{"id":49345,"date":"2026-07-31T11:08:43","date_gmt":"2026-07-31T04:08:43","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=49345"},"modified":"2026-07-31T11:08:52","modified_gmt":"2026-07-31T04:08:52","slug":"contoh-laporan-keuangan-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/","title":{"rendered":"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengelola dana pendidikan secara transparan kini jauh lebih mudah jika Anda memahami <strong>contoh laporan keuangan sekolah<\/strong> yang rapi dan sesuai standar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan yang disusun secara akuntabel tidak hanya menjaga kepercayaan para orang tua murid, tetapi juga mempermudah proses evaluasi operasional tahunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pencatatan kas yang rapi akan meminimalkan risiko selisih anggaran yang kerap memicu kendala administratif di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, setiap pengelola lembaga pendidikan perlu menguasai struktur dasar pembukuan kas masuk dan kas keluar secara sistematis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari komponen utama pembukuan, format tabel ringkas, hingga contoh laporan keuangan sekolah sederhana yang bisa Anda pelajari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Fungsi Laporan Keuangan Sekolah?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"850\" height=\"479\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-keuangan-sekolah.webp\" alt=\"laporan keuangan sekolah\" class=\"wp-image-49687\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-keuangan-sekolah.webp 850w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-keuangan-sekolah-300x169.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-keuangan-sekolah-768x433.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 850px) 100vw, 850px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan keuangan berfungsi sebagai catatan resmi yang merekam seluruh arus kas sekolah selama satu periode berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keberadaan dokumen ini sangat penting untuk menjaga stabilitas operasional lembaga pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut beberapa fungsi laporan keuangan sekolah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mendukung transparansi pengelolaan dana<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap penerimaan dan pengeluaran kas dicatat secara terbuka, sehingga seluruh aliran dana dapat ditelusuri dengan jelas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Memenuhi kewajiban pelaporan kepada pemerintah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekolah wajib menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan, seperti BOS, kepada dinas terkait sesuai aturan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Membantu proses audit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan yang tertata dan didukung bukti transaksi akan mempermudah tim auditor saat melakukan pemeriksaan berkala.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menjadi dasar pengambilan keputusan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data dalam laporan keuangan membantu kepala sekolah dan komite dalam menyusun rencana anggaran serta program kerja periode berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Meningkatkan akuntabilitas kepada orang tua dan masyarakat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan yang jelas menjadi bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada wali murid atas penggunaan biaya pendidikan yang telah disetorkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Komponen Laporan Keuangan Sekolah?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan keuangan sekolah yang lengkap tidak hanya terdiri dari satu lembar catatan kas, melainkan gabungan dari beberapa dokumen saling terhubung. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap komponen memiliki peran khusus dalam menggambarkan kondisi finansial sekolah secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laporan penerimaan dana<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumen ini mencatat seluruh arus dana yang masuk ke rekening atau kas sekolah dalam satu periode. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber penerimaan umumnya berasal dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), dana komite, bantuan pemerintah daerah, serta hibah atau donasi tidak mengikat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulisan penerimaan harus dikelompokkan berdasarkan sumbernya agar mempermudah verifikasi kelayakan dana.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laporan pengeluaran dana<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan ini memuat rincian penggunaan uang sekolah untuk membiayai seluruh kegiatan operasional dan operasional non-operasional. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengeluaran biasa dibagi ke dalam beberapa kategori utama, seperti belanja pegawai (gaji dan insentif guru\/staf), belanja barang dan jasa (listrik, air, internet, alat tulis kantor), serta belanja modal (perbaikan gedung atau pembelian fasilitas belajar). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap baris pengeluaran wajib disertai bukti transaksi yang sah berupa kuitansi, nota, atau faktur.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Buku kas umum<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Buku Kas Umum (BKU) berfungsi sebagai buku catatan utama yang merekam setiap transaksi penerimaan dan pengeluaran secara kronologis berdasarkan tanggal kejadian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BKU menjadi acuan dasar sebelum data dipindahkan ke dalam laporan keuangan akhir. Melalui BKU, pengelola keuangan dapat memantau saldo riil kas fisik maupun kas rekening bank secara <em>real-time<\/em> setiap harinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Neraca sekolah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Neraca menyajikan posisi keuangan sekolah pada tanggal tertentu, umumnya pada akhir semester atau akhir tahun ajaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen neraca terdiri dari aset (khas, piutang SPP, perlengkapan, dan aset tetap seperti tanah atau bangunan), kewajiban (utang jangka pendek kepada pemasok atau insentif yang belum dibayar), dan ekuitas atau dana bersih sekolah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Neraca membantu pengelola menilai tingkat kesehatan dan keberlanjutan finansial lembaga dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laporan arus kas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas memperlihatkan pergerakan masuk dan keluarnya uang tunai yang dibagi ke dalam tiga aktivitas utama: operasional (kegiatan belajar mengajar harian), investasi (pembelian aset tetap atau peralatan sekolah), dan pendanaan (penerimaan pinjaman atau hibah khusus). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan ini sangat penting untuk memastikan sekolah memiliki likuiditas yang cukup guna memenuhi kebutuhan operasional jangka pendek tanpa mengalami krisis kas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Catatan atas laporan keuangan (CALK)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CALK merupakan dokumen pelengkap yang berisi penjelasan naratif dan rincian teknis dari angka-angka yang tertera pada laporan utama. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bagian ini, sekolah menjelaskan kebijakan akuntansi yang digunakan, rincian pos-pos anggaran tertentu, serta latar belakang jika terjadi deviasi atau perbedaan signifikan antara anggaran yang direncanakan dengan realisasi di lapangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">CALK memberikan konteks menyeluruh agar laporan keuangan dapat dipahami secara utuh oleh auditor maupun pihak eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sederhana\/\" data-type=\"post\" data-id=\"6967\">Contoh Laporan Keuangan Sederhana dalam Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dari Mana Sumber Dana Sekolah?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Operasional sebuah sekolah bergantung pada ketersediaan anggaran yang berasal dari berbagai sumber, baik pemerintah maupun masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemahaman mengenai asal-usul pendanaan ini penting untuk memastikan seluruh penerimaan dikelola sesuai peruntukan dan aturan hukum yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dana BOS<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan dana alokasi khusus dari pemerintah pusat yang disalurkan langsung ke rekening sekolah untuk mendanai kebutuhan operasional non-personalia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Besaran dana yang diterima umumnya dihitung berdasarkan jumlah murid yang terdaftar dalam sistem data pokok pendidikan (Dapodik). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan dana BOS diatur ketat oleh juknis kementerian, mulai dari pembelian buku pelajaran, pemeliharaan sarana prasarana, hingga pembayaran honorarium guru non-ASN.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bantuan pemerintah daerah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dari pemerintah pusat, sekolah negeri maupun swasta tertentu sering menerima alokasi pendanaan dari Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kabupaten\/Kota melalui APBD. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bentuk bantuan ini bervariasi, mulai dari BOS Daerah (BOSDA), hibah perbaikan fasilitas, hingga insentif khusus untuk tenaga pendidik. Syarat pelaporan dan kriteria penerimaannya disesuaikan dengan regulasi masing-masing daerah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Iuran komite sekolah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendanaan yang bersumber dari orang tua atau wali murid umumnya dihimpun melalui komite sekolah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan regulasi pendidikan yang berlaku, penggalangan dana oleh komite sekolah harus bersifat sukarela, tidak mengikat, dan tidak ditentukan nominal serta jangka waktunya bagi peserta didik yang kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dana ini biasanya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler, pembangunan fasilitas khusus, atau program pengembangan mutu yang tidak tertutupi oleh BOS.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Donasi dan hibah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekolah juga dapat menerima suntikan dana dari alumni, yayasan, lembaga swadaya, maupun individu yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerimaan hibah atau donasi ini bersifat tidak mengikat dan tidak boleh disertai kewajiban yang merugikan sekolah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan atas hibah barang maupun uang tunai wajib dituangkan dalam berita acara serah terima agar masuk dalam inventaris resmi sekolah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pendapatan dari kegiatan sekolah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa sekolah memanfaatkan potensi internal untuk menghasilkan pendapatan mandiri yang sah (<em>unit usaha<\/em>). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber pendapatan ini dapat berasal dari penyewaan aula sekolah, pengelolaan kantin, pameran karya siswa, hingga koperasi sekolah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh keuntungan bersih dari unit usaha ini wajib dibukukan secara rinci sebagai pendapatan lain-lain yang sah untuk menunjang kas operasional sekolah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dana CSR perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan swasta maupun BUMN sering mengalokasikan dana <em>Corporate Social Responsibility<\/em> (CSR) untuk sektor pendidikan di sekitar wilayah operasional mereka. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bentuk bantuan CSR ini bisa berupa beasiswa bagi siswa berprestasi, bantuan perangkat teknologi\/laboratorium, hingga renovasi fisik ruang kelas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemitraan dengan pihak swasta ini mensyaratkan adanya proposal permohonan yang jelas serta laporan pertanggungjawaban program secara berkala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/bentuk-laporan-keuangan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"27894\"> 4 Bentuk dan Contoh Laporan Keuangan yang Harus Dimiliki Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Jenis Pengeluaran Sekolah?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengeluaran sekolah mencakup berbagai pos yang harus dikelola secara tertib agar sesuai dengan anggaran dan mendukung operasional pendidikan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Klasifikasi yang jelas antarpos pengeluaran memudahkan penyusunan laporan aktivitas sekaligus mempermudah proses audit atau evaluasi oleh pihak yang berkaitan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Belanja operasional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belanja operasional mencakup kebutuhan rutin yang menunjang jalannya kegiatan sekolah sehari-hari, seperti listrik, air, internet, telepon, serta bahan habis pakai. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pos ini biasanya menjadi komponen pengeluaran terbesar kedua setelah gaji, sehingga sekolah perlu memantaunya secara berkala agar tidak melampaui alokasi anggaran tahunan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Gaji dan honorarium<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gaji dan honorarium mencakup pembayaran untuk guru tetap, guru honorer, tenaga kependidikan, hingga staf pendukung seperti satpam dan petugas kebersihan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi sekolah yang menggunakan Dana BOSP, komponen honor dibatasi maksimal 40% dari total pagu alokasi Dana BOS untuk sekolah swasta, sesuai Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batasan ini tidak berlaku untuk gaji yang bersumber dari SPP atau pendapatan mandiri sekolah, sehingga yayasan tetap perlu memisahkan sumber dana pembayaran gaji secara jelas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pengadaan sarana dan prasarana<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pos ini meliputi pembelian meja, kursi, papan tulis, komputer, alat laboratorium, hingga buku pelajaran. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Khusus penggunaan Dana BOSP, sekolah wajib mengalokasikan minimal 10% dari total pagu untuk pengadaan buku sebagai bagian dari pengembangan perpustakaan. P<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">engadaan aset bernilai besar seperti peralatan elektronik biasanya dicatat sebagai aset tetap dan disusutkan secara bertahap, bukan dibebankan sekaligus sebagai beban tahun berjalan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pemeliharaan fasilitas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeliharaan fasilitas mencakup perbaikan gedung, ruang kelas, toilet, hingga taman sekolah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, penggunaan Dana BOSP untuk pemeliharaan sarana dan prasarana dibatasi maksimal 20% dari total pagu alokasi, mencakup pemeliharaan lahan, bangunan, ruang, penyediaan fasilitas bagi peserta didik penyandang disabilitas, serta tindakan tanggap darurat akibat bencana. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbaikan setelah masa tanggap darurat tidak termasuk dalam cakupan ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kegiatan pembelajaran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan pembelajaran meliputi biaya penyelenggaraan ujian, asesmen, pelatihan kurikulum, hingga pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pos ini juga mencakup biaya penerimaan murid baru, mulai dari sosialisasi hingga proses seleksi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekolah perlu memisahkan biaya kegiatan pembelajaran dari biaya administrasi umum agar laporan keuangan mencerminkan alokasi dana pendidikan secara proporsional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ekstrakurikuler<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengeluaran untuk ekstrakurikuler mencakup honor pelatih, pembelian peralatan olahraga atau kesenian, hingga biaya keikutsertaan lomba dan kompetisi antarsekolah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski nilainya relatif kecil dibandingkan pos lain, pencatatan yang konsisten tetap diperlukan karena kegiatan ini sering didanai dari sumber campuran, baik SPP, iuran komite, maupun sumbangan orang tua untuk kegiatan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Administrasi sekolah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Administrasi sekolah mencakup alat tulis kantor, biaya cetak dan penggandaan dokumen, biaya perjalanan dinas, hingga biaya operasional sistem pelaporan seperti ARKAS. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pos ini tergolong beban tetap yang jumlahnya relatif stabil setiap tahun, sehingga memudahkan sekolah dalam menyusun proyeksi anggaran administrasi untuk periode berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/format-laporan-keuangan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"1406\">5 Format Laporan Keuangan, Fungsi, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Laporan Keuangan Sekolah Sederhana<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut contoh laporan keuangan sekolah sederhana meliputi laporan pemasukan dan pengeluaran, buku kas umum, neraca, dan laporan laba rugi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laporan Pemasukan dan Pengeluaran<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"510\" height=\"697\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-pemasukan-pengeluaran-sekolah_11zon.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-49691\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-pemasukan-pengeluaran-sekolah_11zon.webp 510w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-pemasukan-pengeluaran-sekolah_11zon-220x300.webp 220w\" sizes=\"(max-width: 510px) 100vw, 510px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Buku Kas Umum<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"487\" height=\"705\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/BKU-sekolah-1.webp\" alt=\"BKU 1\" class=\"wp-image-49683\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/BKU-sekolah-1.webp 487w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/BKU-sekolah-1-207x300.webp 207w\" sizes=\"(max-width: 487px) 100vw, 487px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"505\" height=\"705\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/BKU-sekolah-2.webp\" alt=\"bku 2\" class=\"wp-image-49684\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/BKU-sekolah-2.webp 505w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/BKU-sekolah-2-215x300.webp 215w\" sizes=\"(max-width: 505px) 100vw, 505px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Neraca<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"507\" height=\"697\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/neraca-sekolah-1_11zon.webp\" alt=\"neraca\" class=\"wp-image-49692\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/neraca-sekolah-1_11zon.webp 507w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/neraca-sekolah-1_11zon-218x300.webp 218w\" sizes=\"(max-width: 507px) 100vw, 507px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laporan Laba Rugi<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"516\" height=\"697\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-laba-rugi-sekolah-2_11zon.webp\" alt=\"laporan laba rugi sekolah\" class=\"wp-image-49690\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-laba-rugi-sekolah-2_11zon.webp 516w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-laba-rugi-sekolah-2_11zon-222x300.webp 222w\" sizes=\"(max-width: 516px) 100vw, 516px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Membuat Laporan Keuangan Sekolah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyusunan laporan keuangan yang akurat membutuhkan alur kerja yang tertata sejak awal transaksi terjadi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah langkah-langkah yang perlu diterapkan oleh bendahara atau pengelola keuangan sekolah:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 1. Mengumpulkan seluruh bukti transaksi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap kali terjadi alur kas masuk maupun keluar, dokumen pendukung wajib dikumpulkan dan disimpan dengan rapi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukti transaksi ini mencakup kwitansi penerimaan SPP, nota belanja alat tulis kantor, kwitansi pembayaran gaji, hingga bukti transfer dana bantuan dari bank.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika sekolah membeli kertas dan tinta printer seharga Rp350.000, bendahara wajib meminta nota pembayaran resmi yang dicap oleh toko sebagai bukti sah pengeluaran.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 2. Mengelompokkan transaksi berdasarkan kategori<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah bukti transaksi terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengelompokkan jenis penerimaan dan pengeluaran sesuai pos anggarannya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelompokan ini bertujuan agar alokasi dana lebih mudah dipantau dan dianalisis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelian papan tulis dan meja guru dimasukkan ke kategori <strong>Belanja Sarana Prasarana<\/strong>, sedangkan pembayaran tagihan listrik dan air dimasukkan ke kategori <strong>Belanja Utilitas\/Operasional<\/strong>.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 3. Mencatat transaksi pada buku kas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukti transaksi yang sudah dikelompokkan kemudian dicatat ke dalam Buku Kas Umum (BKU) secara kronologis berdasarkan tanggal kejadian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan harian ini mencegah terjadinya pemindahan data yang terlewat pada akhir bulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tanggal 10 Juli 2026, bendahara mencatat di BKU: <em>Penerimaan Dana BOS sebesar Rp45.000.000 pada kolom Debit (masuk)<\/em>.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 4. Menyusun laporan penerimaan dan pengeluaran<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari catatan harian pada BKU, seluruh transaksi direkapitulasi ke dalam lembar laporan penerimaan dan pengeluaran harian atau mingguan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format ini menampilkan mutasi arus uang secara berurutan beserta sisa saldo berjalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyajikan tabel rekap yang memperlihatkan total penerimaan mingguan sebesar Rp53.000.000 dikurangi total pengeluaran mingguan sebesar Rp16.300.000.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 5. Menghitung saldo akhir<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saldo akhir dihitung dengan menjumlahkan saldo awal periode dengan total seluruh penerimaan, kemudian dikurangi total seluruh pengeluaran. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angka saldo akhir pada catatan ini wajib dicocokkan (<em>rekonsiliasi<\/em>) dengan jumlah uang tunai fisik di brankas dan saldo di rekening bank sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saldo Awal (Rp15.000.000) + Total Penerimaan (Rp53.000.000) &#8211; Total Pengeluaran (Rp16.300.000) = <strong>Saldo Akhir Rp51.700.000<\/strong>.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 6. Melakukan pemeriksaan ulang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum laporan difinalisasi, lakukan verifikasi silang antara angka pada laporan, pencatatan BKU, dan bukti fisik kuitansi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap koreksi ini penting untuk memastikan tidak ada kesalahan ketik, angka ganda, atau transaksi yang lupa dicatat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memeriksa kembali apakah nota pembelian perlengkapan kebersihan sebesar Rp150.000 sudah benar-benar terinput ke dalam BKU dan nilainya sesuai dengan nota fisik.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 7. Menyusun laporan akhir<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahap akhir adalah mengompilasi seluruh rekapitulasi transaksi menjadi paket laporan keuangan utuh (seperti Neraca, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas, dan CaLK) sesuai standar yang berlaku. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan akhir ini siap dicetak, ditandatangani oleh bendahara dan kepala sekolah, lalu diserahkan kepada dinas terkait atau yayasan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menggabungkan rekapitulasi bulanan menjadi Laporan Aktivitas Tahunan yang menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026 sekolah mencatatkan total pendapatan Rp403.500.000 dan total beban Rp391.000.000.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Format Laporan Keuangan Sekolah yang Benar?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"500\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-keuangan-sekolah2.webp\" alt=\"laporan 2\" class=\"wp-image-49688\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-keuangan-sekolah2.webp 800w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-keuangan-sekolah2-300x188.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/laporan-keuangan-sekolah2-768x480.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar laporan keuangan sah dan diakui oleh pihak dinas, auditor, maupun yayasan, dokumen tersebut harus disusun mengikuti kelengkapan struktur standar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format laporan yang benar wajib memuat beberapa elemen penting di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Identitas sekolah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian kepala (kop) laporan harus mencantumkan nama resmi lembaga atau yayasan, alamat lengkap, nomor telepon, serta kontak instansi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Identitas ini menegaskan keabsahan bahwa dokumen keuangan tersebut dibuat oleh pihak yang berwenang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Periode pelaporan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap dokumen laporan wajib menyebutkan rentang waktu pencatatan secara spesifik, misalnya per bulanan, triwulan, semester, atau tahunan (seperti <em>Periode 1 Januari \u2013 31 Desember 2026<\/em>). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kejelasan periode membantu membatasi cakupan audit dan memudahkan evaluasi anggaran harian atau tahunan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Rincian transaksi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian isi laporan menyajikan tabel detail seluruh aktivitas keuangan secara kronologis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rincian ini setidaknya mencakup kolom tanggal, nomor bukti, keterangan kegiatan, jumlah dana masuk (debit), serta jumlah dana keluar (kredit).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Rekapitulasi saldo<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah seluruh transaksi dirinci, laporan harus menampilkan ringkasan perhitungan akhir. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rekapitulasi ini memperlihatkan akumulasi penerimaan, total pengeluaran, serta posisi saldo kas sisa yang masih dimiliki sekolah pada penutupan periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Lampiran bukti transaksi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan keuangan yang kredibel wajib dibarengi dengan berkas lampiran yang valid. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumen pendukung ini terdiri dari kuitansi asli, nota belanja, faktur, surat perintah jalan, hingga salinan rekening koran bank sebagai bukti fisik dari setiap baris transaksi yang dicatat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Tanda tangan kepala sekolah dan bendahara<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian penutup laporan harus dilengkapi dengan tanggal penyusunan, nama terang, serta tanda tangan dan stempel resmi dari bendahara selaku penyusun dan kepala sekolah selaku penanggung jawab utama operasional lembaga. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanda tangan ini memberikan legalitas hukum atas kebenaran data yang dilaporkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan\/\" data-type=\"post\" data-id=\"24359\">12 Contoh Laporan Keuangan Perusahaan dan Penjelasannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Membuat Laporan Keuangan Sekolah Lebih Akurat<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyusun laporan keuangan yang akurat membutuhkan ketelitian tinggi serta dukungan sistem kerja yang efisien. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa tips berikut dapat diterapkan untuk menekan risiko kesalahan input angka maupun selisih kas:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menggunakan software akuntansi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencatatan manual menggunakan kertas atau lembar sebar biasa rentan terhadap kesalahan hitung (<em>human error<\/em>) dan risiko data terhapus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggunaan software akuntansi berbasis <em>cloud<\/em> dapat merapikan seluruh proses pembukuan secara otomatis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Software akuntansi seperti <strong>Kledo<\/strong>, misalnya, memudahkan bendahara sekolah dalam mencatat arus kas harian, membuat rekapitulasi penerimaan SPP, hingga menyajikan laporan keuangan secara <em>real-time<\/em> tanpa perlu menyusun rumus akuntansi yang rumit dari awal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menyimpan bukti transaksi secara digital<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nota fisik, faktur, dan kuitansi kertas sangat mudah pudar, robek, atau hilang seiring berjalannya waktu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelola keuangan sebaiknya membiasakan diri untuk memindai (<em>scan<\/em>) atau memfoto setiap dokumen pendukung transaksi lalu menyimpannya dalam folder penyimpanan awan yang terstruktur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukti digital ini akan mempermudah tim saat proses verifikasi atau pemeriksaan audit berlangsung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Melakukan pencatatan harian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menunda pembukuan hingga akhir bulan adalah salah satu penyebab utama munculnya selisih saldo yang sulit ditelusuri. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan membiasakan pencatatan harian pada Buku Kas Umum (BKU), setiap perubahan nominal kas tunai maupun rekening bank langsung terekam, sehingga potensi transaksi yang lupa dicatat dapat diminimalkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Melakukan audit internal berkala<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeriksaan kas secara mendadak atau pengecekan berkala bulanan oleh tim audit internal atau komite sekolah sangat penting untuk menjaga kedisiplinan administrasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses <em>cross-check<\/em> antara catatan pada laporan, saldo fisik tunai, dan rekap rekening koran bank akan memastikan seluruh angka tetap sesuai dengan kondisi riil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengikuti standar pelaporan pemerintah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lembaga pendidikan khususnya yang mengelola dana BOS atau hibah daerah wajib menyesuaikan format pembukuan dengan petunjuk teknis (juknis) serta aturan akuntansi yang berlaku (seperti ISAK 35 untuk sekolah swasta). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepatuhan terhadap standar resmi ini membuat laporan keuangan sekolah selalu siap dipertanggungjawabkan kapan saja saat dievaluasi oleh dinas terkait.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Regulasi yang Mengatur Laporan Keuangan Sekolah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyusunan laporan keuangan di lembaga pendidikan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap pengalokasian, pencatatan, hingga pelaporan dana wajib memiliki dasar hukum yang jelas agar terhindar dari sanksi administratif maupun tuduhan penyalahgunaan anggaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Permendikbud terkait pengelolaan dana BOS<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Petunjuk teknis (Juknis) pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek menjadi acuan utama bagi sekolah penerima dana bantuan pemerintah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Regulasi ini mengatur secara terperinci hal-hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Komponen Boleh dan Dilarang:<\/strong> Menentukan secara tegas kegiatan apa saja yang boleh dibiayai (seperti pembelian buku, alat peraga, dan pemeliharaan ringan) serta kegiatan yang dilarang (seperti membiayai kegiatan politik atau meminjamkan uang kepada pihak lain).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tata Cara Pencatatan:<\/strong> Kewajiban penggunaan Buku Kas Umum (BKU), Buku Kas Pembantu, dan Buku Bank dalam pembukuan harian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tenggat Pelaporan:<\/strong> Ketentuan penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) di setiap akhir tahap penyaluran sebagai syarat utama pencairan dana BOS di tahap berikutnya melalui sistem aplikasi resmi pemerintah (seperti ARKAS).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk sekolah-sekolah negeri yang berstatus sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah dinas pendidikan, penyusunan laporan keuangan wajib berpedoman pada <strong>Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)<\/strong> yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Prinsip Akrual dan Kas:<\/strong> Mengatur pengakuan pendapatan, beban, aset, dan kewajiban sesuai standar akuntansi sektor publik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konsolidasi Laporan:<\/strong> Memastikan bahwa format laporan keuangan sekolah dapat secara otomatis digabungkan (<em>dikonsolidasi<\/em>) ke dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) pada saat audit audit tahunan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Standar Bukti Fisik:<\/strong> Menetapkannya kelayakan bukti transaksi yang sah agar laporan memiliki validitas hukum saat diaudit.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Peraturan Kementerian Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memegang kendali atas tata cara penyaluran anggaran negara serta regulasi perpajakan yang wajib dipatuhi oleh sekolah.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kewajiban Perpajakan (Bendahara):<\/strong> Setiap transaksi belanja barang, jasa, pemeliharaan, hingga pembayaran honorarium guru\/staf non-ASN mewajibkan sekolah untuk memotong dan menyetorkan pajak (seperti PPh Pasal 21, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, atau PPN) sesuai besaran tarif yang berlaku.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mekanisme Penyaluran Transfer Daerah:<\/strong> Mengatur tata cara penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Nonfisik langsung dari Kas Negara ke rekening sekolah, lengkap dengan batas waktu verifikasi penyerapan anggarannya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ketentuan dari pemerintah daerah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain aturan dari pemerintah pusat, sekolah negeri maupun swasta tertentu harus tunduk pada Peraturan Gubernur (Pergub) atau Peraturan Bupati\/Walikota (Perbawa\/Perwali) di wilayah masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Petunjuk Teknis BOS Daerah (BOSDA):<\/strong> Memberikan aturan spesifik terkait tata cara penggunaan dan pelaporan dana alokasi APBD yang melengkapi dana BOS nasional.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Batas Kewenangan Anggaran:<\/strong> Regulasi daerah menetapkan standar harga satuan barang\/jasa (SSH) lokal yang menjadi batas atas harga pembelian barang oleh sekolah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mekanisme Pengawasan:<\/strong> Menetapkannya prosedur pengawasan berkala yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah untuk memastikan efektivitas dan efisiensi belanja sekolah di tingkat daerah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-keuangan-usaha-jasa\/\" data-type=\"post\" data-id=\"24457\">Contoh Laporan Keuangan Usaha Jasa<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyusun laporan keuangan sekolah yang transparan, akurat, dan akuntabel merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan orang tua murid, pemerintah, dan masyarakat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memahami contoh laporan keuangan sekolah, struktur pembukuan serta mengikuti regulasi yang berlaku proses pengelolaan kas sekolah dapat berjalan lebih tertata dan bebas dari kendala administrasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, mengelola pembukuan secara manual kerap memakan waktu lama dan rentan terhadap kesalahan input.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mempermudah seluruh proses operasional lembaga pendidikan Anda, penggunaan <a href=\"https:\/\/kledo.com\">software akuntansi<\/a> seperti Kledo dapat menjadi solusi terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui sistem otomatisasi berbasis <em>cloud<\/em>, Anda dapat mencatat arus kas, mengelola tagihan SPP, hingga menyajikan laporan keuangan secara <em>real-time<\/em> dengan jauh lebih cepat dan akurat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingin merapikan pembukuan sekolah Anda secara praktis tanpa ribet? Anda bisa mempelajari fitur lengkapnya dan mencoba  secara langsung di<strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"> tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengelola dana pendidikan secara transparan kini jauh lebih mudah jika Anda memahami contoh laporan keuangan sekolah yang rapi dan sesuai standar. Laporan yang disusun secara akuntabel tidak hanya menjaga kepercayaan para orang tua murid, tetapi juga mempermudah proses evaluasi operasional tahunan. Selain itu, pencatatan kas yang rapi akan meminimalkan risiko selisih anggaran yang kerap memicu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":49682,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[17922,17924,17925,2318,17921,1134,5378,862,17923],"class_list":["post-49345","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-contoh-laporan-keuangan-sekolah","tag-format-laporan-keuangan-sekolah","tag-fungsi-laporan-keuangan-sekolah","tag-kledo-software","tag-laporan-keuangan-sekolah","tag-software-akuntansi","tag-software-akuntansi-gratis-kledo","tag-tips-bisnis","tag-tips-laporan-keuangan-sekolah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari komponen pembukuan, hingga contoh laporan keuangan sekolah sederhana yang bisa Anda pelajari.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari komponen pembukuan, hingga contoh laporan keuangan sekolah sederhana yang bisa Anda pelajari.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-31T04:08:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-31T04:08:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Annisa Herawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"19 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Annisa Herawati\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\"},\"headline\":\"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya\",\"datePublished\":\"2026-07-31T04:08:43+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-31T04:08:52+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/\"},\"wordCount\":3109,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp\",\"keywords\":[\"contoh laporan keuangan sekolah\",\"format laporan keuangan sekolah\",\"fungsi laporan keuangan sekolah\",\"kledo software\",\"laporan keuangan sekolah\",\"software akuntansi\",\"software akuntansi gratis kledo\",\"tips bisnis\",\"tips laporan keuangan sekolah\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/\",\"name\":\"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-31T04:08:43+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-31T04:08:52+00:00\",\"description\":\"Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari komponen pembukuan, hingga contoh laporan keuangan sekolah sederhana yang bisa Anda pelajari.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"contoh laporan keuangan sekolah\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9\",\"name\":\"Annisa Herawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Annisa Herawati\"},\"description\":\"Annisa Herawati memiliki latar belakang Pendidikan Akuntansi dan menulis berbagai topik terkait laporan keuangan, pembukuan bisnis, serta manajemen keuangan dengan fokus pada edukasi praktis untuk bisnis dan UMKM\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/annisa-herawati\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya","description":"Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari komponen pembukuan, hingga contoh laporan keuangan sekolah sederhana yang bisa Anda pelajari.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya","og_description":"Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari komponen pembukuan, hingga contoh laporan keuangan sekolah sederhana yang bisa Anda pelajari.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-07-31T04:08:43+00:00","article_modified_time":"2026-07-31T04:08:52+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Annisa Herawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Annisa Herawati","Estimasi waktu membaca":"19 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/"},"author":{"name":"Annisa Herawati","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9"},"headline":"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya","datePublished":"2026-07-31T04:08:43+00:00","dateModified":"2026-07-31T04:08:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/"},"wordCount":3109,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp","keywords":["contoh laporan keuangan sekolah","format laporan keuangan sekolah","fungsi laporan keuangan sekolah","kledo software","laporan keuangan sekolah","software akuntansi","software akuntansi gratis kledo","tips bisnis","tips laporan keuangan sekolah"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/","name":"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp","datePublished":"2026-07-31T04:08:43+00:00","dateModified":"2026-07-31T04:08:52+00:00","description":"Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari komponen pembukuan, hingga contoh laporan keuangan sekolah sederhana yang bisa Anda pelajari.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/contoh-laporan-keuangan-sekolah.webp","width":1200,"height":600,"caption":"contoh laporan keuangan sekolah"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-sekolah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Laporan Keuangan Sekolah: Format, Komponen, dan Cara Membuatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/228576109231c051c9d2e4735cf3c7d9","name":"Annisa Herawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fda439cf8191c175508eb2a5c638a6e4ee82ad4211d370ab512a22c350a96497?s=96&d=mm&r=g","caption":"Annisa Herawati"},"description":"Annisa Herawati memiliki latar belakang Pendidikan Akuntansi dan menulis berbagai topik terkait laporan keuangan, pembukuan bisnis, serta manajemen keuangan dengan fokus pada edukasi praktis untuk bisnis dan UMKM","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/annisa-herawati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49345","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49345"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49345\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49720,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49345\/revisions\/49720"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49345"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49345"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49345"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}