{"id":34906,"date":"2025-03-18T13:43:25","date_gmt":"2025-03-18T06:43:25","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=34906"},"modified":"2026-03-03T08:23:20","modified_gmt":"2026-03-03T01:23:20","slug":"aset-bergerak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/","title":{"rendered":"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebagai pemilik bisnis, salah satu hal yang paling penting untuk dipahami adalah pengelolaan aset perusahaan. Aset tidak hanya sekadar barang yang dimiliki, tetapi juga merupakan sumber daya yang mendukung kelangsungan operasional sehari-hari. Di antara berbagai jenis aset yang dimiliki oleh bisnis, aset bergerak menjadi salah satu kategori yang sangat relevan dan sering kali mempengaruhi efisiensi operasional. <\/p>\n\n\n\n<p>Aset bergerak merujuk pada barang-barang yang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain dan sering digunakan dalam kegiatan bisnis rutin.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, meskipun aset bergerak memiliki fleksibilitas tinggi, pemilik bisnis harus cermat dalam mengelolanya, terutama terkait dengan penyusutan nilai aset dari waktu ke waktu. Pengelolaan yang buruk bisa mengarah pada pemborosan dan menurunkan nilai perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemilik bisnis juga perlu menyadari pentingnya pencatatan aset bergerak dalam laporan keuangan. Dengan pencatatan yang tepat, perusahaan dapat melakukan perhitungan penyusutan dengan benar, yang akan berpengaruh pada penghitungan pajak dan laba rugi. <\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu aset bergerak dan juga cara pencatatannya dalam proses pembukuan bisnis.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Aset Bergerak?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"618\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-2.jpeg\" alt=\"aset bergerak 2\" class=\"wp-image-34915\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-2.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-2-300x185.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-2-768x475.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Aset bergerak atau harta bergerak adalah jenis aset yang memiliki bentuk fisik dan dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Aset ini dapat dipindahkan tanpa mengubah sifatnya. Contoh aset bergerak antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kendaraan<\/strong> &#8211; Mobil, sepeda motor, truk, dll.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mesin dan Peralatan<\/strong> &#8211; Mesin produksi, peralatan kantor, dll.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Barang Dagangan<\/strong> &#8211; Barang-barang yang dijual dalam bisnis, seperti pakaian, elektronik, dll.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perabotan<\/strong> &#8211; Meja, kursi, lemari, dll.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Aset bergerak umumnya memiliki umur yang terbatas dan bisa mengalami penyusutan seiring waktu. Hal ini berbeda dengan <strong>aset tetap<\/strong>, yang sifatnya lebih permanen dan tidak bisa dipindahkan (misalnya tanah dan bangunan).an aset tetap, yang sifatnya lebih permanen dan tidak bisa dipindahkan (misalnya tanah dan bangunan).<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 3 kledo\" class=\"wp-image-4991\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kapitalisasi-aset\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kapitalisasi Aset: Pengertian, Komponen, Manfaat, dan Tantangan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Aset Bergerak Terdepresiasi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Ya, harta bergerak biasanya juga dilakukan pencatatan penyusutan, terutama jika aset tersebut digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan dan memiliki umur ekonomis yang terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, tidak semua aset bergerak disusutkan. Penyusutan dilakukan untuk aset bergerak yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha dan mengalami penurunan nilai seiring waktu. <\/p>\n\n\n\n<p>Aset bergerak seperti kendaraan, mesin, atau peralatan kantor yang digunakan dalam operasional perusahaan akan mengalami penyusutan karena penggunaan dan usia aset tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh aset harta yang disusutkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kendaraan<\/strong>: Mobil atau truk yang digunakan dalam operasional perusahaan akan mengalami penurunan nilai dari waktu ke waktu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mesin<\/strong>: Mesin yang digunakan dalam produksi akan mengalami penyusutan seiring dengan pemakaian dan waktu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Peralatan Kantor<\/strong>: Komputer, printer, atau alat kantor lainnya yang digunakan secara rutin juga akan mengalami penyusutan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, ada juga beberapa harta bergerak yang tidak disusutkan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Barang dagangan<\/strong> yang dimaksudkan untuk dijual kembali.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aset yang nilainya tidak mengalami penurunan<\/strong> (misalnya barang dagangan atau barang yang tidak digunakan dalam jangka panjang).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Penyusutan aset bergerak umumnya dilakukan dengan menggunakan metode penyusutan yang sesuai, seperti <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-garis-lurus\/\">metode garis lurus (straight line)<\/a> atau metode <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/saldo-menurun-ganda\/\">saldo menurun ganda (declining balance)<\/a>, tergantung kebijakan akuntansi yang diterapkan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-19\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pembahasan PSAK 19 Tentang Aset Tak Berwujud<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Aset Bergerak dan Tidak Bergerak<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"628\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-3.jpeg\" alt=\"aset bergerak 3\" class=\"wp-image-34916\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-3.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-3-300x188.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-3-768x482.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Aset bergerak dan aset tidak bergerak memiliki perbedaan utama dalam hal sifat fisik dan kemampuannya untuk dipindahkan. Berikut adalah perbedaan antara keduanya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Sifat Fisik:<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Aset Bergerak<\/strong>: Aset yang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Biasanya, aset ini tidak tetap berada di lokasi tertentu. Contohnya: Kendaraan (mobil, motor), mesin, peralatan kantor, barang dagangan, komputer, dan perabotan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Aset Tidak Bergerak<\/strong>: Aset yang tidak dapat dipindahkan atau dipindahkan dengan kesulitan besar dan umumnya berada di satu lokasi untuk jangka waktu yang lama. Contohnya: Tanah, bangunan, struktur permanen, dan properti real estate.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kemampuan untuk Dipindahkan:<\/h3>\n\n\n\n<p>Aset bergerak mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Misalnya, kendaraan yang bisa dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Sedangakan aset tidak bergerak sulit atau tidak mungkin untuk dipindahkan. Misalnya, tanah dan bangunan yang akan tetap berada di lokasi tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tujuan Penggunaan:<\/h3>\n\n\n\n<p>Harta bergerak biasanya digunakan dalam kegiatan operasional sehari-hari dan lebih sering berpindah tangan (jual beli atau pemindahan). Sedangkan harta tidak bergerak igunakan untuk kegiatan operasional jangka panjang atau sebagai investasi, dan biasanya tidak sering dipindahkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Penyusutan:<\/h3>\n\n\n\n<p>Harta<strong> <\/strong>bergerak biasanya disusutkan seiring waktu karena penggunaan dan faktor lain yang mempengaruhi nilai fisiknya. Penyusutan dilakukan untuk mencerminkan penurunan nilai aset bergerak. Contohnya seperti mobil, mesin, peralatan yang digunakan dalam bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Sedangkan harta tidak bergerak umumnya tidak mengalami penyusutan dalam arti yang sama, meskipun nilainya bisa berubah karena faktor eksternal seperti pasar atau kondisi properti. Contohnya seperti tanah tidak disusutkan, tetapi bangunan dapat mengalami penyusutan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-berwujud-dan-tidak-berwujud\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pencatatan Aset Berwujud dan Tidak Berwujud dalam Akuntansi <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Umur Ekonomis:<\/h3>\n\n\n\n<p>Harta bergerak biasanya memiliki umur yang lebih pendek dan lebih rentan terhadap kerusakan atau penurunan nilai karena penggunaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya harta tidak bergerak memiliki umur ekonomis yang lebih panjang dan lebih stabil, meskipun bisa mengalami penurunan nilai karena faktor eksternal (misalnya, penurunan harga properti).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Contoh Aset:<\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Harta Bergerak<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kendaraan (mobil, sepeda motor)<\/li>\n\n\n\n<li>Mesin dan peralatan kantor<\/li>\n\n\n\n<li>Persediaan barang dagangan<\/li>\n\n\n\n<li>Komputer dan perangkat elektronik<\/li>\n\n\n\n<li>Perabotan dan alat-alat rumah tangga<\/li>\n\n\n\n<li><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Harta Tidak Bergerak<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tanah<\/li>\n\n\n\n<li>Bangunan<\/li>\n\n\n\n<li>Infrastruktur tetap (misalnya jembatan, pabrik, dll.)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ringkasan Perbedaan:<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th><strong>Aspek<\/strong><\/th><th><strong>Aset Bergerak<\/strong><\/th><th><strong>Aset Tidak Bergerak<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Sifat Fisik<\/strong><\/td><td>Dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain<\/td><td>Tidak dapat dipindahkan dengan mudah<\/td><\/tr><tr><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><td>Kendaraan, mesin, peralatan kantor<\/td><td>Tanah, bangunan, properti real estate<\/td><\/tr><tr><td><strong>Penyusutan<\/strong><\/td><td>Mengalami penyusutan (mesin, kendaraan, dll.)<\/td><td>Tanah tidak disusutkan, bangunan bisa disusutkan<\/td><\/tr><tr><td><strong>Umur Ekonomis<\/strong><\/td><td>Umur lebih pendek<\/td><td>Umur lebih panjang dan lebih stabil<\/td><\/tr><tr><td><strong>Tujuan Penggunaan<\/strong><\/td><td>Digunakan untuk kegiatan operasional jangka pendek<\/td><td>Digunakan untuk operasional jangka panjang atau investasi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/penilaian-aset\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bagaimana Cara Melakukan Penilaian Aset dalam Sebuah Bisnis?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pencatatan Aset Bergerak dalam Akuntansi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"618\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-1.jpeg\" alt=\"aset bergerak 1\" class=\"wp-image-34914\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-1-300x185.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-1-768x475.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Pencatatan aset bergerak dalam akuntansi dan pembukuan dilakukan dengan cara yang mirip dengan pencatatan aset tetap, namun dengan beberapa perbedaan yang tergantung pada jenis asetnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah contoh umum dalam pencatatan aset seperti membeli kendaraan dalam akuntansi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pencatatan pembelian aset<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika sebuah aset dibeli, pencatatannya dilakukan dengan mendebit akun aset yang relevan dan mengkredit akun kas atau hutang (jika dibeli dengan cara kredit).<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh: Misalnya, perusahaan membeli sebuah mobil untuk operasional dengan harga Rp 100.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jurnal pembelian:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit (Rp)<\/th><th>Kredit (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>01\/01\/2025<\/td><td>Aset Kendaraan<\/td><td>100.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>01\/01\/2025<\/td><td>Kas\/Hutang<\/td><td><\/td><td>100.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pencatatan penyusutan aset<\/h3>\n\n\n\n<p>Penyusutan pada aset bergerak biasanya dicatat setiap periode untuk mencerminkan penurunan nilai aset karena penggunaan atau usia.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyusutan ini mengurangi nilai tercatat aset dan dicatat sebagai beban dalam laporan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika mobil yang dibeli tadi memiliki umur manfaat 5 tahun dan nilai sisa (salvage value) Rp 20.000.000, maka penyusutan per tahun menggunakan metode garis lurus adalah:<\/p>\n\n\n\n<p>Penyusutan Tahunan = (Harga Pembelian &#8211; Nilai Sisa) \/ Umur Manfaat Penyusutan Tahunan = (Rp 100.000.000 &#8211; Rp 20.000.000) \/ 5 = Rp 16.000.000 per tahun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jurnal Penyusutan<\/strong> (setiap tahun):<\/p>\n\n\n\n<p>Penyusutan tahun pertama dengan jumlah Rp 16.000.000.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit (Rp)<\/th><th>Kredit (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>31\/12\/2025<\/td><td>Beban Penyusutan<\/td><td>16.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>31\/12\/2025<\/td><td>Akumulasi Penyusutan Kendaraan<\/td><td><\/td><td>16.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Penyusutan tahun kedua dengan jumlah yang sama (Rp 16.000.000).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit (Rp)<\/th><th>Kredit (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>31\/12\/2026<\/td><td>Beban Penyusutan<\/td><td>16.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>31\/12\/2026<\/td><td>Akumulasi Penyusutan Kendaraan<\/td><td><\/td><td>16.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-aset-tetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Jurnal Aset Tetap: Cara Membuat, Jenis, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pencatatan penjualan atau pelepasan aset<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika aset dijual atau dilepas sebelum habis masa manfaatnya, pencatatan dilakukan dengan menghapus nilai tercatat aset dan mencatat laba atau rugi yang timbul dari transaksi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika mobil dijual seharga Rp 80.000.000, maka nilai tercatat mobil setelah penyusutan (misalnya 2 tahun) adalah Rp 68.000.000 (Rp 100.000.000 &#8211; 2 x Rp 16.000.000). Maka, perusahaan akan mendapatkan laba dari penjualan mobil sebesar Rp 12.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jurnal Penjualan Aset<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit (Rp)<\/th><th>Kredit (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>01\/03\/2027<\/td><td>Kas<\/td><td>80.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>01\/03\/2027<\/td><td>Akumulasi Penyusutan Kendaraan<\/td><td>32.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>01\/03\/2027<\/td><td>Aset Kendaraan<\/td><td><\/td><td>100.000.000<\/td><\/tr><tr><td>01\/03\/2027<\/td><td>Laba atas Penjualan Aset<\/td><td>12.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pencatatan setelah penyusutan dan penghapusan aset<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah aset disusutkan dan dijual atau dilepaskan, perusahaan perlu memastikan bahwa nilai tercatat aset dan akumulasi penyusutan dihapuskan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika mobil yang dijual adalah aset dengan harga beli Rp 100.000.000, akumulasi penyusutan Rp 32.000.000, dan harga jual Rp 80.000.000, maka perusahaan akan mencatat transaksi sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jurnal:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th><strong>Tanggal<\/strong><\/th><th><strong>Akun<\/strong><\/th><th><strong>Debit (Rp)<\/strong><\/th><th><strong>Kredit (Rp)<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>01\/03\/2027<\/td><td>Kas<\/td><td>80.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>01\/03\/2027<\/td><td>Akumulasi Penyusutan Kendaraan<\/td><td>32.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>01\/03\/2027<\/td><td>Aset Kendaraan<\/td><td><\/td><td>100.000.000<\/td><\/tr><tr><td>01\/03\/2027<\/td><td>Laba atas Penjualan Aset<\/td><td><\/td><td>12.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Pencatatan aset dalam laporan keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p>Aset akan tercatat dalam Neraca (Balance Sheet) di bagian aset lancar atau aset tetap, tergantung pada jenisnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Akumulasi penyusutan akan tercatat dalam akun akumulasi penyusutan yang merupakan akun kontra dari aset, mengurangi nilai tercatatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh tampilan di Neraca:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th><strong>Akun<\/strong><\/th><th><strong>Nilai (Rp)<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Aset Kendaraan (Aset Bergerak)<\/td><td>100.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi Penyusutan Kendaraan<\/td><td>32.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Nilai Buku Kendaraan<\/td><td>68.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-16\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Aturan PSAK 16 Tentang Perlakuan Aset Tetap pada Akuntansi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Mengetahaui apa itu harta bergerak dan perbedaannya dengan harta tidak bergerak akan memudahkan Anda selaku pemilik bisnis dalam menghitung valuasi usaha dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Penghitungan aset dan penyusutannya memang harus dilakukan dengan teliti sesuai dengan metode penyusutan yang Anda pilih agar laporan keuangan yang Anda hasilkan sesuai dengan keadaan bisnis Anda sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda kesulitan melakukan proses pencatatan akuntansi dan pembuatan laporan keuangan dengan benar, Anda bisa mencoba menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> seperti Kledo yang sudah digunakan oleh lebih dari 70 ribu pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda tertarik, Anda bisa mencobanya secara gratis selama 14 hari atau selamanya melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai pemilik bisnis, salah satu hal yang paling penting untuk dipahami adalah pengelolaan aset perusahaan. Aset tidak hanya sekadar barang yang dimiliki, tetapi juga merupakan sumber daya yang mendukung kelangsungan operasional sehari-hari. Di antara berbagai jenis aset yang dimiliki oleh bisnis, aset bergerak menjadi salah satu kategori yang sangat relevan dan sering kali mempengaruhi efisiensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":34917,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[14653,14652,105,3774,14651,1134,1264],"class_list":["post-34906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-contoh-aset-bergerak","tag-jurnal-aset-bergerak","tag-kledo","tag-manajemen-aset","tag-perbedaan-aset-bergerak-dan-tidak-bergerak","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu aset bergerak dan juga cara pencatatannya dalam proses pembukuan bisnis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu aset bergerak dan juga cara pencatatannya dalam proses pembukuan bisnis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-18T06:43:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-03T01:23:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya\",\"datePublished\":\"2025-03-18T06:43:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-03T01:23:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/\"},\"wordCount\":1440,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/aset-bergerak-banner.jpg\",\"keywords\":[\"contoh aset bergerak\",\"jurnal aset bergerak\",\"kledo\",\"manajemen aset\",\"perbedaan aset bergerak dan tidak bergerak\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/\",\"name\":\"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/aset-bergerak-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2025-03-18T06:43:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-03T01:23:20+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu aset bergerak dan juga cara pencatatannya dalam proses pembukuan bisnis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/aset-bergerak-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/aset-bergerak-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041,\"caption\":\"aset bergerak banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/aset-bergerak\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya - Kledo Blog","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu aset bergerak dan juga cara pencatatannya dalam proses pembukuan bisnis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya - Kledo Blog","og_description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu aset bergerak dan juga cara pencatatannya dalam proses pembukuan bisnis.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2025-03-18T06:43:25+00:00","article_modified_time":"2026-03-03T01:23:20+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya","datePublished":"2025-03-18T06:43:25+00:00","dateModified":"2026-03-03T01:23:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/"},"wordCount":1440,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-banner.jpg","keywords":["contoh aset bergerak","jurnal aset bergerak","kledo","manajemen aset","perbedaan aset bergerak dan tidak bergerak","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/","name":"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-banner.jpg","datePublished":"2025-03-18T06:43:25+00:00","dateModified":"2026-03-03T01:23:20+00:00","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu aset bergerak dan juga cara pencatatannya dalam proses pembukuan bisnis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/aset-bergerak-banner.jpg","width":2083,"height":1041,"caption":"aset bergerak banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-bergerak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aset Bergerak: Pengertian, Contoh, dan Cara Pencatatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34906"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34906\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44988,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34906\/revisions\/44988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}