{"id":25077,"date":"2023-10-26T15:21:33","date_gmt":"2023-10-26T08:21:33","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=25077"},"modified":"2023-10-26T15:21:37","modified_gmt":"2023-10-26T08:21:37","slug":"produk-sampingan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/","title":{"rendered":"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam proses manufaktur, produk utama terkadang disertai dengan satu atau lebih produk sampingan. Dengan kata lain, produk sampingan adalah bahan sisa yang diperoleh secara tidak sengaja dari produksi produk utama. Selain itu, produk sampingan memiliki nilai jual yang kecil dibandingkan dengan produk utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses akuntansi, penting bagi Anda mengetahui cara mencatat produk sampingan untuk mengetahui data keuangan secara menyeluruh dan mendetail.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu produk sampingan dan bagaimana cara mencatatnya dalam proses akuntansi.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Produk Sampingan? <\/h2>\n\n\n\n<p>Produk sampingan atau biasa dikenal <em>by-product<\/em> adalah produk dengan nilai total yang relatif kecil yang diproduksi secara bersamaan dengan produk dengan nilai total yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Produk dengan nilai yang lebih besar, biasanya disebut produk utama, biasanya diproduksi dalam jumlah yang lebih besar daripada produk sampingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam banyak kasus, produsen hanya dapat melakukan tingkat kontrol yang terbatas terhadap kuantitas <em>by-product<\/em> yang muncul.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dengan munculnya metode rekayasa canggih, ada peluang untuk kontrol yang lebih besar atas jumlah produk sisa.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, produk sampingan bisa jadi sangat berharga.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, sebuah perusahaan yang secara teratur membuang bahan limbah dari proses produksinya mungkin menemukan bahwa limbah tersebut memiliki kegunaan sebagai pupuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, <em>by-product<\/em> tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendanaan-jangka-panjang-dan-pendek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pendanaan Jangka Panjang dan Pendek: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 1 kledo\" class=\"wp-image-4989\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan antara Produk Sampingan, Produk Utama, dan Produk Gabungan<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebuah produk dapat ditentukan sebagai produk sampingan<em> <\/em>atau produk gabungan atau produk utama dengan menerapkan dua pemeriksaan. Keduanya dijelaskan secara singkat di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika salah satu produk memiliki nilai lebih dari produk lain, yang secara kebetulan, diproduksi dari jenis bahan baku yang sama, maka produk tersebut dianggap sebagai produk utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian juga, jika suatu produk memiliki nilai yang lebih rendah daripada produk lain, produk tersebut dianggap sebagai produk sampingan. <\/p>\n\n\n\n<p>Kadang-kadang, semua produk memiliki nilai yang kurang lebih sama dan diproduksi dari jenis bahan baku yang sama. Jika demikian, mereka dianggap sebagai produk bersama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tujuan manufaktur<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan memiliki tujuan untuk memproduksi hanya satu produk, produk yang ditentukan dianggap sebagai produk utama. Semua produk lainnya diperlakukan sebagai produk sampingan. <\/p>\n\n\n\n<p>Demikian juga, jika perusahaan memiliki tujuan untuk memproduksi dua atau lebih produk dari jenis bahan baku yang sama, semua produk dianggap sebagai produk bersama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sop-keuangan-perusahaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">SOP Keuangan Perusahaan: Contoh dan Download Template Di Sini!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pencatatan Produk Sampingan dalam Akuntansi<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"450\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-2.jpeg\" alt=\"produk sampingan 2\" class=\"wp-image-25083\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-2.jpeg 900w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-2-300x150.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-2-768x384.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Metode penetapan biaya untuk <em>by-product<\/em> yang terbagi dalam dua kategori: Metode non-biaya atau metode nilai penjualan dan metode biaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jelasnya mari kita bahas secara mendalam di bawah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Metode non-biaya atau nilai penjualan<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam metode ini, biaya produksi bersama tidak dialokasikan ke <em>by-product<\/em>. Setiap pendapatan yang dihasilkan dari penjualan <em>by-product<\/em> dikreditkan ke pendapatan atau ke biaya produk utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa kasus, biaya yang timbul setelah pemisahan dari produk utama dapat dikompensasikan dengan pendapatan yang diperoleh dari produk sampingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk penentuan biaya persediaan, nilai independen dapat diberikan kepada <em>by-product<\/em>. Metode yang umum digunakan dalam industri adalah:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Metode 1<\/h4>\n\n\n\n<p>Metode 1 adalah prosedur non-biaya yang umum di mana biaya persediaan akhir dari produk utama dilebih-lebihkan sejauh beberapa biaya termasuk dalam produk sampingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, kekurangan ini dihilangkan sampai tingkat tertentu dalam Metode 1 (d), meskipun nilai penjualan dan bukan biaya dikurangkan dari biaya produksi produk utama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>(a) Pendapatan produk sampingan sebagai pendapatan lain-lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengilustrasikan prosedur ini, laporan laba rugi berikut ini disajikan:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><\/td><td>Rp<\/td><td>Rp<\/td><\/tr><tr><td>Penjualan (produk utama, 10.000 units @ Rp2.000)<\/td><td><\/td><td>20.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Hpp:<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Persediaan awal (1.000 unit @ Rp1.500)<\/td><td>1.500.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Total biaya produksi (11.000 units @ Rp1.500)<\/td><td>16.500.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Harga pokok barang tersedia untuk dijual<\/td><td>18.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Persediaan akhir (2.000 units @ Rp1.500)<\/td><td>3.000.000<\/td><td>15.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Laba kotor<\/td><td><\/td><td>5.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya pemasaran dan administrasi<\/td><td><\/td><td>2.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pendapatan operasional<\/td><td><\/td><td>3.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pendapatan lainnya: pendapatan dari penjualan produk sampingan (<em>by-product<\/em>)<\/td><td><\/td><td>1.500.000<\/td><\/tr><tr><td>Laba sebelum pajak penghasilan<\/td><td><\/td><td>4.500.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>(b) Pendapatan produk sampingan sebagai pendapatan penjualan tambahan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus ini, laporan laba rugi di atas akan menunjukkan bahwa pendapatan sebesar 1.500.000 dari penjualan <em>by-product<\/em> merupakan tambahan untuk penjualan produk utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasilnya, total pendapatan penjualan akan menjadi 21.500.000 dan laba kotor dan pendapatan operasional akan meningkat. Angka-angka lainnya akan tetap sama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>(c) Pendapatan produk sampingan sebagai pengurang harga pokok penjualan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus ini, pendapatan 1.500.000 dari produk sampingan akan dikurangkan dari angka harga pokok penjualan sebesar 15.000.000, sehingga menurunkan biaya dan meningkatkan laba kotor dan pendapatan operasional. Laba sebelum pajak tetap sebesar 4.500.000.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>(d) Pendapatan produk sampingan dikurangkan dari biaya produksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus ini, pendapatan 1.500.000 dari penjualan <em>by-product<\/em> dikurangkan dari total biaya produksi 16.500.000, menghasilkan biaya produksi yang direvisi sebesar 15.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya yang direvisi ini menghasilkan biaya unit rata-rata baru sebesar 1.362 untuk produk utama. Persediaan akhir akan menjadi 2.725.000, bukan 3.000.000. Laporan laba rugi akan terlihat sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><\/td><td>Rp<\/td><td>Rp<\/td><td>Rp<\/td><\/tr><tr><td>Penjualan (Produk utama, 10.000 units @ Rp2.000)<\/td><td><\/td><td><\/td><td>20.000.000<\/td><\/tr><tr><td>HPP:<\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Persediaan awal (1.000 units @ Rp1.350)<\/td><td><\/td><td>1.350.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Total biaya produksi (11.000 units @ Rp1.500)<\/td><td>16.500.000<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Pendapatan dari penjualan produk sampingan <em>(by-products<\/em>)<\/td><td>1.500.000<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Biaya produksi bersih<\/td><td><\/td><td>15.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Harga pokok barang tersedia untuk dijual (12.000 units @ Rp1.362)<\/td><td><\/td><td>16.350.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Persediaan akhir (2.000 units @ Rp1.362)<\/td><td><\/td><td>2.725.000<\/td><td>1.362<\/td><\/tr><tr><td>Laba kotor<\/td><td><\/td><td><\/td><td>6.375.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya pemasaran dan administrasi<\/td><td><\/td><td><\/td><td>2.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pendapatan operasional<\/td><td><\/td><td><\/td><td>4.375.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Metode-metode ini tidak memerlukan entri jurnal yang rumit. Pendapatan yang diterima dari penjualan <em>by-product<\/em> didebit ke kas (atau piutang usaha).<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam tiga kasus pertama, pendapatan dari penjualan <em>by-product<\/em> dikreditkan, sedangkan dalam kasus keempat, biaya produksi produk utama dikreditkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/faktor-yang-memengaruhi-produksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Faktor yang Memengaruhi Manajemen Produksi: Pembahasan Lengkap<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Metode 2<\/h4>\n\n\n\n<p>Pendapatan dari penjualan <em>by-product<\/em>, dikurangi biaya penempatan <em>by-product<\/em> di pasar (yaitu, biaya pemasaran dan administrasi), dan juga dikurangi biaya pemrosesan, ditunjukkan pada laporan laba rugi dengan cara yang serupa dengan yang ditunjukkan dalam Metode 1.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode 2 mengakui adanya kebutuhan untuk membebankan sejumlah biaya pada <em>by-product<\/em>. Namun, metode ini tidak berusaha mengalokasikan biaya produk utama ke <em>by-product<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap biaya yang terlibat dalam pemrosesan lebih lanjut atau pemasaran <em>by-product<\/em> dicatat dalam akun terpisah.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua angka ditampilkan pada laporan laba rugi. Hal ini dicapai dengan mengikuti salah satu prosedur yang dijelaskan dalam Metode 1.<\/p>\n\n\n\n<p>Pencatatan dalam jurnal untuk Metode 2 melibatkan pembebanan pada pendapatan <em>by-product<\/em> untuk pekerjaan tambahan yang diperlukan, dan mungkin juga untuk biaya overhead pabrik.<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya pemasaran dan administrasi juga dapat dialokasikan ke <em>by-product<\/em> dengan dasar yang telah ditentukan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan-perusahaan tertentu memiliki akun yang disebut akun produk sampingan, di mana semua biaya tambahan didebit dan semua laporan laba rugi dikredit.<\/p>\n\n\n\n<p>Saldo akun ini ditunjukkan dalam laporan laba rugi dengan menggunakan salah satu prosedur yang diuraikan dalam Metode 1.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, akumulasi biaya produksi yang berlaku untuk persediaan<em>by-product<\/em> harus dilaporkan di neraca.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/faktor-produksi-modal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Faktor Produksi Modal: Pengertian, Jenis, Karakteristik, dan Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Metode biaya<\/h3>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-1.jpeg\" alt=\"produk sampingan 1\" class=\"wp-image-25082\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-1-768x512.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Beberapa bagian dari biaya produksi bersama dialokasikan ke <em>by-product<\/em>. Biaya persediaan didasarkan pada biaya yang dialokasikan, ditambah dengan biaya pemrosesan selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kategori ini, metode berikut ini digunakan:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Metode biaya penggantian<\/h4>\n\n\n\n<p>Metode biaya penggantian biasanya diterapkan oleh perusahaan yang produk sampingannya digunakan di dalam pabrik. Hal ini untuk menghindari kebutuhan untuk membeli bahan tertentu dari pemasok luar.<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya produksi produk utama dikreditkan untuk bahan tersebut, dan debit pengimbang ditugaskan ke departemen yang menggunakan <em>by-product<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya yang dibebankan pada <em>by-product<\/em> adalah biaya pembelian atau biaya penggantian yang ada di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode biaya penggantian umumnya digunakan dalam industri baja. Meskipun banyak <em>by-product<\/em> yang dijual di pasar terbuka, produk lain (misalnya, gas tanur sembur dan gas oven kokas) dicampur dan digunakan untuk memanaskan tungku perapian terbuka.<\/p>\n\n\n\n<p>Limbah panas dari perapian digunakan kembali untuk menghasilkan uap yang dibutuhkan oleh berbagai departemen produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan produk sampingan ini dengan baik, serta perlakuan akuntansinya, tercermin dalam prosedur berikut ini yang digunakan oleh perusahaan baja:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Produk sampingan dari oven <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Kokas\">kokas<\/a> dikreditkan ke biaya kokas pada harga jual rata-rata per unit untuk bulan tersebut.<\/li><li>Coke oven dan gas tanur tiup dikreditkan masing-masing ke biaya kokas dan biaya pig iron dengan nilai yang dihitung berdasarkan biaya bahan bakar minyak yang menghasilkan unit panas yang setara.<\/li><li>Tar dan <em>pitch<\/em> yang digunakan sebagai bahan bakar dikreditkan ke biaya kokas dengan nilai yang dihitung berdasarkan biaya bahan bakar minyak yang menghasilkan unit panas ekuivalen.<\/li><li>Baja bekas yang dilebur kembali dikreditkan ke biaya produksi baja jadi dengan harga pasar untuk kualitas yang setara dengan yang dibeli.<\/li><li>Limbah panas dari tungku yang digunakan untuk menghasilkan uap dikreditkan ke biaya baja batangan dengan nilai yang dihitung berdasarkan biaya batu bara yang menghasilkan unit setara.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-produksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tahapan Siklus Produksi, Pengertian, Manfaat, dan Tantangannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Metode biaya pembalikan<\/h4>\n\n\n\n<p>Metode biaya pembalikan didasarkan pada teori bahwa biaya <em>by-product<\/em> terkait dengan nilai penjualannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini merupakan langkah untuk mengakui biaya produk sampingan sebelum dipisahkan dari produk utama. Metode ini juga merupakan pendekatan yang paling dekat dengan metode yang digunakan dalam penentuan biaya produk bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode biaya pembalikan mirip dengan teknik terakhir yang diilustrasikan dalam Metode 1.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, metode ini mengurangi biaya produksi produk utama bukan berdasarkan pendapatan aktual yang diterima, tetapi berdasarkan estimasi nilai <em>by-product<\/em> pada saat pemulihan.<\/p>\n\n\n\n<p>Estimasi ini harus dibuat sebelum pemisahan dari produk utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengakuan nilai moneter tergantung pada stabilitas pasar (dalam hal harga) dan stabilitas produk sampingan; namun demikian, pengendalian atas kuantitas adalah penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Akun <em>by-product<\/em> dibebankan dengan jumlah yang diestimasi ini. Selain itu, biaya produksi (manufaktur) dari produk utama dikreditkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap biaya tambahan dalam hal bahan, tenaga kerja, atau overhead pabrik yang terjadi setelah pemisahan dari produk utama dibebankan ke <em>by-product<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Biaya pemasaran dan administrasi juga dapat dialokasikan ke <em>by-product<\/em> dengan dasar yang adil.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil penjualan produk sampingan dikreditkan ke akun produk sampingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saldo akun ini dapat ditunjukkan pada laporan laba rugi seperti yang ditunjukkan dalam Metode 1, kecuali bahwa biaya produksi yang berlaku untuk persediaan <em>by-product<\/em> harus dilaporkan dalam neraca.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode biaya pembalikan untuk menentukan biaya produk utama dan produk sampingan diilustrasikan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Items<\/td><td>Produk utama (Rp)<\/td><td>Produk sampingan<\/td><td>(Rp)<\/td><\/tr><tr><td>Material<\/td><td>50.000.000<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Tenaga kerja<\/td><td>70.000.000<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Overhead pabrik<\/td><td>40.000.000<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Total biaya produks (40.000 unit)<\/td><td>160.000.000<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Harga pasar 5.000 units @ Rp1.800)<\/td><td><\/td><td><\/td><td>9.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Estimasi laba kotor (yang terdiri dari 20% dari harga jual)<\/td><td><\/td><td>1.800.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Biaya pemasaran dan administrasi (5% dari harga jual)<\/td><td><\/td><td>450.000<\/td><td>2.250.000<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td><\/td><td><\/td><td>6.750.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Perkiraan biaya produksi setelah pemisahan<\/strong><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Material<\/td><td><\/td><td>1.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Tenaga kerja<\/td><td><\/td><td>1.200.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Overhead pabrik<\/td><td><\/td><td>300.000<\/td><td>2.500.000<\/td><\/tr><tr><td>Estimasi nilai produk sampingan pada saat pemisahan yang akan dikreditkan ke produk utama<\/td><td>4.250.000<\/td><td><\/td><td>4.250.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya bersih produk utama<\/td><td>155.750.000<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Tambahkan kembali biaya produksi aktual setelah pemisahan<\/td><td><\/td><td><\/td><td>2.300.000<\/td><\/tr><tr><td>Total<\/td><td><\/td><td><\/td><td>6.550.000<\/td><\/tr><tr><td>Total jumlah unit<\/td><td>40.000.000<\/td><td><\/td><td>5.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya per unit<\/td><td>3.894.000<\/td><td><\/td><td>1.310<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Ilustrasi ini menunjukkan bahwa taksiran nilai <em>by-product<\/em> pada titik pemisahan dihasilkan ketika taksiran laba kotor dan biaya produksi setelah pemisahan dikurangkan dari nilai pasar akhir produk sampingan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai alternatif, jika <em>by-product<\/em> memiliki nilai pasar pada titik pemisahan tersebut, akun produk sampingan dibebankan dengan nilai pasar tersebut. Selain itu, biaya produksi produk utama akan dikreditkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dimungkinkan juga untuk menggunakan total nilai pasar dari produk utama dan <em>by-product<\/em> pada titik pemisahan sebagai dasar untuk membebankan bagian biaya sebelum pemisahan ke <em>by-product<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini melibatkan penerapan kredit penyeimbangan peristiwa terhadap biaya produksi produk utama.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/diversifikasi-produk\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Diversifikasi Produk, Manfaat, Tahapan, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Proses pembukuan bisnis manufaktur memang terkenal rumit, terutama jika bisnis tersebut memiliki banyak produk. Salah satu jenis produk yang harus Anda catat dalam proses pembukuan manufaktur adalah produk sampingan atau <em>by-product<\/em> agar Anda mendapatkan informasi keuangan yang detail dan transparan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan, Anda menggunakan sistem pembukuan modern untuk memudahkan pencatatan, pemantauan, dan analisis seluruh data akuntansi dalam bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu solusi adalah dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi <\/a>yang mudah digunakan dan telah dipercaya oleh banyak bisnis di Indonesia, contohnya adalah Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo adalah software akuntansi online yang memiliki fitur terlengkap seperti otomatisasi akuntansi, manajemen persediaan, multi user, multi gudang, dan pembuatan laporan keuangan instan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam proses manufaktur, produk utama terkadang disertai dengan satu atau lebih produk sampingan. Dengan kata lain, produk sampingan adalah bahan sisa yang diperoleh secara tidak sengaja dari produksi produk utama. Selain itu, produk sampingan memiliki nilai jual yang kecil dibandingkan dengan produk utama. Dalam proses akuntansi, penting bagi Anda mengetahui cara mencatat produk sampingan untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":25084,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[105,11597,11595,11596,1134,1264],"class_list":["post-25077","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-kledo","tag-pembahasan-produk-sampingan","tag-pengertian-produk-sampingan","tag-produk-sampingan-dalam-akuntansi","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu produk sampingan dan bagaimana cara mencatatnya dalam proses akuntansi bisnis Anda\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu produk sampingan dan bagaimana cara mencatatnya dalam proses akuntansi bisnis Anda\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-10-26T08:21:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-26T08:21:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi\",\"datePublished\":\"2023-10-26T08:21:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-26T08:21:37+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/\"},\"wordCount\":1808,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/produk-sampingan-banner.jpg\",\"keywords\":[\"kledo\",\"pembahasan produk sampingan\",\"pengertian produk sampingan\",\"produk sampingan dalam akuntansi\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/\",\"name\":\"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/produk-sampingan-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2023-10-26T08:21:33+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-26T08:21:37+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu produk sampingan dan bagaimana cara mencatatnya dalam proses akuntansi bisnis Anda\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/produk-sampingan-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/10\\\/produk-sampingan-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041,\"caption\":\"produk sampingan banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/produk-sampingan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu produk sampingan dan bagaimana cara mencatatnya dalam proses akuntansi bisnis Anda","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi","og_description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu produk sampingan dan bagaimana cara mencatatnya dalam proses akuntansi bisnis Anda","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2023-10-26T08:21:33+00:00","article_modified_time":"2023-10-26T08:21:37+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi","datePublished":"2023-10-26T08:21:33+00:00","dateModified":"2023-10-26T08:21:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/"},"wordCount":1808,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-banner.jpg","keywords":["kledo","pembahasan produk sampingan","pengertian produk sampingan","produk sampingan dalam akuntansi","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/","name":"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-banner.jpg","datePublished":"2023-10-26T08:21:33+00:00","dateModified":"2023-10-26T08:21:37+00:00","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu produk sampingan dan bagaimana cara mencatatnya dalam proses akuntansi bisnis Anda","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/produk-sampingan-banner.jpg","width":2083,"height":1041,"caption":"produk sampingan banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-sampingan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Produk Sampingan: Pengertian dan Pencatatannya dalam Akuntansi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25077"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25077\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25086,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25077\/revisions\/25086"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25084"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}