COSO ERM adalah kerangka kerja yang bisa Anda terapkan untuk mengelola risiko pada usaha.<\/p>\n\n\n\n
Perusahaan perlu rutin mengelola risiko untuk mengurangi potensi terjadinya kerugian finansial dan gangguan operasional. Risiko bisnis sendiri banyak jenisnya, mulai dari masalah arus kas, kecurangan internal, dan gangguan rantai pasok hingga kebocoran data. <\/p>\n\n\n\n
Menurut laporan IBM<\/a>, rata-rata kerugian akibat kebocoran data global mencapai US$4,88 juta pada 2024, meningkat 10% dibandingkan tahun sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n Artikel ini akan membahas pengertian, tujuan dan manfaat COSO ERM, cara menerapkan, dan contohnya.<\/p>\n\n\n\n\n\n COSO ERM adalah kerangka kerja untuk mengelola risiko perusahaan secara terintegrasi dengan strategi dan kinerja bisnis. <\/p>\n\n\n\n COSO merupakan singkatan dari Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission, sedangkan ERM adalah Enterprise Risk Management <\/a>atau manajemen risiko perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Meski kerangka kerja ini tidak bersifat wajib, tapi menurut ACCA Global,<\/a> framework ini sangat terkenal karena menjadi alat untuk menilai dan memperbaiki manajemen risiko dan sistem kontrol internal.<\/p>\n\n\n\n COSO framework<\/em><\/a> <\/em>adalah proses untuk mengidentifikasi, menilai, memprioritaskan, dan menangani risiko yang dapat memengaruhi perusahaan dalam mencapai tujuannya, seperti:<\/p>\n\n\n\n COSO selalu memperbarui panduan framework ini mengikuti perubahan lingkungan kerja yang dinamis. <\/p>\n\n\n\n Mereka juga sudah mempublikasikan \u2018Guidance on Managing Cyber Risks in a Digital Age\u2019 (2019), \u2018Blockchain and Internal Control\u2019 (2020) dan \u2018Enterprise Risk Management for Cloud Computing\u2019 (2021).<\/p>\n\n\n Baca Juga: Analisis Risiko: Pengertian, Fungsi, Metode, dan Prosesnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n COSO ERM membantu perusahaan mengantisipasi ketidakpastian sekaligus memastikan keputusan bisnis tetap sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai. <\/p>\n\n\n\n Sejak publikasi pertama COSO ERM pada tahun 2004, sudah banyak lembaga di seluruh industri di berbagai belahan dunia yang menerapkan framework ini untuk manajemen risiko.<\/p>\n\n\n\n Penerapan COSO ERM juga membawa beberapa tujuan dan manfaat utama:<\/p>\n\n\n\n Baca Juga: Idiosyncratic Risk: Pengertian, Cara Ukur, dan Contoh Kasusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Berdasarkan publikasi COSO (2017)<\/a> berjudul Enterprise Risk Management\u2014Integrating with Strategy and Performance, COSO ERM terdiri dari lima komponen dan 20 prinsip yang menjadi panduan untuk mengintegrasikan manajemen risiko dengan strategi dan kinerja bisnis. <\/p>\n\n\n\n Setiap komponen memiliki prinsip yang saling berkaitan. Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n Komponen ini berfokus pada tata kelola dan budaya perusahaan yang mendukung pengelolaan risiko. <\/p>\n\n\n\n Ada 5 prinsip yang perlu diterapkan:<\/p>\n\n\n\n Komponen ini memastikan risiko menjadi pertimbangan sejak perusahaan menyusun strategi dan menetapkan tujuan bisnis. Empat prinsipnya meliputi:<\/p>\n\n\n\n Komponen Performance mencakup identifikasi, penilaian, prioritas, dan penanganan risiko yang dapat memengaruhi pelaksanaan strategi. <\/p>\n\n\n\n Lima prinsip performance<\/em> adalah:<\/p>\n\n\n\n Komponen ini membantu perusahaan mengevaluasi efektivitas manajemen risiko dan menyesuaikannya dengan perubahan kondisi bisnis. <\/p>\n\n\n\n Review and revision <\/em>memiliki 3 prinsip, yaitu:<\/p>\n\n\n\n Komponen terakhir menekankan penggunaan informasi, komunikasi, dan pelaporan untuk mendukung pengambilan keputusan. <\/p>\n\n\n\n Tiga prinsip information, communication,<\/strong><\/em> dan reporting<\/em><\/strong> adalah:<\/p>\n\n\n\n Baca Juga: Pengertian Manajemen Risiko Keuangan dan Strategi Implementasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Anda bisa menerapkan COSO ERM dengan menetapkan tujuan bisnis, mengenali risiko yang berpotensi muncul, lalu menentukan tindakan untuk mengelolanya. <\/p>\n\n\n\n Agar efektif, proses ini perlu terintegrasi dengan perencanaan strategi, anggaran, dan evaluasi kinerja perusahaan.<\/p>\n\n\n\n Langkah pertama adalah menentukan tujuan yang ingin perusahaan capai dan mengenali risiko yang berpotensi menghambat kinerja bisnis.<\/p>\n\n\n\n Perusahaan juga perlu memahami faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pencapaian tujuan, seperti kondisi keuangan, kapasitas produksi, persaingan, perubahan regulasi, dan kebutuhan pelanggan. <\/p>\n\n\n\n Setelah menetapkan tujuan, identifikasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaiannya. <\/p>\n\n\n\n Risiko dapat berasal dari aspek keuangan, operasional, kepatuhan, teknologi, maupun strategi bisnis.<\/p>\n\n\n\n Tidak semua risiko membutuhkan penanganan dengan tingkat urgensi yang sama.<\/p>\n\n\n\n Karena itu, Anda perlu melakukan penilaian risiko untuk mengetahui kemungkinan risiko akan terjadi dan seberapa besar dampaknya.<\/p>\n\n\n\n Anda bisa menggunakan matriks risiko mengelompokkan risiko berdasarkan tingkat kemungkinan dan dampaknya. <\/p>\n\n\n\n Penjelasan mengenai matriks risiko dan contohnya sudah kami bahas di artikel penilaian risiko<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Perusahaan perlu memilih respons yang sesuai dengan tingkat risiko, biaya penanganan, dan kemampuan bisnis. <\/p>\n\n\n\n Umumnya, ada 4 pendekatan yang dapat digunakan:<\/p>\n\n\n\n Dalam memilih respon mana yang harus Anda ambil, pertimbangkan manfaat, biaya, dan apakah sisa risiko setelah pengendalian masih bisa diterima.<\/p>\n\n\n\n Manajemen risiko perlu menjadi bagian dari perencanaan bisnis. Anda bisa mengintegrasikannya dengan penyusunan anggaran, penetapan target kinerja, dan pengambilan keputusan investasi.<\/p>\n\n\n\n Misalnya, perusahaan yang berencana membuka cabang baru perlu memperhitungkan risiko penjualan yang tidak sesuai proyeksi, kebutuhan modal kerja, dan peningkatan biaya operasional. <\/p>\n\n\n\n Setiap risiko utama juga perlu memiliki penanggung jawab dan indikator pemantauan yang jelas agar tindak lanjutnya dapat dievaluasi.<\/p>\n\n\n\n Risiko dapat berubah seiring perkembangan bisnis, sehingga Anda perlu memantau kondisi dan efektivitas pengendalian secara berkala. <\/p>\n\n\n\n Pemantauan dapat dilakukan melalui indikator risiko, laporan keuangan, evaluasi operasional, dan hasil pemeriksaan internal.<\/p>\n\n\n\n Jika terjadi perubahan yang drastis, perbarui penilaian risiko dan sesuaikan respons yang digunakan. Laporkan juga perubahan kepada pihak terkait agar manajemen dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi terbaru.<\/p>\n\n\n\n Baca Juga: Mengenal Berbagai Jenis Risiko Bisnis dan Solusi Menimalisirnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Penerapan COSO ERM dapat dilihat melalui cara perusahaan mengidentifikasi risiko, menilai dampaknya, menentukan respons, dan memantau hasilnya. <\/p>\n\n\n\n Berikut tiga ilustrasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan bisnis.<\/p>\n\n\n\n Perusahaan dagang menghadapi risiko kekurangan kas karena sebagian besar pelanggan membayar secara kredit, sementara tagihan pemasok harus dilunasi dalam waktu dekat.<\/p>\n\n\n\n Melalui pendekatan ini, manajemen dapat memperkirakan potensi kekurangan kas lebih awal dan menyesuaikan pengeluaran sebelum kewajiban jatuh tempo.<\/p>\n\n\n\n Perusahaan manufaktur menemukan selisih antara jumlah persediaan fisik dan data yang tercatat dalam sistem. <\/p>\n\n\n\n Kondisi ini dapat terjadi akibat kesalahan input, transaksi yang belum dicatat, atau lemahnya prosedur pengawasan stok.<\/p>\n\n\n\n Evaluasi berkala membantu perusahaan mengetahui sumber kesalahan dan memperbaiki pengendalian agar masalah serupa tidak terus berulang.<\/p>\n\n\n\n Sebuah perusahaan makanan berencana memperluas penjualan dengan meluncurkan produk baru. <\/p>\n\n\n\n Namun, perubahan tren konsumen dan persaingan dapat membuat permintaan tidak sesuai dengan perkiraan.<\/p>\n\n\n\n Dengan mempertimbangkan risiko sejak tahap perencanaan, perusahaan dapat mengevaluasi kelayakan strategi secara lebih terukur dan menyesuaikan langkah bisnis ketika kondisi pasar berubah.<\/p>\n\n\n\n Baca Juga: Penilaian Risiko: Matrik, Contoh, dan Tahapannya dalam Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n COSO ERM<\/strong> adalah kerangka kerja dari Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (AS). <\/p>\n\n\n\n ISO 31000<\/strong> adalah standar internasional manajemen risiko dari ISO. Standar ini berisi pedoman (guidelines<\/em>), bukan standar yang bisa disertifikasi.<\/p>\n\n\n\n Jadi, COSO ERM lebih detail dan menekankan keterkaitan risiko dengan strategi dan kinerja, dengan akar di pengendalian internal dan tata kelola keuangan. Sementara itu, ISO 31000 lebih ringkas, umum, dan fleksibel.<\/p>\n\n\n\n Namun, keduanya juga punya persamaan sebagai sesama kerangka kerja yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi risiko usaha. Keduanya tidak bersifat wajib dan dapat diterapkan di berbagai industri. Selain itu, banyak juga perusahaan yang memakai keduanya bersamaan.<\/p>\n\n\n\n Baca Juga: Melakukan Pengendalian Kas Bisnis dengan COSO Framework<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n COSO ERM membantu perusahaan mengelola risiko dengan lebih baik, dengan mengintegrasikannya ke dalam strategi, pengambilan keputusan, dan evaluasi kinerja.<\/p>\n\n\n\n Jika diterapkan dengan baik, perusahaan bisa mengantisipasi masalah dan mencapai tujuan bisnis dengan lebih terarah.<\/p>\n\n\n\n Pengelolaan risiko juga perlu didukung oleh data keuangan yang akurat. Software akuntansi<\/a> Kledo dapat membantu perusahaan mencatat transaksi, memantau arus kas, serta menyusun laporan keuangan untuk mendukung analisis kondisi bisnis dan pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n Sistem keamanan di Kledo juga tidak diragukan lagi karena sudah tersertifikasi ISO\/IEC 27001 dan menggunakan enkripsi data untuk menjamin data Anda.<\/p>\n\n\n\nApa Itu COSO ERM?<\/h2>\n\n\n\n
\n
<\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\nApa Tujuan dan Manfaat COSO ERM bagi Perusahaan?<\/h2>\n\n\n\n
\n
Apa Saja Komponen COSO ERM?<\/h2>\n\n\n\n
1. Governance and Culture<\/em><\/h3>\n\n\n\n
\n
2. Strategy and Objective-Setting<\/em><\/h3>\n\n\n\n
\n
3. Performance<\/em><\/h3>\n\n\n\n
\n
4. Review and Revision<\/em><\/h3>\n\n\n\n
\n
5. Information, Communication, and Reporting<\/em><\/h3>\n\n\n\n
\n
Bagaimana Cara Menerapkan COSO ERM di Perusahaan?<\/h2>\n\n\n
<\/figure>\n<\/div>\n\n\n1. Tetapkan Tujuan dan Konteks Bisnis<\/h3>\n\n\n\n
2. Identifikasi Risiko Perusahaan<\/h3>\n\n\n\n
3. Analisis dan Prioritaskan Risiko<\/h3>\n\n\n\n
4. Tentukan Respons terhadap Risiko<\/h3>\n\n\n\n
\n
5. Integrasikan Manajemen Risiko dengan Strategi<\/h3>\n\n\n\n
6. Pantau, Evaluasi, dan Laporkan Risiko<\/h3>\n\n\n\n
Apa Contoh Penerapan COSO ERM dalam Perusahaan?<\/h2>\n\n\n
<\/figure>\n<\/div>\n\n\nContoh COSO ERM untuk Risiko Keuangan<\/h3>\n\n\n\n
\n
Contoh COSO ERM untuk Risiko Operasional<\/h3>\n\n\n\n
\n
Contoh COSO ERM untuk Risiko Strategis<\/h3>\n\n\n\n
\n
Apa Perbedaan COSO ERM dan ISO 31000?<\/h2>\n\n\n
<\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n \n
\n \n Aspek<\/th>\n COSO ERM<\/th>\n ISO 31000<\/th>\n <\/tr>\n <\/thead>\n \n Penerbit<\/td>\n COSO (asosiasi profesi AS)<\/td>\n ISO (badan standar internasional)<\/td>\n <\/tr>\n \n Asal & fokus<\/td>\n Berakar dari pengendalian internal dan tata kelola keuangan<\/td>\n Generik, berlaku untuk semua jenis organisasi dan risiko<\/td>\n <\/tr>\n \n Struktur<\/td>\n 5 komponen dan 20 prinsip (versi 2017)<\/td>\n 3 elemen: prinsip, kerangka kerja, proses<\/td>\n <\/tr>\n \n Penekanan<\/td>\n Keterkaitan risiko dengan strategi dan kinerja<\/td>\n Integrasi risiko ke dalam tata kelola dan pengambilan keputusan<\/td>\n <\/tr>\n \n Gaya<\/td>\n Lebih detail dan preskriptif<\/td>\n Lebih ringkas dan fleksibel<\/td>\n <\/tr>\n \n Definisi risiko<\/td>\n Kemungkinan suatu peristiwa memengaruhi pencapaian strategi dan tujuan bisnis<\/td>\n Dampak ketidakpastian terhadap tujuan<\/td>\n <\/tr>\n \n Sertifikasi<\/td>\n Tidak ada sertifikasi untuk organisasi<\/td>\n Tidak ada sertifikasi (ISO 31000 bukan standar sertifikasi)<\/td>\n <\/tr>\n <\/tbody>\n <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n