{"id":40406,"date":"2025-09-22T16:46:17","date_gmt":"2025-09-22T09:46:17","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=40406"},"modified":"2025-12-16T15:15:59","modified_gmt":"2025-12-16T08:15:59","slug":"kpi-keuangan-bisnis-fnb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/","title":{"rendered":"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu"},"content":{"rendered":"\n<p>Bisnis FnB menjadi semakin kompetitif, dan salah satu cara untuk bersaing di industri adalah dengan menetapkan KPI keuangan yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan KPI keuangan, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih strategis untuk meningkatkan keuntungan bisnis FnB Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, melacak KPI keuangan juga akan membantu Anda mendeteksi potensi permasalahan sebelum masalah tersebut membesar.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membahas 10 KPI keuangan bisnis FnB yang perlu Anda pantau, masing-masing dengan rumus menghitung dan contohnya. <\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 1: Margin Laba Kotor<\/h2>\n\n\n\n<p>Margin laba kotor adalah <strong>persentase dari total pendapatan penjualan yang tersisa setelah dikurangi biaya langsung untuk menghasilkan produk atau layanan<\/strong> (seperti biaya bahan baku makanan dan tenaga kerja dapur). <\/p>\n\n\n\n<p>Semakin tinggi margin laba kotor, semakin efisien operasional bisnis FnB Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Margin Laba Kotor = (Laba Kotor \/ Total Penjualan) \u00d7 100<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laba kotor didapat dengan cara mengurangi <strong>Total Penjualan<\/strong> dengan<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-cogs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> <strong>Cost of Goods Sold (COGS<\/strong><\/a><strong>)<\/strong> atau biaya pokok penjualan.<\/li>\n\n\n\n<li>Selanjutnya, Gross Profit dibagi dengan Total Penjualan, lalu dikali 100%.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah kafe menghasilkan penjualan Rp100.000.000 dalam satu bulan. Jika biaya bahan baku (kopi, susu, kue, dll.) adalah Rp40.000.000, maka berapa margin laba kotornya?<\/p>\n\n\n\n<p>Laba Kotor = Rp100.000.000 \u2013 Rp40.000.000 = Rp60.000.000<br>Gross Profit Margin = (Rp60.000.000 \u00f7 Rp100.000.000) \u00d7 100 = <strong>60%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, kafe tersebut masih menyimpan 60% dari total penjualannya setelah menutup biaya bahan baku.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/pos\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 2: Margin Laba Bersih<\/h2>\n\n\n\n<p>Margin laba bersih atau <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/net-profit-margin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">net profit margin <\/a>menunjukkan seberapa besar<strong> keuntungan bersih yang bisnis peroleh setelah dikurangi semua biaya<\/strong> termasuk biaya bahan baku, gaji karyawan, sewa tempat, listrik, hingga biaya pemasaran.<\/p>\n\n\n\n<p>KPI keuangan ini penting untuk memahami profitabilitas bisnis FnB Anda yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Margin Laba Bersih = (Laba Bersih \/ Total Penjualan) \u00d7 100<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laba Bersih diperoleh dengan mengurangi <strong>Total Penjualan<\/strong> dengan <strong>Total <\/strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-operasional-pada-bisnis\/\"><strong>Biaya Operasi<\/strong><\/a><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-operasional-pada-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">o<\/a><\/strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-operasional-pada-bisnis\/\"><strong>nal<\/strong> <\/a>(COGS, gaji karyawan, biaya sewa, listrik, pajak, dll.).<\/li>\n\n\n\n<li>Selanjutnya, hasilnya dibagi dengan Total Penjualan, lalu dikali 100%.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah restoran memperoleh penjualan Rp200.000.000 per bulan. <\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, rincian biaya operasionalnya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Biaya bahan baku Rp80.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Gaji karyawan Rp50.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Sewa tempat Rp20.000.000,<\/li>\n\n\n\n<li>Baya operasional lainnya Rp10.000.000.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Total Biaya = Rp80.000.000 + Rp50.000.000 + Rp20.000.000 + Rp10.000.000 = Rp160.000.000<br>Laba Bersih = Rp200.000.000 \u2013 Rp160.000.000 = Rp40.000.000<br>Margin Laba Bersih= (Rp40.000.000 \u00f7 Rp200.000.000) \u00d7 100 = <strong>20%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ini berarti restoran mendapatkan keuntungan bersih 20% dari total penjualannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/margin-dan-markup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Margin dan Markup: Pengertian, Perbedaan, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 3: Rata-Rata Nilai Transaksi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-3.webp\" alt=\"kpi keuangan bisnis fnb 3\" class=\"wp-image-40421\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><em>Average check size<\/em> (atau rata-rata nilai transaksi) adalah <strong>ukuran rata-rata jumlah uang yang pelanggan belanjakan dalam setiap transaksi<\/strong> di bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>KPI keuangan ini memberikan gambaran tentang perilaku belanja pelanggan dan efektivitas strategi harga menu di bisnis FnB Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memantau KPI ini, Anda bisa mengevaluasi apakah pelanggan cenderung membeli menu dengan harga tinggi, sering menambah pesanan tambahan, atau hanya membeli menu standar. <\/p>\n\n\n\n<p>Data ini juga berguna untuk merancang strategi <em>upselling<\/em> (menawarkan menu premium) atau <em>cross-selling<\/em> (menawarkan menu tambahan\/side dish) agar pendapatan per pelanggan meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Rata-Rata Nilai Transaksi = Total Penjualan \u00f7 Jumlah Transaksi<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Total Penjualan<\/strong>: total omzet dalam periode tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jumlah Transaksi<\/strong>: jumlah struk\/bill yang tercatat pada periode yang sama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh<\/strong><br>Dalam sebulan, sebuah kafe mencatat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Total Penjualan = Rp300.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Jumlah Transaksi = 6.000 struk<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Maka,<br>Average Check Size = Rp300.000.000 \u00f7 6.000<br>= <strong>Rp50.000 per transaksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, rata-rata setiap pelanggan menghabiskan Rp50.000 per kunjungan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda ingin menaikkannya menjadi Rp70.000, maka Anda bisa menerapkan strategi seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menciptakan menu spesial premium dengan margin lebih tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li>Menawarkan paket bundling (misalnya kopi + pastry dengan harga sedikit lebih murah daripada beli terpisah).<\/li>\n\n\n\n<li>Melatih staf untuk <em>upselling<\/em> (menawarkan minuman ukuran lebih besar atau topping tambahan).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-pricing-bisnis-fnb\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">7 Strategi Pricing yang Efektif Untuk Bisnis FnB<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 4: Biaya Pokok Penjualan <\/h2>\n\n\n\n<p>COGS atau biaya pokok penjualan adalah<strong> biaya langsung yang dikeluarkan untuk menghasilkan makanan dan minuman<\/strong> yang dijual.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya meliputi biaya bahan baku seperti sayuran, daging, bumbu, kopi, atau minuman.<\/p>\n\n\n\n<p>Memantau KPI keuangan ini membantu Anda <strong>mengendalikan stok, mencegah pemborosan, dan menentukan harga menu bisnis FnB<\/strong> dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus <\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>COGS = Persediaan Awal + Pembelian \u2013 Persediaan Akhir<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Persediaan Awal<\/strong>: Nilai stok bahan makanan dan minuman di awal <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/periode-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">periode akuntansi<\/a>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembelian<\/strong>: Semua pembelian stok tambahan selama periode tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Persediaan Akhir<\/strong>: Nilai stok yang masih tersisa di akhir periode.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Awal bulan, sebuah restoran memiliki stok bahan makanan senilai Rp30.000.000. <\/p>\n\n\n\n<p>Selama bulan itu, restoran membeli bahan tambahan Rp50.000.000. Di akhir bulan, stok yang tersisa bernilai Rp20.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>COGS = Rp30.000.000 + Rp50.000.000 \u2013 Rp20.000.000 = Rp60.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, biaya langsung untuk menghasilkan menu makanan dan minuman bulan itu adalah Rp60.000.000.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 5: Persentase Biaya Makanan <em>(<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/food-cost\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Food Cost<\/a> Percentage)<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"758\" height=\"442\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-2.webp\" alt=\"kpi keuangan bisnis fnb 2\" class=\"wp-image-40420\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-2.webp 758w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-2-300x175.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 758px) 100vw, 758px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Persentase biaya makanan menunjukkan <strong>berapa besar porsi pendapatan penjualan yang habis untuk biaya bahan makanan<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p>KPI ini penting untuk menilai apakah harga menu sudah sesuai dengan biaya produksi, serta untuk menjaga margin keuntungan tetap sehat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Persentase Biaya Makanan = (Biaya Bahan Makanan \/ Harga Jual) \u00d7 100<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah restoran membuat seporsi steak dengan biaya bahan baku Rp50.000 (daging, bumbu, sayuran). Steak tersebut dijual Rp200.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Food Cost Percentage = (Rp50.000 \u00f7 Rp200.000) \u00d7 100 = <strong>25%<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, 25% dari harga jual steak digunakan untuk menutup biaya bahan makanan. Angka ini dianggap sehat karena masih menyisakan ruang untuk biaya tenaga kerja dan operasional.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manajemen-food-cost\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tips Manajemen Food Cost yang Lebih Baik Untuk Bisnis Restoran <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 6: Arus Kas <\/h2>\n\n\n\n<p>Arus kas atau <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-cash-flow\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">cash flow<\/a><\/em> adalah j<strong>umlah bersih uang tunai yang masuk dan keluar dari bisnis<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p>KPI keuangan bisnis ini penting untuk menilai likuiditas, kemampuan membayar kewajiban, serta kesehatan finansial secara keseluruhan. <\/p>\n\n\n\n<p>Ingat, arus kas berbeda dengan profitabilitas. <\/p>\n\n\n\n<p>Restoran bisa terlihat untung secara akuntansi, tetapi tetap mengalami kesulitan jika arus kasnya negatif akibat ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Cash Flow = Kas Masuk \u2013 Kas Keluar<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kas Masuk<\/strong>: semua penerimaan uang (penjualan tunai, pembayaran digital, modal masuk, pinjaman).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kas Keluar<\/strong>: semua pengeluaran uang (gaji karyawan, pembelian bahan baku, sewa, listrik, cicilan hutang).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam satu bulan, sebuah kafe menerima pemasukan Rp150.000.000 dari penjualan. Total pengeluaran, termasuk gaji, bahan baku, dan sewa, adalah Rp120.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Arus Kas = Rp150.000.000 \u2013 Rp120.000.000 = Rp30.000.000 (positif)<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, kafe tersebut memiliki arus kas positif sebesar Rp30.000.000, menandakan lebih banyak uang masuk daripada keluar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 7: Biaya Utama (<em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengertian-dan-cara-hitung-prime-cost\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Prime Costs<\/a><\/em>)<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Prime costs<\/em> adalah <strong>gabungan COGS dan biaya tenaga kerja<\/strong>, atau dua biaya terbesar yang biasanya menyerap anggaran restoran.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memantau <em>prime cost<\/em>s secara ketat, Anda bisa lebih efektif mengendalikan bahan baku dan tenaga kerja, sehingga profitabilitas bisnis tetap terjaga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus <\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Prime Cost = COGS + Total Biaya Tenaga Kerja<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>COGS<\/strong>: biaya bahan baku makanan dan minuman.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Total Biaya Tenaga Kerja<\/strong>: semua biaya terkait karyawan, termasuk gaji pokok, lembur, tunjangan, BPJS\/Kesehatan, serta pajak penggajian.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><br>Dalam satu bulan, sebuah restoran mencatat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>COGS = Rp60.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya tenaga kerja (gaji + tunjangan + pajak) = Rp40.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Maka, Prime Cost = Rp60.000.000 + Rp40.000.000 = <strong>Rp100.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika total penjualan restoran bulan itu Rp200.000.000, maka Prime Cost Ratio = (Rp100.000.000 \u00f7 Rp200.000.000) \u00d7 100 = <strong>50%<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, separuh dari pendapatan digunakan untuk menutup bahan baku dan biaya tenaga kerja.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/conversion-cost\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Conversion Cost dan Prime Cost: Definisi dan Perbedaannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 8: Titik Impas <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/break-even-point\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">(Break-Even Point)<\/a><\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-1.webp\" alt=\"kpi keuangan bisnis fnb 1\" class=\"wp-image-40419\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-1-768x768.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Break-even point (BEP) adalah titik di mana<strong> pendapatan bisnis FnB tepat menutup semua <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-tetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">biaya tetap<\/a> dan <\/strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-variabel\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>biaya variabel<\/strong>. <\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, di titik ini, <strong>bisnis belum untung, tapi juga tidak rugi. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>KPI ini penting karena membantu memahami target penjualan minimum yang harus dicapai agar bisnis bisa berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Break-Even Point (unit) = Total Biaya Tetap \u00f7 (Harga Jual per Unit \u2013 Biaya Variabel per Unit)<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Biaya Tetap<\/strong>: biaya yang tidak berubah meski jumlah penjualan naik turun (contoh: sewa, asuransi, gaji tetap).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Harga Jual per Unit<\/strong>: rata-rata harga jual per porsi makanan\/minuman.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Biaya Variabel per Unit<\/strong>: biaya yang berubah tergantung jumlah produksi (contoh: bahan makanan, listrik per porsi).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Perhitungan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Biaya Tetap per bulan = Rp150.000.000 (sewa, gaji tetap, asuransi)<\/li>\n\n\n\n<li>Harga jual rata-rata per porsi = Rp100.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya variabel rata-rata per porsi = Rp40.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Maka,<br>BEP = Rp150.000.000 \u00f7 (Rp100.000 \u2013 Rp40.000)<br>= Rp150.000.000 \u00f7 Rp60.000<br>= <strong>2.500 porsi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, restoran harus menjual 2.500 porsi per bulan agar mencapai titik impas. Setelah melewati angka ini, setiap porsi tambahan akan menghasilkan keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-bep\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rumus Break Even Point (BEP) dan Kalkulator BEP Gratis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 9: Rasio Perputaran Persediaan<\/h2>\n\n\n\n<p><em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/inventory-turnover-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Inventory turnover ratio<\/a><\/em> atau rasio perputaran persediaan <strong>menunjukkan berapa kali stok bahan makanan\/minuman yang terjual dalam periode tertentu<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Rasio tinggi<\/strong> \u2192 menandakan pengelolaan stok yang efisien, bahan segar cepat digunakan, dan risiko pemborosan lebih rendah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio rendah<\/strong> \u2192 bisa berarti stok terlalu banyak (<em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/overstock-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">overstock<\/a><\/em>), potensi bahan terbuang karena kedaluwarsa, atau ada masalah dalam perencanaan menu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, jika rasio terlalu tinggi, risiko kehabisan stok <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stock-out\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>(stock out)<\/em> <\/a>juga meningkat, yang dapat mengganggu pelayanan pelanggan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kuncinya adalah menemukan <strong>rasio ideal sesuai pola penjualan restoran<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Inventory Turnover Ratio = COGS \u00f7 Average Inventory<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>COGS (Cost of Goods Sold)<\/strong>: total biaya bahan baku yang digunakan dalam periode tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Average Inventory<\/strong>: rata-rata nilai persediaan (stok awal + stok akhir \u00f7 2).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Perhitungan<\/strong><br>Sebuah restoran Jepang mencatat data bulan September sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>COGS = Rp120.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Stok awal = Rp30.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Stok akhir = Rp50.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Maka, Average Inventory = (Rp30.000.000 + Rp50.000.000) \u00f7 2 = Rp40.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Inventory Turnover Ratio = Rp120.000.000 \u00f7 Rp40.000.000 = <strong>3 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, dalam sebulan stok bahan makanan berputar <strong>3 kali<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika target restoran adalah minimal 4 kali per bulan, maka Anda perlu melakukan evaluasi seperti menyesuaikan jumlah pembelian bahan, dan menyusun menu harian agar stok terpakai secara optimal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/30-kpi-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">30 KPI Keuangan Untuk Pengukuran Kesuksesan Bisnis <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">KPI 10: Profitabilitas Menu <\/h2>\n\n\n\n<p>Profitabilitas menu adalah KPI yang digunakan untuk <strong>mengetahui kontribusi finansial dari setiap hidangan<\/strong> di menu Anda. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Profitabilitas Menu = Harga Jual \u2013 (Biaya Bahan + Biaya Tenaga Kerja Langsung)<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Harga Jual<\/strong>: harga menu yang pelanggan bayarkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Biaya Bahan<\/strong>: total biaya bahan makanan\/minuman untuk membuat satu porsi menu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Biaya Tenaga Kerja Langsung<\/strong>: biaya tenaga kerja langsung untuk mempersiapkan menu (misalnya gaji koki yang dihitung per jam\/porsi).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Contoh <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah restoran Italia menjual menu Spaghetti Carbonara dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Harga jual: Rp75.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya bahan: Rp25.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya tenaga kerja langsung: Rp10.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Maka,<br>Profitabilitas menu = Rp75.000 \u2013 (Rp25.000 + Rp10.000) = <strong>Rp40.000 per porsi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, setiap porsi Spaghetti Carbonara menghasilkan laba kotor Rp40.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Klasifikasi menu berdasarkan popularitas &amp; profitabilitas<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan menghitung profit yang Anda dapatkan per item, Anda bisa mengambil keputusan lebih tepat dalam hal <strong>penentuan harga, desain menu, dan pengelolaan stok<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, Anda bisa mengelompokkan menu berdasarkan kategori di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Stars<\/strong>: Untuk hidangan yang populer <strong>dan<\/strong> sangat menguntungkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Plow Horses<\/strong>: Menu populer tapi margin rendah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Puzzles<\/strong>: Untuk menu yang jarang dipesan tapi marginnya tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dogs<\/strong>: Untuk menu yang jarang dipesan dan profit rendah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/financial-kpi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">21 Financial KPI yang Harus Ada dalam Bisnismu <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Mengelola KPI keuangan bisnis FnB seperti gross profit margin, food cost percentage, cash flow, hingga menu-item profitability sangat penting untuk menjaga kesehatan finansial sekaligus memastikan bisnis berjalan efisien. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami setiap indikator, Anda bisa mengetahui menu mana yang paling menguntungkan, bagaimana mengontrol biaya bahan baku, kapan harus menambah tenaga kerja, hingga strategi harga yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan<a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> software akuntansi Kledo<\/a> sebagai solusi pengelolaan keuangan Anda. Dengan fitur pencatatan otomatis, laporan keuangan real-time, hingga manajemen stok, Kledo membantu Anda mengawasi  keuangan secara praktis dan akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, coba Kledo lewat <a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini!<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisnis FnB menjadi semakin kompetitif, dan salah satu cara untuk bersaing di industri adalah dengan menetapkan KPI keuangan yang tepat. Dengan KPI keuangan, Anda bisa mengambil keputusan yang lebih strategis untuk meningkatkan keuntungan bisnis FnB Anda. Selain itu, melacak KPI keuangan juga akan membantu Anda mendeteksi potensi permasalahan sebelum masalah tersebut membesar. Artikel ini akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":40429,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[15736,105,15735,15734,1134,1264,13151],"class_list":["post-40406","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-financial-kpi","tag-kledo","tag-kpi-keuangan-bisnis","tag-kpi-keuangan-bisnis-fnb","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi","tag-tips-bisnis-fnb"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini akan membahas 10 KPI keuangan bisnis FnB yang perlu Anda pantau, masing-masing dengan rumus menghitung dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini akan membahas 10 KPI keuangan bisnis FnB yang perlu Anda pantau, masing-masing dengan rumus menghitung dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-22T09:46:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-16T08:15:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu\",\"datePublished\":\"2025-09-22T09:46:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-16T08:15:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/\"},\"wordCount\":1711,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp\",\"keywords\":[\"financial kpi\",\"kledo\",\"kpi keuangan bisnis\",\"kpi keuangan bisnis fnb\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\",\"tips bisnis fnb\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/\",\"name\":\"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp\",\"datePublished\":\"2025-09-22T09:46:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-12-16T08:15:59+00:00\",\"description\":\"Artikel ini akan membahas 10 KPI keuangan bisnis FnB yang perlu Anda pantau, masing-masing dengan rumus menghitung dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/09\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp\",\"width\":1600,\"height\":800,\"caption\":\"kpi keuangan bisnis fnb banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu - Kledo Blog","description":"Artikel ini akan membahas 10 KPI keuangan bisnis FnB yang perlu Anda pantau, masing-masing dengan rumus menghitung dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu - Kledo Blog","og_description":"Artikel ini akan membahas 10 KPI keuangan bisnis FnB yang perlu Anda pantau, masing-masing dengan rumus menghitung dan contohnya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2025-09-22T09:46:17+00:00","article_modified_time":"2025-12-16T08:15:59+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":800,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu","datePublished":"2025-09-22T09:46:17+00:00","dateModified":"2025-12-16T08:15:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/"},"wordCount":1711,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp","keywords":["financial kpi","kledo","kpi keuangan bisnis","kpi keuangan bisnis fnb","software akuntansi","tips akuntansi","tips bisnis fnb"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/","name":"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp","datePublished":"2025-09-22T09:46:17+00:00","dateModified":"2025-12-16T08:15:59+00:00","description":"Artikel ini akan membahas 10 KPI keuangan bisnis FnB yang perlu Anda pantau, masing-masing dengan rumus menghitung dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/kpi-keuangan-bisnis-fnb-banner.webp","width":1600,"height":800,"caption":"kpi keuangan bisnis fnb banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/kpi-keuangan-bisnis-fnb\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 KPI Keuangan Bisnis FnB yang Harus Anda Tahu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40406","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40406"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40406\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43050,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40406\/revisions\/43050"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40429"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40406"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40406"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40406"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}