{"id":5553,"date":"2026-08-31T15:30:58","date_gmt":"2026-08-31T08:30:58","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=5553"},"modified":"2026-08-31T15:31:07","modified_gmt":"2026-08-31T08:31:07","slug":"laporan-laba-rugi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/","title":{"rendered":"Laporan Laba Rugi: Pengertian, Template, Jenis, Fungsi, dan Contoh"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan apakah bisnis Anda menghasilkan laba atau mengalami kerugian dalam periode tertentu. Laporan ini membandingkan pendapatan dengan beban yang timbul selama periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi ini menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan bisnis ke depannya. Misalnya, untuk keputusan menambah modal, melakukan ekspansi, atau justru menghapus produk tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda berniat mencari pendanaan dari bank atau investor, mereka juga akan meminta laporan laba rugi dan laporan keuangan lainnya sebelum memutuskan untuk memberi pendanaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena pentingnya laporan laba rugi dalam bisnis, artikel kami akan membahas cara menyusun laporan laba rugi dengan tepat, contoh, serta template yang bisa Anda unduh.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Laporan Laba Rugi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi (L\/R) adalah <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/laporan-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan keuangan<\/a> yang menunjukkan penghasilan dan beban usaha Anda dalam periode tertentu,<\/strong> untuk mengetahui apakah bisnis menghasilkan laba atau rugi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Periode laporan bisa berlangsung selama bulanan, kuartalan, atau bahkan tahunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan mengikuti standar akuntansi yang berlaku bagi entitas, yaitu <a href=\"https:\/\/web.iaiglobal.or.id\/Berita-IAI\/detail\/pengesahan_psak_118_penyajian_dan_pengungkapan_dalam_laporan_keuangan#gsc.tab=0\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PSAK 118<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 118 tentang Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan telah disahkan IAI pada 28 Mei 2025 dan berlaku efektif untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2027, dengan memperbolehkan penerapan dini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Bahasa Inggris, laporan laba rugi disebut dengan <em>income statement<\/em> atau <em>profit and loss statement<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan ini merupakan salah satu laporan keuangan utama yang digunakan untuk menunjukkan kinerja keuangan bisnis selama periode tertentu. Laporan keuangan lainnya mencakup <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/neraca-saldo-setelah-penyesuaian\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">neraca <\/a>dan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan arus kas<\/a>, sesuai dengan kebutuhan pelaporan entitas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Infografis Ringkasan Laporan Laba Rugi<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"396\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Infografis-laporan-laba-rugi-1-396x1024.webp\" alt=\"Infografis laporan laba rugi (1)\" class=\"wp-image-50318\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Infografis-laporan-laba-rugi-1-396x1024.webp 396w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Infografis-laporan-laba-rugi-1-116x300.webp 116w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Infografis-laporan-laba-rugi-1.webp 542w\" sizes=\"(max-width: 396px) 100vw, 396px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Tujuan dan Manfaat Laporan Laba Rugi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan dan manfaat laporan laba rugi adalah membantu Anda mengetahui kinerja dan profitabilitas bisnis selama periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan ini menunjukkan pendapatan, beban, serta laba atau rugi yang dihasilkan bisnis. Informasi tersebut membantu mengevaluasi kinerja, mengendalikan biaya, dan mengambil keputusan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengetahui laba atau rugi bisnis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi menunjukkan apakah bisnis menghasilkan laba atau mengalami kerugian selama periode tertentu. Anda bisa langsung melihatnya setelah menghitung pendapatan dan beban.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Mengevaluasi kinerja bisnis<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi dapat digunakan sebagai alat evaluasi kinerja keuangan secara berkala. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini dibuktikan dalam studi kasus pada UMKM &#8220;Jaya Pigura&#8221; di Yogyakarta (Setyaningsih dkk., 2025) yang menganalisis laporan laba rugi selama tiga bulan (Mei\u2013Juli 2024).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan ini disampaikan dalam jurnal penelitian <strong><a href=\"https:\/\/journal.banjaresepacific.com\/index.php\/han\/article\/view\/1292\/1064\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">&#8220;Analisis Laporan Laba Rugi sebagai Alat Evaluasi Kinerja Keuangan pada UMKM &#8220;Jaya Pigura&#8221; di Yogyakarta&#8221;.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari laporan tersebut, pemilik usaha dapat membaca beberapa hal sekaligus: tren pendapatan, efisiensi biaya, hingga margin keuntungan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kasus Jaya Pigura, analisis laporan laba rugi mengungkap bahwa gross profit margin stabil di kisaran 49,8% dan net profit margin meningkat dari 44% menjadi 46%. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, laporan laba rugi tidak hanya mencatat angka, tetapi memberikan gambaran nyata tentang seberapa efisien bisnis berjalan dan menjadi dasar pengambilan keputusan seperti penyesuaian harga, pengendalian biaya, atau perencanaan ekspansi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mengukur profitabilitas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Profitabilitas menunjukkan kemampuan bisnis menghasilkan laba dari pendapatan dan aktivitas operasionalnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi dapat digunakan untuk melihat laba kotor, laba operasi, laba sebelum pajak, dan laba bersih serta margin yang terkait.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengendalikan biaya dan beban<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa menggunakan laporan laba rugi untuk mengidentifikasi kenaikan HPP atau beban operasional dan mengevaluasi dampaknya terhadap laba.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mendukung pengambilan keputusan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi laporan laba rugi dapat membantu Anda mengevaluasi harga jual, biaya operasional, strategi penjualan, dan efisiensi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Memberikan informasi kepada pihak yang berkepentingan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemilik, manajemen, investor, dan kreditur dapat menggunakan laporan laba rugi untuk menilai kinerja bisnis. Namun, penilaian tersebut sebaiknya dilakukan bersama laporan keuangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Siapa yang Menggunakan Laporan Laba Rugi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi digunakan oleh pihak internal seperti pemilik bisnis, manajer, dan karyawan serta pihak eksternal seperti pemberi pinjaman, regulator, investor luar, dan kreditur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah penjelasan mengenai informasi yang digunakan masing-masing pihak dan tujuannya dalam laporan laba rugi:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pengguna<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Informasi yang Dibutuhkan dari Laporan Laba Rugi<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Tujuan<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Tim Manajemen<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan, beban operasional, laba\/rugi bersih, margin keuntungan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pengambilan keputusan bisnis: strategi penghematan biaya, ekspansi, atau restrukturisasi utang<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pemilik Bisnis<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Laba\/rugi bersih, pertumbuhan pendapatan, efisiensi beban<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Mengevaluasi profitabilitas dan kelayakan investasi; mengukur ROI<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Karyawan (Akuntan\/Tim Keuangan)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Seluruh komponen pendapatan dan beban, tren laba<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Memastikan kesehatan keuangan perusahaan dan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pemberi Pinjaman (Bank)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Laba bersih, EBITDA, beban bunga, arus pendapatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menilai kemampuan perusahaan membayar cicilan dan bunga pinjaman<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Regulator (OJK\/BEI)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Seluruh laporan laba rugi sesuai standar PSAK<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Memastikan kepatuhan pelaporan keuangan dan transparansi kepada publik dan pemegang saham (POJK No. 14\/POJK 04\/2022)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Investor Luar<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Laba bersih, EPS (earnings per share), margin, pertumbuhan pendapatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Mengevaluasi potensi imbal hasil dan risiko sebelum memberikan pendanaan atau membeli saham<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Kreditur<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Laba bersih, arus pendapatan, rasio utang terhadap laba<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menilai kelayakan kredit (creditworthiness) sebelum memperpanjang atau memberikan kredit baru<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Komponen dalam Laporan Laba Rugi?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"488\" height=\"513\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/contoh-laporan-laba-rugi-komprehensif.webp\" alt=\"contoh laporan laba rugi komprehensif\" class=\"wp-image-50031\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/contoh-laporan-laba-rugi-komprehensif.webp 488w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/contoh-laporan-laba-rugi-komprehensif-285x300.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 488px) 100vw, 488px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen laba rugi bisa berbeda tergantung jenis bisnisnya, namun umumnya mengikuti 9 komponen utama berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pendapatan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/pendapatan-dalam-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Pendapatan <\/a>adalah penghasilan yang diperoleh bisnis dari aktivitas utamanya (penjualan produk atau jasa) selama periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diperhatikan bahwa <strong>pendapatan tidak sama dengan laba.<\/strong> Pendapatan menunjukkan nilai penghasilan yang diperoleh bisnis, sedangkan laba menunjukkan selisih setelah pendapatan dikurangi beban atau biaya yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. HPP<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">HPP adalah biaya yang dialokasikan pada barang atau produk yang telah terjual selama periode tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada perusahaan dagang, HPP terutama berasal dari biaya perolehan persediaan yang terjual. Jika Anda ingin melihat struktur dan contoh yang lebih spesifik, pelajari <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi-perusahaan-dagang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan laba rugi perusahaan dagang.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, bisnis jasa tidak memiliki HPP dengan struktur yang sama seperti perusahaan dagang. Untuk melihat komponen dan contoh penyajiannya, Anda bisa mempelajari <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi-perusahaan-jasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan laba rugi perusahaan jasa.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada perusahaan manufaktur, HPP berasal dari biaya produksi yang dialokasikan ke produk yang terjual. Pelajari <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi-manufaktur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">contoh laporan laba rugi perusahaan manufaktur<\/a> untuk melihat bagaimana komponen tersebut disajikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Laba kotor<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-laba-kotor\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Laba kotor<\/a> adalah selisih antara penjualan bersih dan harga pokok penjualan (HPP) selama periode tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laba kotor menunjukkan hasil yang diperoleh bisnis dari penjualan setelah memperhitungkan biaya barang atau jasa yang dijual, sebelum memperhitungkan beban operasional lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Beban operasional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beban dalam akuntansi adalah penurunan manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam akuntansi, istilah <strong>beban tidak sama dengan biaya<\/strong>. Biaya merujuk pada pengeluaran untuk memperoleh sesuatu yang belum tentu sudah dikonsumsi. Masih bisa jadi aset.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, jika bisnis Anda membeli mesin seharga Rp10 juta, maka disebut sebagai &#8216;biaya perolehan mesin&#8217; dan bisa dicatat sebagai aset. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, jika mesin tersebut disusutkan manfaatnya sebesar Rp5 juta per tahun, maka Rp5 juta itu menjadi beban penyusutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Laba operasional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laba operasional adalah jumlah pendapatan yang diperoleh perusahaan dari kegiatan bisnis utamanya setelah dikurangi harga pokok penjualan (HPP) dan biaya operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini juga dapat dinyatakan sebagai laba kotor dikurangi dengan biaya operasional di luar HPP, seperti penjualan langsung dan tidak langsung, pemasaran, biaya umum dan administrasi. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Pendapatan\/beban non-operasional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendapatan dan beban non-operasional adalah pemasukan serta pengeluaran keuangan perusahaan yang berasal dari kegiatan di luar aktivitas bisnis inti atau utama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Laba sebelum pajak (EBT\/Earning before tax)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Laba sebelum pajak (EBT)<\/strong> adalah laba yang diperoleh bisnis setelah seluruh pendapatan dan beban sebelum pajak diperhitungkan. EBT juga dikenal sebagai <em>earnings before tax<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam struktur sederhana, laba sebelum pajak berasal dari laba operasi yang telah disesuaikan dengan pendapatan dan beban lain yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Beban pajak penghasilan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beban pajak penghasilan adalah jumlah total kewajiban pajak atas pendapatan atau laba dalam suatu periode tertentu sesuai aturan perpajakan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">9. Laba bersih<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-laba-bersih\/\">Laba bersih<\/a> menunjukkan hasil setelah pendapatan, keuntungan, beban, kerugian, dan pajak yang relevan diperhitungkan sesuai basis akuntansi yang digunakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa menemukan laba bersih di bagian bawah laporan laba rugi, karena itu laba bersih juga disebut <em>&#8220;bottom line&#8221;.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laba bersih diperoleh dengan menghitung jumlah total dari semua penjualan dikurangi dengan semua biaya, termasuk pajak. <\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Struktur laporan laba rugi dapat berbeda sesuai karakteristik kegiatan usaha. Misalnya, bisnis jasa seperti klinik memiliki pendapatan dan beban yang berbeda dari perusahaan dagang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda dapat melihat artikel kami terkait <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi-klinik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">struktur, format, dan contoh laporan laba rugi klinik<\/a><\/strong> sebagai contoh penerapannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kapan Bisnis Harus Membuat Laporan Laba Rugi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisnis dapat menyusun laporan laba rugi setiap bulan atau dalam periode tertentu sesuai kebutuhan manajemen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, bisnis yang sedang berkembang pesat atau aktivitas keuangannya tinggi sebaiknya menyusun laporan L\/R secara lebih rutin, misalnya setiap bulan, untuk memantau performa secara lebih detail dan cepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat bisnis ingin mengajukan pengajuan pinjaman ke bank atau dana dari investor, mereka juga bisa meminta laporan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam beberapa kasus, laporan ini juga dibutuhkan saat menyusun laporan pajak, terutama karena mencerminkan pendapatan kena pajak dan pengeluaran yang dapat dikurangkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, laba dalam akuntansi tidak selalu sama dengan penghasilan kena pajak. Laba dalam laporan keuangan mengikuti standar akuntansi, sedangkan penghasilan kena pajak mengikuti ketentuan perpajakan. Menurut <a href=\"https:\/\/pajak.go.id\/id\/artikel\/pahami-hingga-z-kewajiban-penyusunan-laporan-keuangan-bagi-wajib-pajak-badan\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">DJP<\/a>, perbedaan perlakuan dapat menimbulkan koreksi fiskal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, laporan L\/R sebaiknya dibuat tidak hanya saat ada kewajiban formal, tetapi juga sebagai alat manajerial yang membantu bisnis berjalan lebih efisien dan terarah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah selesai membuat laporan laba rugi, Anda perlu memahami arti setiap angka yang ada di laporan sebelum mengambil keputusan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca artikel kami mengenai <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membaca-laporan-laba-rugi\/\">cara membaca la<\/a><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membaca-laporan-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">p<\/a><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membaca-laporan-laba-rugi\/\">oran laba rugi<\/a> untuk mengetahui cara mengevaluasi pendapatan, beban, laba, dan margin.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Bentuk Laporan Laba Rugi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada dua pendekatan penyajian laporan laba rugi yang sering digunakan dalam literatur akuntansi, yaitu <em>single-step<\/em> dan <em>multiple-step<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, penyajian laporan keuangan berdasarkan PSAK yang berlaku harus mengikuti persyaratan standar untuk entitas terkait.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 118 memperkenalkan persyaratan baru dalam penyajian laporan laba rugi, termasuk subtotal dan kategori tertentu. PSAK 118 berlaku efektif mulai 1 Januari 2027.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Format <em>single step<\/em><\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"711\" height=\"528\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-single-step.webp\" alt=\"laporan laba rugi single step\" class=\"wp-image-50033\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-single-step.webp 711w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-single-step-300x223.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 711px) 100vw, 711px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format ini memiliki satu bagian untuk pendapatan dan satu lagi untuk pengeluaran. Setiap bagian dapat berisi beberapa item baris. Total pendapatan dan pengeluaran tercantum di akhir masing-masing bagian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laba bersih dihitung sebagai total pendapatan dikurangi total biaya, dilaporkan di akhir laporan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itulah format ini disebut \u201c<em>single step<\/em>\u201d, karena mengacu pada fakta bahwa hanya diperlukan satu pengurangan untuk <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-menghitung-laba-bersih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">menghitung laba bersih<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Format <em>multiple step<\/em><\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"849\" height=\"662\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-multiple-step.webp\" alt=\"laporan laba rugi multiple step\" class=\"wp-image-50032\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-multiple-step.webp 849w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-multiple-step-300x234.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-multiple-step-768x599.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 849px) 100vw, 849px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format<em> multiple step<\/em> membagi pendapatan dan beban menjadi 2 bagian terpisah, yakni untuk aktivitas operasi dan non-operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap bagian mencantumkan pendapatan dan pengeluaran terkait. Bagian aktivitas operasi mencantumkan pendapatan dan beban yang terkait langsung dengan aktivitas bisnis inti. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan bagian kegiatan non-operasional mencantumkan pendapatan dan pengeluaran lain, seperti pembayaran bunga pinjaman dan keuntungan atau kerugian yang direalisasikan atas investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan pendapatan <em>multiple step<\/em> juga menyediakan subtotal perantara dalam setiap bagian. Misalnya, bagian aktivitas operasi biasanya mencakup subtotal, seperti harga pokok penjualan (HPP) dan laba kotor. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan ini disebut<em> multiple step<\/em> karena membutuhkan beberapa langkah untuk menghitung laba bersih. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, subtotal dihitung dari item baris individual, kemudian laba bersih dihitung dari subtotal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format umum lainnya adalah laporan laba rugi ringkas, yang hanya mencakup total ringkasan dari setiap kategori pengeluaran. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa mengunjungi artikel ini untuk <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jenis-laporan-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">mengetahui beberapa jenis laporan laba rugi<\/a>.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 2\" class=\"wp-image-37162\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Laporan Laba Rugi<em> Single Step <\/em>dan <em>Multiple Step<\/em><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar Anda semakin memahami bentuk dari laporan laba rugi, berikut kami sajikan contoh ilustrasi fiktif Toko Berkah Oli.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Toko Berkah Oli adalah bengkel dan toko suku candang kendaraan roda dua maupun roda empat yang dikelola sendiri. Bisnis ini melayani kebutuhan perawatan kendaraan masyarakat sekitar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh laporan <em>single step<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada laporan <em>single step<\/em>, semua pendapatan dan laba aktivitas operasi ditulis pada bagian atas laporan, lalu diikuti dengan semua biaya dan kerugian yang termasuk dalam aktivitas operasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah contoh <em>income statement<\/em> toko Berkah Oli dengan menggunakan metode <em>single step<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <!-- Header Nama Toko & Laporan -->\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th colspan=\"2\" style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 700; font-size: 16px;\">\n          TOKO BERKAH OLI<br>\n          <span style=\"font-weight: 400; font-size: 14px;\">LAPORAN LABA RUGI (SINGLE STEP)<\/span><br>\n          <span style=\"font-weight: 400; font-size: 12px; opacity: 0.9;\">Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2026<\/span>\n        <\/th>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #3b66d6; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 70%;\">Keterangan<\/th>\n        <th style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 30%;\">Jumlah (Rp)<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <!-- SECTION PENDAPATAN -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">PENDAPATAN<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Penjualan Oli &amp; Suku Cadang<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">185.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Jasa Ganti Oli<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">25.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Lain-Lain (Penjualan Oli Bekas)<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Total Pendapatan -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Total Pendapatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">213.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- SECTION BEBAN -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">BEBAN-BEBAN<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Harga Pokok Penjualan (HPP)<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">125.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Gaji Mekanik &amp; Karyawan<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">28.800.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Sewa Ruko<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">15.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Listrik, Air, &amp; Internet<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">4.200.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Perlengkapan Bengkel (Majun, Tool Kit, dll)<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">2.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Penyusutan Peralatan Bengkel<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">2.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Pemasaran &amp; Promosi<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">1.200.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Total Beban -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Total Beban<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(178.700.000)<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- LABA BERSIH (SINGLE STEP RESULT) -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be; border-top: 2px solid #4777F3;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">LABA BERSIH TAHUN 2026<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: right;\">34.800.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh laporan<em> multiple step<\/em><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan <em>multiple step <\/em>memisahkan transaksi dari aktivitas operasi dan transaksi non operasi. Pada <em>income statement<\/em>, selisih antara penjualan bersih dan harga pokok penjualan disebut laba kotor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara menghitung laba rugi metode <em>multiple step<\/em> dilakukan secara bertahap dengan memisahkan transaksi operasional dan non-operasional. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosesnya dimulai dari menghitung penjualan bersih, mencari laba kotor dikurangi harga pokok penjualan, mengurangi beban operasional untuk mendapat laba operasional, hingga menambahkan pendapatan lain-lain dan pajak guna menghasilkan laba bersih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah contoh laporan <em>multiple step <\/em>toko Berkah Oli:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <!-- Header Nama Toko & Laporan -->\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th colspan=\"2\" style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 700; font-size: 16px;\">\n          TOKO BERKAH OLI<br>\n          <span style=\"font-weight: 400; font-size: 14px;\">LAPORAN LABA RUGI (MULTIPLE STEP)<\/span><br>\n          <span style=\"font-weight: 400; font-size: 12px; opacity: 0.9;\">Untuk Periode yang Berakhir 31 Desember 2026<\/span>\n        <\/th>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #3b66d6; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 70%;\">Keterangan<\/th>\n        <th style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 30%;\">Jumlah (Rp)<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <!-- STEP 1: PENDAPATAN OPERASIONAL UTAMA -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">PENDAPATAN OPERASIONAL<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Penjualan Oli &amp; Suku Cadang<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">185.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Jasa Ganti Oli<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">25.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Total Pendapatan Operasional<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">210.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- HARGA POKOK PENJUALAN -->\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Harga Pokok Penjualan (HPP)<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(125.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- STEP 1 RESULT: LABA KOTOR -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">LABA KOTOR<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: right;\">85.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- STEP 2: BEBAN OPERASIONAL -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">BEBAN OPERASIONAL<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Gaji Mekanik &amp; Karyawan<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">28.800.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Sewa Ruko<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">15.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Listrik, Air, &amp; Internet<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">4.200.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Perlengkapan Bengkel (Majun, Tool Kit, dll)<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">2.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Penyusutan Peralatan Bengkel<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">2.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Pemasaran &amp; Promosi<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">1.200.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Total Beban Operasional<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(53.700.000)<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- STEP 2 RESULT: LABA OPERASIONAL -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">LABA OPERASIONAL (LABA USABA)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: right;\">31.300.000<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- STEP 3: PENDAPATAN & BEBAN NON-OPERASIONAL -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">PENDAPATAN \/ (BEBAN) NON-OPERASIONAL<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Lain-Lain (Penjualan Oli Bekas)<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- STEP 3 RESULT \/ FINAL: LABA BERSIH -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be; border-top: 2px solid #4777F3;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">LABA BERSIH TAHUN 2026<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: right;\">34.800.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Membuat Laporan Laba Rugi? + Download Template<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa membuat laporan laba rugi dengan mengumpulkan pendapatan dan beban selama periode tertentu, menghitung setiap komponen laba, lalu menyajikannya dalam format laporan yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tentukan periode laporan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentukan periode yang ingin dilaporkan, misalnya bulanan, kuartalan, atau tahunan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kumpulkan data keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gunakan data dari neraca saldo setelah penyesuaian. Identifikasi akun pendapatan, penjualan, HPP, beban operasional, pendapatan atau beban lainnya, dan pajak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Hitung penjualan bersih dan laba kotor<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika terdapat retur atau potongan penjualan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penjualan Bersih = Penjualan Kotor \u2212 Retur \u2212 Potongan Penjualan<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Laba Kotor = Penjualan Bersih \u2212 HPP<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Hitung laba operasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kurangi laba kotor dengan beban operasional:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Laba Operasi = Laba Kotor \u2212 Beban Operasional<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Hitung laba bersih<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perhitungkan pendapatan atau beban lainnya dan pajak untuk mendapatkan laba bersih.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Laba Bersih = Laba Sebelum Pajak \u2212 Beban Pajak<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Periksa dan sajikan laporan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan seluruh transaksi sudah tercatat, periode sudah sesuai, dan setiap perhitungan sudah benar. Setelah itu, susun laporan dalam format yang mudah dibaca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda menjalankan usaha kecil, perhitungan laba rugi dapat disesuaikan dengan jenis pendapatan dan beban usaha Anda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa mempelajari <a style=\"font-weight: bold;\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-menghitung-laba-rugi-usaha-kecil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">cara menghitung laba rugi usaha kecil<\/a> untuk melihat langkah perhitungan yang lebih spesifik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda juga dapat mempercepat proses penyusunan laporan laba rugi dengan menggunakan template laporan laba rugi sederhana yang sudah kami sajikan di bawah ini:<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-fe48e5de wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link wp-element-button\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/template-laporan-laba-rugi-1.xlsx \">Download Template Laporan Laba Rugi<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menganalisis Laporan Laba Rugi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi bisa dianalisis menggunakan 4 metode: analisis horizontal, analisis vertikal, analisis rasio, dan analisis item baris.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1.<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-horizontal-laporan-keuangan\/\"> Analisis horizontal<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis horizontal adalah membandingkan item yang sama selama periode yang berbeda, dengan tujuan mengidentifikasi tren atau perubahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, Anda membandingkan penjualan, HPP, dan laba kotor dari laporan laba rugi tahun 2025 dan 2026:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Indikator<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">2025<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">2026<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Perubahan<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Penjualan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp500 jt<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp600 jt<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; color: #2e7d32; font-weight: 600;\">+20%<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">HPP<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp300 jt<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp390 jt<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; color: #d32f2f; font-weight: 600;\">+30%<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Laba kotor<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp200 jt<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp210 jt<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; color: #2e7d32; font-weight: 600;\">+5%<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sini, Anda bisa melihat bahwa penjualan naik 20%, tetapi HPP juga naik sebesar 30%, sehingga peningkatan laba kotornya hanya 5%.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari data ini, Anda bisa mengambil keputusan seperti memangkas HPP untuk meningkatkan laba pada periode selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-vertikal-laporan-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Analisis vertikal<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis vertikal adalah teknik membaca laporan laba rugi dengan mengubah setiap komponen menjadi persentase dari pendapatan <em>(revenue).<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuannya adalah melihat proporsi setiap beban terhadap pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh analisis vertikal:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Komponen<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Nominal<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">% dari Pendapatan<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pendapatan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Rp100.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">100%<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">HPP<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp40.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">40%<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Laba Kotor<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp60.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">60%<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Gaji<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp20.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">20%<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Pemasaran<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp10.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">10%<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px 10px 30px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Umum &amp; Administrasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp5.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">5%<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #e3ebd3; font-weight: bold; color: #1e4620;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Laba Bersih<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp25.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">25%<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan analisis ini, Anda bisa mengidentifikasi beban mana yang proporsinya terlalu besar dan mengevaluasi setiap beban per periodenya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-rasio-keuangan\/\">Analisis rasio<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis rasio menggunakan formula standar industri untuk melihat hubungan antara berbagai aspek bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio ini juga digunakan dalam perbandingan dengan perusahaan lain dan tolok ukur industri, dan ketika membandingkan kinerja perusahaan dalam periode yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa contohnya termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Rasio harga terhadap pendapatan (untuk perusahaan publik)<\/li>\n\n\n\n<li>Total pendapatan untuk setiap lini produk<\/li>\n\n\n\n<li>Margin kotor (laba kotor dibagi pendapatan)<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya penjualan, umum &amp; administrasi sebagai persentase dari pendapatan, tren dari waktu ke waktu<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/margin-kontribusi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Margin kontribusi<\/a> dan<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-bep\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> analisis titik impas<\/a><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Analisis item baris<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis item baris adalah cara membaca laporan laba rugi dengan memeriksa setiap baris satu per satu secara detail dengan melihat nilai, tren, dan penyebab perubahan dari masing-masing komponen.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Secara Otomatis dengan Kledo<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk membuat laporan laba rugi secara otomatis, Anda bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">software akuntansi <\/a>seperti Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut cara membuat laporan laba rugi otomatis dengan Kledo:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 1. Masuk \u201cBeranda\u201d &gt; klik \u201cLaporan\u201d &gt; klik \u201cLaba Rugi\u201d pada \u201cFinansial\u201d<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"499\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-1.png\" alt=\"laporan laba rugi kledo 1\" class=\"wp-image-16926\" title=\"Laporan laba rugi Kledo\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-1.png 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-1-300x146.png 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-1-768x374.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Laporan laba rugi Kledo<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah pertama, klik menu \u201cLaba Rugi\u201d pada bagian \u201cFinansial\u201d.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 2. Filter \u201cTanggal\u201d<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"611\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-2.png\" alt=\"laba rugi kledo 2\" class=\"wp-image-16927\" title=\"Filter tanggal laba rugi Kledo\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-2.png 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-2-300x179.png 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-2-768x458.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Filter tanggal laba rugi Kledo<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selanjutnya, Anda bisa memilih tanggal periode laporan laba rugi yang diinginkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, untuk pengajuan kredit, Anda memerlukan \u201cLaporan Laba Rugi\u201d Q1 (kuartal pertama) tahun ini. Masukkan saja dari tanggal 01\/01\/2020 sampai dengan 31\/03\/2020, kemudian tekan enter.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"644\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/cara-membuat-laporan-laba-rugi-otomatis-dengan-kledo-3.webp\" alt=\"cara membuat laporan laba rugi otomatis dengan kledo 3\" class=\"wp-image-50034\" title=\"Periode laba rugi Kledo\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/cara-membuat-laporan-laba-rugi-otomatis-dengan-kledo-3.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/cara-membuat-laporan-laba-rugi-otomatis-dengan-kledo-3-300x189.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/cara-membuat-laporan-laba-rugi-otomatis-dengan-kledo-3-768x483.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Periode laba rugi Kledo<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara otomatis akan muncul \u201cLaporan Laba Rugi\u201d pada periode yang dituju. Mudah kan? Untuk melihat list detail transaksi atau jurnal yang telah dicatat pada masing-masing akun, klik nominal berwarna biru di sebelah kanan warna akun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 3. \u201cPrint\u201d dengan format yang diinginkan<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1025\" height=\"647\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-4.png\" alt=\"laba rugi kledo 4\" class=\"wp-image-16929\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-4.png 1025w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-4-300x189.png 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/laba-rugi-kledo-4-768x485.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1025px) 100vw, 1025px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Print laporan laba rugi Kledo<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilih format ekspor \u201cLaporan Laba Rugi\u201d yang Anda inginkan. Kledo menyediakannya dalam 3 (tiga) bentuk format, yaitu: Print, XLS, dan CSV.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"594\" height=\"583\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/contoh-laporan-laba-rugi.webp\" alt=\"contoh laporan laba rugi\" class=\"wp-image-50036\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/contoh-laporan-laba-rugi.webp 594w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/contoh-laporan-laba-rugi-300x294.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 594px) 100vw, 594px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Contoh Tampilan Laporan Laba Rugi di Kledo<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk lebih jelasnya, Anda bisa mengikuti langkah-langkah yang ada di video tutorial berikut ini:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Laporan Neraca, Arus Kas dan Laba rugi\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Wuzf9mvb0HY?list=PLoKPSI6LG_CJxF3o_WYZ8fxShJJnM-ETQ\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda ingin membuat laporan laba rugi dengan Kledo, Anda bisa mencoba <em>free trial <\/em>Kledo selama 14 hari melalui <a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini<\/a>. <\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Keterbatasan Laporan Laba Rugi untuk Bisnis?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski sangat penting, laporan laba rugi juga memiliki berbagai keterbatasan dalam menilai faktor nonkeuangan, tidak menunjukkan kondisi arus kas secara langsung, tidak selalu menunjukkan profitabilitas secara rinci, mengandung estimasi dan pertimbangan akuntansi, serta hanya menunjukkan kinerja dalam periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Keterbatasan dalam menilai faktor nonkeuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi hanya menyajikan kinerja perusahaan dalam bentuk pendapatan, beban, serta laba atau rugi. Padahal, aspek yang memengaruhi kinerja perusahaan bukanlah itu saja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa aspek nonkeuangan seperti reputasi perusahaan atau semangat kerja karyawan, yang tidak tercermin dalam laporan ini, tetapi tetap memiliki pengaruh besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> Nilai brand dan hubungan perusahaan dengan pelanggan atau stakeholder penting tidak secara langsung tercermin dalam laporan laba rugi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, faktor tersebut dapat memengaruhi kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dan laba di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tidak menunjukkan kondisi arus kas secara langsung<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi menggunakan basis akrual, sehingga pendapatan dan beban diakui ketika transaksi ekonomi terjadi, bukan semata-mata ketika kas diterima atau dibayarkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akibatnya, laba yang tercatat dalam laporan laba rugi tidak selalu menunjukkan jumlah kas yang tersedia bagi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> Perusahaan dapat mencatat pendapatan Rp500 juta dari penjualan kredit. Meskipun pendapatan tersebut meningkatkan laba perusahaan, kas belum tentu sudah diterima dari pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tidak selalu menunjukkan profitabilitas secara rinci<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi memberikan gambaran mengenai pendapatan, beban, dan laba perusahaan secara keseluruhan. Namun, laporan ini tidak selalu menunjukkan kontribusi laba dari setiap produk, segmen bisnis, cabang, atau aktivitas tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk analisis yang lebih mendalam, perusahaan mungkin memerlukan laporan tambahan, seperti laporan profitabilitas per produk atau laporan per segmen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> Sebuah perusahaan memiliki lima lini produk. Secara keseluruhan, perusahaan terlihat menghasilkan laba. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, setelah dianalisis lebih lanjut, mungkin hanya tiga produk yang menghasilkan keuntungan, sementara dua produk lainnya mengalami kerugian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengandung subjektivitas dan pertimbangan manajemen<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa pos yang memengaruhi laba perusahaan didasarkan pada estimasi dan pertimbangan manajemen. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya meliputi beban penyusutan, estimasi umur manfaat aset, serta penyisihan atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan asumsi atau metode yang digunakan dapat menghasilkan nilai beban dan laba yang berbeda, meskipun kondisi bisnis perusahaan relatif serupa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> Dua perusahaan dengan aset yang sejenis dapat mencatat beban penyusutan yang berbeda apabila menggunakan metode atau estimasi umur manfaat yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Keterbatasan periode waktu<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi menggambarkan pendapatan, beban, dan laba perusahaan selama periode tertentu, misalnya satu bulan, satu kuartal, atau satu tahun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, hasil pada satu periode belum tentu mencerminkan kondisi bisnis perusahaan secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini terutama berlaku pada bisnis yang dipengaruhi oleh faktor musiman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh:<\/strong> Bisnis yang menjual perlengkapan sekolah mencatat penjualan dan laba yang lebih tinggi menjelang tahun ajaran baru dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, analisis hanya berdasarkan satu periode dapat menghasilkan kesimpulan yang kurang lengkap.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Frequently Asked Questions (FAQ)<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah laba bersih sama dengan kas yang dimiliki perusahaan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. Laba bersih mengikuti basis akuntansi, sedangkan kas menunjukkan posisi kas. Penjualan kredit dapat meningkatkan laba tanpa langsung meningkatkan kas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah laporan laba rugi wajib dibuat setiap bulan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak semua entitas memiliki kewajiban yang sama untuk membuat laporan bulanan. Periode pelaporan mengikuti kebutuhan manajemen dan ketentuan yang berlaku bagi entitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa perbedaan laba kotor dan laba bersih?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laba kotor diperoleh setelah penjualan bersih dikurangi HPP. Laba bersih memperhitungkan beban, pendapatan atau keuntungan lain, kerugian, dan pajak yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa hubungan laporan laba rugi dengan neraca?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi dan neraca saling terkait karena keduanya memberikan informasi yang berbeda tetapi saling melengkapi tentang kinerja dan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-posisi-keuangan\/\">posisi keuangan<\/a> perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua laporan ini saling terkait karena laba atau rugi yang tercantum dalam laporan laba rugi akan mempengaruhi ekuitas perusahaan yang tercantum dalam neraca.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Siapa yang menggunakan laporan laba rugi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi digunakan oleh berbagai pihak (baik internal maupun eksternal), seperti manajemen, karyawan, pemilik bisnis, kreditur, regulator, dan investor.<\/p>\n\n\n<p><script type=\"applicat<yoastmark class='yoast-text-mark'>ion\/ld+json\">{\"@c<\/yoastmark>ontext\":\"https:\/\/schema.org\",\"@type\":\"FAQPa<yoastmark class='yoast-text-mark'>ge\",\"ma<\/yoastmark>inEntity\":[{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Laporan laba rugi itu apa?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Laporan laba rugi atau laporan pendapatan adalah sebuah laporan keuangan yang memberikan informasi tentang pendapatan dan biaya suatu perusahaan selama periode waktu tertentu, serta keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari selisih antara pendapatan dan biaya.\\n\\nL<yoastmark class='yoast-text-mark'>aporan <\/yoastmark>ini biasanya terdiri dari dua<yoastmark class='yoast-text-mark'> bagian<\/yoastmark> utama: pen<yoastmark class='yoast-text-mark'>dapatan dan biaya<\/yoastmark>.\\n\\nTujuan dari laporan pendapatan adalah untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan dan memberikan gambaran apakah perusahaan tersebut menghasilkan keuntungan atau mengalami kerugian dalam periode waktu yang telah ditentukan.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"A<yoastmark class='yoast-text-mark'>pa saja isi lapor<\/yoastmark>an laba rugi?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pendapatan:<\/strong> mencakup semua sumber pendapatan perusahaan selama periode waktu tertentu, seperti penjualan produk atau jasa.<\/li>\n<li><strong>Biaya:<\/strong> menc<yoastmark class='yoast-text-mark'>akup semua biaya <\/yoastmark>yang dikeluarkan perusahaan selama periode waktu tertentu, seperti biaya produksi, biaya pemasaran, biaya gaji karyawan, dan biaya lainnya.<\/li>\n<li><strong>Laba atau Rugi Kotor: <\/strong>merupakan selisih antara pendapatan dan biaya.<\/li>\n<li><strong>Beban-Beban Operasional: <\/strong>mencakup semua biaya operasional yang tidak terkait dengan produksi, s<yoastmark class='yoast-text-mark'>eperti biaya peny<\/yoastmark>usutan aset, biaya administrasi, dan biaya lainnya.<\/li>\n<li><strong>Laba atau Rugi Operasional: <\/str<yoastmark class='yoast-text-mark'>ong>mer<\/yoastmark>upakan selisih antara laba atau rugi kotor dan beban-beban operasional.<\/li>\n<li><strong>Beban-Beban Non Operasional:<\/stro<yoastmark class='yoast-text-mark'>ng> mencakup biay<\/yoastmark>a yang tidak terkait dengan operasional perusahaa<yoastmark class='yoast-text-mark'>n, sepe<\/yoastmark>rti biaya <yoastmark class='yoast-text-mark'>bunga d<\/yoastmark>an kerugian dari inves<yoastmark class='yoast-text-mark'>tasi.<\/<\/yoastmark>li>\n<li><strong>Laba atau Rugi Sebelum Pajak: <\/strong>merupakan selisih antara laba atau rugi operasional dan beban-beban non operasional.<\/li>\n<li><strong>Pajak Penghasilan: <\/strong>mencakup biaya pajak penghasilan yang harus dibayar oleh perusahaan.<\/li>\n<li><strong>Laba atau Rugi Bersih:<\/strong> merupakan selisih antara<yoastmark class='yoast-text-mark'> laba a<\/yoastmark>tau rugi sebelu<yoastmark class='yoast-text-mark'>m pajak dan pajak<\/yoastmark> penghasilan. Ini merupakan laba atau rugi yang sebenarnya yang diperoleh oleh perusahaan selama periode waktu tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n<p>\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apa rumus menghitung laporan laba rugi?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Pendapatan Total =<\/strong> Harga Jual x Jumlah Unit Terjual <\/li>\n<li><strong>Biaya<yoastmark class='yoast-text-mark'> Total <\/strong>=<\/yoastmark> Biaya Tetap + (Biaya Variabel x Jumlah Unit Terjual) <\/li>\n<li><strong>Laba Kotor<\/strong> = Pendapatan Total - Biaya Total <\/li>\n<p><yoastmark class='yoast-text-mark'><\/p>\n<li><strong>Beban<\/yoastmark> Operasional <\/strong>= Beban Tetap + (Beban Variabel x Jumlah Unit Terjual)<\/li>\n<li><strong>Laba Operasional <\/strong>= Laba Kotor - Beban Operasional<\/li>\n<li><strong> Laba Sebelum Pajak<\/strong> = Laba Operasional + Pendapatan Non-operasional - Beban Non-operasiona<\/li>\n<li><strong>Laba Bersih <\/strong>= Laba Sebelum Pajak - Pajak<\/li>\n<\/ul>\n<p>\\n\\n<\/p>\n<h4>Penjelasan singkat untuk setiap rumus:<\/h4>\n<p>\\n\\n<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pendapatan Total<\/strong>: merupakan hasil perkalian antara harga jual suatu produk atau jasa dengan jumlah unit yang terjual.<\/li>\n<li><strong>Biaya Total<\/strong>: merupakan total biaya produksi yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.<\/li>\n<li><strong>Laba Kotor: <\/strong>merupakan selisih antara pendapatan total dan biaya total.<\/li>\n<li><strong>Beban Operasional<\/strong>: merupakan total biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya.<\/li>\n<li><strong>Laba Operasional:<\/strong> merupakan selisih antara laba kotor dan beban operasional.<\/li>\n<li><strong>Laba Sebelum Pajak<\/strong>: merupakan selisih antara laba operasional dan pendapatan non-operasional dikurangi dengan beban non-operasional.<\/li>\n<li><strong>Laba Bersih<\/strong>: merupakan selisih antara laba sebelum pajak dan pajak penghasilan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Ada berapa jenis laporan laba rugi?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Terdapat dua jenis laporan laba rugi, yaitu:\\n\\nLaporan Laba Rugi Sederhana atau Single-Step Income Statement\\nLapor<yoastmark class='yoast-text-mark'>an laba rugi sede<\/yoastmark>rhana hanya menunjukkan satu langkah (single-step) untuk menghitung laba atau rugi bersih.\\n\\nPada laporan ini, pendapatan dijumlahkan kemudian biaya dijumlahkan, dan selisih antara pendapatan dan biaya adalah laba bersih.\\n\\nLaporan ini umumnya digunakan oleh perusahaan yang bisnisnya sederhana dan tidak kompleks.\\n\\nLaporan Laba Rugi Majemuk atau Multi-Step Income Statement\\nLaporan laba rugi majemuk menyajikan lebih dari satu langkah (multi-step) untuk menghitung laba atau rugi bersih.\\n\\nPada laporan ini, pendapatan dan biaya diuraikan menjadi beberapa kategori dan dihitung secara terpisah, seperti laba kotor, laba operasional, dan laba bersih.\\n\\nLaporan ini umumnya digunakan oleh perusahaan yang bisnisnya kompleks dan memiliki banyak transaksi keuangan.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Bagaimana laporan laba rugi dikaitkan dengan neraca?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Laporan laba rugi dan neraca saling<yoastmark class='yoast-text-mark'> terkai<\/yoastmark>t karena keduanya memberikan informasi yang <yoastmark class='yoast-text-mark'>berbeda tetapi sa<\/yoastmark>ling melengkapi tentang kinerja dan posisi keuangan perusahaan.\\n\\nLaporan laba rugi memberikan informasi tentang laba atau rugi perusahaan selama periode tertentu, sedangkan neraca memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan pada akhir periode tertentu.\\n\\nKedua laporan ini saling terkait karena laba atau rugi yang tercantum dalam laporan laba rugi akan mempengaruhi ekuitas perusahaan yang tercantum dalam neraca.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Siapa yang menggunakan laporan laba rugi?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Laporan laba rugi digunakan oleh berbagai pihak, antara lain:\\n\\n<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Manajemen perusahaan: <\/strong>Manajemen perusahaan menggunakan laporan ini  untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan, memantau pengeluaran dan pendapatan, dan membuat keputusan strategis.<\/li>\n<li><strong>Investor: <\/strong>Investor menggunakan <em>income statement<\/em> untuk mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan dan menentukan apakah perusahaan tersebut potensial untuk diinvestasikan.<\/li>\n<li><strong>Kreditur:<\/strong> Kreditur menggunakan laporan ini untuk mengevaluasi kemampuan perusahaan untuk membayar hutang dan kelayakan dalam mengajukan kredit.<\/li>\n<li><strong>Pemerintah: <\/strong>Pihak pemerintah dapat menggunakan<em> income statement<\/em> untuk memantau aktivitas bisnis perusahaan dan menentukan pajak yang harus dibayar perusahaan.<\/li>\n<li><strong>Karyawan: <\/strong>Karyawan dapat menggunakan laporan laba rugi untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan dan memperkirakan keberlanjutan bisnis perusahaan, yang dapat mempengaruhi stabilitas pekerjaan mereka.<\/li>\n<\/ol>\n<p>\"}}]}<\/p>\n<p><\/script><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan apakah bisnis Anda menghasilkan laba atau mengalami kerugian dalam periode tertentu. Laporan ini membandingkan pendapatan dengan beban yang timbul selama periode tersebut. Laporan laba rugi ini menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan bisnis ke depannya. Misalnya, untuk keputusan menambah modal, melakukan ekspansi, atau justru menghapus produk tertentu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":50163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[1238,1230,1233,936,1232,105,1229,1235,1234,1236,1231,756,1237],"class_list":["post-5553","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-analisis-laporan-laba-rugi","tag-apa-itu-laporan-laba-rugi","tag-cara-buat-laporan-laba-rugi","tag-fitur-kledo","tag-jenis-laporan-laba-rugi","tag-kledo","tag-laporan-laba-rugi","tag-laporan-laba-rugi-multiple-step","tag-laporan-laba-rugi-single-step","tag-laporan-laba-rugi-untuk-bisnis","tag-pengertian-laporan-laba-rugi","tag-software-akuntansi-kledo","tag-tips-membuat-laporan-laba-rugi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Download Template Laporan Laba Rugi, Jenis, dan Analisisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Ini juga menunjukkan apakah perusahaan..\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Download Template Laporan Laba Rugi, Jenis, dan Analisisnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Ini juga menunjukkan apakah perusahaan..\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-31T08:30:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-31T08:31:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"22 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Laporan Laba Rugi: Pengertian, Template, Jenis, Fungsi, dan Contoh\",\"datePublished\":\"2026-08-31T08:30:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T08:31:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/\"},\"wordCount\":3419,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/laporan-laba-rugi-banner.webp\",\"keywords\":[\"analisis laporan laba rugi\",\"apa itu laporan laba rugi\",\"cara buat laporan laba rugi\",\"fitur kledo\",\"jenis laporan laba rugi\",\"kledo\",\"laporan laba rugi\",\"laporan laba rugi multiple step\",\"laporan laba rugi single step\",\"laporan laba rugi untuk bisnis\",\"pengertian laporan laba rugi\",\"software akuntansi kledo\",\"tips membuat laporan laba rugi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/\",\"name\":\"Download Template Laporan Laba Rugi, Jenis, dan Analisisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/laporan-laba-rugi-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-08-31T08:30:58+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-31T08:31:07+00:00\",\"description\":\"Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Ini juga menunjukkan apakah perusahaan..\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/laporan-laba-rugi-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/08\\\/laporan-laba-rugi-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"laporan laba rugi banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-laba-rugi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Laporan Laba Rugi: Pengertian, Template, Jenis, Fungsi, dan Contoh\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Download Template Laporan Laba Rugi, Jenis, dan Analisisnya","description":"Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Ini juga menunjukkan apakah perusahaan..","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Download Template Laporan Laba Rugi, Jenis, dan Analisisnya","og_description":"Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Ini juga menunjukkan apakah perusahaan..","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-08-31T08:30:58+00:00","article_modified_time":"2026-08-31T08:31:07+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"22 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Laporan Laba Rugi: Pengertian, Template, Jenis, Fungsi, dan Contoh","datePublished":"2026-08-31T08:30:58+00:00","dateModified":"2026-08-31T08:31:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/"},"wordCount":3419,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-banner.webp","keywords":["analisis laporan laba rugi","apa itu laporan laba rugi","cara buat laporan laba rugi","fitur kledo","jenis laporan laba rugi","kledo","laporan laba rugi","laporan laba rugi multiple step","laporan laba rugi single step","laporan laba rugi untuk bisnis","pengertian laporan laba rugi","software akuntansi kledo","tips membuat laporan laba rugi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/","name":"Download Template Laporan Laba Rugi, Jenis, dan Analisisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-banner.webp","datePublished":"2026-08-31T08:30:58+00:00","dateModified":"2026-08-31T08:31:07+00:00","description":"Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menunjukkan pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Ini juga menunjukkan apakah perusahaan..","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/laporan-laba-rugi-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"laporan laba rugi banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Laporan Laba Rugi: Pengertian, Template, Jenis, Fungsi, dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5553"}],"version-history":[{"count":63,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50362,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5553\/revisions\/50362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50163"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}