Untuk membantu menentukan profitabilitas bisnis Anda, penting untuk memahami konsep markup dan margin keuntungan. <\/p>\n\n\n\n
Meskipun konsep-konsep ini menggunakan input<\/em> yang sama untuk perhitungan, tapi kedua konsep ini mengungkapkan informasi yang berbeda tentang bisnis Anda dan penjualannya. Berdasarkan perbedaan ini, Anda dapat menetapkan harga yang sesuai untuk produk Anda atau menilai kinerja bisnis Anda. <\/p>\n\n\n\n Dalam artikel ini, kami memberikan definisi markup dan margin, menunjukkan perbedaannya, dan memberikan contoh untuk membantu Anda menghitungnya.<\/p>\n\n\n\n\n\n Sebelum kita mendalami perbedaan antara markup dan.margin, Anda perlu memahami tiga istilah berikut:<\/p>\n\n\n\n Ketiga istilah ini berperan dalam margin dan markup\u2014hanya dengan cara yang berbeda.<\/p>\n\n\n Baca juga: Deferred Revenue: Pengertian, Contoh, dan Cara Penjurnalannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Margin (atau margin laba kotor) menunjukkan pendapatan yang Anda peroleh setelah membayar HPP. Pada dasarnya, margin Anda adalah selisih antara apa yang Anda peroleh dan berapa banyak yang Anda keluarkan untuk mendapatkannya.<\/p>\n\n\n\n Untuk menghitung margin keuntungan, mulailah dengan laba kotor Anda, yaitu selisih antara pendapatan dan HPP. Kemudian, carilah persentase pendapatan yang merupakan laba kotor. <\/p>\n\n\n\n Untuk menemukannya, bagi laba kotor Anda dengan pendapatan. Kalikan totalnya dengan 100 dan voila\u2014Anda mendapatkan persentase margin Anda.<\/p>\n\n\n\n Mari kita masukkan arti margin ke dalam rumus perhitungan margin:<\/p>\n\n\n\n Margin = [(Pendapatan \u2013 COGS) \/ Pendapatan] X 100<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n ATAU<\/p>\n\n\n\n Margin = (Laba\/Pendapatan Kotor) X 100<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n Rumus margin mengukur berapa banyak pendapatan yang Anda peroleh setelah membayar biaya. Semakin besar marginnya, semakin besar persentase pendapatan yang Anda peroleh saat melakukan penjualan.<\/p>\n\n\n\n Baca juga: Akun Temporal dan Permanen Akuntansi: Pengertian dan Perbedaannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Mari kita lihat contoh cara menghitung margin. Anda menjual sepeda seharga 200.000 per buah. Setiap sepeda dikenakan biaya 150.000 untuk pembuatannya. Berapa margin Anda?<\/p>\n\n\n\n Untuk memulai, masukkan angka-angka tersebut ke dalam rumus margin:<\/p>\n\n\n\n Margin = [(200.000 \u2013 150.000) \/ 200.000] X 100<\/strong><\/p>\n\n\n\n Pertama, temukan laba kotor Anda dengan mengurangkan HPP (150.000) dari pendapatan Anda (200.000). Ini memberi Anda margin 50.000 (200.000 \u2013 150.000).<\/p>\n\n\n\n Kemudian, bagi total tersebut (50.000) dengan pendapatan Anda (200.000) untuk mendapatkan 0,25. Kalikan 0,25 dengan 100 untuk mengubahnya menjadi persentase (25%).<\/p>\n\n\n\n Margin = 25%<\/strong><\/p>\n\n\n\n Marginnya 25%, artinya Anda mendapat 25% dari total pendapatan Anda. Anda menghabiskan 75% pendapatan Anda untuk memproduksi sepeda.<\/p>\n\n\n\n Baca juga: 16 Jenis Audit yang Biasanya Ada dalam Sebuah Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Seperti margin, markup juga menggunakan pendapatan dan HPP. Namun, markup menunjukkan seberapa besar harga jual Anda dibandingkan dengan harga barang tersebut.<\/p>\n\n\n\n Untuk menghitung markup, mulailah dengan laba kotor Anda (Pendapatan \u2013 HPP). Lalu, carilah persentase HPP yang merupakan laba kotor dengan membagi laba kotor Anda dengan HPP\u2014bukan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n Mari kita masukkan arti markup ke dalam rumus:<\/p>\n\n\n\n Markup = [(Pendapatan \u2013 COGS) \/ COGS] X 100<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n ATAU<\/p>\n\n\n\n Markup = (Laba Kotor \/ COGS) X 100<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n Rumus markup mengukur seberapa banyak Anda menjual barang Anda daripada jumlah yang Anda bayarkan untuk barang tersebut. Semakin tinggi markupnya, semakin banyak pendapatan yang Anda peroleh saat melakukan penjualan.<\/p>\n\n\n\n Baca juga: Pengertian Gross Profit Margin, Cara Hitung, Manfaat dan Cara Meningkatkannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Mari kita lihat contoh sepeda di atas: Anda menjual sepeda seharga 200.000 per unit, dan biaya pembuatan setiap sepeda adalah 150.000. Apa markup Anda?<\/p>\n\n\n\n Untuk memulai, masukkan angka ke dalam rumus markup:<\/p>\n\n\n\n Markup = [(200.000 \u2013 150.000) \/ 150.000] X 100<\/strong><\/p>\n\n\n\n Pertama, temukan laba kotor Anda dengan mengurangkan HPP (150.000) dari pendapatan Anda (200.000). Ini memberikan hasil 50.000 (200.000 \u2013 150.000). <\/p>\n\n\n\n Kemudian, bagi total tersebut (50.000) dengan COGS Anda (150.000) untuk mendapatkan 0,33. Kalikan 0,33 dengan 100 untuk mengubahnya menjadi persentase (33%).<\/p>\n\n\n\n Markup = 33%<\/p>\n\n\n\n Markupnya adalah 33%, artinya Anda menjual sepeda Anda dengan harga 33% lebih tinggi dari jumlah yang Anda bayarkan untuk memproduksinya.<\/p>\n\n\n\n Baca juga: Pendapatan Marginal (Marginal Revenue) Adalah: Ini Pembahasan Lengkapnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Konsep margin keuntungan dan markup menunjukkan dua perspektif berbeda mengenai suatu transaksi. <\/p>\n\n\n\n Sederhananya, margin keuntungan adalah penjualan dikurangi HPP sedangkan markup adalah besarnya kenaikan HPP untuk mencapai harga jual akhir.<\/p>\n\n\n\n Berikut beberapa perbedaan antara keduanya:<\/p>\n\n\n\n Markup menunjukkan hubungan antara keuntungan penjualan dan HPP. Ini mewakili perbedaan antara jumlah pengeluaran bisnis untuk suatu produk dan jumlah biaya yang dikeluarkan pelanggan untuk membelinya.<\/p>\n\n\n\n Margin menunjukkan hubungan antara laba kotor atas penjualan dan pendapatan. Pendapatan mewakili total pendapatan yang diperoleh dari penjualan, dan laba kotor mengacu pada keuntungan yang diperoleh bisnis setelah dikurangi harga pokok penjualan.<\/p>\n\n\n\n Bisnis dapat menentukan markup mereka untuk menilai berapa banyak uang yang mereka peroleh dari suatu barang tertentu dibandingkan dengan berapa biaya untuk memproduksi atau memperoleh barang tersebut. <\/p>\n\n\n\n Dengan melihat markup yang terkait dengan item tertentu, bisnis dapat memastikan bahwa mereka memperoleh keuntungan dari setiap penjualan.<\/p>\n\n\n\n Daripada melihat satu item atau penjualan, margin biasanya melihat total pendapatan dan biaya organisasi. Ini menunjukkan berapa total pendapatan yang diperoleh bisnis setelah memperhitungkan biaya langsung dan tidak langsung yang terkait dengan produknya. <\/p>\n\n\n\n Individu dapat menentukan margin mereka untuk lebih memahami profitabilitas bisnis secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n Baca juga: Apa itu Margin of Safety dalam Akutansi?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Bisnis dapat menggunakan markup untuk menentukan harga eceran yang sesuai untuk produk mereka. <\/p>\n\n\n\n Menetapkan markup memastikan bahwa mereka memperoleh keuntungan dan menutupi biaya yang terkait dengan pengoperasian bisnis mereka. Markup juga membantu menunjukkan bagaimana uang masuk dan keluar dari bisnis.<\/p>\n\n\n\n Sebaliknya, bisnis dapat menggunakan margin untuk menilai kinerja akhir tahun dan profitabilitas atas semua barang yang terjual. <\/p>\n\n\n\n Margin memberikan gambaran pendapatan perusahaan yang lebih akurat karena menunjukkan pendapatan yang diperoleh bisnis setelah dikurangi HPP. Karena markup tidak memperhitungkan biaya-biaya tersebut, terkadang markup melebih-lebihkan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n Intinya, jika ingin memperoleh margin tertentu, Anda harus menaikkan harga pokok produk dengan persentase lebih besar dari besaran margin karena yang dihitung markupnya adalah biaya, bukan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n Karena angka biaya harus lebih rendah dari angka pendapatan, persentase markup harus lebih tinggi dari persentase margin.<\/p>\n\n\n\n Baca juga: Rumus dan Contoh Rasio Margin Kontribusi (Margin Contribution Ratio)<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Saat menghitung margin keuntungan dan markup, Anda menggunakan input yang sama: harga eceran yang terkait dengan suatu produk. <\/p>\n\n\n\n Mereka juga terkait dan bergantung satu sama lain. Dalam hal operasional bisnis, markup dan margin saling bergantung satu sama lain untuk memastikan profitabilitas. <\/p>\n\n\n\n Bisnis harus menetapkan persentase markup yang berada di atas persentase margin mereka untuk menghasilkan uang. Ketika markup lebih tinggi, hal ini menciptakan peningkatan pendapatan. Peningkatan ini kemudian menghasilkan margin keuntungan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n Kabar baiknya adalah margin dan markup berinteraksi dengan cara yang dapat diprediksi. Setiap markup berhubungan dengan margin tertentu dan sebaliknya. Markup selalu lebih tinggi dari margin terkait.<\/p>\n\n\n\n Anda dapat menggunakan grafik margin vs markup kami untuk menemukan konversi cepat untuk markup dan margin.<\/p>\n\n\n\nMargin dan Markup<\/h2>\n\n\n\n
\n
<\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\nApa itu Margin?<\/h2>\n\n\n\n
\n
\n
Contoh perhitungan margin dan cara menghitung margin)<\/h3>\n\n\n\n
Apa itu Markup?<\/h2>\n\n\n
<\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n
\n
Contoh perhitungan markup<\/h3>\n\n\n\n
Apa Perbedaan Antara Margin dan Markup?<\/h2>\n\n\n\n
Perspektif<\/h3>\n\n\n\n
Cakupan<\/h3>\n\n\n\n
Penggunaan<\/h3>\n\n\n\n
Apa Hubungan Antara Markup dan Margin?<\/h2>\n\n\n
<\/figure>\n<\/div>\n\n\n