{"id":36670,"date":"2025-05-22T13:29:52","date_gmt":"2025-05-22T06:29:52","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=36670"},"modified":"2025-08-04T15:39:18","modified_gmt":"2025-08-04T08:39:18","slug":"internal-growth-rate","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/","title":{"rendered":"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus"},"content":{"rendered":"\n<p>Ada banyak metrik yang bisa Anda gunakan untuk memperkirakan potensi pertumbuhan bisnis Anda. Untuk bisnis yang tidak berencana mencari pendanaan tambahan, mencari <em>internal growth rate (IGR)<\/em> adalah pilihan yang baik untuk mengevaluasi pertumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda tahu berapa IGR Anda, Anda akan dapat merencanakan masa depan perusahaan dengan lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu dengan mempelajari cara meningkatkan <em>internal growth rate<\/em> Anda, Anda akan dapat menginvestasikan lebih banyak sumber daya ke dalam pertumbuhan dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan perusahaan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Internal growth rate<\/em> mengukur tingkat pertumbuhan yang dapat dihasilkan oleh perusahaan dari sumber dayanya sendiri. Kuncinya adalah perusahaan dapat melakukannya tanpa harus menggunakan pembiayaan utang eksternal atau tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p>IGR adalah ukuran potensi pertumbuhan \u201corganik\u201d perusahaan. Dengan demikian, IGR memberi tahu kita berapa besar ukuran yang dapat dicapai perusahaan jika menginvestasikan kembali semua pendapatannya ke dalam bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah angka yang penting untuk diketahui investor, karena dapat membantu mereka mengukur potensi jangka panjang perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu <em>internal growth rate<\/em> beserta kalkulator, cara hitung, dan juga contoh kasusnya yang mempermudah Anda dalam mengetahui apa itu IGR secara mendalam.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghitung <em>Internal Growth Rate<\/em> (IGR)<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"666\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-1.jpeg\" alt=\"Internal Growth Rate 1\" class=\"wp-image-36679\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-1.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-1-768x511.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><em>Internal growth rate<\/em> (IGR) atau tingkat pertumbuhan internal menetapkan \u201cbatas atas\u201d pada tingkat pertumbuhan maksimum yang dapat dicapai oleh perusahaan tertentu, dengan asumsi perusahaan tersebut tidak memperoleh pembiayaan eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara konseptual, tingkat pertumbuhan internal adalah tingkat pertumbuhan tertinggi yang dapat dicapai oleh perusahaan tanpa ketergantungan pada ekuitas atau penerbitan utang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, tingkat pertumbuhan tersirat mengasumsikan bahwa operasi hanya didanai oleh sumber-sumber internal, seperti laba ditahan dan modal disetor.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada dua sumber utama untuk meningkatkan pembiayaan eksternal:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penerbitan Ekuitas<\/strong> \u2192 Menjual saham kepemilikan di perusahaan dengan imbalan modal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penerbitan Utang<\/strong> \u2192 Meminjam modal dengan kewajiban memenuhi pembayaran terjadwal seperti yang dinyatakan dalam perjanjian pinjaman (misalnya beban bunga, pembayaran wajib pada saat jatuh tempo)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Hampir semua perusahaan saat ini harus meningkatkan modal dalam bentuk penerbitan ekuitas atau modal utang (misalnya obligasi perusahaan).<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sudut pandang yang berbeda, tingkat pertumbuhan internal dapat menandakan bahwa perusahaan mungkin perlu mencari pembiayaan eksternal, yaitu lebih banyak pendanaan dari luar yang diperlukan untuk mencapai tahap pertumbuhan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>IGR bisa jadi cukup untuk perusahaan tertentu (dan basis investor mereka), namun tidak sesuai dengan ekspektasi untuk perusahaan lain.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 1 kledo\" class=\"wp-image-4989\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-1-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/terminal-growth-rate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Terminal Growth Rate: Pengertian, Rumus dan Cara Hitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rumus<em> Internal Growth Rate<\/em> (IGR)<\/h2>\n\n\n\n<p>Rumus untuk menghitung tingkat pertumbuhan internal terdiri dari tiga langkah:<\/p>\n\n\n\n<p>Hitung rasio retensi dengan mengurangkan dividen tahunan dari laba bersih dan membaginya dengan laba bersih<\/p>\n\n\n\n<p>Hitung metrik imbal hasil atas aset (ROA), yang sama dengan laba bersih dibagi dengan saldo total aset rata-rata (yaitu jumlah saldo awal dan akhir periode dibagi dua)<\/p>\n\n\n\n<p>Kalikan rasio retensi dan imbal hasil atas aset (ROA) perusahaan untuk mendapatkan tingkat pertumbuhan internal (IGR)<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Tingkat Pertumbuhan Internal (IGR) = Rasio Retensi \u00d7 Imbal Hasil Atas Aset (ROA)<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Di mana:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Rasio Retensi <\/strong>= (Laba Bersih &#8211; Dividen) \u00f7 Laba Bersih (Anda bisa mengunjungi halaman ini untuk menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/retention-ratio\/\">kalkulator rasio retensi<\/a>)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Return on Assets (ROA)<\/strong> = Laba Bersih \u00f7 Rata-Rata Total Aset<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Rasio retensi adalah persentase dari laba bersih yang ditahan perusahaan untuk diinvestasikan kembali ke dalam kegiatan operasinya, dengan kata lain, alih-alih membagikan dividen kepada para pemegang saham, sisa laba diukur dengan rasio retensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio retensi juga dapat dihitung dengan mengurangi rasio pembayaran dividen.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Rasio Retensi (%) = 1 &#8211; Rasio Pembayaran Dividen<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk menguraikan komponen-komponen rumus tingkat pertumbuhan internal secara lebih rinci, IGR menyatakan laba ditahan sebagai persentase dari total aset.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Internal Growth Rate<\/em> (IGR) = Laba Ditahan \u00f7 Total Aset<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sisi kanan dari rumus tersebut dapat disusun kembali menjadi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>IGR = (Laba Ditahan \u00f7 Laba Bersih) \u00d7 (Laba Bersih \u00f7 Total Aset)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>IGR = Rasio Retensi \u00d7 Pengembalian atas Aset (ROA)<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/gordon-growth-model\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Gordon Growth Model: Pengertian, Rumus, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh sederhana<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, anggaplah sebuah perusahaan melaporkan laba ditahan sebesar 4 milyar, total aset rata-rata 20 milyar, dan laba bersih 5 milyar untuk tahun fiskal 2023.<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat pertumbuhan internal (IGR) perusahaan adalah 20%, yang kami tentukan dengan membagi laba ditahan dengan total aset rata-rata&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>IGR = 4 milyar \u00f7 20 milyar = 20%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah memasukkan angka yang sama ke dalam rumus yang telah kami kembangkan, IGR sekali lagi sama dengan 20%.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>IGR = (4 milyar \u00f7 5 milyar) \u00d7 (5 milyar \u00f7 20 milyar)<\/li>\n\n\n\n<li>IGR = 80% \u00d7 25% = 20%<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/run-rate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Run Rate: Rumus, Contoh, Kalkulator, dan Batasannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">IGR vs SGR: Apa Perbedaannya?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"570\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/internal-growth-rate-3.jpeg\" alt=\"internal growth rate 3\" class=\"wp-image-36681\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/internal-growth-rate-3.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/internal-growth-rate-3-300x171.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/internal-growth-rate-3-768x438.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Salah satu konsep yang terkait erat dengan <em>internal growth rate<\/em> (IGR) adalah tingkat pertumbuhan berkelanjutan atau biasa dikenal <em>sustainable growth rate<\/em> (SGR), yang merupakan tingkat pertumbuhan yang dapat dicapai perusahaan jika struktur modalnya saat ini &#8211; yaitu campuran utang dan ekuitas &#8211; dipertahankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan IGR, <em>sustainable growth rate<\/em> atau SGR memperhitungkan pembiayaan eksternal. Tetapi sumber pendanaan eksternal dibatasi oleh struktur modal yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai perbandingan, SGR harus lebih tinggi dari IGR, karena lebih banyak modal yang tersedia untuk diinvestasikan kembali dan pengeluaran diskresioner untuk pertumbuhan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/revenue-growth\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Revenue Growth: Pengertian, Metrik, Rumus, dan Cara Meningkatkannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kalkulator <em>Internal Growth Rate<\/em> (IGR) Gratis<\/h2>\n\n\n\n<!DOCTYPE html>\n<html>\n<head>\n    <style>\n        .calculator-container {\n            max-width: 500px;\n            margin: 20px auto;\n            padding: 20px;\n            border: 1px solid #ddd;\n            border-radius: 8px;\n            font-family: Arial, sans-serif;\n        }\n        .input-group {\n            margin-bottom: 15px;\n        }\n        .input-group label {\n            display: block;\n            margin-bottom: 5px;\n            font-weight: bold;\n        }\n        .input-group input {\n            width: 100%;\n            padding: 8px;\n            border: 1px solid #ddd;\n            border-radius: 4px;\n            box-sizing: border-box;\n        }\n        .calculate-btn {\n            background-color: #28a745;\n            color: white;\n            padding: 10px 15px;\n            border: none;\n            border-radius: 4px;\n            cursor: pointer;\n            width: 100%;\n            font-size: 16px;\n        }\n        .calculate-btn:hover {\n            background-color: #218838;\n        }\n        .result {\n            margin-top: 20px;\n            padding: 15px;\n            background-color: #f8f8f8;\n            border-radius: 4px;\n            text-align: center;\n        }\n        .result h3 {\n            margin: 0;\n            color: #333;\n        }\n    <\/style>\n<\/head>\n<body>\n    <div class=\"calculator-container\">\n        <h3 style=\"text-align: center; color: #333;\">Kalkulator Internal Growth Rate (IGR)<\/h3>\n        \n        <!-- Input fields -->\n        <div class=\"input-group\">\n            <label for=\"retainedEarnings\">Laba Ditahan (Rp):<\/label>\n            <input type=\"number\" id=\"retainedEarnings\" placeholder=\"Masukkan laba ditahan\">\n        <\/div>\n        <div class=\"input-group\">\n            <label for=\"netIncome\">Laba Bersih (Rp):<\/label>\n            <input type=\"number\" id=\"netIncome\" placeholder=\"Masukkan laba bersih\">\n        <\/div>\n        <div class=\"input-group\">\n            <label for=\"totalAssets\">Total Aset (Rp):<\/label>\n            <input type=\"number\" id=\"totalAssets\" placeholder=\"Masukkan total aset\">\n        <\/div>\n        \n        <button class=\"calculate-btn\" onclick=\"calculateIGR()\">Hitung IGR<\/button>\n        \n        <!-- Result display -->\n        <div class=\"result\">\n            <h3>IGR: <span id=\"igr-result\">0<\/span><\/h3>\n            <p id=\"interpretation\" style=\"color: #333;\"><\/p>\n        <\/div>\n    <\/div>\n\n    <script>\n        function calculateIGR() {\n            const retainedEarnings = parseFloat(document.getElementById('retainedEarnings').value) || 0;\n            const netIncome = parseFloat(document.getElementById('netIncome').value) || 0;\n            const totalAssets = parseFloat(document.getElementById('totalAssets').value) || 0;\n\n            if (netIncome === 0 || totalAssets === 0) {\n                document.getElementById('igr-result').textContent = \"0\";\n                document.getElementById('interpretation').textContent = \"Laba bersih dan total aset tidak boleh nol.\";\n                return;\n            }\n\n            const retentionRatio = retainedEarnings \/ netIncome;\n            const returnOnAssets = netIncome \/ totalAssets;\n            const igr = retentionRatio * returnOnAssets;\n            const igrPercent = (igr * 100).toFixed(2);\n\n            document.getElementById('igr-result').textContent = igrPercent + \" %\";\n\n            let interpretation = \"\";\n            if (igr < 5) {\n                interpretation = \"Pertumbuhan internal rendah, perlu ditingkatkan.\";\n            } else if (igr <= 15) {\n                interpretation = \"Pertumbuhan internal tergolong sehat.\";\n            } else {\n                interpretation = \"Pertumbuhan tinggi, perhatikan keberlanjutan.\";\n            }\n\n            document.getElementById('interpretation').textContent = interpretation;\n        }\n    <\/script>\n<\/body>\n<\/html>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/basic-earnings-power-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Basic Earnings Power Ratio: Rumus dan Kalkulator Gratisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Kasus dalam Menghitung Internal Growth Rate<\/h2>\n\n\n\n<p>Misalkan kita ditugaskan untuk menghitung <em>internal growth rate<\/em> (IGR) untuk sebuah perusahaan dengan laporan keuangan sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laba Bersih untuk Pemegang Saham Biasa = 50 milyar<\/li>\n\n\n\n<li>Rata-rata Tertimbang Saham Beredar = 100 milyar<\/li>\n\n\n\n<li>Dividen Tahunan = 25 milyar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan asumsi-asumsi tersebut, kita bisa menghitung laba per saham (EPS) dan dividen per saham (DPS).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laba Per Lembar Saham (EPS)<\/strong> = 50 milyar \u00f7 100 millyar = Rp0,50<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dividen Per Lembar Saham (DPS) <\/strong>= 25 milyar \u00f7 100 milyar = Rp0,25<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika kita mengasumsikan rata-rata total aset adalah 25 milyar, rasio retensi dapat dihitung dengan rumus berikut:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rasio Retensi = (50 milyar - 25 milyar) \u00f7 50 milyar = 50%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Atau, kita dapat membagi dividen per saham (DPS) perusahaan dengan laba per saham (EPS), lalu mengurangkan hasilnya dengan satu - yang akan menghasilkan nilai yang sama, yaitu 50%.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Rasio Retensi = 1 - (DPS \u00f7 EPS)<\/li>\n\n\n\n<li>Rasio Retensi = 1 - (0,25 \u00f7 0,50) = 50%<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Masukan terakhir yang tersisa dalam penghitungan kami - laba atas aset (ROA) - dihitung dengan membagi laba bersih dengan rata-rata total aset.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pengembalian atas Aset (ROA) = 50 milyar \u00f7 250 milyar = 20%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang kita bisa mengalikan rasio retensi dengan pengembalian atas aset (ROA) untuk menghitung <em>internal growth ratio<\/em> (IGR)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat Pertumbuhan Internal = 50% \u00d7 20% = 10%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>IGR 10% dalam skenario ilustrasi kami menyiratkan bahwa perusahaan kami dapat mencapai tingkat pertumbuhan maksimum 10% tanpa ketergantungan pada pembiayaan eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sales-growth-rate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Hitung Sales Growth Rate, Rumus, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Meningkatkan IGR dalam Bisnis Anda<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"524\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/internal-growth-rate-2.jpeg\" alt=\"internal growth rate 2\" class=\"wp-image-36680\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/internal-growth-rate-2.jpeg 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/internal-growth-rate-2-300x157.jpeg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/internal-growth-rate-2-768x402.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Sebelum beralih menggunakan tingkat pertumbuhan berkelanjutan sebagai metrik pertumbuhan utama, ada baiknya Anda tetap mengambil langkah-langkah yang akan memaksimalkan tingkat pertumbuhan internal Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meminimalkan pemborosan, Anda akan melihat tingkat pengembalian aset yang lebih besar dan, pada gilirannya, tingkat pertumbuhan internal yang lebih baik. <\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan harus secara teratur mengevaluasi kinerja dan mencari peluang untuk meningkatkannya. Upaya-upaya tersebut tidak hanya akan meningkatkan laba, tetapi juga akan mempercepat tingkat pertumbuhan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengoptimalkan proses produksi yang ada<\/h3>\n\n\n\n<p>Sering kali ada ruang untuk perbaikan dalam cara bisnis yang ada saat ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Teknologi berubah dengan cepat dan memungkinkan otomatisasi yang lebih baik, perampingan yang lebih besar, peningkatan produktivitas staf, dan peningkatan efisiensi operasional lainnya yang akan membantu Anda mendapatkan pendapatan tambahan dari aset yang ada. <\/p>\n\n\n\n<p>Memeriksa secara teratur untuk memastikan bisnis Anda beroperasi dengan alat dan proses yang paling efisien yang tersedia akan membantu menjaga IGR Anda setinggi mungkin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mendesain ulang produk yang sudah ada<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika produk menjadi ketinggalan zaman dan tertinggal dari persaingan dalam hal fitur dan kegunaan, produk tersebut tidak lagi menghasilkan pendapatan sebanyak yang seharusnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melihat bagaimana pelanggan menggunakan produk Anda dan bagaimana pasar telah mengubah ekspektasi sejak penyegaran produk terakhir, Anda dapat mendesain ulang penawaran Anda dengan cara yang akan membuat penjualan meningkat. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini, pada gilirannya, akan mendorong pertumbuhan dan meningkatkan ROA Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/market-growth-rate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Market Growth Rate Adalah: Faktor, Rumus, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menghilangkan lini produk yang berkinerja buruk<\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap produk yang dikeluarkan perusahaan Anda menggunakan aset. <\/p>\n\n\n\n<p>Produk yang tidak berkinerja sangat baik menggunakan aset tersebut tanpa memberikan kontribusi yang adil terhadap laba bersih Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika Anda membuang produk yang berkinerja buruk dan menggunakan aset tersebut untuk produk yang berkinerja lebih baik, ROA Anda akan meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rasio-kecukupan-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rasio Kecukupan Arus Kas: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menambahkan lini bisnis baru<\/h3>\n\n\n\n<p>Tips ini tidak hanya akan meningkatkan IGR, tetapi juga dapat berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan dengan sendirinya. <\/p>\n\n\n\n<p>Hampir setiap produk memiliki produk pelengkap, yang merupakan sesuatu yang juga akan dibeli oleh pelanggan jika tersedia. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melihat lini produk Anda dan mencari tahu tambahan yang paling logis untuk aliran pendapatan dalam bisnis, Anda dapat memanfaatkan fakta tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa sangat efektif untuk meningkatkan IGR karena produk serupa sering kali dapat berbagi aset, yang memberi Anda peningkatan laba bersih dan menghasilkan ROA yang lebih besar secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pecking-order-theory\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pecking Order Theory: Pengertian, Dampak, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pada Intinya...<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Internal growth rate<\/em> (IGR) adalah metrik yang sangat penting untuk bisnis, terutama bisnis kecil. Ini adalah ukuran seberapa cepat bisnis tumbuh tanpa perlu pendanaan atau investasi eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p>IGR adalah cara yang efektif untuk mengukur potensi pendapatan pertumbuhan perusahaan yang sebenarnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan berfokus pada IGR, Anda dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam menginvestasikan kembali laba dan mengalokasikan sumber daya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika menganalisis IGR perusahaan, penting untuk mengingat keterbatasan metrik ini. IGR tidak memperhitungkan perubahan pendapatan atau struktur modal. <\/p>\n\n\n\n<p>Metrik ini juga mengasumsikan bahwa semua keuntungan diinvestasikan kembali ke dalam bisnis, yang mungkin tidak terjadi pada kenyataannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlepas dari keterbatasannya, IGR masih merupakan metrik yang berharga untuk dilacak oleh bisnis. Dengan memahami IGR dan menggunakannya untuk mengambil keputusan yang tepat, Anda dapat memberikan bisnis Anda peluang yang lebih baik untuk sukses.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, untuk memastikan kesehatan keuangan dalam bisnis Anda baik-baik saja, Anda bisa menggunakan sistem pembukuan modern seperti menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntans<\/a>i Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo adalah software akuntansi online berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 75.000 pengguna dari berbagai jenis dan skala bisnis di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan Kledo Anda bisa dengan mudah melakukan pencatatan pembukuan, manajemen aset dan persediaan, membuat laporan keuangan instan, dan masih banyak lagi kemudahan pembukuan yang akan Anda dapatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tertarik, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari atau selamanya melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada banyak metrik yang bisa Anda gunakan untuk memperkirakan potensi pertumbuhan bisnis Anda. Untuk bisnis yang tidak berencana mencari pendanaan tambahan, mencari internal growth rate (IGR) adalah pilihan yang baik untuk mengevaluasi pertumbuhan. Jika Anda tahu berapa IGR Anda, Anda akan dapat merencanakan masa depan perusahaan dengan lebih baik. Selain itu dengan mempelajari cara meningkatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":36682,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[15030,15029,15028,105,15031,1134,1264],"class_list":["post-36670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-cara-hitung-internal-growth-rate","tag-contoh-kasus-internal-growth-rate","tag-kalkulator-internal-growth-rate","tag-kledo","tag-rumus-internal-growth-rate","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu internal growth rate beserta kalkulator, cara hitung, dan juga contoh kasusnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu internal growth rate beserta kalkulator, cara hitung, dan juga contoh kasusnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-22T06:29:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-04T08:39:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2083\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1041\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus\",\"datePublished\":\"2025-05-22T06:29:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T08:39:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/\"},\"wordCount\":1640,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg\",\"keywords\":[\"cara hitung internal growth rate\",\"contoh kasus internal growth rate\",\"kalkulator internal growth rate\",\"kledo\",\"rumus internal growth rate\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/\",\"name\":\"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg\",\"datePublished\":\"2025-05-22T06:29:52+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-04T08:39:18+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu internal growth rate beserta kalkulator, cara hitung, dan juga contoh kasusnya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/05\\\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg\",\"width\":2083,\"height\":1041,\"caption\":\"Internal Growth Rate banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/internal-growth-rate\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus - Kledo Blog","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu internal growth rate beserta kalkulator, cara hitung, dan juga contoh kasusnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus - Kledo Blog","og_description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu internal growth rate beserta kalkulator, cara hitung, dan juga contoh kasusnya","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2025-05-22T06:29:52+00:00","article_modified_time":"2025-08-04T08:39:18+00:00","og_image":[{"width":2083,"height":1041,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus","datePublished":"2025-05-22T06:29:52+00:00","dateModified":"2025-08-04T08:39:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/"},"wordCount":1640,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg","keywords":["cara hitung internal growth rate","contoh kasus internal growth rate","kalkulator internal growth rate","kledo","rumus internal growth rate","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/","name":"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg","datePublished":"2025-05-22T06:29:52+00:00","dateModified":"2025-08-04T08:39:18+00:00","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu internal growth rate beserta kalkulator, cara hitung, dan juga contoh kasusnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/Internal-Growth-Rate-banner.jpg","width":2083,"height":1041,"caption":"Internal Growth Rate banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/internal-growth-rate\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Internal Growth Rate: Arti, Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasus"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36670"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38524,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36670\/revisions\/38524"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}