{"id":36145,"date":"2025-05-02T14:59:41","date_gmt":"2025-05-02T07:59:41","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=36145"},"modified":"2025-05-06T10:23:04","modified_gmt":"2025-05-06T03:23:04","slug":"capital-intensity-ratio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/","title":{"rendered":"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Capital intensity ratio <\/em>(CIR) adalah metrik yang menunjukkan kepada Anda berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap 1 rupiah pendapatan. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah alat analisis rasio yang sering digunakan perusahaan untuk menunjukkan seberapa baik bisnis memanfaatkan asetnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio akan menunjukkan seberapa baik perusahaan menghasilkan pendapatan dari asetnya, dan merupakan kebalikan dari rasio perputaran total aset (dalam matematika ini berarti Anda dapat membagi 1 dengan angkanya).<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, intensitas modal adalah alat analisis yang digunakan untuk mengukur efektivitas aset dalam produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan menginvestasikan modal dalam jumlah besar dalam proses produksi mereka untuk mengharapkan proporsi yang lebih tinggi dari aset tetap untuk menghasilkan pendapatan. <\/p>\n\n\n\n<p>CIR yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan harus mengeluarkan terlalu banyak biaya untuk asetnya untuk menghasilkan pendapatan, sedangkan CIR yang rendah berarti perusahaan mengeluarkan lebih sedikit biaya untuk asetnya dan menghasilkan pendapatan yang sangat tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena rasio ini menunjukkan secara akurat bagaimana aset digunakan dalam menghasilkan pendapatan, perusahaan dapat melangkah lebih jauh untuk memanfaatkan temuan mereka untuk menyesuaikan di mana perlu bagi mereka untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini kami akan membahas cara menghitung capital intensity ratio, contoh kasus, dan memberikan kalkulator gratis yang bisa Anda gunakan.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghitung <em>Capital Intensity Ratio<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Industri padat modal dicirikan oleh kebutuhan pengeluaran yang substansial untuk aset tetap relatif terhadap total pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika sebuah perusahaan digambarkan sebagai \u201cpadat modal,\u201d pertumbuhannya secara tersirat membutuhkan investasi modal yang besar, sementara perusahaan \u201ctidak padat modal\u201d membutuhkan lebih sedikit pengeluaran untuk menghasilkan jumlah pendapatan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Intensitas modal mengukur jumlah pengeluaran untuk aset yang diperlukan untuk mendukung tingkat pendapatan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengilustrasikan konsep ini dalam bentuk pertanyaan, \u201cBerapa banyak modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan pendapatan sebesar 1.000 rupiah?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh umum aset modal dapat ditemukan di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Peralatan<\/li>\n\n\n\n<li>Properti<\/li>\n\n\n\n<li>Bangunan<\/li>\n\n\n\n<li>Tanah<\/li>\n\n\n\n<li>Mesin Berat<\/li>\n\n\n\n<li>Kendaraan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perusahaan dengan pembelian aset tetap yang signifikan dianggap lebih padat modal, yaitu membutuhkan belanja modal yang tinggi secara konsisten sebagai persentase dari pendapatan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 3 kledo\" class=\"wp-image-4991\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-3-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/berry-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Berry Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berapa <em>Capital Intensity Ratio<\/em>&nbsp;yang Baik?<\/h2>\n\n\n\n<p>Intensitas modal adalah pendorong utama penilaian perusahaan, karena banyak variabel yang terpengaruh, yaitu belanja modal atau <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-expenditure\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>capital expenditure<\/em> (Capex)<\/a>, depresiasi, dan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/net-working-capital\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>net working capital <\/em>(NWC)<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Belanja modal adalah pembelian aset tetap jangka panjang, yaitu properti, pabrik, dan peralatan, sedangkan depresiasi adalah alokasi pengeluaran di seluruh asumsi masa manfaat aset tetap.<\/p>\n\n\n\n<p>Modal kerja bersih  atau <em>net working capital<\/em>(NWC), jenis reinvestasi lain selain belanja modal, menentukan jumlah uang tunai yang terikat dalam operasi sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perubahan Positif dalam NWC \u2192 Lebih Sedikit <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/free-cash-flow\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Free cash flow<\/em> <\/a>(FCF)<\/li>\n\n\n\n<li>Perubahan Negatif dalam NWC \u2192 Lebih Banyak <em>Free cash flow<\/em> (FCF)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Mengapa? Peningkatan aset NWC operasi (misalnya piutang usaha, persediaan) dan penurunan liabilitas NWC operasi (misalnya utang usaha, biaya yang masih harus dibayar) mengurangi arus kas bebas (FCF).<\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, penurunan aset NWC yang beroperasi dan peningkatan liabilitas NWC yang beroperasi menyebabkan arus kas bebas (FCF) meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/equity-multiplier\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Equity Multiplier: Cara Hitung, Kalkulator, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rumus <em>Capital Intensity Ratio<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu metode untuk mengukur intensitas modal perusahaan disebut \u201c<em>capital intensity ratio<\/em>\u201d atau biasa disebut CIR.<\/p>\n\n\n\n<p>Sederhananya, CIR&nbsp;adalah jumlah pengeluaran yang diperlukan per dolar pendapatan yang dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rumus untuk menghitung CIR terdiri dari membagi total aset rata-rata perusahaan dengan pendapatannya pada periode yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong><em>Capital intensity ratio<\/em>&nbsp;= Total Aset Rata-rata \u00f7 Pendapatan<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/retention-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Retention Ratio: Rumus, Contoh Kasus, dan Kalkulator Gratis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kalkulator <em>Capital Intensity Ratio<\/em> Gratis<\/h2>\n\n\n\n<!DOCTYPE html>\n<html>\n<head>\n    <style>\n        .calculator-container {\n            max-width: 500px;\n            margin: 20px auto;\n            padding: 20px;\n            border: 1px solid #ddd;\n            border-radius: 8px;\n            font-family: Arial, sans-serif;\n        }\n        .input-group {\n            margin-bottom: 15px;\n        }\n        .input-group label {\n            display: block;\n            margin-bottom: 5px;\n            font-weight: bold;\n        }\n        .input-group input {\n            width: 100%;\n            padding: 8px;\n            border: 1px solid #ddd;\n            border-radius: 4px;\n            box-sizing: border-box;\n        }\n        .calculate-btn {\n            background-color: #28a745;\n            color: white;\n            padding: 10px 15px;\n            border: none;\n            border-radius: 4px;\n            cursor: pointer;\n            width: 100%;\n            font-size: 16px;\n        }\n        .calculate-btn:hover {\n            background-color: #218838;\n        }\n        .result {\n            margin-top: 20px;\n            padding: 15px;\n            background-color: #f8f8f8;\n            border-radius: 4px;\n            text-align: center;\n        }\n        .result h3 {\n            margin: 0;\n            color: #333;\n        }\n    <\/style>\n<\/head>\n<body>\n    <div class=\"calculator-container\">\n        <h3 style=\"text-align: center; color: #333;\">Kalkulator Capital Intensity Ratio<\/h3>\n        \n        <!-- Input fields -->\n        <div class=\"input-group\">\n            <label for=\"totalAsetAwal\">Total Aset Awal Tahun (Rp):<\/label>\n            <input type=\"number\" id=\"totalAsetAwal\" placeholder=\"Masukkan total aset awal tahun\">\n        <\/div>\n        <div class=\"input-group\">\n            <label for=\"totalAsetAkhir\">Total Aset Akhir Tahun (Rp):<\/label>\n            <input type=\"number\" id=\"totalAsetAkhir\" placeholder=\"Masukkan total aset akhir tahun\">\n        <\/div>\n        <div class=\"input-group\">\n            <label for=\"pendapatan\">Pendapatan Bersih (Rp):<\/label>\n            <input type=\"number\" id=\"pendapatan\" placeholder=\"Masukkan pendapatan bersih\">\n        <\/div>\n        \n        <button class=\"calculate-btn\" onclick=\"hitungCapitalIntensity()\">Hitung Capital Intensity Ratio<\/button>\n        \n        <!-- Result display -->\n        <div class=\"result\">\n            <h3>Capital Intensity Ratio: <span id=\"hasil-ratio\">0<\/span><\/h3>\n            <p id=\"interpretasi\" style=\"color: #333;\"><\/p>\n        <\/div>\n    <\/div>\n\n    <script>\n        function hitungCapitalIntensity() {\n            const asetAwal = parseFloat(document.getElementById('totalAsetAwal').value) || 0;\n            const asetAkhir = parseFloat(document.getElementById('totalAsetAkhir').value) || 0;\n            const pendapatan = parseFloat(document.getElementById('pendapatan').value) || 0;\n\n            if (pendapatan === 0) {\n                document.getElementById('hasil-ratio').textContent = \"0\";\n                document.getElementById('interpretasi').textContent = \"Pendapatan tidak boleh nol.\";\n                return;\n            }\n\n            const asetRataRata = (asetAwal + asetAkhir) \/ 2;\n            const ratio = asetRataRata \/ pendapatan;\n            document.getElementById('hasil-ratio').textContent = ratio.toFixed(2);\n\n            let interpretasi = \"\";\n            if (ratio > 1) {\n                interpretasi = \"Tinggi: Perusahaan tergolong padat modal.\";\n            } else if (ratio === 1) {\n                interpretasi = \"Sedang: Modal dan pendapatan relatif seimbang.\";\n            } else {\n                interpretasi = \"Rendah: Perusahaan efisien dalam penggunaan aset.\";\n            }\n\n            document.getElementById('interpretasi').textContent = interpretasi;\n        }\n    <\/script>\n<\/body>\n<\/html>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kasus dalam Perhitungan <em>Capital Intensity Ratio<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"495\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-3.jpeg\" alt=\"capital intensity ratio 3\" class=\"wp-image-36155\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-3.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-3-300x149.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-3-768x380.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Misalkan sebuah perusahaan memiliki pendapatan 1 milyar selama tahun kedua.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika total saldo aset perusahaan adalah 450 juta di tahun pertama dan  550 juta di tahun kedua, saldo aset rata-rata adalah 500 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari persamaan di bawah ini, kita dapat melihat bahwa <em>capital intensity ratio<\/em>&nbsp;adalah 0,5x.<\/p>\n\n\n\n<p>CIR&nbsp;= 500 juta \u00f7 1 milyar = 0,5x<\/p>\n\n\n\n<p>CIR&nbsp;0,5x menyiratkan bahwa perusahaan menghabiskan 0,5 rupiah untuk menghasilkan 1 rupiah pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/plowback-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Plowback Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Penghitungannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><em>Capital Intensity Iatio<\/em>&nbsp;vs Perputaran Aset: Apa Perbedaannya?<\/h2>\n\n\n\n<p>CIR&nbsp;dan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/asset-turnover-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">perputaran aset adalah <\/a>alat yang terkait erat untuk mengukur seberapa efisien perusahaan dapat memanfaatkan basis asetnya.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Capital intensity ratio<\/em>&nbsp;dan perputaran total aset dapat dihitung hanya dengan menggunakan dua variabel:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Total Aset<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perputaran total aset mengukur jumlah pendapatan yang dihasilkan per dolar aset yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<p>Rumus untuk menghitung perputaran total aset adalah pendapatan tahunan dibagi dengan rata-rata total aset (yaitu jumlah saldo awal periode dan akhir periode, dibagi dua).<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Perputaran Total Aset = Pendapatan Tahunan \u00f7 Rata-rata Total Aset<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Secara umum, perputaran aset yang lebih tinggi lebih disukai, karena ini menyiratkan lebih banyak pendapatan yang dihasilkan untuk setiap dolar aset.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kita menggunakan asumsi yang sama dengan contoh sebelumnya, perputaran total aset adalah 2,0x, yaitu perusahaan menghasilkan pendapatan sebesar 2 rupiah untuk setiap 1 rupiah dari nilai aset.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Perputaran Total Aset<\/strong> = 1 milyar \u00f7 500 juta = 2,0x<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun Anda mungkin sudah tahu sekarang, <em>capital intensity ratio<\/em>&nbsp;dan rasio perputaran total aset adalah kebalikannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, <em>capital intensity ratio<\/em>&nbsp;sama dengan satu dibagi dengan rasio perputaran total aset.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>CIR&nbsp;= 1 \u00f7 Rasio Perputaran Aset<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Meskipun angka yang lebih tinggi lebih disukai untuk perputaran total aset, angka yang lebih rendah lebih baik untuk rasio intensitas modal atau CIR, karena lebih sedikit pengeluaran modal yang diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/quality-of-earnings-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Quality of Earnings (QoE) Ratio: Cara Hitung dan Kalkulatornya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Menganalisis Intensitas Modal Berdasarkan Industri<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"728\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-2.jpeg\" alt=\"capital intensity ratio 2\" class=\"wp-image-36154\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-2.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-2-300x218.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-2-768x559.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Jika sebuah perusahaan dianggap padat modal, yaitu rasio padat modal yang tinggi, maka perusahaan tersebut harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk membeli aset fisik (dan perawatan atau penggantian secara berkala).<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, perusahaan yang tidak padat modal mengeluarkan biaya relatif lebih sedikit untuk operasinya agar dapat terus menghasilkan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua hal lain dianggap sama, perusahaan dengan rasio intensitas modal&nbsp;yang lebih tinggi relatif terhadap rekan-rekan industri lebih cenderung memiliki margin laba yang lebih rendah dari pengeluaran yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Biaya tenaga kerja biasanya merupakan arus kas keluar yang paling signifikan untuk industri non-kapital intensif, daripada belanja modal.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode lain untuk memperkirakan intensitas modal perusahaan adalah dengan membagi belanja modal dengan total biaya tenaga kerja.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong><em>Capital Intensity<\/em> = Belanja Modal \u00f7 Biaya Tenaga Kerja<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Tidak ada aturan pasti apakah rasio intensitas modal&nbsp;yang tinggi atau lebih rendah lebih baik, karena jawabannya bergantung pada detail yang tidak langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perusahaan dengan rasio intensitas modal&nbsp;yang tinggi dapat mengalami margin laba yang rendah, yang merupakan hasil dari pemanfaatan basis aset yang tidak efisien &#8211; atau lini bisnis dan industri secara umum mungkin lebih padat modal.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, membandingkan CIR&nbsp;perusahaan yang berbeda hanya dapat dilakukan jika perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi di industri yang sama (atau serupa).<\/p>\n\n\n\n<p>Jika demikian, perusahaan dengan rasio intensitas modal&nbsp;yang lebih rendah kemungkinan besar lebih menguntungkan dengan lebih banyak menghasilkan arus kas bebas (<em>free cash flow<\/em>\/FCF), karena lebih banyak pendapatan dapat dihasilkan dengan lebih sedikit aset.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perlu diingat, evaluasi mendalam terhadap unit ekonomi perusahaan diperlukan untuk memastikan apakah perusahaan tersebut memang lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/asset-coverage-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Asset Coverage Ratio: Rumus, Contoh, dan Kalkulator Gratisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Contoh Sektor dengan Intensitas Modal Tinggi dan Rendah?<\/h2>\n\n\n\n<p>Tabel di bawah ini memberikan contoh industri padat modal dan tidak padat modal.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Intensitas Modal Tinggi<\/th><th>Intensitas Modal Rendah<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Manufaktur<\/td><td>Software<\/td><\/tr><tr><td>Minyak dan Gas<\/td><td>Consulting<\/td><\/tr><tr><td>Energi<\/td><td>Jasa Legal<\/td><\/tr><tr><td>Automobiles<\/td><td>Retail<\/td><\/tr><tr><td>Semi-Conductors<\/td><td>Layanan Makanan<\/td><\/tr><tr><td>Transportasi<\/td><td>Hotel<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Pola yang jelas adalah bahwa untuk industri dengan intensitas modal tinggi, pemanfaatan aset tetap yang efektif mendorong peningkatan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, untuk industri dengan intensitas modal rendah, pembelian aset tetap secara substansial lebih rendah daripada total biaya tenaga kerja.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dapatkah Intensitas Modal Berfungsi sebagai <em>Barrier to Entry<\/em>?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"666\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-1.jpeg\" alt=\"capital intensity ratio 1\" class=\"wp-image-36153\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-1-768x511.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Intensitas modal sering dikaitkan dengan margin laba yang rendah dan arus kas keluar yang besar terkait belanja modal.<\/p>\n\n\n\n<p>Industri yang memiliki aset yang rendah dapat menjadi lebih baik, mengingat berkurangnya kebutuhan belanja modal untuk mempertahankan dan meningkatkan pertumbuhan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, intensitas modal dapat menjadi penghalang untuk masuk, yang menghalangi pendatang baru, dan menstabilkan arus kas mereka, serta pangsa pasar saat ini (dan margin keuntungan).<\/p>\n\n\n\n<p>Dari perspektif pendatang baru, investasi awal yang signifikan diperlukan untuk mulai bersaing di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengingat terbatasnya jumlah perusahaan di pasar, petahana memiliki kekuatan harga yang lebih besar atas basis pelanggan mereka (dan dapat menangkis persaingan dengan menawarkan harga yang lebih rendah yang tidak dapat ditandingi oleh perusahaan yang tidak menguntungkan).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sharpe-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sharpe Ratio: Rumus, Cara Hitung, dan Kalkulator Gratisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Analisis <em>Capital Intensity Ratio<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang telah kami sebutkan di awal, <em>capital intensity ratio<\/em>&nbsp;berguna untuk menentukan bagaimana perusahaan menggunakan aset mereka dalam produksi. <\/p>\n\n\n\n<p>Konsep <em>capital intensity ratio<\/em>&nbsp;sangat bermanfaat karena menunjukkan seberapa efisien perusahaan beroperasi. Manajer harus berinvestasi pada rasio efisiensi ini agar mereka dapat membuat keputusan produksi yang cerdas atas aset yang mereka miliki.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan yang padat modal dikatakan sebagai korban dari leverage operasi yang tinggi, dan sebagai akibatnya, mereka harus berproduksi dalam jumlah besar untuk menyesuaikan diri dengan situasi tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian besar perusahaan yang padat modal adalah perusahaan mekanis dan harus berproduksi dalam jumlah besar untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sifat unik dari perhitungan <em>capital intensity ratio<\/em>&nbsp;adalah bahwa rasio ini memasukkan biaya untuk aset tetap dan variabel dalam perhitungannya sehingga menjadi panduan yang berguna untuk memperkuat skala ekonomi. <\/p>\n\n\n\n<p>Di sisi lain, beberapa analis memiliki pendapat yang berbeda mengenai kegunaan <em>capital intensity ratio<\/em>&nbsp;sebagai ukuran efisiensi yang baik sebagai akibat dari inflasi komponen pendapatan dan aset.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cash-flow-coverage-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cash Flow Coverage Ratio: Manfaat, Rumus, dan Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pada Intinya&#8230;<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Capital Intensity Ratio (CIR) <\/em>adalah alat penting dalam analisis keuangan untuk menilai seberapa besar pengeluaran aset yang dibutuhkan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan. <\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini sangat berguna dalam membandingkan efisiensi operasional antar perusahaan, khususnya dalam industri yang sama. <\/p>\n\n\n\n<p>CIR yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan beroperasi di sektor padat modal, membutuhkan investasi besar pada aset tetap seperti mesin, peralatan, dan bangunan untuk mendukung operasionalnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, rasio yang rendah menunjukkan efisiensi tinggi dalam penggunaan aset, atau bahwa perusahaan berada di sektor yang ringan modal seperti jasa dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam praktiknya, menghitung <em>capital intensity ratio<\/em> memerlukan data historis seperti total aset awal dan akhir tahun serta pendapatan bersih selama periode tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Proses ini bisa memakan waktu jika dilakukan secara manual, terutama jika data keuangan tersebar di berbagai dokumen atau sistem. Di sinilah pentingnya sistem pencatatan keuangan yang terintegrasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> seperti Kledo, data keuangan perusahaan secara otomatis tercatat dan tersusun dengan rapi, sehingga memudahkan dalam menarik laporan, menganalisis metrik keuangan seperti CIR, dan membuat keputusan strategis berbasis data yang akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan tampilan yang ramah pengguna dan fitur otomatisasi, Kledo membantu pemilik bisnis, akuntan, maupun manajer keuangan untuk menghitung berbagai rasio keuangan, termasuk capital intensity ratio, hanya dalam beberapa klik. <\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik menggunakan Kledo untuk proses kemudahan pembukuan dan analisis keuangan? Anda bisa mencobanya secara gratis selama 14 hari melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/page\/software-akuntansi-terbaik.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Capital intensity ratio (CIR) adalah metrik yang menunjukkan kepada Anda berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap 1 rupiah pendapatan. Ini adalah alat analisis rasio yang sering digunakan perusahaan untuk menunjukkan seberapa baik bisnis memanfaatkan asetnya. Rasio akan menunjukkan seberapa baik perusahaan menghasilkan pendapatan dari asetnya, dan merupakan kebalikan dari rasio perputaran total aset [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":36156,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[14916,14915,105,14914,1134,1264],"class_list":["post-36145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-contoh-kasus-penghitungan-cir","tag-kalkulator-capital-intensity-ratio","tag-kledo","tag-rumus-capital-intensity-ratio","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas cara menghitung capital intensity ratio, contoh kasus, dan memberikan kalkulator gratis\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas cara menghitung capital intensity ratio, contoh kasus, dan memberikan kalkulator gratis\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-02T07:59:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-06T03:23:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya\",\"datePublished\":\"2025-05-02T07:59:41+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-06T03:23:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/\"},\"wordCount\":1760,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/capital-intensity-ratio-banner.jpg\",\"keywords\":[\"contoh kasus penghitungan CIR\",\"kalkulator capital intensity ratio\",\"kledo\",\"rumus capital intensity ratio\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/\",\"name\":\"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/capital-intensity-ratio-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-02T07:59:41+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-06T03:23:04+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini kami akan membahas cara menghitung capital intensity ratio, contoh kasus, dan memberikan kalkulator gratis\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/capital-intensity-ratio-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/capital-intensity-ratio-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041,\"caption\":\"capital intensity ratio banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/capital-intensity-ratio\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya - Kledo Blog","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas cara menghitung capital intensity ratio, contoh kasus, dan memberikan kalkulator gratis","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya - Kledo Blog","og_description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas cara menghitung capital intensity ratio, contoh kasus, dan memberikan kalkulator gratis","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2025-05-02T07:59:41+00:00","article_modified_time":"2025-05-06T03:23:04+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya","datePublished":"2025-05-02T07:59:41+00:00","dateModified":"2025-05-06T03:23:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/"},"wordCount":1760,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-banner.jpg","keywords":["contoh kasus penghitungan CIR","kalkulator capital intensity ratio","kledo","rumus capital intensity ratio","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/","name":"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-banner.jpg","datePublished":"2025-05-02T07:59:41+00:00","dateModified":"2025-05-06T03:23:04+00:00","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas cara menghitung capital intensity ratio, contoh kasus, dan memberikan kalkulator gratis","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/capital-intensity-ratio-banner.jpg","width":2083,"height":1041,"caption":"capital intensity ratio banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36145"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36229,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36145\/revisions\/36229"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36156"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}