{"id":28709,"date":"2024-07-03T13:56:04","date_gmt":"2024-07-03T06:56:04","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=28709"},"modified":"2025-05-30T11:42:14","modified_gmt":"2025-05-30T04:42:14","slug":"depresiasi-dan-amortisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/","title":{"rendered":"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)"},"content":{"rendered":"\n<p>Depresiasi dan amortisasi adalah metode yang menentukan pengurangan atau penurunan biaya aset berwujud dan tidak berwujud selama periode tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Setiap organisasi berinvestasi pada aset tetap atau tidak bergerak. Seiring berjalannya waktu, aset yang tahan lama (ponsel, mesin, truk, dll.) akan kehilangan nilainya. Dengan kata lain, aset-aset tersebut mengalami amortisasi atau depresiasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Terkadang, kita menggunakan istilah depresiasi dan amortisasi secara bergantian, dan dalam akuntansi, keduanya memiliki konsep yang serupa tetapi tidak sama. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan perbedaan antara amortisasi dan depresiasi. Pelajari apa itu penyusutan dan amortisasi. Jelajahi perbedaan antara penyusutan dan amortisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat membeli properti atau berinvestasi dalam aset yang berhubungan dengan bisnis, penting untuk memahami kedua konsep akuntansi ini. Mempelajari perbedaan antara kedua prinsip ini dapat membantu Anda membuat keputusan keuangan yang lebih baik yang menghemat waktu dan uang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kami mendefinisikan depresiasi dan amortisasi, menjelaskan perbedaannya, dan memberikan contoh kedua metode akuntansi ini.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Depresiasi?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"750\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-1.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-28713\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-1-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Depresiasi atau penyusutan mengacu pada penurunan nilai aset tetap berwujud, seperti mesin atau bangunan, karena penggunaan, keausan, dan keusangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Penyusutan dicatat sebagai beban pada laporan laba rugi dan digunakan untuk mengurangi nilai buku aset di neraca.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa contoh aset tetap atau aset berwujud yang biasanya disusutkan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bangunan<\/li>\n\n\n\n<li>Peralatan kantor<\/li>\n\n\n\n<li>Kendaraan<\/li>\n\n\n\n<li>Mesin<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 2 kledo\" class=\"wp-image-4990\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-kalkulator-amortisasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rumus Amortisasi dan Kalkulator Amortisasi Gratis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa saja jenis depresiasi?<\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis-jenis metode penyusutan adalah &#8211;<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/penyusutan-garis-lurus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Depresiasi Garis Lurus<\/a>: <\/strong>Dalam metode penyusutan garis lurus, penyusutan dipertimbangkan dalam hal rentang waktu dan konsumsi\/penggunaan aset. Ini adalah metode yang sederhana dan menerapkan jumlah penyusutan yang sama setiap tahun ketika nilai aset berkurang.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/penyusutan-saldo-menurun\/\"><strong>Penyusutan Saldo Menurun<\/strong><\/a>: Metode penyusutan saldo menurun menyusutkan aset pada tingkat yang lebih tinggi pada tahun-tahun awal masa pakainya dan mengurangi tingkat penyusutan dari waktu ke waktu. Hal ini mencerminkan bahwa aset akan kehilangan nilai lebih cepat pada tahun-tahun awal penggunaannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Penyusutan Tahunan: Dalam metode penyusutan tahunan, biaya <em>scrap<\/em> diturunkan setiap tahun. Nilai aset secara bertahap menurun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyusutan Unit Produksi:<\/strong> Dalam metode ini, nilai aset dibagi dengan jumlah unit yang dapat diproduksi selama masa manfaatnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyusutan Dipercepat:<\/strong> Penyusutan yang dipercepat akan dipahami sebagai tujuan yang bertujuan untuk meningkatkan kuota tahunan penyusutan aset tetap perusahaan sedemikian rupa sehingga tahun-tahun masa manfaat dikurangi menjadi sepertiga.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyusutan Saldo Menurun Ganda:<\/strong> Ini adalah metode penyusutan dipercepat yang menggandakan tingkat penyusutan metode saldo menurun. Metode penyusutan saldo menurun ganda berguna untuk aset yang kehilangan nilainya di tahun-tahun awal masa pakainya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/enterprise-risk-management\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Komponen Enterprise Risk Management dan Manfaatnya dalam Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa yang Dimaksud dengan Amortisasi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Amortisasi mengacu pada penurunan nilai aset tak berwujud, seperti paten atau merek dagang, karena berakhirnya waktu atau penggunaan. Seperti halnya depresiasi, amortisasi dicatat sebagai biaya pada laporan laba rugi dan digunakan untuk mengurangi nilai buku aset di neraca.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh aset tak berwujud yang dibebankan melalui amortisasi meliputi<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Paten dan Merek Dagang<\/li>\n\n\n\n<li>Perjanjian <em>franchise<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Proses kepemilikan, seperti hak cipta<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya penerbitan obligasi untuk meningkatkan modal<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya organisasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Amortisasi<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Amortisasi garis lurus<\/strong>: Dalam jenis amortisasi ini, peminjam melakukan pembayaran yang sama selama masa pinjaman. Pembayaran tersebut mencakup bunga dan jumlah pokok. Di sini, jumlah bunga berkurang seiring dengan pembayaran saldo pinjaman.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Amortisasi <em>balloon payment<\/em>:<\/strong> Amortisasi <em>balloon payment<\/em> melibatkan pelunasan dalam jumlah yang lebih kecil selama masa pinjaman, dan kemudian diikuti dengan pembayaran dalam jumlah besar, yang juga dikenal sebagai pembayaran &#8220;balon&#8221; di akhir. Amortisasi <em>balloon payment<\/em> adalah metode yang populer untuk melunasi pinjaman KPR atau pinjaman jangka panjang lainnya. Hal ini memungkinkan peminjam untuk menjaga pembayaran bulanan mereka lebih rendah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Amortisasi negatif: <\/strong>Amortisasi negatif mengacu pada situasi ketika pembayaran peminjam tidak mencukupi untuk menutupi bunga pinjaman, sehingga bunga yang belum dibayar ditambahkan ke saldo pinjaman, yang menyebabkan saldo pinjaman bertambah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Amortisasi <em>interest only<\/em>:<\/strong> Dalam metode amortisasi jenis ini, peminjam hanya membayar bunga pinjaman selama jangka waktu yang telah disepakati dan kemudian membayar pokok pinjaman. Ini bisa menjadi pilihan yang baik untuk peminjam yang mengharapkan peningkatan pendapatan di masa depan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Amortisasi dipercepat: <\/strong>Dalam amortisasi dipercepat, peminjam membayar cicilan lebih besar dari yang disyaratkan dengan tujuan untuk melunasi pinjaman lebih cepat. Dengan cara ini mereka dapat menghemat bunga selama masa pinjaman.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/average-inventory\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Average Inventory, Cara Hitung, dan Penggunaannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Depresiasi dan Amortisasi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-3.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-28715\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-3.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-3-300x300.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-3-150x150.jpeg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-3-768x768.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Seperti yang kita bahas diatas, amortisasi dan depresiasi adalah metode penghitungan aset bisnis dari waktu ke waktu. Kedua konsep ini memiliki beberapa perbedaan, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Nilai<\/h3>\n\n\n\n<p>Depresiasi mempertimbangkan dan menentukan nilai suatu barang berwujud setelah penggunaannya. Ini juga dikenal sebagai nilai sisa atau <em>scrap value<\/em>. Amortisasi menentukan penurunan nilai aset tidak berwujud selama periode tertentu dengan menggunakan metode garis lurus.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kalkulator-penyusutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">4 Rumus Depresiasi dan Kalkulator Penyusutan Gratis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Metode perhitungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Depresiasi menggunakan metode garis lurus atau metode penyusutan yang dipercepat untuk menentukan nilainya. Dalam bisnis, amortisasi biasanya hanya menggunakan metode garis lurus. Hal ini karena metode ini mengurangi nilai aset tak berwujud selama periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Aplikasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Depresiasi hanya berlaku untuk aset berwujud, seperti bangunan, mesin, dan peralatan. Hal ini sangat penting ketika menentukan nilai pelepasan aset tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Amortisasi hanya berlaku untuk aset tidak berwujud, seperti hak cipta dan paten, dan sebagian besar berlaku ketika mengakuisisi bisnis yang sudah ada.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akumulasi-depresiasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Akumulasi Depresiasi: Pengertian, Cara Hitung, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tabel Perbedaan Amortisasi dan Depresiasi<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>&nbsp;<\/td><td><strong>Depresiasi&nbsp;<\/strong><\/td><td><strong>Amortisasi<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Jenis aset<\/td><td>Berlaku untuk aset tetap berwujud<\/td><td>Berlaku untuk aset tidak berwujud<\/td><\/tr><tr><td>Penyebab penurunan nilai<\/td><td>Depresiasi disebabkan oleh penggunaan, keausan, dan keusangan<\/td><td>Amortisasi terjadi karena habisnya waktu atau penggunaan<\/td><\/tr><tr><td>Kalkulasi<\/td><td>Biasanya dihitung dengan menggunakan metode garis lurus<\/td><td>Dapat menggunakan metode yang berbeda, seperti metode garis lurus atau metode saldo menurun<\/td><\/tr><tr><td>Durasi<\/td><td>Depresiasi dapat terjadi selama beberapa tahun<\/td><td>Amortisasi biasanya terjadi dalam periode yang lebih singkat<\/td><\/tr><tr><td>Contoh<\/td><td>Bangunan, kendaraan, dan mesin<\/td><td>Paten, merek dagang, dan hak cipta<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-depresiasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">4 Jenis Metode Depresiasi dalam Akuntansi dan Rumusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kasus dalam Menghitung Depresiasi dan Amortisasi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"497\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-2.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-28714\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-2.jpeg 900w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-2-300x166.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-2-768x424.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Berikut adalah contoh metode penyusutan untuk membantu Anda memahami cara kerjanya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh amortisasi metode garis lurus<\/h3>\n\n\n\n<p>Derby Business Solutions membeli sebuah mesin khusus untuk membuat pengarsipan formulir menjadi lebih efisien. Estimasi masa manfaat mesin tersebut adalah 10 tahun, dan nilai sisa adalah 10% dari nilai pembelian. Bisnis menentukan nilai penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Harga perolehan mesin: 500.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Nilai sisa: 50.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Nilai yang disusutkan: 450.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Umur mesin: 10 tahun<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penyusutan tahunan untuk mesin tersebut sama dengan nilai yang disusutkan atau siklus hidup mesin. Derby Business Solutions menyelesaikan perhitungan berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<p>Penyusutan mesin tahunan = 450.000.000 \/ 5 = 90.000.000<br>Ini berarti penyusutan tahunan untuk mesin tersebut adalah 90.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/deplesi-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Deplesi dalam Akuntansi: Pengertian Dan Bedanya Dengan Depresiasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh depresiasi saldo menurun<\/h3>\n\n\n\n<p>Gravity Jump membeli sebuah mesin pemotong rumput seharga 1.700.000 untuk memastikan keindahan taman di gedungnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Manajer memperkirakan bahwa mesin peniup salju tersebut memiliki masa manfaat 10 tahun dan nilai residu 200.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat penyusutannya adalah 20%. Untuk lima tahun pertama, penyusutan saldo menurun adalah yang tertinggi. <\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah estimasi jumlah penyusutan yang dihasilkan dari proyeksi keausan:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><thead><tr><th scope=\"col\"><strong>Tahun<\/strong><\/th><th scope=\"col\"><strong>Nilai Depresiasi<\/strong><\/th><th scope=\"col\"><strong>Nilai penyusutan tahunan<\/strong><\/th><th scope=\"col\"><strong>Nilai akhir tahun<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1<\/td><td>20% x (1.700.000 &#8211; 200.000)<\/td><td>300.000<\/td><td>1.400.000<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>20% x (1.400.000)<\/td><td>280.000<\/td><td>1.120.000<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>20% x (1.120.000)<\/td><td>224.000<\/td><td>896.000<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>20% x (896.000)<\/td><td>179.200<\/td><td>716.800<\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td>20% x (716.800)<\/td><td>143.360<\/td><td>573.440<\/td><\/tr><tr><td>6<\/td><td>20% x (573.440)<\/td><td>114.690<\/td><td>458.750<\/td><\/tr><tr><td>7<\/td><td>20% x (458.750)<\/td><td>91.750<\/td><td>367.000<\/td><\/tr><tr><td>8<\/td><td>20% x (367.000)<\/td><td>73.40<\/td><td>293.600<\/td><\/tr><tr><td>9<\/td><td>20% x (293.600)<\/td><td>58.72<\/td><td>234.88<\/td><\/tr><tr><td>10<\/td><td>20% x (234.880)<\/td><td>46.980<\/td><td>187.900<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengertian-amortisasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Amortisasi, Cara Hitung, dan Perbedaannya dengan Depresiasi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Mengetahui pengertian dan perbedaan amortisasi dan depresiasi dalam proses penyusutan aset sangat penting jika Anda pemilik bisnis supaya mendapatkan nilai valuasi aset dalam bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun disisi lain, jika Anda memiliki jumlah aset yang banyak dalam bisnis tentu akan menjadi kerepotan tersendiri jika Anda harus menghitungnya secara manual.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai solusi, Anda bisa mencoba menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi <\/a>yang memiliki fitur manajemen aset terlengkap untuk memudahkan proses penghitungan depresiasi otomatis, contohnya Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo adalah software akuntansi online buatan Indonesia yang sudah digunakan oleh lebih dari 75 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda tertarik dan membutuhkan fitur amortisasi dan depresiasi otomatis pada bisnis, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui<strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depresiasi dan amortisasi adalah metode yang menentukan pengurangan atau penurunan biaya aset berwujud dan tidak berwujud selama periode tertentu. Setiap organisasi berinvestasi pada aset tetap atau tidak bergerak. Seiring berjalannya waktu, aset yang tahan lama (ponsel, mesin, truk, dll.) akan kehilangan nilainya. Dengan kata lain, aset-aset tersebut mengalami amortisasi atau depresiasi. Terkadang, kita menggunakan istilah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":28716,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[12889,105,12891,12890,1134,1264],"class_list":["post-28709","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-contoh-depresiasi-dan-amortisasi","tag-kledo","tag-pengertian-depresiasi-dan-amortisasi","tag-perbedaan-depresiasi-dan-amortisasi","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam artikel ini, kami mendefinisikan depresiasi dan amortisasi, menjelaskan perbedaannya, dan memberikan contoh kedua metode akuntansi ini\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam artikel ini, kami mendefinisikan depresiasi dan amortisasi, menjelaskan perbedaannya, dan memberikan contoh kedua metode akuntansi ini\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-03T06:56:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-30T04:42:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)\",\"datePublished\":\"2024-07-03T06:56:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-30T04:42:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/\"},\"wordCount\":1252,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg\",\"keywords\":[\"contoh depresiasi dan amortisasi\",\"kledo\",\"pengertian depresiasi dan amortisasi\",\"perbedaan depresiasi dan amortisasi\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/\",\"name\":\"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2024-07-03T06:56:04+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-30T04:42:14+00:00\",\"description\":\"Dalam artikel ini, kami mendefinisikan depresiasi dan amortisasi, menjelaskan perbedaannya, dan memberikan contoh kedua metode akuntansi ini\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/07\\\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041,\"caption\":\"depresiasi dan amortisasi banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/depresiasi-dan-amortisasi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)","description":"Dalam artikel ini, kami mendefinisikan depresiasi dan amortisasi, menjelaskan perbedaannya, dan memberikan contoh kedua metode akuntansi ini","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)","og_description":"Dalam artikel ini, kami mendefinisikan depresiasi dan amortisasi, menjelaskan perbedaannya, dan memberikan contoh kedua metode akuntansi ini","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2024-07-03T06:56:04+00:00","article_modified_time":"2025-05-30T04:42:14+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)","datePublished":"2024-07-03T06:56:04+00:00","dateModified":"2025-05-30T04:42:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/"},"wordCount":1252,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg","keywords":["contoh depresiasi dan amortisasi","kledo","pengertian depresiasi dan amortisasi","perbedaan depresiasi dan amortisasi","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/","name":"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg","datePublished":"2024-07-03T06:56:04+00:00","dateModified":"2025-05-30T04:42:14+00:00","description":"Dalam artikel ini, kami mendefinisikan depresiasi dan amortisasi, menjelaskan perbedaannya, dan memberikan contoh kedua metode akuntansi ini","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/07\/depresiasi-dan-amortisasi-banner.jpg","width":2083,"height":1041,"caption":"depresiasi dan amortisasi banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/depresiasi-dan-amortisasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Depresiasi dan Amortisasi: Pengertian dan Perbedaannya (Tabel)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28709","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28709"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28709\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37042,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28709\/revisions\/37042"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28709"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28709"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28709"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}