{"id":50082,"date":"2026-08-28T15:18:51","date_gmt":"2026-08-28T08:18:51","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=50082"},"modified":"2026-08-28T15:18:58","modified_gmt":"2026-08-28T08:18:58","slug":"akuntansi-karbon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/","title":{"rendered":"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akuntansi karbon memang merupakan bidang yang termasuk baru, tapi begitu penting sebagai alat untuk melawan perubahan iklim.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan (terutama di sektor energi dan manufaktur) yang menghasilkan emisi besar semakin ditekan untuk menerapkan akuntansi karbon dengan menghitung jejak emisi mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan ini, bisnis bisa membuat laporan keberlanjutan (<em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sustainability-report\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sustainability report<\/a><\/em>) untuk pemerintah dan stakeholder, menerapkan pengurangan karbon, sampai membangun ekuitas brand.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang akuntansi karbon, seperti standar dan kerangka, pencatatan akuntansi, dan tantangannya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Akuntansi Karbon?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akuntansi karbon adalah proses pengukuran dan pelaporan karbon (emiten) yang dihasilkan perusahaan dalam kegiatan usahanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep ini mulai digagas pada tahun 1997 oleh pemimpin-pemimpin negara di dunia yang ingin menyelesaikan permasalahan perubahan iklim, di mana salah satu langkah yang diambil adalah <strong>penerapan perdagangan karbon.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mekanisme perdagangan karbon kurang lebih seperti ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pihak yang menghasilkan karbon (contoh: pabrik besar, sektor transportasi, pembangkit listrik, dll) harus membayar sejumlah dana kepada pihak yang punya potensi menyerap karbon (ekosistem alam seperti hutan, mangrove, lautan, dan industri penangkapan emisi)<\/li>\n\n\n\n<li>Pihak penyerap karbon melakukan offset tergantung kemampuan serap karbonnya<\/li>\n\n\n\n<li>Jika perusahaan surplus dalam penyerapan karbon, maka surplus potensi serap tersebut bisa dijual ke perusahaan lain yang tidak memiliki potensi serap karbon<\/li>\n\n\n\n<li>Jika perusahaan defisit dalam penyerapan karbon, maka perusahaan harus membayar jasa lingkungan kepada perusahaan yang surplus<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena adanya perdagangan karbon inilah, transaksi terkait mulai dicatat sesuai prinsip akuntansi yang berlaku di negara masing-masing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pencatatan akuntansi karbon ini awalnya belum berjalan baik karena aturan akuntansinya masih rancu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerapan akuntansi karbon di Indonesia pun masih sulit karena belum memiliki standar baku dalam pengukuran karbon.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 3\" class=\"wp-image-37163\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sustainable-business\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pahami Konsep Sustainable Business di Era Modern Ini<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Standar dan Kerangka Akuntansi Karbon?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada 2 standar utama yang menjadi pedoman mengenai cara mengukur dan melaporkan emisi karbon sebagai perusahaan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Greenhouse Gas (GHG) Protocol<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/ghgprotocol.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>GHG Protocol<\/strong><\/a> adalah standar akuntansi karbon internasional yang paling banyak digunakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar ini menetapkan metodologi akuntansi karbon dan format pelaporan yang perlu diikuti oleh perusahaan agar pelaporan dapat dilakukan secara konsisten. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsistensi metodologi akuntansi karbon antarperusahaan penting karena memungkinkan investor, konsumen, dan pemangku kepentingan lainnya membandingkan kinerja keberlanjutan perusahaan secara setara.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Standar ISO 14064<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/www.iso.org\/standard\/66453.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>ISO 14064<\/strong><\/a> merupakan pedoman lain untuk mengukur dan melaporkan emisi gas rumah kaca. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar ini dikembangkan oleh International Organization for Standardization (ISO), sebuah organisasi global yang menetapkan standar untuk mendukung perdagangan internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ISO 14064 secara umum konsisten dengan GHG Protocol, tetapi memiliki ketentuan yang tidak terlalu preskriptif. Standar ini juga tidak digunakan secara luas seperti GHG Protocol.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-keberlanjutan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mengenal Akuntansi Keberlanjutan dan Contoh Penerapannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Jenis Emisi GRK: Scope 1, 2, dan 3<\/strong><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-2.webp\" alt=\"akuntansi karbon 2\" class=\"wp-image-50085\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">GHG Protocol mengharuskan perusahaan mengukur dan melaporkan emisi karbon berdasarkan 3 kategori berbeda yang disebut sebagai scope:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Emisi Scope 1<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Emisi Scope 1 adalah emisi gas rumah kaca langsung yang terjadi dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan oleh perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Scope 1 terbagi menjadi emisi yang berasal dari fasilitas perusahaan dan kendaraan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Emisi Scope 2<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Emisi Scope 2 terjadi sebagai akibat dari pembangkitan energi yang dibeli dan digunakan oleh perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Emisi tersebut terjadi di luar lokasi perusahaan, misalnya di pembangkit listrik, tetapi sangat dipengaruhi oleh jumlah energi yang digunakan perusahaan serta jenis energi yang dibeli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Emisi Scope 3<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Emisi Scope 3<\/strong>, yang juga dikenal sebagai emisi rantai pasok, mencakup seluruh emisi tidak langsung lainnya yang terjadi di sepanjang rantai nilai perusahaan, baik di sisi hulu maupun hilir. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Scope 3 menjadi kategori terbesar dan umumnya mencakup lebih dari 80% total emisi GRK perusahaan. Berdasarkan GHG Protocol, emisi Scope 3 dibagi lagi menjadi 15 kategori.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya mencakup emisi yang dihasilkan dari barang dan jasa yang dibeli perusahaan, perjalanan karyawan dari dan ke tempat kerja, serta perjalanan dinas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/produk-ramah-lingkungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">15 Produk Ramah Lingkungan yang Dapat Dijadikan Peluang Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Pencatatan Akuntansi Karbon?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-3.webp\" alt=\"akuntansi karbon 3\" class=\"wp-image-50086\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mencatat transaksi karbon, perusahaan perlu mengikuti langkah berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menghitung offset<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, perusahaan perlu menghitung nilai surplus atau defisit karbon dengan membandingkan jumlah karbon yang berhasil diserap atau dikurangi dengan total emisi karbon yang dihasilkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam konteks karbon, <em>offset<\/em> merupakan mekanisme untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan perusahaan melalui aktivitas pengurangan atau penyerapan emisi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan perhitungan ini, perusahaan dapat mengetahui apakah jumlah karbon yang diserap sudah mencukupi untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan atau masih terdapat kekurangan yang perlu dikompensasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Rumus<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Surplus\/Defisit Karbon = Potensi Serap\/Pengurangan Karbon \u2212 Emisi Karbon<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika hasilnya positif, perusahaan memiliki <strong>surplus karbon<\/strong>. Sebaliknya, jika hasilnya negatif, perusahaan mengalami <strong>defisit karbon<\/strong> dan mungkin perlu memperoleh kredit karbon atau melakukan mekanisme kompensasi lainnya sesuai skema yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menghitung nilai kredit karbon<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah mengetahui surplus atau defisit karbon, perusahaan dapat menentukan jumlah kredit karbon yang dibutuhkan atau tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, perusahaan menghasilkan emisi sebesar 1.000 ton CO\u2082e, sementara aktivitas penyerapan atau pengurangan emisinya mencapai 700 ton CO\u2082e.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka: 700 \u2212 1.000 = \u2212300 ton CO\u2082e<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, perusahaan mengalami defisit sebesar 300 ton CO\u2082e. Jika satu kredit karbon mewakili pengurangan atau penyerapan sebesar 1 ton CO\u2082e, perusahaan membutuhkan sekitar 300 kredit karbon untuk mengimbangi defisit tersebut, dengan tetap memperhatikan aturan dan mekanisme skema karbon yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menentukan perlakuan akuntansinya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah jumlah kredit karbon diketahui, perusahaan perlu menentukan bagaimana transaksi tersebut dicatat dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, perusahaan membeli 300 kredit karbon dengan harga Rp50.000 per kredit. Nilai transaksi adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">300 \u00d7 Rp50.000 = Rp15.000.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kredit tersebut memenuhi kriteria pengakuan sebagai aset sesuai standar akuntansi yang diterapkan, perusahaan dapat mencatat pembelian tersebut sebagai aset:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Aset Kredit Karbon<\/td><td>Rp15.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td>Kas\/Utang<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp15.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, ketika kredit karbon digunakan untuk memenuhi kewajiban atau tujuan tertentu, perusahaan perlu menentukan perlakuan akuntansi berikutnya berdasarkan tujuan kepemilikan kredit, skema perdagangan karbon, dan standar akuntansi yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengakui Beban atau Kewajiban Karbon<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika aktivitas emisi perusahaan menimbulkan kewajiban yang memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan, perusahaan dapat perlu mengakui beban dan\/atau liabilitas terkait karbon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, berdasarkan skema yang berlaku perusahaan memiliki kewajiban yang harus diselesaikan menggunakan kredit karbon. Dalam kondisi tersebut, pencatatan dapat melibatkan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Debit Beban terkait Emisi<\/strong><br><strong>Kredit Liabilitas terkait Emisi<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, jangan langsung menggunakan jurnal ini sebagai aturan umum, karena pengakuan dan pengukuran kewajiban karbon bergantung pada karakteristik skema, regulasi, kontrak, serta standar akuntansi yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Menyajikan Informasi Karbon dalam Laporan Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah transaksi dan kewajiban karbon dicatat, perusahaan perlu menyajikan dampaknya dalam laporan keuangan yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi tersebut dapat berkaitan dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/catatan-atas-laporan-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Catatan atas laporan keuangan<\/a><\/strong>, untuk menjelaskan kebijakan akuntansi dan informasi material terkait transaksi atau kewajiban karbon.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-posisi-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Laporan posisi keuangan<\/a><\/strong>, misalnya aset kredit karbon atau liabilitas terkait emisi.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Laporan laba rugi<\/strong>,<\/a> misalnya beban yang timbul dari aktivitas karbon.<\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Laporan arus kas<\/a><\/strong>, misalnya pembayaran untuk memperoleh kredit karbon.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/bisnis-suistanable\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Bisnis Suistanable: Pengertian, Konsep, dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Tantangan Penerapan Akuntansi Karbon di Indonesia?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-1.webp\" alt=\"akuntansi karbon 1\" class=\"wp-image-50084\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerapan akuntansi karbon di negara berkembang seperti Indonesia masih belum semudah penerapan di negara maju karena tidak adanya standar akuntansi karbon nasional, pengukuran emisi yang rumit, mahalnya biaya implementasi, dan rendahnya insentif regulasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut penjelasan lebih lengkapnya yang kami rangkum dari jurnal <strong><em><a href=\"https:\/\/www.semanticscholar.org\/paper\/PERKEMBANGAN-DAN-TANTANGAN-IMPLEMENTASI-AKUNTANSI-Pupsitsari-Nawangsari\/e31b7e9e593bd863fbbec8b96979e1f203958f00\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">&#8220;Perkembangan dan Tantangan Implementasi Akuntansi Karbon di Indonesia (2026)&#8221;<\/a><\/em><\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tidak adanya standar akuntansi karbon nasional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia belum memiliki PSAK yang secara eksplisit mengatur pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan informasi karbon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah salah satu hambatan terbesar dalam akuntansi karbon di Indonesia karena membuat praktek pencatatannya jadi berbeda-beda antar perusahaan dan sulit dibandingkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena ini juga, pelaporan akuntansi di perusahaan di Indonesia mayoritasnya masih berbasis narasi tanpa pengukuran kuantitatif yang bisa diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Sulitnya pengukuran emisi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengukuran emisi itu sulit karena perlu mencatat data dari seluruh rantai pasok.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, perusahaan di Indonesia masih kurang mampu menghitungnya dengan metode yang bisa diandalkan. Jadi, mereka kebanyakan masih menggunakan perkiraan kasar saja.  <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mahalnya biaya implementasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menerapkan akuntansi karbon dengan tetap, perusahaan harus melakukan audit karbon, mengembangkan sistem pemantauan, sampai melatih SDM mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biaya untuk implementasi ini sangat mahal, apalagi untuk perusahaan kecil dan menengah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Rendahnya insentif regulasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa regulasi yang mewajibkan pengukuran dan pelaporan emisi serta insentif ekonomi, perusahaan mungkin tidak akan melihat manfaat dari adopsi akuntansi karbon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini juga menyebabkan rendahnya minat perusahaan dalam melakukan perdagangan karbon secara sukarela.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/packaging-ramah-lingkungan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Contoh Packaging Ramah Lingkungan Untuk Bisnis Anda<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akuntansi karbon membantu perusahaan mengukur, mencatat, dan melaporkan dampak aktivitas bisnis terhadap emisi gas rumah kaca secara lebih terstruktur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memahami emisi Scope 1, Scope 2, dan Scope 3 serta mengikuti kerangka seperti GHG Protocol dan ISO 14064, perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai sumber emisi dan peluang untuk menguranginya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pengelolaan data karbon tidak berdiri sendiri. Data transaksi, biaya, aset, kewajiban, dan aktivitas operasional tetap perlu dicatat dengan rapi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk pencatatan ini, Kledo sebagai <a href=\"https:\/\/kledo.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> bisa membantu perusahaan mengelola pencatatan keuangan secara lebih terstruktur dan menghasilkan laporan keuangan yang akurat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, bisnis Anda siap menghadapi kewajiban pelaporan akuntansi karbon maupun kewajiban pelaporan keuangan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Akuntansi karbon memang merupakan bidang yang termasuk baru, tapi begitu penting sebagai alat untuk melawan perubahan iklim. Perusahaan (terutama di sektor energi dan manufaktur) yang menghasilkan emisi besar semakin ditekan untuk menerapkan akuntansi karbon dengan menghitung jejak emisi mereka. Dengan ini, bisnis bisa membuat laporan keberlanjutan (sustainability report) untuk pemerintah dan stakeholder, menerapkan pengurangan karbon, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":50248,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[18015,105,18018,1134,18017,18019,1264],"class_list":["post-50082","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-akuntansi-karbon","tag-kledo","tag-pencatatan-akuntansi-karbon","tag-software-akuntansi","tag-standar-dan-kerangka-akuntansi-karbon","tag-tantangan-penerapan-akuntansi-karbon","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Akuntansi karbon adalah proses pengukuran dan pelaporan karbon (emiten) yang dihasilkan perusahaan dalam kegiatan usahanya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Akuntansi karbon adalah proses pengukuran dan pelaporan karbon (emiten) yang dihasilkan perusahaan dalam kegiatan usahanya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-28T08:18:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-28T08:18:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya\",\"datePublished\":\"2026-08-28T08:18:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-28T08:18:58+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/\"},\"wordCount\":1391,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/akuntansi-karbon-banner.webp\",\"keywords\":[\"akuntansi karbon\",\"kledo\",\"pencatatan akuntansi karbon\",\"software akuntansi\",\"standar dan kerangka akuntansi karbon\",\"tantangan penerapan akuntansi karbon\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/\",\"name\":\"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/akuntansi-karbon-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-08-28T08:18:51+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-28T08:18:58+00:00\",\"description\":\"Akuntansi karbon adalah proses pengukuran dan pelaporan karbon (emiten) yang dihasilkan perusahaan dalam kegiatan usahanya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/akuntansi-karbon-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/akuntansi-karbon-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"rekapitulasi penjualan banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/akuntansi-karbon\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya","description":"Akuntansi karbon adalah proses pengukuran dan pelaporan karbon (emiten) yang dihasilkan perusahaan dalam kegiatan usahanya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya","og_description":"Akuntansi karbon adalah proses pengukuran dan pelaporan karbon (emiten) yang dihasilkan perusahaan dalam kegiatan usahanya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-08-28T08:18:51+00:00","article_modified_time":"2026-08-28T08:18:58+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"9 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya","datePublished":"2026-08-28T08:18:51+00:00","dateModified":"2026-08-28T08:18:58+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/"},"wordCount":1391,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-banner.webp","keywords":["akuntansi karbon","kledo","pencatatan akuntansi karbon","software akuntansi","standar dan kerangka akuntansi karbon","tantangan penerapan akuntansi karbon","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/","name":"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-banner.webp","datePublished":"2026-08-28T08:18:51+00:00","dateModified":"2026-08-28T08:18:58+00:00","description":"Akuntansi karbon adalah proses pengukuran dan pelaporan karbon (emiten) yang dihasilkan perusahaan dalam kegiatan usahanya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/akuntansi-karbon-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"rekapitulasi penjualan banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-karbon\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Akuntansi Karbon: Pencatatan dan Tantangan Penerapannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50082","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50082"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50082\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50308,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50082\/revisions\/50308"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50082"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50082"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50082"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}