{"id":48724,"date":"2026-06-15T14:58:30","date_gmt":"2026-06-15T07:58:30","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=48724"},"modified":"2026-06-15T14:58:38","modified_gmt":"2026-06-15T07:58:38","slug":"cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/","title":{"rendered":"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam akuntansi bisnis, setiap transaksi pembelian perlu dicatat secara sistematis agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika transaksi tersebut melibatkan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-ppn\/\">Pajak Pertambahan Nilai (PPN)<\/a>, pencatatannya menjadi sedikit lebih kompleks karena ada komponen pajak yang harus dipisahkan dari harga pokok pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, bagaimana cara mencatatnya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini menjelaskan dasar-dasar jurnal pembelian dengan PPN, mulai dari definisi, mekanisme PPN dalam transaksi pembelian, alasan pencatatan, dan contohnya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Jurnal Pembelian?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-1.webp\" alt=\"jurnal pembelian dengan ppn 1\" class=\"wp-image-48728\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-pembelian-barang-dagang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Jurnal pembelian<\/a> adalah catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pembelian barang atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sistem pembukuan berpasangan (<em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sistem-pembukuan-double-entry-dalam-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">double-entry<\/a> bookkeeping<\/em>), setiap transaksi pembelian selalu memengaruhi minimal dua akun secara bersamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, jurnal pembelian mencakup dua jenis transaksi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pembelian tunai<\/strong>: Pembayaran dilakukan langsung pada saat transaksi terjadi. Dalam jurnal, akun yang terpengaruh adalah akun Pembelian (debit) dan akun Kas (kredit).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembelian kredit<\/strong>: Pembayaran dilakukan pada waktu yang disepakati di kemudian hari. Akun yang terpengaruh adalah akun Pembelian (debit) dan akun Utang Usaha (kredit).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu PPN dalam Transaksi Pembelian?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPN atau Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak tidak langsung yang dikenakan atas konsumsi barang kena pajak (BKP) dan\/atau jasa kena pajak (JKP).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dasar hukum PPN adalah <a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Details\/46990\/uu-no-8-tahun-1983\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983<\/a> tentang PPN dan PPnBM beserta perubahannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bisnis, PPN bisa dikelompokkan menjadi <strong>PPN keluaran<\/strong> dan <strong>PPN masukan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPN keluaran adalah pajak yang bisnis tanggungkan kepada pembeli untuk barang atau jasanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, PPN masukan adalah<strong> <\/strong>PPN yang bisnis bayar saat membeli barang atau jasa. Tarif standar PPN saat ini adalah 11% atau 12% tergantung jenis barang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, perusahaan Anda membeli barang senilai Rp10.000.000, maka PPN Masukan yang dibayar adalah Rp1.100.000, sehingga total pembayaran menjadi Rp11.100.000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam jurnal, Rp10.000.000 dicatat sebagai biaya pembelian, sedangkan Rp1.100.000 dicatat secara terpisah sebagai PPN Masukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemisahan ini penting karena PPN Masukan bukan bagian dari biaya sesungguhnya, melainkan merupakan pajak yang berpotensi dapat dikreditkan (dikompensasikan) terhadap PPN Keluaran di akhir masa pajak.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 3\" class=\"wp-image-37163\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Komponen dalam Jurnal Pembelian dengan PPN?<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Nilai Pembelian atau Dasar Pengenaan Pajak (DPP)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dasar Pengenaan Pajak (DPP) adalah nilai dasar atau jumlah yang digunakan sebagai acuan untuk menghitung besarnya pajak terutang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DPP umumnya sama dengan harga jual yang disepakati antara penjual dan pembeli (sebelum PPN ditambahkan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh: Jika harga barang yang tertera dalam <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/faktur-pajak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">faktur pajak<\/a> adalah Rp10.000.000 (belum termasuk PPN), maka DPP-nya adalah Rp10.000.000. PPN kemudian dihitung dari angka ini, bukan dari total pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam jurnal akuntansi, DPP dicatat sebagai akun pembelian, persediaan, atau beban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DPP tidak boleh mencakup nilai PPN. Jika nilai PPN ikut tercampur dalam DPP, maka nilai aset atau beban yang tercatat di laporan keuangan akan menjadi lebih besar dari seharusnya (<em>overstated<\/em>), dan ini dapat memicu <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/koreksi-fiskal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">koreksi fiskal<\/a> saat pemeriksaan pajak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi jika harga yang tercantum sudah termasuk PPN, DPP perlu dihitung mundur dengan rumus:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DPP = Total Harga \u00f7 (1 + Tarif PPN)<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, jika total harga termasuk PPN adalah Rp11.100.000 dengan tarif PPN 11%, maka: DPP = Rp11.100.000 \u00f7 1,11 = Rp10.000.000<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. PPN Masukan<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-2.webp\" alt=\"jurnal pembelian dengan ppn 2\" class=\"wp-image-48729\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPN Masukan adalah pajak yang dibayar oleh pembeli (PKP) pada saat melakukan pembelian Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) dari penjual yang juga berstatus PKP. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Besarnya dihitung dari tarif PPN dikalikan DPP.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PPN Masukan = Tarif PPN \u00d7 DPP<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika PPN sebesar 11%, maka untuk DPP Rp10.000.000: PPN Masukan = 11% \u00d7 Rp10.000.000 = Rp1.100.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam jurnal pembelian, PPN Masukan selalu dicatat di sisi <strong>debit<\/strong> sebagai akun tersendiri, terpisah dari akun pembelian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Posisi debit ini mencerminkan bahwa PPN Masukan adalah klaim pajak yang nantinya dapat dikreditkan terhadap PPN Keluaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Struktur dasar jurnalnya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Pembelian \/ Persediaan<\/td><td>Rp10.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>PPN Masukan<\/td><td>Rp1.100.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Utang Usaha \/ Kas<\/td><td><\/td><td>Rp11.100.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPN Masukan hanya dapat dikreditkan jika didukung oleh Faktur Pajak yang sah dari penjual. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa faktur pajak yang valid, PPN Masukan tidak dapat dikreditkan dan harus dibebankan sebagai biaya, yang artinya nilai pembelian menjadi lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghitung PPN dengan lebih mudah, Anda bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/kalkulator-ppn-pajak-pertambahan-nilai\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">kalkulator PPN<\/a> kami.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Utang usaha atau kas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen ketiga dalam jurnal pembelian adalah sisi kredit, yang mencerminkan bagaimana bisnis membayar transaksi tersebut (tunai atau kredit).<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Jika membayar secara tunai<\/strong>, maka menggunakan akun Kas atau Bank di sisi kredit. Total yang dikreditkan adalah keseluruhan nilai yang dibayarkan, yaitu DPP ditambah PPN Masukan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jika membayar secara kredit,<\/strong> maka menggunakan akun Utang Usaha di sisi kredit. Nilai yang dikreditkan tetap sama, yaitu total tagihan termasuk PPN.    <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh jurnal pembelian kredit:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Pembelian<\/td><td>Rp10.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>PPN Masukan<\/td><td>Rp1.100.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Utang Usaha<\/td><td><\/td><td>Rp11.100.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Diskon Pembelian dan Pengaruhnya terhadap PPN<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskon pembelian memengaruhi komponen jurnal di atas, namun pengaruhnya bergantung pada jenis diskon dan waktu pemberiannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskon yang tercantum langsung dalam faktur pajak (diskon tunai atau <em>trade discount<\/em> yang sudah dipotong sebelum faktur diterbitkan) akan langsung mengurangi DPP. Artinya, PPN Masukan pun dihitung dari DPP yang sudah lebih kecil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh: harga barang Rp10.000.000, diskon 10% tercantum di faktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DPP setelah diskon = Rp10.000.000 \u2212 Rp1.000.000 = <strong>Rp9.000.000<\/strong><br>PPN Masukan = 11% \u00d7 Rp9.000.000 = <strong>Rp990.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Pembelian<\/td><td>Rp9.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>PPN Masukan<\/td><td>Rp990.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td>Utang Usaha<\/td><td><\/td><td>Rp9.990.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskon yang diberikan setelah faktur diterbitkan (misalnya diskon pelunasan awal atau retur pembelian) memerlukan perlakuan berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika penjual menerbitkan Faktur Pajak Pengganti atau Nota Retur, maka DPP dan PPN Masukan perlu disesuaikan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun jika tidak ada dokumen koreksi pajak yang diterbitkan, diskon tersebut umumnya hanya dicatat sebagai pengurang nilai pembelian tanpa memengaruhi PPN Masukan yang sudah tercatat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-3.webp\" alt=\"jurnal pembelian dengan ppn 3\" class=\"wp-image-48730\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/jurnal-pembelian-dengan-ppn-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 1: Identifikasi Nilai Pembelian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah pertama adalah membaca faktur pajak dan mengidentifikasi apakah harga belum atau sudah termasuk PPN untuk menentukan DPP. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika harga belum termasuk PPN, harga barang yang tertera di faktur bisa langsung dicatat sebagai DPP.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika harga sudah termasuk PPN, hitung mundur DPP dengan rumus DPP = Total Harga  \u00f7 (1 + Tarif PPN) tadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 2: Hitung PPN yang Berlaku<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah mengetahui DPP, hitung PPN Masukan dengan rumus:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PPN Masukan = Tarif PPN \u00d7 DPP<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, tidak semua PPN yang tercantum dalam faktur otomatis dapat dikreditkan sebagai PPN Masukan, terutama jika itu pembelian untuk barang yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 3: Tentukan Akun yang Terpengaruh<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum membuat ayat jurnal, identifikasi terlebih dahulu akun-akun yang terlibat dalam transaksi ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, transaksi pembelian dengan PPN memengaruhi tiga kelompok akun:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akun debit (sisi yang bertambah nilainya)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Jenis Pembelian<\/th><th>Akun yang Digunakan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Barang dagangan (metode periodik)<\/td><td>Pembelian<\/td><\/tr><tr><td>Barang dagangan (metode perpetual)<\/td><td>Persediaan Barang Dagang<\/td><\/tr><tr><td>Bahan baku (manufaktur)<\/td><td>Persediaan Bahan Baku<\/td><\/tr><tr><td>Aset tetap<\/td><td>Aset Tetap (sesuai jenisnya)<\/td><\/tr><tr><td>Jasa atau biaya operasional<\/td><td>Beban yang relevan<\/td><\/tr><tr><td>Pajak yang dapat dikreditkan<\/td><td>PPN Masukan<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akun kredit<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Cara Pembayaran<\/th><th>Akun yang Digunakan<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Tunai<\/td><td>Kas atau Bank<\/td><\/tr><tr><td>Kredit \/ belum dibayar<\/td><td>Utang Usaha<\/td><\/tr><tr><td>Sebagian tunai, sebagian kredit<\/td><td>Kas dan Utang Usaha (proporsional)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 4: Buat Ayat Jurnal yang Sesuai<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Contoh 1<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tanggal 3 Agustus 2003, PT Multi Utama Computindo membeli 5 unit komputer dari  PT Makro Indonesia seharga Rp 4.000.000,- per unit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tanggal 5 Agustus 2003, PT Multi Utama Computindo memanfaatkan jasa kurir PT Tiki JNE dengan total tagihan Rp 800.000,- belum termasuk PPN. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan data di atas, pencatatan yang dilakukan PT Multi Utama Computindo sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Harga beli 5 unit komputer @Rp4.000.000 = Rp20.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Tagihan Tiki JNE = Rp800.000<\/li>\n\n\n\n<li>Total = Rp20.800.000<\/li>\n\n\n\n<li>PPN atas komputer (DPP = harga jual) = Rp2.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>PPN atas jasa kurir (DPP 10%) = Rp 8.000<\/li>\n\n\n\n<li>Jumlah yang dibayar = Rp22.808.000.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal Umum untuk pembelian komputer:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>5 Agustus 2023<\/td><td>Komputer<\/td><td>Rp20.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>PPN Masukan<\/td><td>Rp2.000.000<\/td><td><\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Kas<\/td><td><\/td><td>Rp22.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh 2<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT Multi Utama Computindo dikukuhkan sebagai PKP pada tanggal 29 Agustus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tanggal 20 Juli 2005, PT Multi Utama Computindo membeli 3 unit komputer pada PT Makro Indonesia @Rp 4.000.000,- belum termasuk PPN 10%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka, pencatatan atas pembelian 3 unit komputer adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Harga beli 3 unit komputer @ Rp 4.000.000,- = Rp 12.000.000,-<\/li>\n\n\n\n<li>PPN atas komputer (DPP = harga jual) = Rp 1.200.000,-<br>Jumlah yang dibayar = Rp13.200.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>20 Juli 2005<\/td><td>Komputer<\/td><td>Rp12.000.000<\/td><td>\u2014<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>PPN Masukan<\/td><td>Rp1.200.000<\/td><td>\u2014<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Kas \/ Utang Usaha<\/td><td>\u2014<\/td><td>Rp13.200.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh 3<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT Maju Bersama membeli barang senilai Rp20.000.000, mendapat diskon 10% yang sudah tercantum dalam faktur pajak, secara kredit.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Harga sebelum diskon: Rp20.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Diskon (10%): Rp2.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>DPP setelah diskon: Rp18.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>PPN Masukan (11% \u00d7 Rp18.000.000): Rp1.980.000<\/li>\n\n\n\n<li>Total Utang Usaha: Rp19.980.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Tanggal<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>xx\/xx\/xxxx<\/td><td>Pembelian<\/td><td>Rp18.000.000<\/td><td>\u2014<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>PPN Masukan<\/td><td>Rp1.980.000<\/td><td>\u2014<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Utang Usaha<\/td><td>\u2014<\/td><td>Rp19.980.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejauh ini, kami sudah membahas cara membuat jurnal pembelian dengan PPN, tapi bagaimana untuk kasus penjualan dengan PPN atau kasus retur penjualan? Untuk jurnal-jurnal, Anda bisa membaca artikel kami mengenai<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-ppn\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> jurnal PPN.<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal pembelian dengan PPN membantu bisnis mencatat transaksi pembelian secara akurat sekaligus mengelola PPN Masukan sesuai ketentuan perpajakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan yang tepat memastikan nilai pembelian, PPN, dan kewajiban kepada pemasok tercermin dengan benar dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> Kledo, mencatat setiap transaksi pembelian dengan PPNnya menjadi lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kledo dirancang sesuai kebutuhan bisnis di Indonesia, sehingga pengelolaan PPN Masukan, pembuatan faktur pajak, hingga rekonsiliasi pajak akhir masa dapat dilakukan dalam satu platform tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda ingin memastikan setiap jurnal pembelian tercatat dengan benar tanpa harus mengerjakannya secara manual, <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">coba Kledo secara gratis<\/a> dan nikmati proses pembukuan yang lebih akurat dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam akuntansi bisnis, setiap transaksi pembelian perlu dicatat secara sistematis agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Ketika transaksi tersebut melibatkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pencatatannya menjadi sedikit lebih kompleks karena ada komponen pajak yang harus dipisahkan dari harga pokok pembelian. Lalu, bagaimana cara mencatatnya? Artikel ini menjelaskan dasar-dasar jurnal pembelian dengan PPN, mulai dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":48811,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[3977,2309,17604,105,17603,1134,1264],"class_list":["post-48724","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-cara-membuat-jurnal-akuntansi","tag-jurnal-pembelian","tag-jurnal-pembelian-dengan-ppn","tag-kledo","tag-komponen-jurnal-pembelian","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini menjelaskan dasar-dasar jurnal pembelian dengan PPN, mulai dari definisi, mekanisme PPN dalam transaksi pembelian dan contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini menjelaskan dasar-dasar jurnal pembelian dengan PPN, mulai dari definisi, mekanisme PPN dalam transaksi pembelian dan contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-15T07:58:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-15T07:58:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN\",\"datePublished\":\"2026-06-15T07:58:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-15T07:58:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/\"},\"wordCount\":1426,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp\",\"keywords\":[\"cara membuat jurnal akuntansi\",\"jurnal pembelian\",\"jurnal pembelian dengan ppn\",\"kledo\",\"komponen jurnal pembelian\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/\",\"name\":\"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-06-15T07:58:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-15T07:58:38+00:00\",\"description\":\"Artikel ini menjelaskan dasar-dasar jurnal pembelian dengan PPN, mulai dari definisi, mekanisme PPN dalam transaksi pembelian dan contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"cara membuat jurnal pembelian dengan ppn banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN","description":"Artikel ini menjelaskan dasar-dasar jurnal pembelian dengan PPN, mulai dari definisi, mekanisme PPN dalam transaksi pembelian dan contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN","og_description":"Artikel ini menjelaskan dasar-dasar jurnal pembelian dengan PPN, mulai dari definisi, mekanisme PPN dalam transaksi pembelian dan contohnya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-06-15T07:58:30+00:00","article_modified_time":"2026-06-15T07:58:38+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN","datePublished":"2026-06-15T07:58:30+00:00","dateModified":"2026-06-15T07:58:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/"},"wordCount":1426,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp","keywords":["cara membuat jurnal akuntansi","jurnal pembelian","jurnal pembelian dengan ppn","kledo","komponen jurnal pembelian","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/","name":"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp","datePublished":"2026-06-15T07:58:30+00:00","dateModified":"2026-06-15T07:58:38+00:00","description":"Artikel ini menjelaskan dasar-dasar jurnal pembelian dengan PPN, mulai dari definisi, mekanisme PPN dalam transaksi pembelian dan contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"cara membuat jurnal pembelian dengan ppn banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-pembelian-dengan-ppn\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Membuat Jurnal Pembelian dengan PPN"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48724","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48724"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48724\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48812,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48724\/revisions\/48812"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48811"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48724"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48724"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48724"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}