{"id":47534,"date":"2026-05-05T14:48:39","date_gmt":"2026-05-05T07:48:39","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=47534"},"modified":"2026-05-05T14:48:47","modified_gmt":"2026-05-05T07:48:47","slug":"akuntansi-aset-tetap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/","title":{"rendered":"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya"},"content":{"rendered":"\n<p><br>Akuntansi aset tetap adalah pencatatan aset berwujud yang dimiliki bisnis dalam laporan keuangan.  <\/p>\n\n\n\n<p>Aset-aset ini tercantum dalam neraca dan tidak bisa dikonversi menjadi kas dengan mudah. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda perlu memahami perlakuan akuntansi untuk aset-aset ini, karena hampir semua perusahaan memiliki investasi dalam wujud aset tetap.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membahas akuntansi aset tetap beserta siklus hidup sebuah aset mulai dari pembelian hingga pelepasannya. <\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dasar-Dasar Akuntansi Aset Tetap<\/h2>\n\n\n\n<p>Prinsip utama akuntansi aset tetap adalah bahwa seluruh aktivitas keuangan yang berkaitan dengan aset tetap akan saling terhubung. <\/p>\n\n\n\n<p>Selama bisnis membutuhkan aset fisik untuk berjalan, maka selama itu pula bisnis akan membutuhkan akuntansinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode akuntansi ini mencakup seluruh siklus hidup aset mulai dari pembelian, penyusutan, audit, revaluasi, penurunan nilai (<em>impairment<\/em>), hingga pelepasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Industri yang umum menggunakan akuntansi aset tetap antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pertanian<\/li>\n\n\n\n<li>Perikanan<\/li>\n\n\n\n<li>Konstruksi<\/li>\n\n\n\n<li>Manufaktur<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan mengidentifikasi dan mencatat seluruh aset tetap dalam proses akuntansi, perusahaan dapat memanfaatkan potensi pengurangan nilai melalui penyusutan serta mengurangi kewajiban secara lebih optimal.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-berwujud-dan-tidak-berwujud\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pencatatan Aset Berwujud dan Tidak Berwujud dalam Akuntansi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Aset Tetap?<\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aset-tetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Aset tetap<\/a>\/aset modal\/aset berwujud adalah aset berwujud nyata dan berumur panjang berupa properti atau peralatan yang rencananya digunakan perusahaan dalam jangka waktu lama guna membantu menghasilkan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap usaha mempunyai paling tidak satu jenis aset tetap, karena aset ini sangat dibutuhkan untuk operasional perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh aset tetap:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tanah dan bangunan<\/li>\n\n\n\n<li>Peralatan<\/li>\n\n\n\n<li>Perabot dan perlengkapan<\/li>\n\n\n\n<li>Mesin berat<\/li>\n\n\n\n<li>Perangkat keras (hardware) dan dalam beberapa kasus perangkat lunak<\/li>\n\n\n\n<li>Alat kerja<\/li>\n\n\n\n<li>Kendaraan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Aset tetap memiliki siklus hidup yang harus kita pelajari untuk bisa membukukannya dengan benar. Bagian selanjutnya akan membahas lebih lanjut tentang siklus hidup aset tetap tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aktiva-tetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Aktiva Tetap: Jenis, Perbedaan dengan Aset Lainnya, Cara Hitung<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Siklus Hidup Aset Tetap?<\/h2>\n\n\n\n<p>Siklus hidup aset tetap adalah rentang waktu sejak pembelian awal aset tetap hingga pelepasannya, baik karena dijual maupun karena aset tersebut telah mencapai akhir masa manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kenapa perusahaan harus mengetahui proses siklus aset mereka?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Untuk mengidentifikasi setiap transaksi terkait aset tetap yang terjadi<\/li>\n\n\n\n<li>Menganalisis transaksi untuk menentukan perlakuan akuntansi yang tepat<\/li>\n\n\n\n<li>Mencatat aset tetap ke dalam jurnal<\/li>\n\n\n\n<li>Menyajikan hasilnya ke laporan keuangan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk menyelesaikan proses di atas, berbagai tim harus bekerja sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, tim <em>procurement<\/em> harus memberi tahu tim akuntansi ketika terjadi pembelian aset tetap. <\/p>\n\n\n\n<p>Manajemen dan tim akuntansi yang bertanggung jawab atas pelaporan keuangan perlu menetapkan kebijakan kapitalisasi, menentukan masa manfaat aset, serta metode penyusutan yang sesuai. <\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, tim operasional harus menginformasikan kepada tim akuntansi jika terjadi perubahan signifikan pada aset, seperti kerusakan atau rencana <em>upgrade.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-aset-tetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Jurnal Aset Tetap: Cara Membuat, Jenis, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tahapan Siklus Hidup Aset Tetap<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-1.webp\" alt=\"akuntansi aset tetap 1\" class=\"wp-image-47545\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>Siklus hidup aset mencakup beberapa tahap selama masa manfaatnya, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perolehan awal aset<\/li>\n\n\n\n<li>Penyusutan selama penggunaan<\/li>\n\n\n\n<li>Revaluasi berkala dan\/atau kemungkinan penurunan nilai (<em>impairment<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Pelepasan aset<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perolehan (<em>Acquisition<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika aset dibeli, seluruh biaya yang terkait dengan perolehan aset, termasuk biaya pengiriman atau pemasangan akan dikapitalisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sesuai dengan sifatnya, aset tetap dicatat sebagai aset dalam buku besar dengan posisi <strong>debit<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p>Jurnal dasar untuk mencatat aset tetap adalah mendebit akun aset tetap (seperti properti, pabrik, atau peralatan) dan mengkredit kas.<\/p>\n\n\n\n<p>Kredit pada kas dapat diganti dengan kredit ke utang usaha, akrual jangka pendek, atau kewajiban lainnya, tergantung pada cara perolehan aset tersebut. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Akun<\/strong><\/td><td><strong>Debit<\/strong><\/td><td><strong>Kredit<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Properti, Pabrik, dan Peralatan<\/td><td>XXX<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Kas<\/td><td><\/td><td>XXX<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penyusutan <em>(Depreciation)<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p>Karena aset tetap digunakan dalam jangka waktu yang panjang, nilainya cenderung menurun seiring pemakaian. <\/p>\n\n\n\n<p>Penyusutan adalah metode akuntansi untuk mencatat penurunan nilai aset selama masa penggunaannya. <\/p>\n\n\n\n<p>Semakin lama suatu aset digunakan, semakin berkurang nilainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Terdapat tiga faktor utama dalam menghitung penyusutan aset tetap:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Masa manfaat (<em>useful life<\/em>):<\/strong> periode waktu penggunaan aset secara produktif<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Nilai residu (<em>salvage value<\/em>):<\/strong> Perkiraan nilai yang bisa diperoleh saat aset dijual di akhir masa manfaatnya<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Metode penyusutan (<em>depreciation method<\/em>):<\/strong> Metode yang digunakan untuk menghitung penurunan nilai aset<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perusahaan dapat memilih berbagai metode penyusutan sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apapun metode pilihannya, jurnal penyusutan umumnya mencatat <strong>debit pada beban penyusutan<\/strong> dan <strong>kredit pada akumulasi penyusutan<\/strong>, yang nantinya digunakan untuk menghitung nilai aset tetap bersih.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Beban penyusutan: <\/strong>Pengakuan biaya secara berkala atas penurunan nilai aset dari waktu ke waktu. Waktu pengakuan beban ini tergantung metode penyusutan yang dipilih. <\/li>\n\n\n\n<li><strong>Akumulasi penyusutan: <\/strong>Akun kontra aset yang mencerminkan total penyusutan yang telah dibebankan hingga tanggal tertentu. Tujuannya adalah untuk menunjukkan nilai bersih aset tetap. \n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dalam laporan keuangan, biasanya ditampilkan nilai perolehan aset tetap (bruto) beserta akumulasi penyusutannya, sehingga terlihat nilai aset tetap bersih pada suatu periode.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Revaluasi dan penurunan nilai (<em>impairment<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&#8211; <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/revaluasi-aset\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Revaluasi Aset<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p>Revaluasi adalah penilaian ulang aset tetap untuk mencerminkan <strong>nilai wajar (fair value)<\/strong> pada tanggal tertentu, menggantikan nilai buku historis yang sudah tidak relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>Revaluasi dilakukan secara berkala, umumnya setiap 3\u20135 tahun, atau lebih sering jika nilai wajar aset berfluktuasi signifikan (misalnya properti di kawasan yang berkembang pesat).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ada dua kemungkinan hasil revaluasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Hasil<\/th><th>Perlakuan Akuntansi<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Nilai naik (<em>revaluation surplus<\/em>)<\/td><td>Selisih masuk ke <strong>Other Comprehensive Income (OCI)<\/strong> \u2192 disimpan di ekuitas sebagai <em>surplus revaluasi<\/em><\/td><\/tr><tr><td>Nilai turun<\/td><td>Selisih diakui sebagai <strong>beban<\/strong> di laba rugi (kecuali ada surplus sebelumnya yang bisa dikompensasi)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Setelah revaluasi, dasar penyusutan berubah mengikuti nilai baru, sehingga beban penyusutan periode berikutnya ikut berubah.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">&#8211; Penurunan Nilai (<em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-impairment-loss-dalam-aset-beserta-jurnalnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Impairment<\/a><\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p>Penurunan nilai terjadi ketika <strong>nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan<\/strong> (<em>recoverable amount<\/em>)-nya. Artinya, nilai aset tidak lagi sebesar yang tercatat di buku.<\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang memicu terjadinya impairment? Penyebabnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penurunan nilai pasar yang signifikan<\/li>\n\n\n\n<li>Kerusakan fisik aset<\/li>\n\n\n\n<li>Perubahan teknologi yang membuat aset usang<\/li>\n\n\n\n<li>Kinerja aset lebih buruk dari yang diharapkan<\/li>\n\n\n\n<li>Perubahan regulasi atau kondisi ekonomi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jika merugi, impairment langsung diakui sebagai beban di laba rugi, berbeda dengan revaluasi turun yang bisa dikompensasi dengan surplus sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Akun<\/strong><\/td><td><strong>Debit<\/strong><\/td><td><strong>Kredit<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Impairment<\/td><td>XXX<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Properti, Pabrik, dan Peralatan<\/td><td><\/td><td>XXX<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pelepasan aset (<em>Disposals<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan akan melakukan pelepasan aset tetap ketika aset tersebut telah mencapai akhir masa manfaatnya atau ketika sudah tidak lagi digunakan. <\/p>\n\n\n\n<p>Jurnal untuk mencatat pelepasan aset adalah penghapusan nilai buku aset tetap serta akumulasi penyusutan yang terkait dari buku besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika aset dilepas dengan cara dijual, maka pembukuannya mencakup penghapusan nilai buku aset dan akumulasi penyusutannya, pencatatan kas (atau setara kas) yang diterima, serta pengakuan laba atau rugi jika ada.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Akun<\/strong><\/td><td><strong>Debit<\/strong><\/td><td><strong>Kredit<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Kas<\/td><td>20.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Properti, Pabrik, dan Peralatan<\/td><td><\/td><td>100.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi Penyusutan<\/td><td>85.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Untung\/Rugi Pelepasan<\/td><td><\/td><td>5.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-pertukaran-aset-tetap\/\">Contoh Jurnal Pertukaran Aset Tetap dan Cara Membuatnya <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-penyusutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">4 Metode Penyusutan <\/a>dalam Akuntansi Aset Tetap<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk menghitung penyusutan aset tetap, ada 4 metode yang umumnya digunakan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1.<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-garis-lurus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Penyusutan garis lurus<\/a> (<em>straight-line depreciation<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Penyusutan garis lurus adalah metode termudah untuk menghitung nilai penyusutan aset. <\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini mengasumsikan jumlah penyusutan setiap tahun adalah sama selama masa manfaat aset. <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p><math xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/1998\/Math\/MathML\"><semantics><mrow><mtext>Depresiasi<\/mtext><mo>=<\/mo><mfrac><mrow><mtext>Biaya<\/mtext><mo>\u2212<\/mo><mtext>Nilai&nbsp;Residu<\/mtext><\/mrow><mtext>Masa&nbsp;Manfaat&nbsp;(tahun)<\/mtext><\/mfrac><\/mrow><annotation encoding=\"application\/x-tex\">\\text{Depresiasi} = \\frac{\\text{Biaya} &#8211; \\text{Nilai Residu}}{\\text{Masa Manfaat (tahun)}}<\/annotation><\/semantics><\/math>\u200b<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Misalnya, Anda memiliki kendaraan operasional yang dibeli seharga Rp15.000.000. Anda memperkirakan kendaraan tersebut dapat digunakan selama 5 tahun dan memiliki nilai residu Rp0 di akhir masa manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Maka perhitungannya:<\/p>\n\n\n\n<p>Depresiasi = (Rp15.000.000 &#8211; Rp0) \/ 5 tahun<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam contoh ini, nilai penyusutan adalah Rp3.000.000 per tahun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/penyusutan-saldo-menurun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Penyusutan saldo menurun<\/a> (<em>declining balance depreciation<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode ini mengasumsikan bahwa aset tetap memberikan manfaat lebih besar di awal masa penggunaannya. Oleh karena itu, beban penyusutan akan lebih besar di tahun-tahun awal. <\/p>\n\n\n\n<p>Berikut rumusnya:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Beban&nbsp;Depresiasi&nbsp;Periodik = Nilai&nbsp;Awal&nbsp;Aset \u00d7 Tarif&nbsp;Depresiasi<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Misalnya, Anda memiliki peralatan yang dibeli seharga Rp10.000.000 dengan masa manfaat 5 tahun, serta nilai residu Rp1.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah perhitungannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tentukan nilai awal aset pada tahun pertama (Rp10.000.000) dan nilai pada akhir tahun ke-5 (Rp1.000.000).<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung tarif penyusutan: (100% \/ 5) \u00d7 2 = 40%<\/li>\n\n\n\n<li>Kalikan tarif penyusutan (40%) dengan nilai awal aset untuk mendapatkan beban penyusutan tahun pertama: Rp10.000.000 \u00d7 40% = Rp4.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Kurangi nilai awal dengan beban penyusutan untuk mendapatkan nilai buku akhir tahun pertama: Rp10.000.000 &#8211; Rp4.000.000 = Rp6.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Proses ini diulang setiap tahun selama masa manfaat aset.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Metode unit produksi (<em>units-of-production method<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode penyusutan unit produksi menghitung penyusutan berdasarkan tingkat penggunaan aset, seperti jumlah unit yang dihasilkan atau jam pemakaian. <\/p>\n\n\n\n<p>Bagi banyak bisnis, metode ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai nilai aset dari waktu ke waktu. <\/p>\n\n\n\n<p><math xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/1998\/Math\/MathML\"><semantics><mrow><mtext>Beban&nbsp;Depresiasi<\/mtext><mo>=<\/mo><mrow><mo fence=\"true\">(<\/mo><mfrac><mtext>Jumlah&nbsp;Unit&nbsp;Diproduksi<\/mtext><mtext>Total&nbsp;Unit&nbsp;Selama&nbsp;Masa&nbsp;Manfaat<\/mtext><\/mfrac><mo fence=\"true\">)<\/mo><\/mrow><mo>\u00d7<\/mo><mo stretchy=\"false\">(<\/mo><mtext>Biaya<\/mtext><mo>\u2212<\/mo><mtext>Nilai&nbsp;Residu<\/mtext><mo stretchy=\"false\">)<\/mo><\/mrow><annotation encoding=\"application\/x-tex\">\\text{Beban Depresiasi} = \\left(\\frac{\\text{Jumlah Unit Diproduksi}}{\\text{Total Unit Selama Masa Manfaat}}\\right) \\times (\\text{Biaya} &#8211; \\text{Nilai Residu})<\/annotation><\/semantics><\/math><\/p>\n\n\n\n<p>Menggunakan contoh peralatan sebelumnya, misalkan peralatan tersebut mampu memproduksi sekitar 5 juta unit per tahun dan total 100 juta unit selama masa manfaatnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Maka perhitungannya:<\/p>\n\n\n\n<p>Beban depresiasi = (5.000.000 \/ 100.000.000) \u00d7 (Rp10.000.000 &#8211; Rp0) = Rp500.000<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, penyusutan pada tahun pertama sekitar Rp500.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Metode jumlah angka tahun (<em>sum-of-the-years-digits method<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p>Metode ini mengasumsikan bahwa penyusutan lebih besar di awal masa penggunaan aset dan semakin kecil seiring bertambahnya usia aset. Berikut rumusnya:<\/p>\n\n\n\n<p><math xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/1998\/Math\/MathML\"><semantics><mrow><mtext>Beban&nbsp;Depresiasi<\/mtext><mo>=<\/mo><mrow><mo fence=\"true\">(<\/mo><mfrac><mtext>Sisa&nbsp;Masa&nbsp;Manfaat<\/mtext><mtext>Jumlah&nbsp;Angka&nbsp;Tahun<\/mtext><\/mfrac><mo fence=\"true\">)<\/mo><\/mrow><mo>\u00d7<\/mo><mo stretchy=\"false\">(<\/mo><mtext>Biaya<\/mtext><mo>\u2212<\/mo><mtext>Nilai&nbsp;Residu<\/mtext><mo stretchy=\"false\">)<\/mo><\/mrow><annotation encoding=\"application\/x-tex\">\\text{Beban Depresiasi} = \\left(\\frac{\\text{Sisa Masa Manfaat}}{\\text{Jumlah Angka Tahun}}\\right) \\times (\\text{Biaya} &#8211; \\text{Nilai Residu})<\/annotation><\/semantics><\/math><\/p>\n\n\n\n<p>Menggunakan contoh peralatan yang sama dengan harga Rp10.000.000, masa manfaat 5 tahun, dan nilai residu Rp0, maka perhitungannya adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Untuk tahun pertama:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beban depresiasi = (5 \/ 15) \u00d7 (Rp10.000.000 &#8211; Rp0) = Rp3.333.333<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Untuk tahun kedua:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Beban depresiasi = (4 \/ 15) \u00d7 (Rp10.000.000 &#8211; Rp0) = Rp2.666.667<\/p>\n\n\n\n<p>Perhitungan ini dilakukan untuk setiap tahun selama masa manfaat aset agar mendapatkan nilai penyusutan yang akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mencatat Penyusutan Aset Tetap dengan Kledo<\/h3>\n\n\n\n<p>Jika metode di atas dirasa terlalu rumit, software akuntansi Kledo bisa membantu Anda menyusutkan aset tetap dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Caranya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>1. Buka aplikasi, pilih menu <strong>&#8220;Aset Tetap&#8221;<\/strong> klik <strong>&#8220;Jalankan Penyusutan&#8221;<\/strong> dan pilih <strong>&#8220;Jalankan penyusutan sekarang&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"455\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-2.webp\" alt=\"akuntansi aset tetap 2\" class=\"wp-image-47546\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-2-300x137.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-2-768x349.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p>2. Di sini akan terlihat daftar aset tetap yang perusahaan Anda miliki. Centang aset yang ingin Anda susutkan, lalu klik<strong> &#8220;Jalankan Penyusutan&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"463\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-3.webp\" alt=\"akuntansi aset tetap 3\" class=\"wp-image-47547\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-3-300x139.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-3-768x356.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-revaluasi-aset-tetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Jurnal Revaluasi Aset Tetap: Pembahasan Lengkap dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Akuntansi aset tetap adalah pencatatan aset yang bisnis miliki ke dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk manajemen aset tetap yang akurat, pertama-tama Anda perlu mengidentifikasi aset Anda dan memahami siklus hidupnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Walaupun proses ini terasa sangat melelahkan di awal, tapi anggaplah sebagai investasi untuk pertumbuhan bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembukuan aset yang akurat akan membantu Anda mengambil keputusan bisnis yang lebih baik di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Gunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> Kledo sebagai alat untuk membantu pembukuan Anda. Tidak hanya untuk aset tetap, Kledo juga bisa mengelola inventaris, data keuangan, dan banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba Kledo sekarang juga dengan klik <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akuntansi aset tetap adalah pencatatan aset berwujud yang dimiliki bisnis dalam laporan keuangan. Aset-aset ini tercantum dalam neraca dan tidak bisa dikonversi menjadi kas dengan mudah. Anda perlu memahami perlakuan akuntansi untuk aset-aset ini, karena hampir semua perusahaan memiliki investasi dalam wujud aset tetap. Artikel ini akan membahas akuntansi aset tetap beserta siklus hidup sebuah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":47564,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[17283,17284,105,17286,17287],"class_list":["post-47534","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-akuntansi-aset-tetap","tag-dasar-akuntansi-aset-tetap","tag-kledo","tag-metode-penyusutan-aset-tetap","tag-penyusutan-aset-tetap"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini akan membahas akuntansi aset tetap beserta siklus hidup sebuah aset mulai dari pembelian hingga pelepasannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini akan membahas akuntansi aset tetap beserta siklus hidup sebuah aset mulai dari pembelian hingga pelepasannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-05T07:48:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-05T07:48:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya\",\"datePublished\":\"2026-05-05T07:48:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-05T07:48:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/\"},\"wordCount\":1660,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp\",\"keywords\":[\"akuntansi aset tetap\",\"dasar akuntansi aset tetap\",\"kledo\",\"metode penyusutan aset tetap\",\"penyusutan aset tetap\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/\",\"name\":\"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-05-05T07:48:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-05T07:48:47+00:00\",\"description\":\"Artikel ini akan membahas akuntansi aset tetap beserta siklus hidup sebuah aset mulai dari pembelian hingga pelepasannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-aset-tetap\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya","description":"Artikel ini akan membahas akuntansi aset tetap beserta siklus hidup sebuah aset mulai dari pembelian hingga pelepasannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya","og_description":"Artikel ini akan membahas akuntansi aset tetap beserta siklus hidup sebuah aset mulai dari pembelian hingga pelepasannya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-05-05T07:48:39+00:00","article_modified_time":"2026-05-05T07:48:47+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya","datePublished":"2026-05-05T07:48:39+00:00","dateModified":"2026-05-05T07:48:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/"},"wordCount":1660,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp","keywords":["akuntansi aset tetap","dasar akuntansi aset tetap","kledo","metode penyusutan aset tetap","penyusutan aset tetap"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/","name":"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp","datePublished":"2026-05-05T07:48:39+00:00","dateModified":"2026-05-05T07:48:47+00:00","description":"Artikel ini akan membahas akuntansi aset tetap beserta siklus hidup sebuah aset mulai dari pembelian hingga pelepasannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/akuntansi-aset-tetap-banner.webp","width":1200,"height":600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-aset-tetap\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Akuntansi Aset Tetap: Siklus Hidup dan Penyusutannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47534","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47534"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47534\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47567,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47534\/revisions\/47567"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47534"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47534"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47534"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}