{"id":31006,"date":"2024-10-17T12:09:50","date_gmt":"2024-10-17T05:09:50","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=31006"},"modified":"2025-11-07T11:58:14","modified_gmt":"2025-11-07T04:58:14","slug":"supply-chain-forecasting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/","title":{"rendered":"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Supply chain forecasting<\/em> mengacu pada proses memprediksi permintaan, pasokan, atau harga untuk suatu produk atau rangkaian produk dalam industri tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses ini melihat data pemasok, apakah pemasok menyediakan produk jadi atau suku cadang yang berada di bagian bawah rantai pasokan, dan menggunakannya untuk memproyeksikan berapa banyak stok yang akan tersedia bagi pemasok dan kapan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Supply chain forecasting<\/em> tingkat lanjut menggunakan alat modern seperti <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> dengan fitur persediaan yang lengkap untuk menghemat waktu dan uang, meningkatkan akurasi, dan membantu perusahaan bereaksi terhadap data secara real-time. <\/p>\n\n\n\n<p>Dan platform yang modern dan memiliki fitur lengkap dapat mengasimilasi data forecasting dalam jumlah besar dan memberikan wawasan yang efektif untuk memastikan operasi rantai pasokan yang lincah dan fleksibel.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu <em>supply chain forecasting<\/em>, beserta metode, tantangan dan juga pentingnya melakukan <em>supply chain forecasting<\/em> dalam bisnis.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa <em>Supply Chain Forecasting<\/em>&nbsp;Sangat Penting?<\/h2>\n\n\n\n<p>Istilah <em>forecasting<\/em>, atau setidaknya ramalan, seharusnya langsung memberikan Anda wawasan. Pernahkah Anda melihat ramalan cuaca? Beberapa orang melakukannya setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan mereka melakukannya untuk alasan yang jelas. Mereka tidak ingin lupa membawa payung jika hari itu akan turun hujan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal yang sama berlaku untuk menjalankan bisnis Anda sendiri &#8211; idenya adalah untuk dapat memprediksi apa yang akan terjadi seakurat mungkin. Dengan begitu, bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena memulai bisnis saja tidak cukup, yang terpenting adalah mampu mempertahankannya, karena hampir semua orang bisa. Misalnya, Anda bisa saja membuka toko saat ini, tapi akan bertahan berapa lama?<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita fokus pada beberapa contoh konkret sekarang. Dengan memprediksi permintaan, bisnis dapat mencapai hal-hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Perencanaan strategis <\/strong>&#8211; Ini berarti membuat keputusan cerdas tentang berbagai aspek seperti memperluas ke pasar baru atau menganggarkan persediaan, menggunakan bahan yang sama untuk sebagian besar menu tanpa mengorbankan resep asli. Di sini, <em>forecasting<\/em> membantu memastikan mereka dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa kehabisan stok.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kontrol ketat persediaan <\/strong>&#8211; Tidak ada yang ingin melihat rak-rak kosong. <em>Forecasting<\/em> membantu bisnis mempertahankan jumlah stok yang sempurna, membuat pelanggan senang dan menghindari tanda-tanda kehabisan stok yang mengganggu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memberikan pengalaman pelanggan yang positif<\/strong> &#8211; Bayangkan Anda mengantre untuk produk yang sudah Anda nantikan selama beberapa waktu, tapi pada akhirnya Anda mengetahui bahwa toko kehabisan stok. <em>Forecasting<\/em> membantu bisnis menghindari hal ini dengan memastikan mereka memiliki stok yang cukup untuk memenuhi pesanan dan membuat pelanggan kembali lagi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 2 kledo\" class=\"wp-image-4990\" style=\"width:840px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/financial-kpi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">21 Financial KPI yang Harus Ada dalam Bisnismu<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengetahui 2 Jenis Metode <em>Supply Chain Forecasting<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Dua jenis metode  yang berbeda dalam <em>supply chain forecasting<\/em> adalah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Peramalan kuantitatif<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode ini menggunakan data historis untuk menentukan masa depan dan membuat proyeksi penjualan. <\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan asumsi bahwa masa depan sebagian besar akan meniru masa lalu, metode ini melibatkan penggunaan rumus untuk menghitung pengukuran <em>forecasting<\/em> yang telah ditentukan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi ini sangat berguna jika pertumbuhan yang stabil diantisipasi dengan sedikit perubahan operasional. <\/p>\n\n\n\n<p>Kerugiannya adalah tidak memperhitungkan perkembangan baru seperti tren pasar atau peningkatan persaingan. Hal ini juga dapat dipengaruhi oleh keadaan yang tidak biasa seperti pandemi COVID-19.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Peramalan kualitatif<\/h3>\n\n\n\n<p>Data ini sering digunakan untuk lini produk baru atau saat bisnis pertama kali diluncurkan. Jenis data kualitatif yang umum termasuk survei dan wawancara, tolok ukur industri, analisis kompetitif, dan banyak lagi. <\/p>\n\n\n\n<p>Publikasi industri sering kali memberikan informasi tentang perkembangan yang akan datang, tren pasar, dan perubahan sentimen konsumen. Dan semua faktor ini harus dipertimbangkan saat membuat proyeksi keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/approval-matrix\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa itu Approval Matrix dalam Bisnis? Ini Penjelasan Lengkapnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5 Metode <em>Supply Chain Forecasting<\/em> Kuantitatif<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"458\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-3.jpeg\" alt=\"supply chain forecasting 3\" class=\"wp-image-31012\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-3.jpeg 900w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-3-300x153.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-3-768x391.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Ada beberapa metode peramalan kuantitatif yang dapat digunakan dalam logistik bisnis. Berikut ini adalah ikhtisar metode yang paling umum, cara menggunakannya, dan kapan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <em>Exponential smoothing<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Exponential smoothing<\/em>l adalah pendekatan canggih untuk <em>supply chain forecasting<\/em>. Metode ini menggunakan rata-rata tertimbang dengan asumsi bahwa tren dan kejadian di masa lalu akan mencerminkan masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika dibandingkan dengan metode kuantitatif lainnya, metode ini memudahkan untuk menghasilkan prediksi berbasis data tanpa perlu menganalisis banyak set data.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan alat yang tepat, metode pemulusan eksponensial dapat dengan mudah digunakan dan sangat ideal untuk peramalan jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <em>Adaptive smoothing<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Pendekatan <em>adaptive smoothing<\/em> menggali lebih dalam untuk memahami fluktuasi antara periode waktu yang berbeda dan mengidentifikasi pola yang rumit di dalam data.<\/p>\n\n\n\n<p>Metodologi ini memberdayakan bisnis untuk menentukan variabel spesifik dan membuat keputusan yang lebih tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengimplementasikan <em>adaptive smoothing<\/em> secara efektif, alat otomatisasi memainkan peran penting. Alat-alat ini dirancang untuk menangkap, menyusun, dan memperbarui data secara real time.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-analytics\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Supply Chain Analytics: Pengertian Lengkap dan Mengapa ini Penting?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <em>Moving average<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Moving average<\/em> adalah salah satu metode paling sederhana untuk <em>supply chain forecasting<\/em>. Metode ini memeriksa titik data dengan membuat serangkaian subset rata-rata dari data lengkap. <\/p>\n\n\n\n<p>Rata-rata digunakan untuk memprediksi periode waktu yang akan datang dan kemudian dihitung ulang setiap bulan, kuartal, atau tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda memulai bisnis di awal kuartal pertama dan ingin membuat prediksi penjualan untuk kuartal keempat, Anda dapat menggunakan rata-rata penjualan dari tiga kuartal sebelumnya yang digabungkan untuk menentukan proyeksi penjualan kuartal berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, penting untuk diingat bahwa metode <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/moving-average\/\">moving average<\/a><\/em> tidak memperhitungkan bahwa data terbaru mungkin merupakan indikator yang lebih baik untuk masa depan dan harus diberi bobot lebih. <\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini juga tidak memperhitungkan musim atau tren. Akibatnya, metode <em>supply chain forecasting<\/em>&nbsp;ini paling baik untuk pengendalian inventaris untuk volume pesanan yang rendah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-audit\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tahapan Melakukan Supply Chain Audit, Tips, dan Tantangannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Analisis regresi<\/h3>\n\n\n\n<p>Analisis regresi bekerja dengan memeriksa hubungan antara dua atau lebih variabel tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun ada variasi dalam bagaimana analisis regresi dilakukan, semuanya memeriksa pengaruh satu atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah metode <em>supply chain forecasting<\/em>&nbsp;sederhana yang digunakan untuk mengukur beberapa penentuan menggunakan asumsi yang ada seperti musiman. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika dibandingkan dengan metode lain, metode ini menawarkan cara yang cepat dan mudah untuk membuat prediksi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/upstream-dan-downstream-supply-chain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Perbedaan Upstream dan Downstream dalam Supply Chain<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <em>Life cycle modeling<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Life cycle modeling<\/em> adalah metode <em>supply chain forecasting<\/em>&nbsp;yang menganalisis pertumbuhan dan perkembangan produk baru. <\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini membutuhkan data di berbagai kelompok pasar seperti pencipta, pengadopsi awal dan akhir, serta mayoritas awal dan akhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Data tersebut kemudian menentukan kinerja dan permintaan produk tertentu di masa depan di berbagai pasar, yang membantu merek menentukan cara mendistribusikan dan memasarkan produk, serta berapa lama produk tersebut akan diminati.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-management\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Supply Chain Management: Pengertian Lengkap Dan Metriks Pengukurannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4 Metode <em>Supply Chain Forecasting<\/em> Kuantitatif<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"594\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-2.jpeg\" alt=\"supply chain forecasting 2\" class=\"wp-image-31011\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-2.jpeg 900w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-2-300x198.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-2-768x507.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Dalam banyak kasus, bisnis menggunakan kombinasi metode <em>forecasting<\/em> kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan prediksi yang sedekat mungkin dengan prediksi yang akurat. <\/p>\n\n\n\n<p>Metode peramalan kualitatif juga berguna ketika ada kekurangan data. tersedia<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah metode peramalan kualitatif yang paling umum digunakan dalam <em>supply chain forecasting<\/em>&nbsp;bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Riset pasar<\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar-kuliner\/\">Riset pasar <\/a>dapat digunakan untuk menentukan apakah ada permintaan yang kuat atau tidak untuk suatu produk yang akan mendukung tujuan keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Riset pasar dapat dilakukan secara internal oleh ahli pemasaran atau penjualan, atau bisnis dapat menyewa pihak ketiga yang berspesialisasi dalam riset pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa taktik berbeda yang digunakan, termasuk mengembangkan survei pemangku kepentingan, melakukan analisis persaingan menyeluruh, atau mewawancarai para ahli di bidang atau industri tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Metode Delphi<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode Delphi terdiri dari orientasi pasar dan penilaian dalam sekelompok kecil ahli atau penasihat, yang kemudian diurutkan, dikelompokkan, dan dianalisis oleh para ahli pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendapat para ahli dikumpulkan secara individual untuk menghindari pengaruh pilihan orang lain yang berbeda dari diskusi panel atau kelompok fokus. <\/p>\n\n\n\n<p>Pengumpulan pendapat diserahkan kepada pihak ketiga yang menganalisis pendapat dan informasi yang dibagikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah ditinjau secara seksama, informasi tersebut kemudian dirangkum dengan penekanan pada pola atau tren yang berbeda sebelum menyerahkan temuannya kepada bisnis untuk ditinjau.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini terbukti efektif dan dapat diandalkan untuk peramalan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/vendor-management\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Lengkap Vendor Management, Jenis, dan Prosesnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Analisis historis<\/h3>\n\n\n\n<p>Analisis historis menilai riwayat penjualan suatu produk secara paralel dengan produk saat ini untuk memprediksi penjualan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dapat digunakan untuk memprediksi respons pasar terhadap produk atau lini produk baru dan juga dapat dikumpulkan dengan melihat produk terlaris pesaing Anda dan membandingkan produk serupa di lini Anda untuk menentukan permintaan jika memungkinkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Konsensus panel<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode konsensus panel menyatukan anggota bisnis di semua tingkatan untuk menetapkan perkiraannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah proses terbuka yang memungkinkan semua peserta untuk mengekspresikan pendapat dan prediksi mereka berdasarkan apa yang mereka ketahui.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/perbedaan-financial-forecasting-dan-modeling\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Perbedaan Financial Forecasting dan Financial Modeling<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik dalam <em>Supply Chain Forecasting<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>1. Semua perkiraan memiliki kesalahan yang melekat karena asumsi dan karenanya selalu tidak akurat.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, prakiraan harus menyertakan nilai perkiraan yang diharapkan, rentang yang menentukan perkiraan minimum dan maksimum, dan ukuran kesalahan prakiraan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Prakiraan jangka pendek umumnya lebih akurat daripada prakiraan jangka panjang.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Proses peramalan mencakup pertimbangan faktor-faktor yang dapat memengaruhi permintaan di masa depan. Oleh karena itu, faktor jangka pendek lebih dapat diprediksi daripada faktor jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/planning-budgeting-forecasting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Melakukan Planning, Budgeting, dan Forecasting Keuangan Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Tantangan dalam <em>Supply Chain Forecasting<\/em>?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"624\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-1.jpeg\" alt=\"supply chain forecasting 1\" class=\"wp-image-31010\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-1-300x187.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-1-768x479.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/demand-forecasting\/\">Demand forecasting <\/a>membantu bisnis mengantisipasi kebutuhan pelanggan, mengoptimalkan tingkat inventaris, dan merencanakan proses produksi dan distribusi yang sesuai. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ketika akurasi perkiraan permintaan tidak sesuai, hal ini dapat menyebabkan masalah rantai pasokan yang signifikan. Berikut adalah tantangan utama yang terkait:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Persediaan yang berlebihan atau kehabisan stok:<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu masalah dalam supply chain yang paling umum yang timbul dari perkiraan permintaan yang tidak akurat adalah inventaris yang berlebihan atau kehabisan stok. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika sebuah bisnis memperkirakan permintaan secara berlebihan, bisnis tersebut mungkin akan berakhir dengan kelebihan persediaan, sehingga menghabiskan modal dan ruang penyimpanan yang berharga. <\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, meremehkan permintaan dapat menyebabkan kehabisan stok, yang menyebabkan pelanggan tidak puas dan kehilangan peluang penjualan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Solusi<\/h4>\n\n\n\n<p>Menerapkan praktik manufaktur yang <em>agile<\/em> dapat membantu meringankan tantangan-tantangan ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengadopsi sistem produksi yang fleksibel dan rantai pasokan yang responsif, bisnis dapat dengan cepat menyesuaikan operasi mereka berdasarkan sinyal permintaan yang berubah.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses ini memungkinkan perencanaan produksi yang efisien, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan daya tanggap terhadap fluktuasi pasar. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, memanfaatkan teknologi pengelolaan permintaan, seperti data penjualan <em>real time<\/em> dan analisis sentimen di media sosial, dapat memberikan wawasan yang berharga untuk pengambilan keputusan produksi dan pengadaan yang lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manajemen-supply-chain-retail\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">7 Strategi Meningkatkan Manajemen Supply Chain Bisnis Retail<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Peningkatan biaya:<\/h3>\n\n\n\n<p>Perkiraan permintaan yang tidak akurat juga dapat menyebabkan peningkatan biaya di seluruh rantai pasokan. <\/p>\n\n\n\n<p>Memperkirakan permintaan secara berlebihan dapat mengakibatkan kelebihan biaya, termasuk biaya penyimpanan, penanganan, dan keusangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, meremehkan permintaan dapat menyebabkan pengiriman yang dipercepat, biaya pengiriman premium, dan kehilangan penjualan karena kehabisan stok.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Solusi<\/h4>\n\n\n\n<p>Menerapkan strategi rantai pasokan yang berbasis pada permintaan dapat membantu mengurangi masalah terkait biaya. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengadopsi pendekatan berbasis permintaan, bisnis dapat menyelaraskan seluruh rantai pasokan mereka dengan sinyal permintaan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini memerlukan kolaborasi yang kuat antara mitra rantai pasokan yang berbeda, menerapkan sistem pemantauan permintaan secara real-time, dan mengadopsi praktik manajemen inventaris yang <em>agile<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan yang berpusat pada pelanggan ini mengurangi biaya penyimpanan, meminimalkan kehabisan stok, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya transportasi, yang pada akhirnya menurunkan biaya rantai pasokan secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengertian-mape\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian dan Contoh MAPE dalam Proses Forecasting Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Ketidakpuasan pelanggan dan berkurangnya loyalitas:<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Demand forcasting <\/em>yang tidak akurat juga dapat berdampak langsung pada kepuasan dan loyalitas pelanggan. <\/p>\n\n\n\n<p>Mengalami kehabisan stok atau keterlambatan pengiriman karena ketidakakuratan perkiraan dapat menyebabkan pelanggan frustrasi yang mungkin beralih ke pesaing untuk mendapatkan layanan yang lebih andal.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Solusi<\/h4>\n\n\n\n<p>Untuk memastikan kepuasan dan loyalitas pelanggan, bisnis harus fokus pada peningkatan daya tanggap dan tingkat layanan mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Menerapkan sistem manajemen pesanan yang kuat dapat membantu mengoptimalkan proses pemenuhan pesanan, mengurangi <em>lead time<\/em>, dan meningkatkan akurasi pengiriman.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, memanfaatkan data dan <em>feedback<\/em> dari pelanggan dapat memberikan wawasan yang berharga untuk menyempurnakan model peramalan permintaan dan lebih memahami preferensi dan perilaku pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/financial-forecasting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Financial Forecasting: Pengertian, Metode, Tahapan dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Supply chain forecasting<\/em> memprediksi permintaan produk di masa depan untuk memastikan rantai pasokan beroperasi dengan lancar dan efisien. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini melibatkan analisis data historis, tren pasar, dan informasi relevan lainnya untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan dan menyesuaikan tingkat inventaris, jadwal produksi, dan rencana distribusi yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Supply chain forecasting<\/em> yang akurat membantu bisnis meminimalkan biaya, menghindari kehabisan stok dan kelebihan stok, dan secara efektif memenuhi permintaan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan Anda dalam mengelolan pembukuan dan juga manajemen inventory dalam bisnis sehingga menghadirkan <em>supply chain forecasting<\/em> yang efektif, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi seperti Kledo yang bisa Anda coba secara gratis selama 14 hari melalui<strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Supply chain forecasting mengacu pada proses memprediksi permintaan, pasokan, atau harga untuk suatu produk atau rangkaian produk dalam industri tertentu. Proses ini melihat data pemasok, apakah pemasok menyediakan produk jadi atau suku cadang yang berada di bagian bawah rantai pasokan, dan menggunakannya untuk memproyeksikan berapa banyak stok yang akan tersedia bagi pemasok dan kapan. Supply [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":31013,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[427],"tags":[105,13662,13661,1134,862,13663],"class_list":["post-31006","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-bisnis","tag-kledo","tag-manfaat-supply-chain-forecasting","tag-metode-supply-chain-forecasting","tag-software-akuntansi","tag-tips-bisnis","tag-tips-supply-chain-forecasting"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Supply chain forecasting mengacu pada proses memprediksi permintaan, pasokan, atau harga untuk suatu produk atau rangkaian produk\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Supply chain forecasting mengacu pada proses memprediksi permintaan, pasokan, atau harga untuk suatu produk atau rangkaian produk\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-17T05:09:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-07T04:58:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya\",\"datePublished\":\"2024-10-17T05:09:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-07T04:58:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/\"},\"wordCount\":1996,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/10\\\/supply-chain-forecasting-banner.jpg\",\"keywords\":[\"kledo\",\"manfaat supply chain forecasting\",\"metode supply chain forecasting\",\"software akuntansi\",\"tips bisnis\",\"tips supply chain forecasting\"],\"articleSection\":[\"Tips Bisnis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/\",\"name\":\"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/10\\\/supply-chain-forecasting-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2024-10-17T05:09:50+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-07T04:58:14+00:00\",\"description\":\"Supply chain forecasting mengacu pada proses memprediksi permintaan, pasokan, atau harga untuk suatu produk atau rangkaian produk\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/10\\\/supply-chain-forecasting-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/10\\\/supply-chain-forecasting-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041,\"caption\":\"supply chain forecasting banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/supply-chain-forecasting\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya - Kledo Blog","description":"Supply chain forecasting mengacu pada proses memprediksi permintaan, pasokan, atau harga untuk suatu produk atau rangkaian produk","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya - Kledo Blog","og_description":"Supply chain forecasting mengacu pada proses memprediksi permintaan, pasokan, atau harga untuk suatu produk atau rangkaian produk","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2024-10-17T05:09:50+00:00","article_modified_time":"2025-11-07T04:58:14+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya","datePublished":"2024-10-17T05:09:50+00:00","dateModified":"2025-11-07T04:58:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/"},"wordCount":1996,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-banner.jpg","keywords":["kledo","manfaat supply chain forecasting","metode supply chain forecasting","software akuntansi","tips bisnis","tips supply chain forecasting"],"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/","name":"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-banner.jpg","datePublished":"2024-10-17T05:09:50+00:00","dateModified":"2025-11-07T04:58:14+00:00","description":"Supply chain forecasting mengacu pada proses memprediksi permintaan, pasokan, atau harga untuk suatu produk atau rangkaian produk","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/10\/supply-chain-forecasting-banner.jpg","width":2083,"height":1041,"caption":"supply chain forecasting banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-forecasting\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Supply Chain Forecasting: Metode, Tantangan, dan Manfaatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31006","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31006"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31006\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41991,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31006\/revisions\/41991"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31013"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31006"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31006"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31006"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}