{"id":50433,"date":"2026-10-19T15:50:32","date_gmt":"2026-10-19T08:50:32","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=50433"},"modified":"2026-10-19T15:50:41","modified_gmt":"2026-10-19T08:50:41","slug":"stakeholder-mapping","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/","title":{"rendered":"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak hanya berhubungan dengan pelanggan dan karyawan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada berbagai pihak lain yang dapat memengaruhi keputusan bisnis atau terdampak oleh aktivitas perusahaan, seperti investor, pemasok, pemerintah, hingga masyarakat sekitar. Pihak-pihak ini disebut <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">stakeholder.<\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder mapping <\/em>membantu bisnis mengidentifikasi dan memetakan pihak-pihak tersebut berdasarkan tingkat kepentingan dan pengaruhnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan begitu, pemilik bisnis dan manajer dapat menentukan siapa yang perlu diprioritaskan, bagaimana cara berkomunikasi, serta bagaimana mengelola hubungan dengan masing-masing stakeholder.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas apa itu stakeholder mapping, tujuan, cara membuat, dan contohnya.<\/p>\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu <em>Stakeholder Mapping<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder mapping <\/em>adalah metode untuk mengidentifikasi, mengelompokkan, dan memetakan<em> stakeholder <\/em>berdasarkan karakteristik tertentu, terutama tingkat <strong>pengaruh <em>(power)<\/em><\/strong> dan <strong>kepentingan (<em>interest<\/em>)<\/strong> mereka terhadap bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun sekarang, komunitas lokal, LSM lingkungan, dan konsumen generasi muda kini juga memiliki pengaruh besar terhadap perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder<\/em> sendiri merupakan pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan, baik karena dapat memengaruhi keputusan maupun terdampak oleh aktivitas perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/285391634_What_Is_a_Stakeholder\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Roeder (2013) dalam penelitiannya<\/a>, stakeholder adalah orang-orang yang terdampak oleh suatu proyek, menjadi bagian dari proyek tersebut, atau memiliki wewenang pengambilan keputusan dalam proyek itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, siapa pun yang terlibat dalam sebuah proyek merupakan pemangku kepentingan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/teori-stakeholder\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Apa Itu Teori Stakeholder? Contoh Penerapannya dalam Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Jenis Stakeholder dalam Bisnis?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam bisnis, stakeholder terbagi menjadi stakeholder internal dan eksternal berdasarkan hubungannya dengan perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan mengenali kedua jenis <em>stakeholder<\/em>, Anda bisa mengidentifikasi pihak yang perlu dilibatkan, memahami kepentingannya, dan menentukan pendekatan komunikasi yang sesuai saat melakukan <em>stakeholder mapping.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Stakeholder Internal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stakeholder internal adalah pihak yang berada di dalam organisasi dan terlibat langsung dalam kegiatan atau pengambilan keputusan bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya adalah pemilik bisnis yang berkepentingan terhadap keuntungan dan pertumbuhan usaha, manajemen yang bertanggung jawab atas strategi dan operasional, serta tim keuangan yang mengelola anggaran dan arus kas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karyawan juga termasuk stakeholder internal karena keputusan perusahaan dapat memengaruhi beban kerja, kompensasi, dan kesejahteraan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Stakeholder Eksternal<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stakeholder eksternal adalah pihak di luar organisasi yang dapat memengaruhi atau terdampak oleh aktivitas bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, pelanggan berkepentingan terhadap kualitas produk dan layanan, sedangkan pemasok mengharapkan pembayaran dan kerja sama yang lancar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bank memperhatikan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban pinjaman, sementara investor berkepentingan terhadap potensi keuntungan dan perkembangan bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Instansi pemerintah juga dapat menjadi stakeholder karena berhubungan dengan perizinan dan ketentuan yang relevan dengan kegiatan usaha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisa-usaha\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Analisa Usaha: Tahapan, Teknik, dan Tips Melakukannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Tujuan dan Manfaat Stakeholder Mapping bagi Bisnis??<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder mapping <\/em>membantu bisnis memahami pihak mana yang perlu diperhatikan dan bagaimana cara mengelola hubungannya. Beberapa tujuannya yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengidentifikasi pihak yang berkepentingan terhadap bisnis.<\/li>\n\n\n\n<li>Menentukan tingkat pengaruh dan kepentingan setiap stakeholder.<\/li>\n\n\n\n<li>Menentukan prioritas komunikasi dan keterlibatan.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengurangi risiko konflik, miskomunikasi, atau keputusan yang tidak sesuai kepentingan stakeholder.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa perbedaan <em>stakeholder mapping<\/em> dan <em>stakeholder analysis<\/em>?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder mapping<\/em> fokus memvisualisasikan dan mengelompokkan stakeholder, misalnya berdasarkan tingkat pengaruh dan kepentingannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-analysis-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">stakeholder analysis<\/a><\/em> merupakan proses yang lebih luas untuk memahami karakteristik, kebutuhan, kepentingan, pengaruh, serta potensi dampak dari setiap <em>stakeholder.<\/em><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-engagement-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Stakeholder Engagement: 7 Contoh Penerapannya di Bisnis Kecil<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Model dan Metode Stakeholder Mapping?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada 3 model stakeholder mapping, yaitu: stakeholder matrix, salience model, dan sociagram. Anda bisa memilih salah satu di antaranya berdasarkan tujuan analisis, kompleksitas bisnis, dan informasi yang ingin diperoleh. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menentukan pihak yang perlu diprioritaskan, perusahaan dapat menggunakan Power\/Interest Grid atau Salience Model, sedangkan Sociogram membantu memahami hubungan dan pengaruh antarstakeholder.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Stakeholder Matrix (Power\/Interest Grid)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stakeholder matrix dengan pendekatan Power\/Interest Grid merupakan metode pemetaan stakeholder berdasarkan dua dimensi, yaitu tingkat pengaruh (<em>power<\/em>) dan tingkat kepentingan (<em>interest<\/em>) terhadap suatu proyek atau keputusan bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Matriks ini umumnya memiliki empat kuadran:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 34%;\"><\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 33%;\"><em>Interest<\/em> Rendah<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 33%;\"><em>Interest<\/em> Tinggi<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: bold; background-color: #f4f7fe; color: #2a52be;\"><em>Power<\/em> Tinggi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\"><em>Keep Satisfied<\/em><\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\"><em>Manage Closely<\/em><\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: bold; background-color: #f4f7fe; color: #2a52be;\"><em>Power<\/em> Rendah<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\"><em>Monitor<\/em><\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\"><em>Keep Informed<\/em><\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Power tinggi, interest tinggi:<\/strong> libatkan secara aktif dan kelola dengan cermat karena pihak ini memiliki pengaruh besar sekaligus kepentingan kuat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Power tinggi, interest rendah:<\/strong> jaga kepuasan mereka dan sampaikan informasi yang relevan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Power rendah, interest tinggi: <\/strong>berikan informasi secara berkala karena mereka memiliki kepentingan besar meskipun pengaruhnya terbatas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Power rendah, interest rendah: <\/strong>pantau seperlunya dan lakukan komunikasi sesuai kebutuhan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Salience Model<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salience Model adalah metode <em>stakeholder mapping<\/em> yang dikembangkan oleh <a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/247159142_Toward_a_Theory_of_Stakeholder_Identification_and_Salience_Defining_the_Principle_of_Who_and_What_Really_Counts\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Mitchell, Agle, dan Wood (1997).<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode ini membantu perusahaan menentukan prioritas stakeholder berdasarkan tiga atribut, yaitu kekuasaan (<em>Power<\/em>\/P), legitimasi (<em>Legitimacy<\/em>\/L), dan urgensi (<em>Urgency<\/em>\/U). <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kekuasaan <\/strong>menunjukkan kemampuan stakeholder memengaruhi keputusan,<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Legitimasi<\/strong> berkaitan dengan kewajaran atau pengakuan atas kepentingannya,<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Urgensi <\/strong>menunjukkan seberapa mendesak tuntutan atau kebutuhannya perlu ditangani.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mitchell, Agle, dan Wood berpendapat bahwa meskipun kekuasaan merupakan faktor krusial dalam menentukan tingkat kepentingan (<em>salience<\/em>) seorang stakeholder, legitimasi dan urgensi juga turut berperan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mungkin terdapat pemangku kepentingan yang tidak memiliki kekuasaan, namun tetap penting bagi organisasi maupun proyek tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tabel contoh sailence model dalam <em>stakeholder mapping<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 20%;\">Kelas<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Atribut<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 35%;\">Contoh<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 20%;\">Prioritas<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Definitive<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">P + L + U<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Direktur, klien utama<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Tinggi sekali<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dominant<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">P + L<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Investor<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Tinggi<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dangerous<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">P + U<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Media yang menekan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Tinggi (waspada)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dependent<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">L + U<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Karyawan terdampak<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Sedang<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dormant<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">P<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Regulator (belum aktif)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pantau<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Discretionary<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">L<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Komunitas, LSM<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rendah<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Demanding<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">U<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pihak yang vokal tapi tanpa pengaruh<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Rendah<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pemetaan Hubungan Antar Stakeholder (<em>Sociogram<\/em>)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sociogram merupakan metode visual untuk memetakan hubungan antar stakeholder, sehingga perusahaan dapat melihat bagaimana informasi, pengaruh, atau kerja sama mengalir di antara berbagai pihak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dari matriks yang menilai posisi masing-masing stakeholder, sociogram menekankan pola hubungan dan keterkaitan antarpihak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam bisnis, misalnya, pemilik usaha dapat memetakan hubungan antara tim penjualan, tim keuangan, pemasok, dan pelanggan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, keterlambatan informasi pesanan dari tim penjualan kepada tim keuangan berpotensi menghambat proses penagihan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sociogram cocok digunakan ketika keberhasilan proyek bergantung pada komunikasi, kolaborasi, atau aliran informasi antar stakeholder.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Model ini dapat melengkapi Power\/Interest Grid dengan memberikan gambaran tentang hubungan yang tidak terlihat jika perusahaan hanya menilai pengaruh dan kepentingan setiap pihak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/valuasi-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Valuasi Bisnis: Pengertian, Cara Hitung, dan Tips Meningkatkannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Membuat <em>Stakeholder Mapping<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membuat <em>stakeholder mapping<\/em> dapat dilakukan dengan mengidentifikasi pihak yang berkaitan dengan bisnis, menilai tingkat kepentingan dan pengaruhnya, lalu menentukan cara mengelola setiap kelompok.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tentukan tujuan pemetaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah pertama dalah membuat stakeholder mapping adalah menentukan tujuan pembuatan peta tersebut. Apakah tujuannya untuk membuat produk\/fitur baru? Apakah Anda sedang bersiap memasuki pasar baru atau niche di pasar yang sudah ada? Informasi apa yang ingin Anda tamabhkan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitu Anda memiliki tujuan yang jelas, Anda bisa lanjut ke langkah berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Identifikasi semua <em>stakeholder<\/em> bisnis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mulailah dengan membuat daftar seluruh stakeholder yang memiliki hubungan dengan bisnis. Kelompokkan menjadi stakeholder internal seperti pemilik, manajemen, dan karyawan, serta stakeholder eksternal seperti pelanggan, pemasok, investor, pemerintah, dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertimbangkan juga apakah mereka terdampak langsung atau tidak langsung oleh aktivitas bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tentukan tingkat kepentingan setiap stakeholder<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nilai seberapa besar kepentingan<em> stakeholder<\/em> terhadap bisnis. Pertimbangkan kebutuhan, tujuan, dan ekspektasi mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan skala yang konsisten, misalnya rendah, sedang, dan tinggi, agar setiap <em>stakeholder<\/em> dapat dibandingkan dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Tentukan tingkat pengaruh <em>stakeholder<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, tentukan seberapa besar kemampuan setiap stakeholder dalam memengaruhi keputusan atau aktivitas bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertimbangkan faktor seperti <strong>kewenangan, sumber daya, posisi, serta hubungan bisnis<\/strong>. Dari sini, <em>stakeholder <\/em>dapat dikategorikan memiliki pengaruh tinggi atau rendah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Masukkan<em> stakeholder <\/em>ke dalam <em>stakeholder matrix<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan <em>stakeholder matrix<\/em> dengan dua sumbu utama: <em><strong>power <\/strong><\/em>(tingkat pengaruh) dan <strong><em>interest<\/em><\/strong> (tingkat kepentingan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Posisi setiap stakeholder membantu bisnis menentukan tingkat prioritas dan strategi pengelolaannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Tentukan strategi komunikasi untuk setiap kelompok<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah stakeholder dikelompokkan, sesuaikan cara komunikasinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stakeholder dengan power dan interest tinggi perlu dikelola secara intensif, sementara stakeholder dengan power tinggi tetapi interest rendah perlu tetap dijaga hubungannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stakeholder dengan pengaruh rendah dapat dipantau dan diberikan informasi sesuai kebutuhan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pendekatan ini, bisnis tidak perlu menggunakan strategi komunikasi yang sama untuk semua pihak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Evaluasi <em>stakeholder mapping<\/em> secara berkala<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Evaluasi peta ini secara berkala, terutama ketika terjadi perubahan struktur bisnis, hubungan dengan <em>stakeholder<\/em>, atau tingkat pengaruh dan kepentingan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tambahkan <em>stakeholder <\/em>baru ketika muncul hubungan bisnis baru agar peta <em>stakeholder<\/em> tetap relevan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manajemen-strategis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tips Manajemen Strategis, Tahapan dan Pengertiannya Pada Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh<em> Stakeholder Mapping <\/em>untuk Bisnis<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-1.webp\" alt=\"stakeholder mapping 1\" class=\"wp-image-50440\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerapan stakeholder mapping dapat berbeda sesuai karakteristik bisnis. Berikut contoh sederhananya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh stakeholder mapping perusahaan dagang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan dagang umumnya memiliki stakeholder seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pemilik:<\/strong> memiliki kepentingan tinggi dan pengaruh tinggi terhadap keputusan bisnis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Manajemen:<\/strong> berpengaruh besar dalam operasional dan pengambilan keputusan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Supplier:<\/strong> berkepentingan terhadap hubungan dan transaksi bisnis, dengan tingkat pengaruh yang bergantung pada perannya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pelanggan:<\/strong> memiliki kepentingan tinggi terhadap produk dan layanan, tetapi pengaruhnya dapat berbeda-beda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Karyawan:<\/strong> berkepentingan terhadap keberlangsungan perusahaan dan operasional bisnis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bank:<\/strong> dapat memiliki pengaruh tinggi ketika bisnis memiliki fasilitas pinjaman atau pembiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemerintah:<\/strong> memiliki pengaruh melalui regulasi, perizinan, dan kewajiban bisnis.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh stakeholder mapping bisnis jasa<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bisnis jasa, stakeholder umumnya meliputi pihak-pihak berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Institusi keuangan:<\/strong> berkepentingan terhadap kemampuan bisnis dalam memenuhi kewajiban pembiayaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemilik bisnis:<\/strong> memiliki pengaruh dan kepentingan tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tim operasional:<\/strong> berperan langsung dalam memberikan layanan kepada pelanggan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Klien:<\/strong> memiliki kepentingan tinggi terhadap kualitas dan hasil layanan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Freelancer atau vendor:<\/strong> mendukung penyediaan layanan sesuai kebutuhan bisnis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Investor:<\/strong> memiliki kepentingan terhadap kinerja dan perkembangan bisnis.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh Stakeholder Mapping UMKM<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada UMKM, stakeholder yang terlibat biasanya lebih sederhana daripada perusahaan besar. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, masing-masing tetap memiliki tingkat kepentingan dan pengaruh yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pemilik:<\/strong> menentukan arah dan keputusan utama bisnis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Karyawan:<\/strong> menjalankan aktivitas operasional dan memiliki kepentingan terhadap keberlangsungan usaha.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pelanggan:<\/strong> memengaruhi pendapatan dan keberlanjutan bisnis melalui keputusan pembelian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Supplier:<\/strong> mendukung ketersediaan bahan baku atau produk.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bank:<\/strong> berperan dalam penyediaan layanan pembiayaan dan keuangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemerintah:<\/strong> berkaitan dengan regulasi, perizinan, dan kewajiban usaha.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh Stakeholder Mapping dalam Bentuk Tabel<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut contoh sederhana yang dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing bisnis:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 15%;\">Stakeholder<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 12%;\">Kepentingan<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 12%;\">Pengaruh<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 23%;\">Kebutuhan Informasi<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 23%;\">Strategi Komunikasi<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 15%;\">Frekuensi Komunikasi<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pemilik<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Tinggi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Tinggi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kinerja dan kondisi bisnis<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Laporan dan diskusi rutin<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Mingguan\/bulanan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Karyawan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Tinggi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Tinggi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Target, tugas, dan kebijakan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Briefing dan komunikasi langsung<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Harian\/mingguan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pelanggan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Tinggi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Sedang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Produk, harga, dan layanan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Informasi produk dan layanan pelanggan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Sesuai kebutuhan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Supplier<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Sedang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Sedang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pesanan, pembayaran, dan kebutuhan stok<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Komunikasi dan koordinasi langsung<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Mingguan\/bulanan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Bank<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Sedang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Tinggi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kondisi dan kewajiban keuangan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pelaporan dan komunikasi formal<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Sesuai kebutuhan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pemerintah<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Sedang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Tinggi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Data dan kepatuhan usaha<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pelaporan serta komunikasi administratif<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">Sesuai ketentuan<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/conflict-of-interest\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Conflict Of Interest: Pengertian, Jenis, Dampak, Dan Tips Menanganinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana <em>Stakeholder Mapping<\/em> Membantu Pebisnis Mengambil Keputusan?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-2.webp\" alt=\"stakeholder mapping 2\" class=\"wp-image-50441\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder mapping<\/em> membantu pebisnis memahami siapa saja yang dapat memengaruhi keputusan dan bagaimana keputusan tersebut berdampak pada setiap pihak. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan pemetaan yang jelas, Anda bisa mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kepentingan <em>stakeholder <\/em>yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengurangi risiko bisnis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder mapping<\/em> membantu bisnis mengantisipasi risiko sebelum menerapkan keputusan dan mengidentifikasi apakah ada pihak yang berpotensi menghambat keputusan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemetaan ini juga membantu mendeteksi potensi konflik kepentingan serta memprioritaskan risiko berdasarkan tingkat pengaruh <em>stakeholder.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Meningkatkan komunikasi bisnis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap <em>stakeholder<\/em> memiliki kebutuhan informasi yang berbeda. Pemetaan membantu bisnis menentukan informasi yang relevan untuk setiap stakeholder, seberapa sering harus menyelenggarakan komunikasi, dan saluran komunikasi apa yang tepat agar pesan tidak salah sasaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Membantu pengelolaan keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder mapping<\/em> juga dapat membantu menentukan siapa yang membutuhkan informasi keuangan dan jenis informasi yang diperlukan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, pemilik dan manajemen membutuhkan informasi untuk mengambil keputusan, sementara investor dan bank dapat membutuhkan informasi mengenai kondisi serta kinerja keuangan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, data keuangan dapat disiapkan sesuai kebutuhan <em>stakeholder <\/em>dan digunakan sebagai dasar dalam komunikasi maupun pengambilan keputusan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/unsur-manajemen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">5 Unsur Manajemen yang Harus Diketahui Pemilik Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Stakeholder Mapping?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-3.webp\" alt=\"stakeholder mapping 3\" class=\"wp-image-50442\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder mapping<\/em> akan kurang efektif jika dilakukan hanya sebagai formalitas tanpa mempertimbangkan kondisi bisnis yang sebenarnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hindari beberapa kesalahan berikut saat pemetaan stakeholder:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengabaikan <em>stakeholder <\/em>dengan pengaruh rendah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Stakeholder dengan pengaruh rendah tetap dapat memiliki kepentingan tinggi terhadap bisnis. Selain itu, tingkat pengaruh mereka dapat berubah seiring waktu. Karena itu, mereka tetap perlu dipantau dan diberikan informasi yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tidak memperbarui tingkat pengaruh stakeholder <\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengaruh stakeholder tidak selalu tetap. Perubahan posisi, hubungan bisnis, kepemilikan, atau kondisi perusahaan dapat membuat tingkat pengaruh seseorang atau suatu pihak berubah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, manajer yang sebelumnya tidak terlibat dalam keputusan strategis kemudian naik pangkat menjadi direktur, sehingga pengaruhnya terhadap bisnis meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, ketika bisnis mengalami masalah arus kas dan membutuhkan pinjaman, bank atau lembaga keuangan dapat menjadi<em> stakeholder <\/em>yang lebih berpengaruh karena berkaitan dengan pembiayaan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, Anda perlu selalu memperbarui pemetaan agar strategi yang digunakan tetap sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menggunakan strategi komunikasi yang sama<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap stakeholder memiliki kebutuhan informasi, kepentingan, dan tingkat pengaruh yang berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menggunakan komunikasi yang sama untuk semua pihak dapat membuat informasi terlalu banyak, kurang relevan, atau tidak memenuhi kebutuhan stakeholder tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, bank membutuhkan informasi mengenai kondisi dan kemampuan keuangan bisnis, terutama jika ada pinjaman. Sementara itu, <em>supplier<\/em> lebih membutuhkan informasi terkait pesanan, jumlah barang, dan jadwal pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tidak menggunakan data bisnis yang relevan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemetaan yang hanya berdasarkan asumsi dapat menghasilkan prioritas yang keliru. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan informasi yang relevan, seperti hubungan bisnis, nilai transaksi, kewenangan, kebutuhan informasi, dan riwayat interaksi untuk menentukan posisi stakeholder secara lebih objektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/manfaat-laporan-keuangan-bisnis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">21 Manfaat Laporan Keuangan bagi Bisnis dan Semua Pemangku Kepentingan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja <em>Tool<\/em> untuk Melakukan <em>Stakeholder Mapping<\/em>?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam melakukan stakeholder mapping, kami merekomendasikan 2 jenis tool, yaitu spreadsheet\/Excel dan whiteboard digital.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Spreadsheet untuk UMKM dan Bisnis Kecil<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Microsoft Excel dan Google Sheets cocok untuk UMKM yang membutuhkan tools stakeholder mapping sederhana. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya memungkinkan bisnis mencatat nama stakeholder, peran, tingkat pengaruh, kepentingan, serta strategi komunikasi dalam satu tabel. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tim juga dapat menggunakan data tersebut untuk menentukan prioritas stakeholder dan memperbarui informasi secara berkala. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai awalan, Anda bisa mengikuti contoh stakeholder mapping dalam bentuk tabel yang telah dibahas sebelumnya. Namun, pemetaan hubungan antarstakeholder akan lebih sulit dibaca jika hanya mengandalkan spreadsheet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Whiteboard Digital dan Software Visualisasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tools seperti Miro, Lucidchart, dan Lucidspark cocok untuk bisnis yang membutuhkan visualisasi stakeholder dan kolaborasi tim. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Miro dan Lucidspark mendukung diskusi visual menggunakan kanvas bersama, sedangkan Lucidchart membantu menyusun diagram hubungan antarstakeholder. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tools ini memudahkan tim melihat posisi, keterkaitan, dan jalur komunikasi antarpihak. Meski demikian, tim tetap perlu menilai pengaruh dan kepentingan stakeholder secara mandiri serta memperbarui peta sesuai perubahan kondisi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-communication\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Stakeholder Communication: Pengertian, Manfaat, &amp; Strateginya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Stakeholder mapping<\/em> membantu bisnis memahami siapa saja pihak yang memiliki kepentingan dan pengaruh terhadap perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memetakan stakeholder berdasarkan tingkat pengaruh dan kepentingannya, pebisnis dapat menentukan prioritas komunikasi, mengurangi potensi konflik, serta mengambil keputusan dengan lebih terarah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerapannya juga tidak berhenti pada hubungan dan komunikasi. Pebisnis perlu menyediakan informasi yang sesuai untuk stakeholder, terutama ketika berkaitan dengan kondisi dan kinerja keuangan bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, data keuangan yang rapi menjadi bagian penting dalam pengelolaan hubungan dengan stakeholder.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memudahkan pengelolaan data tersebut, <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi<\/a> Kledo dapat membantu bisnis mencatat transaksi dan menyusun berbagai laporan keuangan secara lebih praktis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Coba Kledo sekarang<\/a> untuk pencatatan transaksi dan pelaporan data yang lebih baik, bisa diakses kapan saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam menjalankan bisnis, perusahaan tidak hanya berhubungan dengan pelanggan dan karyawan. Ada berbagai pihak lain yang dapat memengaruhi keputusan bisnis atau terdampak oleh aktivitas perusahaan, seperti investor, pemasok, pemerintah, hingga masyarakat sekitar. Pihak-pihak ini disebut stakeholder. Stakeholder mapping membantu bisnis mengidentifikasi dan memetakan pihak-pihak tersebut berdasarkan tingkat kepentingan dan pengaruhnya. Dengan begitu, pemilik bisnis dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":50576,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","pp_checklist_custom_item_gnqilnwhwooffwj":"yes","pp_checklist_custom_item_tzhdyzifyhcgywn":"yes","pp_checklist_custom_item_zloflwnisysleym":"yes","pp_checklist_custom_item_wijgpcvhdehgplw":"yes","pp_checklist_custom_item_ztsbsfcxajwgpfi":"yes","pp_checklist_custom_item_nczwtkqlbegnxrj":"","pp_checklist_custom_item_nfjwvojnsmjptuj":""},"categories":[427],"tags":[18086,105,1134,18081,18085,862,18083],"class_list":["post-50433","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-bisnis","tag-kesalahan-stakeholder-mapping","tag-kledo","tag-software-akuntansi","tag-stakeholder-mapping","tag-stakeholder-matrix","tag-tips-bisnis","tag-tujuan-stakeholder-mapping"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Stakeholder mapping adalah metode memetakan stakeholder berdasarkan karakteristik tertentu terhadap bisnis.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Stakeholder mapping adalah metode memetakan stakeholder berdasarkan karakteristik tertentu terhadap bisnis.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-19T08:50:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-19T08:50:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"salsabilanisa\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"salsabilanisa\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4316e93310fcd842502a858e3ab1ccbb\"},\"headline\":\"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat\",\"datePublished\":\"2026-10-19T08:50:32+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-19T08:50:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/\"},\"wordCount\":2367,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/stakeholder-mapping-banner.webp\",\"keywords\":[\"kesalahan stakeholder mapping\",\"kledo\",\"software akuntansi\",\"stakeholder mapping\",\"stakeholder matrix\",\"tips bisnis\",\"tujuan stakeholder mapping\"],\"articleSection\":[\"Tips Bisnis\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/\",\"name\":\"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/stakeholder-mapping-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-10-19T08:50:32+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-19T08:50:41+00:00\",\"description\":\"Stakeholder mapping adalah metode memetakan stakeholder berdasarkan karakteristik tertentu terhadap bisnis.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/stakeholder-mapping-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/stakeholder-mapping-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"stakeholder mapping banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/stakeholder-mapping\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4316e93310fcd842502a858e3ab1ccbb\",\"name\":\"salsabilanisa\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"salsabilanisa\"},\"description\":\"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/khoirunnisa-salsabila\\\/\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/salsabilanisa\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat","description":"Stakeholder mapping adalah metode memetakan stakeholder berdasarkan karakteristik tertentu terhadap bisnis.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat","og_description":"Stakeholder mapping adalah metode memetakan stakeholder berdasarkan karakteristik tertentu terhadap bisnis.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-10-19T08:50:32+00:00","article_modified_time":"2026-10-19T08:50:41+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"salsabilanisa","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"salsabilanisa","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/"},"author":{"name":"salsabilanisa","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/4316e93310fcd842502a858e3ab1ccbb"},"headline":"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat","datePublished":"2026-10-19T08:50:32+00:00","dateModified":"2026-10-19T08:50:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/"},"wordCount":2367,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-banner.webp","keywords":["kesalahan stakeholder mapping","kledo","software akuntansi","stakeholder mapping","stakeholder matrix","tips bisnis","tujuan stakeholder mapping"],"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/","name":"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-banner.webp","datePublished":"2026-10-19T08:50:32+00:00","dateModified":"2026-10-19T08:50:41+00:00","description":"Stakeholder mapping adalah metode memetakan stakeholder berdasarkan karakteristik tertentu terhadap bisnis.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/stakeholder-mapping-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"stakeholder mapping banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/stakeholder-mapping\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Stakeholder Mapping: Tujuan dan Cara Membuat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/4316e93310fcd842502a858e3ab1ccbb","name":"salsabilanisa","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/526967096cad0ea252782d3b276d0f98024e65c40841232c850c1d8759e46db6?s=96&d=mm&r=g","caption":"salsabilanisa"},"description":"Memulai bisnis dari sebuah warung kecil, saat ini saya sedang mengembangkan bisnis saya sambil menulis artikel tentang bisnis, pemasaran, dan manajemen sesuai pengalaman saya.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/khoirunnisa-salsabila\/"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/salsabilanisa\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50433","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50433"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50433\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":51757,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50433\/revisions\/51757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50576"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50433"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50433"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50433"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}