{"id":37988,"date":"2025-08-11T12:44:32","date_gmt":"2025-08-11T05:44:32","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=37988"},"modified":"2025-08-11T14:18:07","modified_gmt":"2025-08-11T07:18:07","slug":"term-of-reference","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/","title":{"rendered":"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Saat memulai suatu proyek baru, biasanya para profesional akan menggunakan Term of Reference (ToR) sebagai acuan kerja utama. ToR membantu semua pihak yang terlibat memahami arah, tujuan, dan batasan proyek secara jelas sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara sederhana, Term of Reference adalah dokumen yang berisi penjelasan detail mengenai tujuan, ruang lingkup, metode, hingga hasil yang diharapkan dari suatu kegiatan atau proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Dokumen ini ibarat <em>&#8220;road map&#8221;<\/em> yang memastikan setiap langkah yang diambil tetap sesuai rencana dan sasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami cara menulis ToR yang efektif, Anda tidak hanya bisa menjalankan proyek dengan lebih terarah, tetapi juga meminimalkan risiko kesalahpahaman di antara tim atau pihak terkait.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada artikel ini, kami akan membahas mengapa ToR penting, komponen yang harus ada di dalamnya, langkah-langkah penyusunan, hingga contoh ToR yang bisa Anda jadikan referensi.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Pentingnya Menulis Term of Reference? <\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-1-1.webp\" alt=\"Term of Reference 1\" class=\"wp-image-38712\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-1-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-1-1-300x210.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-1-1-768x538.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Menyusun <em>Terms of Reference<\/em> (ToR) untuk sebuah proyek penting untuk memastikan kesuksesan dan efisiensi pelaksanaan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>ToR menyediakan kerangka kerja yang terstruktur dan menjadi acuan utama bagi seluruh pihak yang terlibat.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, ada lima alasan utama mengapa Anda perlu mengembangkan ToR:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kejelasan tujuan dan sasaran proyek<\/h3>\n\n\n\n<p>ToR secara jelas mendefinisikan tujuan dan sasaran proyek, sehingga seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai apa yang ingin dicapai oleh proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Kejelasan ini sangat penting untuk menyelaraskan upaya, arah kerja, dan penggunaan sumber daya agar fokus pada tujuan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menetapkan ruang lingkup dan batasan proyek<\/h3>\n\n\n\n<p>ToR menguraikan ruang lingkup pekerjaan secara rinci, termasuk tugas-tugas, aktivitas, dan <em>deliverables<\/em> yang harus diselesaikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam ToR, dijelaskan apa saja yang termasuk dan tidak termasuk dalam proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, ToR membantu mencegah terjadinya perluasan ruang lingkup yang tidak terencana (<em>scope creep<\/em>), serta memastikan proyek tetap fokus pada hasil yang telah ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penugasan peran dan tanggung jawab<\/h3>\n\n\n\n<p>ToR menetapkan peran dan tanggung jawab dari para pemangku kepentingan utama dalam proyek seperti anggota tim, sponsor, serta pihak-pihak pendukung lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Penugasan peran yang jelas mendorong akuntabilitas, memperlancar komunikasi, dan mempercepat proses pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Perencanaan dan eksekusi proyek yang efektif<\/h3>\n\n\n\n<p>ToR berfungsi sebagai dokumen dasar dalam merancang perencanaan dan pelaksanaan proyek secara efektif. <\/p>\n\n\n\n<p>Dokumen ini menjabarkan peran, tanggung jawab, serta jadwal waktu, sehingga menjadi peta jalan (<em>roadmap<\/em>) yang jelas bagi tim proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan ToR yang baik, manajer proyek dapat mengalokasikan sumber daya dengan efisien, mengidentifikasi potensi risiko, serta membangun kerangka kerja yang terstruktur untuk pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/pos\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pos-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"pos banner 3\" class=\"wp-image-37174\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pos-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pos-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pos-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pos-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/pos-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manajemen-proyek\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa itu Manajemen Proyek? Berikut Pembahasan Lengkap dan Mendalam<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komponen dalam <em>Term of Reference<\/em> dan Cara Menulisnya<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-2-1.webp\" alt=\"Term of Reference 2\" class=\"wp-image-38713\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-2-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-2-1-300x210.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-2-1-768x538.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Berikut ini merupakan komponen dalam <em>term of reference:<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Informasi umum<\/h3>\n\n\n\n<p>Seperti halnya dokumen proyek lainnya, mulailah dengan informasi dasar terlebih dahulu. Cantumkan nama proyek, judul atau kode ID proyek, tanggal hari ini, dan nomor versi dokumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah selesai, pastikan untuk menambahkan nama proyek dan nama file dokumen ke bagian footer. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pendahuluan proyek<\/h3>\n\n\n\n<p>Awali dokumen <em>Terms of Reference<\/em> (ToR) proyek Anda dengan teks pengantar singkat yang menjelaskan inti dari proyek tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Ringkaslah cakupan dari dokumen ToR ini. Biasanya, ToR disusun untuk menetapkan mandat dari satu kelompok tertentu untuk satu alur kerja (<em>workstream<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Jelaskan secara singkat hal-hal yang termasuk di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><em>Workstream<\/em> ini mencakup elemen teknis dari proyek xxx, termasuk pengembangan perangkat lunak dan perangkat keras, desain teknis, serta proses pengujian.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tujuan dan hasil yang diharapkan<\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah selanjutnya yang perlu Anda susun dari ToR adalah menjabarkan hasil spesifik yang ingin Anda capai beserta sasaran utama proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian ini berfungsi sebagai kompas yang membimbing tim proyek dan para pemangku kepentingan menuju visi keberhasilan yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan merinci tujuan yang jelas, spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART), ToR memastikan bahwa setiap pihak yang terlibat memahami dampak yang ingin diwujudkan dari proyek tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, di bagian ini Anda juga bisa menjelaskan mengapa proyek ini penting dan bagaimana kaitannya dengan kebutuhan organisasi maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/estimasi-biaya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Estimasi Biaya dalam Manajemen Proyek: Manfaat, Metode, &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Ruang lingkup<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian ini secara rinci menjabarkan tugas, aktivitas, dan hasil kerja (<em>deliverables<\/em>) yang termasuk dalam ruang lingkup proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mendefinisikan batasan proyek secara jelas, bagian ini membantu mencegah terjadinya perluasan ruang lingkup (<em>scope creep<\/em>) dan memastikan tim proyek tetap fokus pada hasil yang ingin dicapai.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian ini menjawab pertanyaan mendasar seperti \u201cApa yang akan dilakukan?\u201d dan \u201cApa yang tidak akan dilakukan?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kejelasan ini sangat penting untuk mengelola ekspektasi, menghindari kesalahpahaman, serta memberikan landasan yang kuat bagi perencanaan dan pelaksanaan proyek yang efektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Peran dan tanggung jawab<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian ini mencantumkan nama-nama orang yang terlibat beserta tanggung jawabnya masing-masing. <\/p>\n\n\n\n<p>Kami sarankan Anda menggunakan format tabel agar informasi lebih mudah dipahami.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda telah memiliki dokumen terpisah berupa template peran dan tanggung jawab, Anda dapat merujuk langsung ke dokumen tersebut untuk menghindari pengulangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, bagian ini juga sebaiknya mencantumkan informasi mengenai frekuensi pertemuan tim. Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><em>\u201cPertemuan tim akan dilaksanakan setiap bulan atau lebih jarang jika diperlukan. Agenda tetap setiap pertemuan mencakup:<\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Tinjauan terhadap perkembangan proyek, pencapaian milestone, risiko, dan isu yang ada<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Deliverables<em> yang perlu disetujui atau diputuskan<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Topik khusus yang perlu dibahas atau diangkat untuk eskalasi<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><em>Lain-lain <\/em><\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Menetapkan jalur pelaporan dan saluran komunikasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian ini menjelaskan struktur formal dalam pelaporan perkembangan, permasalahan, dan perkembangan penting lainnya dalam proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Bagian ini juga membahas hierarki pelaporan, termasuk siapa melapor kepada siapa dan seberapa sering pelaporan dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi ini penting untuk memastikan kelancaran alur komunikasi, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas sepanjang pelaksanaan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan merinci saluran komunikasi yang akan digunakan seperti rapat rutin, laporan berkala, atau platform elektronik, dokumen ToR membantu menciptakan kolaborasi yang efektif dan meminimalkan potensi kesalahpahaman.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/komunikasi-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Komunikasi Bisnis: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Tips Improvisasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Penetapan jadwal waktu<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian ini merinci tonggak pencapaian (<em>milestones<\/em>) yang telah ditentukan serta keseluruhan garis waktu pelaksanaan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menetapkan jangka waktu yang jelas untuk setiap fase dan aktivitas proyek, ToR ini memberikan panduan (<em>roadmap<\/em>) bagi tim proyek sehingga seluruh anggota dapat memahami tenggat waktu utama dan merencanakan pekerjaannya dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Komponen ini sangat penting dalam pengelolaan proyek karena membantu mencegah keterlambatan, mendukung alokasi sumber daya secara efisien, serta memungkinkan identifikasi potensi hambatan sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, penetapan jadwal ini juga mendukung proses pemantauan kemajuan proyek dan penyesuaian strategi bila perlu, agar pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai rencana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Identifikasi tonggak pencapaian utama<\/h3>\n\n\n\n<p>Tonggak pencapaian (<em>milestones<\/em>) merupakan capaian penting atau tahapan strategis dalam pelaksanaan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Komponen ini memiliki beberapa fungsi utama. Pertama, memberikan peta jalan (<em>roadmap<\/em>) yang jelas bagi tim proyek, dengan penanda nyata untuk mengukur kemajuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, memungkinkan para pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan proyek serta mengantisipasi titik-titik krusial dalam proses implementasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, membantu dalam perencanaan dan alokasi sumber daya, karena tim dapat menyelaraskan upaya kerja mereka dengan tonggak dan tenggat waktu yang telah ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Spesifikasi anggaran dan sumber daya<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian ini menjelaskan estimasi biaya, alokasi dana, serta kebutuhan sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan proyek secara sukses.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini mencakup rincian mengenai sumber daya finansial, personel, peralatan, dan material yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Komponen anggaran dan sumber daya memiliki beberapa fungsi penting:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mendukung perencanaan dan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengendalian-anggaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pengendalian anggaran<\/a>, agar pelaksanaan proyek tetap berada dalam batas anggaran yang tersedia. <\/li>\n\n\n\n<li>Mempermudah proses alokasi sumber daya, baik tenaga kerja maupun material, ke berbagai kegiatan proyek secara efisien.<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu proses persetujuan dan pencairan dana dari pihak-pihak yang berwenang, dengan menyampaikan secara jelas kebutuhan anggaran dan alasan pendanaan proyek.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/proses-penyusunan-anggaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Proses Penyusunan Anggaran, Tips, dan Tantangannya <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan antara ToR dan Proposal Proyek?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-3-1.webp\" alt=\"Term of Reference 3\" class=\"wp-image-38714\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-3-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-3-1-300x210.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-3-1-768x538.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Selain ToR, juga terdapat dokumen yang kerap disebut dengan proposal proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun terlihat serupa, keduanya memiliki sejumlah perbedaan tertentu, seperti: <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tujuan dan Fungsi<\/h3>\n\n\n\n<p>Term of Reference (TOR) adalah panduan atau kerangka yang menjelaskan apa yang mau dilakukan dalam sebuah proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Isinya fokus pada ruang lingkup, tujuan, output yang diharapkan, jadwal, dan peran pihak-pihak yang terlibat. <\/p>\n\n\n\n<p>TOR digunakan di tahap awal agar semua pihak punya pemahaman yang sama dan bisa menjadi acuan selama pekerjaan berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara proposal proyek adalah dokumen penawaran atau permohonan persetujuan yang lebih lengkap. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain menjelaskan apa yang mau dilakukan, proposal juga memaparkan alasan mengapa proyek ini penting, manfaatnya, detail teknis, metode pelaksanaan, hingga anggaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Proposal biasanya digunakan untuk mendapatkan persetujuan atau pendanaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Isi Dokumen<\/h3>\n\n\n\n<p>TOR cenderung ringkas dan langsung ke poin penting, biasanya berisi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Latar belakang singkat<\/li>\n\n\n\n<li>Tujuan proyek<\/li>\n\n\n\n<li>Ruang lingkup pekerjaan<\/li>\n\n\n\n<li>Output yang diharapkan<\/li>\n\n\n\n<li>Jadwal pelaksanaan<\/li>\n\n\n\n<li>Penanggung jawab<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Proposal proyek jauh lebih detail, biasanya memuat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Latar belakang dan masalah yang ingin dipecahkan<\/li>\n\n\n\n<li>Tujuan dan manfaat proyek<\/li>\n\n\n\n<li>Metode pelaksanaan<\/li>\n\n\n\n<li>Jadwal dan tahapan kegiatan<\/li>\n\n\n\n<li>Anggaran (RAB)<\/li>\n\n\n\n<li>Penutup atau ajakan untuk menyetujui<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Waktu Dibuat<\/h3>\n\n\n\n<p>TOR disusun di tahap awal untuk memberikan gambaran singkat sekaligus panduan pelaksanaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara proposal disusun ketika ide sudah matang dan siap diajukan, biasanya setelah TOR, agar bisa meyakinkan pihak yang memberi persetujuan atau dana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Gaya Bahasa<\/h3>\n\n\n\n<p>TOR menggunakan bahasa yang lebih teknis, formal, dan fokus pada garis besar pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Proposal menggunakan bahasa yang lebih persuasif karena tujuannya meyakinkan pembaca bahwa proyek ini layak dilaksanakan atau didanai.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Term of Reference (ToR) Proyek<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-4.webp\" alt=\"Term of Reference 4\" class=\"wp-image-38715\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-4.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-4-300x210.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-4-768x538.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Judul Proyek:<\/strong> Kampanye Digital Marketing untuk Peluncuran Produk<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Latar belakang proyek<\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan akan meluncurkan produk baru pada kuartal berikutnya dan bertujuan untuk menyelenggarakan kampanye <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-digital-marketing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">digital marketing<\/a> yang komprehensif guna meningkatkan visibilitas produk, menarik perhatian audiens target, dan mendorong peningkatan penjualan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tujuan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Meningkatkan kesadaran merek <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/brand-awareness\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">(<em>brand awareness<\/em>)<\/a> sebesar 20% dalam enam bulan ke depan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menghasilkan minimal 50.000 kunjungan ke situs web selama periode kampanye.<\/li>\n\n\n\n<li>Mencapai tingkat konversi sebesar 5% dari kunjungan situs web menjadi pembelian produk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Ruang lingkup pekerjaan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Melakukan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/riset-pasar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">riset pasar <\/a>untuk mengidentifikasi demografi dan preferensi audiens target.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengembangkan strategi digital marketing multisaluran yang mencakup media sosial, email, dan iklan online.<\/li>\n\n\n\n<li>Membuat konten, visual, dan materi promosi yang menarik untuk kampanye.<\/li>\n\n\n\n<li>Menerapkan mekanisme pelacakan untuk mengukur kinerja kampanye secara berkala.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Peran dan tanggung Jawab<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tim\/Departemen<\/th><th>Tanggung Jawab<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Tim Marketing<\/td><td>Mengembangkan strategi pemasaran, membuat konten, dan mengelola media sosial.<\/td><\/tr><tr><td>Tim Desain<\/td><td>Membuat aset visual dan materi promosi.<\/td><\/tr><tr><td>Departemen TI<\/td><td>Mengimplementasikan alat pelacakan dan memastikan fungsi situs web berjalan.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Jadwal dan tonggak pencapaian<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Riset Pasar:<\/strong> Bulan ke-1<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengembangan Strategi:<\/strong> Bulan ke-2<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembuatan Konten:<\/strong> Bulan ke-3<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Peluncuran Kampanye:<\/strong> Bulan ke-4<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Evaluasi Kinerja:<\/strong> Berjalan secara berkala<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Anggaran dan sumber daya<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Anggaran yang dialokasikan:<\/strong> Rp10.000.000<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tim Marketing:<\/strong> 2 karyawan penuh waktu<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tim Desain:<\/strong> 1 karyawan penuh waktu<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Departemen TI:<\/strong> Dukungan teknis sesuai kebutuhan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Manajemen risiko<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengidentifikasi risiko potensial seperti perubahan kondisi pasar atau kendala teknis.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyusun rencana kontinjensi untuk risiko utama guna memastikan respons yang tepat waktu dan efektif.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Proses tinjauan dan persetujuan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Draf ToR akan ditinjau oleh Manajer Marketing, Kepala Tim Desain, dan Manajer TI.<\/li>\n\n\n\n<li>Masukan akan diintegrasikan sebelum mendapatkan persetujuan akhir dari Sponsor Proyek.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Pengendalian dokumen<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>ToR final akan disimpan secara digital di platform manajemen proyek perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Setiap pembaruan atau perubahan akan didokumentasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan yang relevan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">10. Saluran komunikasi<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembaruan proyek akan dibagikan secara rutin melalui pertemuan mingguan tim dan saluran komunikasi khusus proyek.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/tips-sukses-meeting-dengan-klien\/\">9 Cara Sukses Meeting Dengan Klien yang Wajib Dicoba<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Menulis Term of Reference<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-5.webp\" alt=\"TOR 5\" class=\"wp-image-38716\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-5.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-5-300x210.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-5-768x538.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Gunakan bahasa yang spesifik dan tidak ambigu<\/h3>\n\n\n\n<p>Kejelasan merupakan hal yang sangat penting dalam penyusunan <em>Terms of Reference<\/em> (ToR). <\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan bahasa yang spesifik ini akan memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait tujuan, ruang lingkup, dan hasil yang diharapkan dari proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Menggunakan istilah yang tepat, mendefinisikan istilah teknis, serta menyertakan contoh konkret dapat membantu menghindari kesalahpahaman dan mencegah kekeliruan penafsiran.<\/p>\n\n\n\n<p>Ambiguitas dalam ToR dapat menimbulkan kebingungan, perluasan ruang lingkup yang tidak terkontrol (<em>scope creep<\/em>), serta ketidakefisienan dalam pelaksanaan proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>ToR yang terdefinisi dengan jelas dan spesifik akan menjadi landasan yang kuat bagi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proyek yang efektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jaga dokumen tetap dinamis dan fleksibel<\/h3>\n\n\n\n<p>Mengingat sifat proyek yang dinamis, Anda perlu merancang ToR agar fleksibel dan mampu beradaptasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Proyek dapat mengalami perubahan karena perkembangan kondisi, tantangan yang tidak terduga, atau peluang baru yang muncul.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, sebaiknya susun ToR dengan ruang untuk penyesuaian tanpa mengorbankan kejelasan dan struktur utamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tambahkan ketentuan mengenai pembaruan, proses manajemen perubahan, serta pedoman revisi yang jelas agar dokumen ini tetap relevan sepanjang siklus proyek.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tinjau dan perbarui ToR secara berkala<\/h3>\n\n\n\n<p>ToR bukanlah dokumen yang bersifat statis; ia harus menjadi referensi yang hidup dan berkembang seiring dengan jalannya proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Tinjau dan perbarui dokumen secara berkala agar ToR tetap selaras dengan tujuan proyek, ruang lingkup, serta kebutuhan pemangku kepentingan yang mungkin berubah dari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, proses tinjauan yang berkelanjutan ini membantu menjaga dokumen tetap akurat, relevan, dan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/dokumen-legalitas-perusahaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Berbagai Dokumen Legalitas Perusahaan dan Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Kesalahan dalam Pembuatan Terms of Reference?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"700\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-6.webp\" alt=\"TOR 6 \" class=\"wp-image-38717\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-6.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-6-300x210.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Term-of-Reference-6-768x538.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Untuk membuat <em>Terms of Reference <\/em>dengan sempurna, berikut beberapa kesalahan umum yang perlu Anda hindari: <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Terlalu Mirip Proposal<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah membuat ToR secara detail seperti proposal. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya memuat latar belakang panjang, uraian metode, bahkan rincian anggaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Padalah, ToR cukup berfokus pada garis besar kegiatan, tujuan, ruang lingkup, bukan berisi persuasi untuk mendapatkan persetujuan dan pendanaan. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan format ringkas (maksimal 2\u20133 halaman).<\/li>\n\n\n\n<li>Fokus pada tujuan, ruang lingkup, jadwal, dan output.<\/li>\n\n\n\n<li>Simpan detail teknis &amp; anggaran untuk proposal, bukan TOR.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tujuan Tidak Jelas<\/h3>\n\n\n\n<p>TOR yang baik harus memuat tujuan yang singkat, jelas, dan terukur. <\/p>\n\n\n\n<p>Apabila tujuan ditulis terlalu umum, pembaca bisa bingung arah kegiatan ini mau ke mana dan seperti apa hasil akhirnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tuliskan tujuan yang spesifik, singkat, dan terukur.<\/li>\n\n\n\n<li>Gunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).<\/li>\n\n\n\n<li>Hindari kalimat yang bertele-tele.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Ruang Lingkup Tidak Spesifik<\/h3>\n\n\n\n<p>Ruang lingkup yang terlalu luas atau tidak punya batasan jelas akan membuat tim pelaksana kebingungan. <\/p>\n\n\n\n<p>TOR sebaiknya memaparkan batas-batas pekerjaan, sehingga semua pihak tahu apa yang menjadi tanggung jawab mereka dan apa yang tidak termasuk.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jelaskan batasan pekerjaan secara detail.<\/li>\n\n\n\n<li>Sertakan poin \u201ctermasuk\u201d dan \u201ctidak termasuk\u201d dalam lingkup kerja.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan ruang lingkup sesuai kapasitas tim dan waktu yang tersedia.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/estimasi-biaya\/\">Estimasi Biaya dalam Manajemen Proyek: Manfaat, Metode, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Jadwal Tidak Realistis<\/h3>\n\n\n\n<p>Terkadang jadwal di TOR dibuat terlalu mepet atau justru terlalu lama tanpa pertimbangan kemampuan tim. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadwal yang tidak realistis bisa membuat proyek terburu-buru dan rawan gagal mencapai target.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sesuaikan timeline dengan kompleksitas pekerjaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Sertakan tenggat waktu yang masuk akal untuk tiap tahap.<\/li>\n\n\n\n<li>Konsultasikan jadwal dengan tim pelaksana sebelum disahkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Tidak Menyebutkan Output yang Diharapkan<\/h3>\n\n\n\n<p>Output adalah hasil nyata dari proyek yang dijalankan, entah itu laporan, produk, atau capaian tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>TOR yang tidak mencantumkan output berisiko membuat tim bekerja tanpa arah yang jelas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Tidak Menyebutkan Penanggung Jawab<\/h3>\n\n\n\n<p>Tanpa penanggung jawab yang jelas, proses koordinasi akan terganggu. <\/p>\n\n\n\n<p>TOR harus mencantumkan siapa saja pihak yang memimpin, mengawasi, dan menjalankan proyek agar semua pihak tahu harus berkoordinasi dengan siapa.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jelaskan output dalam bentuk hasil akhir yang bisa diukur.<\/li>\n\n\n\n<li>Sertakan format atau spesifikasi jika memungkinkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan output relevan dengan tujuan proyek.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manajemen-biaya-proyek\/\">Pengertian Manajemen Biaya Proyek, Tahapan, dan Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah cara menulis <em>term of reference<\/em> beserta tips dan contohnya. <em>Terms of Reference<\/em> (ToR) adalah dokumen penting yang menentukan arah, struktur, dan keberhasilan sebuah proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menyusun ToR secara jelas, spesifik, dan fleksibel, tim proyek dapat bekerja dengan tujuan yang terarah, ruang lingkup yang terkontrol, serta hasil yang terukur dan relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika bisnis Anda juga membutuhkan pengelolaan transaksi dan keuangan yang jelas, gunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/pos\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">aplikasi kasir<\/a> Kledo POS. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan fitur pencatatan penjualan, manajemen stok, hingga pelaporan keuangan yang terhubung langsung ke <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a>, Kledo POS membantu Anda mengelola keuangan bisnis Anda menjadi lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda tertarik, klik <a href=\"https:\/\/kledo.com\/pos\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini <\/a>untuk mencoba Kledo POS sekarang juga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat memulai suatu proyek baru, biasanya para profesional akan menggunakan Term of Reference (ToR) sebagai acuan kerja utama. ToR membantu semua pihak yang terlibat memahami arah, tujuan, dan batasan proyek secara jelas sejak awal. Secara sederhana, Term of Reference adalah dokumen yang berisi penjelasan detail mengenai tujuan, ruang lingkup, metode, hingga hasil yang diharapkan dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":37995,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[427],"tags":[5916,15318,12190,15317,15315,15319],"class_list":["post-37988","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-bisnis","tag-aplikasi-kasir","tag-contoh-term-of-reference","tag-kledo-pos","tag-komponen-dalam-term-of-reference","tag-term-of-reference","tag-tips-menulis-term-of-reference"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kami akan membahas pentingnya Term of Reference, komponen di dalamnya dan cara menulisnya, serta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kami akan membahas pentingnya Term of Reference, komponen di dalamnya dan cara menulisnya, serta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-11T05:44:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-11T07:18:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/term-of-reference-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"15 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2025-08-11T05:44:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-11T07:18:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/\"},\"wordCount\":2485,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/term-of-reference-banner.webp\",\"keywords\":[\"aplikasi kasir\",\"contoh term of reference\",\"Kledo Pos\",\"komponen dalam term of reference\",\"term of reference\",\"tips menulis term of reference\"],\"articleSection\":[\"Tips Bisnis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/\",\"name\":\"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/term-of-reference-banner.webp\",\"datePublished\":\"2025-08-11T05:44:32+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-11T07:18:07+00:00\",\"description\":\"Kami akan membahas pentingnya Term of Reference, komponen di dalamnya dan cara menulisnya, serta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/term-of-reference-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/07\\\/term-of-reference-banner.webp\",\"width\":1600,\"height\":800,\"caption\":\"term of reference banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/term-of-reference\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya - Kledo Blog","description":"Kami akan membahas pentingnya Term of Reference, komponen di dalamnya dan cara menulisnya, serta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya - Kledo Blog","og_description":"Kami akan membahas pentingnya Term of Reference, komponen di dalamnya dan cara menulisnya, serta contohnya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2025-08-11T05:44:32+00:00","article_modified_time":"2025-08-11T07:18:07+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":800,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/term-of-reference-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"15 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya","datePublished":"2025-08-11T05:44:32+00:00","dateModified":"2025-08-11T07:18:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/"},"wordCount":2485,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/term-of-reference-banner.webp","keywords":["aplikasi kasir","contoh term of reference","Kledo Pos","komponen dalam term of reference","term of reference","tips menulis term of reference"],"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/","name":"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/term-of-reference-banner.webp","datePublished":"2025-08-11T05:44:32+00:00","dateModified":"2025-08-11T07:18:07+00:00","description":"Kami akan membahas pentingnya Term of Reference, komponen di dalamnya dan cara menulisnya, serta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/term-of-reference-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/term-of-reference-banner.webp","width":1600,"height":800,"caption":"term of reference banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/term-of-reference\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Term of Reference: Tips Menulis dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37988","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37988"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38718,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37988\/revisions\/38718"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37995"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}