{"id":49068,"date":"2026-07-01T14:09:11","date_gmt":"2026-07-01T07:09:11","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=49068"},"modified":"2026-07-01T14:22:06","modified_gmt":"2026-07-01T07:22:06","slug":"contoh-soal-rasio-likuiditas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/","title":{"rendered":"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio likuiditas adalah metrik untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial dengan aset lancar yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio ini membantu Anda mengetahui apakah kas yang dimiliki cukup untuk menutupi utang jangka pendek atau untuk kebutuhan seperti membayar supplier dan membeli peralatan baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan begitu, Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat, mengelola keuangan secara efektif, dan merencanakan pertumbuhan bisnis dengan lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas cara menghitung rasio likuiditas dan 6 contoh soal dengan tingkat kesulitan berbeda beserta jawabannya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menghitung Rasio Likuiditas?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-1.webp\" alt=\"contoh soal rasio likuiditas 1\" class=\"wp-image-49071\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam akuntansi, terdapat tiga rasio likuiditas yang paling umum digunakan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Rasio kas (<em>cash ratio<\/em>):<\/strong> mengukur kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancar menggunakan kas dan setara kas yang dimiliki.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio cepat (<em>quick ratio<\/em> atau <em>acid-test ratio<\/em>):<\/strong> mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban lancar dengan aset yang paling likuid, termasuk piutang, tetapi tidak memasukkan persediaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio lancar (<em>current ratio <\/em>atau <em>working capital ratio<\/em>):<\/strong> membandingkan seluruh aset lancar dengan kewajiban lancar untuk menilai kemampuan perusahaan memenuhi utang jangka pendeknya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut merupakan cara menghitung masing-masing rasio:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cash-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rasio kas<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio kas adalah perbandingan antara kas dan setara kas dengan kewajiban jangka pendek (liabilitas lancar) perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio ini menunjukkan apakah bisnis Anda mampu menutupi gaji karyawan, biaya operasional, dan pembayaran pinjaman selama satu tahun ke depan hanya dengan menggunakan kas yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio Kas = (Kas + Setara Kas) \u00f7 Kewajiban Lancar<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, sebuah perusahaan memiliki:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kas: Rp800 juta.<\/li>\n\n\n\n<li>Setara kas: Rp800 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Total: Rp1.6M<\/li>\n\n\n\n<li>Kewajiban lancar perusahaan: Rp400 juta<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio kas = Rp1,6 miliar \u00f7 Rp400 juta = 4,0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterangan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Rasio tinggi (di atas 1,0):<\/strong> perusahaan memiliki kas yang cukup untuk menutupi seluruh kewajiban lancarnya tanpa kesulitan. <\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio rendah (di bawah 1,0):<\/strong> perusahaan perlu meningkatkan arus kas, misalnya dengan mempercepat penagihan piutang atau meningkatkan penerimaan kas dari pelanggan. <\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio 1,0:<\/strong> perusahaan memiliki jumlah kas yang tepat untuk menutupi seluruh kewajiban lancarnya. Tidak ada kelebihan maupun kekurangan kas untuk memenuhi utang jangka pendek.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Rasio Cepat (<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/quick-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><em>Quick Ratio<\/em> <\/a>atau <em>Acid-Test Ratio<\/em>)<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-2.webp\" alt=\"contoh soal rasio likuiditas 2\" class=\"wp-image-49072\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio cepat adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dalam beberapa bulan ke depan tanpa harus menjual persediaan atau mengambil pinjaman baru. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama lainnya adalah <em>acid-test ratio<\/em> karena merupakan cara cepat untuk menilai kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Data yang dibutuhkan untuk menghitung rasio ini umumnya dapat ditemukan pada <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-neraca-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">neraca perusahaan.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio ini menunjukkan apakah kas, surat berharga, dan piutang usaha yang perusahaan miliki cukup untuk membayar gaji, tagihan, cicilan pinjaman, dan kebutuhan operasional lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Cara menghitung rasio cepat<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada dua metode yang bisa Anda gunakan untuk menghitung rasio cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Menjumlahkan aset likuid<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumus Rasio Cepat = (Kas + Surat Berharga + Piutang Usaha) \u00f7 Kewajiban Lancar<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Mengurangi aset lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumus rasio cepat: (Aset Lancar \u2212 Persediaan \u2212 Biaya Dibayar di Muka) \u00f7 Kewajiban Lancar<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua metode di atas bisa menghasilkan nilai rasio cepat yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh perhitungan rasio cepat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Katakanlah sebuah perusahaan memiliki:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kas: Rp480 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Surat berharga: Rp240 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Kewajiban lancar: Rp960 juta<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka perhitungannya adalah: (Rp480 juta + Rp240 juta) \u00f7 Rp960 juta = 0,75<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio cepat perusahaan adalah 0,75.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Berapa rasio cepat yang baik?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, rasio cepat yang ideal adalah <strong>1,0 atau lebih tinggi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>1,0:<\/strong> perusahaan memiliki Rp1 aset likuid untuk setiap Rp1 kewajiban jangka pendek.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>1,5:<\/strong> perusahaan memiliki Rp1,50 aset likuid untuk setiap Rp1 kewajiban jangka pendek.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Di bawah 1,0:<\/strong> perusahaan mungkin perlu meningkatkan arus kas agar dapat memenuhi kewajiban yang akan jatuh tempo dengan lebih nyaman.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>0,3:<\/strong> perusahaan hanya memiliki Rp0,30 aset likuid untuk setiap Rp1 kewajiban jangka pendek.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio cepat yang berada di atas 1,0 umumnya menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kondisi likuiditas jangka pendek yang sehat dan mampu memenuhi kewajibannya tanpa bergantung pada penjualan persediaan atau pendanaan tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-rasio-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Berbagai Jenis Rumus Rasio Keuangan dalam Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/current-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rasio lancar (<em>current ratio<\/em>)<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio lancar adalah perbandingan antara aset lancar dan kewajiban lancar perusahaan. Rasio ini menunjukkan apakah perusahaan memiliki modal kerja yang cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban jangka pendek selama 12 bulan ke depan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama lain aset ini adalah working capital ratio (rasio modal kerja) karena mengukur hubungan antara aset yang dimiliki dan kewajiban yang harus dibayar dalam jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rumus:<\/strong> <strong>Aset Lancar \u00f7 Kewajiban Lancar = Rasio Lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Keterangan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kewajiban-lancar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kewajiban lancar<\/a> mencakup seluruh utang dan kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu maksimal 12 bulan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Utang usaha<\/li>\n\n\n\n<li>Gaji yang masih harus dibayar<\/li>\n\n\n\n<li>Pajak pertambahan nilai (PPN) terutang<\/li>\n\n\n\n<li>Pajak penghasilan yang masih harus dibayar<\/li>\n\n\n\n<li>Pinjaman jangka pendek<\/li>\n\n\n\n<li>Tagihan operasional lainnya<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh perhitungan rasio lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya sebuah perusahaan memiliki:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Persediaan: Rp400 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Kas: Rp480 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang usaha: Rp160 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya dibayar di muka: Rp80 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Investasi jangka pendek: Rp32 juta<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total aset lancar: <strong>Rp400 juta + Rp480 juta + Rp160 juta + Rp80 juta + Rp32 juta = Rp1,152 miliar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, lihat total kewajiban lancar pada neraca yang terdiri atas utang usaha, gaji yang masih harus dibayar, pajak, dan pinjaman jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kewajiban lancar sebesar <strong>Rp1,6 miliar<\/strong>, maka: <strong>Rp1,152 miliar \u00f7 Rp1,6 miliar = 0,72<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio lancar = <strong>0,72<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin kecil kewajiban lancar dibandingkan aset lancar, semakin tinggi nilai rasio lancar. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang lebih baik untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Berapa rasio lancar yang baik?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rasio lancar antara 1,5 hingga 2,0<\/strong> umumnya dianggap menunjukkan kondisi keuangan yang sehat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut interpretasinya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Di bawah 1,0:<\/strong> perusahaan berpotensi mengalami kesulitan memenuhi kewajiban jangka pendek. Kondisi ini dapat diperbaiki dengan meningkatkan aset lancar atau mengurangi kewajiban.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>1,0\u20131,5:<\/strong> perusahaan masih mampu memenuhi kewajibannya, tetapi memiliki ruang yang terbatas jika terjadi penurunan penjualan atau peningkatan pengeluaran.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>1,5\u20132,0:<\/strong> merupakan kisaran yang sehat karena perusahaan memiliki cadangan aset lancar yang memadai untuk menghadapi kebutuhan operasional maupun pengeluaran tak terduga.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Di atas 3,0:<\/strong> perusahaan mungkin memiliki terlalu banyak kas atau aset lancar yang menganggur. Dana tersebut dapat dipertimbangkan untuk diinvestasikan kembali agar menghasilkan keuntungan yang lebih optimal.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya, rasio lancar yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan perlu meningkatkan likuiditas, baik dengan menambah aset lancar, mempercepat penerimaan kas, maupun mengurangi pengeluaran dan kewajiban jangka pendek.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 3\" class=\"wp-image-37163\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rasio-cakupan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rasio Cakupan dalam Rasio Keuangan: Pengertian dan Berbagai Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Soal Rasio Likuiditas<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Soal 1<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah Neraca PT Mahestra per 31 Desember 2025.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th><strong>Aset Lancar<\/strong><\/th><th><strong>Jumlah (Rp)<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kas<\/td><td>180.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Setara Kas<\/td><td>70.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Investasi Jangka Pendek<\/td><td>50.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Piutang Usaha<\/td><td>220.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Persediaan<\/td><td>310.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya Dibayar di Muka<\/td><td>20.000.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total Aset Lancar<\/strong><\/td><td><strong>850.000.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th><strong>Kewajiban Lancar<\/strong><\/th><th><strong>Jumlah (Rp)<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Utang Usaha<\/td><td>250.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Gaji<\/td><td>40.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Pajak<\/td><td>60.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pinjaman Jangka Pendek<\/td><td>150.000.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total Kewajiban Lancar<\/strong><\/td><td><strong>500.000.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertanyaan<\/strong>: Berdasarkan data di atas, hitunglah rasio kas, rasio cepat, dan rasio lancarnya!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jawaban:<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Cash Ratio<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= (Kas + Setara Kas) \u00f7 Kewajiban Lancar<br>= (Rp180.000.000 + Rp70.000.000) \u00f7 Rp500.000.000<br>= 0,50<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Quick Ratio<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= (Kas + Setara Kas + Investasi Jangka Pendek + Piutang Usaha) \u00f7 Kewajiban Lancar<br>= (Rp180.000.000 + Rp70.000.000 + Rp50.000.000 + Rp220.000.000) \u00f7 Rp500.000.000<br>= Rp520.000.000 \u00f7 Rp500.000.000<br>= 1,04<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Current Ratio<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Total Aset Lancar \u00f7 Kewajiban Lancar<br>= Rp850.000.000 \u00f7 Rp500.000.000<br>= 1,70<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Soal 2<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah Neraca PT Sentosa Motor Indonesia per 31 Desember 2025.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th><strong>Liabilitas dan Ekuitas<\/strong><\/th><th><strong>Jumlah (Rp)<\/strong><\/th><th><strong>Aset<\/strong><\/th><th><strong>Jumlah (Rp)<\/strong><\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Modal Saham<\/td><td>800.000.000<\/td><td>Mesin dan Peralatan<\/td><td>500.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Cadangan Modal<\/td><td>150.000.000<\/td><td>Tanah dan Bangunan<\/td><td>450.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pinjaman Bank Jangka Panjang<\/td><td>500.000.000<\/td><td>Peralatan Kantor<\/td><td>100.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Usaha<\/td><td>250.000.000<\/td><td>Persediaan<\/td><td>300.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Bank Jangka Pendek<\/td><td>150.000.000<\/td><td>Piutang Usaha<\/td><td>280.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Pajak<\/td><td>120.000.000<\/td><td>Investasi Jangka Pendek<\/td><td>120.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Cadangan Pajak<\/td><td>80.000.000<\/td><td>Kas<\/td><td>300.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Saldo Laba<\/td><td>150.000.000<\/td><td><\/td><td><\/td><\/tr><tr><td><strong>Total<\/strong><\/td><td><strong>2.200.000.000<\/strong><\/td><td><strong>Total<\/strong><\/td><td><strong>2.200.000.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan: Berdasarkan data neraca di atas, hitunglah rasio lancar dan rasio cepatnya!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jawaban:<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>a. Current Ratio<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aset Lancar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kas = Rp300.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Investasi Jangka Pendek = Rp120.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang Usaha = Rp280.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Persediaan = Rp300.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total Aset Lancar = Rp1.000.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kewajiban Lancar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Utang Usaha = Rp250.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Utang Bank Jangka Pendek = Rp150.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Utang Pajak = Rp120.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Cadangan Pajak = Rp80.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total Kewajiban Lancar = Rp600.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Current Ratio = Rp1.000.000.000 \u00f7 Rp600.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= <strong>1,67 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>b. Quick Ratio<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quick Assets: Kas + Investasi Jangka Pendek + Piutang Usaha<br>= Rp300.000.000 + Rp120.000.000 + Rp280.000.000<br>= <strong>Rp700.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quick Ratio = Rp700.000.000 \u00f7 Rp600.000.000 = <strong>1,17 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-likuiditas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Analisis Likuiditas: Cara Ukur, Jenis, Rumus, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Soal 3<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut merupakan neraca CV Prima Elektronik<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aset Lancar<\/th><th>Jumlah (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kas<\/td><td>120.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Setara Kas<\/td><td>30.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Investasi Jangka Pendek<\/td><td>50.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Piutang Usaha<\/td><td>210.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Persediaan<\/td><td>290.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya Dibayar di Muka<\/td><td>25.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kewajiban Lancar<\/th><th>Jumlah (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Utang Usaha<\/td><td>180.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Pajak<\/td><td>60.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Gaji<\/td><td>50.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pinjaman Jangka Pendek<\/td><td>90.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertanyaan: <\/strong>Hitunglah current ratio, Quick Ratio, dan kemudian jelaskan apakah kondisi likuiditas perusahaan tergolong baik!<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jawaban <\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Current Ratio<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total Aset Lancar = Rp120.000.000 + Rp30.000.000 + Rp50.000.000 + Rp210.000.000 + Rp290.000.000 + Rp25.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total Aset Lancar = <strong>Rp725.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Current Ratio = Rp725.000.000 \u00f7 Rp380.000.000<br>= <strong>1,91 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Quick Ratio<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quick Assets = Kas + Setara Kas + Investasi Jangka Pendek + Piutang Usaha<br>Quick Assets = Rp120.000.000 + Rp30.000.000 + Rp50.000.000 + Rp210.000.000 = <strong>Rp410.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quick Ratio = Rp410.000.000 \u00f7 Rp380.000.000 = <strong>1,08 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Interpretasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Current ratio sebesar 1,91 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki aset lancar sebesar Rp1,91 untuk setiap Rp1 kewajiban lancar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quick ratio sebesar 1,08 menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu melunasi seluruh kewajiban jangka pendek meskipun persediaan tidak diperhitungkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara keseluruhan, kondisi likuiditas perusahaan tergolong baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Soal 4<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-3.webp\" alt=\"contoh soal rasio likuiditas 3\n\" class=\"wp-image-49073\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut merupakan neraca PT Sukses Bersama<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aset Lancar<\/th><th>Jumlah (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kas<\/td><td>90.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Setara Kas<\/td><td>35.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Piutang Usaha<\/td><td>180.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Investasi Jangka Pendek<\/td><td>45.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Persediaan<\/td><td>250.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya Dibayar di Muka<\/td><td>15.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kewajiban Lancar<\/th><th>Jumlah (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Utang Usaha<\/td><td>170.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Pajak<\/td><td>30.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Gaji<\/td><td>40.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pinjaman Jangka Pendek<\/td><td>130.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertanyaan: <\/strong>Berapa current ratio dan quick ratio? Apakah perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya?<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jawaban<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, hitung aset lancar dan kewajiban lancar dulu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Aset Lancar <\/strong>= Kas + Setara Kas + Piutang Usaha + Investasi Jangka Pendek + Persediaan + Biaya Dibayar di Muka<br><strong>Aset Lancar<\/strong> = Rp90 juta + Rp35 juta + Rp180 juta + Rp45 juta + Rp250juta + Rp15 juta<br><strong>Total = <\/strong>Rp615 juta<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kewajiban lancar <\/strong>= Utang Usaha + Utang Pajak + Utang Gaji + Pinjaman Jangka Pendek<br><strong>Kewajiban lancar <\/strong>= Rp170 juta + Rp30 juta + Rp40 juta + Rp130 juta<br><strong>Total kewajiban lancar =<\/strong> Rp370 juta<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sini, Anda bisa menghitung Current Ratio dan Quick Ratio<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Current Ratio<\/strong> = Rp615.000.000 \u00f7 Rp370.000.000 = <strong>1,66 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Quick Ratio = <\/strong>Quick Asset \u00f7 Total kewajiban lancar<br>= (Rp90.000.000 + Rp35.000.000 + Rp180.000.000 + Rp45.000.000)  \u00f7 Rp370.000.000<br>= <strong>Rp350.000.000<\/strong>  \u00f7 Rp370.000.000<br>= 0,95 kali<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Interpretasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Current ratio<\/em> menunjukkan kondisi yang cukup sehat karena aset lancar jauh lebih besar dibandingkan kewajiban lancar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, quick ratio berada di bawah 1. Hal ini berarti perusahaan masih bergantung pada penjualan persediaan untuk melunasi seluruh kewajiban jangka pendeknya. Jika persediaan sulit dijual, perusahaan berpotensi mengalami kesulitan likuiditas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/solvabilitas-dan-likuiditas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Solvabilitas dan Likuiditas: Pengertian dan Perbedaanya dalam Keuangan Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Soal 5<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT Gemilang Karya memiliki informasi keuangan berikut.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kas: Rp170.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Setara kas: Rp80.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang usaha: Rp260.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Investasi jangka pendek: Rp90.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Persediaan: Rp360.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya dibayar di muka: Rp40.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Utang usaha: Rp210.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Utang gaji: Rp60.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Utang pajak: Rp50.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Pinjaman bank jangka pendek: Rp220.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertanyaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tentukan total aset lancar.<\/li>\n\n\n\n<li>Tentukan total kewajiban lancar.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung cash ratio.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung quick ratio.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung current ratio.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jawaban<\/h4>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">a. Total Aset Lancar<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp170.000.000 + Rp80.000.000 + Rp260.000.000 + Rp90.000.000 + Rp360.000.000 + Rp40.000.000<br>= Rp1.000.000.000<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">b. Total Kewajiban Lancar<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp210.000.000 + Rp60.000.000 + Rp50.000.000 + Rp220.000.000<br>= <strong>Rp540.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">c. Cash Ratio<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= (Kas + Setara Kas) \u00f7 Kewajiban Lancar<br>= (Rp170.000.000 + Rp80.000.000) \u00f7 Rp540.000.000<br>= <strong>0,46 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">d. Quick Ratio<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= (Kas + Setara Kas + Investasi Jangka Pendek + Piutang Usaha) \u00f7 Kewajiban Lancar<br>= (Rp170.000.000 + Rp80.000.000 + Rp90.000.000 + Rp260.000.000) \u00f7 Rp540.000.000 <br>= Rp600.000.000 \u00f7 Rp540.000.000 <br>= <strong>1,11 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">e. Current Ratio<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp1.000.000.000 \u00f7 Rp540.000.000<br>= <strong>1,85 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Interpretasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Cash ratio sebesar <strong>0,46<\/strong> menunjukkan kas yang dimiliki belum cukup untuk langsung melunasi seluruh kewajiban lancar.<\/li>\n\n\n\n<li>Quick ratio sebesar <strong>1,11<\/strong> menunjukkan perusahaan tetap mampu memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset yang paling likuid.<\/li>\n\n\n\n<li>Current ratio sebesar <strong>1,85<\/strong> menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan sangat baik karena memiliki aset lancar hampir dua kali lebih besar dibandingkan kewajiban lancarnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/perencanaan-likuiditas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Perencanaan Likuiditas: Pengertian, Cara Membuat, dan Tantangannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Soal 6<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut merupakan neraca CV Mega Sejahtera per 31 Desember 2025<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Jumlah (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Bangunan<\/td><td>800.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Kas<\/td><td>220.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Usaha<\/td><td>260.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Peralatan<\/td><td>350.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Piutang Usaha<\/td><td>180.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Modal Pemilik<\/td><td>1.400.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Persediaan<\/td><td>340.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Investasi Jangka Pendek<\/td><td>110.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Pajak<\/td><td>70.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Setara Kas<\/td><td>80.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Kendaraan<\/td><td>250.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pinjaman Jangka Pendek<\/td><td>200.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya Dibayar di Muka<\/td><td>40.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Saldo Laba<\/td><td>440.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Gaji<\/td><td>60.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertanyaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Identifikasi seluruh akun yang termasuk aset lancar dan kewajiban lancar.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung total aset lancar.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung total kewajiban lancar.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung cash ratio.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung quick ratio.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung current ratio.<\/li>\n\n\n\n<li>Jelaskan apakah perusahaan memiliki likuiditas yang baik berdasarkan ketiga rasio tersebut.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jawaban<\/h4>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">Langkah 1. Kelompokkan akun<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Aset Lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Jumlah (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kas<\/td><td>220.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Setara Kas<\/td><td>80.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Investasi Jangka Pendek<\/td><td>110.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Piutang Usaha<\/td><td>180.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Persediaan<\/td><td>340.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya Dibayar di Muka<\/td><td>40.000.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total Aset Lancar<\/strong><\/td><td><strong>Rp970.000.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kewajiban Lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Jumlah (Rp)<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Utang Usaha<\/td><td>260.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Pajak<\/td><td>70.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pinjaman Jangka Pendek<\/td><td>200.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Utang Gaji<\/td><td>60.000.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total Kewajiban Lancar<\/strong><\/td><td><strong> Rp590.000.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">Langkah 2. Hitung Cash Ratio<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rumus: Cash Ratio = (Kas + Setara Kas) \u00f7 Kewajiban Lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungan:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= (Rp220.000.000 + Rp80.000.000) \u00f7 Rp590.000.000<br>= Rp300.000.000 \u00f7 Rp590.000.000<br>= <strong>0,51 kali<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Interpretasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan hanya memiliki kas dan setara kas sebesar Rp0,51 untuk setiap Rp1 kewajiban lancar. Artinya, kas yang tersedia belum cukup untuk melunasi seluruh kewajiban jangka pendek tanpa mengandalkan aset lancar lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">Langkah 3. Hitung Quick Ratio<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rumus:<\/strong> Quick Ratio = (Kas + Setara Kas + Investasi Jangka Pendek + Piutang Usaha) \u00f7 Kewajiban Lancar<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perhitungan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= (Rp220.000.000 + Rp80.000.000 + Rp110.000.000 + Rp180.000.000) \u00f7 Rp590.000.000<br>= Rp590.000.000 \u00f7 Rp590.000.000<br>= 1,00 kali<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Interpretasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Quick ratio sebesar 1,00 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki aset likuid yang cukup untuk menutupi seluruh kewajiban lancarnya tanpa harus menjual persediaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Current Ratio = Total Aset Lancar \u00f7 Kewajiban Lancar<br>Current Ratio = Rp970.000.000 \u00f7 Rp590.000.000 = 1,64 kali<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Interpretasi:<\/strong> Current ratio sebesar 1,64 berarti perusahaan memiliki aset lancar sebesar Rp1,64 untuk setiap Rp1 kewajiban lancar. Nilai ini berada dalam kisaran yang sehat (sekitar 1,5\u20132,0), sehingga menunjukkan perusahaan memiliki kemampuan yang baik untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Rasio<\/th><th>Hasil<\/th><th>Interpretasi<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td><strong>Cash Ratio<\/strong><\/td><td><strong>0,51 kali<\/strong><\/td><td>Kas dan setara kas belum cukup untuk melunasi seluruh kewajiban lancar.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Quick Ratio<\/strong><\/td><td><strong>1,00 kali<\/strong><\/td><td>Aset yang paling likuid cukup untuk menutupi seluruh kewajiban lancar tanpa menjual persediaan.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Current Ratio<\/strong><\/td><td><strong>1,64 kali<\/strong><\/td><td>Likuiditas perusahaan tergolong sehat karena aset lancar lebih besar daripada kewajiban lancar.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun kas yang dimiliki belum mencukupi untuk membayar seluruh kewajiban jangka pendek, perusahaan tetap memiliki kondisi likuiditas yang baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini terlihat dari quick ratio yang mencapai 1,00 dan current ratio sebesar 1,64, yang menunjukkan perusahaan mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan memanfaatkan aset lancar yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manajemen-likuiditas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Manajemen Likuiditas: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Tips Mengelolanya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami cara menghitung rasio likuiditas melalui berbagai contoh soal akan membantu Anda menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, dalam praktiknya, perhitungan rasio tidak cukup dilakukan sekali saja. Bisnis perlu memantau rasio likuiditas secara berkala agar dapat mendeteksi potensi masalah arus kas sejak dini dan mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar proses tersebut lebih mudah, Anda dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi <\/a>seperti Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pencatatan transaksi yang otomatis dan laporan keuangan yang tersusun secara real-time, Kledo membantu Anda memperoleh data yang akurat untuk menghitung berbagai rasio keuangan, termasuk cash ratio, quick ratio, dan current ratio, tanpa harus menyusun laporan secara manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui fitur laporan neraca, laporan laba rugi, hingga dashboard keuangan, Kledo memungkinkan Anda memantau kondisi likuiditas bisnis kapan saja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat untuk menjaga kesehatan keuangan serta mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ingin merasakan kemudahannya, Anda dapat<a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> mencoba Kledo secara gratis <\/a>dan mengelola pembukuan serta analisis keuangan bisnis dengan lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rasio likuiditas adalah metrik untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial dengan aset lancar yang tersedia. Rasio ini membantu Anda mengetahui apakah kas yang dimiliki cukup untuk menutupi utang jangka pendek atau untuk kebutuhan seperti membayar supplier dan membeli peralatan baru. Dengan begitu, Anda bisa membuat keputusan yang lebih tepat, mengelola keuangan secara efektif, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":49151,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[17704,105,17707,17708,1462,1134],"class_list":["post-49068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-contoh-soal-rasio-likuiditas","tag-kledo","tag-rasio-cepat","tag-rasio-kas","tag-rasio-likuiditas","tag-software-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini akan membahas cara menghitung rasio likuiditas dan 6 contoh soal dengan tingkat kesulitan berbeda beserta jawabannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini akan membahas cara menghitung rasio likuiditas dan 6 contoh soal dengan tingkat kesulitan berbeda beserta jawabannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-01T07:09:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-01T07:22:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"15 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya\",\"datePublished\":\"2026-07-01T07:09:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-01T07:22:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/\"},\"wordCount\":2245,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp\",\"keywords\":[\"contoh soal rasio likuiditas\",\"kledo\",\"rasio cepat\",\"rasio kas\",\"rasio likuiditas\",\"software akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/\",\"name\":\"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-01T07:09:11+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-01T07:22:06+00:00\",\"description\":\"Artikel ini akan membahas cara menghitung rasio likuiditas dan 6 contoh soal dengan tingkat kesulitan berbeda beserta jawabannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-soal-rasio-likuiditas\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya - Kledo Blog","description":"Artikel ini akan membahas cara menghitung rasio likuiditas dan 6 contoh soal dengan tingkat kesulitan berbeda beserta jawabannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya - Kledo Blog","og_description":"Artikel ini akan membahas cara menghitung rasio likuiditas dan 6 contoh soal dengan tingkat kesulitan berbeda beserta jawabannya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-07-01T07:09:11+00:00","article_modified_time":"2026-07-01T07:22:06+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"15 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya","datePublished":"2026-07-01T07:09:11+00:00","dateModified":"2026-07-01T07:22:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/"},"wordCount":2245,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp","keywords":["contoh soal rasio likuiditas","kledo","rasio cepat","rasio kas","rasio likuiditas","software akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/","name":"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp","datePublished":"2026-07-01T07:09:11+00:00","dateModified":"2026-07-01T07:22:06+00:00","description":"Artikel ini akan membahas cara menghitung rasio likuiditas dan 6 contoh soal dengan tingkat kesulitan berbeda beserta jawabannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/contoh-soal-rasio-likuiditas-banner.webp","width":1200,"height":600},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-soal-rasio-likuiditas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"6 Contoh Soal Rasio Likuiditas dan Jawabannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49068"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49068\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49160,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49068\/revisions\/49160"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49151"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}