{"id":47972,"date":"2026-05-25T11:26:40","date_gmt":"2026-05-25T04:26:40","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=47972"},"modified":"2026-05-28T07:49:14","modified_gmt":"2026-05-28T00:49:14","slug":"make-to-order","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/","title":{"rendered":"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Make to order<\/em> (MTO) adalah sistem manufaktur dan operasional di mana proses produksi baru akan dipicu (<em>triggered<\/em>) setelah perusahaan menerima pesanan resmi (<em>confirmed purchase order<\/em>) dari pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam lanskap manajemen rantai pasok (<em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/supply-chain-management\/\" type=\"post\" id=\"15859\">supply chain management<\/a><\/em>), pendekatan ini merupakan bentuk strategi <em>pull system<\/em>, di mana aliran produksi ditarik oleh permintaan nyata pasar, bukan didorong (<em>push system<\/em>) oleh estimasi pasar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui artikel ini, kita akan mengupas tuntas sistem produksi berbasis pesanan ini, mulai dari alur kerja teknis, analisis komparatif, matriks keuangan, hingga strategi mitigasi risiko operasional untuk memastikan efisiensi <em>working capital<\/em> bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Make to Order?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-1_11zon.webp\" alt=\"make to otder 1\" class=\"wp-image-48210\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-1_11zon.webp 800w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-1_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-1_11zon-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara fundamental, <em>make to order<\/em> adalah strategi produksi yang meniadakan penumpukan barang jadi (<em>finished goods inventory<\/em>). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap unit yang masuk ke dalam lini perakitan telah memiliki kepastian pembeli serta spesifikasi produk yang telah disepakati di muka (<em>customized specification<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem ini sering kali disebut juga sebagai <em>build to order<\/em> (BTO) atau <em>produce to order<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Industri yang menerapkan strategi ini biasanya memiliki karakteristik produk dengan variasi yang sangat tinggi, nilai barang yang besar, atau memerlukan personalisasi mendalam, mulai dari skala UMKM kreatif hingga manufaktur komponen industri berat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Perusahaan Memilih Sistem MTO?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara strategis, adopsi sistem produksi sesuai permintaan ini didasari oleh beberapa tujuan finansial dan operasional:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Eliminasi Biaya Simpan (<em>Holding Costs<\/em>):<\/strong> Menekan pengeluaran untuk sewa gudang, asuransi, dan perawatan barang jadi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Optimalisasi <em>Working Capital<\/em>:<\/strong> Modal perusahaan tidak mengendap di dalam gudang sebagai <em>dead stock<\/em>, melainkan tetap likuid karena perputaran kas dipicu oleh transaksi riil.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Akurasi Arus Kas (<em>Cash Conversion Cycle<\/em>):<\/strong> Dengan mekanisme uang muka (<em>down payment<\/em>), <em>cash conversion cycle<\/em> perusahaan menjadi lebih sehat karena konsumen ikut mendanai modal awal produksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/perusahaan-manufaktur\/\" type=\"post\" id=\"4681\">Perusahaan Manufaktur: Pengertian, Proses Bisnis &amp; Tips Mendirikannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Kerja dan Alur Teknis Make to Order?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem MTO tidak bergerak secara spekulatif. Kecepatan dan ketepatan alur kerja adalah penentu utama <em>customer satisfaction<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah representasi <em>workflow<\/em> operasional MTO dari hulu ke hilir:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group\"><div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n[Pesanan &#038; Spesifikasi Masuk] \u2794 [Penerbitan Bill of Materials &#038; Work Order] \u2794 [Proses Produksi &#038; Assembly] \u2794 [Quality Control (SOP Check)] \u2794 [Fulfillment &#038; Pengiriman]\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Penerimaan Pesanan dan Validasi Spesifikasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses dimulai ketika pelanggan mengajukan permintaan. Pada tahap ini, tim <em>sales<\/em> dan teknis melakukan validasi spesifikasi (ukuran, material, atau fungsi khusus). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah spesifikasi final dan komitmen finansial (DP\/Kontrak) terpenuhi, pesanan dikunci.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Penerbitan <em>Bill of Materials<\/em> (BOM) dan <em>Work Order<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum masuk ke lantai pabrik, tim <em>Production Planning and Inventory Control<\/em> (PPIC) akan menerbitkan <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/bill-of-material\/\" type=\"post\" id=\"6111\">Bill of Materials (BOM)<\/a><\/strong> yaitu daftar komprehensif berisi bahan baku, sub-komponen, dan kuantitas presisi yang dibutuhkan untuk membuat produk tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bersamaan dengan itu, <strong>Work Order (WO)<\/strong> atau perintah kerja digital dirilis ke unit produksi sebagai instruksi resmi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Eksekusi Produksi (<em>Manufacturing Execution<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim produksi mulai melakukan perakitan (<em>assembly<\/em>) atau manufaktur bahan baku mengacu pada WO dan BOM. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena bahan baku baru diproses saat ini, tingkat pemanfaatan kapasitas mesin (<em>capacity utilization<\/em>) harus dipantau ketat agar tidak terjadi penumpukan antrean (<em>bottleneck<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <em>Quality Control<\/em> (QC) Berbasis Toleransi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum masuk ke tahap pengemasan, produk wajib melalui pengecekan kualitas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada sistem MTO, QC dilakukan bukan hanya untuk mengecek cacat fisik standar, melainkan memastikan apakah produk akhir berada dalam batas toleransi <em>custom<\/em> yang diminta oleh pelanggan di awal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Pengiriman dan Penyelesaian Transaksi (<em>Fulfillment<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Produk dikirim menggunakan metode logistik yang aman. Setelah barang diterima dan divalidasi oleh konsumen, sisa pelunasan pembayaran diselesaikan, menandai selesainya satu siklus rantai pasok MTO.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/perencanaan-produksi\/\" type=\"post\" id=\"6154\">Pengertian Perencanaan Produksi, Jenis, Tahapan, dan Fungsinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Memahami <em>Lead Time<\/em> dan Perencanaan Kapasitas<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan terbesar dalam sistem produksi sesuai permintaan adalah<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/lead-time-produksi\/\" type=\"post\" id=\"11901\"> <strong>Lead Time<\/strong><\/a> yaitu total waktu yang bergulir sejak pesanan divalidasi hingga produk tiba di tangan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total Lead Time = Supplier Lead Time + Manufacturing Lead Time + Logistics Lead Time<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam praktiknya, <em>Total Lead Time<\/em> ini dipengaruhi oleh dua variabel kritis, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Peran <em>Supplier Lead Time<\/em> &amp; <em>Safety Stock<\/em> Bahan Baku<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun MTO tidak menyimpan stok <em>barang jadi<\/em>, perusahaan tetap harus mengelola persediaan <em>bahan baku<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika <em>supplier lead time<\/em> (waktu kirim bahan dari pemasok) terlalu lama, proses produksi akan mandek. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, bagian PPIC wajib menentukan <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/reorder-point\/\" type=\"post\" id=\"16517\">Reorder Point (ROP)<\/a><\/strong> dan menyimpan <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/safety-stock\/\" type=\"post\" id=\"9073\">Safety Stock<\/a><\/strong> (stok pengaman) untuk material mentah yang bersifat umum (<em>common raw materials<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><em>Finite Capacity Planning<\/em> (Perencanaan Kapasitas Terbatas)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan tidak boleh menerima pesanan melebihi batas atas kemampuan produksinya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegagalan menghitung kapasitas mesin dan tenaga kerja akan menyebabkan penumpukan antrean <em>work order<\/em>, yang secara otomatis membengkakkan <em>manufacturing lead time<\/em> dan memicu keterlambatan pengiriman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/download-template-kartu-harga-pokok-pesanan\/\" type=\"post\" id=\"47693\"> Download Template Kartu Harga Pokok Pesanan Excel Gratis dan Contoh Pengisian<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Make to Order dan Make to Stock?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Logika operasional kedua sistem ini bertolak belakang secara fundamental. MTO digerakkan oleh <em>real demand<\/em>, sementara <em>Make to Stock<\/em> (MTS) digerakkan oleh perkiraan (<em>demand forecasting<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><td><strong>Aspek Operasional<\/strong><\/td><td><strong>Make to Order (MTO)<\/strong><\/td><td><strong>Make to Stock (MTS)<\/strong><\/td><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Pemicu Produksi (<em>Trigger<\/em>)<\/strong><\/td><td>Pesanan riil dari pelanggan (<em>Pull<\/em>).<\/td><td>Prediksi tren dan data historis (<em>Push<\/em>).<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kondisi Inventaris Barang Jadi<\/strong><\/td><td>Minimal atau mendekati nol.<\/td><td>Selalu tersedia dalam volume tinggi di gudang.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Skala Kustomisasi Produk<\/strong><\/td><td>Sangat tinggi, adaptif terhadap kebutuhan individu.<\/td><td>Rendah, produk seragam hasil produksi massal.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kecepatan Pemenuhan (<em>Lead Time<\/em>)<\/strong><\/td><td>Relatif lebih lama (menunggu proses produksi).<\/td><td>Sangat cepat (langsung diambil dari stok gudang).<\/td><\/tr><tr><td><strong>Risiko Pasar (<em>Overstock Risk<\/em>)<\/strong><\/td><td>Sangat rendah (barang pasti sudah terjual).<\/td><td>Tinggi jika akurasi <em>demand planning<\/em> meleset.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Kebutuhan Modal Kerja Awal<\/strong><\/td><td>Lebih efisien karena dibantu skema DP.<\/td><td>Besar di awal untuk membiayai <em>inventory turnover<\/em>.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pendekatan Hybrid (MTO-MTS):<\/strong> Di era modern, banyak manufaktur menggunakan strategi kombinasi. Sebagai contoh, komponen dasar produk diproduksi massal menggunakan sistem MTS (<em>decoupling point<\/em>), namun proses <em>finishing<\/em> atau perakitan akhir menggunakan sistem MTO sesuai opsi yang dipilih konsumen. Strategi hybrid ini dikenal juga sebagai <em>Assemble to Order<\/em> (ATO).<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Analisis Keuntungan dan Kekurangan Make to Order<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order2_11zon-1024x683.webp\" alt=\"kelebihan vs kekurangan\" class=\"wp-image-48211\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order2_11zon-1024x683.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order2_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order2_11zon-768x512.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order2_11zon.webp 1058w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Keuntungan Strategis MTO<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Efisiensi Finansial yang Tinggi<\/strong><br>Dengan nihilnya biaya simpan (<em>holding costs<\/em>), perusahaan dapat mengalokasikan dana ke pos inovasi produk atau peningkatan kualitas bahan baku. Risiko kerugian akibat barang usang (<em>obsolete items<\/em>) atau penurunan nilai aset persediaan dapat ditekan hingga hampir 0%.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Diferensiasi Pasar melalui Kustomisasi<\/strong><br>Kemampuan memberikan sentuhan personalisasi menjadi daya tawar unik (<em>Unique Selling Proposition<\/em>) yang sulit ditiru oleh produsen massal. Ini memungkinkan perusahaan menetapkan <em>premium pricing<\/em>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kekurangan dan Risiko Operasional MTO<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kerentanan Rantai Pasok (<em>Procurement Risk<\/em>)<\/strong><br>Karena proses produksi bersifat sekuensial setelah pesanan masuk, gangguan kecil dari pihak <em>supplier<\/em> bahan baku atau kerusakan mendadak pada mesin pabrik akan langsung menggeser target <em>delivery date<\/em>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kehilangan Skala Ekonomis (<em>Economies of Scale<\/em>)<\/strong><br>Produksi dalam volume kecil membuat biaya per unit menjadi lebih tinggi jika dibandingkan dengan sistem manufaktur massal. Selain itu, fluktuasi pesanan dapat menyebabkan utilisasi kapasitas produksi (<em>capacity utilization<\/em>) menjadi tidak stabil, di mana ada periode pabrik menganggur (<em>idle<\/em>) namun biaya tetap (<em>fixed costs<\/em>) operasional jalan terus.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-harga-pokok-penjualan\/\"> Contoh &amp; Template Laporan Harga Pokok Penjualan Excel Siap Pakai (Gratis Download)<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Industri yang Sukses Menerapkan Strategi MTO<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem ini diadopsi secara luas di berbagai sektor, baik skala korporasi maupun industri kreatif:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Industri Mebel dan Interior <em>Custom<\/em>:<\/strong> Pembuatan <em>kitchen set<\/em>, lemari dinding (<em>wardrobe<\/em>), atau sofa eksklusif. Setiap hunian memiliki dimensi ruang berbeda, membuat produksi massal kurang efektif untuk pasar premium.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fashion <em>Pre-Order<\/em> (PO) &amp; <em>Haute Couture<\/em>:<\/strong> Dari desainer pakaian mewah hingga <em>brand<\/em> lokal yang merilis edisi terbatas. Cara kerja ini melindungi desainer dari risiko modal mati akibat tren busana yang berputar terlalu cepat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bisnis Percetakan Komersial &amp; <em>Merchandise<\/em>:<\/strong> Mulai dari cetak kemasan produk UMKM, undangan, hingga pembuatan kalender korporat. Seluruh proses cetak baru berjalan setelah file desain (<em>softcopy<\/em>) dari klien dinyatakan final.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kuliner <em>Homemade<\/em> &amp; Katering Premium:<\/strong> Pembuatan kue tart pernikahan atau katering diet harian. Sistem MTO di sini memegang peran vital untuk menjamin tingkat kesegaran (<em>freshness<\/em>) produk saat sampai ke tangan konsumen.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kerajinan Tangan Eksklusif (<em>Handmade Art<\/em>):<\/strong> Pembuatan suvenir grafir kayu, perhiasan perak <em>custom<\/em>, atau mahar pernikahan. Produk bernilai seni tinggi ini membutuhkan ketelitian tangan (<em>craftsmanship<\/em>) yang tidak bisa diotomatisasi secara massal.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">4 Strategi Mengelola Sistem Make to Order<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"427\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order3_11zon.webp\" alt=\"strategi\" class=\"wp-image-48212\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order3_11zon.webp 640w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order3_11zon-300x200.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menjaga agar tingkat keterlambatan produksi berada di titik minimum, implementasikan empat pilar manajemen berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Standardisasi Proses Melalui SOP yang Rigid<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun produk yang dihasilkan bersifat <em>custom<\/em>, alur pengerjaannya tidak boleh berubah-ubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rancang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat untuk mengunci spesifikasi pesanan di awal agar tidak terjadi perombakan desain di tengah jalan yang berpotensi merusak jadwal kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Implementasi Manajemen Informasi Berbasis ERP atau Software Inventory<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk bisnis yang mulai berkembang, pelacakan manual menggunakan kertas sangat rawan kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan ekosistem teknologi seperti <em>software inventory<\/em> atau sistem <strong>ERP (Enterprise Resource Planning)<\/strong> yang terintegrasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Teknologi ini mempermudah pelacakan <em>Work Order<\/em>, memantau pergerakan bahan baku secara <em>real-time<\/em>, dan memberikan sinyal otomatis ketika stok material berada di bawah batas aman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Akurasi Perhitungan Kecepatan Produksi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangan pernah menetapkan tanggal pengiriman berdasarkan tebakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lakukan evaluasi berkala terhadap performa tim dan mesin untuk mengetahui rata-rata waktu riil yang dibutuhkan dalam menyelesaikan satu unit kerja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selalu sematkan waktu aman (<em>buffer time<\/em>) sebesar 10\u201315% dari total estimasi waktu untuk memitigasi risiko tak terduga di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Transparansi Komunikasi (<em>Progress Update<\/em> Proaktif)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketidakpastian adalah musuh utama kepuasan pelanggan dalam sistem tunggu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bangun sistem komunikasi yang proaktif, misalnya dengan memberikan pembaruan status (<em>progress update<\/em>) otomatis kepada pelanggan ketika pesanan beralih dari tahap pemotongan bahan, tahap perakitan, hingga proses pengiriman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-manajemen-persediaan\/\" type=\"post\" id=\"46531\">: 5 Metode Manajemen Persediaan dan Contoh Studi Kasusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ: Pertanyaan Terkait Sistem Make to Order<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah sistem Make to Order cocok untuk UMKM baru?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sangat cocok.<\/strong> Bagi pelaku bisnis pemula atau UMKM dengan modal terbatas, MTO adalah strategi paling aman untuk memulai usaha. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem ini meminimalisir kebutuhan modal awal yang besar karena Anda tidak perlu memproduksi barang dalam jumlah banyak untuk dijadikan stok. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mekanisme uang muka (DP) dari pelanggan juga dapat langsung diputar untuk menutup biaya pembelian bahan baku awal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana cara meminimalkan risiko keterlambatan pengiriman pada sistem MTO?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah paling efektif adalah membangun kemitraan yang kuat dengan lebih dari satu <em>supplier<\/em> bahan baku pilihan untuk menghindari ketergantungan tunggal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pastikan Anda memiliki dokumen SOP batas toleransi pengerjaan dan selalu berikan ruang waktu cadangan (<em>buffer time<\/em>) yang realistis pada penentuan tanggal janji kirim kepada konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa saja software pendukung terbaik untuk mengelola bisnis berbasis MTO?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk skala UMKM dan menengah, Anda dapat memanfaatkan <a href=\"http:\/\/kledo.com\"><em>software<\/em> akuntansi <\/a>dan manajemen persediaan seperti <strong>Kledo<\/strong> untuk mengontrol efisiensi biaya tenaga kerja dan operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk skala manufaktur yang lebih kompleks, integrasi modul manufaktur pada sistem ERP seperti Odoo, SAP, atau Oracle SCM sangat disarankan guna mengelola <em>Bill of Materials<\/em> dan <em>Work Order<\/em> secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sistem <em>Make to Order<\/em> (MTO) menawarkan efisiensi finansial yang luar biasa lewat eliminasi penumpukan barang jadi dan perlindungan modal kerja dari risiko <em>overstock<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kendati demikian, keberhasilan implementasi sistem produksi berbasis permintaan ini menuntut kedisiplinan tinggi dalam penghitungan kapasitas operasional, ketepatan pengelolaan <em>lead time<\/em> bahan baku, serta pembuatan <em>Bill of Materials<\/em> (BOM) yang akurat agar margin keuntungan tidak tergerus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di era digital saat ini, mengelola kerumitan alur kerja MTO secara manual tentu sangat berisiko memicu kesalahan manusia (<em>human error<\/em>). Oleh karena itu, investasi pada teknologi manajemen yang tepat menjadi langkah krusial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai solusi, Anda dapat memanfaatkan software seperti <strong>Kledo<\/strong>. Tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan keuangan, Kledo juga dilengkapi dengan fitur manajemen <em>inventory<\/em> yang canggih serta <a href=\"https:\/\/kledo.com\/manufacture\/\">fitur manufaktur<\/a> produksi yang komprehensif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui sistem yang terintegrasi ini, pemilik bisnis dapat dengan mudah memantau ketersediaan bahan baku secara <em>real-time<\/em>, merumuskan formula biaya produksi, hingga melacak status <em>Work Order<\/em> dari hulu ke hilir. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mempelajari Kledo secara lebih mendalam, silakan klik <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Make to order (MTO) adalah sistem manufaktur dan operasional di mana proses produksi baru akan dipicu (triggered) setelah perusahaan menerima pesanan resmi (confirmed purchase order) dari pelanggan. Dalam lanskap manajemen rantai pasok (supply chain management), pendekatan ini merupakan bentuk strategi pull system, di mana aliran produksi ditarik oleh permintaan nyata pasar, bukan didorong (push system) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":48209,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[427],"tags":[17429,17431,17433,105,17427,1134,862],"class_list":["post-47972","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-bisnis","tag-cara-kerja-make-to-order","tag-contoh-make-to-order","tag-kelebihan-make-to-order","tag-kledo","tag-pentingnya-make-to-order","tag-software-akuntansi","tag-tips-bisnis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel ini, kami akan mengupas tuntas sistem make to order, mulai dari alur kerja hingga strategi yang bisa Anda terapkan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel ini, kami akan mengupas tuntas sistem make to order, mulai dari alur kerja hingga strategi yang bisa Anda terapkan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-25T04:26:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-28T00:49:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-banne.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Annisa Herawati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\"},\"headline\":\"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya\",\"datePublished\":\"2026-05-25T04:26:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-28T00:49:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/\"},\"wordCount\":1834,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/make-to-order-banne.webp\",\"keywords\":[\"Cara kerja make to order\",\"Contoh make to order\",\"Kelebihan make to order\",\"kledo\",\"Pentingnya make to order\",\"software akuntansi\",\"tips bisnis\"],\"articleSection\":[\"Tips Bisnis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/\",\"name\":\"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/make-to-order-banne.webp\",\"datePublished\":\"2026-05-25T04:26:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-05-28T00:49:14+00:00\",\"description\":\"Pada artikel ini, kami akan mengupas tuntas sistem make to order, mulai dari alur kerja hingga strategi yang bisa Anda terapkan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/make-to-order-banne.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/05\\\/make-to-order-banne.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"make to order banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/make-to-order\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\",\"name\":\"Annisa Herawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Annisa Herawati\"},\"description\":\"Lulusan S1 Pendidikan Akuntansi yang gemar menulis serta mencintai alam, kucing, dan sesama manusia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/annisa-herawati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya","description":"Pada artikel ini, kami akan mengupas tuntas sistem make to order, mulai dari alur kerja hingga strategi yang bisa Anda terapkan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya","og_description":"Pada artikel ini, kami akan mengupas tuntas sistem make to order, mulai dari alur kerja hingga strategi yang bisa Anda terapkan","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-05-25T04:26:40+00:00","article_modified_time":"2026-05-28T00:49:14+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-banne.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Annisa Herawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Annisa Herawati","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/"},"author":{"name":"Annisa Herawati","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9"},"headline":"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya","datePublished":"2026-05-25T04:26:40+00:00","dateModified":"2026-05-28T00:49:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/"},"wordCount":1834,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-banne.webp","keywords":["Cara kerja make to order","Contoh make to order","Kelebihan make to order","kledo","Pentingnya make to order","software akuntansi","tips bisnis"],"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/","name":"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-banne.webp","datePublished":"2026-05-25T04:26:40+00:00","dateModified":"2026-05-28T00:49:14+00:00","description":"Pada artikel ini, kami akan mengupas tuntas sistem make to order, mulai dari alur kerja hingga strategi yang bisa Anda terapkan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-banne.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/make-to-order-banne.webp","width":1200,"height":600,"caption":"make to order banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/make-to-order\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Make to Order Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9","name":"Annisa Herawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","caption":"Annisa Herawati"},"description":"Lulusan S1 Pendidikan Akuntansi yang gemar menulis serta mencintai alam, kucing, dan sesama manusia","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/annisa-herawati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47972","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47972"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47972\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48254,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47972\/revisions\/48254"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47972"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47972"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47972"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}