{"id":47189,"date":"2026-04-27T11:05:18","date_gmt":"2026-04-27T04:05:18","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=47189"},"modified":"2026-04-27T11:05:26","modified_gmt":"2026-04-27T04:05:26","slug":"contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/","title":{"rendered":"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor"},"content":{"rendered":"\n<p>Pembukuan di bisnis kontraktor cukup berbeda dengan bisnis lain. Ada biaya yang tersebar di banyak proyek, ada pembayaran yang masuk bertahap, ada dana yang sengaja ditahan klien hingga pekerjaan selesai. <\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa sistem pencatatan yang tepat, semua variabel ini bisa membuat runyam keuangan bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, pembukuan bisnis kontraktor tidak selamanya rumit, asal Anda tahu apa yang perlu dicatat, bagaimana formatnya, dan dari mana mulai.<\/p>\n\n\n\n<p>Di artikel ini, kami akan membahas cara melakukan pembukuan untuk bisnis kontraktor, lengkap dengan contoh tabel <em>job costing, progress billing, retainage,<\/em> hingga laporan laba rugi per proyek.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Pentingnya Pembukuan untuk Bisnis Kontraktor?<\/h2>\n\n\n\n<p>Pembukuan itu penting bagi setiap bisnis, tetapi jika Anda menjalankan bisnis kontraktor, pembukuan menjadi lebih penting lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, bisnis kontraktor harus mengelola beberapa proyek sekaligus, dan masing-masing proyek memiliki anggaran, <em>timeline<\/em>, tim, material, serta ekspektasi klien yang berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika tidak ada pembukuan yang jelas, bisa muncul masalah arus kas, keterlambatan proyek, bahkan risiko hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah mengapa Anda membutuhkan sistem pembukuan yang solid untuk membantu Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Melacak biaya untuk setiap proyek<\/li>\n\n\n\n<li>Merencanakan arus kas ke depan<\/li>\n\n\n\n<li>Mematuhi pajak dan regulasi<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi proyek yang menghasilkan keuntungan (dan yang tidak)<\/li>\n\n\n\n<li>Mengambil keputusan berdasarkan data<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Di bagian selanjutnya, kita akan membahas perbedaan pembukuan di perusahaan konstruksi dengan bisnis lainnya serta beberapa istilah penting yang perlu Anda pahami.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/tips-bisnis-kontraktor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tips Untuk Membuat Bisnis Kontraktor Anda Lebih Berkembang<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Pembukuan pada Bisnis Kontraktor dengan Bisnis Lainnya<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-1.webp\" alt=\"contoh pembukuan bisnis kontraktor 1\" class=\"wp-image-47242\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Pembukuan pada bisnis konstruksi sedikit berbeda dibandingkan dengan bisnis lainnya. Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pembukuan berbasis proyek vs. berbasis jasa<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian besar bisnis jasa lain (firma hukum, konsultan, atau tim IT support) menagih berdasarkan jam kerja atau per proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Pembukuan di bisnis jasa biasanya cukup sederhana: mencatat pendapatan, mencatat pengeluaran, dan mengirim invoice secara rutin. <\/p>\n\n\n\n<p>Mereka sering menggunakan metode <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cash-basis-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">cash basis<\/a><\/em> dengan siklus penagihan yang sederhana dan lebih sedikit variabel.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, pembukuan konstruksi berfokus pada <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/job-costing-konstruksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">job costing<\/a><\/em>. Setiap proyek konstruksi dilacak sendiri-sendiri, dengan anggaran, pendapatan, serta biaya langsung dan tidak langsung masing-masing, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jam kerja tenaga kerja (biasanya dicatat per lokasi proyek)<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran subkontraktor<\/li>\n\n\n\n<li>Penggunaan material dan peralatan<\/li>\n\n\n\n<li>Perizinan dan inspeksi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Umumnya, di bisnis kontraktor ada kode biaya (<em>cost codes<\/em>) dan laporan kemajuan pekerjaan  untuk memastikan setiap pengeluaran tercatat dengan tepat. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena proyek konstruksi biasanya berlangsung selama berbulan-bulan, Anda kemungkinan akan menggunakan metode akrual agar pendapatan dan biaya dicatat saat terjadi, bukan hanya saat uang berpindah tangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, perubahan pesanan (<em>change orders<\/em>) juga umum terjadi. Ketika klien ingin mengubah rencana awal, Anda harus menyesuaikan anggaran dan invoice secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini merupakan bagian normal dalam konstruksi, tetapi membuat pembukuan semakin rumit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penagihan bertahap,<em> retainage<\/em>, dan arus kas<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam bisnis konstruksi, Anda biasanya tidak menagih seluruh biaya di awal, tapi menagih klien secara bertahap berdasarkan kemajuan proyek. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini tidak seperti bisnis jasa lain yang umumnya menagihkan biaya per jam.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, di bisnis konstruksi juga ada konsep<em> retainage<\/em>, yaitu sebagian pembayaran yang ditahan hingga proyek selesai. Hal ini dapat memengaruhi arus kas Anda, sehingga perlu dicatat dengan cermat dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena pemasukan bisnis tidaklah rutin, maka pengelolaan arus kas dalam bisnis konstruksi membutuhkan perencanaan yang lebih matang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Aturan, pajak, dan kepatuhan<\/h3>\n\n\n\n<p>Industri konstruksi memiliki aturan yang cukup kompleks. Anda mungkin harus menangani:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pajak penjualan atas material dan peralatan<\/li>\n\n\n\n<li>Lisensi kontraktor dan asuransi<\/li>\n\n\n\n<li>Hukum hak gadai (<em>lien<\/em>) dan perjanjian serikat pekerja<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-bisnis-kontraktor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Strategi Bisnis Kontraktor Untuk Mendapatkan Keuntungan Maksimal<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Melakukan Pembukuan untuk Bisnis Kontraktor + Contoh<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/bisnis-kontraktor-contoh-pembukuan-2.webp\" alt=\"bisnis kontraktor contoh pembukuan 2\" class=\"wp-image-47245\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/bisnis-kontraktor-contoh-pembukuan-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/bisnis-kontraktor-contoh-pembukuan-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/bisnis-kontraktor-contoh-pembukuan-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Meskipun pembukuan konstruksi memiliki lapisan tambahan seperti <em>job costing<\/em>, <em>retainage<\/em>, dan <em>progress billing<\/em>, prinsip dasarnya tetap sama seperti bisnis lainnya: melacak arus uang, menjaga kerapian pencatatan, dan memastikan data keuangan akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah langkah-langkah umum dalam melakukan pembukuan untuk perusahaan konstruksi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menyusun <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/chart-of-account\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">chart of accounts<\/a><\/em> yang disesuaikan dengan kebutuhan konstruksi (tenaga kerja, material, subkontraktor, peralatan, perizinan, dan lain-lain)<\/li>\n\n\n\n<li>Melacak pengeluaran dan pendapatan berdasarkan proyek, bukan hanya secara keseluruhan<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan kode biaya (<em>cost codes<\/em>) untuk mengelompokkan dan memberi label pada jenis pengeluaran dalam setiap proyek<\/li>\n\n\n\n<li>Menerapkan <em>job costing<\/em> untuk mengetahui total biaya setiap proyek serta keuntungan yang dihasilkan<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan <em>progress billing<\/em> untuk menagih klien berdasarkan tahapan atau persentase penyelesaian proyek<\/li>\n\n\n\n<li>Mencatat <em>retainage<\/em> agar tidak keliru menganggap pembayaran yang ditahan sebagai kas yang tersedia<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan rekonsiliasi akun secara rutin, termasuk rekening bank, kartu kredit, dan akun vendor<\/li>\n\n\n\n<li>Menyusun laporan keuangan seperti laporan laba rugi (P&amp;L), laporan pekerjaan dalam proses (WIP), dan ringkasan <em>job costing<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Memastikan kepatuhan terhadap aturan penggajian, lisensi, pajak, serta ketentuan hukum terkait proyek<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Semua proses ini bisa dilakukan secara manual, tetapi menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/kontraktor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi kontraktor<\/a> seperti Kledo dapat membantu menyederhanakan dan mengotomatisasi seluruh proses pembukuan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-bisnis-konstruksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Akuntansi Bisnis Konstruksi: Aturan dan Semua hal yang Perlu Anda Tahu<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Pembukuan Bisnis Kontraktor Sederhana<\/h2>\n\n\n\n<p>Di bagian ini, kita akan membahas empat elemen pembukuan paling krusial dalam bisnis kontraktor, lengkap dengan contoh tabel dan tips praktisnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Contoh Tabel Job Costing per Proyek<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Job costing<\/em> adalah inti dari pembukuan kontraktor. Tujuannya sederhana, yaitu mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk setiap proyek dan apakah proyek tersebut benar-benar menguntungkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh: Job Costing Proyek Renovasi Ruko Pak Budi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kode Biaya<\/th><th>Kategori<\/th><th>Anggaran (Rp)<\/th><th>Realisasi (Rp)<\/th><th>Selisih (Rp)<\/th><th>Status<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>01<\/td><td>Tenaga Kerja<\/td><td>45.000.000<\/td><td>48.500.000<\/td><td>-3.500.000<\/td><td>Melebihi anggaran<\/td><\/tr><tr><td>02<\/td><td>Material<\/td><td>60.000.000<\/td><td>57.200.000<\/td><td>+2.800.000<\/td><td>Di bawah anggaran<\/td><\/tr><tr><td>03<\/td><td>Subkontraktor (Listrik)<\/td><td>15.000.000<\/td><td>15.000.000<\/td><td>0<\/td><td>Sesuai<\/td><\/tr><tr><td>04<\/td><td>Sewa Peralatan<\/td><td>8.000.000<\/td><td>9.100.000<\/td><td>-1.100.000<\/td><td>Melebihi anggaran<\/td><\/tr><tr><td>05<\/td><td>Perizinan &amp; Inspeksi<\/td><td>2.000.000<\/td><td>2.000.000<\/td><td>0<\/td><td>Sesuai<\/td><\/tr><tr><td>06<\/td><td>Biaya Tak Terduga<\/td><td>5.000.000<\/td><td>3.200.000<\/td><td>+1.800.000<\/td><td><br>Di bawah anggaran<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td><strong>TOTAL<\/strong><\/td><td><strong>135.000.000<\/strong><\/td><td><strong>135.000.000<\/strong><\/td><td><strong>0<\/strong><\/td><td>Sesuai<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td><strong>Nilai Kontrak<\/strong><\/td><td><\/td><td><strong>165.000.000<\/strong><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td><\/td><td><strong>Laba Kotor<\/strong><\/td><td><\/td><td><strong>30.000.000<\/strong><\/td><td><\/td><td><strong>18,2%<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada kolum selisih, angka negatif berarti biaya membengkak dari anggaran. Pada contoh di atas, biaya tenaga kerja dan sewa peralatan meleihi budget, tetapi berhasil diimbangi oleh penghematan di pos material dan biaya tak terduga, sehingga total biaya tetap sesuai rencana.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Buat<em> job costing <\/em>sebelum proyek dimulai<\/strong>, agar Anda memiliki patokan biaya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perbarui tabel ini setiap minggu<\/strong>, terutama pada pos tenaga kerja yang paling mudah membengkak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pisahkan setiap proyek<\/strong> dalam akun tersendiri, jangan menggabukannya menjadi satu laporan..<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tetapkan batas peringatan<\/strong>, misalnya jika realisasi sudah mencapai 80% dari anggaran padahal proyek baru 50% selesai, segera lakukan evaluasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Contoh Pembukuan Progress Billing Bisnis Kontraktor<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam bisnis konstruksi, Anda tidak menagih klien sekaligus di awal. Penagihan dilakukan bertahap sesuai kemajuan pekerjaan. Metode ini disebut <em>progress billing<\/em> atau penagihan bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini artinya Anda perlu mencatat dengan teliti: sudah berapa persen pekerjaan yang selesai, sudah berapa yang ditagih, dan berapa yang masih bisa ditagih ke depannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh: Progress Billing Proyek Pembangunan Gudang PT Maju Jaya<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nilai Kontrak Total: <strong>Rp 400.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Termin<\/th><th>Milestone<\/th><th>% Penyelesaian<\/th><th>Nilai Tagihan (Rp)<\/th><th>Tanggal Invoice<\/th><th>Status Pembayaran<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Termin 1<\/td><td>Pekerjaan pondasi selesai<\/td><td>20%<\/td><td>80.000.000<\/td><td>3 Jan 2025<\/td><td>Lunas (10 Jan)<\/td><\/tr><tr><td>Termin 2<\/td><td>Struktur baja terpasang<\/td><td>40%<\/td><td>80.000.000<\/td><td>5 Feb 2025<\/td><td>Lunas (14 Feb)<\/td><\/tr><tr><td>Termin 3<\/td><td>Dinding &amp; atap selesai<\/td><td>65%<\/td><td>100.000.000<\/td><td>10 Mar 2025<\/td><td> Menunggu<\/td><\/tr><tr><td>Termin 4<\/td><td>Finishing interior<\/td><td>85%<\/td><td>80.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Belum ditagih<\/td><\/tr><tr><td>Termin 5<\/td><td>Serah terima proyek<\/td><td>100%<\/td><td>60.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Belum ditagih<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td><strong>TOTAL<\/strong><\/td><td><\/td><td><strong>400.000.000<\/strong><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Rekap Status Penagihan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Keterangan<\/th><th>Jumlah (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Total sudah ditagih<\/td><td>240.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Total sudah diterima<\/td><td>160.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Sudah ditagih, belum dibayar<\/td><td>80.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Belum ditagih<\/td><td>160.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jadikan <em>milestone<\/em> sebagai syarat penagihan<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kirim invoice tepat waktu<\/strong> setelah<em> milestone<\/em> tercapai. Terlambat mengirim invoice berarti terlambat menerima pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Simpan dokumentasi bukti penyelesaian<\/strong> (foto, berita acara, atau tanda tangan klien) setiap kali Anda menyelesaikan satu tahap.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pantau kolom &#8220;sudah ditagih, belum dibayar&#8221;<\/strong> secara mingguan. Jika invoice sudah lewat jatuh tempo, segera <em>follow up.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Contoh Pembukuan Retainage di Bisnis Kontraktor<\/h3>\n\n\n\n<p><em>Retainage<\/em> adalah sebagian dari pembayaran klien yang sengaja ditahan hingga proyek benar-benar selesai dan diterima dengan baik. Besarannya biasanya 5\u201310% dari nilai kontrak.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah praktik umum di industri konstruksi, tetapi sering menjadi sumber masalah arus kas jika tidak dicatat dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh kasus:<\/strong> Dari Proyek Gudang PT Maju Jaya di atas (nilai kontrak Rp 400.000.000), klien menerapkan <em>retainage <\/em>10%.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tabel Pencatatan Retainage:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Termin<\/th><th>Nilai Tagihan (Rp)<\/th><th>Retainage 10% (Rp)<\/th><th>Pembayaran Diterima (Rp)<\/th><th>Akumulasi Retainage (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Termin 1<\/td><td>80.000.000<\/td><td>8.000.000<\/td><td>72.000.000<\/td><td>8.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Termin 2<\/td><td>80.000.000<\/td><td>8.000.000<\/td><td>72.000.000<\/td><td>16.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Termin 3<\/td><td>100.000.000<\/td><td>10.000.000<\/td><td>90.000.000<\/td><td>26.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Termin 4<\/td><td>80.000.000<\/td><td>8.000.000<\/td><td>72.000.000<\/td><td>34.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Termin 5<\/td><td>60.000.000<\/td><td>6.000.000<\/td><td>54.000.000<\/td><td>40.000.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Pelunasan Retainage<\/strong><\/td><td><\/td><td><\/td><td><strong>40.000.000<\/strong><\/td><td><strong>0<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>TOTAL<\/strong><\/td><td><strong>400.000.000<\/strong><\/td><td><strong>40.000.000<\/strong><\/td><td><strong>400.000.000<\/strong><\/td><td><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Banyak kontraktor mencatat pembayaran yang masuk (misalnya Rp 72.000.000 di Termin 1) tanpa mencatat bahwa masih ada Rp 8.000.000 yang belum cair. <\/p>\n\n\n\n<p>Akibatnya, mereka mengira kas lebih besar dari kenyataan dan salah dalam merencanakan pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cara mencatat retainage yang benar<\/strong> adalah dengan membuat akun terpisah, misalnya <em>&#8220;Piutang Retainage&#8221;<\/em>, di neraca Anda. Jumlah ini adalah aset yang sah, tetapi belum bisa digunakan sampai proyek selesai.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jangan pernah menghitung retainage sebagai kas tersedia.<\/strong> Catat di akun piutang terpisah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cantumkan syarat pelepasan retainage secara jelas di kontrak<\/strong>, misalnya &#8220;30 hari setelah berita acara serah terima ditandatangani.&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Buat pengingat otomatis<\/strong> untuk menagih retainage segera setelah syarat terpenuhi. Uang ini sering terlupakan karena proyek sudah dianggap selesai.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kalkulasikan retainage saat merencanakan arus kas.<\/strong> Jika total retainage yang tertahan di beberapa proyek mencapai ratusan juta, ini bisa memengaruhi kemampuan Anda membayar vendor atau gaji karyawan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Contoh Laporan Laba Rugi per Proyek<\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan laba rugi standar menunjukkan kondisi bisnis secara keseluruhan. Nah, laporan laba rugi per proyek ini menunjukkan proyek mana yang benar-benar menghasilkan uang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh: Perbandingan Laba Rugi Tiga Proyek Aktif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Keterangan<\/th><th>Proyek A: Renovasi Ruko<\/th><th>Proyek B: Gudang Pabrik<\/th><th>Proyek C: Rumah Tinggal<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Nilai Kontrak<\/strong><\/td><td>165.000.000<\/td><td>400.000.000<\/td><td>85.000.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Biaya Langsung<\/strong><\/td><td><\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Tenaga Kerja<\/td><td>48.500.000<\/td><td>95.000.000<\/td><td>28.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Material<\/td><td>57.200.000<\/td><td>180.000.000<\/td><td>32.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Subkontraktor<\/td><td>15.000.000<\/td><td>60.000.000<\/td><td>0<\/td><\/tr><tr><td>Sewa Peralatan<\/td><td>9.100.000<\/td><td>22.000.000<\/td><td>4.500.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total Biaya Langsung<\/strong><\/td><td><strong>129.800.000<\/strong><\/td><td><strong>357.000.000<\/strong><\/td><td><strong>64.500.000<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Laba Kotor<\/strong><\/td><td><strong>35.200.000<\/strong><\/td><td><strong>43.000.000<\/strong><\/td><td><strong>20.500.000<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Margin Laba Kotor<\/strong><\/td><td><strong>21,3%<\/strong><\/td><td><strong>10,8%<\/strong><\/td><td><strong>24,1%<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Biaya Overhead (alokasi)<\/strong><\/td><td>8.000.000<\/td><td>19.000.000<\/td><td>4.000.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Laba Bersih per Proyek<\/strong><\/td><td><strong>27.200.000<\/strong><\/td><td><strong>24.000.000<\/strong><\/td><td><strong>16.500.000<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Margin Laba Bersih<\/strong><\/td><td><strong>16,5%<\/strong><\/td><td><strong>6%<\/strong><\/td><td><strong>19,4%<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Meskipun Proyek B (Gudang Pabrik) memiliki nilai kontrak terbesar, margin laba bersihnya hanya 6%, jauh di bawah dua proyek lainnya. Penyebabnya bisa jadi karena kompleksitas proyek, penggunaan subkontraktor yang besar, atau estimasi awal yang kurang akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, Proyek C (Rumah Tinggal) dengan nilai kontrak terkecil justru memiliki margin tertinggi (19,4%). Informasi seperti ini sangat berharga untuk menentukan jenis proyek mana yang sebaiknya Anda kejar di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tips:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Buat laporan laba rugi per proyek minimal sebulan sekali<\/strong>. Dengan begitu, Anda bisa melakukan koreksi lebih cepat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bandingkan margin antar proyek secara berkala<\/strong> untuk menemukan pola: jenis proyek mana, klien mana, atau skala berapa yang konsisten menghasilkan margin terbaik?<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Alokasikan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-overhead\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">biaya overhead<\/a> secara adil<\/strong> ke setiap proyek, misalnya berdasarkan proporsi nilai kontrak atau jam kerja.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gunakan data ini saat negosiasi kontrak berikutnya.<\/strong> Jika Anda tahu biaya rata-rata untuk jenis proyek tertentu, Anda bisa membuat penawaran harga yang lebih akurat dan menguntungkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi-kontraktor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Contoh Laporan Laba Rugi Bisnis Kontraktor dan Templatenya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Chart of Accounts untuk Bisnis Kontraktor<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-3.webp\" alt=\"contoh pembukuan bisnis kontraktor 3\" class=\"wp-image-47244\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Chart of accounts (COA) adalah <strong>daftar semua akun keuangan yang digunakan dalam sistem pembukuan bisnis Anda.<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p>Yang membedakan COA bisnis kontraktor dengan bisnis lain adalah adanya akun-akun spesifik seperti biaya per jenis pekerjaan, retainage, dan pendapatan yang diakui bertahap.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut contoh COA untuk pembukuan bisnis kontraktor yang bisa Anda jadikan referensi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Akun Aset (1000\u20131999)<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kode Akun<\/th><th>Nama Akun<\/th><th>Keterangan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>1001<\/td><td>Kas &amp; Bank<\/td><td>Saldo rekening operasional<\/td><\/tr><tr><td>1002<\/td><td>Kas Kecil (<em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/petty-cash\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Petty Cash<\/a><\/em>)<\/td><td>Dana tunai untuk pengeluaran kecil di lapangan<\/td><\/tr><tr><td>1010<\/td><td>Piutang Usaha<\/td><td>Tagihan yang belum dibayar klien<\/td><\/tr><tr><td>1011<\/td><td>Piutang Retainage<\/td><td>Dana retainage yang masih ditahan klien<\/td><\/tr><tr><td>1020<\/td><td>Uang Muka Proyek<\/td><td>Pembayaran awal dari klien sebelum pekerjaan dimulai<\/td><\/tr><tr><td>1030<\/td><td>Persediaan Material<\/td><td>Stok material yang belum digunakan<\/td><\/tr><tr><td>1040<\/td><td>Biaya Proyek Dibayar di Muka<\/td><td>Misalnya asuransi atau perizinan yang dibayar awal<\/td><\/tr><tr><td>1100<\/td><td>Peralatan &amp; Kendaraan<\/td><td>Aset tetap operasional<\/td><\/tr><tr><td>1101<\/td><td><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akumulasi-penyusutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Akumulasi Penyusutan<\/a><\/td><td>Pengurangan nilai aset tetap<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Akun Kewajiban (2000\u20132999)<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kode Akun<\/th><th>Nama Akun<\/th><th>Keterangan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>2001<\/td><td>Utang Usaha<\/td><td>Tagihan dari supplier atau vendor yang belum dibayar<\/td><\/tr><tr><td>2002<\/td><td>Utang Retainage<\/td><td>Retainage yang Anda tahan dari pembayaran subkontraktor<\/td><\/tr><tr><td>2010<\/td><td>Pendapatan Diterima di Muka<\/td><td>Uang muka dari klien yang pekerjaannya belum dimulai<\/td><\/tr><tr><td>2020<\/td><td>Utang Pajak<\/td><td>PPh, PPN, atau pajak lain yang belum disetorkan<\/td><\/tr><tr><td>2030<\/td><td>Utang Gaji &amp; Upah<\/td><td>Gaji pekerja yang sudah jatuh tempo tapi belum dibayar<\/td><\/tr><tr><td>2040<\/td><td>Utang Bank \/ Pinjaman<\/td><td>Cicilan pinjaman modal usaha<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Akun Ekuitas (3000\u20133999)<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kode Akun<\/th><th>Nama Akun<\/th><th>Keterangan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>3001<\/td><td>Modal Pemilik<\/td><td>Investasi awal atau tambahan dari pemilik<\/td><\/tr><tr><td>3002<\/td><td>Laba Ditahan<\/td><td>Akumulasi keuntungan yang tidak dibagikan<\/td><\/tr><tr><td>3003<\/td><td>Prive \/ Penarikan Pemilik<\/td><td>Dana yang ditarik pemilik untuk kebutuhan pribadi<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Akun Pendapatan (4000\u20134999)<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kode Akun<\/th><th>Nama Akun<\/th><th>Keterangan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>4001<\/td><td>Pendapatan Kontrak<\/td><td>Pendapatan utama dari nilai kontrak proyek<\/td><\/tr><tr><td>4002<\/td><td>Pendapatan Change Order<\/td><td>Tambahan pendapatan dari perubahan lingkup proyek<\/td><\/tr><tr><td>4003<\/td><td>Pendapatan Retensi yang Dicairkan<\/td><td>Retainage yang sudah diterima setelah proyek selesai<\/td><\/tr><tr><td>4010<\/td><td>Pendapatan Lain-lain<\/td><td>Misalnya penjualan sisa material atau denda keterlambatan klien<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Akun Harga Pokok Penjualan \/ Biaya Langsung (5000\u20135999)<\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah bagian paling penting dalam COA kontraktor karena berkaitan langsung dengan <em>job costing.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kode Akun<\/th><th>Nama Akun<\/th><th>Keterangan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>5001<\/td><td>Biaya Tenaga Kerja Langsung<\/td><td>Upah harian atau mingguan pekerja lapangan<\/td><\/tr><tr><td>5002<\/td><td>Biaya Material<\/td><td>Semua bahan bangunan yang digunakan dalam proyek<\/td><\/tr><tr><td>5003<\/td><td>Biaya Subkontraktor<\/td><td>Pembayaran kepada pihak ketiga (listrik, plumbing, dll)<\/td><\/tr><tr><td>5004<\/td><td>Biaya Sewa Peralatan<\/td><td>Sewa alat berat, scaffolding, dan sejenisnya<\/td><\/tr><tr><td>5005<\/td><td>Biaya Transportasi &amp; Pengiriman<\/td><td>Ongkos kirim material ke lokasi proyek<\/td><\/tr><tr><td>5006<\/td><td>Biaya Perizinan &amp; Inspeksi<\/td><td>IMB, izin K3, biaya inspeksi teknis<\/td><\/tr><tr><td>5007<\/td><td>Biaya Asuransi Proyek<\/td><td>Asuransi khusus per proyek<\/td><\/tr><tr><td>5008<\/td><td>Biaya Tak Terduga Proyek<\/td><td><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-kontinjensi-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Aset kontinjensi <\/a>yang sudah dianggarkan<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Akun Beban Operasional \/ Overhead (6000\u20136999)<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kode Akun<\/th><th>Nama Akun<\/th><th>Keterangan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>6001<\/td><td>Gaji Staf Kantor<\/td><td>Gaji admin, manajer proyek, akuntan<\/td><\/tr><tr><td>6002<\/td><td>Sewa Kantor<\/td><td>Biaya operasional kantor pusat<\/td><\/tr><tr><td>6003<\/td><td>Utilitas Kantor<\/td><td>Listrik, air, internet kantor<\/td><\/tr><tr><td>6004<\/td><td>Biaya Pemasaran<\/td><td>Iklan, website, brosur<\/td><\/tr><tr><td>6005<\/td><td>Biaya Kendaraan Operasional<\/td><td>BBM dan perawatan kendaraan kantor<\/td><\/tr><tr><td>6006<\/td><td>Biaya Penyusutan Aset<\/td><td>Alokasi penyusutan peralatan dan kendaraan<\/td><\/tr><tr><td>6007<\/td><td>Biaya Administrasi &amp; Umum<\/td><td>ATK, biaya bank, dan pengeluaran umum lainnya<\/td><\/tr><tr><td>6008<\/td><td>Biaya Bunga Pinjaman<\/td><td>Beban bunga atas utang bank<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/mengelola-arus-kas-bisnis-konstruksi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Mengelola dan Meningkatkan Arus Kas Bisnis Konstruksi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Jadi, itulah penjelasan kami mengenai pembukuan bisnis kontraktor beserta contohnya. Dengan melakukan pembukuan, Anda bisa memahami kondisi keuangan proyek secara detail. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga bisa memantau biaya, mengontrol anggaran, serta memastikan setiap proyek berjalan sesuai perencanaan tanpa mengorbankan profitabilitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, mengelola pembukuan secara manual sering menyita waktu dan rentan kesalahan, terutama ketika Anda harus menangani banyak proyek sekaligus. <\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan software akuntansi Kledo yang mengusung fitur pencatatan otomatis, pelacakan biaya per proyek, hingga laporan keuangan untuk menyederhanakan proses pembukuan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba Kledo sekarang juga dengan klik <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini. <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembukuan di bisnis kontraktor cukup berbeda dengan bisnis lain. Ada biaya yang tersebar di banyak proyek, ada pembayaran yang masuk bertahap, ada dana yang sengaja ditahan klien hingga pekerjaan selesai. Tanpa sistem pencatatan yang tepat, semua variabel ini bisa membuat runyam keuangan bisnis Anda. Namun, pembukuan bisnis kontraktor tidak selamanya rumit, asal Anda tahu apa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":47254,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[17214,17211,105,17212,1134],"class_list":["post-47189","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-cara-pembukuan-bisnis-kontraktor","tag-contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor","tag-kledo","tag-pentingnya-pembukuan-bisnis-kontraktor","tag-software-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari contoh pembukuan untuk bisnis kontraktor mulai dari job costing, progress billing, retainage, hingga laporan laba rugi per proyek.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari contoh pembukuan untuk bisnis kontraktor mulai dari job costing, progress billing, retainage, hingga laporan laba rugi per proyek.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-27T04:05:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-27T04:05:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:05:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T04:05:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/\"},\"wordCount\":2148,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp\",\"keywords\":[\"cara pembukuan bisnis kontraktor\",\"contoh pembukuan bisnis kontraktor\",\"kledo\",\"pentingnya pembukuan bisnis kontraktor\",\"software akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/\",\"name\":\"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-04-27T04:05:18+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-27T04:05:26+00:00\",\"description\":\"Pelajari contoh pembukuan untuk bisnis kontraktor mulai dari job costing, progress billing, retainage, hingga laporan laba rugi per proyek.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"contoh pembukuan bisnis kontraktor banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor","description":"Pelajari contoh pembukuan untuk bisnis kontraktor mulai dari job costing, progress billing, retainage, hingga laporan laba rugi per proyek.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor","og_description":"Pelajari contoh pembukuan untuk bisnis kontraktor mulai dari job costing, progress billing, retainage, hingga laporan laba rugi per proyek.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-04-27T04:05:18+00:00","article_modified_time":"2026-04-27T04:05:26+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor","datePublished":"2026-04-27T04:05:18+00:00","dateModified":"2026-04-27T04:05:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/"},"wordCount":2148,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp","keywords":["cara pembukuan bisnis kontraktor","contoh pembukuan bisnis kontraktor","kledo","pentingnya pembukuan bisnis kontraktor","software akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/","name":"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp","datePublished":"2026-04-27T04:05:18+00:00","dateModified":"2026-04-27T04:05:26+00:00","description":"Pelajari contoh pembukuan untuk bisnis kontraktor mulai dari job costing, progress billing, retainage, hingga laporan laba rugi per proyek.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"contoh pembukuan bisnis kontraktor banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-kontraktor\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Lengkap Pembukuan Bisnis Kontraktor"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47189","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47189"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47189\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47390,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47189\/revisions\/47390"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47189"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47189"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47189"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}