Melakukan dan mnyimpan pembukuan bisnis yang up to date <\/em>adalah praktik yang baik yang membantu Anda mengetahui kesehatan bisnis Anda. Accrued interest atau bunga yang masih harus dibayar adalah salah satu catatan terpenting bagi pemberi pinjaman dan peminjam.<\/p>\n\n\n\n Mengetahui cara menghitung dan mencatat accrued interest sangat penting dalam mengembangkan bisnis dan menjaga hubungan yang baik dengan mitra bisnis.Hal ini juga dapat membantu Anda menjadi seorang pembukuan atau akuntan yang lebih efektif. <\/p>\n\n\n\n Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu accrued interest, membagikan rumus penghitungannya, menjelaskan cara mencatatnya dalam pembukuan.<\/p>\n\n\n\n\n\n Pinjaman dan jalur kredit menghasilkan bunga, yang merupakan persentase dari jumlah pokok pinjaman atau jalur kredit. Bunga adalah “biaya” yang dibebankan agar pemberi pinjaman mendapatkan keuntungan dari pemberian pinjaman atau kredit. <\/p>\n\n\n\n Baik Anda sebagai pemberi pinjaman atau peminjam, Anda harus mencatat accrued interest atau bunga akrual atau bunga yang masih harus dibayar dalam pembukuan Anda.<\/p>\n\n\n\n Accrued interest adalah bunga yang terakumulasi namun belum dibayarkan. Karena bunga masih harus dibayar dan belum dibayar, maka bunga tersebut dapat menjadi hutang (jika Anda adalah peminjam) atau piutang (jika Anda adalah pemberi pinjaman). <\/p>\n\n\n\n Ketika Anda memperoleh bunga sebagai pemberi pinjaman atau peminjam, Anda membuat ayat jurnal untuk mencerminkan jumlah bunga yang diperoleh selama periode akuntansi. <\/p>\n\n\n\n Anda juga mencatatnya pada laporan laba rugi dan neraca bisnis Anda. Jadi, bagaimana Anda mencatat bunga yang masih harus dibayar pada kedua laporan keuangan ini? <\/p>\n\n\n\n Untuk peminjam, acrued interest adalah: <\/strong><\/p>\n\n\n\n Untuk pemberi pinjaman, accrued interest adalah:<\/strong><\/p>\n\n\n\n Baca juga: Fiscal Year (Tahun Fiskal): Pengertian, Cara Memilih dalam Bisnis, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n Menghitung bunga yang harus dibayar mengharuskan Anda mengumpulkan beberapa informasi penting. Ini termasuk utang atau pinjaman yang belum dibayar, suku bunga atas utang yang belum dibayar dan jumlah hari dari bunga yang harus dibayar atau periode utang yang belum dibayar.<\/p>\n\n\n\n Dengan informasi di atas, berikut adalah rumus untuk menghitung bunga yang harus dibayar tersebut:<\/p>\n\n\n\n Accrued interest = suku bunga x (jangka waktu\/365) x jumlah pinjaman<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n Ayat jurnal bunga yang harus sibayar adalah metode pencatatan jumlah bunga atas pinjaman yang telah terjadi namun belum dibayarkan oleh peminjam dan belum diterima oleh pemberi pinjaman. <\/p>\n\n\n\n Accrued interest adalah bunga yang diperoleh dari hutang yang belum dibayar selama periode keuangan tertentu. Bunga ini mencakup periode di mana debitur belum membayar jumlah yang terutang kepada pemberi pinjaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam akuntansi berbasis akrual, pencatatan bunga yang harus dibayar adalah sama untuk pemberi pinjaman dan peminjam, dengan ayat penyesuaian akrual untuk masing-masing pihak sebelum laporan keuangan diterbitkan. <\/p>\n\n\n\n Dalam hal ini, ayat jurnal penyesuaian peminjam mendebit beban bunga dan mengkredit utang bunga akrual, yang merupakan kewajiban lancar. Ayat penyesuaian pemberi pinjaman mendebit piutang bunga akrual dan mengkredit pendapatan bunga.<\/p>\n\n\n\n Baca juga: Cara Membuat Jurnal Kas Kecil dan Contoh Kasusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Bagaimana Anda membuat entri jurnal bunga akrual tergantung pada apakah Anda peminjam atau pemberi pinjaman. <\/p>\n\n\n\n Seperti yang sudah kami jelaskan diatas sebelumnya, jika Anda adalah peminjam, Anda akan menggunakan akun-akun berikut ini:<\/p>\n\n\n\n Jika Anda adalah pemberi pinjaman (misalnya, memberikan kredit), Anda akan menggunakan akun-akun berikut ini:<\/p>\n\n\n\n Dibawah kami juga akan memberitahu Anda cara untuk mengetahui dan menghitung accrued interest selama suatu periode. Kemudian, Anda bisa tahu cara menyiapkan ayat jurnal untuk peminjam dan pemberi pinjaman dan melihat contoh untuk keduanya. <\/p>\n\n\n\n Baca juga: Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Dagang dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Untuk menghitung bunga akrual, Anda perlu mengetahui tiga hal:<\/p>\n\n\n\n Setelah Anda mengetahui ketiga informasi tersebut, Anda dapat memasukkannya ke dalam rumus bunga akrual:<\/p>\n\n\n\n Accrued interest = [Suku Bunga X (Jangka Waktu \/ 365)] X Jumlah Pinjaman<\/strong><\/p>\n\n\n\n Mari kita lihat pinjaman sebesar 10.000.000 dengan bunga 5%. Anda ingin mengetahui bunga akrual selama 20 hari. <\/p>\n\n\n\n [5% X (20 \/ 365)] X 10.000.000 = 27.400<\/p>\n\n\n\n Bunga akrual selama periode waktu ini adalah 27.400. Ini adalah jumlah yang akan Anda catat dalam pembukuan Anda.<\/p>\n\n\n\n Baca juga: Cara Membuat Jurnal Penutup Perusahaan Jasa<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Saat Anda mengambil pinjaman atau jalur kredit, Anda berhutang bunga. Anda harus mencatat pengeluaran dan bunga yang terhutang dalam pembukuan Anda.<\/p>\n\n\n\n Untuk mencatat Accrued interest selama suatu periode akuntansi, debet akun Beban bunga Anda dan kreditkan akun Hutang bunga akrual Anda. Ini berarti meningkatkan pengeluaran dan hutang Anda.<\/p>\n\n\n\n Perhatikan cara mencatat entri jurnal beban bunga:<\/p>\n\n\n\nApa itu Accrued Interest? <\/h2>\n\n\n\n
\n
\n
<\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\nRumus untuk Menghitung Accrued Interest<\/h2>\n\n\n\n
\n
Apa yang Dimaksud dengan Ayat Jurnal Accrued interest?<\/h2>\n\n\n\n
Cara Mencatat Accrued Interest dalam Pembukuan Anda <\/h2>\n\n\n
<\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n
\n
Menghitung bunga yang harus dibayarkan selama suatu periode <\/h3>\n\n\n\n
\n
Contoh<\/h4>\n\n\n\n
Jurnal hutang bunga dari sisi peminjam<\/h3>\n\n\n\n