{"id":47162,"date":"2026-04-27T11:03:16","date_gmt":"2026-04-27T04:03:16","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=47162"},"modified":"2026-04-27T11:03:28","modified_gmt":"2026-04-27T04:03:28","slug":"transaksi-reversal-dana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/","title":{"rendered":"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah"},"content":{"rendered":"\n<p>Transaksi reversal dana melindungi pelanggan serta menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, bagi bisnis, hal ini juga dapat menyebabkan mereka kehilangan pendapatan, biaya tambahan, serta tantangan operasional lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, bagaimana cara mencegah transaksi ini? Apakah bisnis tidak bisa menghindarinya saja?<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu transaksi reversal dana, berbagai jenisnya, dampaknya terhadap bisnis, serta strategi untuk mencegahnya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Transaksi Reversal Dana?<\/h2>\n\n\n\n<p>Transaksi reversal dana adalah proses pembatalan transaksi yang sudah dilakukan (baik yang masih tertunda maupun yang sudah selesai), di mana dana akan dikembalikan ke rekening pelanggan. Istilah ini juga sering disebut sebagai <em>credit card reversal<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Transaksi reversal dana dapat terjadi karena berbagai alasan. Beberapa yang paling umum antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Transaksi ganda (<em>duplicate transactions<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Kesalahan dari <em>merchant<\/em>, seperti menagihkan jumlah yang tidak sesuai<\/li>\n\n\n\n<li>Produk yang dipesan ternyata kehabisan stok<\/li>\n\n\n\n<li>Pelanggan mengembalikan barang karena cacat atau rusak<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran dilakukan menggunakan kartu atau data akun yang dicuri<\/li>\n\n\n\n<li>Pemilik kartu yang sah mengajukan sengketa karena transaksi dianggap fraud<\/li>\n\n\n\n<li>Kesalahan dalam memasukkan nominal pembayaran<\/li>\n\n\n\n<li>Gangguan jaringan atau kesalahan sistem pembayaran<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Memahami penyebab-penyebab ini penting bagi bisnis agar dapat meminimalisir risiko terjadinya transaksi reversal dana dan menjaga arus kas tetap sehat.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/bukti-transaksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bukti Transaksi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya yang Wajib Diketahui<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Kerja Transaksi Reversal Dana?<\/h2>\n\n\n\n<p>Terdapat lima jenis utama transaksi reversal dana, dan masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <em>Authorisation reversal<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum memahami <em>authorisation reversal<\/em>, penting untuk mengetahui bagaimana <strong>proses pembayaran berlangsung:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketika pelanggan melakukan pembelian, sistem pembayaran merchant terlebih dahulu meminta otorisasi dari bank penerbit. <\/li>\n\n\n\n<li>Jika disetujui, sejumlah dana akan ditahan sementara di rekening pelanggan.<\/li>\n\n\n\n<li>Jika merchant atau pelanggan menemukan kesalahan selama periode ini, merchant dapat melakukan <em>reversal dana<\/em> atas transaksi tersebut. Artinya, transaksi dibatalkan dan dana yang sempat ditahan akan dilepaskan kembali sehingga bisa digunakan oleh pelanggan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Contohnya, Risa membeli sepatu dari toko online Vuma. Setelah transaksi selesai, pihak toko menyadari bahwa mereka tidak sengaja menagih dua kali untuk pembelian yang sama. <\/p>\n\n\n\n<p>Alih-alih melanjutkan proses pembayaran, mereka membatalkan transaksi tersebut sehingga dana kembali tersedia di rekening Risa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <em>Void transaction<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Void transaction<\/em> bekerja mirip dengan <em>authorisation reversal<\/em>, yaitu dana tidak benar-benar keluar dari rekening pelanggan. Namun dalam kasus ini, transaksi sudah diotorisasi tetapi dicegah untuk diselesaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah bank menyetujui pembayaran, barulah merchant melakukan <em>capture<\/em> dana, yaitu memindahkan uang ke rekening merchant.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika pada tahap ini merchant menyadari adanya kesalahan (misalnya penagihan ganda), mereka dapat melakukan <em>void<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Proses ini membatalkan transaksi sepenuhnya dan melepaskan dana yang sebelumnya ditahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <em>Reversal adjustment<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Reversal adjustment<\/em> digunakan untuk membatalkan atau menyesuaikan transaksi yang sudah tercatat sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Vuma salah menagih Mike sebesar Rp500.000 (seharusnya Rp250.000), merchant tidak perlu membatalkan transaksi awal. <\/p>\n\n\n\n<p>Mereka bisa melakukan <em>reversal adjustment<\/em> sebesar Rp500.000 untuk mengoreksi kesalahan, lalu mencatat transaksi yang benar sebesar Rp250.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara ini bisa mengoreksi kesalahan tanpa menghapus jejak transaksi sebelumnya, sehingga pencatatan tetap lengkap dan transparan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <em>Refund<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Refund<\/em> terjadi setelah transaksi benar-benar selesai (<em>settled<\/em>). Prosesnya seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Risa menerima sepatu dengan ukuran yang salah, ia pun mengajukan pengembalian dana kepada merchant.<\/li>\n\n\n\n<li>Karena transaksi awal sudah selesai, merchant tidak bisa sekadar membatalkannya. Sebagai gantinya, mereka harus memproses <em>refund<\/em> sebagai transaksi baru. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Proses ini tidak instan dan biasanya membutuhkan waktu hingga 7 hari kerja sampai dana kembali ke rekening pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dalam proses <em>refund<\/em>, bisnis tidak hanya mengembalikan dana, tetapi juga menanggung biaya tambahan seperti <em>interchange fee<\/em> serta biaya pengiriman barang kembali dari pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <em>Chargeback<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan <em>authorisation reversal<\/em> dan <em>refund<\/em> yang diinisiasi oleh merchant, <em>chargeback<\/em> diinisiasi oleh pelanggan, biasanya saat mereka mengajukan sengketa atas suatu transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Risa melihat tagihan sebesar Rp500.000 di rekeningnya yang tidak dikenali<\/li>\n\n\n\n<li>Risa bisa melaporkannya ke bank sebagai transaksi fraud. <\/li>\n\n\n\n<li>Setelah investigasi, bank akan mengembalikan dana tersebut ke rekening Mike dan membebankannya kepada merchant.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Namun, tidak semua <em>chargeback<\/em> bersifat valid. Dalam beberapa kasus, pelanggan dapat melakukan <em>friendly fraud<\/em>. Misalnya, pelanggan menerima barang tetapi tetap mengajukan <em>chargeback<\/em> dengan alasan barang tidak diterima.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika merchant merasa klaim tersebut tidak valid, mereka dapat mengajukan keberatan dengan menyertakan bukti seperti struk pembayaran, konfirmasi pengiriman, atau bukti layanan. Proses ini dikenal sebagai <em>representment<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Dampak Transaksi Reversal Dana Terhadap Bisnis?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaction-reversal-1.webp\" alt=\"transaction reversal 1\" class=\"wp-image-47170\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaction-reversal-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaction-reversal-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaction-reversal-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Transaksi reversal dana memang membuat pelanggan merasa aman karena bisa meminta pengembalian jika terjadi suatu hal. Namun di sisi lain, hal ini juga dapat menimbulkan berbagai tantangan bagi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Beban finansial<\/h3>\n\n\n\n<p>Transaksi reversal dana sering kali menimbulkan beban biaya tambahan. Selain itu, bisnis juga mengalami kerugian karena kehilangan produk atau layanan yang sudah diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditambah lagi, bisnis perlu mengalokasikan waktu dan sumber daya untuk meninjau sengketa, mengumpulkan bukti, dan merespons klaim, yang semuanya meningkatkan biaya operasional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Hambatan operasional<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara bisnis menangani <em>reversal dana<\/em> sangat memengaruhi hubungan dengan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika pelanggan harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan <em>refund<\/em> atau penyelesaian masalah transaksi, hal ini dapat menimbulkan ketidakpuasan hingga ulasan negatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, kasus <em>reversal dana<\/em> juga menyita waktu tim internal mulai dari tim keuangan hingga <em>customer support,<\/em> yang seharusnya bisa dialokasikan untuk aktivitas lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka harus melakukan investigasi, berkoordinasi dengan penyedia pembayaran, dan menangani masalah yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Risiko keuangan bisnis<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika reversal dana, terutama <em>chargeback<\/em>, terjadi terlalu sering, bisnis dapat dikategorikan sebagai berisiko tinggi (<em>high risk merchant<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, pada jaringan pembayaran Visa, rasio <em>chargeback<\/em> sekitar 2,2% dapat membuat merchant masuk ke dalam program pemantauan seperti Visa Acquirer Monitoring Program (VAMP). <\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini dapat berujung pada sanksi berupa kenaikan biaya pemrosesan, pembekuan dana, bahkan penutupan akun merchant.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa kemampuan untuk memproses pembayaran, sebagian besar bisnis (terutama yang berbasis online) tidak dapat beroperasi. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/alur-transaksi-penjualan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Alur Transaksi Penjualan: Langkah, Contoh, dan Tipsnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">5 Cara Mencegah Transaksi Reversal Dana<\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam praktiknya, transaksi reversal dana memang tidak selalu bisa dihindari. Namun, dengan 4 strategi di bawah, bisnis dapat mengurangi frekuensinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Komunikasi yang transparan<\/h3>\n\n\n\n<p>Memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi reversal dana. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika pelanggan tahu apa yang mereka harapkan, mereka cenderung menyelesaikan masalah langsung dengan merchant daripada mengajukan reversal dana.<\/p>\n\n\n\n<p>Tips:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sediakan invoice yang detail, struk yang mudah dipahami, serta kebijakan <em>refund<\/em> yang jelas<\/li>\n\n\n\n<li>Kirim update status pesanan secara tepat waktu<\/li>\n\n\n\n<li>Segera sampaikan informasi jika terjadi perubahan pengiriman atau keterlambatan layanan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Layanan pelanggan yang lebih baik<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika pelanggan kesulitan menghubungi bisnis atau merasa keluhannya tidak ditangani, mereka cenderung langsung mengajukan <em>chargeback<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, selalu sediakan layanan pelanggan yang responsif dan mudah diakses.<\/p>\n\n\n\n<p>Tips:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Cantumkan informasi kontak yang mudah ditemukan di website<\/li>\n\n\n\n<li>Sediakan berbagai channel komunikasi seperti live chat, email, dan telepon<\/li>\n\n\n\n<li>Latih tim untuk menangani komplain dengan empati dan efisien<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa kasus, memberikan <em>refund<\/em> atau penggantian dengan cepat juga dapat mencegah masalah berkembang menjadi sengketa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Integrasi sistem inventaris dan pembayaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Ssistem stok dan pembayaran yang tidak sinkrin sering menyebabkan kesalahan, seperti menjual produk yang sudah habis, penagihan ganda, atau status pesanan yang tidak terbarui. <\/p>\n\n\n\n<p>Faktor-faktor ini bisa meningkatkan risiko reversal dana.<\/p>\n\n\n\n<p>Tips:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Integrasikan sistem manajemen stok dengan sistem pembayaran<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan hanya produk yang tersedia yang dapat dibeli<\/li>\n\n\n\n<li>Berikan update stok dan status pesanan secara<em> real-time<\/em> kepada pelanggan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika Anda menggunakan software akuntansi seperti Kledo yang terintegrasi dengan aplikasi kasir Kledo POS, Anda bisa menikmati sistem stok yang terintegrasi dengan pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi misalnya, jika ada barang yang stoknya menipis, sistem akan otomatis mengirim notifikasi pengingat, jadi Anda bisa restok sebelum produk benar-benar habis.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, setiap pembelian dan penjualan juga akan mengurangi atau menambah nilai inventaris yang ada, sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan yang menyebabkan transaksi reversal.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"833\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-3.webp\" alt=\"transaksi reversal dana 3\" class=\"wp-image-47171\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-3.webp 833w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-3-250x300.webp 250w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-3-768x922.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 833px) 100vw, 833px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Gunakan deskripsi tagihan yang jelas<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu penyebab umum <em>chargeback<\/em> adalah pelanggan tidak mengenali transaksi di mutasi rekening atau kartu mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Tips:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gunakan deskripsi tagihan yang jelas dan konsisten<\/li>\n\n\n\n<li>Cantumkan nama bisnis yang dikenal pelanggan (misalnya nama brand), bukan hanya nama badan hukum<\/li>\n\n\n\n<li>Jika memungkinkan, tambahkan informasi tambahan seperti website atau nomor layanan pelanggan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, pelanggan dapat dengan mudah mengidentifikasi transaksi yang mereka lakukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Analisis tren transaksi reversal dana<\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan memantau dan menganalisis data transaksi reversal, Anda bisa memahami penyebab utama terjadinya pembalikan transaksi dan mengambil langkah pencegahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, jika banyak <em>refund<\/em> terjadi karena produk rusak saat pengiriman, maka segera perkuat pengemasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tips:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tinjau data <em>refund<\/em>, <em>chargeback<\/em>, dan <em>void<\/em> secara berkala<\/li>\n\n\n\n<li>Kumpulkan <em>feedback<\/em> pelanggan terkait alasan pengajuan <em>refund<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Identifikasi pola masalah dan segera lakukan perbaikan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-transaksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Analisis Transaksi dalam Akuntansi: Pengertian dan Tahapannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu <em>Transaction Reversal Fraud?<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-2.webp\" alt=\"transaksi reversal dana 2\" class=\"wp-image-47169\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><em>Transaction Reversal Fraud<\/em> (TRF) adalah jenis penipuan yang terjadi ketika pelaku <strong>memanipulasi sistem pembayaran untuk membalikkan transaksi yang sebenarnya sah<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Modus ini memanfaatkan celah dalam sistem, sehingga pelaku dapat memperoleh <em>refund<\/em> atau melakukan <em>chargeback<\/em> secara tidak sah, sering kali tanpa sepengetahuan merchant.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh<em> Transaction Reversal Fraud:<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1.<em> Chargeback Fraud<\/em> dalam E-commerce<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam bisnis e-commerce, pelanggan dapat mengajukan <em>chargeback<\/em> setelah menerima barang dengan alasan barang tidak diterima atau transaksi tidak sah. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kasus ini, tim perlu meninjau riwayat transaksi serta bukti pengiriman untuk mengidentifikasi pola yang mengarah pada klaim <em>chargeback<\/em> yang bersifat fraud.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Friendly Fraud di Online Marketplace<\/h3>\n\n\n\n<p>Di marketplace online, pembeli dapat menyalahgunakan kebijakan <em>refund<\/em> dengan mengklaim bahwa transaksi yang sebenarnya sah merupakan transaksi tidak sah. <\/p>\n\n\n\n<p>Analis perlu memantau permintaan <em>refund<\/em> yang berulang dari akun yang sama, karena hal ini bisa menjadi indikasi <em>friendly fraud<\/em>, salah satu bentuk umum penyalahgunaan <em>reversal dana<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <em>Refund Fraud<\/em> pada Layanan Berlangganan<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam layanan berbasis langganan, pengguna dapat meminta <em>refund<\/em> setelah menikmati konten digital dengan alasan ketidakpuasan atau masalah teknis. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, setelah berlangganan Netflix selama 29 hari tanpa masalah, pengguna sengaja mengajukan refund karena alasan tidak puas.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim <em>compliance<\/em> perlu memverifikasi log penggunaan serta riwayat interaksi pelanggan untuk mendeteksi pengguna yang secara sengaja memanfaatkan kebijakan <em>refund<\/em> demi keuntungan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Return Fraud di Perbankan<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam sektor perbankan, pelanggan dapat menyetorkan cek, menarik dananya, lalu melaporkan cek tersebut sebagai palsu atau hilang. <\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mencegah hal ini, tim <em>compliance <\/em>bank harus memantau aktivitas rekening serta pola pencairan cek guna mendeteksi indikasi <em>transaction reversal fraud<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/administrasi-transaksi-pengertian-manfaat-jenis-dan-prosedurnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Administrasi Transaksi: Pengertian, Manfaat, Jenis, dan Prosedurnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Transaksi reversal dana mungkin terasa merepotkan, tapi itulah kenyataannya dalam berbisnis. Anda tidak bisa menghindarinya, tapi tidak masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang penting Anda tahu dan paham cara merespon permintaan pengembalian dana. Berikan komunikasi yang jelas, kirim bukti pembayaran, dan latih pegawai Anda untuk bersiap dan menjalani prosesnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga bisa mempermudah proses bisnis dan reversal dana Anda dengan menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi <\/a>Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Software ini sudah terintegrasi dengan aplikasi kasir dan juga terhubung dengan berbagai <em>payment gateway<\/em> yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Coba Kledo <\/a>sekarang juga dan permudah bisnis Anda dalam mengelola transaksi reversal dana.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Transaksi reversal dana melindungi pelanggan serta menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan. Namun, bagi bisnis, hal ini juga dapat menyebabkan mereka kehilangan pendapatan, biaya tambahan, serta tantangan operasional lainnya. Lalu, bagaimana cara mencegah transaksi ini? Apakah bisnis tidak bisa menghindarinya saja? Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap apa itu transaksi reversal dana, berbagai jenisnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":47256,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[5916,17207,17206,105,1134,17204,17208],"class_list":["post-47162","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-aplikasi-kasir","tag-cara-mencegah-transaksi-reversal-dana","tag-dampak-transaksi-reversal-dana","tag-kledo","tag-software-akuntansi","tag-transaksi-reversal-dana","tag-transaksi-reversal-fraud"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Transaksi reversal dana adalah proses pembatalan transaksi yang sudah dilakukan, di mana dana akan dikembalikan ke rekening pelanggan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Transaksi reversal dana adalah proses pembatalan transaksi yang sudah dilakukan, di mana dana akan dikembalikan ke rekening pelanggan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-27T04:03:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-27T04:03:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:03:16+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T04:03:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/\"},\"wordCount\":1686,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/transaksi-reversal-dana-banner.webp\",\"keywords\":[\"aplikasi kasir\",\"cara mencegah transaksi reversal dana\",\"dampak transaksi reversal dana\",\"kledo\",\"software akuntansi\",\"transaksi reversal dana\",\"transaksi reversal fraud\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/\",\"name\":\"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/transaksi-reversal-dana-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:03:16+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T04:03:28+00:00\",\"description\":\"Transaksi reversal dana adalah proses pembatalan transaksi yang sudah dilakukan, di mana dana akan dikembalikan ke rekening pelanggan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/transaksi-reversal-dana-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/transaksi-reversal-dana-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"transaksi reversal dana banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/transaksi-reversal-dana\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah","description":"Transaksi reversal dana adalah proses pembatalan transaksi yang sudah dilakukan, di mana dana akan dikembalikan ke rekening pelanggan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah","og_description":"Transaksi reversal dana adalah proses pembatalan transaksi yang sudah dilakukan, di mana dana akan dikembalikan ke rekening pelanggan","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-04-27T04:03:16+00:00","article_modified_time":"2026-04-27T04:03:28+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah","datePublished":"2026-04-27T04:03:16+00:00","dateModified":"2026-04-27T04:03:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/"},"wordCount":1686,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-banner.webp","keywords":["aplikasi kasir","cara mencegah transaksi reversal dana","dampak transaksi reversal dana","kledo","software akuntansi","transaksi reversal dana","transaksi reversal fraud"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/","name":"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-banner.webp","datePublished":"2026-04-27T04:03:16+00:00","dateModified":"2026-04-27T04:03:28+00:00","description":"Transaksi reversal dana adalah proses pembatalan transaksi yang sudah dilakukan, di mana dana akan dikembalikan ke rekening pelanggan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/transaksi-reversal-dana-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"transaksi reversal dana banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/transaksi-reversal-dana\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Transaksi Reversal Dana? Dampak dan Cara Mencegah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47162"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47388,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47162\/revisions\/47388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47256"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}