{"id":24746,"date":"2023-10-02T14:08:50","date_gmt":"2023-10-02T07:08:50","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=24746"},"modified":"2024-11-14T14:33:31","modified_gmt":"2024-11-14T07:33:31","slug":"jurnal-laba-ditahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/","title":{"rendered":"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam akuntansi, perusahaan biasanya membuat ayat jurnal untuk laba ditahan ketika membuat ayat jurnal penutupan setelah mentransfer laba bersih atau rugi bersih ke akun ringkasan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perusahaan juga dapat membuat ayat jurnal yang menyertakan akun laba ditahan ketika perlu melakukan penyesuaian periode sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian juga, laba bersih akan meningkatkan saldo laba sedangkan rugi bersih akan mengurangi saldo laba sebagai hasil dari entri jurnal. <\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, peningkatan atau penurunan laba ditahan dengan penyesuaian periode sebelumnya akan tergantung pada apakah perusahaan memiliki understatement atau overstatement laba bersih periode sebelumnya sebelum penyesuaian.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini, kita akan membahas jurnal laba ditahan beserta contoh dan panduan dalam membuat ayat jurnal ini.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Laba Ditahan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Pada pencatatan akuntansi, perusahaan biasanya membuat entri jurnal untuk laba ditahan ketika membuat entri penutupan setelah mentransfer laba bersih atau rugi bersih ke akun ringkasan laba rugi. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perusahaan juga dapat membuat entri jurnal yang menyertakan akun laba ditahan ketika perlu melakukan penyesuaian periode sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian juga, laba bersih akan meningkatkan saldo laba sedangkan rugi bersih akan mengurangi saldo laba sebagai hasil dari entri jurnal. <\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, peningkatan atau penurunan laba ditahan dengan penyesuaian periode sebelumnya akan tergantung pada apakah perusahaan memiliki understatement atau overstatement laba bersih periode sebelumnya sebelum penyesuaian.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/tujuan-kegiatan-distribusi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tujuan Kegiatan Distribusi, Manfaat, dan Metode Distribusi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 1 kledo\" class=\"wp-image-4989\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh dan Cara Membuat Jurnal Laba Ditahan<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laba ditahan pada saat penutupan<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Laba bersih<\/h4>\n\n\n\n<p>Perusahaan dapat membuat ayat jurnal laba ditahan ketika memiliki laba bersih dengan mendebit akun ringkasan laba rugi dan mengkredit akun laba ditahan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Ikhtisar laba rugi<\/td><td>Rp<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Laba ditahan<\/td><td><\/td><td>Rp<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Rugi bersih<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, jika perusahaan mengalami kerugian, entri jurnal laba ditahan akan dibalik dari yang di atas:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Laba ditahan<\/td><td>Rp<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Ikhtisar laba rugi<\/td><td><\/td><td>Rp<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/ikhtisar-laba-rugi\/\">Ikhtisar laba rugi <\/a>adalah akun sementara yang digunakan pada akhir periode untuk menutup semua pendapatan dan pengeluaran dalam laporan laba rugi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, semua pendapatan masuk ke kredit ringkasan laba rugi sedangkan semua biaya masuk ke debit ringkasan laba rugi yang menghasilkan jumlah bersih dalam akun ringkasan laba rugi sebagai laba bersih atau rugi bersih.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jumlah ringkasan laba rugi pada entri jurnal di atas adalah laba bersih atau rugi bersih perusahaan untuk periode tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, akun saldo laba akan bertambah (kredit) atau berkurang (debit) sebesar jumlah laba bersih atau rugi bersih setelah ayat jurnal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perusahaan A yang merupakan perusahaan dagang memiliki laba bersih sebesar 25.000.000 yang mana semua pendapatan dan pengeluarannya telah ditransfer ke akun ringkasan pendapatan pada akhir tahun 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, perusahaan A dapat membuat ayat jurnal laba ditahan ketika menutup akun tahun 2023 seperti di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Ikhtisar laba rugi<\/td><td>25.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Laba ditahan<\/td><td><\/td><td>25.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/faktor-yang-memengaruhi-produksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Faktor yang Memengaruhi Manajemen Produksi: Pembahasan Lengkap<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ayat jurnal laba ditahan untuk penyesuaian periode sebelumnya<\/h3>\n\n\n\n<p>Penyesuaian periode sebelumnya dilakukan ketika terdapat kesalahan pada laporan keuangan periode sebelumnya atau perusahaan mengubah standar atau kebijakan akuntansi yang mengharuskan adanya penyesuaian retrospektif. <\/p>\n\n\n\n<p>Demikian juga, ayat jurnal untuk penyesuaian periode sebelumnya akan mencakup laba ditahan jika ada overstatement atau understatement laba bersih pada periode sebelumnya sebagai akibat dari kesalahan atau standar akuntansi yang baru.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penyajian laba bersih <em>overstatement<\/em><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika penyesuaian periode sebelumnya adalah untuk mengoreksi overstatement laba bersih periode sebelumnya, perusahaan akan mendebit laba ditahan dalam ayat jurnal seperti di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Laba ditahan<\/td><td>Rp<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Item penyesuaian<\/td><td><\/td><td>Rp<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penyajian laba bersih <em>understatement<\/em><\/h4>\n\n\n\n<p>Atau, jika untuk mengoreksi understatement laba bersih periode sebelumnya, perusahaan akan mengkredit laba ditahan dalam entri jurnal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Item penyesuaian<\/td><td>Rp<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Laba ditahan<\/td><td><\/td><td>Rp<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, perusahaan B melakukan kesalahan pada laporan keuangan tahun 2022 dengan tidak mencatat beban amortisasi salah satu aset tidak berwujud. Penghilangan beban amortisasi pada tahun 2022 berjumlah 10.000.000. Kesalahan ini ditemukan pada akhir tahun 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, perusahaan perlu membuat ayat jurnal untuk penyesuaian periode sebelumnya seperti di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Laba ditahan<\/td><td>10.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi amortisasi<\/td><td><\/td><td>10.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Perlu diperhatikan bahwa meskipun akun laba ditahan memiliki saldo normal di sisi kredit, perusahaan mungkin memiliki saldo debit laba ditahan. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah kasus di mana perusahaan memiliki akumulasi kerugian. Dalam hal ini, saldo debit laba ditahan ini akan disajikan sebagai negatif di neraca.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-laba\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Saldo Laba (Laba Ditahan): Definisi, Fungsi, Rumus, dan Cara Hitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menghitung Laba Ditahan?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"629\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-2.jpeg\" alt=\"jurnal laba ditahan 2\" class=\"wp-image-24749\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-2.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-2-300x189.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-2-768x483.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Jadi, apa saja yang termasuk dalam laba ditahan? Untuk menghitung laba ditahan, Anda perlu mengetahui laba ditahan, laba bersih, dan dividen yang dibayarkan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat menemukan laba ditahan bisnis Anda sebelumnya di laporan neraca bisnis atau laporan laba ditahan. Laba bersih perusahaan Anda dapat ditemukan di laporan laba rugi atau laporan laba rugi. Jika Anda memiliki pemegang saham, dividen yang dibayarkan adalah jumlah yang Anda bayarkan kepada mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Rumus laba ditahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan rumus laba ditahan berikut ini untuk menentukan laba ditahan perusahaan Anda untuk suatu periode akuntansi:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Laba Ditahan = Laba Ditahan Awal + Laba Bersih &#8211; Dividen yang Dibayarkan<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Jika Anda adalah bisnis baru dan tidak memiliki laba ditahan sebelumnya, Anda akan memasukkan 0. Dan jika laba ditahan sebelumnya negatif, pastikan untuk memberi label dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah laba ditahan bisa negatif? Jika Anda memiliki kerugian bersih dan laba ditahan awal yang rendah atau negatif, Anda dapat memiliki laba ditahan negatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, jika Anda memiliki laba bersih dan akumulasi laba ditahan dalam jumlah yang cukup besar, Anda mungkin akan memiliki laba ditahan positif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-piutang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Menghitung Saldo Piutang dan Contoh Kasusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Penghitungan Laba Ditahan<\/h2>\n\n\n\n<p>Katakanlah Anda memiliki saldo laba awal sebesar 25.000.000. Untuk periode akuntansi ini, Anda memiliki laba bersih sebesar 30.000.000. Dan, Anda membayar dividen sebesar 20.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Laba Ditahan = 25.000.000 + 30.000.000 &#8211; 20.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Laba Ditahan = 35.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Anda memiliki akun laba ditahan positif sebesar 35.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, mari kita lihat contoh laba ditahan negatif. Anda memiliki saldo laba awal sebesar 4.000.000 dan kerugian bersih sebesar 12.000.000. Anda tidak membayar dividen.<\/p>\n\n\n\n<p>Laba Ditahan = 4.000.000 &#8211; 12.000.000 &#8211; 0<\/p>\n\n\n\n<p>Laba Ditahan = -8.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Anda memiliki defisit sebesar 8.000.000 di bisnis Anda. Karena laba ditahan bersifat kumulatif, Anda harus menggunakan -8.000.000 sebagai laba ditahan awal untuk periode akuntansi berikutnya. Anda akan membutuhkan laba bersih yang tinggi untuk keluar dari kerugian<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-perbandingan-laporan-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Melakukan Analisis Perbandingan dalam Laporan Laba Rugi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Laba Ditahan dalam Akuntansi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"526\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-1.jpeg\" alt=\"jurnal laba ditahan 1\" class=\"wp-image-24748\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-1-300x158.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-1-768x404.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Anda harus menyesuaikan akun laba ditahan setiap kali Anda membuat ayat jurnal yang menaikkan atau menurunkan akun pendapatan atau pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah laba ditahan merupakan aset? Saldo laba sebenarnya dilaporkan di bagian ekuitas di neraca. Meskipun Anda dapat menginvestasikan laba ditahan ke dalam aset, laba ditahan itu sendiri bukanlah aset.<\/p>\n\n\n\n<p>Laba ditahan harus dicatat. Umumnya, Anda akan mencatatnya di neraca di bagian ekuitas. Namun, Anda juga dapat mencatat laba ditahan pada laporan keuangan terpisah yang dikenal sebagai laporan laba ditahan.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-neraca-keuangan\/\">Laporan neraca <\/a>dibagi menjadi tiga bagian: aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik. Bagian aset menunjukkan kepada Anda item-item bernilai yang dimiliki bisnis Anda. Bagian liabilitas menunjukkan kepada Anda apa yang Anda miliki. Dan, bagian ekuitas menunjukkan kepada Anda uang yang tersisa setelah membayar utang.<\/p>\n\n\n\n<p>Di neraca, laba ditahan muncul di bawah bagian &#8220;Ekuitas&#8221;. &#8220;Laba Ditahan&#8221; muncul sebagai mata anggaran untuk membantu Anda menentukan total ekuitas bisnis Anda, contohnya seperti gambar di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th><strong>Aset<\/strong><\/th><th><\/th><th><strong>Kewajiban dan Ekuitas<\/strong><\/th><th><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><\/td><td>Jumlah<\/td><td><\/td><td>Jumlah<\/td><\/tr><tr><td>Aset Lancar<\/td><td><\/td><td>Kewajiban Jangka Pendek<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>&#8211; Kas dan Setara Kas<\/td><td>Rp 500.000<\/td><td>&#8211; Hutang Usaha<\/td><td>Rp 200.000<\/td><\/tr><tr><td>&#8211; Piutang Usaha<\/td><td>Rp 300.000<\/td><td>&#8211; Hutang Lainnya<\/td><td>Rp 100.000<\/td><\/tr><tr><td>&#8211; Persediaan<\/td><td>Rp 100.000<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Total Aset Lancar<\/td><td>Rp 900.000<\/td><td>Total Kewajiban<\/td><td>Rp 300.000<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Aset Tetap<\/td><td><\/td><td>Ekuitas<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>&#8211; Peralatan<\/td><td>Rp 400.000<\/td><td>&#8211; Modal Saham<\/td><td>Rp 500.000<\/td><\/tr><tr><td>&#8211; Gedung<\/td><td>Rp 600.000<\/td><td>&#8211; Laba Ditahan<\/td><td>Rp 500.000<\/td><\/tr><tr><td>Total Aset Tetap<\/td><td>Rp 1.000.000<\/td><td>Total Ekuitas<\/td><td>Rp 1.000.000<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Jumlah Aset<\/td><td>Rp 1.900.000<\/td><td>Jumlah Kewajiban dan Ekuitas<\/td><td>Rp 1.300.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-menghitung-laba-ditahan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Menghitung Laba Ditahan, Rumus, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Laporan laba ditahan adalah laporan keuangan yang sepenuhnya dikhususkan untuk menghitung laba ditahan Anda. Seperti rumus laba ditahan, laporan laba ditahan mencantumkan laba ditahan awal, laba atau rugi bersih, dividen yang dibayarkan, dan laba ditahan akhir, contohnya di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th><strong>Saldo Laba Ditahan Awal<\/strong><\/th><th>Rp 450.000<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Tambah:<\/strong><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>&#8211; Laba Bersih Tahun Ini<\/td><td>Rp 400.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kurang:<\/strong><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>&#8211; Dividen Dibayarkan<\/td><td>Rp 50.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Saldo Laba Ditahan Akhir<\/strong><\/td><td>Rp 800.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/anggaran-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Anggaran Laba Rugi: Pengertian, Bedanya dengan Laporan Laba Rugi, dan Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah pembahasan lengkap mengenai jurnal laba ditahan dalam proses pencatatan akuntansi dan Anda bisa lihat nilainya pada laporan neraca. <\/p>\n\n\n\n<p>Penting bagi Anda mencatat laba ditahan dalam proses pembukuan untuk memastikan seluruh data keuangan valid dan sesuai dengan proses bisnis sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda kesulitan dalam membuat laporan keuangan secara manual, Anda bisa mencoba alat akuntansi modern yang akan meningkatkan efisiensi dan proses bisnis yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> yang bisa Anda gunakan adalah software akuntansi online Kledo yang sudah digunakan oleh lebih dari 60 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo adalah software akuntansi terlengkap yang memiliki fitur pencatatan akuntansi otomatis, pembuatan laporan keuangan instan, manajemen persediaan, integrasi marketplace dan toko online, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam akuntansi, perusahaan biasanya membuat ayat jurnal untuk laba ditahan ketika membuat ayat jurnal penutupan setelah mentransfer laba bersih atau rugi bersih ke akun ringkasan laba rugi. Namun, perusahaan juga dapat membuat ayat jurnal yang menyertakan akun laba ditahan ketika perlu melakukan penyesuaian periode sebelumnya. Demikian juga, laba bersih akan meningkatkan saldo laba sedangkan rugi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":24750,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[1728,11457,11458,105,1723,1134,1264],"class_list":["post-24746","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-cara-hitung-laba-ditahan","tag-cara-membuat-jurnal-laba-ditahan","tag-contoh-jurnal-laba-ditahan","tag-kledo","tag-laba-ditahan","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, kita akan membahas jurnal laba ditahan beserta contoh dan panduan dalam membuat ayat jurnal ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, kita akan membahas jurnal laba ditahan beserta contoh dan panduan dalam membuat ayat jurnal ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-02T07:08:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-14T07:33:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya\",\"datePublished\":\"2023-10-02T07:08:50+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-14T07:33:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/\"},\"wordCount\":1440,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg\",\"keywords\":[\"cara hitung laba ditahan\",\"cara membuat jurnal laba ditahan\",\"contoh jurnal laba ditahan\",\"kledo\",\"laba ditahan\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/\",\"name\":\"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2023-10-02T07:08:50+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-14T07:33:31+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, kita akan membahas jurnal laba ditahan beserta contoh dan panduan dalam membuat ayat jurnal ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041,\"caption\":\"jurnal laba ditahan banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\",\"https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya","description":"Pada artikel kali ini, kita akan membahas jurnal laba ditahan beserta contoh dan panduan dalam membuat ayat jurnal ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya","og_description":"Pada artikel kali ini, kita akan membahas jurnal laba ditahan beserta contoh dan panduan dalam membuat ayat jurnal ini.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2023-10-02T07:08:50+00:00","article_modified_time":"2024-11-14T07:33:31+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya","datePublished":"2023-10-02T07:08:50+00:00","dateModified":"2024-11-14T07:33:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/"},"wordCount":1440,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg","keywords":["cara hitung laba ditahan","cara membuat jurnal laba ditahan","contoh jurnal laba ditahan","kledo","laba ditahan","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/","name":"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg","datePublished":"2023-10-02T07:08:50+00:00","dateModified":"2024-11-14T07:33:31+00:00","description":"Pada artikel kali ini, kita akan membahas jurnal laba ditahan beserta contoh dan panduan dalam membuat ayat jurnal ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/jurnal-laba-ditahan-banner.jpg","width":2083,"height":1041,"caption":"jurnal laba ditahan banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-laba-ditahan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jurnal Laba Ditahan: Pengertian, Contoh, dan Cara Membuatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24746","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24746"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24746\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31621,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24746\/revisions\/31621"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24750"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24746"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24746"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24746"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}