เกมpgใหม่ สแกนสล็อต ai เว็บสล็อตวอเลท ฝากถอนไม่มีขั้นต่ำ สล็อต777วอลเล็ต pg333 slot online สบาย 168 สล็อต สล็อตเว็บตรงไม่ผ่านเอเย่นต์ 777 สล็อต ทรูวอลเล็ต 789 ลูก้า365 pg ออ โต้ 58 สล็อต สล็อตดาก้อน ลูก้า สล็อต spin slot pgplay168 รวมเว็บสล็อตเว็บตรง สตาวอ168 สล็อต แซ น 9999 กิเลน pg ทดลองเล่น เว็บสล็อต 25 หนังฟรี ทดลองเล่นสล็อต เกมสล็อต ดูหนังไทยฟรี หนังพากย์ไทยเต็มเรื่อง หนังเอวี นินจา 168 หนังชนโรง
Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /var/www/kledocom/blog/index.php:61) in /var/www/kledocom/blog/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1897

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /var/www/kledocom/blog/index.php:61) in /var/www/kledocom/blog/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1897

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /var/www/kledocom/blog/index.php:61) in /var/www/kledocom/blog/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1897

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /var/www/kledocom/blog/index.php:61) in /var/www/kledocom/blog/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1897

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /var/www/kledocom/blog/index.php:61) in /var/www/kledocom/blog/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1897

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /var/www/kledocom/blog/index.php:61) in /var/www/kledocom/blog/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1897

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /var/www/kledocom/blog/index.php:61) in /var/www/kledocom/blog/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1897

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /var/www/kledocom/blog/index.php:61) in /var/www/kledocom/blog/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php on line 1897
{"id":52615,"date":"2026-10-29T16:21:26","date_gmt":"2026-10-29T09:21:26","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=52615"},"modified":"2026-10-29T16:21:39","modified_gmt":"2026-10-29T09:21:39","slug":"psak-117","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/psak-117\/","title":{"rendered":"PSAK 117: Penerapan dan Dampaknya bagi Perusahaan Asuransi"},"content":{"rendered":"\n

Perubahan standar akuntansi dapat memengaruhi cara perusahaan asuransi mengukur kewajiban, mengakui pendapatan, dan menyajikan laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n

Salah satu perubahan penting di Indonesia adalah penerapan PSAK 117, yang mengatur akuntansi kontrak asuransi dan menggantikan beberapa standar sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n

Lantas, apa itu PSAK 117, apa perbedaannya dengan standar lama, dan bagaimana dampaknya terhadap laporan keuangan perusahaan asuransi? <\/p>\n\n\n\n

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.<\/p>\n\n\n\n\n\n

Pengertian PSAK 117 dalam Standar Akuntansi Keuangan<\/h2>\n\n\n\n

PSAK 117 adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan kontrak asuransi dalam laporan keuangan.<\/a><\/p>\n\n\n\n

Standar ini berlaku untuk semua perusahaan asuransi di Indonesia (kecuali asuransi syariah yang sudah diatur dalam PSAK 408 tentang Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah) mulai 1 Januari 2025 kemarin. <\/p>\n\n\n\n

PSAK 117 mengatur penyajian informasi keuangan yang lebih transparan, termasuk mengenai kewajiban kepada pemegang polis, profitabilitas kontrak, dan risiko yang dihadapi perusahaan. <\/p>\n\n\n\n

Sebelumnya, PSAK 117 dikenal sebagai PSAK 74<\/a> dan menggantikan PSAK 104, PSAK 328, serta PSAK 336.<\/p>\n\n\n\n

PSAK 117 merupakan standar yang mengadopsi prinsip IFRS 17 (Insurance Contracts)<\/a>, yaitu standar internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB). <\/p>\n\n\n\n

IFRS 17 menjadi acuan dalam penyusunan PSAK 117 agar pelaporan keuangan perusahaan asuransi di Indonesia lebih selaras dengan praktik akuntansi internasional. <\/p>\n\n\n

\n
\"kledo<\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n

Baca Juga: Jurnal Pencatatan Premi Asuransi di Akuntansi: Ini Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n

Apa Tujuan Penerapan PSAK 117?<\/h2>\n\n\n\n

PSAK 117 bertujuan untuk membuat laporan keuangan semakin transparan, menyeragamkan pengakuan pendapatan<\/a>, membuat laporan keuangan antar perusahaan mudah dibandingkan, dan memberi informasi yang lebih relevan pada pengguna laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n

1. Meningkatkan Transparansi Laporan Keuangan<\/h3>\n\n\n\n

PSAK 117 membuat laporan keuangan semakin transparan transparansi dengan mewajibkan pengungkapan nilai kontrak asuransi, perubahan estimasi, risiko, dan keuntungan yang belum diakui dengan lebih detail.<\/p>\n\n\n\n

Dengan informasi yang lengkap, pengguna laporan keuangan bisa memahami kinerja perusahaan asuransi dengan lebih baik juga.<\/p>\n\n\n\n

2. Menyeragamkan Pengakuan Pendapatan Kontrak Asuransi<\/h3>\n\n\n\n

PSAK 117 menetapkan pendekatan pengakuan pendapatan asuransi yang lebih konsisten dengan jasa perlindungan yang diberikan selama periode pertanggungan.<\/p>\n\n\n\n

Pengakuan pendapatan mengikuti ketentuan pengukuran dan pengakuan dalam standar. Pendekatan ini membantu menggambarkan kinerja kontrak asuransi secara lebih tepat dari waktu ke waktu.<\/p>\n\n\n\n

3. Meningkatkan Keterbandingan Laporan Keuangan Antarperusahaan<\/h3>\n\n\n\n

PSAK 117 membantu meningkatkan keterbandingan laporan keuangan antarperusahaan asuransi maupun dengan perusahaan jasa keuangan lainnya. <\/p>\n\n\n\n

Sebelum standar ini diterapkan, perbedaan kebijakan akuntansi menyulitkan pengguna laporan keuangan dalam membandingkan kinerja dan posisi keuangan perusahaan. Standar yang lebih seragam membantu mengurangi perbedaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

4. Memberikan Informasi yang Lebih Relevan kepada Investor dan Pemangku Kepentingan<\/h3>\n\n\n\n

PSAK 117 membantu investor, pemegang polis, dan regulator menilai kinerja, risiko, serta kemampuan perusahaan asuransi dalam memenuhi kewajibannya. <\/p>\n\n\n\n

Informasi yang lebih terperinci juga mendukung pengambilan keputusan investasi dan pengawasan industri. <\/p>\n\n\n\n

Bagi manajemen, penerapan standar ini dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi profitabilitas produk, mengelola risiko, dan merencanakan kebutuhan modal.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Pengertian PSAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n

Apa Saja Perubahan Utama dalam PSAK 117?<\/h2>\n\n\n
\n
\"psak<\/figure>\n<\/div>\n\n\n

PSAK 117 mengubah cara mengakui laba dalam perusahaan asuransi yang awalnya berbasis premi yang diterima menjadi berbasis jasa asuransi yang sudah diberikan.<\/p>\n\n\n\n

Standar ini mengadopsi IFRS 17 dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2025. Lima perubahan di bawah ini mengikuti prinsip tersebut.<\/p>\n\n\n\n

1. Perubahan Pengakuan Pendapatan Asuransi<\/h3>\n\n\n\n

Pendapatan asuransi kini diakui seiring jasa yang diberikan selama periode pertanggungan, bukan saat premi diterima. <\/p>\n\n\n\n

Komponen investasi (jumlah yang tetap dibayarkan ke pemegang polis, apa pun kejadiannya) dikeluarkan dari pendapatan. <\/p>\n\n\n\n

Hasilnya, pendapatan lebih mencerminkan kinerja operasional asuransi yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n

2. Perubahan Pengukuran Kewajiban Kontrak Asuransi<\/h3>\n\n\n\n

Kewajiban kini diukur dengan estimasi terbaru dan tidak lagi memakai asumsi saat kontrak diterbitkan. <\/p>\n\n\n\n

Estimasi ini mencakup nilai kini arus kas masa depan, penyesuaian risiko nonkeuangan (risk adjustment<\/em>), dan CSM. <\/p>\n\n\n\n

Asumsi diperbarui setiap periode pelaporan, sehingga kewajiban lebih sensitif terhadap kondisi sebenarnya. Jika kontrak diperkirakan merugi (onerous<\/em>), kerugiannya diakui langsung sejak awal.<\/p>\n\n\n\n

3. Penerapan Contractual Service Margin (CSM)<\/h3>\n\n\n\n

CSM adalah laba yang belum diperoleh dari sekelompok kontrak asuransi. Pada pengakuan awal, CSM menunda laba agar tidak muncul di hari pertama. <\/p>\n\n\n\n

Besarnya disesuaikan ketika estimasi arus kas terkait jasa masa depan berubah. CSM kemudian dilepas ke laba rugi sepanjang periode pertanggungan.<\/p>\n\n\n\n

4. Pengakuan Laba Berdasarkan Jasa Asuransi yang Diberikan<\/h3>\n\n\n\n

Laba diakui bertahap melalui pelepasan CSM dan pelepasan risk adjustment<\/em>. Laba tidak lagi muncul sekaligus di awal. <\/p>\n\n\n\n

Pola ini membuat laba asuransi lebih stabil dan lebih mudah dibandingkan antarperusahaan.<\/p>\n\n\n\n

5. Perubahan Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan<\/h3>\n\n\n\n

Laporan laba rugi memisahkan hasil jasa asuransi (pendapatan dikurangi beban jasa asuransi) dari pendapatan atau beban keuangan asuransi. <\/p>\n\n\n\n

Pengungkapan diperluas, antara lain rekonsiliasi saldo kontrak, pergerakan CSM, dan asumsi serta tingkat risiko yang digunakan. Perubahan ini meningkatkan transparansi bagi investor, regulator, dan auditor.<\/p>\n\n\n\n

Baca Juga: Pengertian Deferred Acquisition Cost dalam Akuntansi Asuransi<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n

Apa Saja Model Pengukuran Nilai Kontrak Asuransi dalam PSAK 117?<\/h2>\n\n\n
\n
\"psak<\/figure>\n<\/div>\n\n\n

PSAK 117 menyediakan tiga model untuk menghitung nilai kewajiban kontrak asuransi yang dicatat di laporan keuangan: GMM, PAA, dan VFA.<\/p>\n\n\n\n

Kewajiban ini adalah janji perusahaan asuransi kepada nasabah, seperti membayar klaim dan memberikan perlindungan selama kontrak berjalan.<\/p>\n\n\n\n

GMM adalah model dasar, sedangkan PAA dan VFA adalah model yang hanya boleh dipakai jika kontrak memenuhi syarat tertentu.<\/p>\n\n\n\n

1. General Measurement Model (GMM)<\/h3>\n\n\n\n

GMM adalah model pengukuran standar dan dipakai untuk kontrak yang tidak memenuhi syarat PAA maupun VFA. <\/p>\n\n\n\n

Perusahaan menghitung kewajiban dari tiga bagian: <\/p>\n\n\n\n