{"id":50290,"date":"2026-09-04T09:35:35","date_gmt":"2026-09-04T02:35:35","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=50290"},"modified":"2026-09-04T09:35:49","modified_gmt":"2026-09-04T02:35:49","slug":"contoh-laporan-keuangan-syariah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/","title":{"rendered":"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahukah Anda bahwa penyusunan laporan keuangan dalam entitas syariah berbeda dari laporan keuangan konvensional?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Entitas syariah sendiri mengikuti prinsip usaha yang berbeda dari entitas usaha konvensional yang bertujuan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan syariah memiliki pos-pos khusus seperti Dana Syirkah Temporer (DST) hingga pencatatan dana zakat dan kebajikan yang wajib tersaji secara transparan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini menyajikan contoh laporan keuangan syariah lengkap, mulai dari neraca, laba rugi, hingga laporan dana zakat serta pembahasan komponennya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik Khusus Format Laporan Keuangan Syariah (PSAK 101)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-101\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PSAK 101<\/a> tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan<a href=\"https:\/\/web.iaiglobal.or.id\/PSAK-Syariah\/64#gsc.tab=0\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Ikatan Akuntan Indonesia<\/a> (DSAK IAI) pada 27 Juni 2002.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut aturan tersebut, laporan keuangan syariah memiliki karakteristik sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Terdapat Pemisahan Dana Syirkah Temporer (DST)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dana Syirkah Temporer adalah dana yang entitas syariah terima untuk diinvestasikan dan dikelola dengan skema bagi hasil, contohnya akad <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-mudharabah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mudharabah <\/a>Mutlaqah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DST muncul di laporan posisi keuangan (neraca) dan merupakan akun yang berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia tidak termasuk Kewajiban\/Liabilitas karena entitas syariah tidak wajib mengembalikan modal jika terjadi kerugian yang bukan disebabkan kelalaian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DST juga bukan Ekuitas\/Modal karena ia milik nasabah atau pihak ketiga.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Memiliki Struktur Komponen Laporan yang Lebih Rumit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen laporan keuangan syariah terdiri dari 7:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Neraca:<\/strong> Aset, Kewajiban, Dana Syirkah Temporer, dan Ekuitas<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain: <\/strong>Menyajikan pendapatan operasi utama, hak bagi hasil pemilik dana, serta bagian laba\/rugi entitas<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laporan Perubahan Ekuitas<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laporan Arus Kas<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laporan Sumber dan Penyaluran Dana Zakat:<\/strong> Melaporkan penerimaan dana zakat dari internal maupun eksternal dan penyalurannya kepada mustahik<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan:<\/strong> Melaporkan penerimaan dana non-halal (misalnya denda keterlambatan) dan pengeluarannya untuk tujuan sosial<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Catatan atas Laporan Keuangan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pengakuan Pendapatan Berbasis Bagi Hasil<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam PSAK 101, entitas syariah mengenal dua metode bagi hasil, yaitu <em>gross profit sharing<\/em> dan <em>net revenue sharing.<\/em><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Gross Profit Sharing:<\/em><\/strong> Bagi hasil dihitung dari laba kotor (pendapatan dikurangi harga pokok penjualan\/beban langsung).<\/li>\n\n\n\n<li><strong><em>Net Revenue Sharing:<\/em><\/strong> Bagi hasil dihitung dari pendapatan operasional sebelum dikurangi beban-beban usaha.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ingat, pendapatan yang diakui juga harus bersih dari unsur riba, gharar (ketidakpastian), dan maisir (perjudian).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pengelompokan dan Akuntansi Aset\/Piutang Berbasis Akad<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aset dan piutang dalam neraca syariah dibagi berdasarkan jenis akad transaksinya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Piutang Murabahah:<\/strong> Diukur sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi (harga jual dikurangi margin yang belum diakui).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aset Ijarah:<\/strong> Diakui sebagai aset tetap atau aset tidak berwujud yang disusutkan sesuai masa manfaatnya (jika menyewakan barang).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembiayaan Mudharabah \/ Musyarakah:<\/strong> Dihitung sebagai investasi bagi hasil yang diukur berdasarkan jumlah kas atau nilai wajar aset non-kas yang diserahkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penjelasan lebih lengkap terkait akuntansi Mudharabah ada di artikel ini <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-105-akuntansi-mudharabah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pembahasan PSAK 105 Tentang Akuntansi Mudharabah<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <em>Shariah Compliance <\/em>(Kepatuhan Syariah)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 101 mewajibkan pengungkapan mengenai Tingkat Kepatuhan Syariah dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), yang mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pernyataan bahwa operasional entitas telah diawasi dan sesuai dengan Opini\/Fatwa Dewan Pengawas Syariah (DPS) serta DSN-MUI.<\/li>\n\n\n\n<li>Pengungkapan rinci atas pendapatan non-halal (jika ada) dan bagaimana penanganannya (wajib disalurkan ke Dana Kebajikan, tidak boleh diakui sebagai pendapatan perusahaan).<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 2\" class=\"wp-image-37162\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sak-syariah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">SAK Syariah: Pembahasan Lengkap, Sejarah, dan Isinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Laporan Keuangan Syariah dan Konvensional<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan laporan keuangan syariah dan konvensional terletak pada postulat entitas, kelangsungan usaha, periode akuntansi, unit moneter, pengungkapan, dan objektivitasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut penjelasan lengkapnya yang kami sarikan dari jurnal <strong><a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/411983912_Penyajian_Laporan_Keuangan_Syariah_dan_Non_Syariah_Studi_Kasus_PT_Bank_Mandiri_dan_PT_Bank_Mandiri_Syariah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">&#8220;Penyajian Laporan Keuangan Syariah dan Non Syariah&#8221;<\/a><\/strong> (2024).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Postulat Entitas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi konvensional <\/strong>memandang perusahaan sebagai badan hukum terpisah dari pemilik modal. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemilik modal hanya bertanggung jawab sebesar modal yang mereka tanamkan, dan tujuan utama entitas adalah mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-syariah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Akuntansi syariah <\/a><\/strong>memandang entitas sebagai wadah kemitraan dan kerja sama berbasis prinsip Islam. Penyedia modal dan pengelola bekerja sama untuk mencapai tujuan berdasarkan prinsip bagi hasil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Postulat Kelangsungan Usaha (<em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pengertian-going-concern-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Going Concern<\/a><\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi konvensional <\/strong>mengansumsikan bisnis akan terus berjalan tanpa batas waktu tertentu, kecuali ada bukti sebaliknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi syariah<\/strong> juga mengakui kelangsungan usaha, tapi terikat oleh akad bagi hasil. Usaha dianggap terus berlangsung selama prinsip kejujuran, keadilan, dan pembagian hasil terpenuhi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Postulat <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/periode-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Periode Akuntansi <\/a><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi konvensional<\/strong> membagi periode ke dalam tahunan\/triwulanan untuk menghitung laba\/rugi bersih, pembayaran pajak, dan pembagian dividen investor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi syariah<\/strong> membagi periode akuntansi berdasarkan kewajiban zakat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya untuk harta usaha\/perdagangan dievaluasi setiap tahun untuk menentukan nisab dan besaran zakat 2.5%. Lalu untuk sektor pertanian, periode pengakuannya yaitu setiap kali panen sesuai hukum fiqih zakat pertanian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/postulat-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Postulat Akuntansi: Pengertian dan 4 Elemennya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Postulat Unit Moneter<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi konvensional <\/strong>menggunakan nilai uang nominal terkini sebagai satuan ukur standar untuk semua transaksi, yang cenderung mengabaikan fluktuasi daya beli atau nilai fisik jika tidak ada penyesuaian inflasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi syariah <\/strong>menggabungkan nilai uang dengan kuantitas dan nilai pasar barang nyata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Postulat Pengungkapan Penuh<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi konvensional <\/strong>menyediakan informasi keuangan bagi investor, kreditor, dan analis untuk pengambilan keputusan ekonomi dan investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi syariah <\/strong>melakukan pengungkapan sebagai bentuk tanggung jawab dan akuntabilitas kepada pemilik modal dan kepada Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Postulat Objektivitas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi konvensional<\/strong> mengandalkan bukti transaksi historis untuk menjaga objektivitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akuntansi syariah<\/strong> dibangun di atas dasar ketaqwaan dan keadilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut merupakan tabel ringkasan perbandingan akuntansi konvensional vs akuntansi syariah:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Postulat Akuntansi<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 37.5%;\">Fokus Akuntansi Konvensional<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 37.5%;\">Fokus Akuntansi Syariah<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Entitas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pemisahan tegas modal vs. pemilik<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kemitraan berbasis bagi hasil<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Going Concern<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Keberlanjutan realisasi aset<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Keberlanjutan kesepakatan akad<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Periode<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Periode fiskal \/ pajak tahunan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perhitungan siklus zakat \/ panen<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Unit Moneter<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Nilai nominal uang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Nilai pasar &amp; kuantitas fisik riil<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pengungkapan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Keputusan ekonomi investor<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pertanggungjawaban kepada Allah &amp; publik<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Objektivitas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Bukti transaksi historis terverifikasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Nilai ketaqwaan, keadilan, &amp; halal-haram<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manajemen-keuangan-syariah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Memahami Manajemen Keuangan Syariah yang Berlaku di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Komponen Laporan Keuangan Syariah Lengkap<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut contoh laporan keuangan syariah beserta penjelasan singkat komponen masing-masing laporan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Contoh Laporan Posisi Keuangan (Neraca Syariah)<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"989\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-posisi-keuangan-syariah-bsi.webp\" alt=\"contoh laporan posisi keuangan syariah bsi\" class=\"wp-image-50292\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-posisi-keuangan-syariah-bsi.webp 989w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-posisi-keuangan-syariah-bsi-297x300.webp 297w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-posisi-keuangan-syariah-bsi-768x777.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 989px) 100vw, 989px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di atas adalah <a href=\"https:\/\/ir.bankbsi.co.id\/financial_reports.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan posisi keuangan Bank Syariah Indonesia <\/a>untuk Juli 2026. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada neraca di atas, Anda bisa melihat beberapa pos yang tidak ada di laporan keuangan konvensional, seperti:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Piutang<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bank konvensional hanya mengenal &#8220;kredit&#8221; atau &#8220;pinjaman.&#8221; Sementara itu, BSI memecah piutang menjadi beberapa akad:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Piutang Murabahah: Jual beli dengan margin<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang Istishna: Jual beli barang yang dipesan\/dibuat<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang Multijasa: Jasa berbasis ijarah<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang Qardh: Pinjaman kebajikan tanpa imbalan<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang Sewa: Ijarah<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pembiayaan Bagi Hasil<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bank konvensional, tidak ada konsep bagi hasil karena bank selalu menerima bunga tetap terlepas dari apakah usaha nasabah untung atau rugi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembiayaan di bank syariah dibagi menjadi Mudharabah (bank sebagai pemilik modal dan nasabah sebagai pengelola) dan Musyarakah (bank dan nasabah sama-sama menyetorkan modal).<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pembiayaan Sewa<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bank syariah bisa menjadi pemilik aset yang menyewakan kepada nasabah (ijarah) atau menyewakan dengan opsi kepemilikan di akhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bank konvensional pada umumnya tidak membeli dan memiliki aset fisik untuk disewakan<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Salam<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akad jual beli di mana pembayaran dilakukan di muka, lalu barang diserahkan kemudian. Biasanya berlaku untuk komoditas pertanian atau barang yang belum ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep ini tidak ada di bank konvensional. Untuk penjelasan lebih lanjut bisa Anda baca di <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-103\/\">Pembahasan <\/a><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-103\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PSAK<\/a><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-103\/\"> 103 Tentang Akuntansi Salam<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Aset Istishna dalam Penyelesaian &amp; Termin Istishna<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Istishna adalah akad pesanan pembuatan barang (misalnya konstruksi, manufaktur). Pos ini menunjukkan bahwa bank mengakui aset secara bertahap sesuai kemajuan pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Termin istishna adalah tagihan per tahap yang mengurangi nilai aset tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-104-akuntansi-istishna\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pembahasan PSAK 104 Tentang Akuntansi Istishna<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Contoh Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"740\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-laba-rugi-bsi-.webp\" alt=\"contoh laporan laba rugi bsi\" class=\"wp-image-50291\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-laba-rugi-bsi-.webp 740w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-laba-rugi-bsi--222x300.webp 222w\" sizes=\"(max-width: 740px) 100vw, 740px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendapatan dari Penyaluran Dana<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bank konvensional, pos utama penghasilan disebut &#8220;Pendapatan Bunga&#8221; (<em>interest income<\/em>). Di BSI, istilah ini tidak ada sama sekali dan digantikan oleh tiga hal:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pendapatan dari Piutang <\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan dari Bagi Hasil<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan Sewa<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bank konvensional, bank tetap mendapat bunga meski nasabah merugi. Tapi di bank syariah, bank juga ikut menanggung jika nasabah merugi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beban Bonus Wadiah<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wadiah adalah akad titipan di mana bank tidak wajib memberi imbal hasil, tapi boleh memberi <strong>bonus<\/strong> secara sukarela.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wadiah tidak termasuk bunga karena tidak diperjanjikan di muka, dan besarannya pun ditentukan sepihak oleh bank.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendapatan Bank Selaku Mudharib dalam Mudharabah Muqayyadah<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep ini juga sangat spesifik untuk bank syariah. Pendapatan bank di sini adalah fee atas pengelolaannya, bukan margin atau bunga.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penghasilan komprehensif lain<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pos lain seperti revaluasi aset tetap, program pensiun manfaat pasti, dan penyesuaian mata uang asing relatif sama antara bank syariah dan konvensional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini karena mengikuti PSAK umum (PSAK 71, PSAK 24, dll.) yang berlaku untuk semua entitas, bukan standar syariah khusus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Contoh Laporan Arus Kas Syariah<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"460\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-arus-kas-syariah-bsi.webp\" alt=\"contoh laporan keuangan arus kas syariah bsi\" class=\"wp-image-50295\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-arus-kas-syariah-bsi.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-arus-kas-syariah-bsi-300x138.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-arus-kas-syariah-bsi-768x353.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format laporan arus kas bank syariah kurang lebih sama dengan konvensional, yang membagi kas ke 3 aktivitas utama: operasi, investasi, dan pendanaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini karena keduanya mengacu pada <strong>PSAK 2<\/strong> (Laporan Arus Kas) yang berlaku umum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pada laporan keuangan syariah ada beberapa komponen yang khas:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aktivitas Operasi: <\/strong>Menjelaskan penerimaan margin murabahah, bagi hasil mudharabah\/musyarakah, ujroh ijarah, jadi bukan &#8220;bunga.&#8221;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aktivitas Investasi: <\/strong>Instrumen terbatas hanya SBIS, FASBIS, sukuk, SBSN, tidak boleh SBI atau obligasi konvensional<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aktivitas Pendanaan: <\/strong>Penerimaan DPK berbasis bagi hasil, bukan simpanan berbunga. Bank melakukan penerbitan sukuk, bukan obligasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-107-akuntansi-ijarah\/\">Pembahasan PSAK 107 Tentang Akuntansi Ijarah<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Contoh Laporan Perubahan Ekuitas<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"491\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-perubahan-ekuitas-syariah-.webp\" alt=\"contoh laporan perubahan ekuitas syariah\" class=\"wp-image-50297\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-perubahan-ekuitas-syariah-.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-perubahan-ekuitas-syariah--300x147.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-perubahan-ekuitas-syariah--768x377.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada laporan perubahan ekuitas, ada 3 perbedaan utama yang harus Anda ketahui, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Urutan distribusi laba:<\/strong> Jika bank konvensional mendistribusikan mulai dari laba, pajak, lalu dividen, bank syariah mendistribusikannya menjadi laba, pajak, zakat, lalu dividen<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cadangan zakat<\/strong>: Disisihkan dari laba <em>sebelum<\/em> dividen dibagi. Di konvensional tidak ada.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dana Syirkah Temporer (DST)<\/strong>: Dana nasabah mudharabah bukan ekuitas, bukan liabilitas, pos tersendiri. Tidak ada di konvensional.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Contoh Laporan Sumber dan Penyaluran Dana Zakat<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"490\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keu.webp\" alt=\"contoh laporan keuangan syariah laporan sumber dan penyaluran dana zakat\" class=\"wp-image-50294\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keu.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keu-300x147.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keu-768x376.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini adalah laporan yang hanya ada di akuntansi syariah. Bank konvensional tidak memilikinya sama sekali karena zakat adalah kewajiban dalam sistem ekonomi Islam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bank syariah dipandang sebagai badan hukum yang wajib berzakat dan dasar perhitungannya mengacu pada fatwa DSN-MUI dan kebijakan internal bank.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari laporan di atas, diketahui bahwa BSI tidak menyalurkan zakat sendiri secara langsung, melainkan melalui lembaga amil zakat (LAZ) seperti Baznas atau lembaga mitra.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Contoh Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Kebajikan (Qardh)<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"489\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-sumber-dan-penggunaan-dana-kebajikan-syariah.webp\" alt=\"contoh laporan keuangan sumber dan penggunaan dana kebajikan syariah\" class=\"wp-image-50296\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-sumber-dan-penggunaan-dana-kebajikan-syariah.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-sumber-dan-penggunaan-dana-kebajikan-syariah-300x147.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-sumber-dan-penggunaan-dana-kebajikan-syariah-768x376.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan ini tidak ada di bank konvensional karena tidak ada konsep dana dari sumber &#8216;tidak halal&#8217; yang harus dibersihkan dan tidak ada kewajiban syariah untuk  mengelola infaq, shadaqah, atau denda secara terpisah dari dana komersial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bank syariah memisahkan pendapatan nonhalal dan mereka tidak boleh mengakuinya sebagai pendapatan operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh dana disalurkan dalam bentuk sumbangan\/program sosial sebagai kewajiban penyaluran yang bersifat amanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-106-akuntansi-musyarakah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pembahasan PSAK 106 Tentang Akuntansi Musyarakah<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, itulah penjelasan mengenai laporan keuangan syariah dan beberapa contoh laporannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyusun laporan keuangan syariah yang sesuai PSAK 101 memang membutuhkan ketelitian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melakukan pencatatan secara manual tak jarang memicu risiko kesalahan hitung yang fatal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mempermudah operasional bisnis Anda, manfaatkan Kledo, <a href=\"https:\/\/kledo.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi <\/a>berbasis <em>cloud<\/em> yang fleksibel dan mudah digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kledo membantu Anda mencatat setiap transaksi bisnis, memantau arus kas secara <em>real-time<\/em>, hingga menyajikan laporan keuangan yang rapi dan terstruktur otomatis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Coba Kledo <\/a>gratis sekarang dan rasakan kemudahan mengelola keuangan bisnis Anda!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda bahwa penyusunan laporan keuangan dalam entitas syariah berbeda dari laporan keuangan konvensional? Entitas syariah sendiri mengikuti prinsip usaha yang berbeda dari entitas usaha konvensional yang bertujuan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Laporan syariah memiliki pos-pos khusus seperti Dana Syirkah Temporer (DST) hingga pencatatan dana zakat dan kebajikan yang wajib tersaji secara transparan. Artikel ini menyajikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":50569,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[18068,1872,18069,105,15457,1134,1264],"class_list":["post-50290","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-contoh-laporan-keuangan-syariah","tag-jenis-laporan-keuangan","tag-karakteristik-laporan-keuangan-syariah","tag-kledo","tag-komponen-laporan-keuangan-syariah","tag-software-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari contoh laporan keuangan syariah lengkap, mulai dari neraca, laba rugi, hingga laporan dana zakat serta komponennya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari contoh laporan keuangan syariah lengkap, mulai dari neraca, laba rugi, hingga laporan dana zakat serta komponennya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-04T02:35:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-04T02:35:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\"},\"headline\":\"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya\",\"datePublished\":\"2026-09-04T02:35:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-04T02:35:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/\"},\"wordCount\":1722,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp\",\"keywords\":[\"contoh laporan keuangan syariah\",\"jenis laporan keuangan\",\"karakteristik laporan keuangan syariah\",\"kledo\",\"komponen laporan keuangan syariah\",\"software akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/\",\"name\":\"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-04T02:35:35+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-04T02:35:49+00:00\",\"description\":\"Pelajari contoh laporan keuangan syariah lengkap, mulai dari neraca, laba rugi, hingga laporan dana zakat serta komponennya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"contoh laporan keuangan syariah banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/contoh-laporan-keuangan-syariah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya","description":"Pelajari contoh laporan keuangan syariah lengkap, mulai dari neraca, laba rugi, hingga laporan dana zakat serta komponennya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya","og_description":"Pelajari contoh laporan keuangan syariah lengkap, mulai dari neraca, laba rugi, hingga laporan dana zakat serta komponennya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-09-04T02:35:35+00:00","article_modified_time":"2026-09-04T02:35:49+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"12 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0"},"headline":"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya","datePublished":"2026-09-04T02:35:35+00:00","dateModified":"2026-09-04T02:35:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/"},"wordCount":1722,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp","keywords":["contoh laporan keuangan syariah","jenis laporan keuangan","karakteristik laporan keuangan syariah","kledo","komponen laporan keuangan syariah","software akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/","name":"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp","datePublished":"2026-09-04T02:35:35+00:00","dateModified":"2026-09-04T02:35:49+00:00","description":"Pelajari contoh laporan keuangan syariah lengkap, mulai dari neraca, laba rugi, hingga laporan dana zakat serta komponennya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/contoh-laporan-keuangan-syariah-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"contoh laporan keuangan syariah banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/contoh-laporan-keuangan-syariah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Laporan Keuangan Syariah Lengkap dan Pembahasannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/def661f6c7a499e192476b111ed3abc0","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50290","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50290"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50290\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50634,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50290\/revisions\/50634"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50290"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50290"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50290"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}