{"id":30631,"date":"2026-10-22T07:10:03","date_gmt":"2026-10-22T00:10:03","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=30631"},"modified":"2026-10-22T09:51:00","modified_gmt":"2026-10-22T02:51:00","slug":"riset-pasar-kuliner","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/","title":{"rendered":"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam industri kuliner yang terus berkembang pesat, persaingan antar bisnis semakin ketat. Setiap hari, muncul inovasi baru dalam hal menu, konsep, dan gaya pemasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah persaingan ini, bagaimana sebuah bisnis kuliner bisa tetap relevan dan memenangkan hati konsumen? Nah, <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">riset pasar<\/a> adalah jawabannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar sangat penting untuk mengembangkan bisnis kuliner karena memberikan data yang akurat dan informasi mendalam tentang preferensi konsumen, tren pasar, dan kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, masih banyak pemilik bisnis yang meremehkan pentingnya riset pasar, sehingga berpotensi membuat keputusan yang salah dan mengalami kerugian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, artikel ini akan memandu Anda melakukan riset pasar bisnis kuliner yang praktis beserta contohnya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Riset Pasar pada Bisnis Kuliner<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar kuliner adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang konsumen, tren makanan dan minuman, serta kondisi pasar untuk membantu pemilik bisnis mengambil keputusan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset ini membantu Anda memahami produk yang dibutuhkan pelanggan, menentukan harga yang sesuai, dan menemukan peluang usaha yang potensial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya, riset pasar ini dilakukan ketika pebisnis berada dalam situasi berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sebelum memulai bisnis:<\/strong> Untuk menguji ide usaha, menentukan target pelanggan, dan menilai potensi lokasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Saat mengembangkan menu baru: <\/strong>Untuk mengetahui minat pelanggan terhadap varian makanan atau minuman tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ketika penjualan menurun:<\/strong> Untuk mengidentifikasi perubahan preferensi pelanggan atau munculnya kebutuhan baru.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebelum membuka cabang: <\/strong>Untuk menilai karakteristik konsumen, tingkat persaingan, dan potensi permintaan di lokasi baru.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Saat mengubah harga atau konsep bisnis: <\/strong>untuk memahami respons pelanggan dan menjaga daya saing usaha.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar tidak sama dengan analisis kompetitor, karena riset pasar mempelajari kondisi pasar secara keseluruhan, sedangkan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-kompetitor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">analisis kompetitor<\/a> hanya fokus pada bisnis pesaing saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Berikut tabel perbedaan riset pasar dan analisis kompetitor:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Aspek<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 37.5%;\">Riset Pasar Kuliner<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 37.5%;\">Analisis Kompetitor<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Fokus<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Konsumen, permintaan, dan peluang pasar<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Produk dan strategi pesaing<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Tujuan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Memahami kebutuhan pasar dan kelayakan usaha<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Mengetahui posisi bisnis dibandingkan pesaing<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Data yang dikumpulkan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Preferensi menu, daya beli, tren, dan kebiasaan konsumen<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Harga menu pesaing, variasi produk, promosi, dan layanan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Contoh penerapan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menilai peluang membuka kedai kopi di kawasan perkantoran<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Membandingkan harga dan menu kedai kopi di sekitar lokasi<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaiknya, gabungkan analisis kompetitor dan riset pasar, sehingga Anda bisa memahami kebutuhan pelanggan sekaligus menentukan cara membedakan produk dari kompetitor.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 3\" class=\"wp-image-37163\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-riset-pemasaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Metode Riset Pemasaran yang Bisa Digunakan Bisnis Anda <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Riset Pasar Kuliner Penting untuk Bisnis?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar kuliner membantu pebisnis mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan konsumen dan kondisi pasar. Berikut manfaat utamanya bagi bisnis kuliner.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Preferensi Konsumen<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar membantu pebisnis memahami menu, harga, dan layanan yang diinginkan pelanggan. Informasi ini dapat diperoleh melalui survei, wawancara, ulasan pelanggan, atau data penjualan untuk mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan target pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menentukan Peluang Bisnis Kuliner yang Potensial<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar membantu menemukan kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi. Misalnya, untuk kawasan perkantoran, masih ada peluang usaha katering harian. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Memahami Tren Makanan dan Minuman<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar membantu pebisnis mengenali tren kuliner dan menilai potensinya sebelum mengembangkan produk baru. Pada proses ini, biasanya pebisnis akan memantau media sosial, ulasan pelanggan, dan data penjualan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menentukan Harga Jual Berdasarkan Daya Beli Pelanggan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar membantu menentukan harga yang sesuai dengan daya beli konsumen dan harga kompetitor. Penetapan harga juga harus mempertimbangkan biaya bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan operasional agar bisnis tetap memperoleh keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mengurangi Risiko Kerugian Saat Memulai Bisnis Kuliner<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar membantu menguji kelayakan ide usaha sebelum pebisnis mengeluarkan modal besar. Contohnya, menjual menu dalam jumlah terbatas dapat membantu mengukur permintaan dan menentukan produk yang layak dikembangkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Membantu Menyusun Strategi Pemasaran yang Tepat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar membantu memilih saluran promosi dan penawaran yang sesuai dengan target konsumen. Misalnya, bisnis kuliner yang menyasar mahasiswa dapat menguji promosi media sosial atau paket hemat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/ide-promosi-bisnis-kuliner\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pasti Laris! 10 Ide Promosi Bisnis Kuliner Paling Manjur<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Melakukan Riset Pasar Bisnis Kuliner?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"717\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-1.webp\" alt=\"riset pasar kuliner 1\" class=\"wp-image-51661\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-1-300x215.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-1-768x551.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar bisa dimulai dari menentukan tujuan, mengukur arah pasar dan ukuran pasar, memahami perilaku konsumen, memetakan kompetitor, riset primer, dan mengolah datanya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tentukan satu pertanyaan keputusan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentukan tujuan yang spesifik, seperti &#8220;Buka kedai kopi di area X atau tidak?&#8221; atau &#8220;Harga menu Rp18.000 atau Rp25.000?&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tips:<\/strong> Tulis 3 pertanyaan riset yang bisa dijawab dengan angka. Contoh: berapa kompetitor dalam radius 1 km, berapa kisaran harga mereka, dan berapa orang di target segmen yang mau membayar harga saya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Ukur ukuran dan arah pasar (data sekunder)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasar kuliner Indonesia sangat besar, tetapi juga sangat ramai. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut<a href=\"https:\/\/www.permatabank.com\/sites\/default\/files\/Monthly%20Industry%20Report%20-%20Food%20and%20Beverages%20Industry%20-%20Aug%2023_1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> data dari Permata Bank<\/a>, industri F&amp;B di Indonesia terus bertumbuh pada kuartal pertama tahun 2023, mencapai 5.33%, lebih tinggi dari pertumbuhan sektor manufaktur yang hanya 4.43%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, <a href=\"https:\/\/www.bps.go.id\/en\/publication\/2024\/12\/23\/f2c7743c4712aaeaa4abf694\/food-and-beverage-service-actvities-statistics-2023.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">menurut BPS<\/a>, jumlah usaha penyediaan makan minum pada 2023 sekitar 4,85 juta dengan nilai penjualan sekitar Rp998,37 triliun. Dari jumlah itu, sekitar 24,75% adalah restoran dan rumah makan, 14,55% usaha keliling, dan 3,48% katering.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, peluangnya ada, tetapi Anda perlu pembeda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk melihat tren kuliner, buka <a href=\"https:\/\/trends.google.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Google Trends,<\/a> pilih wilayah Indonesia atau kota Anda, lalu bandingkan beberapa kata kunci menu dalam beberapa tahun terakhir. Dari sana Anda bisa tahu apakah minat naik, stabil, atau hanya musiman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, dari gambar Google Trends di bawah, tren kopi di DKI Jakarta cenderung tinggi dan naik. Ini bisa menjadi peluang Anda.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"492\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-ilustrasi-tren-kopi.webp\" alt=\"contoh ilustrasi tren kopi\" class=\"wp-image-51664\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-ilustrasi-tren-kopi.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-ilustrasi-tren-kopi-300x148.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/contoh-ilustrasi-tren-kopi-768x378.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pahami kebiasaan konsumen lewat data yang sudah ada<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa menggunakan data survei yang tersedia di publik, namun data tersebut biasanya terbatas. Contoh data yang bisa Anda manfaatkan seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Layanan pesan-antar condong ke camilan dan minuman.<\/strong> <a href=\"https:\/\/goodstats.id\/publication\/consumer-behavior-in-online-food-delivery-Gv7Tq\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Survei Jakpat <\/a>awal 2025 terhadap 1.343 responden menemukan bahwa 49% memesan camilan lewat aplikasi, 33% minuman, dan 31% sarapan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Promo sangat memengaruhi keputusan pembeli.<\/strong> Dalam survei yang sama, 55% responden menyebut promo dan diskon sebagai alasan utama, dan 57% selalu mengecek promo sebelum memesan. Jadi, jika Anda ingin memberikan diskon, hitung margin Anda setelah diskon. <\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kopi sudah jadi kebiasaan harian.<\/strong> Melansir <a href=\"https:\/\/tirto.id\/tren-hidup-sehat-ngopi-2025-di-indonesia-hf1H\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tirto<\/a>, Survei Jakpat 2025 terhadap 1.002 responden menemukan 46% minum kopi setiap hari, dengan es kopi susu dari kafe dipilih 28%. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, Jakpat menggunakan responden panel online, sehingga hasilnya cenderung mewakili pengguna internet di daerah perkotaan. Jadi, anggap angka di atas sebagai panduan awal saja, lalu uji di lokasi Anda sendiri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Petakan kompetitor <\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Identifikasi kompetitor terdekar dan petakan mereka:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka Google Maps, cari kategori usaha Anda di radius 1\u20133 km, lalu catat semua yang muncul.<\/li>\n\n\n\n<li>Buat tabel: nama, jenis menu, harga 3 menu andalan, rating, jumlah ulasan, jam ramai, dan ada atau tidaknya di GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.<\/li>\n\n\n\n<li>Baca 20\u201330 ulasan bintang 1\u20133 per kompetitor. Keluhan yang berulang adalah celah pasar Anda, misalnya antrean lama, porsi kecil, atau tempat panas.<\/li>\n\n\n\n<li>Kunjungi 2\u20133 kompetitor di jam ramai dan hitung pengunjung per jam. Ini cara kasar memperkirakan omzet harian mereka.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mengumpulkan data dari calon pembeli<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil riset pasar kuliner sebaiknya menghasilkan angka yang bisa digunakan untuk mengambil keputusan. Untuk itu, gabungkan wawancara, survei, dan uji penjualan agar Anda dapat menilai apakah permintaan pasar cukup untuk mendukung bisnis.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Wawancarai 8\u201310 calon pelanggan yang sesuai dengan target pasar. <\/strong>Tanyakan pengalaman mereka saat melakukan pembelian seperti kapan terakhir membeli kopi, tempat membeli, harga yang dibayar, dan alasan memilih produk tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebarkan survei singkat berisi 8\u201312 pertanyaan melalui Google Forms.<\/strong> Cari tahu frekuensi pembelian, anggaran, menu favorit, dan faktor yang memengaruhi keputusan pembelian. Sekitar 100 responden dapat digunakan sebagai patokan awal untuk eksplorasi, tetapi jumlah ini bukan jaminan keterwakilan statistik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Uji permintaan melalui penjualan terbatas, misalnya dengan membuka pre-order atau menjual sampel berbayar. <\/strong>Catat jumlah pesanan, produk terlaris, dan pembelian ulang untuk mengetahui apakah minat konsumen benar-benar berubah menjadi transaksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah mengumpulkan data, bandingkan potensi penjualan dengan titik impas (<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/break-even-point\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>break-even point<\/em> <\/a>atau BEP). Untuk menghitung target penjualan harian dalam satuan porsi, gunakan rumus berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Target penjualan harian (porsi) = Biaya tetap bulanan \u00f7 (30 \u00d7 Margin kontribusi per porsi)<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Margin kontribusi per porsi adalah harga jual dikurangi biaya variabel per porsi, seperti bahan baku dan kemasan. Angka ini berbeda dari margin kotor jika perhitungan margin kotor belum memperhitungkan seluruh biaya variabel.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, jika biaya tetap bulanan Rp9 juta dan margin kontribusi per porsi Rp10.000, bisnis perlu menjual sekitar 30 porsi per hari untuk menutup biaya tetap, dengan asumsi beroperasi setiap hari selama 30 hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bandingkan target tersebut dengan estimasi permintaan di lokasi, hasil uji penjualan, dan kapasitas produksi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika target penjualan sulit dicapai, pertimbangkan untuk menyesuaikan harga, menekan biaya, mengubah konsep, atau memilih lokasi lain sebelum mengeluarkan modal lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s=kuliner\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><\/a><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/promosi-restoran\/\">10 Strategi Promosi Restoran yang Efektif untuk Anda Terapkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Contoh Riset Pasar Kuliner yang Praktis?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-2.webp\" alt=\"riset pasar kuliner 2\" class=\"wp-image-51662\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar kuliner yang praktis cukup menjawab lima aspek: konsumen, kompetitor, lokasi, produk, dan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lihat tabel berikut untuk daftar data apa saja yang perlu Anda kumpulkan dan tujuannya:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Aspek riset<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 40%;\">Data yang dikumpulkan<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 35%;\">Tujuan analisis<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Konsumen<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Usia, preferensi, daya beli<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menentukan target pasar<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kompetitor<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menu, harga, promosi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menentukan posisi produk<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Lokasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Lalu lintas pengunjung, akses, biaya sewa<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Memilih lokasi usaha<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Produk<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Permintaan, kualitas, porsi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menentukan menu<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Keuangan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Modal, HPP, biaya operasional<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Mengukur potensi keuntungan<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh riset pasar untuk membuka kedai kopi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedai kopi paling cocok diriset dari kebiasaan minum kopi target pasar dan jumlah kompetitor di sekitar lokasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah-langkahnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Konsumen.<\/strong> Tentukan target, misalnya mahasiswa dan pekerja kantor dekat lokasi. Lakukan survei terkait seberapa sering mereka membeli kopi dalam seminggu, jam berapa, dan berapa yang biasa dibayar per gelas. <\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kompetitor.<\/strong> Catat semua kedai kopi dalam radius 1 km, termasuk kopi keliling dan gerai waralaba. Bandingkan harga es kopi susu mereka.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Lokasi.<\/strong> Hitung jumlah orang yang lewat atau mampir di jam 07.00\u201309.00 dan 15.00\u201318.00 selama tiga hari berbeda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Produk.<\/strong> Uji 2\u20133 menu andalan lewat sampel kecil dan catat mana yang diminta lagi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keuangan.<\/strong> Hitung modal alat, sewa, gaji barista, dan HPP per gelas (lihat contoh perhitungan di bawah).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh hasil analisis konsumen kedai kopi<\/h3>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 15%;\">Segmen<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Karakter<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 18%;\">Daya beli per gelas<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 17%;\">Waktu beli<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Kebutuhan utama<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Mahasiswa<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Berkelompok, mencari tempat nongkrong<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp12.000\u201318.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Sore\u2013malam<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Harga terjangkau, Wi-Fi, colokan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pekerja kantor<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beli cepat, sering bawa pulang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp18.000\u201325.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pagi dan istirahat siang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Cepat, rasa konsisten<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Warga sekitar<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beli sesekali, akhir pekan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp15.000\u201322.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Akhir pekan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Tempat nyaman, ada menu non-kopi<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh tabel analisis kompetitor kedai kopi<\/h3>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 12%;\">Kompetitor<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 15%;\">Menu andalan<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 11%;\">Harga<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 9%;\">Rating<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 15%;\">Promosi<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 19%;\">Kelemahan dari ulasan<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 19%;\">Peluang bagi Anda<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kedai A<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Es kopi susu<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp18.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">4,5<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Diskon via aplikasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Antrean lama<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Layanan lebih cepat<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kedai B<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Americano, latte<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp22.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">4,2<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Paket hemat pagi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Tempat sempit<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Tempat lebih luas<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Gerai C<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kopi susu botol<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp15.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">4,0<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beli 2 gratis 1<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rasa tidak konsisten<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kualitas stabil<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari tabel seperti ini, Anda bisa menyimpulkan posisi produk, misalnya &#8220;kopi yang rasanya selalu konsisten dengan layanan cepat di harga menengah&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh perhitungan harga jual dan potensi keuntungan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, Anda bisa mulai menghitung harga jual dan potensi keuntungan bisnis kopi Anda. Anda bisa menghitung margin per porsi dan jumlah porsi minimum per hari untuk mencapai BEP.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumusnya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Margin kotor per porsi = Harga jual \u2212 HPP<\/li>\n\n\n\n<li>Titik impas per hari = (biaya tetap per bulan \u00f7 30) \u00f7 margin kotor per porsi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh ilustrasi, kedai kopi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Harga jual es kopi susu: Rp20.000<\/li>\n\n\n\n<li>HPP per gelas (bahan, gelas, es): Rp7.500<\/li>\n\n\n\n<li>Margin kotor per gelas: Rp12.500<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya tetap per bulan (sewa, gaji, listrik, dan lain-lain): Rp15.000.000, atau Rp500.000 per hari<\/li>\n\n\n\n<li>Titik impas: Rp500.000 \u00f7 Rp12.500 = 40 gelas per hari<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah titik impas ketemu, uji tiga skenario penjualan:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 20%;\">Skenario<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 20%;\">Gelas per hari<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 20%;\">Margin kotor per bulan<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 20%;\">Biaya tetap<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 20%;\">Laba sebelum pajak<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pesimis<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">40<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp15.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp15.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp0<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Realistis<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">60<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp22.500.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp15.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp7.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Optimis<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">80<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp30.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp15.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rp15.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda menjual lewat aplikasi pesan-antar, jangan lupa untuk mengurangi margin dengan komisi platform dan biaya promo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-bisnis-kuliner\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">12 Strategi Bisnis Kuliner Paling Efektif yang Wajib Dicoba <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Melakukan Riset Pasar Kuliner?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-3.webp\" alt=\"riset pasar kuliner 3\" class=\"wp-image-51663\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-kuliner-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset pasar yang kurang tepat dapat menyebabkan Anda salah menentukan produk, harga, atau strategi penjualan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, hindari kesalahan yang paling umum berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menentukan Target Pasar Hanya Berdasarkan Asumsi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan menganggap lokasi atau tren tertentu otomatis menjamin permintaan. Validasi dulu target konsumen melalui survei, wawancara, dan uji penjualan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengabaikan Daya Beli Konsumen<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk yang diminati belum tentu terjangkau oleh target pasar. Sesuaikan harga dengan daya beli pelanggan tanpa mengabaikan biaya produksi dan margin keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Meniru Kompetitor Tanpa Memahami Kebutuhan Pelanggan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Strategi kompetitor belum tentu cocok untuk bisnis Anda. Pelajari keunggulan mereka dan cari kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi untuk membangun diferensiasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menggunakan Data yang Sudah Tidak Relevan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tren, harga bahan baku, dan perilaku konsumen dapat berubah. Perbarui data secara berkala, terutama sebelum meluncurkan menu baru atau membuka cabang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mengabaikan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-operasional-pada-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Biaya Operasional<\/a> dan Margin Keuntungan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Permintaan tinggi tidak selalu menghasilkan keuntungan. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kalkulator-hpp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Hitung HPP<\/a>, biaya tetap, margin, dan titik impas untuk mengetahui jumlah penjualan minimum yang dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Tidak Mengevaluasi Hasil Riset Setelah Bisnis Berjalan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pantau penjualan, menu terlaris, pembelian ulang, dan biaya operasional secara berkala. Gunakan hasilnya untuk menyesuaikan produk dan strategi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca Juga: <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari penjelasan di atas, riset pasar bisa membantu Anda memberikan informasi penting tentang preferensi konsumen, tren makanan, serta peluang untuk meningkatkan kepuasan pelanggan sebelum mendirikan bisnis kuliner Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan begitu, Anda bisa merancang strategi yang lebih tepat sasaran dan efisien dalam menjalankan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan Kledo, Anda bisa mencatat transaksi penjualan, pembelian bahan baku, gaji, sewa, dan biaya operasional secara teratur.  Anda juga bisa memantau uang masuk dan keluar, mencatat persediaan, dan menghasilkan laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, Kledo memiliki <a href=\"https:\/\/kledo.com\/pos\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">aplikasi kasir<\/a> (<em>point of sales<\/em>) Kledo POS untuk mencatat transaksi bisnis kuliner Anda sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Coba Kledo<\/a> sekarang juga, tersedia versi gratis maupun berbayar yang bisa Anda uji coba selama 14 hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam industri kuliner yang terus berkembang pesat, persaingan antar bisnis semakin ketat. Setiap hari, muncul inovasi baru dalam hal menu, konsep, dan gaya pemasaran. Di tengah persaingan ini, bagaimana sebuah bisnis kuliner bisa tetap relevan dan memenangkan hati konsumen? Nah, riset pasar adalah jawabannya. Riset pasar sangat penting untuk mengembangkan bisnis kuliner karena memberikan data [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":51913,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[427],"tags":[5916,13538,13537,12190,13536,13535,12230,2026],"class_list":["post-30631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-bisnis","tag-aplikasi-kasir","tag-cara-melakukan-riset-pasar-industri-kuliner","tag-jenis-riset-pasar","tag-kledo-pos","tag-pentingnya-riset-pasar-dalam-bisnis-kuliner","tag-riset-pasar-kuliner","tag-software-pos","tag-tips-bisnis-kuliner"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Riset pasar kuliner adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang konsumen, tren makanan dan minuman, serta kondisi pasar\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Riset pasar kuliner adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang konsumen, tren makanan dan minuman, serta kondisi pasar\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-22T00:10:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-22T02:51:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2026-10-22T00:10:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-22T02:51:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/\"},\"wordCount\":2119,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp\",\"keywords\":[\"aplikasi kasir\",\"cara melakukan riset pasar industri kuliner\",\"jenis riset pasar\",\"Kledo Pos\",\"pentingnya riset pasar dalam bisnis kuliner\",\"riset pasar kuliner\",\"software POS\",\"tips bisnis kuliner\"],\"articleSection\":[\"Tips Bisnis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/\",\"name\":\"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-10-22T00:10:03+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-22T02:51:00+00:00\",\"description\":\"Riset pasar kuliner adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang konsumen, tren makanan dan minuman, serta kondisi pasar\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"riset pasar bisnis kuliner banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/riset-pasar-kuliner\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/khoirunnisa-salsabila\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya","description":"Riset pasar kuliner adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang konsumen, tren makanan dan minuman, serta kondisi pasar","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya","og_description":"Riset pasar kuliner adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang konsumen, tren makanan dan minuman, serta kondisi pasar","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-10-22T00:10:03+00:00","article_modified_time":"2026-10-22T02:51:00+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya","datePublished":"2026-10-22T00:10:03+00:00","dateModified":"2026-10-22T02:51:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/"},"wordCount":2119,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp","keywords":["aplikasi kasir","cara melakukan riset pasar industri kuliner","jenis riset pasar","Kledo Pos","pentingnya riset pasar dalam bisnis kuliner","riset pasar kuliner","software POS","tips bisnis kuliner"],"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/","name":"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp","datePublished":"2026-10-22T00:10:03+00:00","dateModified":"2026-10-22T02:51:00+00:00","description":"Riset pasar kuliner adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang konsumen, tren makanan dan minuman, serta kondisi pasar","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/riset-pasar-bisnis-kuliner-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"riset pasar bisnis kuliner banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Langkah Praktis Riset Pasar Bisnis Kuliner dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/khoirunnisa-salsabila\/"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30631"}],"version-history":[{"count":28,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30631\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52021,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30631\/revisions\/52021"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}