":"arus-kas-investasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/","title":{"rendered":"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi adalah arus kas masuk dan keluar yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan, seperti pembelian mesin, penjualan kendaraan operasional, dan pelepasan aset jangka panjang lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam laporan arus kas, bagian ini membantu Anda memahami bagaimana bisnis menggunakan kas untuk mengembangkan usaha serta memperoleh dana dari penjualan aset atau investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh dari aktivitas investasi termasuk pembelian aset jangka panjang, merger &amp; akuisisi, dan investasi dalam surat berharga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu arus kas dari aktivitas investasi beserta cara hitung dan contohnya dalam laporan arus kas.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Arus Kas Investasi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi adalah bagian dari<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> laporan arus kas<\/a> yang mencatat penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas investasi perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan biasanya melakukan aktivitas investasi seperti transaksi kas yang berkaitan dengan perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi tertentu yang tidak termasuk setara kas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, membeli mesin produksi secara tunai yang termasuk arus kas keluar investasi, dan menerima uang hasil penjualan kendaraan yang termasuk arus kas masuk investasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nantinya, arus kas investasi dicatat dalam laporan arus kas sebagai salah satu dari tiga kategori utama, bersama arus kas operasi dan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-pendanaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">arus kas pendanaan.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menganalisis arus kas investasi, perusahaan juga akan mengetahui apakah pengeluaran untuk aset produktif sejalan dengan kebutuhan bisnis dan kemampuan keuangannya.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 2\" class=\"wp-image-37162\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pahami Analisis Arus Kas (Cash Flow Analysis) untuk Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Komponen Arus Kas Investasi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen arus kas investasi terdiri dari transaksi kas yang berkaitan dengan perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi tertentu. Transaksi tersebut dapat menghasilkan arus kas masuk maupun keluar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pembelian Aset Tetap<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelian aset tetap termasuk arus kas keluar investasi karena perusahaan mengeluarkan kas untuk memperoleh aset yang digunakan dalam kegiatan bisnis selama lebih dari satu periode. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya adalah pembelian mesin produksi untuk meningkatkan kapasitas, kendaraan operasional untuk distribusi, serta tanah atau gedung untuk menunjang kegiatan usaha.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penjualan Aset Tetap<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penjualan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-tetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">aset tetap <\/a>termasuk arus kas masuk investasi ketika perusahaan menerima pembayaran dari pelepasan aset yang dimilikinya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya adalah menjual kendaraan operasional yang sudah tidak digunakan, melepas mesin lama, atau menjual gedung milik perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pembelian dan Penjualan Investasi Jangka Panjang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelian dan penjualan investasi tertentu dapat dicatat sebagai aktivitas investasi apabila memenuhi klasifikasi berdasarkan standar akuntansi yang digunakan. Contohnya adalah pembelian atau pelepasan instrumen investasi jangka panjang yang tidak dikategorikan sebagai setara kas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, tidak semua transaksi saham, pembayaran bunga, atau penerimaan dividen otomatis masuk dalam aktivitas investasi karena klasifikasinya bergantung pada jenis instrumen, karakter transaksi, dan standar akuntansi yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pemberian dan Penerimaan Pinjaman kepada Pihak Lain<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemberian pinjaman kepada pihak lain umumnya menjadi arus kas keluar investasi, sedangkan penerimaan kembali pokok pinjaman tersebut menjadi arus kas masuk investasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, ketika perusahaan memberikan pinjaman kepada mitra bisnis dan menerima pelunasan pokoknya pada periode berikutnya, kedua transaksi tersebut dicatat sesuai karakteristik aktivitas investasinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jenis-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Berbagai Jenis Arus Kas dalam Laporan Keuangan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Arus Kas Investasi, Operasi, dan Pendanaan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi, operasi, dan pendanaan memiliki fungsi berbeda dalam laporan arus kas karena masing-masing mencatat transaksi dari aktivitas yang berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-operasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Arus kas operasi <\/a>berfokus pada kegiatan utama bisnis, arus kas investasi mencatat perolehan dan pelepasan aset atau investasi, sedangkan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-pendanaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">arus kas pendanaan <\/a>berkaitan dengan perubahan modal dan pinjaman perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut tabel perbedaan arus kas investasi, operasi, dan pendanaan:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Aspek<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Arus Kas Operasi<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Arus Kas Investasi<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Arus Kas Pendanaan<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Fokus<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Aktivitas utama bisnis<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perolehan dan pelepasan aset atau investasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perubahan modal dan pinjaman<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Contoh kas masuk<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penerimaan pembayaran dari pelanggan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penjualan mesin<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pinjaman bank atau penerbitan saham<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Contoh kas keluar<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembayaran kepada pemasok<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembelian kendaraan operasional<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembayaran pokok pinjaman<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Tujuan analisis<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menilai kemampuan menghasilkan kas dari operasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menilai keputusan investasi dan pengelolaan aset<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menilai sumber pendanaan dan pembayaran kewajiban<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga kategori arus kas tersebut saling menjelaskan perubahan saldo kas perusahaan dalam suatu periode. Arus kas operasi menunjukkan kemampuan bisnis menghasilkan kas dari kegiatan utamanya, arus kas investasi menggambarkan alokasi kas untuk aset dan investasi, sedangkan arus kas pendanaan menjelaskan bagaimana perusahaan memperoleh dan mengembalikan dana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">24 KPI dan Metrik dalam Pengelolaan Arus Kas Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menghitung Arus Kas Investasi?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arus-Kas-Investasi-1.webp\" alt=\"Arus Kas Investasi 1\" class=\"wp-image-52051\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arus-Kas-Investasi-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arus-Kas-Investasi-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arus-Kas-Investasi-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara menghitung arus kas investasi adalah dengan mengurangi total kas keluar dari aktivitas investasi dengan total kas masuk selama periode pelaporan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil perhitungan menunjukkan apakah aktivitas investasi perusahaan menghasilkan kas bersih atau justru menggunakan kas untuk memperoleh aset dan investasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Rumus dasar arus kas investasi:<\/h3>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus Kas Investasi = Total Kas Masuk &#8211; Total Kas Keluar<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah-Langkah Menghitung Arus Kas Investasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa menghitung arus kas investasi melalui lima langkah berikut.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Identifikasi transaksi investasi. Kumpulkan transaksi perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang memenuhi klasifikasi aktivitas investasi selama periode pelaporan.<\/li>\n\n\n\n<li>Catat seluruh kas masuk. Hitung penerimaan dari penjualan aset atau pelepasan investasi yang termasuk aktivitas investasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Catat seluruh kas keluar. Jumlahkan pengeluaran kas untuk pembelian aset tetap dan investasi yang relevan.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung selisihnya. Kurangi total kas keluar dari total kas masuk untuk memperoleh arus kas investasi bersih.<\/li>\n\n\n\n<li>Sajikan dalam laporan arus kas. Masukkan hasil perhitungan ke bagian aktivitas investasi dalam laporan arus kas perusahaan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh Perhitungan Arus Kas Investasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, sebuah perusahaan memiliki transaksi investasi selama satu periode pelaporan sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Transaksi<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 40%;\">Jumlah<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penjualan mesin lama<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp50.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penjualan kendaraan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp30.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff; font-weight: 600;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Total kas masuk<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp80.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembelian mesin baru<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp100.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembelian peralatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp20.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd; font-weight: 600;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Total kas keluar<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp120.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan transaksi tersebut, perhitungan arus kas investasi adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi = Rp80.000.000 \u2212 Rp120.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi bersih = \u2212Rp40.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mengalami arus kas investasi bersih negatif sebesar Rp40 juta karena pengeluaran untuk membeli aset lebih besar daripada penerimaan dari penjualan aset. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini tidak selalu menunjukkan masalah keuangan karena pembelian mesin dan peralatan baru dapat mendukung peningkatan kapasitas bisnis pada periode berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/net-cash-flow\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rumus dan Cara Menghitung Net Cash Flow Beserta Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Contoh Arus Kas Investasi dalam Laporan Keuangan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi disajikan dalam bagian aktivitas investasi pada laporan arus kas dengan merinci penerimaan dan pengeluaran kas dari transaksi yang relevan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut contoh penyajian aktivitas investasi dalam laporan arus kas perusahaan berdasarkan ilustrasi transaksi sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Aktivitas Investasi<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 40%;\">Jumlah<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff; font-weight: 600;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Arus kas masuk:<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penerimaan dari penjualan mesin lama<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp50.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penerimaan dari penjualan kendaraan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp30.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd; font-weight: 600;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Total kas masuk<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp80.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff; font-weight: 600;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Arus kas keluar:<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembelian mesin baru<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(Rp100.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembelian peralatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(Rp20.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd; font-weight: 600;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Total kas keluar<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(Rp120.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff; font-weight: 600; background-color: #f1f5f9;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Arus kas bersih dari aktivitas investasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(Rp40.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">*Tanda kurung menunjukkan arus kas keluar atau nilai bersih negatif. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelian aset melalui pertukaran atau transaksi nonkas lainnya tidak dimasukkan sebagai arus kas aktual, tetapi diungkapkan secara terpisah apabila diwajibkan oleh standar akuntansi yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Membaca Nilai Arus Kas Investasi Positif dan Negatif?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi positif menunjukkan bahwa penerimaan kas dari aktivitas investasi lebih besar daripada pengeluarannya, sedangkan nilai negatif menunjukkan bahwa pengeluaran kas lebih besar daripada penerimaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, kedua kondisi tersebut perlu dianalisis berdasarkan strategi dan kebutuhan bisnis perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arus kas investasi positif:<\/strong> dapat terjadi ketika perusahaan menjual aset yang tidak lagi digunakan atau melepas investasi. Meski menambah kas, nilai positif yang berulang akibat penjualan aset produktif perlu dievaluasi lebih lanjut.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arus kas investasi negatif: <\/strong>dapat menunjukkan pembelian mesin, kendaraan, atau aset produktif untuk mendukung ekspansi bisnis. Namun, pengeluaran yang tidak sebanding dengan kemampuan keuangan perusahaan juga perlu diwaspadai.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, pemilik bisnis sebaiknya membaca arus kas investasi bersama arus kas operasi, arus kas pendanaan, dan kondisi keuangan secara keseluruhan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan begitu, keputusan investasi dapat dinilai berdasarkan kebutuhan bisnis, kemampuan menghasilkan kas, serta manfaat jangka panjangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-arus-kas\/\">Pahami Analisis Arus Kas (Cash Flow Analysis) untuk Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Arti Arus Kas Investasi Negatif bagi Perusahaan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi negatif berarti pengeluaran kas untuk aktivitas investasi lebih besar daripada penerimaan kas dari aktivitas tersebut selama periode tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini tidak selalu menunjukkan masalah keuangan karena bisa jadi bisnis sedang dalam tahap pengembangan. Jadi untuk menilai dampaknya, Anda perlu melihat kemampuan keuangan dan hasil investasi perusahaan juga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Arus Kas Investasi Negatif karena Ekspansi Bisnis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi negatif bisa menjadi tanda ekspansi ketika perusahaan menggunakan kas untuk memperoleh aset yang mendukung pertumbuhan usaha. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, <a href=\"https:\/\/www.telkom.co.id\/minio\/show\/data\/lampiran\/1745244391951_original_Annual%20Report%20Telkom%202024%20%281%29.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk<\/a> mencatat arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp29,46 triliun pada 2024. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada periode yang sama, perusahaan menghasilkan arus kas operasi positif sebesar Rp61,60 triliun dan merealisasikan belanja modal sekitar Rp24,44 triliun untuk memperkuat infrastruktur jaringan serta meningkatkan kapasitas layanan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saldo kas dan setara kasnya juga meningkat dari Rp29,01 triliun pada akhir 2023 menjadi Rp33,91 triliun pada akhir 2024.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, arus kas investasi negatif perlu dinilai bersama kemampuan perusahaan menghasilkan kas dari aktivitas operasional dan tujuan pengeluaran investasinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kapan Arus Kas Investasi Negatif Perlu Diwaspadai?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi negatif perlu diwaspadai ketika pengeluaran investasi membebani likuiditas perusahaan atau tidak menghasilkan manfaat sesuai rencana. Risiko ini semakin besar jika arus kas operasi tidak cukup untuk mendukung kebutuhan operasional dan investasi secara bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kas operasional terbatas: perusahaan kesulitan membayar pemasok, gaji, atau kewajiban jangka pendek setelah melakukan investasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Investasi tidak memberikan hasil sesuai target: aset yang dibeli tidak meningkatkan produktivitas atau menghasilkan manfaat ekonomi seperti yang diperkirakan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengeluaran investasi terus meningkat: perusahaan mengeluarkan lebih banyak kas tanpa didukung kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas operasi yang memadai.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah Arus Kas Investasi Positif Selalu Berarti Baik?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi positif tidak selalu berarti baik karena penerimaan kas yang tinggi bisa saja berasal dari penjualan aset produktif atau pelepasan investasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika dilakukan berulang kali untuk menutup kebutuhan operasional, penjualan tersebut berpotensi mengurangi kapasitas bisnis dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/komponen-laporan-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">3 Komponen dalam Laporan Arus Kas: Pembahasan Lengkap<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mengelola Arus Kas Investasi agar Tetap Sehat?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arus-Kas-Investasi-2.webp\" alt=\"Arus Kas Investasi 2\" class=\"wp-image-52052\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arus-Kas-Investasi-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arus-Kas-Investasi-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Arus-Kas-Investasi-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa menjaga arus kas investasi bisnis tetap sehat dengan merencanakan pengeluaran aset, mengevaluasi hasil investasi, dan memastikan ketersediaan kas untuk operasional. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Buat Anggaran Investasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anggaran investasi membantu perusahaan menentukan prioritas pembelian aset berdasarkan kebutuhan bisnis dan kemampuan keuangan. Sebelum menyetujui investasi, perkirakan nilai pengeluaran, waktu pembayaran, serta manfaat yang diharapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa memprioritaskan aset yang paling mendukung produktivitas atau mengatasi hambatan operasional agar kas dan modal kerja tetap tersedia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Evaluasi Pengeluaran Investasi secara Berkala<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Evaluasi pengeluaran investasi Anda, apakah sesuai anggaran dan sudah memberikan manfaat yang diharapkan. Bandingkan realisasi pengeluaran dengan rencana awal, nilai kinerja aset yang dibeli, serta identifikasi aset yang tidak lagi produktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menunda pembelian yang belum mendesak, memperbaiki pemanfaatan aset, atau mempertimbangkan pelepasan aset yang tidak lagi dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Survei <a href=\"https:\/\/www.financialprofessionals.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Association for Financial Professionals (AFP)<\/a> menunjukkan bahwa 60% perusahaan menggunakan lima atau lebih metrik keuangan untuk mengevaluasi proyek investasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pantau Arus Kas Operasi dan Saldo Kas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan investasi tidak mengganggu kemampuan bisnis dalam membayar kewajiban jangka pendek. Jika memang kas operasional belum memadai, coba sesuaikan waktu investasi atau lakukan secara bertahap dulu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuannya agar bisnis memiliki likuiditas yang cukup untuk menjalankan kegiatan bisnis sekaligus membiayai pertumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aktivitas-operasi\/\">Pahami Aktivitas Operasi dari Arus Kas Berikut Ini<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Arus Kas dari Investasi dan Cara Menganalisisnya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah contoh laporan arus kas perusahaan Bank BRI tbk tanggal 30 Juni 2022. Kita akan menggunakan data ini untuk melakukan analisis.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1015\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-arus-kas-investasi-1.webp\" alt=\"contoh arus kas investasi (1)\" class=\"wp-image-52055\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-arus-kas-investasi-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-arus-kas-investasi-1-296x300.webp 296w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-arus-kas-investasi-1-768x780.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk laporan keuangan lengkapnya, Anda bisa mengaksesnya melalui <strong><a href=\"https:\/\/www.ir-bri.com\/newsroom\/Bank_Rakyat_Indonesia_Ind_30_Juni_2022_Released.pdf\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari laporan keuangan lengkap di atas, kami sudah melakukan analisis dimana arus kas investasi Bank BRI negatif selama periode yang dianalisis (di tahun 2022).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, Bank BRI mengeluarkan lebih banyak uang untuk investasinya daripada yang dihasilkannya dari investasinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi yang negatif Bank BRI disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bank BRI melakukan ekspansi bisnis, yang membutuhkan investasi dalam aset produktif, seperti kredit dan surat berharga.<\/li>\n\n\n\n<li>Bank BRI juga melakukan investasi dalam teknologi, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasionalnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Bank BRI juga melakukan investasi dalam penelitian dan pengembangan, yang bertujuan untuk mengembangkan produk dan layanan baru.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, arus kas investasi negatif tidak selalu merupakan tanda yang buruk. Jadi meskipun nilainya negatif, hal ini dapat menunjukkan bahwa Bank BRI sedang berinvestasi untuk pertumbuhannya di masa depan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/days-payable-outstanding\/\">Mengenal Days Payable Outstanding (DPO) dalam Manajemen Arus Kas<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memantau Arus Kas Investasi dengan Bantuan Software Akuntansi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa memantau arus kas investasi dengan bantuan software akuntansi yang mencatat transaksi keuangan dan menyediakan data untuk menyusun laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan software akuntansi, Anda bisa menelusuri pengeluaran untuk pembelian aset, penerimaan dari penjualan aset, serta dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mempermudah Pencatatan Transaksi Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Software akuntansi membantu bisnis mencatat transaksi keuangan, terutama seputar transaksi pembelian dan penjualan aset.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Software juga bisa membantu Anda mengklasifikasikan aset dengan benar agar laporan arus kas nantinya bisa mengikuti standar akuntansi yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, jika Anda menggunakan software akuntansi Kledo, Anda bisa mencatat aset tetap seperti ini:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"613\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-fitur-aset-tetap-kledo.webp\" alt=\"contoh fitur aset tetap kledo\" class=\"wp-image-52053\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-fitur-aset-tetap-kledo.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-fitur-aset-tetap-kledo-300x184.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-fitur-aset-tetap-kledo-768x471.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Membantu Penyusunan dan Analisis Laporan Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data keuangan yang tercatat rapi akan memudahkan Ana menyusun laporan keuangan dan mengevaluasi penggunaan kas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisnis dapat menggunakan informasi tersebut untuk menilai pengeluaran investasi, membandingkan realisasi dengan anggaran, serta mempertimbangkan kemampuan kas perusahaan sebelum melakukan investasi berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Bisnis Perlu Menggunakan Software Akuntansi seperti Kledo?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kledo merupakan software akuntansi berbasis cloud yang membantu bisnis mengelola pencatatan keuangan dan menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan Kledo, Anda bisa memantau persediaan, mencatat pembelian, penyusutan, dan pelepasan aset, memantau arus kas investasi, sampai mengakses laporan keuangan secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/mengelola-arus-kas-bisnis-konstruksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Cara Mengelola dan Meningkatkan Arus Kas Bisnis Konstruksi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas investasi adalah bagian dari laporan arus kas yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas investasi, seperti pembelian mesin, penjualan kendaraan, dan perolehan aset jangka panjang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"> Memahami arus kas investasi membantu perusahaan mengevaluasi penggunaan dana untuk pengembangan bisnis sekaligus menjaga ketersediaan kas untuk kebutuhan operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mempermudah pengelolaan keuangan, bisnis dapat menggunakan software akuntansi seperti Kledo. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener sponsored nofollow\">Software akuntansi <\/a>berbasis cloud ini membantu pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan secara lebih terorganisasi, sehingga Anda memiliki data yang lebih memadai untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan merencanakan investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arus kas investasi adalah arus kas masuk dan keluar yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan, seperti pembelian mesin, penjualan kendaraan operasional, dan pelepasan aset jangka panjang lainnya. Dalam laporan arus kas, bagian ini membantu Anda memahami bagaimana bisnis menggunakan kas untuk mengembangkan usaha serta memperoleh dana dari penjualan aset atau investasi. Contoh dari aktivitas investasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":52320,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[10927,10926,10925,10928,936,105,1288,1134,1264],"class_list":["post-23118","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-analisis-arus-kas-dari-investasi","tag-arus-kas-dari-investasi","tag-cara-hitung-arus-kas-dari-investasi","tag-contoh-arus-kas-dari-investasi","tag-fitur-kledo","tag-kledo","tag-laporan-arus-kas","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu arus kas dari aktivitas investasi beserta cara hitung dan contohnya dalam laporan arus kas.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu arus kas dari aktivitas investasi beserta cara hitung dan contohnya dalam laporan arus kas.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-25T18:52:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-25T18:52:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/arus-kas-investasi-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya\",\"datePublished\":\"2026-10-25T18:52:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-25T18:52:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/\"},\"wordCount\":2250,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/arus-kas-investasi-banner.webp\",\"keywords\":[\"analisis arus kas dari investasi\",\"arus kas dari investasi\",\"cara hitung arus kas dari investasi\",\"contoh arus kas dari investasi\",\"fitur kledo\",\"kledo\",\"laporan arus kas\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/\",\"name\":\"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/arus-kas-investasi-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-10-25T18:52:17+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-25T18:52:25+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu arus kas dari aktivitas investasi beserta cara hitung dan contohnya dalam laporan arus kas.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/arus-kas-investasi-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/arus-kas-investasi-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/arus-kas-investasi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya","description":"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu arus kas dari aktivitas investasi beserta cara hitung dan contohnya dalam laporan arus kas.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya","og_description":"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu arus kas dari aktivitas investasi beserta cara hitung dan contohnya dalam laporan arus kas.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-10-25T18:52:17+00:00","article_modified_time":"2026-10-25T18:52:25+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/arus-kas-investasi-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya","datePublished":"2026-10-25T18:52:17+00:00","dateModified":"2026-10-25T18:52:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/"},"wordCount":2250,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/arus-kas-investasi-banner.webp","keywords":["analisis arus kas dari investasi","arus kas dari investasi","cara hitung arus kas dari investasi","contoh arus kas dari investasi","fitur kledo","kledo","laporan arus kas","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/","name":"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/arus-kas-investasi-banner.webp","datePublished":"2026-10-25T18:52:17+00:00","dateModified":"2026-10-25T18:52:25+00:00","description":"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu arus kas dari aktivitas investasi beserta cara hitung dan contohnya dalam laporan arus kas.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/arus-kas-investasi-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/arus-kas-investasi-banner.webp","width":1200,"height":600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-investasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Arus Kas Investasi: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23118","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23118"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23118\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52552,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23118\/revisions\/52552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52320"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23118"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23118"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23118"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}