{"id":26335,"date":"2024-01-12T13:46:35","date_gmt":"2024-01-12T06:46:35","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=26335"},"modified":"2024-01-12T13:46:40","modified_gmt":"2024-01-12T06:46:40","slug":"incremental-cost","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/","title":{"rendered":"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Incremental cost<\/em>, juga dikenal sebagai biaya tambahan, biaya diferensial atau biaya marjinal, mengacu pada perubahan total biaya yang diakibatkan oleh produksi unit tambahan suatu produk atau jasa. Ini adalah biaya yang terkait dengan satu unit produksi tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya tambahan dapat memperhitungkan biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel berubah seiring dengan tingkat output (seperti bahan mentah dan tenaga kerja langsung), sedangkan biaya tetap tetap sama terlepas dari tingkat output (seperti sewa atau gaji). <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, dalam jangka pendek, <em>incremental cost<\/em>&nbsp;seringkali sebagian besar terdiri dari biaya variabel karena banyak biaya tetap (seperti sewa atau mesin) yang tidak dapat disesuaikan dengan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih jauh, pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu <em>incremental cost<\/em>, bagaimana cara menghitungnya, dan contoh kasusnya yang bisa Anda pahami.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu <em>Incremental Cost<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Biaya dan pendapatan <em>incremental<\/em> juga dikenal sebagai biaya dan pendapatan diferensial, marjinal, atau relevan,  adalah perbedaan antara biaya dan pendapatan dari dua alternatif atau lebih. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda memutuskan apakah akan memproduksi atau membeli suatu komponen, <em>incremental cost<\/em>&nbsp;adalah selisih antara biaya produksi dan biaya pembelian komponen tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Pendapatan <em>incremental<\/em> adalah selisih antara pendapatan dari penjualan komponen dan pendapatan dari tidak menjualnya. Biaya dan pendapatan <em>incremental<\/em> dapat bersifat tetap atau variabel, bergantung pada apakah biaya dan pendapatan tersebut berubah seiring dengan tingkat aktivitas atau output.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Incremental cost<\/em>&nbsp;juga dievaluasi dalam strategi bisnis secara keseluruhan. Misalnya, merger perusahaan mungkin mengurangi biaya keseluruhan karena hanya satu kelompok manajemen yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Manajemen lainnya bisa diberhentikan. Namun, memproduksi produk mungkin menimbulkan biaya tambahan&nbsp;karena perampingan. Manajemen harus memperhitungkan <em>incremental cost<\/em>&nbsp;untuk memproduksi produk dalam satu atap.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dapat berarti lebih banyak pengiriman dari vendor atau bahkan lebih banyak biaya pelatihan bagi karyawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya tambahan&nbsp;juga digunakan dalam keputusan manajemen untuk membuat atau membeli suatu produk. Beberapa produk khusus mungkin tidak tersedia untuk dibeli oleh bisnis, sehingga bisnis harus melalui proses pemesanan atau pembuatannya secara khusus. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Incremental cost<\/em>&nbsp;untuk membuat produk mungkin tidak sepadan. Perusahaan bisa lebih baik memesannya secara khusus.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/average-revenue-per-user-arpu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Average Revenue Per User (ARPU): Pengertian, Rumus, dan Contoh Kasus<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 3 kledo\" class=\"wp-image-4991\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Kerja <em>Incremental Cost<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p>Biaya produksi tambahan hanya memperhitungkan biaya variabel yang dikeluarkan untuk produksi unit tambahan yang diproduksi perusahaan, sehingga mengabaikan biaya produksi tetap yang sudah dikeluarkannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara menghitung <em>incremental cost<\/em>&nbsp;adalah: Total biaya produksi unit yang ada dikurangi Total biaya produksi unit tambahan = <em>incremental cost<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, menghitung total biaya produksi unit yang ada. Setelah itu, biaya produksi unit tambahan dihitung dengan mempertimbangkan biaya bahan baku dan biaya variabel lainnya. Lalu kita kurangi biaya unit tambahan dari biaya unit yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian total biayanya dibandingkan. Umumnya, total biaya produk meningkat karena meningkatnya biaya variabel. Namun, ketika kita mempertimbangkan biaya per unit produk, biaya tersebut berkurang karena peningkatan skala ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/accelerated-depreciation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Accelerated Depreciation: Pengertian, Cara Hitung, Jenis, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh dan Cara Menghitung <em>Incremental Cost<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Mari kita gunakan contoh Perusahaan atau PT ABC, yang merupakan perusahaan manufaktur. Perusahaan ini menghasilkan produk A dengan biaya 1.000 unit produk A sebesar 5.000.000. <\/p>\n\n\n\n<p>Mengingat permintaan pasar, perusahaan memutuskan untuk memproduksi satu produk lagi yaitu produk B di pabriknya, sehingga total produksi meningkat menjadi 2000 unit. <\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan harus mengeluarkan <em>incremental cost<\/em>&nbsp;untuk menghasilkan produk B berupa bahan baku, biaya tenaga kerja, gaji, dll. <\/p>\n\n\n\n<p>Produk B akan diproduksi dari mesin dan peralatan yang sama dengan produk A diproduksi. Perusahaan memutuskan untuk memproduksi produk B dan total biaya produksi total 2000 unit oleh perusahaan mencapai 7.500.000. Jadi, <em>incremental cost<\/em>&nbsp;akan dihitung sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>PT ABC<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Keterangan<\/strong><\/td><td><strong>Nilai<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Jumlah unit produk A<\/td><td>1000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya produksi produk A<\/td><td>5.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Total jumlah unit yang di produksi<\/td><td>2000<\/td><\/tr><tr><td>Total biaya produksi<\/td><td>7.500.000<\/td><\/tr><tr><td>Total biaya incremental (7.500.000 \u2013 5.000.000)<\/td><td>2.500.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Unit<\/strong><\/td><td><strong>Biya<\/strong><\/td><td><strong>Biaya per unit<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>1000<\/td><td>5.000.000<\/td><td>5.000<\/td><\/tr><tr><td>2000<\/td><td>7.500.000<\/td><td>3.750<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Contoh di atas menunjukkan bahwa total <em>incremental cost<\/em>&nbsp;adalah 2.500.000, namun ketika kita menghitung biaya produksi per unit, biaya tersebut berkurang dari 5.000 menjadi 3.750.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/holding-cost\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Holding Cost: Pengertian, Rumus Hitung, Contoh, dan Tips Menurunkannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya <em>Incremental<\/em><\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"500\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-2.jpeg\" alt=\"incremental cost 2\" class=\"wp-image-26341\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-2.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-2-300x150.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-2-768x384.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Biaya tetap dan biaya variabel merupakan dua faktor utama yang mempengaruhi <em>incremental cost<\/em>. Biaya produksi tetap tidak berubah atau bertambah seiring dengan bertambahnya volume produksi. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, mengurangi biaya tetap per unit akan meningkatkan margin keuntungan produk. Biaya variabel produksi berubah seiring dengan volume unit produksi. <\/p>\n\n\n\n<p>Semakin banyak unit produksi maka semakin besar pula biaya variabel produksinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Keuntungan<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah keuntungan dari biaya inkremental:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><em>Incremental cost<\/em>&nbsp;membantu perusahaan menganalisis biaya produksi dengan tambahan produksi unit yang diproduksinya.<\/li><li>Analisis biaya tersebut membantu perusahaan meningkatkan efisiensi unit produksinya, sehingga mendorong penghematan biaya dan peningkatan profitabilitas.<\/li><li>Biaya inkramental&nbsp;membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan mengenai produksi unit, seperti apakah perusahaan dapat memproduksi unit tambahan atau apakah perusahaan dapat membelinya dari luar.<\/li><li>Selain itu, setelah perusahaan menentukan <em>incremental cost<\/em>, harga eceran produk juga dapat dihitung dengan mudah.<\/li><li>Perusahaan dapat dengan jelas memahami pernyataan profitabilitasnya dari perspektif sekarang dan masa depan.<\/li><li>Umumnya, biaya per unit produk berkurang seiring dengan produksi unit tambahan dan dengan menimbulkan <em>incremental cost<\/em>. Oleh karena itu, hal ini meningkatkan skala ekonomi perusahaan dengan meningkatkan volume produksinya.<\/li><li>Biaya tambahan juga membantu perusahaan dalam analisis komparatif antara dua alternatif yang tersedia. Perusahaan dapat memutuskan kapan biaya lain dari kedua alternatif tersebut sama, dengan mempertimbangkan <em>incremental cost<\/em>nya.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/joint-cost\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Joint Cost Adalah: Rumus, Metode, dan Contoh Perhitungannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kekurangan<\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah kerugian dari biaya inkramental:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Perusahaan menghadapi banyak kesulitan dalam menganalisis biaya produksi tetap dan variabel. Sehingga mengakibatkan banyak waktu terbuang dalam kegiatan ini.<\/li><li>Faktor waktu diabaikan ketika mempertimbangkan biaya produksi tetap dan variabel. Terkadang, biaya yang ditetapkan saat ini dapat berubah-ubah dalam jangka panjang.<\/li><li>Umumnya biaya tetap diabaikan dalam perhitungan biaya tambahan. Padahal pada kenyataannya, biaya tetap menempati porsi terbesar dari total biaya produksi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Membandingkan <em>Incremental Cost<\/em>\u00a0dan Pendapatan?<\/h2>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image\"><figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"448\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-1.jpeg\" alt=\"incremental cost 1\" class=\"wp-image-26340\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-1-300x134.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-1-768x344.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Untuk membandingkan biaya dan pendapatan inkramental, Anda perlu menggunakan aturan keputusan yang bergantung pada jenis keputusan yang Anda buat. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda memutuskan apakah akan menerima atau menolak pesanan khusus, Anda perlu membandingkan pendapatan tambahan dan biaya tambahan&nbsp;pesanan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p> Jika pendapatan tambahan lebih besar atau sama dengan biaya tambahan, Anda harus menerima pesanan tersebut. Sebaliknya, jika pendapatan tambahan lebih kecil dari biya tambahan, Anda harus menolak pesanan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p> Jika Anda memutuskan apakah akan melanjutkan atau menghentikan suatu lini produk, Anda perlu membandingkan pendapatan tambahan dan biaya tambahan dari lini produk tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika pendapatan tambahan lebih besar atau sama dengan biaya tambahan, lini produk harus dilanjutkan. Jika pendapatan tambahan lebih kecil dari incremental cost, Anda harus menghentikan lini produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/profit-center\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Profit Center: Pengertian, Manfaat, Contoh, dan Bedanya dengan Cost Center<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Skenario Keputusan Umum yang Melibatkan Tambahan Biaya dan Pendapatan?<\/h2>\n\n\n\n<p>Saat mengambil keputusan, ada beberapa skenario yang melibatkan tambahan biaya dan pendapatan yang mungkin Anda temui. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini mencakup keputusan membuat atau membeli, yang mengharuskan Anda memutuskan apakah akan memproduksi komponen atau layanan secara internal atau melakukan outsourcing; menjual atau memproses keputusan lebih lanjut, dimana Anda harus memutuskan apakah akan menjual suatu produk dalam bentuknya saat ini atau memprosesnya lebih lanjut; keputusan mempertahankan atau mengganti, di mana Anda perlu memutuskan apakah akan tetap menggunakan aset yang ada atau menggantinya; dan keputusan bauran produk yang optimal, yang melibatkan pengalokasian sumber daya Anda yang terbatas ke berbagai produk atau layanan untuk memaksimalkan keuntungan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/landed-cost\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Landed Cost dan Contoh dalam Pencatatan Akuntansi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Incremental cost<\/em> membantu perusahaan dalam menganalisis berbagai keputusan seperti keputusan mengenai produksi lini produk baru di perusahaan, keputusan mengenai penerimaan pesanan yang ditawarkan dari pelanggan, keputusan mengenai perubahan harga produk atau jasa, dan keputusan mengenai alokasi berbagai sumber daya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya tersebut, dll.  Jadi, alokasi <em>incremental cost<\/em>&nbsp;yang tepat membantu perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan bisnis secara lebih mudah dan transparan, Anda bisa mencoba menggunakan <em>tools <\/em>modern untuk melakukan semua ini, salah satunya adalah <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah digunakan 75 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Incremental cost, juga dikenal sebagai biaya tambahan, biaya diferensial atau biaya marjinal, mengacu pada perubahan total biaya yang diakibatkan oleh produksi unit tambahan suatu produk atau jasa. Ini adalah biaya yang terkait dengan satu unit produksi tambahan. Biaya tambahan dapat memperhitungkan biaya variabel dan biaya tetap. Biaya variabel berubah seiring dengan tingkat output (seperti bahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":26342,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[12032,105,12033,12034,1134,12035],"class_list":["post-26335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-cara-hitung-incremental-cost","tag-kledo","tag-pengertian-incremental-cost","tag-rumus-incremental-cost","tag-software-akuntansi","tag-tips-akutnansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Lebih jauh, pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu incremental cost, bagaimana cara menghitungnya, dan contoh kasusnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lebih jauh, pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu incremental cost, bagaimana cara menghitungnya, dan contoh kasusnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-01-12T06:46:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-01-12T06:46:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2024-01-12T06:46:35+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-12T06:46:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/\"},\"wordCount\":1312,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/incremental-cost-banner.jpg\",\"keywords\":[\"cara hitung incremental cost\",\"kledo\",\"pengertian incremental cost\",\"rumus incremental cost\",\"software akuntansi\",\"tips akutnansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/\",\"name\":\"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/incremental-cost-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2024-01-12T06:46:35+00:00\",\"dateModified\":\"2024-01-12T06:46:40+00:00\",\"description\":\"Lebih jauh, pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu incremental cost, bagaimana cara menghitungnya, dan contoh kasusnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/incremental-cost-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/incremental-cost-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041,\"caption\":\"incremental cost banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/incremental-cost\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya - Kledo Blog","description":"Lebih jauh, pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu incremental cost, bagaimana cara menghitungnya, dan contoh kasusnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya - Kledo Blog","og_description":"Lebih jauh, pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu incremental cost, bagaimana cara menghitungnya, dan contoh kasusnya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2024-01-12T06:46:35+00:00","article_modified_time":"2024-01-12T06:46:40+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya","datePublished":"2024-01-12T06:46:35+00:00","dateModified":"2024-01-12T06:46:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/"},"wordCount":1312,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-banner.jpg","keywords":["cara hitung incremental cost","kledo","pengertian incremental cost","rumus incremental cost","software akuntansi","tips akutnansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/","name":"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-banner.jpg","datePublished":"2024-01-12T06:46:35+00:00","dateModified":"2024-01-12T06:46:40+00:00","description":"Lebih jauh, pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu incremental cost, bagaimana cara menghitungnya, dan contoh kasusnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/incremental-cost-banner.jpg","width":2083,"height":1041,"caption":"incremental cost banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/incremental-cost\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Incremental Cost: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26335"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26344,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26335\/revisions\/26344"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}