{"id":44688,"date":"2026-02-24T15:16:39","date_gmt":"2026-02-24T08:16:39","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=44688"},"modified":"2026-02-24T15:16:49","modified_gmt":"2026-02-24T08:16:49","slug":"encumbrance-accounting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/","title":{"rendered":"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya"},"content":{"rendered":"\n<p>Agar pengeluaran bisnis tetap terkontrol dan tidak terlalu boros, bisnis biasanya menggunakan berbagai taktik pengendalian anggaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu dari taktik ini adalah <em>encumbrance accounting <\/em>yang memungkinkan bisnis untuk memantau serta mengendalikan pengeluaran secara lebih efektif. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, bisnis dapat menjaga realisasi belanja tetap dalam batas anggaran yang dialokasikan dan memprediksi arus kas dengan lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini membahas praktik <em>encumbrance accounting<\/em>, pentingnya bagi organisasi, serta bagaimana proses <em>encumbrance accounting<\/em> biasanya berjalan.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu <em>Encumbrance Accounting?<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam akuntansi, <em>encumbrance <\/em>mengacu pada dana yang telah dicadangkan untuk suatu pengeluaran tertentu di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Encumbrance<\/em> merepresentasikan komitmen untuk membelanjakan uang di kemudian hari. Ini bukan beban dibayar di muka, karena kas belum keluar dari rekening, dan juga bukan beban akrual, karena kewajibannya belum terjadi. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Encumbrance<\/em> hanyalah pengakuan bahwa dana diperkirakan akan dibelanjakan pada waktu mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, setiap situasi di mana bisnis mengetahui akan memiliki kewajiban pembayaran tetapi belum melakukan pembayaran adalah <em>encumbrance<\/em>. Contoh mudahnya adalah kewajiban gaji perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p><em>Encumbrance accounting<\/em> sendiri adalah metode manajemen keuangan yang melacak dana yang sudah menjadi komitmen bisnis sebelum benar-benar menjadi pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem ini sangat berguna terutama pada sektor yang memiliki persyaratan kepatuhan anggaran yang ketat, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Instansi pemerintah<\/li>\n\n\n\n<li>Institusi pendidikan<\/li>\n\n\n\n<li>Organisasi nirlaba<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 3\" class=\"wp-image-37163\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/deferred-expenses\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengertian Deferred Expenses dalam Akuntansi Beserta Cara Jurnalnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan <em>Encumbrance<\/em> dan Beban?<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Encumbrance<\/em> dan beban memang terlihat mirip karena keduanya berkaitan dengan biaya bisnis. Namun, keduanya terjadi pada tahap yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Encumbrance<\/em> digunakan untuk <strong>merencanakan pengeluaran di masa depan<\/strong> dengan cara mencadangkan dana. Sedangkan beban adalah <strong>pengeluaran yang benar-benar sudah terjadi<\/strong> ketika transaksi selesai.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut perbedaannya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Encumbrance<\/th><th>Beban<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Perencanaan pengeluaran masa depan dengan mencadangkan dana<\/td><td>Mewakili transaksi keuangan saat pembelian sudah terjadi<\/td><\/tr><tr><td>Bertujuan menyisihkan dana untuk pengeluaran mendatang<\/td><td>Bertujuan mencatat jumlah aktual yang telah dibelanjakan<\/td><\/tr><tr><td>Dicatat sebelum pengeluaran aktual terjadi<\/td><td>Dicatat saat transaksi selesai<\/td><\/tr><tr><td>Umumnya dicatat sebagai komitmen\/kewajiban anggaran<\/td><td>Dicatat sebagai beban pada laporan laba rugi<\/td><\/tr><tr><td>Dana dicadangkan untuk pengeluaran besar di masa depan<\/td><td>Contoh: pembelian peralatan atau jasa yang sudah diterima<\/td><\/tr><tr><td>Dana sudah dialokasikan tetapi belum dibelanjakan<\/td><td>Mewakili jumlah yang benar-benar sudah dibayar\/dihutang<\/td><\/tr><tr><td>Berdasarkan anggaran atau estimasi<\/td><td>Berdasarkan nilai aktual transaksi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/perbedaan-biaya-dan-beban\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Perbedaan Biaya dan Beban: Pengertian, Contoh, dan Cara Membedakannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Penerapan <em>Encumbrance Accounting<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p>Misalnya, Anda tahu bahwa bisnis Anda perlu membeli mesin baru untuk pabrik kecil dengan estimasi harga Rp100.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena pembelian akan dilakukan pada kuartal berikutnya, Anda perlu menyisihkan (meng-<em>encumber)<\/em> dana tersebut agar tidak terpakai untuk kebutuhan lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Saat mencatat <em>encumbrance<\/em><\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Encumbrance<\/td><td>Rp100.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Cadangan untuk Encumbrance<\/td><td><\/td><td>Rp100.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Artinya: Anda menandai bahwa dana Rp100.000.000 sudah \u201cdikunci\u201d untuk pembelian mesin.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kuartal berikutnya: mesin benar-benar dibeli seharga Rp100.000.000<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahap ini, ada dua jurnal yang perlu dibuat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>a. Membalik <em>encumbrance<\/em> yang sebelumnya dibuat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Cadangan untuk Encumbrance<\/td><td>Rp100.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Encumbrance<\/td><td><\/td><td>Rp100.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Tujuannya: melepaskan dana yang sebelumnya dicadangkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>b. Mencatat transaksi pembelian aktual<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Peralatan<\/td><td>Rp105.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Utang Usaha<\/td><td><\/td><td>Rp105.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Catatan: harga aktual lebih tinggi Rp5.000.000 dari estimasi, sehingga selisih tersebut langsung tercermin pada pencatatan beban\/aset sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Evaluasi akhir tahun<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada akhir tahun, jika masih ada saldo di akun &#8216;<em>cadangan untuk recumbrance<\/em>&#8216;, perusahaan perlu meninjau apakah komitmen tersebut masih berlaku atau perlu disesuaikan\/dibatalkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan langkah ini, bisnis dapat menjaga anggaran tetap terkendali dan mencegah dana terpakai sebelum waktunya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/beban-dibayar-dimuka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Beban Dibayar Dimuka: Pengertian, Manfaat, dan Contoh Jurnalnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa <em>Encumbrance Accounting<\/em> Penting?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"563\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-1.webp\" alt=\"Encumbrance Accounting 1\" class=\"wp-image-44694\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-1-300x169.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-1-768x432.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengendalian pengeluaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Organisasi menggunakan <em>encumbrance accounting<\/em> untuk mencatat pengeluaran masa depan dengan menerapkan pengendalian anggaran dan memantau belanja.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan <em>encumbrance accounting<\/em>, kewajiban pembayaran di masa depan dicatat dalam dokumen keuangan sebagai estimasi pengeluaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini memungkinkan organisasi mengetahui berapa dana yang masih tersedia untuk dibelanjakan. <\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, mereka dapat menghindari penggunaan dana yang melampaui anggaran dan mengurangi pemborosan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Transparansi yang lebih baik<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan <em>encumbrance accounting<\/em>, organisasi bisa mencatat pengeluaran yang diantisipasi sejak awal. Karena itulah, ada transparansi dalam pengalokasian dan pembelanjaan anggaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, organisasi dapat melacak pengeluaran terhadap anggaran secara lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Perencanaan yang lebih akurat<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Encumbrance accounting<\/em> memungkinkan organisasi nirlaba dan instansi pemerintah untuk mencatat serta memantau seluruh pengeluaran yang direncanakan di masa depan. <\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini berfungsi sebagai alat penganggaran yang membantu organisasi melakukan perencanaan, alokasi, dan pengendalian anggaran secara lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Analisis yang lebih mendalam<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda mencatat <em>encumbrance <\/em>di <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/buku-besar-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">buku besar<\/a>, data anggaran akan lebih rapi dan mudah dilihat. Dengan begitu, tim keuangan bisa menganalisis kondisi keuangan dengan lebih cepat dan akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena datanya lebih tepat, perkiraan arus kas keluar juga menjadi lebih mendekati kondisi sebenarnya. Ini membantu bisnis membuat keputusan yang lebih yakin dan terencana.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/burden-rate\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Burden Rate Adalah: Cara Hitung Beserta Contoh Kasusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Seperti Apa Proses <em>Encumbrance Accounting<\/em>?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-3.webp\" alt=\"Encumbrance Accounting 3\" class=\"wp-image-44696\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Dalam <em>encumbrance accounting<\/em>, <em>encumbrance<\/em> dicatat di buku besar ketika organisasi sudah cukup yakin mengenai waktu dan jumlah pengeluaran yang akan terjadi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pencatatan ini dilakukan sebelum dokumen pendukung seperti <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengertian-purchase-requisition\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">purchase requisition<\/a><\/em> dan <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-purchasing-order\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">purchase order<\/a><\/em> direalisasikan sepenuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses metode ini terdiri dari 3 fase:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fase 1: Komitmen<\/h3>\n\n\n\n<p>Proses pengadaan dimulai dari niat untuk membeli barang atau jasa. Niat ini menunjukkan bahwa bisnis sangat mungkin akan mengeluarkan uang di masa depan, sehingga muncul komitmen untuk membeli. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, pada tahap ini belum ada kewajiban hukum untuk melakukan pembayaran. Contoh transaksi <em>pre-encumbrance<\/em> adalah <em>purchase requisition.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fase 2: Kewajiban<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah vendor menyetujui transaksi, komitmen berubah menjadi kewajiban hukum. Organisasi pembeli menjadi berkewajiban melakukan pembayaran di masa depan. <\/p>\n\n\n\n<p>Contoh transaksi encumbrance adalah purchase order yang telah disetujui.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fase 3: Realisasi<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahap akhir, transaksi aktual terjadi, yaitu pemasok mengirimkan barang atau jasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan kemudian mengubah <em>encumbrance<\/em> menjadi pengeluaran dengan memindahkan nilai dari akun <em>encumbrance<\/em> ke utang usaha jangka pendek atau <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/account-payable\/\">account payable.<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam praktiknya, <em>encumbrance accounting<\/em> terdiri dari dua langkah utama:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Mencatat <em>(encumber)<\/em> item baru ke buku besar menggunakan mata uang utama operasional.<\/li>\n\n\n\n<li>Melepaskan <em>(unencumber)<\/em> item setelah dipindahkan ke utang usaha.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh alur <em>encumbrance<\/em> pada <em>purchase order<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk memahami proses secara utuh, berikut ilustrasi transaksi <em>encumbrance <\/em>menggunakan <em>purchase order:<\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketika organisasi membuat <em>purchase order<\/em> baru atau menambahkan item baru, nilai tersebut dicatat sebagai encumbrance di jurnal dengan mendebit akun <em>encumbrance<\/em> dan diposting ke buku besar.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah vendor menyetujui <em>purchase order<\/em> dan mengirimkan barang\/jasa, organisasi pembeli memiliki kewajiban untuk membayar.<\/li>\n\n\n\n<li>Perusahaan kemudian merealisasikan dana yang telah di-<em>encumber<\/em> setelah memverifikasi <em>invoice vendor <\/em>yang merujuk pada <em>purchase order.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Proses ini menghasilkan kredit pada akun encumbrance sebesar nilai<em> invoice<\/em> sehingga saldo <em>encumbrance<\/em> berkurang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Organisasi dapat merealisasikan seluruh nilai <em>encumbrance<\/em> atau hanya sebagian.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, sesuai <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/gaap-dalam-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">GAAP<\/a>, <em>encumbrance<\/em> yang masih menggantung pada akhir tahun tidak dianggap sebagai pengeluaran pada tahun fiskal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/mengelola-pengeluaran-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tips Terbaik Mengelola Pengeluaran Bisnis yang Efektif <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menyesuaikan <em>Encumbrance<\/em> saat Terjadi Transaksi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-2.webp\" alt=\"Encumbrance Accounting 2aq21\" class=\"wp-image-44695\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/Encumbrance-Accounting-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><em>Encumbrance<\/em> bukanlah sesuatu yang statis. Justru, nilainya perlu diperbarui seiring perubahan kondisi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sepanjang proses pengadaan dan pembayaran, Anda dan tim mungkin perlu menyesuaikan catatan akuntansi agar mencerminkan kewajiban yang aktual.<\/p>\n\n\n\n<p>Penyesuaian ini umumnya meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pemenuhan sebagian:<\/strong> Jika hanya sebagian pesanan yang dikirim, <em>encumbrance <\/em>dikurangi sebesar nilai yang diterima dan tetap terbuka untuk sisa pesanan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perubahan harga:<\/strong> Jika biaya barang atau jasa berubah sebelum pengiriman, <em>encumbrance<\/em> harus diperbarui agar mencerminkan jumlah terbaru.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembatalan:<\/strong> Jika <em>purchase order<\/em> dibatalkan,<em> encumbrance <\/em>harus dibalik untuk mengembalikan dana yang dicadangkan ke anggaran yang tersedia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesalahan:<\/strong> Entri yang keliru harus segera diperbaiki untuk menghindari salah saji atau dana tertahan tanpa perlu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan menjaga <em>encumbrance<\/em> tetap akurat, bisnis maupun organisasi dapat memastikan visibilitas anggaran yang akurat, sehingga bisa mengelola arus kas dan pengeluaran dengan lebih percaya diri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/proses-pembuatan-laporan-pengeluaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Proses Pembuatan Laporan Pengeluaran: 6 Tahapannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Praktik Terbaik dalam Mengelola <em>Encumbrance Accounting<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Encumbrance accounting<\/em> adalah sistem yang sangat membantu, tetapi dapat menimbulkan masalah jika pengelolaannya kurang baik. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghindari kesalahan umum, sebaiknya praktik terbaik berikut pada bisnis atau organisasi Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Audit proses secara berkala:<\/strong> Lakukan audit periodik untuk memastikan <em>encumbrance<\/em> dicatat, disesuaikan, dan ditutup dengan benar, lalu perbaiki proses bila diperlukan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Standarisasi kebijakan:<\/strong> Susun pedoman internal yang jelas tentang kapan dan bagaimana <em>encumbrance<\/em> dicatat, termasuk batasan nilai dan alur persetujuan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Integrasikan dengan <em>tools<\/em> penganggaran:<\/strong> Gunakan software yang menghubungkan encumbrance langsung dengan rencana belanja sehingga komitmen dan sisa dana dapat dipantau secara <em>real-time.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tingkatkan kompetensi tim:<\/strong> Latih staf agar tim pengadaan, keuangan, dan manajer departemen memahami cara kerja <em>encumbrance<\/em> serta peran mereka dalam menjaga akurasi pencatatan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pantau <em>encumbrance<\/em> secara rutin:<\/strong> Tinjau laporan<em> encumbrance<\/em> secara berkala untuk menemukan <em>encumbrance<\/em> yang sudah usang atau tidak terpakai karena dapat mengunci dana dan mendistorsi ketersediaan anggaran.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-biaya-dibayar-di-muka\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Jurnal Biaya Dibayar Di Muka: Cara Membuat dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Encumbrance<\/em> adalah proses menyisihkan dana untuk pengeluaran yang sudah menjadi kewajiban secara hukum tetapi belum dibayar. <\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, <em>encumbrance accounting<\/em> adalah proses pencatatan<em> encumbrance<\/em> dan pengakuannya di buku besar sebagai transaksi pada akun encumbrance. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini merupakan praktik standar di instansi pemerintah dan organisasi nirlaba untuk mengelola dana dan anggaran secara lebih baik. <\/p>\n\n\n\n<p>Metode akuntansi ini membantu organisasi menyusun anggaran yang lebih baik serta mengendalikan pengeluaran yang berlebihan. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung proses akuntansi Anda agar lebih tepat, cepat, dan efisien, gunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> Kledo yang mendukung pencatatan transaksi, pelaporan keuangan, manajemen persediaan, hingga penghitungan aset.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, tingkatkan akuntansi Anda dengan Kledo. Coba sekarang lewat <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini!<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agar pengeluaran bisnis tetap terkontrol dan tidak terlalu boros, bisnis biasanya menggunakan berbagai taktik pengendalian anggaran. Salah satu dari taktik ini adalah encumbrance accounting yang memungkinkan bisnis untuk memantau serta mengendalikan pengeluaran secara lebih efektif. Dengan begitu, bisnis dapat menjaga realisasi belanja tetap dalam batas anggaran yang dialokasikan dan memprediksi arus kas dengan lebih akurat. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":44738,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[16717,105,1575,16719,16718,1134,1264],"class_list":["post-44688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-encumbrance-accounting","tag-kledo","tag-panduan-akuntansi","tag-penerapan-encumbrance-accounting","tag-perbedaan-encumbrance-dan-beban","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini membahas praktik encumbrance accounting, pentingnya bagi organisasi, serta bagaimana proses encumbrance accounting\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas praktik encumbrance accounting, pentingnya bagi organisasi, serta bagaimana proses encumbrance accounting\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-24T08:16:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-24T08:16:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/encumbrance-accounting-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya\",\"datePublished\":\"2026-02-24T08:16:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-24T08:16:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/\"},\"wordCount\":1459,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/encumbrance-accounting-banner.webp\",\"keywords\":[\"Encumbrance accounting\",\"kledo\",\"panduan akuntansi\",\"penerapan Encumbrance accounting\",\"perbedaan encumbrance dan beban\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/\",\"name\":\"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/encumbrance-accounting-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-02-24T08:16:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-24T08:16:49+00:00\",\"description\":\"Artikel ini membahas praktik encumbrance accounting, pentingnya bagi organisasi, serta bagaimana proses encumbrance accounting\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/encumbrance-accounting-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/02\\\/encumbrance-accounting-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"encumbrance accounting banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/encumbrance-accounting\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya","description":"Artikel ini membahas praktik encumbrance accounting, pentingnya bagi organisasi, serta bagaimana proses encumbrance accounting","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya","og_description":"Artikel ini membahas praktik encumbrance accounting, pentingnya bagi organisasi, serta bagaimana proses encumbrance accounting","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-02-24T08:16:39+00:00","article_modified_time":"2026-02-24T08:16:49+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/encumbrance-accounting-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya","datePublished":"2026-02-24T08:16:39+00:00","dateModified":"2026-02-24T08:16:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/"},"wordCount":1459,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/encumbrance-accounting-banner.webp","keywords":["Encumbrance accounting","kledo","panduan akuntansi","penerapan Encumbrance accounting","perbedaan encumbrance dan beban","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/","name":"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/encumbrance-accounting-banner.webp","datePublished":"2026-02-24T08:16:39+00:00","dateModified":"2026-02-24T08:16:49+00:00","description":"Artikel ini membahas praktik encumbrance accounting, pentingnya bagi organisasi, serta bagaimana proses encumbrance accounting","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/encumbrance-accounting-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/encumbrance-accounting-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"encumbrance accounting banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/encumbrance-accounting\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Encumbrance Accounting: Pengertian, Proses, dan Praktiknya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44688"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44697,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44688\/revisions\/44697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44738"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}