{"id":47451,"date":"2026-04-30T15:39:10","date_gmt":"2026-04-30T08:39:10","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=47451"},"modified":"2026-04-30T15:39:18","modified_gmt":"2026-04-30T08:39:18","slug":"contoh-pembukuan-bisnis-katering","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-katering\/","title":{"rendered":"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam mengelola bisnis katering, contoh hal yang diurus bukan hanya memasak saja, tapi juga pembukuan usaha. <\/p>\n\n\n\n<p>Banyak pelaku usaha katering yang masih mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana, bahkan bercampur dengan keuangan pribadi. <\/p>\n\n\n\n<p>Padahal dengan pembukuan yang tepat, Anda bisa memantau arus kas, mengontrol biaya bahan baku, hingga mengevaluasi kinerja setiap pesanan atau proyek katering. <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam artikel ini, kami akan membahas contoh pembukuan bisnis katering yang mudah dipahami dan bisa langsung Anda terapkan.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Pembukuan Bisnis Katering?<\/h2>\n\n\n\n<p>Pembukuan bisnis katering adalah proses <strong>mencatat, mengklasifikasikan, dan merangkum seluruh transaksi keuangan<\/strong> yang terjadi dalam operasional usaha katering.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utama pembukuan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengetahui <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laba-bersih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laba bersih<\/a> aktual setiap periode<\/li>\n\n\n\n<li>Memantau arus kas agar tidak kehabisan modal kerja<\/li>\n\n\n\n<li>Mengidentifikasi pengeluaran yang berpotensi membengkak dan mencegahnya<\/li>\n\n\n\n<li>Menyiapkan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan keuangan<\/a> untuk keperluan pajak, investor, atau pengajuan kredit usaha<\/li>\n\n\n\n<li>Membuat keputusan bisnis berbasis data<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Biasanya, pembukuan dalam bisnis katering mencakup pencatatan penerimaan uang muka pesanan, pembelian bahan baku, pembayaran gaji karyawan dapur, biaya transportasi, hingga biaya sewa dapur dan peralatan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Catatan penting:<\/strong> Pembukuan (<em>bookkeeping<\/em>) tidak sama dengan akuntansi (<em>accounting<\/em>), namun keduanya saling berhubungan. Pembukuan adalah proses pencatatan harian, sedangkan akuntansi mencakup analisis, interpretasi, dan pelaporan keuangan. <\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/katering-sehat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Potensi Bisnis Katering Sehat, Perkiraan Modal, dan Tipsnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Transaksi Apa Saja yang Ada di Bisnis Katering?<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum membuat buku catatan keuangan, Anda perlu memahami jenis-jenis transaksi yang umum terjadi di bisnis katering. <\/p>\n\n\n\n<p>Secara garis besar, transaksi dibagi menjadi dua: <strong>transaksi operasional<\/strong> dan <strong>transaksi non-operasional<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Transaksi Operasional <\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah transaksi yang langsung berkaitan dengan kegiatan utama bisnis katering Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pemasukan Operasional:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penerimaan uang muka pesanan acara (pernikahan, ulang tahun, corporate event)<\/li>\n\n\n\n<li>Pelunasan pembayaran setelah event selesai<\/li>\n\n\n\n<li>Penjualan nasi box, katering harian, atau paket meal prep<\/li>\n\n\n\n<li>Penerimaan pembayaran dari langganan katering kantor<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Pengeluaran Operasional:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembelian bahan baku (beras, daging, sayur, bumbu, minyak, gas LPG)<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran gaji karyawan tetap (chef, asisten dapur, admin)<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran upah harian tenaga lepas (waiters, helper acara)<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya <em>packaging<\/em> (box nasi, wadah plastik, label, tali)<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya transportasi dan pengiriman (bensin, sewa kendaraan, jasa ojek)<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya listrik dan air untuk dapur produksi<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya kebersihan dan sanitasi dapur<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Transaksi Non-Operasional (Berkala\/Tidak Rutin)<\/h3>\n\n\n\n<p>Transaksi ini tidak berkaitan langsung dengan produksi makanan, tetapi tetap memengaruhi kondisi keuangan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pemasukan Non-Operasional:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penerimaan pinjaman modal usaha<\/li>\n\n\n\n<li>Penerimaan investasi dari mitra bisnis<\/li>\n\n\n\n<li>Penjualan peralatan dapur bekas<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Pengeluaran Non-Operasional:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembelian peralatan baru (kompor, panci besar, meja lipat)<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran cicilan kendaraan operasional<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya renovasi atau sewa dapur<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya pemasaran (iklan media sosial, cetak brosur, biaya platform katering online)<\/li>\n\n\n\n<li>Pembayaran pajak penghasilan dan PPN (jika omzet sudah wajib PKP)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/perencanaan-bisnis-katering\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Contoh Perencanaan Bisnis Katering dan Templatenya <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Contoh Pembukuan Sederhana Bisnis Katering?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ilustrasi-bisnis-katering.webp\" alt=\"ilustrasi bisnis katering\" class=\"wp-image-47464\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ilustrasi-bisnis-katering.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ilustrasi-bisnis-katering-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/ilustrasi-bisnis-katering-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Jika Anda menjalankan bisnis katering skala rumahan atau UMKM yang baru berkembang, Anda bisa menggunakan pembukuan sederhana berbasis buku kas.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada format ini, yang penting adalah mencatat semua uang masuk dan uang keluar setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Format Buku Kas Harian Katering<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut contoh tabel kas harian yang bisa langsung Anda terapkan:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Keterangan<\/th><th>Kas Masuk (Rp)<\/th><th>Kas Keluar (Rp)<\/th><th>Saldo (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>01-05<\/td><td>Saldo awal bulan<\/td><td>5.000.000<\/td><td><\/td><td>5.000.000<\/td><\/tr><tr><td>01-05<\/td><td>DP pesanan nasi box 100 pax (Bu Rini)<\/td><td>1.250.000<\/td><td><\/td><td>6.250.000<\/td><\/tr><tr><td>01-05<\/td><td>Belanja bahan baku pasar pagi<\/td><td><\/td><td>1.200.000<\/td><td>5.050.000<\/td><\/tr><tr><td>01-05<\/td><td>Beli gas LPG 3 tabung<\/td><td><\/td><td>180.000<\/td><td>4.870.000<\/td><\/tr><tr><td>02-05<\/td><td>Bayar upah harian 2 orang<\/td><td><\/td><td>500.000<\/td><td>4.370.000<\/td><\/tr><tr><td>02-05<\/td><td>Pelunasan order wedding Pak Hendra<\/td><td>8.000.000<\/td><td><\/td><td>12.370.000<\/td><\/tr><tr><td>02-05<\/td><td>Beli packaging nasi box (200 pcs)<\/td><td><\/td><td>150.000<\/td><td>12.220.000<\/td><\/tr><tr><td>03-05<\/td><td>Beli bahan baku tambahan<\/td><td><\/td><td>750.000<\/td><td>11.470.000<\/td><\/tr><tr><td>03-05<\/td><td>Biaya bensin pengiriman<\/td><td><\/td><td>120.000<\/td><td>11.350.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total<\/strong><\/td><td><\/td><td><strong>9.250.000<\/strong><\/td><td><strong>2.900.000<\/strong><\/td><td><strong>11.350.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/tips-bisnis-katering-menguntungkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Tips Agar Bisnis Katering Anda Selalu Menguntungkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memahami Kategori Akun dalam Pembukuan Katering<\/h2>\n\n\n\n<p>Agar pembukuan lebih terstruktur dan bisa berkembang menjadi laporan keuangan yang benar, Anda perlu mengelompokkan transaksi ke dalam kategori akun (chart of accounts). <\/p>\n\n\n\n<p>Berikut contoh kategori akun dalam pembukuan bisnis katering:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Akun Aset (Harta) <\/h3>\n\n\n\n<p>Akun ini mencakup semua aset yang dimiliki bisnis Anda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kas tunai dan saldo rekening bank<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang usaha (uang yang belum dibayar klien)<\/li>\n\n\n\n<li>Persediaan bahan baku<\/li>\n\n\n\n<li>Peralatan dapur (kompor, panci, chafing dish, dll.)<\/li>\n\n\n\n<li>Kendaraan operasional<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Akun Kewajiban (Utang) <\/h3>\n\n\n\n<p>Mencakup semua yang menjadi kewajiban bisnis:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Utang ke pemasok bahan baku<\/li>\n\n\n\n<li>Utang bank atau pinjaman modal<\/li>\n\n\n\n<li>Uang muka pesanan yang belum dieksekusi (kewajiban layanan)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Akun Modal (Ekuitas) <\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"http:\/\/Bagaimana Contoh Pembukuan Sederhana Katering? Untuk bisnis katering skala rumahan atau UMKM yang baru berkembang, pembukuan sederhana berbasis buku kas harian sudah cukup sebagai titik awal. Format ini menggunakan prinsip dasar: catat semua uang masuk dan uang keluar setiap hari. Format Buku Kas Harian Katering Berikut contoh tabel kas harian yang bisa langsung Anda terapkan: TanggalKeteranganKas Masuk (Rp)Kas Keluar (Rp)Saldo (Rp)01-05Saldo awal bulan5.000.000\u20145.000.00001-05DP pesanan nasi box 100 pax (Bu Rini)1.250.000\u20146.250.00001-05Belanja bahan baku pasar pagi\u20141.200.0005.050.00001-05Beli gas LPG 3 tabung\u2014180.0004.870.00002-05Bayar upah harian 2 orang\u2014500.0004.370.00002-05Pelunasan order wedding Pak Hendra8.000.000\u201412.370.00002-05Beli packaging nasi box (200 pcs)\u2014150.00012.220.00003-05Beli bahan baku tambahan\u2014750.00011.470.00003-05Biaya bensin pengiriman\u2014120.00011.350.000Total9.250.0002.900.00011.350.000 Cara membaca tabel ini:  Saldo dihitung dari saldo sebelumnya + kas masuk \u2014 kas keluar Saldo harus selalu positif; jika mendekati nol, segera evaluasi pengeluaran Lakukan rekonsiliasi setiap minggu dengan saldo rekening bank\/dompet fisik  Tips Praktis Mengisi Buku Kas Harian:  Catat di hari yang sama \u2014 jangan menunda karena mudah lupa Simpan semua bukti transaksi (struk belanja, nota, screenshot transfer) Pisahkan keuangan bisnis dan pribadi \u2014 buka rekening bank terpisah Gunakan keterangan yang spesifik \u2014 tulis nama klien, jumlah porsi, atau nomor order   Memahami Kategori Akun dalam Pembukuan Katering Agar pembukuan lebih terstruktur dan bisa berkembang menjadi laporan keuangan yang proper, Anda perlu mengelompokkan transaksi ke dalam kategori akun (chart of accounts). Inilah fondasi dari sistem akuntansi yang sesungguhnya. Struktur Kategori Akun Bisnis Katering 1. Akun Aset (Harta) Semua yang dimiliki bisnis Anda:  Kas tunai dan saldo rekening bank Piutang usaha (uang yang belum dibayar klien) Persediaan bahan baku Peralatan dapur (kompor, panci, chafing dish, dll.) Kendaraan operasional  2. Akun Kewajiban (Utang) Semua yang menjadi kewajiban bisnis:  Utang ke pemasok bahan baku Utang bank atau pinjaman modal Uang muka pesanan yang belum dieksekusi (kewajiban layanan)  3. Akun Modal (Ekuitas) Selisih antara aset dan kewajiban:  Modal awal pemilik Laba ditahan Penarikan modal (prive)  4. Akun Pendapatan Semua sumber pemasukan:  Pendapatan penjualan katering acara Pendapatan nasi box harian Pendapatan katering korporat\/berlangganan  5. Akun Beban (Biaya) Semua jenis pengeluaran:  HPP (Harga Pokok Penjualan) \u2014 bahan baku langsung Beban gaji dan upah Beban transportasi dan pengiriman Beban listrik, air, dan gas Beban packaging Beban pemasaran Beban penyusutan peralatan\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Ekuitas<\/a> adalah selisih antara aset\/aktiva dan kewajiban. Ekuitas mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Modal awal pemilik<\/li>\n\n\n\n<li>Laba ditahan<\/li>\n\n\n\n<li>Penarikan modal (prive)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Akun Pendapatan <\/h3>\n\n\n\n<p>Mencakup semua sumber pemasukan seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pendapatan penjualan katering acara<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan nasi box harian<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan katering korporat\/berlangganan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Akun Beban (Biaya) <\/h3>\n\n\n\n<p>Yang termasuk beban adalah semua jenis pengeluaran:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Beban penyusutan peralatan<\/li>\n\n\n\n<li>Bahan baku langsung<\/li>\n\n\n\n<li>Beban gaji dan upah<\/li>\n\n\n\n<li>Beban transportasi dan pengiriman<\/li>\n\n\n\n<li>Beban listrik, air, dan gas<\/li>\n\n\n\n<li>Beban <em>packaging<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Beban pemasaran<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-bisnis-katering\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Strategi Bisnis Katering Untuk Hasilkan Keuntungan Berlipat<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Laporan Keuangan Bisnis Katering<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mencatat transaksi harian, langkah selanjutnya adalah menyusun laporan keuangan untuk mengetahui kondisi bisnis secara menyeluruh. <\/p>\n\n\n\n<p>Ada tiga laporan utama yang perlu dibuat setiap bulan, yaitu laporan laba rugi, laporan arus kas, dan neraca.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Laporan Laba Rugi <\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan ini menunjukkan apakah bisnis katering Anda <strong>untung atau rugi<\/strong> dalam satu periode.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Pembukuan Laporan Laba Rugi Katering &#8220;Dapur Sari&#8221; (Mei 2025<\/strong>)<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"783\" height=\"792\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-laporan-laba-rugi.webp\" alt=\"contoh pembukuan bisnis katering laporan laba rugi\" class=\"wp-image-47456\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-laporan-laba-rugi.webp 783w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-laporan-laba-rugi-297x300.webp 297w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-laporan-laba-rugi-768x777.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 783px) 100vw, 783px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Cara membaca:<\/strong> Margin laba bersih = Rp8.250.000 \/ Rp41.250.000 \u00d7 100% = <strong>20%<\/strong>. Ini berarti dari setiap Rp100.000 pendapatan, Anda menghasilkan keuntungan bersih Rp20.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)<\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan ini melacak <strong>pergerakan uang tunai<\/strong> masuk dan keluar dari bisnis Anda. Berbeda dengan laba rugi, laporan arus kas fokus pada likuiditas \u2014 apakah Anda punya cukup uang tunai untuk operasional?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Pembukuan Laporan Arus Kas Dapur Sari <\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"722\" height=\"661\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-laporan-arus-kas.webp\" alt=\"contoh pembukuan bisnis katering laporan arus kas\" class=\"wp-image-47455\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-laporan-arus-kas.webp 722w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-laporan-arus-kas-300x275.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 722px) 100vw, 722px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Neraca (Balance Sheet)<\/h3>\n\n\n\n<p>Neraca memberikan gambaran <strong>kondisi keuangan bisnis pada satu titik waktu<\/strong> yang mencakup aset, kewajiban, dan modal pemilik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Pembukuan Neraca Bisnis Katering &#8220;Dapur Sari&#8221;:<\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"946\" height=\"577\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-neraca.webp\" alt=\"contoh pembukuan bisnis katering neraca\" class=\"wp-image-47457\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-neraca.webp 946w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-neraca-300x183.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/contoh-pembukuan-bisnis-katering-neraca-768x468.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 946px) 100vw, 946px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-pricing-usaha-katering\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Strategi Pricing Usaha Katering dan Panduan Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) Katering<\/h2>\n\n\n\n<p>HPP atau Harga Pokok Penjualan adalah <strong>total biaya yang dikeluarkan secara langsung untuk memproduksi makanan yang dijual<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Komponen HPP dalam Bisnis Katering<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebelum menghitung, pahami dulu apa saja yang masuk ke dalam HPP katering:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-bahan-baku\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Biaya Bahan Baku Langsung <\/a><\/h4>\n\n\n\n<p>Mencakup semua bahan yang secara langsung digunakan sebagai bahan dari makanan yang dijual:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bahan pokok: beras, daging, ayam, ikan, telur<\/li>\n\n\n\n<li>Sayur dan buah-buahan<\/li>\n\n\n\n<li>Bumbu dan rempah<\/li>\n\n\n\n<li>Minyak goreng, santan, gula, garam<\/li>\n\n\n\n<li>Bahan pelengkap: tahu, tempe, kerupuk<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-tenaga-kerja-langsung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Biaya Tenaga Kerja Langsung <\/a><\/h4>\n\n\n\n<p>Upah yang dibayarkan kepada orang yang terlibat langsung dalam produksi makanan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Upah juru masak<\/li>\n\n\n\n<li>Upah asisten dapur harian<\/li>\n\n\n\n<li>Upah tenaga plating dan packing per event<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Catatan:<\/strong> Gaji manajer, admin, atau driver pengiriman <strong>tidak<\/strong> termasuk HPP, tapi kategori beban operasional.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>3. Biaya Overhead Produksi<\/strong> Biaya tidak langsung yang tetap melekat pada proses produksi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penyusutan peralatan dapur (kompor, panci, wajan, baskom)<\/li>\n\n\n\n<li>Gas LPG dan listrik dapur<\/li>\n\n\n\n<li>Air untuk memasak dan mencuci bahan<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya packaging (box, plastik wrap, label, tusuk gigi)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Rumus HPP Katering:<\/h3>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>HPP = Bahan Baku Terpakai + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Overhead Produksi<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><strong>Contoh perhitungan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Misalkan Katering &#8220;Dapur Sari&#8221; menerima pesanan 200 nasi box untuk acara seminar kantor seharga Rp35.000\/box (total pendapatan: Rp7.000.000).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Langkah 1: Hitung bahan baku terpakai:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Bahan<\/th><th>Kebutuhan<\/th><th>Harga Satuan<\/th><th>Total<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Beras<\/td><td>20 kg<\/td><td>Rp13.000\/kg<\/td><td>Rp260.000<\/td><\/tr><tr><td>Ayam potong<\/td><td>15 kg<\/td><td>Rp38.000\/kg<\/td><td>Rp570.000<\/td><\/tr><tr><td>Tempe &amp; tahu<\/td><td>10 kg<\/td><td>Rp12.000\/kg<\/td><td>Rp120.000<\/td><\/tr><tr><td>Sayur &amp; lalapan<\/td><td>5 kg<\/td><td>Rp8.000\/kg<\/td><td>Rp40.000<\/td><\/tr><tr><td>Bumbu &amp; rempah<\/td><td>\u2014<\/td><td>\u2014<\/td><td>Rp85.000<\/td><\/tr><tr><td>Minyak &amp; gas<\/td><td>\u2014<\/td><td>\u2014<\/td><td>Rp60.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total Bahan Baku<\/strong><\/td><td><\/td><td><\/td><td><strong>Rp1.135.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Langkah 2: Hitung tenaga kerja langsung:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tenaga Kerja<\/th><th>Jumlah<\/th><th>Upah<\/th><th>Total<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Chef<\/td><td>1 orang<\/td><td>Rp250.000\/hari<\/td><td>Rp250.000<\/td><\/tr><tr><td>Asisten dapur<\/td><td>2 orang<\/td><td>Rp150.000\/hari<\/td><td>Rp300.000<\/td><\/tr><tr><td>Tim plating &amp; packing<\/td><td>3 orang<\/td><td>Rp100.000\/hari<\/td><td>Rp300.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total Tenaga Kerja<\/strong><\/td><td><\/td><td><\/td><td><strong>Rp850.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Langkah 3: Hitung overhead produksi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Overhead<\/th><th>Biaya<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Gas LPG (2 tabung)<\/td><td>Rp40.000<\/td><\/tr><tr><td>Listrik estimasi<\/td><td>Rp25.000<\/td><\/tr><tr><td>Box nasi (200 pcs)<\/td><td>Rp300.000<\/td><\/tr><tr><td>Plastik &amp; label<\/td><td>Rp50.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total Overhead<\/strong><\/td><td><strong>Rp415.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Langkah 4: Menghitung Total HPP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Komponen<\/th><th>Jumlah<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Bahan baku<\/td><td>Rp1.135.000<\/td><\/tr><tr><td>Tenaga kerja langsung<\/td><td>Rp850.000<\/td><\/tr><tr><td>Overhead produksi<\/td><td>Rp415.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total HPP (200 nasi box)<\/strong><\/td><td><strong>Rp2.400.000<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>HPP per porsi<\/strong><\/td><td><strong>Rp12.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa Hubungan HPP dan Food Cost?<\/h3>\n\n\n\n<p>Istilah food cost dan HPP sering muncul di bisnis katering dan sering dianggap saja. Namun sebenarnya, mereka berbeda. <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>HPP<\/strong> adalah angka <strong>nominal<\/strong> (dalam rupiah) total biaya produksi yang sudah dikeluarkan<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Food Cost<\/strong> adalah angka <strong>persentase<\/strong> proporsi HPP dibandingkan pendapatan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><strong>Food Cost (%) = HPP \u00f7 Pendapatan \u00d7 100%<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Keduanya mengukur hal yang sama dari sudut pandang berbeda. HPP digunakan dalam laporan keuangan, sedangkan<em> food cost <\/em>digunakan untuk evaluasi harga jual dan efisiensi operasional.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Misalnya, dari contoh di atas:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Metrik<\/th><th>Nilai<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Pendapatan (200 nasi box \u00d7 Rp35.000)<\/td><td>Rp7.000.000<\/td><\/tr><tr><td>HPP<\/td><td>Rp2.400.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Food Cost<\/strong><\/td><td><strong>34,3%<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Laba kotor<\/td><td>Rp4.600.000<\/td><\/tr><tr><td>Margin laba kotor<\/td><td>65,7%<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Food cost 34,3% artinya dari setiap Rp100.000 yang Anda terima dari klien, sekitar Rp34.300 habis untuk biaya produksi langsung. Sisanya Rp65.700 adalah laba kotor yang harus menutup gaji admin, biaya pemasaran, cicilan peralatan, dan keuntungan bersih Anda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/tips-bisnis-katering\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tips Pemilihan Bahan Terbaik untuk Bisnis Katering<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelola Pembukuan Katering Lebih Mudah dengan Kledo<\/h2>\n\n\n\n<p>Semua contoh pembukuan yang sudah dibahas di atas, mulai dari kas harian, laporan laba rugi, hingga perhitungan HPP dan <em>food cost <\/em>bisa Anda kerjakan secara otomatis dengan  Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo adalah software akuntansi berbasis cloud buatan Indonesia yang dirancang khusus untuk UMKM, termasuk bisnis katering dari skala rumahan hingga mapan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tantangan Pembukuan Katering yang Diselesaikan Kledo<\/h3>\n\n\n\n<p>Pembukuan di bisnis katering cukup unik. Kledo memahami ini dan menyediakan solusi spesifik untuk tiga masalah utama yang paling sering dihadapi pemilik katering:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Perhitungan food cost yang rumit<\/strong>. Menghitung HPP per menu secara manual berarti harus menelusuri harga setiap bahan baku, mencatat berapa gram yang terpakai, lalu mengalikan dengan harga satuan. Tapi, Kledo bisa menghitung HPP dan food cost otomatis dengan fiturnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Manajemen bahan baku yang tidak terpantau<\/strong>. Bisnis kadang kurang teliti dalam mencatat stok bahan baku. Kledo menyediakan fitur manajemen persediaan yang memperbarui stok secara otomatis setiap kali ada transaksi, lengkap dengan notifikasi ketika stok mendekati batas minimum.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laporan keuangan:<\/strong> Banyak pemilik katering tahu pentingnya laporan keuangan, tapi tidak pernah membuatnya karena terlalu repot. Dengan Kledo, laporan laba rugi, arus kas, dan neraca dibuat otomatis dalam hitungan detik.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Fitur Kledo yang Paling Relevan untuk Bisnis Katering<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Fitur<\/th><th>Manfaat untuk Katering<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Produk Paket &amp; Inventori<\/strong><\/td><td>Hitung HPP per menu otomatis, pantau stok bahan baku real-time<\/td><\/tr><tr><td><strong>Invoice <\/strong><\/td><td>Buat invoice pesanan katering dengan 50+ template profesional, kirim via WhatsApp atau email<\/td><\/tr><tr><td><strong>Laporan Keuangan<\/strong><\/td><td>Akses 50+ jenis laporan (laba rugi, arus kas, neraca, laporan stok) dalam satu klik<\/td><\/tr><tr><td><strong>Multi Cabang &amp; Multi Gudang<\/strong><\/td><td>Pantau operasional beberapa dapur atau titik produksi sekaligus dari satu dashboard<\/td><\/tr><tr><td><strong>Purchasing<\/strong><\/td><td>Catat pembelian bahan baku, buat faktur pembelian otomatis, pantau statistik belanja<\/td><\/tr><tr><td><strong>Berbasis Cloud<\/strong><\/td><td>Pantau keuangan bisnis dari mana saja dan kapan saja<\/td><\/tr><tr><td><strong>Multi-User dengan Hak Akses<\/strong><\/td><td>Tetapkan peran berbeda untuk admin dan akuntan Anda<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Pembukuan yang baik adalah dasar untuk pengelolaan keuangan bisnis katering yang lebih sehat. <\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan pembukuan bisa dimulai dari pencatatan kas harian sederhana, rekonsiliasi, hingga membuat laporan keuangan bulanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika bisnis katering Anda sudah mulai berkembang dan transaksi semakin kompleks, pertimbangkan untuk beralih ke <a href=\"https:\/\/kledo.com\/katering\/\">software akuntansi yang dirancang khusus untuk bisnis katering<\/a> seperti Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan fitur otomatisasi laporan, manajemen invoice, dan integrasi pajak, Anda bisa menghemat waktu berjam-jam setiap bulannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba Kledo sekarang lewat <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini. <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam mengelola bisnis katering, contoh hal yang diurus bukan hanya memasak saja, tapi juga pembukuan usaha. Banyak pelaku usaha katering yang masih mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sederhana, bahkan bercampur dengan keuangan pribadi. Padahal dengan pembukuan yang tepat, Anda bisa memantau arus kas, mengontrol biaya bahan baku, hingga mengevaluasi kinerja setiap pesanan atau proyek katering. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":47510,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[17258,17259,17260,105,1134,1264,1978],"class_list":["post-47451","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-contoh-laporan-keuangan-bisnis-katering","tag-contoh-pembukuan-bisnis-katering","tag-kategori-akun-pembukuan-katering","tag-kledo","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi","tag-tips-bisnis-katering"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam artikel ini, kami akan membahas contoh pembukuan bisnis katering yang mudah dipahami dan bisa langsung Anda terapkan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/katering\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam artikel ini, kami akan membahas contoh pembukuan bisnis katering yang mudah dipahami dan bisa langsung Anda terapkan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/katering\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-30T08:39:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-30T08:39:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-katering\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan\",\"datePublished\":\"2026-04-30T08:39:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-30T08:39:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-katering\\\/\"},\"wordCount\":1734,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp\",\"keywords\":[\"contoh laporan keuangan bisnis katering\",\"contoh pembukuan bisnis katering\",\"kategori akun pembukuan katering\",\"kledo\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\",\"tips bisnis katering\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-pembukuan-bisnis-katering\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/\",\"name\":\"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-04-30T08:39:10+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-30T08:39:18+00:00\",\"description\":\"Dalam artikel ini, kami akan membahas contoh pembukuan bisnis katering yang mudah dipahami dan bisa langsung Anda terapkan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"pembukuan bisnis katering banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/katering\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan","description":"Dalam artikel ini, kami akan membahas contoh pembukuan bisnis katering yang mudah dipahami dan bisa langsung Anda terapkan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/katering\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan","og_description":"Dalam artikel ini, kami akan membahas contoh pembukuan bisnis katering yang mudah dipahami dan bisa langsung Anda terapkan.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/katering\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-04-30T08:39:10+00:00","article_modified_time":"2026-04-30T08:39:18+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/katering\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-katering\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan","datePublished":"2026-04-30T08:39:10+00:00","dateModified":"2026-04-30T08:39:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-katering\/"},"wordCount":1734,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/katering\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp","keywords":["contoh laporan keuangan bisnis katering","contoh pembukuan bisnis katering","kategori akun pembukuan katering","kledo","software akuntansi","tips akuntansi","tips bisnis katering"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/katering\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-pembukuan-bisnis-katering\/","url":"https:\/\/kledo.com\/katering\/","name":"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/katering\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/katering\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp","datePublished":"2026-04-30T08:39:10+00:00","dateModified":"2026-04-30T08:39:18+00:00","description":"Dalam artikel ini, kami akan membahas contoh pembukuan bisnis katering yang mudah dipahami dan bisa langsung Anda terapkan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/katering\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/katering\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/katering\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/pembukuan-bisnis-katering-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"pembukuan bisnis katering banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/katering\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pembukuan Bisnis Katering: Contoh Format &amp; Laporan Keuangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47451","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47451"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47451\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47538,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47451\/revisions\/47538"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47451"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47451"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47451"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}