{"id":28061,"date":"2024-05-28T12:10:24","date_gmt":"2024-05-28T05:10:24","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=28061"},"modified":"2025-04-30T11:07:27","modified_gmt":"2025-04-30T04:07:27","slug":"book-to-bill-ratio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/","title":{"rendered":"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Book to bill ratio<\/em> adalah perhitungan sederhana yang memberikan indikasi seberapa baik bisnis Anda dengan membandingkan pendapatan Anda dari penjualan sebelumnya dengan pendapatan yang diharapkan dari penjualan baru dalam periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p> Dengan kata lain, rasio ini membandingkan jumlah pendapatan dari pemesanan baru dengan jumlah yang ditagih untuk periode tersebut, sesuai dengan namanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini berguna untuk bisnis dengan <em>lead time<\/em> yang lebih lama untuk produk atau layanan mereka &#8211; dengan kata lain, ketika ada penundaan antara titik ketika pesanan diambil dan titik ketika pesanan itu dikirim dan pembayaran diambil.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu <em>book to bill ratio<\/em> beserta rumus dan juga contoh kasus dalam menggunakan rasio ini.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu<em> Book To Bill Ratio<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"563\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-3.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-28068\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-3.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-3-300x169.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-3-768x432.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><em>Book to bill ratio<\/em>&nbsp;adalah rasio pesanan yang diterima terhadap pesanan yang dikirim untuk mengukur kesenjangan permintaan dan penawaran produk atau layanan bisnis. Rasio ini merupakan indikator yang kuat untuk kesehatan bisnis atau perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, ini dapat dipahami sebagai perbandingan jumlah pesanan yang masuk dengan jumlah pesanan yang keluar.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini menunjukkan seberapa efisien sebuah bisnis memenuhi permintaan untuk produk atau layanannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika nilai rasio ini lebih besar dari satu, ini berarti menunjukkan permintaan yang tinggi, sementara rasio kurang dari satu menunjukkan penurunan permintaan. Ketika rasio ini sama dengan satu, maka permintaan dan penawaran akan berada dalam jumlah yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi sederhananya <em>book-to-bill<\/em> adalah rasio pesanan yang diterima terhadap tagihan atau faktur yang dikirim selama periode tertentu. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat pasokan memenuhi permintaan produk atau layanan oleh bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Book to bill ratio<\/em>&nbsp;atau rasio BB menghitung naik turunnya permintaan untuk suatu barang atau jasa dan memberikan indikasi awal apakah bisnis sedang naik atau turun.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Book to bill ratio<\/em>&nbsp;mengukur-<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Apakah sebuah bisnis memiliki lebih banyak pesanan daripada yang dapat dipenuhi (rasio BB&gt;1)<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah bisnis memiliki pesanan yang sama dengan yang dapat dikirim (rasio BB =1)<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah bisnis memiliki pesanan yang lebih sedikit daripada yang dapat dipenuhi (rasio BB &lt;1)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Secara keseluruhan, <em>Book to bill ratio<\/em>&nbsp;akan mengindikasikan permintaan yang kuat jika rasionya lebih dari satu. Permintaan dianggap turun dengan rasio yang menurun (kurang dari satu).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/behavioral-finance\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Behavioral Finance: Pengertian, Konsep, dan Bias<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 3 kledo\" class=\"wp-image-4991\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pentingnya Menghitung <em>Book to Bill Ratio<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Rasio ini sangat penting dalam industri di mana permintaan pelanggan tidak stabil. Manajemen, dalam hal ini, mencoba untuk memahami kapan kapasitas harus dikurangi untuk memenuhi permintaan yang menurun.<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai rasio yang tinggi menunjukkan bahwa bisnis tersebut solid dan kuat, sehingga menarik pelanggan. Nilai yang tinggi menunjukkan bahwa bisnis tersebut layak untuk diinvestasikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, nilai yang lebih rendah atau menurun menunjukkan adanya masalah yang akan datang dan menunjukkan bahwa perusahaan sedang menuju kebangkrutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Angka <em>Book to bill ratio<\/em>&nbsp;membantu dalam memahami efisiensi tenaga penjualan atau salesman perusahaan. Oleh karena itu, rasio ini membantu dalam mendapatkan gambaran tentang perusahaan dan ke mana arahnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, investor mencermati angka ini ketika mereka berencana untuk membeli saham karena rasio yang tinggi menunjukkan bisnis yang kuat yang layak investasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-value-of-equity-bev\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Book Value of Equity (BEV): Rumus, Kalkulator, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Rumus Perhitungan <em>Book to Bill Ratio<\/em>?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"563\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-2.jpeg\" alt=\"book to bill ratio 2\" class=\"wp-image-28067\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-2.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-2-300x169.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-2-768x432.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Perhitungan <em>Book to bill ratio<\/em>&nbsp;dilakukan dengan membagi nilai pemesanan dengan total pendapatan dalam periode tertentu, biasanya satu bulan atau satu kuartal. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, rasio ini dapat dipahami sebagai nilai pemesanan dibagi dengan pendapatan dari penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dihitung sebagai<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong><em>Book to bill ratio<\/em>&nbsp;= Pesanan yang Diterima \/ Pesanan yang Telah Diselesaikan Ditagih<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Ini juga dapat disebutkan sebagai:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong><em>Book to bill<\/em> = Pesanan Diterima \/ Pesanan Dikirim<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Investor atau <em>trader<\/em> yang bekerja di sektor teknologi tinggi seperti manufaktur kedirgantaraan atau pertahanan memiliki minat yang signifikan dalam rasio ini untuk membuat model bisnis yang kuat yang mempertahankan rasio penawaran dan permintaan dalam periode yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Industri semikonduktor juga menggunakan rasio ini untuk mengukur kesenjangan penawaran dan permintaan pada periode pelaporan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rasio-biaya-variabel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rasio Biaya Variabel: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kasus dalam Menghitung Rasio <em>Book To Bill <\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Misalkan bisnis perusahaan manufaktur menerima pesanan senilai 10.000 unit selama satu bulan, dan perusahaan mengirimkan dan menagih 8.000 unit dari pesanan tersebut selama bulan itu.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong><em>Book to bill ratio<\/em>&nbsp;= 10.000 \/ 8.000 = 1,25<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Rasio ini menunjukkan peningkatan permintaan untuk produknya dibandingkan dengan pesanan sebelumnya, yang menguntungkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Industri pekerjaan konsultan juga sering menggunakan rasio ini. Sebagai contoh, <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Accenture\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Accenture menyebutkan rasio book to bill-nya <\/a>sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Pemesanan baru sebesar $10 miliar untuk kuartal ini, mencerminkan pertumbuhan 19% dalam mata uang lokal dibandingkan tahun lalu. <\/p>\n\n\n\n<p>Pemesanan konsultasi kami mencapai $5,9 miliar, dengan book-to-bill 1,1, dan merupakan angka tertinggi sepanjang masa. Pemesanan outsourcing mencapai $4 miliar, dengan book-to-bill sebesar 0,9.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/expense-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Expense Ratio, Komponen, Rumus, dan Cara Hitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Faktor-faktor yang Mempengaruhi <em>Book to Bill Ratio<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"563\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-1.jpeg\" alt=\"book to bill ratio 1\" class=\"wp-image-28066\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-1-768x432.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Jelas sekarang bahwa <em>back to bill <\/em>adalah rasio yang menunjukkan permintaan dan penawaran dalam industri. Ini adalah rasio pesanan yang diambil terhadap faktur yang dikirim selama periode tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini membandingkan pelanggan saat ini, pesanan yang diambil, dengan pelanggan sebelumnya, yang berarti faktur yang dikirim.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio <em>book to bill<\/em>&nbsp;menghitung naik turunnya permintaan suatu barang atau jasa. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi rasio <em>book to bill:<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penurunan permintaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan mungkin akan mengalami penurunan laba karena faktor musiman, dan permintaan untuk produk secara khusus juga mungkin akan menurun. Penurunan permintaan akan menyebabkan penurunan rasio dalam beberapa industri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Masalah karyawan<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada kalanya perusahaan mengalami kerugian karena kondisi tertentu, misalnya pemogokan karyawan. Perusahaan tidak dapat menyelesaikan pesanan dalam kasus tersebut, yang menyebabkan penurunan pesanan yang ditagih dan memengaruhi rasio<em> book to bill.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/debt-to-ebitda-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Debt To EBITDA Ratio: Pengertian dan Cara Hitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Publisitas negatif perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Terkadang, perusahaan mendapatkan <em>feedback<\/em> negatif, dan reputasinya menurun karena beberapa berita negatif lain yang dipublikasikan terhadapnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus seperti itu, jumlah pesanan yang diterima mungkin menurun, yang juga akan merugikan perusahaan. Di sisi lain, jika citra perusahaan tinggi, makan akan meningkatkan permintaan, yang mengarah ke rasio <em>book to bill<\/em> yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kerusakan peralatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Kerusakan pada mesin dan peralatan perusahaan, misalnya, peralatan pabrik yang rusak, dapat berdampak negatif pada produktivitas perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini akan berdampak negatif, karena jumlah pesanan yang diselesaikan akan menurun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sharpe-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sharpe Ratio: Rumus, Cara Hitung, dan Kalkulator Gratisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bisnis Apa Saja yang Menggunakan <em>Book to Bill Ratio<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Book to bill<\/em>&nbsp;merupakan rasio umum yang digunakan oleh sebagian besar perusahaan yang membutuhkan waktu untuk memenuhi pesanan produk dan layanan mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan ini termasuk agen pemasaran, perusahaan manufaktur, pengembang situs web, dan penyedia layanan lainnya. Meskipun tidak selalu, banyak perusahaan B2B juga banyak menggunakan rasio ini.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Book to bill ratio<\/em>&nbsp;tidak berlaku di semua perusahaan, terutama perusahaan yang menerima pembayaran saat penjualan dikonfirmasi. Rasio dalam bisnis seperti itu selalu tepat satu.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini terjadi karena penempatan dan pembayaran pesanan dilakukan pada waktu yang sama. Hal ini membuat perusahaan membagi angka penjualan mereka untuk produk tertentu dengan sendirinya, yang mengarah ke rasio yang tersisa satu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-rationing-penjatahan-modal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pembahasan Lengkap Capital Rationing atau Penjatahan Modal<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagai catatan penutup, jelas bahwa <em>book to bill ratio<\/em> sangat penting bagi investor dan juga perusahaan yang terlibat dalam pembuatan pesanan secara massa dan memiliki proses produksi yang sesuai pesanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini berguna untuk menunjukkan apakah sebuah perusahaan memiliki prospek yang positif atau tidak, karena rasio yang tinggi menunjukkan penjualan yang lebih signifikan untuk bisnis di waktu berikutnya atau periode mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan Anda menghitung setiap nilai bahan baku untuk setiap proses produk dan bandingkan dengan nilai pembayaran yang Anda terima untuk mendapatkan informasi mendalam tentang keuntungan yang akan Anda dapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan Anda memiliki proses akuntansi yang sesuai dengan standar dan hindari proses pembukuan manual yang memakan waktu dan rentan kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai solusi, Anda bisa mencoba menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> online seperti Kledo yang memiliki fitur terlengkap dengan harga terjangkau dan mudah digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki memudahkan Anda membuat lebih dari 50 laporan keuangan secara instan, manajemen aset dan persediaan lebih baik, terintegrasi dengan sistem payroll dan HR, dan masih banyak lagi fitur yang akan membantu Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari atau selamanya melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Book to bill ratio adalah perhitungan sederhana yang memberikan indikasi seberapa baik bisnis Anda dengan membandingkan pendapatan Anda dari penjualan sebelumnya dengan pendapatan yang diharapkan dari penjualan baru dalam periode tertentu. Dengan kata lain, rasio ini membandingkan jumlah pendapatan dari pemesanan baru dengan jumlah yang ditagih untuk periode tersebut, sesuai dengan namanya. Rasio ini berguna [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":28069,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[12641,12640,105,12639,12642,1134,1264],"class_list":["post-28061","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-apa-itu-book-to-bill-ratio","tag-contoh-book-to-bill-ratio","tag-kledo","tag-manfaat-book-to-bill-ratio","tag-rumus-book-to-bill-ratio","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu book to bill ratio beserta rumus dan juga contoh kasus dalam menggunakan rasio ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu book to bill ratio beserta rumus dan juga contoh kasus dalam menggunakan rasio ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-28T05:10:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-30T04:07:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya\",\"datePublished\":\"2024-05-28T05:10:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-30T04:07:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/\"},\"wordCount\":1312,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/book-to-bill-ratio-banner.jpg\",\"keywords\":[\"apa itu book to bill ratio\",\"contoh book to bill ratio\",\"kledo\",\"manfaat book to bill ratio\",\"rumus book to bill ratio\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/\",\"name\":\"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/book-to-bill-ratio-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2024-05-28T05:10:24+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-30T04:07:27+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu book to bill ratio beserta rumus dan juga contoh kasus dalam menggunakan rasio ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/book-to-bill-ratio-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/book-to-bill-ratio-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/book-to-bill-ratio\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya","description":"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu book to bill ratio beserta rumus dan juga contoh kasus dalam menggunakan rasio ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya","og_description":"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu book to bill ratio beserta rumus dan juga contoh kasus dalam menggunakan rasio ini.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2024-05-28T05:10:24+00:00","article_modified_time":"2025-04-30T04:07:27+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya","datePublished":"2024-05-28T05:10:24+00:00","dateModified":"2025-04-30T04:07:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/"},"wordCount":1312,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-banner.jpg","keywords":["apa itu book to bill ratio","contoh book to bill ratio","kledo","manfaat book to bill ratio","rumus book to bill ratio","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/","name":"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-banner.jpg","datePublished":"2024-05-28T05:10:24+00:00","dateModified":"2025-04-30T04:07:27+00:00","description":"Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu book to bill ratio beserta rumus dan juga contoh kasus dalam menggunakan rasio ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/book-to-bill-ratio-banner.jpg","width":2083,"height":1041},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/book-to-bill-ratio\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Book To Bill Ratio: Pengertian, Rumus, Contoh Kasusnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28061","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28061"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36088,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28061\/revisions\/36088"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}