{"id":45075,"date":"2026-03-12T15:05:15","date_gmt":"2026-03-12T08:05:15","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=45075"},"modified":"2026-03-17T14:57:25","modified_gmt":"2026-03-17T07:57:25","slug":"apa-itu-backorders","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/","title":{"rendered":"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?"},"content":{"rendered":"\n<p>Jika stok suatu produk habis namun toko atau perusahaan masih menerima pesanan barang yang banyak, mereka bisa menjalankan <em>backorder.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah skema di mana pelanggan bisa memesan barang yang kemudian akan dikirimkan dalam waktu tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pihak toko, skema backorders memang lebih rumit, tapi ini bisa jadi solusi yang lebih tepat daripada membiarkan pelanggan beralih ke kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana proses backorder dalam operasional bisnis, cara mencatatnya dalam akuntansi, dan cara meminimalisirnya?<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu <em>Backorders<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p>\u201c<em>Backorders<\/em>\u201d berarti penjual tidak bisa langsung memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu barang karena stoknya sedang tidak tersedia. Namun, penjual <strong>sudah tahu<\/strong> kapan barang tersebut akan tersedia kembali.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisnis dapat menandai suatu produk sebagai \u201c<em>backorder<\/em>\u201d agar tetap bisa menjual produk tersebut meskipun stoknya sedang habis. <\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, bisnis hanya akan menagih pembayaran kepada pelanggan untuk pesanan <em>backorder<\/em> ketika barang sudah tersedia dan siap dikirim.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, toko menerima pesanan laptop 100 unit, namun stok yang tersedia hanya 60 unit. Artinya, 40 unit tercatat sebagai <em>backorders.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa perbedaan <em>stock out<\/em> dan <em>backorder<\/em>s?<\/h3>\n\n\n\n<p><em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stock-out\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Stock out<\/a><\/em> berarti suatu barang sedang habis stoknya, tetapi bisnis<strong> tidak tahu<\/strong> kapan produk tersebut akan tersedia kembali. <\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa website e-commerce biasanya memiliki fitur mengirim notifikasi kepada pelanggan ketika barang yang habis stok kembali tersedia.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 3\" class=\"wp-image-37163\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manajemen-stok\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Manajemen Stok: Pengertian, Manfaat, Teknik, dan Tips Melakukannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Proses Terjadinya <em>Backorders<\/em> dalam Operasional Bisnis?<\/h2>\n\n\n\n<p><em>Backorder<\/em> terjadi ketika permintaan pelanggan melebihi stok yang tersedia. Berikut ini merupakan prosesnya: <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketika sebuah perusahaan menerima pesanan untuk produk yang sedang tidak tersedia di stok, berarti perusahaan tersebut menerima <em>backorder.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Sistem yang bisnis gunakan mengubah <em>backorder<\/em> menjadi <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-purchasing-order\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>purchase order<\/em> (PO)<\/a> dan mengirimkannya ke departemen internal yang terkait, vendor, atau distributor. <\/li>\n\n\n\n<li>Tim CS memberikan perkiraan kepada pembeli mengenai kapan pesanan mereka akan tersedia serta bagaimana proses pembayarannya.<\/li>\n\n\n\n<li>Toko memenuhi pesanan<em> backorder<\/em> setelah stok tersedia. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk memenuhi pesanan <em>backorder<\/em>, toko bisa melakukannya dalam berbagai cara, seperti meminta <em>supplier<\/em> langsung mengirimkan barang ke pelanggan, atau toko sendiri yang mengirimnya ke pelanggan setelah menerima pembayaran dan mengubah <em>backorder <\/em>menjadi <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sales-order-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sales order. <\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Jika jumlah pesanan masih bisa dikelola, maka proses ini biasanya tidak rumit. Namun, jika jumlah <em>backorder<\/em> semakin banyak, maka toko bisa kesulitan, apalagi jika masih memproses pemesanan secara manual.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, mereka harus mencocokkan setiap <em>purchase order<\/em> dengan <em>sales order<\/em> yang ada saat menyelesaikan proses pemenuhan pesanan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kelola-stok-bisnis-retail\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">9 Strategi Kelola Stok Bisnis Retail Paling Efektif<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Penyebab <em>Backorder<\/em>s?<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebisa mungkin, Anda harus meminimalisir kemungkinan pelanggan harus menunggu dengan mengurangi <em>backorder. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa penyebab umum terjadinya <em>backorder:<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Permintaan yang melebihi persediaan<\/h3>\n\n\n\n<p>Situasi tak terduga seperti cuaca ekstrem dapat menyebabkan lonjakan permintaan. Misalnya, hujan dan badai terus-terusan bisa meningkatkan pembelian jas hujan dan payung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <em>Lead time<\/em> yang terlalu lama<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Lead time<\/em> adalah total waktu yang dibutuhkan dari awal pesanan hingga barang selesai atau sampai di tangan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Lead time<\/em> yang panjang dapat menyebabkan <em>backorder<\/em> ketika pemasok tidak dapat mengirimkan produk cukup cepat untuk memenuhi permintaan pelanggan. <\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, stok menjadi terbatas dan proses pemenuhan pesanan pun tertunda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Perkiraan permintaan yang tidak akurat<\/h3>\n\n\n\n<p><em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/demand-forecasting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Demand forecasting<\/a> <\/em>yang kurang tepat dapat menyebabkan toko menyiapkan <em>safety stock<\/em> yang terlalu rendah, sehingga memicu kehabisan stok dan lalu <em>backorder.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Masalah pada pemasok atau proses produksi<\/h3>\n\n\n\n<p>Gangguan dalam rantai pasok, seperti penutupan pabrik atau kekurangan bahan baku, dapat membuat ketersediaan produk terganggu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Keterlambatan pemesanan ulang<\/h3>\n\n\n\n<p>Toko yang sudah melakukan pemesanan berdasarkan perhitungan <em>safety stock <\/em>tapi masih harus meninjau <em>purchase order<\/em> secara manual berisiko mengalami keterlambatan <em>restock.<\/em> <\/p>\n\n\n\n<p>Kondisi ini bisa menjadi masalah ketika tiba-tiba terjadi lonjakan pesanan. Keterlambatan juga dapat terjadi jika pemasok perusahaan belum mengisi kembali stok mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Kesalahan manusia <\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan manusia juga bisa menyebabkan <em>backorder. <\/em>Misalnya, toko gagal memperhitungkan peningkatan permintaan yang sebenarnya dapat diprediksi, seperti lonjakan penjualan pada musim tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, tidak segera mengisi ulang stok yang akan cepat habis sementara permintaannya diperkirakan akan stabil bahkan terus naik juga bisa menimbulkan<em> backorder.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini bisa diminimalisir dengan software yang memiliki fitur persediaan seperti <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-inventory\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi cloud <\/a>Kledo, karena bisa mengirimkan notifikasi <em>restock<\/em> saat produk mencapai jumlah tertentu.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"999\" height=\"621\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-3.webp\" alt=\"apa itu backorders 3\" class=\"wp-image-45102\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-3.webp 999w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-3-300x186.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-3-768x477.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 999px) 100vw, 999px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stok-barang-persediaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Stok Barang Persediaan: Pengertian, Jenis, dan Teknik Mengelolanya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mencatat Backorder dalam Akuntansi?<\/h2>\n\n\n\n<p>Perlu diingat, <em>backorder<\/em> adalah pesanan yang belum selesai karena barangnya belum tersedia. Oleh karena itu, pencatatannya berbeda dengan penjualan biasa:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Saat pesanan <em>backorder<\/em> diterima (barang belum tersedia)<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika pelanggan memesan barang tetapi stok belum tersedia, <strong>penjualan belum boleh diakui sebagai pendapatan<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda hanya bisa mencatatnya sebagai pesanan pelanggan dalam sistem, bukan sebagai transaksi akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahap ini biasanya <strong>tidak ada jurnal akuntansi<\/strong>, kecuali jika pelanggan sudah membayar uang muka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Jika pelanggan membayar uang muka<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika pelanggan sudah melakukan pembayaran sebelum barang tersedia, maka pembayaran tersebut dicatat sebagai <strong>liabilitas (utang)<\/strong> karena barang belum diserahkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, perusahaan masih memiliki kewajiban untuk mengirimkan barang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh jurnalnya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>xx\/xx\/xxxx<\/td><td>Kas\/Bank<\/td><td>Rp10.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Pendapatan diterima dimuka<\/td><td><\/td><td>Rp10.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Saat barang tersedia dan dikirim<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika stok sudah tersedia dan barang dikirim kepada pelanggan, barulah transaksi diakui sebagai penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh jurnal:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>xx\/xx\/xxxx<\/td><td>Pendapatan diterima dimuka<\/td><td>Rp10.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Penjualan<\/td><td><\/td><td>Rp10.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manajemen-procurement-retail\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Manajemen Procurement Retail: Langkah-Langkah dan Tipsnya <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Meminimalisir <em>Backorder<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Ketahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan pelanggan<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-1.webp\" alt=\"apa itu backorders 1\" class=\"wp-image-45103\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Dengan memprioritaskan item persediaan berdasarkan tingkat kepentingannya bagi pelanggan, Anda bisa lebih selektif dalam menentukan produk mana yang perlu memiliki <em>safety stock<\/em> lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, Anda mengelola bisnis restoran masakan Jawa. Di restoran ini, Anda lebih memprioritaskan bahan dasar seperti nasi daripada kentang atau buah yang bisa diganti dengan bahan lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika menu yang populer membutuhkan bahan yang mahal dan sulit didapat, Anda mungkin perlu membuat banyak <em>backorder<\/em>. Dalam situasi seperti ini, Anda perlu memastikan rantai pasok yang stabil dan handal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Gunakan data dan laporan secara <em>real-time<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan data persediaan Anda akurat dan bisa diakses secara <em>real-time<\/em>. Ini membawa manfaat seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gudang dapat segera mengetahui kapan harus melakukan<em> restock <\/em>sehingga mengurangi risiko keterlambatan pembelian yang bisa menyebabkan <em>backorder. <\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Pelanggan dapat segera diberi tahu bahwa suatu barang sedang dalam status <em>backorder<\/em>, sehingga mereka dapat memutuskan apakah tetap ingin memesan atau memilih produk lain.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Diversifikasi pemasok<\/h3>\n\n\n\n<p>Produsen atau pemasok juga bisa mengalami lonjakan permintaan, baik yang sudah diperkirakan maupun yang tidak terduga. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengantisipasi ini, Anda bisa memesan barang dari beberapa pemasok berbeda. Dengan memiliki lebih dari satu pemasok, risiko keterlambatan stok yang memicu <em>backorder<\/em> bisa berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa untuk memantau kinerja pemasok, seperti produktivitas, biaya, tingkat pemenuhan pesanan (<em>fill rate<\/em>), ketepatan waktu pengiriman, serta tingkat kepuasan pelanggan. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menggunakan metode <em>dropshipping<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk mengurangi keterlambatan akibat <em>backlog<\/em> pesanan, Anda bisa mempercepat proses pengiriman dan pemrosesan dengan memotong beberapa tahapan dalam manajemen persediaan melalui metode <em>dropshipping.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sistem dropshipping, bisnis tetap menerima pesanan dari pelanggan tetapi tidak menyimpan stok barang sendiri. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai gantinya, pesanan tersebut langsung diteruskan ke pemasok, produsen, atau toko lain yang akan memproses pesanan dan mengirimkan barang langsung kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan dropshipping dapat menghilangkan beberapa tahapan tambahan dalam proses pemenuhan pesanan. Pemasok tidak perlu mengirim barang terlebih dahulu ke bisnis Anda, sehingga menghemat waktu. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Anda juga tidak perlu menerima, menyimpan, atau memproses barang di gudang. Dengan demikian, produk tidak perlu melalui beberapa tahap pengiriman sebelum akhirnya sampai ke pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/just-in-time-dalam-manajemen-produksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Just-in-time<\/a><\/em> (JIT)<\/h3>\n\n\n\n<p>JIT adalah sistem persediaan di mana Anda hanya menyediakan stok saat dibutuhkan saja. Jadi, sistem ini memang fokus mengurangi pemborosan agar proses menjadi lebih sederhana dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini memiliki beberapa manfaat:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menekan jumlah stok yang disimpan<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu mengidentifikasi dan menghilangkan berbagai ketidakefisienan yang menyebabkan kekurangan stok<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu perusahaan fokus pada masalah persediaan yang ada, seperti pemborosan bahan, produk cacat, kerusakan mesin, atau desain proses yang kurang baik. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan pendekatan JIT, masalah-masalah tersebut menjadi lebih terlihat sehingga perusahaan dapat memperbaikinya dan menyusun jadwal produksi yang lebih akurat di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-persediaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Metode Analisis Persediaan atau Inventory Analysis, KPI, dan Tipsnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Tantangan dalam Memproses <em>Backorders<\/em>?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-2.webp\" alt=\"apa itu backorders 2\" class=\"wp-image-45104\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Perusahaan <em>menangani<\/em> backorders agar bisa segera mengantarkan pesanan pelanggan dengan sesegera dan seakurat mungkin.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun dalam prosesnya, perusahaan bisa mengalami berbagai tantangan, seperti yang dijelaskan oleh Ritesh Thakur dalam penelitiannya yang berjudul<em> <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/391745148_Conquering_Backorder_Challenges_Insights_from_a_Scheduler's_Viewpoint\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">&#8220;Conquering Backorder Challenges: Insights from a Scheduler&#8217;s Viewpoint&#8221;.<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, penelitian yang dimuat dalam International Scientific Journal of Engineering and Management ini menjelaskan 3 tantangan utama dalam memproses <em>backorders<\/em> meliputi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Carrying Costs dan Lot Size<\/h3>\n\n\n\n<p>Lot size adalah jumlah barang yang diproduksi atau dibeli oleh perusahaan dalam satu waktu. Misalnya, sebuah pabrik memutuskan untuk memproduksi 1.000 unit produk sekaligus untuk memenuhi pesanan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, semakin banyak barang yang diproduksi atau dibeli sekaligus, semakin besar juga biaya penyimpanannya. Biaya ini disebut <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/carrying-cost-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">carrying costs<\/a><\/em>, yaitu biaya untuk menyimpan persediaan di gudang, seperti biaya sewa gudang, listrik, keamanan, dan risiko barang rusak atau usang.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya, jika perusahaan memproduksi terlalu sedikit barang, biaya produksi bisa menjadi lebih mahal karena proses produksi harus dilakukan lebih sering. Tetapi jika memproduksi terlalu banyak, biaya penyimpanan akan meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, perusahaan harus mencari jumlah produksi yang paling efisien agar bisa memenuhi pesanan tanpa menanggung biaya penyimpanan yang terlalu besar. Biasanya keputusan ini dibuat oleh manajer yang memahami proses produksi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <em>Lead Time<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Lead time adalah waktu yang dibutuhkan sejak perusahaan memesan barang ke pemasok sampai barang tersebut benar-benar sampai di gudang.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, jika sebuah toko memesan produk hari ini dan barang baru tiba 10 hari kemudian, maka <em>lead time<\/em>-nya adalah 10 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika <em>lead time<\/em> terlalu lama, bisa muncul masalah. Misalnya, ketika stok habis tetapi pelanggan sudah memesan barang (backorders), mereka harus menunggu lebih lama dan bisa merasa kecewa.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasi hal ini, perusahaan biasanya melakukan beberapa hal, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menyimpan stok lebih banyak untuk barang yang lama datangnya<\/li>\n\n\n\n<li>Bekerja sama dengan pemasok yang lokasinya lebih dekat<\/li>\n\n\n\n<li>Membayar biaya pengiriman lebih mahal agar barang datang lebih cepat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan cara tersebut, perusahaan bisa mengurangi risiko keterlambatan dalam memenuhi pesanan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk menghadapi tantangan yang muncul dari <em>backorder,<\/em> bisnis perlu memiliki sistem manajemen persediaan yang kuat dan terkontrol.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo dengan fitur inventarisnya adalah <em>tool<\/em> yang tepat untuk membantu Anda memproses dan mengelola pesanan dengan cepat dan memenuhi kebutuhan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski stok Anda tersebar di beberapa gudang sekaligus, Anda kini bisa memantaunya secara real-time melalui aplikasi Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Kledo, Anda bisa mengelola inventaris dengan lebih efisien dan akurat, sehingga meminimalisir backorders.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba langsung fitur Kledo sekarang lewat <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika stok suatu produk habis namun toko atau perusahaan masih menerima pesanan barang yang banyak, mereka bisa menjalankan backorder. Ini adalah skema di mana pelanggan bisa memesan barang yang kemudian akan dikirimkan dalam waktu tertentu. Untuk pihak toko, skema backorders memang lebih rumit, tapi ini bisa jadi solusi yang lebih tepat daripada membiarkan pelanggan beralih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":45118,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[427],"tags":[16833,105,16836,16834,1134,862],"class_list":["post-45075","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-bisnis","tag-apa-itu-backorders","tag-kledo","tag-penyebab-backorder","tag-proses-terjadinya-backorders","tag-software-akuntansi","tag-tips-bisnis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"\u201cBackorders\u201d berarti penjual tidak bisa langsung memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu barang karena stoknya sedang tidak tersedia.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cBackorders\u201d berarti penjual tidak bisa langsung memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu barang karena stoknya sedang tidak tersedia.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-12T08:05:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-17T07:57:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?\",\"datePublished\":\"2026-03-12T08:05:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-17T07:57:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/\"},\"wordCount\":1650,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp\",\"keywords\":[\"apa itu backorders\",\"kledo\",\"penyebab backorder\",\"proses terjadinya backorders\",\"software akuntansi\",\"tips bisnis\"],\"articleSection\":[\"Tips Bisnis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/\",\"name\":\"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-03-12T08:05:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-03-17T07:57:25+00:00\",\"description\":\"\u201cBackorders\u201d berarti penjual tidak bisa langsung memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu barang karena stoknya sedang tidak tersedia.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\",\"https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/\",\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/\",\"https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?","description":"\u201cBackorders\u201d berarti penjual tidak bisa langsung memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu barang karena stoknya sedang tidak tersedia.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?","og_description":"\u201cBackorders\u201d berarti penjual tidak bisa langsung memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu barang karena stoknya sedang tidak tersedia.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-03-12T08:05:15+00:00","article_modified_time":"2026-03-17T07:57:25+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?","datePublished":"2026-03-12T08:05:15+00:00","dateModified":"2026-03-17T07:57:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/"},"wordCount":1650,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp","keywords":["apa itu backorders","kledo","penyebab backorder","proses terjadinya backorders","software akuntansi","tips bisnis"],"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/","name":"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp","datePublished":"2026-03-12T08:05:15+00:00","dateModified":"2026-03-17T07:57:25+00:00","description":"\u201cBackorders\u201d berarti penjual tidak bisa langsung memenuhi permintaan pelanggan terhadap suatu barang karena stoknya sedang tidak tersedia.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/apa-itu-backorders-banner.webp","width":1200,"height":600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-backorders\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Backorders dan Bagaimana Cara Menghindarinya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45075","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45075"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45075\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45384,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45075\/revisions\/45384"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45075"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45075"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45075"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}