{"id":28478,"date":"2024-06-18T15:52:00","date_gmt":"2024-06-18T08:52:00","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=28478"},"modified":"2024-12-27T11:19:25","modified_gmt":"2024-12-27T04:19:25","slug":"adjusted-present-value","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/","title":{"rendered":"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Para profesional keuangan menggunakan <em>adjusted present value <\/em>(APV) untuk penilaian perusahaan dan proyek. APV adalah bentuk modifikasi dari <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/net-present-value\/\">net present value<\/a><\/em>, yang mempertimbangkan nilai saat ini dari biaya pembiayaan utang, termasuk biaya penerbitan utang, perlindungan pajak, subsidi keuangan, dan biaya kesulitan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Adjusted present value<\/em> (APV) adalah metode penilaian yang menggabungkan efek leverage keuangan, khususnya dampak pembiayaan utang, terhadap nilai proyek atau investasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Ide dasar di balik APV adalah mengevaluasi nilai sekarang dari sisi operasi (arus kas proyek) dan sisi pembiayaan (manfaat atau biaya yang terkait dengan penggunaan utang) secara terpisah, kemudian menggabungkannya untuk menentukan nilai keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami cara menghitung APV dapat bermanfaat bagi karier Anda di bidang keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu <em>adjusted present value<\/em> (APV) secara lebih rinci dan bagaimana cara menghitungnya, serta keuntungan menggunakannya dan cara-cara yang dapat Anda terapkan dalam bisnis.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan <em>Adjusted Present Value<\/em> atau APV?<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Adjusted present value<\/em> atau APV mengacu pada <em>net present value <\/em>atau NPV suatu organisasi yang semata-mata didasarkan pada pembiayaan ekuitas dan nilai sekarang dari semua manfaat pembiayaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat keuangan ini dapat mencakup perlindungan pajak yang timbul dari pengurangan pajak atas biaya dan bunga, seperti kesulitan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus untuk APV adalah:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong><em>Adjusted present value<\/em> = NPV  + nilai sekarang dari dampak bersih utang<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Untuk lebih memahami APV, ada baiknya kita melihat komponen utama APV dan menyoroti perbedaan antara APV dan <em>net present value<\/em> (NPV). Mari kita bahas lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/present-value\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Present Value: Pengertian, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komponen <em>Adjusted Present Value<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada dua komponen APV, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">NPV<\/h3>\n\n\n\n<p>Ini mengacu pada nilai sekarang perusahaan, dengan asumsi perusahaan tidak memiliki utang sebagai bagian dari struktur modalnya. Model penetapan harga aset modal atau <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-asset-pricing-model-capm\/\" target=\"_blank\">capital asset pricing model (CAPM)<\/a> membantu mendiskontokan arus kas yang tidak terikat pada biaya modal yang tidak terikat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai sekarang dari pembiayaan efek bersih utang<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu manfaat pembiayaan dari utang adalah perlindungan pajak bunga karena beban bunga atas utang cenderung dapat dikurangkan dari pajak, sehingga mengurangi pajak yang harus dibayarkan pada periode tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan APV dapat membantu Anda mengetahui apakah penambahan utang dapat menghasilkan peningkatan atau penurunan nilai yang cukup besar.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner%20\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 1 kledo\" class=\"wp-image-4989\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/overhead-absorption-rate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Menghitung Overhead Absorption Rate dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Antara APV dan NPV?<\/h2>\n\n\n\n<p>Pendekatan NPV memasukkan semua asumsi utang ke dalam biaya utang dan menggunakan biaya modal rata-rata tertimbang atau<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wacc-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> <em>weighted average cost of capital&nbsp;(WACC)<\/em><\/a> sebagai tingkat diskonto. <\/p>\n\n\n\n<p>WACC tidak mempertimbangkan sebagian besar dampak keuangan, seperti perlindungan pajak bunga di masa depan dan kesulitan keuangan, yang berarti tingkat diskonto yang tidak fleksibel. <\/p>\n\n\n\n<p>WACC juga berlaku untuk arus kas yang <em>leverage<\/em> baik untuk pemegang utang maupun ekuitas. Sebagai perbandingan, APV membedakan arus kas <em>levered<\/em> dan <em>unlevered<\/em> dan mendiskontokannya secara terpisah. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini membantu memberikan nilai yang akurat atas biaya utang dan ekuitas serta arus kas yang tersedia bagi pemegang utang dan ekuitas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sales-to-working-capital\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rasio Sales to Working Capital: Pengertian, Rumus, dan Contoh Kasus<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menghitung <em>Adjusted Present Value<\/em>?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"500\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-3.jpeg\" alt=\"Adjusted Present Value 3\" class=\"wp-image-28483\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-3.jpeg 900w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-3-300x167.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-3-768x427.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Berikut langkah-langkah yang dapat Anda gunakan untuk menghitung APV:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Siapkan perkiraan arus kas<\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama adalah menyiapkan perkiraan arus kas untuk perusahaan, proyek, atau lini bisnis. Arus kas ini adalah arus kas tanpa leverage yang hanya tersedia untuk pemegang saham. <\/p>\n\n\n\n<p>Pertimbangkan untuk memperhitungkan perubahan dalam modal kerja bersih, arus kas operasi setelah pajak, dan belanja modal, di antara perubahan aset setelah pajak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Identifikasi nilai terminal atau <em>terminal value <\/em>(TV)<\/h3>\n\n\n\n<p>Memperkirakan arus kas terlalu jauh ke depan dapat menghasilkan nilai yang tidak akurat. Inilah sebabnya mengapa Anda memerlukan asumsi <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/terminal-value\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">terminal value (TV)<\/a><\/em> untuk mengidentifikasi arus kas perpetual pada akhir periode yang diperkirakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk menemukan nilai terminal, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Metode kelipatan<\/h4>\n\n\n\n<p>Dalam metode ini, Anda menerapkan kelipatan seperti nilai terminal untuk laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) atau nilai terminal untuk laba sebelum bunga, pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Rumus metode kelipatan adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>TV = Kelipatan keluar 12 bulan terakhir X statistik yang diproyeksikan<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Statistik yang diproyeksikan adalah statistik yang relevan untuk tahun sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/gordon-growth-model\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Gordon growth model<\/a><\/em><\/h4>\n\n\n\n<p>Metode ini adalah rumus perpetual dalam <em>gordon growth model<\/em> yang mengasumsikan tingkat pertumbuhan yang tidak berubah untuk menghitung arus kas perpetual. <\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat pertumbuhan ini setara dengan tingkat inflasi dan cenderung lebih rendah dari tingkat pertumbuhan ekonomi. <\/p>\n\n\n\n<p>Rumus <em>gordon growth model<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>TV = <em>Free cashflow<\/em> x (1+g)\/ (WACC &#8211; g)<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Di mana g adalah tingkat pertumbuhan perpetual.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-menghitung-nopat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara dan Contoh Menghitung NOPAT dalam Laporan Keuangan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mendiskontokan <em>terminal value<\/em> dan arus kas<\/h3>\n\n\n\n<p>Diskontokan arus kas dan <em>terminal value<\/em> ke <em>present value <\/em>dengan menggunakan tingkat diskonto yang sesuai. <\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat diskonto mencerminkan biaya peluang modal bagi pemegang ekuitas, yang merupakan pengembalian yang diharapkan atas aset. Arus kas yang didiskontokan adalah nilai sekarang tanpa leverage dari perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengevaluasi<em> net side effects<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada langkah ini, Anda bisa menghitung <em><em>net side effects<\/em><\/em> yang muncul dari penggunaan utang. <\/p>\n\n\n\n<p>Yang paling umum adalah perlindungan pajak bunga, yang dapat dikurangkan dari pajak. <\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, Anda mengurangi bunga dari penghasilan sebelum pajak. Sebagai contoh:<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah perusahaan dengan struktur modal pembiayaan ekuitas memiliki laba sebelum pajak sebesar 2.000.000.000 dan tarif pajak 30%. <\/p>\n\n\n\n<p>Berapakah pendapatan perusahaan dan pajak yang harus dibayarkan?<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pendapatan = 2.000.000.000 * (1-0,3) = 1400.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Pajak yang harus dibayar = 600.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Misalkan perusahaan yang sama memiliki pembiayaan utang, dengan beban bunga sebesar 200.000.000. Penghasilannya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>1.800.000.000* (1-0.3)) = 1.260.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Pajak yang harus dibayar = 540.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dari perhitungan di atas, perusahaan yang menggunakan utang akan membayar pajak lebih rendah daripada perusahaan yang hanya menggunakan pembiayaan ekuitas. <\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi jika perusahaan menggunakan terlalu banyak utang, risiko dan biaya modal yang <em>unlevered<\/em> akan meningkat, sehingga mengimbangi manfaat dari perlindungan pajak. <\/p>\n\n\n\n<p>Hitung <em>present value <\/em>dari <em>net effects <\/em>dengan menambahkan default spread ke tingkat bebas risiko dan buat kurva imbal hasil dari biaya utang setelah pajak atau utang yang ada dari beban bunga sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/future-value\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Rumus Future Value dan Kalkulator Future Value Gratis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Rangkum <em>present value<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah langkah terakhir yang diperlukan untuk mendapatkan <em>adjusted present value<\/em>. Ini termasuk menambahkan nilai sekarang dari perusahaan yang tidak memiliki utang yang diperoleh pada langkah ketiga ke <em>net present value<\/em> dari efek bersih utang yang diperoleh pada langkah keempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan APV bersifat fleksibel, dan Anda dapat menyesuaikan pendekatan ini dengan kebutuhan Anda, menyesuaikan arus kas dan tingkat diskonto untuk mencerminkan risiko.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/value-at-risk-var\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Value at Risk (VaR), Rumus, dan Metode Penghitungannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Asumsi <em>Adjusted Present Value<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"563\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-2.jpeg\" alt=\"Adjusted Present Value 2\" class=\"wp-image-28482\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-2.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-2-300x169.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-2-768x432.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Untuk menghitung dan memahami APV, Anda mungkin ingin membiasakan diri dengan asumsinya terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa asumsi umum meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Semua utang bersifat perpetual.<\/li>\n\n\n\n<li>Risiko rata-rata proyek lain dalam perusahaan sama dengan risiko proyek, yang merupakan risiko perusahaan. Ini berarti Anda mendasarkan tingkat diskonto yang Anda gunakan untuk sebuah proyek pada risiko perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pajak perusahaan adalah satu-satunya ketidaksempurnaan pasar yang diperhitungkan pada tingkat utang. Ini berarti Anda hanya memperhitungkan bunga tax shield sebagai efek bersih dari utang dan mengabaikan efek samping lainnya, seperti kesulitan keuangan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kapan harus mengaplikasikan <em>adjusted present value<\/em>?<\/h3>\n\n\n\n<p>Pendekatan APV adalah ukuran nilai yang sangat baik dalam sebagian besar situasi, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan<\/li>\n\n\n\n<li>perusahaan dengan utang yang sangat besar<\/li>\n\n\n\n<li>perusahaan dengan struktur modal yang dinamis<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/scrap-value\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Scrap Value dalam Akuntansi dan Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Keuntungan Menghitung <em>Adjusted Present Value<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Beberapa keuntungan menggunakan pendekatan APV antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fleksibilitas<\/h3>\n\n\n\n<p>APV dapat bermanfaat bagi organisasi yang rasio utang terhadap ekuitasnya terus berubah. Pendekatan ini juga dapat bermanfaat bagi perusahaan yang menangani banyak proyek yang padat modal dan juga perusahaan yang memiliki peluang untuk melakukan pembelian dengan leverage.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kompatibel dengan pembayaran utang<\/h3>\n\n\n\n<p>Semua jadwal pembayaran pinjaman biasanya disertakan saat menghitung APV, sedangkan tidak semua pembayaran utang diperhitungkan saat menghitung NPV.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Transparansi<\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara NPV hanya melihat item yang terlihat dalam kewajiban dan aset, APV mempertimbangkan biaya dunia nyata yang memengaruhi operasi. Ini termasuk menerbitkan obligasi, mengajukan kebangkrutan, dan menghapus pengeluaran seperti potongan pajak.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/time-of-value-money\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Time Value of Money Adalah: Konsep, Rumus, Contoh, dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kasus dalam Menghitung <em>Adjusted Present Value<\/em> <\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"666\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-1.jpeg\" alt=\"Adjusted Present Value 1\" class=\"wp-image-28481\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Adjusted-Present-Value-1-768x511.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Berikut adalah contoh cara menghitung APV untuk memandu Anda dalam menghitung APV untuk perusahaan Anda:<\/p>\n\n\n\n<p>Asumsikan sebuah perusahaan menghasilkan 50 milyar dan arus kas setelah pajak sebesar 10 milyar. Tingkat <em>risk-free<\/em> adalah 3%, imbal hasil pasar 12%, beta 1,5, biaya utang 8%, tarif pajak 30%, dan beban bunga 2 milyar. <\/p>\n\n\n\n<p>Hitunglah APV dari perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jawaban:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mencari biaya tanpa utang perusahaan, yang merupakan biaya ekuitas, Anda dapat menggunakan rumus CAPM, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>CAPM = RF + B (MR &#8211; RF)<\/li>\n\n\n\n<li>CAPM = 3% + 1,5 (12% &#8211; 3%)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Biaya perusahaan <em>unlevered<\/em> = 16,5%<\/p>\n\n\n\n<p>PV arus kas = 10 milyar\/16,5% = 60,61 milyar<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan asumsi investasi awal sebesar 50 milyar:<\/p>\n\n\n\n<p>NPV = 60,61 milyar &#8211; 50 milyar = 10,61 milyar<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, hitung <em>present value <\/em>dari<em> net effects of debt<\/em>, yang merupakan PV dari penghematan pajak:<\/p>\n\n\n\n<p>PV penghematan pajak = 2 milyar * 0,3\/0,008 = 7,5 milyar<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>APV = 10,61 milyar + 7,5 milyar<\/li>\n\n\n\n<li>APV = 18,11 milyar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/market-value-added-mva\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Market Value Added (MVA): Pengertian, Fungsi dan Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Adjusted present value<\/em> dianggap fleksibel, mudah, dan transparan. Metode ini dapat mengakomodasi berbagai komponen pembiayaan proyek yang kompleks, situasi khusus, atau berbagai interaksi efek investasi dan pembiayaan dalam bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemilik bisnis dan pengguna profesional formula APV dapat menyempurnakannya sesuai dengan skenario spesifik yang terlibat dalam proses pengelolaan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan juga Anda memiliki proses pencatatan dan pengelolaan keuangan yang modern untuk memudahkan Anda dalam proses pembuatan dan analisis laporan keuangan bisnis .<\/p>\n\n\n\n<p>JIka Anda belum memiliki proses yang baik, Anda bisa mencoba menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> seperti Kledo yang sudah digunakan oleh lebih dari 75 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari atau selamanya melalui<strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para profesional keuangan menggunakan adjusted present value (APV) untuk penilaian perusahaan dan proyek. APV adalah bentuk modifikasi dari net present value, yang mempertimbangkan nilai saat ini dari biaya pembiayaan utang, termasuk biaya penerbitan utang, perlindungan pajak, subsidi keuangan, dan biaya kesulitan keuangan. Adjusted present value (APV) adalah metode penilaian yang menggabungkan efek leverage keuangan, khususnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":28484,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[12795,12796,12797,105,12794,1134,1264],"class_list":["post-28478","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-adjusted-present-value-bisnis","tag-cara-hitung-adjusted-present-value","tag-contoh-kasus-adjusted-present-value","tag-kledo","tag-rumus-adjusted-present-value","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu adjusted present value (APV) secara lebih rinci dan bagaimana cara menghitungnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu adjusted present value (APV) secara lebih rinci dan bagaimana cara menghitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-18T08:52:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-27T04:19:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/adjusted-Present-Value-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya\",\"datePublished\":\"2024-06-18T08:52:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-27T04:19:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/\"},\"wordCount\":1517,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/adjusted-Present-Value-banner.jpg\",\"keywords\":[\"adjusted present value bisnis\",\"cara hitung adjusted present value\",\"contoh kasus adjusted present value\",\"kledo\",\"rumus adjusted present value\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/\",\"name\":\"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/adjusted-Present-Value-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-18T08:52:00+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-27T04:19:25+00:00\",\"description\":\"Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu adjusted present value (APV) secara lebih rinci dan bagaimana cara menghitungnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/adjusted-Present-Value-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/adjusted-Present-Value-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041,\"caption\":\"adjusted Present Value banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/adjusted-present-value\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya","description":"Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu adjusted present value (APV) secara lebih rinci dan bagaimana cara menghitungnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya","og_description":"Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu adjusted present value (APV) secara lebih rinci dan bagaimana cara menghitungnya","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2024-06-18T08:52:00+00:00","article_modified_time":"2024-12-27T04:19:25+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/adjusted-Present-Value-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya","datePublished":"2024-06-18T08:52:00+00:00","dateModified":"2024-12-27T04:19:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/"},"wordCount":1517,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/adjusted-Present-Value-banner.jpg","keywords":["adjusted present value bisnis","cara hitung adjusted present value","contoh kasus adjusted present value","kledo","rumus adjusted present value","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/","name":"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/adjusted-Present-Value-banner.jpg","datePublished":"2024-06-18T08:52:00+00:00","dateModified":"2024-12-27T04:19:25+00:00","description":"Dalam artikel ini, kami menjelaskan apa itu adjusted present value (APV) secara lebih rinci dan bagaimana cara menghitungnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/adjusted-Present-Value-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/adjusted-Present-Value-banner.jpg","width":2083,"height":1041,"caption":"adjusted Present Value banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/adjusted-present-value\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Adjusted Present Value: Pengertian, Komponen dan Cara Hitungnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28478","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28478"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28478\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32769,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28478\/revisions\/32769"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28478"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28478"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28478"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}