{"id":49237,"date":"2026-07-07T16:32:39","date_gmt":"2026-07-07T09:32:39","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=49237"},"modified":"2026-07-07T16:32:47","modified_gmt":"2026-07-07T09:32:47","slug":"preventive-maintenance","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/","title":{"rendered":"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeliharaan preventif (<em>preventive maintenance <\/em>atau PM) adalah proses memeriksa, menservis, dan merawat peralatan secara rutin untuk mencegah kerusakan atau gangguan tak terduga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak perusahaan menganggap <em>preventive maintenance<\/em> menambah-nambah <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-operasional-pada-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">biaya operasional.<\/a> Padahal, pemeliharaan preventif justru bisa membantu perusahaan mencegah <em>downtime <\/em>dan mendorong pertumbuhan bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Justru, penelitian membuktikan bahwa perusahaan manufaktur yang mengandalkan PM mengalami<em> downtime<\/em> <a href=\"https:\/\/pmc.ncbi.nlm.nih.gov\/articles\/PMC9890517\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">52,7% lebih rendah<\/a> daripada mereka yang menggunakan pendekatan pemeliharaan reaktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas apa itu <em>preventive maintenance,<\/em> keunggulan dan tantangan menerapkannya, jenis-jenis, hingga langkah-langkahnya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu <em>Preventive Maintenance?<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Preventive maintenance<\/em> (PM) adalah pendekatan pemeliharaan yang bersifat proaktif untuk membantu mencegah kerusakan peralatan yang tidak terduga. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PM termasuk dalam jenis <em>planned maintenance <\/em>(pemeliharaan terencana) dan merupakan salah satu kunci pengelolaan fasilitas yang efektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PM mencakup berbagai aktivitas pemeliharaan rutin yang tujuannya adalah mencegah peralatan mengalami kerusakan atau downtime mendadak, sehingga perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya perbaikan yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh kegiatan PM antara lain membersihkan dan melumasi mesin, melakukan perbaikan pada aset penting, hingga mengganti komponen yang sudah aus sebelum rusak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PM juga dapat mencakup pemeliharaan fasilitas produksi secara keseluruhan meliputi inspeksi rutin terhadap sistem HVAC (pemanas, ventilasi, dan pendingin udara), sistem kelistrikan, serta sistem pencahayaan untuk memastikan seluruh fasilitas tetap beroperasi secara optimal.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 2\" class=\"wp-image-37162\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/biaya-pemeliharaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Biaya Pemeliharaan: Contoh, Cara Hitung, dan Jurnalnya dalam Akuntansi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Keunggulan Menjalankan <em>Preventive Maintenance<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan yang melakukan pemeliharaan preventif bisa mendapat berbagai keunggulan seperti meningkatkan keselamatan kerja hingga menghemat konsumsi energi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Meningkatkan keselamatan kerja<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melakukan pemeliharaan aset secara rutin dapat mencegah kegagalan fungsi yang berpotensi membahayakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, meminimalisir risiko kecelakaan kerja sekaligus mengurangi potensi tuntutan hukum akibat cedera di tempat kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Memperpanjang umur pakai peralatan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Peralatan yang dirawat sesuai rekomendasi pabrikan akan memiliki umur pakai yang lebih panjang. Sebaliknya, komponen yang dibiarkan aus atau rusak dapat mempercepat penurunan kondisi mesin dan menyebabkan biaya perbaikan atau penggantian yang jauh lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Meningkatkan produktivitas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeliharaan peralatan yang buruk bisa menyebabkan penurunan performa mesin dan <em>downtime <\/em>tidak terencana. <em>Downtime <\/em>sendiri bisa mengakibatkan perusahaan kehilangan produktivitas dan efisiensi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menerapkan pemeliharaan preventif, perusahaan bisa mencegah hal-hal ini sehinggan produktivitas meningkatkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengurangi biaya operasional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melakukan pemeliharaan rutin itu jauh lebih murah daripada menjalankan peralatan sampai rusak sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini karena saat peralatan rusak tanpa direncanakan, perusahaan perlu melakukan perbaikan darurat yang memakan biaya dan waktu, serta menghilangkan produktivitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Menghemat konsumsi energi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeliharaan preventif juga memberikan manfaat dari sisi efisiensi energi. Peralatan listrik yang tidak terawat umumnya mengonsumsi energi lebih besar daripada peralatan yang berfungsi dengan baik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibatnya, perusahaan tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga dapat menekan biaya tagihan listrik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/mro-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">MRO Adalah: Tujuan, Komponen dan Cara Melakukannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tantangan dalam Melakukan <em>Preventive Maintenance<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-1.webp\" alt=\"preventive maintenance 1\" class=\"wp-image-49239\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun memiliki banyak manfaat, penerapan pemeliharaan preventif juga memiliki beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Membutuhkan anggaran yang tidak sedikit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak perusahaan kecil yang menganggap penerapan sistem pemeliharaan preventif mahal karena mereka harus berinvestasi pada software pemeliharaan, pelatihan, atau bahkan tenaga ahli dari pihak eksternal. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Memerlukan sumber daya tambahan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelaksanaan <em>preventive maintenance <\/em>sering kali membutuhkan tambahan tenaga kerja, ketersediaan suku cadang, serta waktu khusus untuk melakukan inspeksi dan perawatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, beberapa perusahaan memilih memprioritaskan pemeliharaan hanya pada aset yang paling penting bagi operasional bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Memakan waktu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inspeksi dan perawatan rutin, terutama pada peralatan yang kompleks, dapat menjadi proses yang cukup memakan waktu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibatnya, sebagian perusahaan terkadang menunda atau bahkan melewatkan beberapa jadwal inspeksi rutin, yang justru dapat meningkatkan risiko kerusakan di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pengelolaan jadwal yang kompleks<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengatur jadwal <em>preventive maintenance<\/em> menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi perusahaan yang memiliki ratusan hingga ribuan aset. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa sistem yang terorganisasi, perusahaan berisiko melewatkan jadwal inspeksi atau perawatan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan ini dapat diatasi dengan menggunakan software manajemen pemeliharaan yang mampu mengotomatisasi penjadwalan, memberikan pengingat, serta mencatat riwayat pemeliharaan setiap aset sehingga seluruh proses menjadi lebih terstruktur dan mudah dipantau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/total-productive-maintenance-tpm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Total Productive Maintenance (TPM): Pengertian, Elemen, dan Implementasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-Jenis<em> Preventive Maintenance<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-2.webp\" alt=\"preventive maintenance 2\" class=\"wp-image-49240\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada dasarnya, semua aktivitas pemeliharaan yang dilakukan untuk <strong>mencegah<\/strong> kerusakan, bukan sebagai respons terhadap kerusakan yang sudah terjadi (reactive maintenance), termasuk ke dalam <em>preventive maintenance. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ppreventive maintenance sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis sesuai karakteristik aset, industri, dan kebutuhan operasional perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. <em>Time-Based Maintenance <\/em>(Pemeliharaan Berdasarkan Waktu)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah jenis pemeliharaan preventif yang dilakukan berdasarkan jadwal waktu tertentu, tanpa mempertimbangkan seberapa sering aset digunakan atau bagaimana kondisinya saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, servis mesin setiap satu bulan sekali, setiap enam bulan, atau setiap satu tahun sesuai rekomendasi pabrikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis pemeliharaan ini paling efektif untuk aset yang wajib memenuhi standar keselamatan maupun regulasi, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning)<\/li>\n\n\n\n<li>Sistem proteksi kebakaran<\/li>\n\n\n\n<li>Peralatan pengolahan makanan<\/li>\n\n\n\n<li>Lift dan eskalator<\/li>\n\n\n\n<li>Genset<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan membuat jadwal pemeliharaan bulanan atau tahunan, perusahaan dapat memastikan seluruh inspeksi dan pembersihan tepat waktu sehingga mengurangi risiko kerusakan maupun pelanggaran standar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengganti filter AC setiap tiga bulan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menguji sistem alarm kebakaran setiap bulan.<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan kalibrasi alat laboratorium setiap tahun.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <em>Usage-Based Maintenance<\/em> (Pemeliharaan Berdasarkan Penggunaan)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada <em>usage-based maintenance,<\/em> jadwal pemeliharaan ditentukan berdasarkan tingkat penggunaan aset, yaitu setelah aset mencapai batas penggunaan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini cocok untuk aset yang tingkat keausannya sangat dipengaruhi oleh intensitas penggunaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengganti oli kendaraan setiap 10.000 km.<\/li>\n\n\n\n<li>Melakukan servis mesin setelah beroperasi selama 1.000 jam.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengganti mata pisau mesin setelah memotong 100.000 produk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jenis pemeliharaan ini banyak digunakan pada armada kendaraan, mesin produksi, alat berat, hingga peralatan konstruksi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <em>Condition-Based Maintenance <\/em>(CBM)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Condition-Based Maintenance (CBM<\/em>) adalah pemeliharaan preventif berdasarkan kondisi aktual aset.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan memantau kondisi mesin secara terus-menerus menggunakan sensor atau teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi tanda-tanda awal kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Parameter yang biasanya dipantau meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Suhu mesin<\/li>\n\n\n\n<li>Getaran<\/li>\n\n\n\n<li>Tekanan<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkat kebisingan<\/li>\n\n\n\n<li>Kelembapan<\/li>\n\n\n\n<li>Konsumsi energi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, sensor inframerah mendeteksi bahwa suhu motor listrik meningkat di atas batas normal. Berdasarkan data tersebut, tim pemeliharaan dapat segera melakukan pemeriksaan sebelum mesin mengalami kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan<em> time-based maintenance, <\/em>CBM tidak memiliki jadwal tetap. Pemeliharaan hanya dilakukan ketika indikator kondisi menunjukkan adanya potensi masalah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. <em>Predictive Maintenance<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Predictive maintenance <\/em>merupakan pengembangan dari <em>condition-based maintenance.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain memanfaatkan sensor untuk memantau kondisi mesin, pendekatan ini menggunakan <em>machine learning<\/em>, analitik data, dan AI untuk memprediksi kapan suatu komponen kemungkinan akan mengalami kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, perusahaan dapat melakukan pemeliharaan tepat sebelum terjadi kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa manfaat <em>predictive maintenance<\/em> antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengurangi <em>downtime<\/em> yang tidak terencana.<\/li>\n\n\n\n<li>Menekan biaya pemeliharaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengoptimalkan penggunaan suku cadang.<\/li>\n\n\n\n<li>Memperpanjang umur aset.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan ini paling cocok untuk industri yang biaya <em>downtime<\/em>-nya sangat tinggi, seperti manufaktur, energi, minyak dan gas, serta pertambangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, implementasi <em>predictive maintenance<\/em> memerlukan investasi pada sensor, sistem analitik, serta data historis yang memadai agar prediksi yang dihasilkan akurat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Jenis preventive maintenance<\/th><th>Contoh<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Time-based maintenance<\/td><td>Servis AC setiap 3 bulan, pemeriksaan alarm kebakaran setiap bulan.<\/td><\/tr><tr><td>Usage-based maintenance<\/td><td>Ganti oli kendaraan setiap 10.000 km atau servis mesin setiap 1.000 jam operasi.<\/td><\/tr><tr><td>Condition-based maintenance<\/td><td>Mengganti bearing ketika sensor getaran menunjukkan tingkat getaran melebihi batas normal.<\/td><\/tr><tr><td>Predictive maintenance<\/td><td>AI memprediksi motor listrik akan rusak dalam 20 hari sehingga teknisi menjadwalkan penggantian komponen sebelum terjadi kegagalan.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-mengurangi-downtime\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">7 Strategi Mengurangi Downtime Dalam Bisnis Manfaktur<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Langkah-Langkah Melakukan <em>Preventive Maintenance<\/em><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-3.webp\" alt=\"preventive maintenance 3\" class=\"wp-image-49241\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini adalah langkah melakukan<em> preventive maintenance<\/em> yang bisa Anda ikuti:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Identifikasi seluruh aset<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dengan membuat daftar semua mesin, peralatan, dan aset yang memerlukan pemeliharaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inventaris aset yang lengkap akan memudahkan perusahaan dalam mengatur, memantau, dan menentukan prioritas pekerjaan pemeliharaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tentukan kebutuhan pemeliharaan setiap aset<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk setiap aset, identifikasi jenis pemeliharaan yang diperlukan. Gunakan rekomendasi pabrikan, buku manual, serta riwayat kerusakan sebagai acuan untuk menentukan prosedur dan frekuensi perawatan yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Nilai tingkat kritis aset<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prioritaskan aset berdasarkan pengaruhnya terhadap operasional bisnis. Mesin yang sangat penting bagi produktivitas atau keselamatan kerja sebaiknya mendapatkan jadwal <em>preventive maintenance <\/em>yang lebih sering dibandingkan aset yang kurang kritis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Tetapkan interval pemeliharaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentukan kapan pemeliharaan harus dilakukan, baik berdasarkan waktu maupun tingkat penggunaan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Berdasarkan waktu:<\/strong> harian, mingguan, bulanan, atau tahunan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berdasarkan penggunaan:<\/strong> misalnya setiap 1.000 jam operasi atau setelah sejumlah siklus produksi tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesuaikan inteval ini dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing aset.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Buat prosedur pemeliharaan yang rinci<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Susun prosedur kerja yang jelas untuk setiap aktivitas pemeliharaan. Prosedur tersebut sebaiknya mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Langkah-langkah pekerjaan secara detail.<\/li>\n\n\n\n<li>Peralatan dan suku cadang yang diperlukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Standar keselamatan kerja.<\/li>\n\n\n\n<li>Checklist pemeriksaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumentasi yang baik membantu memastikan pekerjaan dilakukan secara konsisten dan efektif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Latih tim pemeliharaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan teknisi dan staf pemeliharaan memahami prosedur kerja. Lakukan pelatihan secara berkala untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan efektivitas pelaksanaan pemeliharaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Pantau dan lakukan penyesuaian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pantau <em>preventive maintenance <\/em>terus-menerus dengan data seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Frekuensi kerusakan mesin.<\/li>\n\n\n\n<li><em>Downtime.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Biaya pemeliharaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kinerja teknisi.<\/li>\n\n\n\n<li>Umur pakai komponen.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan data tersebut untuk menemukan masalah, mengevaluasi efektivitas jadwal, dan melakukan perbaikan bila perlu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Tinjau dan perbarui jadwal secara berkala<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadwal <em>preventive maintenance<\/em> tidak bersifat permanen. Seiring perubahan kondisi mesin, beban produksi, atau kebutuhan bisnis, perusahaan perlu meninjau dan memperbarui jadwal pemeliharaan secara rutin. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan begitu, program pemeliharaan akan tetap relevan, efisien, dan mampu menjaga keandalan aset dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui penjadwalan<em> preventive maintenance<\/em> yang terstruktur, perusahaan dapat mengurangi downtime, mengendalikan biaya perbaikan, meningkatkan keselamatan kerja, dan memperpanjang umur aset. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/masalah-perusahaan-manufaktur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Masalah Perusahaan Manufaktur, Solusi, dan Prospeknya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Preventive maintenance<\/em> adalah strategi pemeliharaan secara rutin untuk mencegah mesin mengalami kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Strategi ini bersifat proaktif, dan bisa meningkatkan efisiensi, memperpanjang umur aset, mengurangi<em> downtime,<\/em> dan menekan biaya operasional daripada menerapkan strategi reaktif saja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain mengelola pemeliharaan, perusahaan juga perlu mengelola biaya perawatan, pembelian suku cadang, hingga pencatatan aset secara akurat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah mengapa banyak perusahaan yang menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/manufaktur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi untuk manufaktur<\/a> seperti Kledo untuk mencatat seluruh biaya pemeliharaan aset, mengelola pembelian suku cadang, memantau arus kas, serta menghasilkan laporan keuangan secara otomatis dan <em>real-time. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda ingin mengelola keuangan bisnis sekaligus memantau biaya operasional dengan lebih mudah,<a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> coba Kledo secara gratis<\/a> dan rasakan bagaimana software akuntansi yang tepat dapat membantu bisnis Anda tumbuh lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemeliharaan preventif (preventive maintenance atau PM) adalah proses memeriksa, menservis, dan merawat peralatan secara rutin untuk mencegah kerusakan atau gangguan tak terduga. Banyak perusahaan menganggap preventive maintenance menambah-nambah biaya operasional. Padahal, pemeliharaan preventif justru bisa membantu perusahaan mencegah downtime dan mendorong pertumbuhan bisnis. Justru, penelitian membuktikan bahwa perusahaan manufaktur yang mengandalkan PM mengalami downtime 52,7% [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":49295,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[427],"tags":[17753,17750,105,17752,17749,1134],"class_list":["post-49237","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-bisnis","tag-apa-itu-preventive-maintenance","tag-keunggulan-preventive-maintenance","tag-kledo","tag-langkah-preventive-maintenance","tag-preventive-maintenance","tag-software-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini akan membahas apa itu preventive maintenance, keunggulan dan tantangan menerapkannya, jenis-jenis, hingga langkah-langkahnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini akan membahas apa itu preventive maintenance, keunggulan dan tantangan menerapkannya, jenis-jenis, hingga langkah-langkahnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-07T09:32:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-07T09:32:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-banner-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya\",\"datePublished\":\"2026-07-07T09:32:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-07T09:32:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/\"},\"wordCount\":1570,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/preventive-maintenance-banner-1.webp\",\"keywords\":[\"apa itu preventive maintenance\",\"keunggulan preventive maintenance\",\"kledo\",\"langkah preventive maintenance\",\"preventive maintenance\",\"software akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Tips Bisnis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/\",\"name\":\"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/preventive-maintenance-banner-1.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-07T09:32:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-07T09:32:47+00:00\",\"description\":\"Artikel ini akan membahas apa itu preventive maintenance, keunggulan dan tantangan menerapkannya, jenis-jenis, hingga langkah-langkahnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/preventive-maintenance-banner-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/preventive-maintenance-banner-1.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"preventive maintenance banner (1)\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/preventive-maintenance\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya - Kledo Blog","description":"Artikel ini akan membahas apa itu preventive maintenance, keunggulan dan tantangan menerapkannya, jenis-jenis, hingga langkah-langkahnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya - Kledo Blog","og_description":"Artikel ini akan membahas apa itu preventive maintenance, keunggulan dan tantangan menerapkannya, jenis-jenis, hingga langkah-langkahnya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-07-07T09:32:39+00:00","article_modified_time":"2026-07-07T09:32:47+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-banner-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya","datePublished":"2026-07-07T09:32:39+00:00","dateModified":"2026-07-07T09:32:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/"},"wordCount":1570,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-banner-1.webp","keywords":["apa itu preventive maintenance","keunggulan preventive maintenance","kledo","langkah preventive maintenance","preventive maintenance","software akuntansi"],"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/","name":"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-banner-1.webp","datePublished":"2026-07-07T09:32:39+00:00","dateModified":"2026-07-07T09:32:47+00:00","description":"Artikel ini akan membahas apa itu preventive maintenance, keunggulan dan tantangan menerapkannya, jenis-jenis, hingga langkah-langkahnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-banner-1.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/preventive-maintenance-banner-1.webp","width":1200,"height":600,"caption":"preventive maintenance banner (1)"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/preventive-maintenance\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Preventive Maintenance: Pengertian, Contoh, dan Langkahnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49237","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49237"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49237\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49242,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49237\/revisions\/49242"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49295"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49237"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49237"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49237"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}