{"id":49593,"date":"2026-07-31T10:29:27","date_gmt":"2026-07-31T03:29:27","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=49593"},"modified":"2026-07-31T10:30:05","modified_gmt":"2026-07-31T03:30:05","slug":"pajak-kini-dan-pajak-tangguhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/","title":{"rendered":"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam penyusunan laporan keuangan, perusahaan tidak hanya perlu menghitung berapa besar pajak yang harus dibayarkan pada periode berjalan, tetapi juga memperhitungkan dampak pajak yang akan muncul pada masa mendatang. Inilah yang melahirkan istilah <strong>pajak kini<\/strong> dan <strong>pajak tangguhan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski sama-sama berkaitan dengan pajak penghasilan, keduanya memiliki tujuan, dasar perhitungan, dan perlakuan akuntansi yang berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami perbedaan kedua jenis pajak ini sangat penting, terutama jika adalah pemilik bisnis atau akuntan yang harus bergulat dengan penghitungan keuangan dan pajak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian pajak kini dan pajak tangguhan, perbedaan keduanya, cara menghitung masing-masing, dan contoh jurnal akuntansinya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Pajak Kini?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak kini adalah <strong>jumlah <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-penghasilan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pajak penghasilan<\/a> yang terutang atau dapat dipulihkan atas penghasilan kena pajak <\/strong>(<em>taxable profit<\/em>) pada suatu periode akuntansi tertentu, umumnya satu tahun buku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak kini dihitung bukan dari laba akuntansi (laba menurut laporan keuangan komersial), melainkan dari laba fiskal, yaitu laba yang sudah disesuaikan menurut ketentuan perpajakan yang berlaku. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan antara laba akuntansi dan laba fiskal inilah yang melahirkan konsep <strong>beda tetap<\/strong> (<em>permanent difference<\/em>) dan <strong>beda waktu<\/strong> (<em>temporary difference<\/em>). Penjelasan lebih lengkap mengenai perbedaan konsep keduanya bisa Anda baca di <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rekonsiliasi-fiskal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">rekonsiliasi fiskal.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rumus<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak Kini = Penghasilan Kena Pajak \u00d7 Tarif Pajak yang Berlaku<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dasar Hukum Pajak Kini di Indonesia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak kini di Indonesia memiliki dua kerangka hukum yang saling berkaitan: standar akuntansi dan peraturan perpajakan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Dari sisi standar akuntansi: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-46\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PSAK 46<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengakuan dan pengukuran pajak kini diatur dalam PSAK 46 tentang Pajak Penghasilan, yang diadopsi dari IAS 12 (<em>Income Taxes<\/em>) dan diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 46 mengatur bagaimana entitas harus mengakui, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan aset dan liabilitas pajak (termasuk pajak kini dan pajak tangguhan) dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Dari sisi perpajakan: UU PPh dan turunannya<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Besaran pajak yang terutang dihitung berdasarkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Undang-Undang Pajak Penghasilan<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Peraturan Pemerintah (PP)<\/strong> dan <strong>Peraturan Menteri Keuangan (PMK)<\/strong> yang mengatur tarif, pengecualian, dan mekanisme perhitungan lebih lanjut<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Peraturan Direktur Jenderal Pajak<\/strong> untuk aturan teknis pelaksanaan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, PSAK 46 mengatur bagaimana pajak kini dicatat dalam laporan keuangan, sedangkan UU perpajakan menentukan berapa jumlah yang harus dibayar kepada negara.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kapan Pajak Kini Diakui?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan PSAK 46, pajak kini diakui <strong>pada akhir periode pelaporan<\/strong> (biasanya 31 Desember untuk tahun buku yang berakhir di akhir tahun kalender). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak kini bisa diakui sebagai liabilitas maupun aset, tergantung situasinya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sebagai liabilitas jika pajak belum dibayar<\/strong>: Jika jumlah pajak yang telah dibayar (termasuk angsuran PPh Pasal 25 sepanjang tahun) lebih kecil dari total pajak terutang, selisihnya diakui sebagai liabilitas pajak kini dan wajib dilunasi kepada DJP.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebagai aset jika terjadi kelebihan pembayaran<\/strong>: Sebaliknya, jika total angsuran atau pajak yang telah dipotong pihak lain (PPh Pasal 22, 23, dsb.) melebihi pajak terutang, selisihnya diakui sebagai aset pajak kini dan dapat dikompensasikan atau direstitusi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Bayarpajak\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laba-bersih-setelah-pajak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Pentingnya Laba Bersih Setelah Pajak dan Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Pajak Tangguhan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pajak kini adalah kewajiban pajak yang harus dibayar sekarang, pajak tangguhan adalah <strong>dampak pajak yang akan terealisasi di masa mendatang<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak tangguhan timbul akibat perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan beban antara laporan keuangan komersial (akuntansi) dan aturan perpajakan (fiskal), yang dikenal sebagai beda temporer.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumus:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pajak Tangguhan = Perbedaan Temporer \u00d7 Tarif Pajak yang Diharapkan Berlaku<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak tangguhan terbagi menjadi dua bentuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Liabilitas pajak tangguhan<\/strong>: Timbul ketika laba akuntansi lebih besar dari laba fiskal pada periode berjalan, sehingga perusahaan &#8220;menunda&#8221; pembayaran sebagian pajak ke periode mendatang. Artinya, ada tambahan pajak yang akan dibayar di masa depan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aset pajak tangguhan<\/strong>: Timbul ketika laba fiskal lebih besar dari laba akuntansi pada periode berjalan, sehingga perusahaan membayar pajak lebih besar sekarang. Kelebihan ini akan &#8220;dikembalikan&#8221; dalam bentuk pengurangan pajak di periode mendatang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa penyebab munculnya pajak tangguhan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak tangguhan muncul karena aturan akuntansi dan aturan perpajakan tidak selalu sama dalam menentukan kapan suatu pendapatan diakui atau kapan suatu beban boleh dikurangkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa contoh situasi yang memunculkan pajak tangguhan:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Perbedaan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-depresiasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">metode penyusutan<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk laporan keuangan, perusahaan boleh menggunakan metode penyusutan garis lurus. Tapi untuk keperluan fiskal, peraturan perpajakan menetapkan metode dan tarif penyusutan tersendiri berdasarkan kelompok harta. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan besaran penyusutan di dua sistem ini menciptakan beda waktu yang melahirkan pajak tangguhan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Penyisihan<a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjhibz0mOqVAxWlm-EIHeiTEO4QFnoECBcQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fkledo.com%2Fblog%2Fpiutang-tak-tertagih%2F&amp;usg=AOvVaw1rnc_t2Fh_kESzLrtxp6pM&amp;opi=89978449\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> piutang tak tertagih<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam akuntansi, perusahaan boleh membentuk cadangan kerugian piutang berdasarkan estimasi <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/expected-credit-loss\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">(expected credit loss).<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun secara fiskal, beban piutang tak tertagih baru boleh dikurangkan jika memenuhi syarat tertentu, misalnya piutang telah diserahkan ke pengadilan atau bukti penghapusan sudah terpenuhi. Sampai syarat itu terpenuhi, terjadi beda waktu.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/prinsip-pengakuan-pendapatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pengakuan pendapatan<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kadang, pendapatan diakui lebih awal dalam akuntansi namun baru menjadi objek pajak di periode berikutnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Atau sebaliknya, pendapatan sudah kena pajak lebih dulu sebelum diakui secara akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">4. Rugi fiskal yang dapat dikompensasikan<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika perusahaan mengalami kerugian fiskal, UU PPh umumnya memperbolehkan kompensasi kerugian tersebut ke tahun-tahun berikutnya (selama periode yang diizinkan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Potensi manfaat pajak di masa depan inilah yang diakui sebagai aset pajak tangguhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/koreksi-fiskal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Koreksi Fiskal: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Tahapannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Pajak Kini dan Pajak Tangguhan?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-3.webp\" alt=\"pajak kini dan pajak tangguhan 3\" class=\"wp-image-49599\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari kita bahas perbedaan pajak kini dan pajak tangguhan berdasarkan tujuan, <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Perbedaan berdasarkan tujuan<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pajak kini<\/strong> bertujuan untuk mencatat kewajiban pajak y<em>ang terutang kepada negara untuk tahun berjalan. <\/em>Jumlahnya dihitung berdasarkan laba fiskal aktual dan tarif pajak yang berlaku, lalu hasilnya akan dibayarkan kepada DJP melalui mekanisme angsuran.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pajak tangguhan<\/strong> bertujuan untuk mencatat konsekuensi pajak masa depan yang timbul akibat perbedaan antara perlakuan akuntansi dan perlakuan perpajakan atas suatu transaksi. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesimpulannya, pajak kini berorientasi ke masa kini dan kewajiban riil, sementara pajak tangguhan berorientasi ke masa depan dan dampak potensial.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Perbedaan berdasarkan waktu pengakuan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski pajak kini dan pajak tangguhan dicatat dalam satu periode pelaporan yang sama, tapi waktu pengakuan keduanya berbeda.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pajak kini<\/strong> diakui pada periode berjalan berdasarkan laba kena pajak di SPT,<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pajak tangguhan<\/strong> diakui untuk periode masa depan akibat perbedaan temporer waktu pengakuan antara akuntansi dan perpajakan. <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-langsung-dan-pajak-tidak-langsung\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Apa Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Perbedaan dalam laporan keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam laporan keuangan, pajak kini dan pajak tangguhan disajikan secara terpisah agar pengguna laporan keuangan dapat memahami perbedaan antara kewajiban pajak yang harus dibayar pada periode berjalan dan konsekuensi pajak yang akan terjadi di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Laporan laba rugi<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beban pajak penghasilan yang ada di laporan laba rugi merupakan hasil penjumlahan dari pajak kini dan pajak tangguhan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya disajikan sebagai satu baris beban pajak, namun entitas umumnya wajib mengungkapkan rincian komponen tersebut dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CALK).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak tangguhan bisa mengurangi atau menambah total beban pajak tergantung apakah yang timbul adalah aset atau liabilitas pajak tangguhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh penyajian:<\/p>\n\n\n\n<table>\n  <thead>\n    <tr>\n      <th style=\"background-color: #498bf5; color: #ffffff; padding: 10px;\">Uraian<\/th>\n      <th style=\"background-color: #498bf5; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Jumlah<\/th>\n    <\/tr>\n  <\/thead>\n  <tbody>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Laba sebelum pajak<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp1.500.000.000<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Beban pajak kini<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">(Rp300.000.000)<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Beban pajak tangguhan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">(Rp20.000.000)<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Laba bersih<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\"><strong>Rp1.180.000.000<\/strong><\/td>\n    <\/tr>\n  <\/tbody>\n<\/table>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-posisi-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Laporan posisi keuangan<\/a> (neraca)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada laporan posisi keuangan (neraca), pajak kini dan pajak tangguhan disajikan sebagai akun yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pajak kini<\/strong> dapat disajikan sebagai:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Utang pajak kini, apabila perusahaan masih memiliki kewajiban pajak yang belum dibayar.<\/li>\n\n\n\n<li>Aset pajak kini, apabila terjadi kelebihan pembayaran pajak yang dapat diminta kembali atau dikompensasikan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, <strong>pajak tangguhan<\/strong> disajikan sebagai:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aset pajak tangguhan<\/strong>, apabila perusahaan diperkirakan memperoleh manfaat pajak pada periode mendatang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Liabilitas pajak tangguhan<\/strong>, apabila perusahaan diperkirakan akan membayar pajak lebih besar di masa depan akibat adanya perbedaan temporer.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/catatan-atas-laporan-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Catatan atas Laporan Keuangan<\/a> (CALK)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain disajikan pada laporan utama, rincian mengenai pajak kini dan pajak tangguhan dijelaskan lebih lengkap dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada CaLK, biasanya ada penjelasan mengenai rekonsiliasi beban pajak efektif dengan tarif pajak nominal, rincian perbedaan temporer signifikan, dan kebijakan pengakuan aset pajak tangguhan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengungkapan ini memberikan transparansi kepada pembaca laporan keuangan tentang <em>mengapa<\/em> angka pajak yang tercatat seperti itu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Dampaknya terhadap Laba Perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak kini selalu <strong>mengurangi laba bersih<\/strong>. Semakin besar laba fiskal, semakin besar pajak kini, dan semakin kecil laba bersih yang tersisa. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak tangguhan lebih kompleks karena dapat <strong>mengurangi atau menambah<\/strong> laba bersih tergantung jenis yang diakui:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengakuan liabilitas pajak tangguhan menambah beban pajak sehingga <strong>mengurangi laba bersih<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Pengakuan aset pajak tangguhan mengurangi beban pajak sehingga <strong>menambah laba bersih<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Pembalikan liabilitas pajak tangguhan mengurangi beban pajak di periode mendatang sehingga <strong>menambah laba bersih<\/strong> di periode tersebut<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tabel Perbandingan: Pajak Kini vs Pajak Tangguhan<\/h4>\n\n\n\n<table>\n  <thead>\n    <tr>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px;\">Aspek<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Pajak Kini<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Pajak Tangguhan<\/th>\n    <\/tr>\n  <\/thead>\n  <tbody>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Definisi<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Jumlah PPh terutang atas penghasilan kena pajak pada periode berjalan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Dampak pajak masa depan akibat perbedaan temporer antara nilai tercatat akuntansi dan dasar pengenaan pajak<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Dasar Perhitungan<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Laba fiskal \u00d7 tarif PPh yang berlaku<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Perbedaan temporer \u00d7 tarif pajak yang diharapkan berlaku saat berbalik<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Waktu Pengakuan<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Diakui dan direalisasikan pada periode berjalan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Diakui sekarang, namun efek kasnya terealisasi di periode mendatang<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Posisi di Neraca<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Liabilitas lancar (utang pajak) atau aset lancar (kelebihan bayar)<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Liabilitas\/aset tidak lancar<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Posisi di Laba Rugi<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Komponen beban pajak kini dalam total beban pajak penghasilan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Komponen beban\/manfaat pajak tangguhan dalam total beban pajak penghasilan<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Dampak terhadap Laba<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Selalu mengurangi laba bersih<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Dapat mengurangi atau menambah laba bersih tergantung jenis yang diakui<\/td>\n    <\/tr>\n  <\/tbody>\n<\/table>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-201\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengetahui PSAK 201 Tentang Penyajian Laporan Keuangan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghitung Pajak Kini dan Contoh Jurnalnya<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-2.webp\" alt=\"pajak kini dan pajak tangguhan 2\" class=\"wp-image-49598\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak kini adalah jumlah Pajak Penghasilan (PPh) yang terutang atas laba kena pajak pada periode berjalan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut langkah menghitung pajak kini:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Hitung laba sebelum pajak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dari laba sebelum pajak yang tercantum dalam laporan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya laba sebelum pajak: Rp1.200.000.000<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Lakukan koreksi fiskal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, sesuaikan laba komersial dengan ketentuan perpajakan melalui koreksi fiskal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Koreksi fiskal terdiri dari:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Koreksi positif<\/strong>, yaitu biaya yang diakui secara akuntansi tetapi tidak boleh menjadi pengurang penghasilan menurut pajak sehingga menambah laba fiskal.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Koreksi negatif<\/strong>, yaitu penghasilan atau biaya yang perlakuan pajaknya berbeda sehingga mengurangi laba fiskal.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh:<\/p>\n\n\n\n<table>\n  <thead>\n    <tr>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px;\">Uraian<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Jumlah<\/th>\n    <\/tr>\n  <\/thead>\n  <tbody>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Laba sebelum pajak<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp1.200.000.000<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\">Koreksi fiskal positif<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp100.000.000<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Koreksi fiskal negatif<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">(Rp50.000.000)<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Laba kena pajak<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\"><strong>Rp1.250.000.000<\/strong><\/td>\n    <\/tr>\n  <\/tbody>\n<\/table>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kalikan dengan tarif pajak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memperoleh laba kena pajak, kalikan dengan tarif PPh Badan yang berlaku. Misalnya tarif PPh Badan adalah <strong>22%<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungan: Pajak Kini = Laba Kena Pajak \u00d7 Tarif Pajak<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp1.250.000.000 \u00d7 22%<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= Rp275.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, pajak kini yang harus dibayar perusahaan untuk periode tersebut adalah Rp275.000.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh perhitungan lengkap<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PT Samudrarta memiliki data berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Laba sebelum pajak: Rp2.000.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya representasi yang tidak dapat dikurangkan: Rp80.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan bunga deposito yang telah dikenakan PPh Final: Rp30.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Tarif PPh Badan: 22%<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungannya:<\/p>\n\n\n\n<table>\n  <thead>\n    <tr>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px;\">Uraian<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Jumlah<\/th>\n    <\/tr>\n  <\/thead>\n  <tbody>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Laba sebelum pajak<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp2.000.000.000<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\">Koreksi positif<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp80.000.000<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Koreksi negatif<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">(Rp30.000.000)<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Laba kena pajak<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\"><strong>Rp2.050.000.000<\/strong><\/td>\n    <\/tr>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Tarif PPh Badan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">22%<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\"><strong>Pajak kini<\/strong><\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\"><strong>Rp451.000.000<\/strong><\/td>\n    <\/tr>\n  <\/tbody>\n<\/table>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, beban pajak kini perusahaan adalah Rp451.000.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh jurnal pajak kini<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jurnal saat mengakui beban pajak pada akhir periode<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila pajak kini yang terutang sebesar Rp451.000.000, jurnalnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<table>\n  <thead>\n    <tr>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px;\">Akun<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Debit<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Kredit<\/th>\n    <\/tr>\n  <\/thead>\n  <tbody>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Beban Pajak Kini<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp451.000.000<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">\u2014<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\">Utang Pajak Penghasilan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">\u2014<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp451.000.000<\/td>\n    <\/tr>\n  <\/tbody>\n<\/table>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal ini mengakui beban pajak dalam laporan laba rugi sekaligus kewajiban pajak pada laporan posisi keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jurnal saat perusahaan membayar pajak<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika pajak tersebut dibayarkan kepada negara, jurnalnya menjadi:<\/p>\n\n\n\n<table>\n  <thead>\n    <tr>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px;\">Akun<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Debit<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Kredit<\/th>\n    <\/tr>\n  <\/thead>\n  <tbody>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Utang Pajak Penghasilan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp451.000.000<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">\u2014<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\">Kas\/Bank<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">\u2014<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp451.000.000<\/td>\n    <\/tr>\n  <\/tbody>\n<\/table>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal ini menghapus kewajiban pajak karena telah dilunasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-perpajakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Akuntansi Perpajakan: Pengertian, Fungsi, Dasar, dan Bedanya dengan Akuntansi Keuangan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghitung Pajak Tangguhan dan Contoh Jurnalnya<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-1.webp\" alt=\"pajak kini dan pajak tangguhan 1\" class=\"wp-image-49597\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak tangguhan dihitung berdasarkan perbedaan temporer antara nilai tercatat aset atau liabilitas menurut akuntansi dengan dasar pengenaan pajaknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan pajak kini yang dihitung dari laba fiskal, pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang akan muncul pada periode mendatang ketika perbedaan tersebut berbalik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara umum, rumus perhitungannya adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak Tangguhan = Perbedaan Temporer \u00d7 Tarif Pajak yang Berlaku<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika perbedaan temporer akan menyebabkan perusahaan membayar pajak lebih besar di masa depan, maka diakui sebagai <strong>liabilitas pajak tangguhan (Deferred Tax Liability\/DTL)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, jika perbedaan tersebut akan mengurangi pajak yang harus dibayar di masa depan, maka diakui sebagai <strong>aset pajak tangguhan (Deferred Tax Asset\/DTA)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah-langkah menghitung pajak tangguhan<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Identifikasi perbedaan temporer<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cari selisih antara nilai aset atau liabilitas menurut akuntansi dan menurut perpajakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh perbedaan temporer adalah penyusutan aset tetap, cadangan piutang tak tertagih, imbalan pascakerja, provisi garansi, dan rugi fiskal yang masih dapat dikompensasikan<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Hitung jumlah perbedaan temporer<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya sebuah mesin memiliki nilai Rp800 juta menurut akuntansi, tapi Rp600 juta menurut fiskal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka, perbedaan temporernya adalah Rp800.000.000 \u2212 Rp600.000.000 = Rp200.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena nilai buku akuntansi lebih tinggi daripada nilai fiskal akibat penyusutan fiskal yang lebih cepat, perusahaan akan membayar pajak lebih besar pada periode mendatang. Oleh karena itu, timbul <strong>liabilitas pajak tangguhan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kalikan dengan tarif pajak<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tarif PPh Badan adalah 22%, maka pajak tangguhannya adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak Tangguhan = Rp200.000.000 \u00d7 22%<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">= <strong>Rp44.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi perusahaan mengakui liabilitas pajak tangguhan sebesar Rp44.000.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh jurnal pajak tangguhan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh jurnal liabilitas pajak tangguhan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya timbul liabilitas pajak tangguhan sebesar Rp44.000.000 akibat penyusutan fiskal yang lebih cepat.<\/p>\n\n\n\n<table>\n  <thead>\n    <tr>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px;\">Akun<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Debit<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Kredit<\/th>\n    <\/tr>\n  <\/thead>\n  <tbody>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Beban Pajak Tangguhan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp44.000.000<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">\u2014<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\">Liabilitas Pajak Tangguhan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">\u2014<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp44.000.000<\/td>\n    <\/tr>\n  <\/tbody>\n<\/table>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal ini menambah beban pajak pada laporan laba rugi dan mengakui kewajiban pajak yang akan direalisasikan pada masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh jurnal aset pajak tangguhan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya perusahaan memiliki aset pajak tangguhan sebesar Rp22.000.000 dari cadangan piutang.<\/p>\n\n\n\n<table>\n  <thead>\n    <tr>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px;\">Akun<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Debit<\/th>\n      <th style=\"background-color: #1D4ED8; color: #ffffff; padding: 10px; text-align: center;\">Kredit<\/th>\n    <\/tr>\n  <\/thead>\n  <tbody>\n    <tr>\n      <td style=\"padding: 10px;\">Aset Pajak Tangguhan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp22.000.000<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">\u2014<\/td>\n    <\/tr>\n    <tr style=\"background-color: #F3F4F6;\">\n      <td style=\"padding: 10px;\">Manfaat Pajak Tangguhan<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">\u2014<\/td>\n      <td style=\"padding: 10px; text-align: center;\">Rp22.000.000<\/td>\n    <\/tr>\n  <\/tbody>\n<\/table>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-aset-tetap\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Jurnal Aset Tetap: Cara Membuat, Jenis, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pajak kini mencerminkan kewajiban pajak yang harus dibayar berdasarkan laba kena pajak pada periode berjalan, sedangkan pajak tangguhan menunjukkan dampak pajak yang akan muncul di masa depan akibat adanya perbedaan temporer antara pencatatan akuntansi dan perpajakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan perlu melakukan perhitungan dan pencatatan pajak secara tepat, karena kesalahan dalam tahapan ini bisa memengaruhi laporan keuangan dan mempersulit proses pelaporan pajak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mempermudah pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan keuangan yang akurat, Anda dapat menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> Kledo. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kledo membantu bisnis mencatat seluruh transaksi secara otomatis, menghasilkan laporan keuangan secara real-time, serta menyediakan berbagai laporan yang memudahkan proses rekonsiliasi dan perhitungan pajak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Bayarpajak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Coba Kledo<\/a> sekarang juga untuk pelaporan keuangan dan perpajakan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam penyusunan laporan keuangan, perusahaan tidak hanya perlu menghitung berapa besar pajak yang harus dibayarkan pada periode berjalan, tetapi juga memperhitungkan dampak pajak yang akan muncul pada masa mendatang. Inilah yang melahirkan istilah pajak kini dan pajak tangguhan. Meski sama-sama berkaitan dengan pajak penghasilan, keduanya memiliki tujuan, dasar perhitungan, dan perlakuan akuntansi yang berbeda. Memahami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":49772,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[429],"tags":[17889,17894,17895,17891,17892],"class_list":["post-49593","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pajak","tag-apa-itu-pajak-kini","tag-cara-menghitung-pajak-kini","tag-cara-menghitung-pajak-tangguhan","tag-pajak-kini-dan-pajak-tangguhan","tag-pajak-tangguhan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya - Kledo Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari pengertian pajak kini dan pajak tangguhan, perbedaan keduanya, cara menghitung masing-masing, dan contoh jurnal akuntansinya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya - Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari pengertian pajak kini dan pajak tangguhan, perbedaan keduanya, cara menghitung masing-masing, dan contoh jurnal akuntansinya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-31T03:29:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-31T03:30:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya\",\"datePublished\":\"2026-07-31T03:29:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-31T03:30:05+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/\"},\"wordCount\":2180,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp\",\"keywords\":[\"apa itu pajak kini\",\"cara menghitung pajak kini\",\"cara menghitung pajak tangguhan\",\"pajak kini dan pajak tangguhan\",\"pajak tangguhan\"],\"articleSection\":[\"Pajak\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/\",\"name\":\"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya - Kledo Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-31T03:29:27+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-31T03:30:05+00:00\",\"description\":\"Pelajari pengertian pajak kini dan pajak tangguhan, perbedaan keduanya, cara menghitung masing-masing, dan contoh jurnal akuntansinya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/07\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"pajak kini dan pajak tangguhan banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya - Kledo Blog","description":"Pelajari pengertian pajak kini dan pajak tangguhan, perbedaan keduanya, cara menghitung masing-masing, dan contoh jurnal akuntansinya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya - Kledo Blog","og_description":"Pelajari pengertian pajak kini dan pajak tangguhan, perbedaan keduanya, cara menghitung masing-masing, dan contoh jurnal akuntansinya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-07-31T03:29:27+00:00","article_modified_time":"2026-07-31T03:30:05+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"13 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya","datePublished":"2026-07-31T03:29:27+00:00","dateModified":"2026-07-31T03:30:05+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/"},"wordCount":2180,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp","keywords":["apa itu pajak kini","cara menghitung pajak kini","cara menghitung pajak tangguhan","pajak kini dan pajak tangguhan","pajak tangguhan"],"articleSection":["Pajak"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/","name":"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya - Kledo Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp","datePublished":"2026-07-31T03:29:27+00:00","dateModified":"2026-07-31T03:30:05+00:00","description":"Pelajari pengertian pajak kini dan pajak tangguhan, perbedaan keduanya, cara menghitung masing-masing, dan contoh jurnal akuntansinya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"pajak kini dan pajak tangguhan banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/pajak-kini-dan-pajak-tangguhan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pajak Kini dan Pajak Tangguhan: Perbedaan dan Contoh Jurnalnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49593","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=49593"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49593\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49600,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/49593\/revisions\/49600"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49772"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=49593"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=49593"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=49593"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}