{"id":5683,"date":"2026-09-01T14:50:22","date_gmt":"2026-09-01T07:50:22","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=5683"},"modified":"2026-09-01T14:51:38","modified_gmt":"2026-09-01T07:51:38","slug":"laporan-arus-kas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/","title":{"rendered":"Laporan Arus Kas: Contoh, Studi Kasus, Cara Membuat dan Analisisnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dalam suatu periode.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pebisnis skala besar maupun pemilik UMKM, laporan ini penting karena memberi tahu kondisi kas secara nyata, bukan hanya berdasarkan keuntungan yang tertera di atas kertas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun mengutip Kemenkeu, penelitian membuktikan bahwa <a href=\"https:\/\/djpb.kemenkeu.go.id\/kppn\/solok\/id\/data-publikasi\/artikel\/3349-pentingnya-laporan-keuangan-bagi-umkm.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">77.5% UMKM tidak memiliki laporan keuangan<\/a> dan tidak melakukan pencatatan yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, fungsi, standar akuntansi yang menyusunnya, hingga contoh template yang bisa Anda unduh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Laporan Arus Kas?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-1.webp\" alt=\"laporan arus kas \" class=\"wp-image-50388\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas (<em>cash flow statement<\/em>) adalah laporan keuangan yang mencatat seluruh pergerakan uang tunai yang masuk dan keluar dari bisnis selama periode tertentu (per bulan, triwulan, atau tahunan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas menyajikan arus masuk dan arus keluar kas serta setara kas selama periode pelaporan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Transaksi investasi dan pendanaan nonkas tidak disajikan sebagai arus kas, tetapi dapat memerlukan pengungkapan terpisah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari laporan ini, pemilik bisnis bisa melihat dari mana uang masuk, ke mana uang keluar, berapa saldo kas di awal dan akhir periode, serta apakah bisnis mampu menghasilkan kas secara mandiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saldo kas di akhir periode dalam laporan ini seharusnya mencerminkan jumlah saldo kas dan setara kas bisnis yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Fungsi Laporan Arus Kas?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas memiliki peran penting dalam membantu pemilik bisnis, investor, dan manajemen mengambil keputusan strategis berdasarkan kondisi kas aktual. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut merupakan beberapa fungsi utama laporan arus kas yang wajib dipahami:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Menunjukkan Kesehatan Likuiditas Perusahaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas memberikan gambaran nyata tentang kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan kas yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dari laporan laba rugi yang bisa menunjukkan keuntungan namun belum tentu didukung oleh kas, laporan ini memperlihatkan apakah perusahaan benar-benar memiliki cukup dana untuk membayar utang, gaji karyawan, atau membeli persediaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan melihat saldo kas dan aliran kas operasional, manajemen dapat segera mendeteksi potensi krisis likuiditas sebelum menjadi masalah serius.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Membantu Evaluasi Kinerja Operasional<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui aktivitas operasi dalam laporan, manajemen dapat menilai seberapa efektif bisnis menghasilkan kas dari kegiatan inti usahanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas operasi positif menunjukkan bahwa aktivitas operasi menghasilkan kas bersih selama periode tersebut, sehingga mampu membiayai operasional tanpa tergantung pada utang atau investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun jika ingin mengetahui kesehatan keuangan bisnis, Anda tetap perlu menilainya bersama tren, laba, likuiditas, utang, dan kebutuhan investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika tren kas dari operasi selalu negatif, bisa jadi ada masalah dalam proses penjualan, pengelolaan piutang, atau efisiensi operasional yang perlu segera dievaluasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Alat Perencanaan dan Pengambilan Keputusan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Data dari laporan sangat berguna untuk menyusun proyeksi keuangan dan merencanakan strategi bisnis jangka pendek maupun jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, jika laporan menunjukkan surplus kas yang konsisten, perusahaan bisa mempertimbangkan ekspansi, menambah persediaan, atau melakukan investasi strategis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, jika arus kas menunjukkan potensi kekurangan dana, perusahaan dapat mengatur ulang prioritas belanja, menunda investasi, atau mencari pendanaan tambahan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menilai Kemampuan Perusahaan Membayar Dividen dan Utang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Investor dan kreditur sering menggunakan laporan arus kas untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-pembagian-dividen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pembayaran dividen<\/a> dan cicilan utang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus kas yang stabil dan positif menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki ruang untuk berbagi keuntungan atau membayar pinjaman tepat waktu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pemilik bisnis, informasi ini penting untuk menjaga reputasi keuangan perusahaan di mata pemberi pinjaman dan pemegang saham.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Membantu Mendeteksi Masalah Keuangan Sejak Dini<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas dapat menjadi alat deteksi dini terhadap masalah keuangan yang tidak selalu terlihat dari laporan laba rugi atau neraca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, sebuah perusahaan bisa terlihat menguntungkan secara akuntansi, tetapi ternyata memiliki arus kas negatif karena piutang tidak tertagih atau pembengkakan pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memantau laporan ini secara rutin, perusahaan dapat segera mengambil tindakan korektif sebelum masalah kas memengaruhi kelangsungan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kas-besar\/\"> Perbedaan Kas Besar dan Kas Kecil yang Perlu Anda Ketahui<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Standar Akuntansi Apa yang Mengatur tentang Laporan Arus Kas?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia yang mengatur tentang penyusunan dan penyajian Laporan Arus Kas adalah PSAK 207 tentang Laporan Arus Kas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Awalnya, PSAK 2 yang mengatur tentang laporan arus kas, tetapi kemudian Dewan Standar Akuntansi mengesahkan perubahan penomorannya menjadi PSAK 207. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perubahan ini disahkan pada 12 Desember 2022 dan berlaku efektif pada 1 Januari 2024. (Sumber: <a href=\"https:\/\/web.iaiglobal.or.id\/PSAK-Umum\/8#gsc.tab=0\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Website resmi IAI<\/a>)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 207 bertujuan mensyaratkan penyediaan informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara kas entitas melalui laporan arus kas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK ini mengharuskan laporan arus kas mengelompokkan arus kas masuk dan keluar ke dalam tiga kategori utama: aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK ini juga memperbolehkan penggunaan 2 jenis metode penyusunan laporan arus kas, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Komponen Apa Saja yang Ada pada Laporan Arus Kas?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komponen laporan arus kas terdiri dari 3: aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan sesuai PSAK 207.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Aktivitas operasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/aktivitas-operasi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Aktivitas operasi <\/a>mencerminkan arus kas yang berasal dari kegiatan utama bisnis sehari-hari, seperti penjualan produk atau jasa, pembayaran gaji, pembelian bahan baku, hingga pelunasan utang usaha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, pola arus kas pada bisnis jasa dapat berbeda karena perusahaan jasa umumnya tidak memiliki persediaan barang seperti perusahaan dagang atau manufaktur. Lihat <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas-perusahaan-jasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">contoh laporan arus kas perusahaan jasa<\/a><\/strong> untuk melihat komponen dan penyusunannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagian ini menunjukkan seberapa besar kas yang masuk dan keluar dalam menjalankan operasional bisnis secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arus kas masuk<\/strong>: Biasanya berasal dari penjualan, penerimaan bunga, dividen dari investasi, dll.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arus kas keluar <\/strong>mencakup biaya produksi, gaji karyawan, pembayaran pajak, serta pengeluaran rutin lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Aktivitas Investasi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan PSAK 207, aktivitas investasi didefinisikan sebagai perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aktivitas ini mencerminkan pengeluaran kas yang dilakukan perusahaan untuk membeli sumber daya (aset) yang diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dan arus kas di masa depan, atau penerimaan kas dari penjualan aset-aset tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh arus kas masuk dan keluar dari aktivitas investasi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arus kas masuk<\/strong> mencakup penerimaan uang dari penjualan aset tetap, aset tak berwujud, aset jangka panjang, atau dari penjualan saham\/instrumen utang entitas lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arus kas keluar <\/strong>mencakup pembelian aset tetap (tanah, bangunan, mesin, kendaraan, dll), aset tak berwujud (hak paten, lisensi, software), pemberian pinjaman uang ke pihak lain, dan pembelian instrumen ekuitas dari entitas lain.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Aktivitas Pendanaan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 207 mendefinisikan aktivitas pendanaan sebagai aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi ekuitas dan pinjaman entitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, aktivitas ini mencerminkan bagaimana perusahaan memperoleh, menggunakan, dan mengembalikan dana dari sumber eksternal seperti pemegang saham dan kreditur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/arus-kas-pendanaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">arus kas masuk dan keluar dalam aktivitas pendanaan:<\/a><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arus kas masuk <\/strong>mencakup penerimaan dari penerbitan obligasi, wesel, surat utang, pinjaman bank, penerbitan saham baru, atau penambahan modal dari pemilik<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arus kas keluar<\/strong> mencakup pembayaran dividen atau pembagian laba kepada pemegang saham, pelunasan pinjaman, atau pembelian kembali saham perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 3\" class=\"wp-image-37163\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-3.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Metode untuk Menyusun Laporan Arus Kas?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam menyusun laporan arus kas, ada dua pendekatan yang bisa digunakan: <strong>metode langsung<\/strong> dan <strong>metode tidak langsung<\/strong>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun kedua metode ini menghasilkan angka akhir yang sama untuk kas bersih dari aktivitas operasi, cara menyajikan dan menggali informasinya sangat berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan ini juga memengaruhi manajemen (atau investor) dalam memahami kondisi kas perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Metode langsung<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode langsung menyajikan arus kas dari aktivitas operasi secara konkret seperti berapa kas yang masuk dari pelanggan, dan berapa yang keluar untuk membayar gaji, sewa, bahan baku, dan lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, metode ini mencatat aliran arus masuk dan keluar kas riil yang berhubungan langsung dengan kegiatan operasional harian perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kelebihan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memperlihatkan penerimaan kas<\/li>\n\n\n\n<li>Memperlihatkan pembayaran kas<\/li>\n\n\n\n<li>Memudahkan pembaca melihat sumber dan penggunaan kas operasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Memahami kondisi likuiditas secara langsung tanpa tertutupi oleh asumsi atau penyesuaian nonkas akuntansi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kekurangan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Membutuhkan data transaksi kas yang lebih terperinci<\/li>\n\n\n\n<li>Proses pengelompokan penerimaan dan pembayaran dapat membutuhkan pencatatan yang lengkap<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Metode tidak langsung<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada praktiknya, metode tidak langsung lebih umum digunakan karena lebih praktis dan bisa disusun langsung dari laporan laba rugi serta neraca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode ini memulai dari angka laba atau rugi bersih (dari laporan laba rugi), lalu direkonsiliasi dengan elemen non-kas seperti depresiasi, serta perubahan akun-akun seperti piutang, persediaan, dan utang usaha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, jika laba bersih Anda Rp100 juta, tapi Anda punya kenaikan piutang Rp30 juta (berarti ada penjualan tapi belum masuk kas). Dengan asumsi tidak ada penyesuaian lain, maka arus kas dari operasi akan disesuaikan menjadi Rp70 juta.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kelebihan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menjelaskan perbedaan laba dan kas:<\/strong> Menunjukkan hubungan dan alasan mengapa perusahaan yang mencatatkan laba bersih tinggi bisa jadi memiliki arus kas riil yang kecil (atau sebaliknya).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mudah dan murah disusun:<\/strong> Perusahaan tidak perlu mencatat atau mengelompokkan setiap transaksi kas operasional harian satu per satu. Data dapat langsung diambil dari Laporan Laba Rugi dan perbedaan akun Neraca Komparatif (dua periode).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fokus pada manajemen modal kerja:<\/strong> Sangat berguna untuk menganalisis efisiensi pengelolaan modal kerja (perubahan pada piutang, persediaan, dan utang usaha).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kekurangan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Sulit dipahami orang awam:<\/strong> Bagi pembaca laporan keuangan yang bukan akuntan, logika penyesuaian (seperti <em>&#8220;beban penyusutan ditambahkan kembali ke laba&#8221;<\/em> atau <em>&#8220;kenaikan piutang mengurangi kas&#8221;<\/em>) bisa membingungkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kurang efektif sebagai alat kontrol kas harian:<\/strong> Kurang memberikan perincian mengenai pos operasional mana yang paling banyak menyerap atau menghasilkan uang tunai secara langsung dibandingkan metode langsung.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Laporan Neraca, Arus Kas dan Laba rugi\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Wuzf9mvb0HY?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Mempersiapkan Laporan Arus Kas?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun menyusun laporan arus kas bisa terasa rumit di awal, sebenarnya ini bukan hal yang terlalu sulit jika Anda sudah memahami langkah-langkahnya atau menggunakan software akuntansi seperti <strong>Kledo<\/strong>, yang memiliki fitur otomatisasi laporan keuangan lengkap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, jika Anda masih menggunakan pembukuan manual, berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menyiapkan laporan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kumpulkan Semua Laporan Keuangan yang Diperlukan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah pertama adalah mengumpulkan semua laporan keuangan yang dibutuhkan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda akan membutuhkan neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, serta laporan arus kas dari periode sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, pastikan Anda juga menyusun informasi terkait transaksi-transaksi besar yang terjadi selama periode pelaporan, seperti kontrak bisnis, dokumen hukum, atau catatan investasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini penting agar semua arus kas yang signifikan tercatat dengan lengkap dan akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hitung perubahan dalam neraca <\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Langkah berikutnya adalah menghitung perubahan yang terjadi pada neraca selama periode pelaporan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Caranya, Anda perlu membandingkan angka pada neraca pembukaan dengan neraca penutupan, dan menghitung selisihnya untuk setiap aset, kewajiban, dan ekuitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Masukkan semua perubahan neraca pada laporan arus kas Anda<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah Anda menghitung perubahan neraca, langkah berikutnya adalah memasukkan data tersebut ke dalam laporan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan untuk menempatkan perubahan tersebut pada bagian yang sesuai, apakah itu aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sesuaikan untuk item non-tunai<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas Anda kini mulai terbentuk, namun masih ada satu langkah penting: melakukan penyesuaian untuk item-item non-tunai yang mungkin tercatat di neraca.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Item non-tunai ini bisa berupa beban penyusutan, beban pajak penghasilan, atau selisih kurs yang mempengaruhi laporan keuangan namun tidak melibatkan aliran kas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah mengidentifikasi item-item tersebut, lakukan penyesuaian yang diperlukan dalam laporan arus kas Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Lakukan perhitungan akhir <\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan semua entri yang telah Anda catat, termasuk perubahan dalam neraca dan penyesuaian untuk item non-tunai. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini akan memberi Anda total pergerakan kas untuk masing-masing item tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Membaca dan Menganalisis Laporan Arus Kas?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk membaca dan menganalisis laporan arus kas, Anda perlu tahu cara menilai cash flow positif dan negatif, membaca tren arus kas tiap aktivitas, dan mengenali indikasi masalah likuiditas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Cara menilai <em>cash flow<\/em> positif dan negatif<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cash flow negatif tidak serta merta menjadi sinyal buruk, begitu pula angka positif belum tentu menjamin bisnis Anda sehat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenyataannya, makna angka tersebut sangat tergantung dari aktivitas operasionalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Cash flow positif <\/strong>terjadi ketika total kas masuk lebih besar dari kas keluar. Ini menunjukkan perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk membiayai operasional dan investasi tanpa bergantung penuh pada pinjaman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Cash flow negatif<\/strong> berarti pengeluaran kas melebihi pemasukan dalam periode tersebut. Tapi ini tidak otomatis berarti perusahaan bermasalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arus kas negatif dari aktivitas investasi<\/strong>: Umumnya wajar karena menunjukkan perusahaan sedang membeli aset tetap, mengakuisisi bisnis lain, atau berinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang. <\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arus kas negatif dari aktivitas operasi<\/strong>: Perlu diwaspadai. Ini menandakan bisnis utama tidak menghasilkan cukup kas, atau adanya potensi masalah profitabilitas. <\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arus kas negatif dari aktivitas pendanaan<\/strong>: Bisa berarti perusahaan sedang melunasi utang atau membayar dividen, yang justru bisa menjadi sinyal positif.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh interpretasi<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 20%;\">Aktivitas<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Cash Flow<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 55%;\">Interpretasi<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Operasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">+Rp500 juta<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Bisnis menghasilkan kas (pondasi keuangan kuat)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Investasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">\u2212Rp700 juta<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perusahaan membeli aset tetap (indikasi ekspansi)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Pendanaan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">+Rp300 juta<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Menerima pinjaman baru untuk mendanai ekspansi<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bisnis retail, arus kas sangat dipengaruhi oleh penerimaan dari pelanggan, pembelian persediaan, dan pembayaran kepada pemasok. Untuk melihat penerapannya, Anda dapat mempelajari <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas-perusahaan-retail\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">contoh laporan arus kas perusahaan retail<\/a><\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Analisis tren arus kas per aktivitas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ingin menganalisis tren arus kas, jangan hanya menginterpretasi satu periode laporan saja, tapi lakukan analisis tren selama <strong>3\u20135 periode<\/strong> (bulanan maupun tahunan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, ada dua perusahaan dengan arus kas operasi negatif di kuartal terakhir. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan A mengalami penurunan dari yang sebelumnya selalu positif karena ada satu pengeluaran besar untuk investasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, perusahaan B sudah negatif selama empat kuartal berturut-turut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, meski sama-sama mengalami arus kas negatif, tetapi trennya berbeda. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Langkah analisis tren yang praktis:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Susun data arus kas tiap aktivitas dalam satu tabel lintas periode <\/li>\n\n\n\n<li>Tandai periode yang angkanya menyimpang signifikan dari pola biasa<\/li>\n\n\n\n<li>Cari hubungan antar aktivitas. Misalnya, lonjakan investasi yang selalu diikuti kenaikan pendanaan <\/li>\n\n\n\n<li>Bandingkan dengan indikator keuangan lain seperti <em>current ratio<\/em>, <em>working capital<\/em>, dan pertumbuhan pendapatan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 40%;\">Pola yang Terlihat<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 60%;\">Kemungkinan Maknanya<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Arus kas operasi naik konsisten<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Efisiensi operasional meningkat, bisnis semakin sehat<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Arus kas investasi negatif berkelanjutan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perusahaan dalam fase ekspansi aktif<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Arus kas pendanaan naik drastis tiba-tiba<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perlu dicermati (potensi peningkatan beban utang)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Saldo kas akhir turun tiap periode<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Sinyal awal tekanan likuiditas<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Operasi positif tapi saldo kas turun<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kemungkinan ada pengeluaran untuk investasi atau pendanaan besar<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mengidentifikasi potensi masalah likuiditas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Risiko likuiditas terjadi ketika perusahaan tidak memiliki cukup kas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek seperti pembayaran utang, gaji karyawan, atau tagihan operasional yang jatuh tempo. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kondisi ini bisa terjadi bahkan pada perusahaan yang secara akuntansi terlihat &#8220;untung&#8221; di laporan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, laporan arus kas memberikan perspektif berbeda karena menunjukkan perubahan kas dan setara kas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, kreditur dan investor sering menjadikan laporan arus kas prioritas pertama dalam<em> due dilligence <\/em>keuangan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Indikator likuiditas lemah yang perlu diwaspadai:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Arus kas dari aktivitas operasi <strong>negatif selama dua periode atau lebih berturut-turut<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Kenaikan utang jangka pendek yang tidak disertai pertumbuhan pendapatan<\/li>\n\n\n\n<li>Ketergantungan tinggi pada pendanaan eksternal untuk menutup kekurangan kas operasi<\/li>\n\n\n\n<li>Saldo kas akhir yang terus menurun dari periode ke periode<\/li>\n\n\n\n<li>Rasio arus kas operasi terhadap kewajiban lancar yang semakin mengecil<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Tiga cara mengukur risiko likuiditas secara konkret:<\/h4>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Rasio Arus Kas Operasi terhadap Utang Lancar<\/strong>: Bagi nilai arus kas operasi dengan total kewajiban jangka pendek. Rasio &lt;1 berarti CFO periode tersebut lebih rendah daripada kewajiban lancar yang digunakan dalam pembilang\/penyebut rasio. Angka ini bukan ambang universal kesehatan likuiditas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio Kas:<\/strong> Hitung perbandingan antara kas dan setara kas (<em>cash equivalents<\/em>) dengan kewajiban lancar. Rasio ini lebih ketat dari <em>current ratio<\/em> karena hanya menghitung aset yang benar-benar likuid.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tren Saldo Kas Akhir<\/strong>: Lacak pergerakan saldo kas di setiap akhir periode pelaporan. Penurunan yang konsisten bahkan saat laba bersih terlihat stabil bisa mengindikasikan masalah yang belum terlihat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menghitung perubahan kas, arus kas operasi, hingga free cash flow, Anda dapat menggunakan beberapa <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">rumus arus kas<\/a> sesuai tujuan analisis.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Catatan:<\/strong> Jika tiga indikator di atas menunjukkan sinyal negatif secara bersamaan, perusahaan kemungkinan besar menghadapi tekanan likuiditas yang memerlukan respon cepat seperti negosiasi ulang jadwal utang, efisiensi biaya operasional, maupun injeksi modal baru.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda ingin penjelasan yang lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi artikel kami tentang<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/membaca-laporan-arus-kas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> cara membaca laporan arus kas. <\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh dan Template Laporan Arus Kas<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh laporan arus kas metode tidak langsung<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format yang paling umum digunakan untuk <em>cash flow stat<\/em>e<em>ment<\/em> ialah metode tidak langsung. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format umum laporan metode arus kas tidak langsung ditunjukkan di bawah ini, bersama dengan penjelasan sumber informasi dalam pernyataan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber informasi yang muncul dalam tabel dapat digunakan untuk menyiapkan laporan arus kas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>Perusahaan ABC<\/strong><br><strong>Laporan Arus Kas (metode tidak langsung)<\/strong><br><strong>untuk tahun yang berakhir pada 31\/12\/20X<\/strong>X<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 45%;\">Item<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 55%;\">Jumlah \/ Sumber Penjelasan<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <!-- ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">Arus Kas dari Kegiatan Operasi<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Laba Bersih<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dari laba bersih pada laporan laba rugi<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #fdfdfd;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 6px 15px 6px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-style: italic; color: #666666;\">Penyesuaian untuk:<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 40px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penyusutan dan Amortisasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dari item yang sesuai dalam laporan laba rugi<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 40px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penyisihan Kerugian atas Piutang Usaha<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dari perubahan penyisihan piutang ragu-ragu selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 40px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Keuntungan\/Kerugian dari Penjualan Aset Tetap<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dari akun keuntungan\/kerugian dalam laporan laba rugi<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 40px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kenaikan\/Penurunan Piutang Usaha<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perubahan piutang usaha selama periode tersebut, yang tercantum dalam neraca<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 40px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kenaikan\/Penurunan Persediaan<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perubahan persediaan selama periode tersebut, yang tercantum dalam neraca<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 40px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kenaikan\/Penurunan Utang Usaha<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perubahan utang usaha selama periode tersebut, yang tercantum dalam neraca<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Subtotal Operasi -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Kas yang Dihasilkan dari Kegiatan Operasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Ringkasan dan total nilai item di atas<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">Arus Kas dari Kegiatan Investasi<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembelian Aset Tetap<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam akun aset tetap selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Hasil Penjualan Aset Tetap<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam akun aset tetap selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Subtotal Investasi -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Kas Bersih yang Digunakan dalam Kegiatan Investasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Ringkasan dan total nilai item di atas<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- ARUS KAS DARI KEGIATAN PEMBIAYAAN -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">Arus Kas dari Kegiatan Pembiayaan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Hasil dari Penerbitan Saham<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kenaikan bersih pada saham biasa dan tambahan modal disetor selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Hasil Penerbitan Utang Jangka Panjang<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam akun utang jangka panjang selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dividen yang Dibayarkan<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam akun laba ditahan selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Subtotal Pembiayaan -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Kas Bersih yang Digunakan dalam Kegiatan Pembiayaan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Ringkasan dan total nilai item di atas<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- TOTAL PERUBAHAN BERSIH -->\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #3b66d6; text-align: left;\">Perubahan Bersih dalam Kas dan Setara Kas<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #3b66d6; text-align: left;\">Total nilai arus kas<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Contoh laporan arus kas metode langsung<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode langsung adalah format yang lebih jarang digunakan untuk menyusun laporan arus kas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah contoh tata letak laporan arus kas dengan metode langsung beserta penjelasan tentang sumber informasi yang digunakan dalam laporan ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Informasi ini akan membantu Anda dalam menyusun laporan arus kas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>Perusahaan ABC<\/strong><br>Laporan Arus Kas (Metode Langsung)<br>Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20X1<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 45%;\">Item<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 55%;\">Jumlah \/ Sumber Penjelasan<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <!-- ARUS KAS DARI KEGIATAN OPERASI -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">Arus Kas dari Kegiatan Operasi<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penerimaan Kas dari Pelanggan<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Ringkasan jurnal penerimaan uang tunai selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Ringkasan jurnal pembayaran kas kepada pemasok selama periode tersebut (dikurangi pembayaran untuk pembiayaan yang tercantum di bawah)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Ringkasan jurnal penggajian selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: 600;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #1a365d;\">Kas yang Dihasilkan dari Kegiatan Operasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Ringkasan nilai item sebelumnya di bagian ini<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Bunga yang Dibayarkan<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam jurnal pencairan kas<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pajak Penghasilan yang Dibayarkan<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam jurnal pencairan kas<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Subtotal Operasi -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Kas Bersih dari Kegiatan Operasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Ringkasan nilai item sebelumnya di bagian ini<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">Arus Kas dari Kegiatan Investasi<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembelian Aset Tetap<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam akun aset tetap selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Hasil Penjualan Aset Tetap<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam akun aset tetap selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Subtotal Investasi -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Kas Bersih yang Digunakan dalam Kegiatan Investasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Ringkasan nilai item sebelumnya di bagian ini<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- ARUS KAS DARI KEGIATAN PEMBIAYAAN -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td colspan=\"2\" style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; color: #2a52be;\">Arus Kas dari Kegiatan Pembiayaan<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Hasil dari Penerbitan Saham Umum<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Kenaikan bersih pada saham umum dan tambahan modal disetor selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Hasil Penerbitan Utang Jangka Panjang<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam akun utang jangka panjang selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pembayaran Pokok Sewa Modal<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam akun kewajiban sewa modal selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 8px 15px 8px 25px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Dividen yang Dibayarkan<\/td>\n        <td style=\"padding: 8px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Item dalam akun laba ditahan selama periode tersebut<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Subtotal Pembiayaan -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Kas Bersih yang Digunakan dalam Kegiatan Pembiayaan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Ringkasan nilai item sebelumnya di bagian ini<\/td>\n      <\/tr>\n\n      <!-- TOTAL PERUBAHAN BERSIH -->\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #3b66d6; text-align: left;\">Perubahan Bersih dalam Kas dan Setara Kas<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #3b66d6; text-align: left;\">Ringkasan semua subtotal sebelumnya<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Besar di Indonesia<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bawah ini merupakan beberapa contoh laporan arus kas perusahaan besar di Indonesia:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laporan arus kas Indofood Sukses Makmur Juni 2026<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"906\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-indofood-sukses-makmur-Juni-2026.webp\" alt=\"laporan arus kas pt indofood sukses makmur Juni 2026\" class=\"wp-image-50384\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-indofood-sukses-makmur-Juni-2026.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-indofood-sukses-makmur-Juni-2026-300x272.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-indofood-sukses-makmur-Juni-2026-768x696.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laporan arus kas Astra Otoparts Juni 2022<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"737\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-astra-otoparts-Juni-2022.webp\" alt=\"laporan arus kas pt astra otoparts Juni 2022\" class=\"wp-image-50386\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-astra-otoparts-Juni-2022.webp 737w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-astra-otoparts-Juni-2022-221x300.webp 221w\" sizes=\"(max-width: 737px) 100vw, 737px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Klik untuk melihat lebih banyak <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas-perusahaan-manufaktur\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan Manufaktur dan Tips Mengelolanya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Laporan arus kas PT Unilever Indonesia Maret 2026<\/h3>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"666\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-unilever-indonesia-Maret-2026.webp\" alt=\"laporan arus kas pt unilever indonesia Maret 2026\" class=\"wp-image-50387\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-unilever-indonesia-Maret-2026.webp 666w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-pt-unilever-indonesia-Maret-2026-200x300.webp 200w\" sizes=\"(max-width: 666px) 100vw, 666px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain contoh umum di atas, struktur laporan dapat disesuaikan dengan karakteristik kegiatan bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika bisnis Anda bergerak dalam perdagangan barang, pelajari <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas-perusahaan-dagang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">contoh laporan arus kas perusahaan dagang<\/a><\/strong> untuk melihat pengaruh persediaan, pembelian, penjualan, dan utang usaha terhadap arus kas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Cara Menyusun Laporan Arus Kas Secara Sederhana<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah cara membuat laporan arus kas dengan metode tidak langsung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode tidak langsung dimulai dari laba bersih, kemudian disesuaikan dengan perubahan akun-akun nonkas dan akun yang terkait kegiatan operasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum menyusun laporan arus kas, kita membutuhkan dua data utama:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laporan laba rugi tahun berjalan<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Neraca komparatif<\/strong> (dua periode berurutan, misalnya tahun 2022 dan 2023)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 1: Ambil Data dari Laporan Laba Rugi Tahun 2026<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, kita identifikasi nilai laba bersih dari laporan laba rugi tahun berjalan milik PT Andalan Niaga Utama.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Komponen<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Nilai<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pendapatan Bersih<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp135.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Beban Operasional<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp112.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Baris Total\/Laba Bersih -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Laba Bersih<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp22.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 2: Siapkan Neraca Tahun 2025 dan 2026<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian, siapkan data neraca tahun sebelumnya (2025) dan tahun berjalan (2026). Dari sini, Anda bisa menghitung perubahan aset, kewajiban, dan ekuitas.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Akun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">2025<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">2026<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Perubahan (Net Change)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Dampak Arus Kas<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Kas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp7.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp3.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">-Rp4.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penurunan Kas Netto<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Piutang Usaha<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp14.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp10.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">-Rp4.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penerimaan Kas (+)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Persediaan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp11.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp13.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">+Rp2.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pengeluaran Kas (-)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Aset Tetap<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp38.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp68.500.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">+Rp30.500.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pengeluaran Kas (-)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Utang Usaha<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp6.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp9.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">+Rp3.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penerimaan Kas (+)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Utang Jangka Panjang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp18.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp22.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">+Rp4.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Penerimaan Kas (+)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Ekuitas (Modal)*<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp46.000.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp44.500.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">-Rp1.500.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pengeluaran Kas (Dividen) (-)<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Catatan perubahan modal:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Modal akhir 2026 (Rp44.500.000) = Modal awal 2025 (Rp46.000.000) + Laba Bersih (Rp22.500.000) &#8211; Dividen (Rp24.000.000).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Langkah 3: Susun Laporan Arus Kas<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">A. Aktivitas Operasional<\/h4>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Komponen<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Nilai<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Laba Bersih<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp22.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(+) Penurunan Piutang Usaha<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp4.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(-) Kenaikan Persediaan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(Rp2.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(+) Kenaikan Utang Usaha<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp3.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Baris Total -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasional<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp27.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">B. Aktivitas Investasi<\/h4>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Komponen<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Nilai<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(-) Pembelian Aset Tetap (Kenaikan Aset)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(Rp30.500.000)<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Baris Total -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(Rp30.500.000)<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">C. Aktivitas Pendanaan<\/h4>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Komponen<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Nilai<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(+) Penerbitan Utang Jangka Panjang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp4.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">(-) Pembayaran Dividen ke Pemilik<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(Rp24.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Baris Total -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(Rp20.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ringkasan Laporan Arus Kas (Rekonsiliasi Final)<\/h3>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Komponen<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Nilai<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">A. Arus Kas dari Aktivitas Operasional<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp27.500.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">B. Arus Kas dari Aktivitas Investasi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(Rp30.500.000)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">C. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(Rp20.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Total Perubahan Kas -->\n      <tr style=\"background-color: #f4f7fe; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">D. Total Perubahan Kas Bersih (A + B + C)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">(Rp4.000.000)<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">E. Saldo Awal Kas (Neraca 2025)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp7.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd; font-weight: bold;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">F. Saldo Akhir Kas Seharusnya (D + E)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp3.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">G. Saldo Akhir Kas Aktual (Neraca 2026)<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp3.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <!-- Baris Balance Status (Warna Soft Blue Kledo Accent) -->\n      <tr style=\"background-color: #eef3fe; font-weight: bold; color: #2a52be; border-top: 2px solid #4777F3;\">\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: left;\">Selisih (F &#8211; G)<\/td>\n        <td style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #d0dbe9; text-align: right;\">Rp0 (BALANCE)<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Studi Kasus: Analisis Laporan Arus Kas PT Bumi Serpong Damai TBK (2021-2023)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas bisa digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar Anda mudah memahaminya, kami sudah merangkum studi kasus analisis laporan arus kas berdasarkan jurnal penelitian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana laporan arus kas bisa menunjukkan kinerja keuangan bisnis?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari laporan arus kas, kita bisa menarik beberapa data dalam bentuk rasio untuk menilai kinerja bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio tersebut adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Rasio Arus Kas Operasional (AKO): <\/strong>Jika di atas 1, menunjukkan bahwa perusahaan mampu membayar kewajiban lancar tanpa menggunakan arus kas dari aktivitas lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio Arus Cakupan Kas Terhadap Bunga (CKB):<\/strong> Rasio yang tinggi menunjukan arus kas operasi mempunyai bisa menutup biaya bunga sehingga kemungkinan perusahaan tidak mampu membayar bunga sangat kecil.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio Arus Kas Pengeluaran Modal (PM):<\/strong> Rasio yang tinggi menunjukkan kemampuan membiayai pengeluaran modal<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio Arus Kas Operasional Terhadap Total Utang (TH):<\/strong> Rasio tinggi menunjukkan perusahaan punya kemampuan baik dalam membayar kewajiban aktivitas normalnya<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio Arus Kas Operasional Terhadap Laba Bersih (CKLB):<\/strong> Jika rasio &gt; 1, kinerja keuangan perusahaan semakin baik.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Analisis Rasio Arus Kas PT Bumi Serpong Damai<\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rasio Arus Kas Operasi<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini merupakan tabel nilai rasio Arus Kas Operasi (AKO) hasil analisis laporan arus kas PT Bumi Serpong Damai selama 3 tahun mulai dari 2021, 2022, sampai 2023:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 15%;\">Tahun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 32.5%;\">Jumlah Arus Kas Operasi (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 32.5%;\">Kewajiban Lancar (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Nilai Rasio AKO<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2021<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.305.687.034.045<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">10.967.892.740.436<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">0,30<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2022<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.091.638.015.054<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">11.332.854.264.009<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">0,27<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2023<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">840.493.807.756<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">11.897.714.398.814<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">0,07<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan data di atas, rasio arus kas perusahaan konsisten kurang dari 1, bahkan trennya cenderung mengalami penurunan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini menunjukkan adanya masalah likuiditas dan perusahaan kurang mampu membayar kewajiban lancar tanpa menggunakan arus kas dari aktivitas lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan sebaiknya mencari sumber dana tambahan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya seperti menjual aset, meningkatkan penagihan piutang, atau mencari pembiayaan baru.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rasio Cakupan Arus Kas Terhadap Bunga<\/h4>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 12%;\">Tahun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 27%;\">Jumlah Arus Kas Operasi (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 23%;\">Bunga (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Pajak (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 18%;\">Nilai Rasio CKB<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2021<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.305.687.034.045<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">992.054.572.668<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">8.165.533.697<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">4,34<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2022<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.091.638.015.054<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">758.893.370.314<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">4.806.064.184<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">5,08<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2023<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">840.493.807.756<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">866.106.424.467<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">10.280.417.561<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">1,98<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan rasio di atas, artinya cakupan kas terhadap bunga perusahaan dianggap baik karena di atas 1.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski mengalami penurunan di tahun 2023 dari 5,08 menjadi 1,98, namun angka ini masih tergolong bagus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasio ini menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi tantangan finansial dan memanfaatkan peluang pertumbuhan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rasio Pengeluaran Modal<\/h4>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 12%;\">Tahun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 33%;\">Jumlah Arus Kas Operasi (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 33%;\">Pengeluaran Modal (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 22%;\">Nilai Rasio PM<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2021<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.305.687.034.045<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">29.600.622.042<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">111,68<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2022<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.091.638.015.054<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">202.384.887.017<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">15,28<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2023<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">840.493.807.756<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">661.747.938.085<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">1,27<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari hasil data di atas, secara keseluruhan rasio pengeluaran modal PT Bumi Serpong Damai masih baik karena di atas 1, artinya arus kas operasi bersih mampu mendanai pengeluaran modal tanpa menggunakan arus kas lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rasio Arus Kas terhadap Total Hutang<\/h4>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 15%;\">Tahun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 32.5%;\">Jumlah Arus Kas Operasi (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 32.5%;\">Total Utang (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Nilai Rasio TH<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2021<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.305.687.034.045<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">25.575.995.151.814<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">0,13<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2022<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.091.638.015.054<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">26.953.967.352.972<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">0,11<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2023<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">840.493.807.756<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">25.626.062.282.715<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">0,03<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan tabel di atas, bisa dikatakan bahwa rasio arus kas terhadap total hutang perusahaan buruk karena di bawah 1. Selain itu, tren rasionya juga terus mengalami penurunan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, perusahaan punya kemampuan yang buruk dalam membayar semua total hutang yang jatuh tempo dalam waktu 1 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan mungkin harus mengambil tindakan seperti memperbaiki posisi keuangan perusahaan, mengurangi utang, meningkatkan arus kas operasional, atau mencari pembiayaan tambahan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Rasio arus kas terhadap laba bersih<\/h4>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 15%;\">Tahun<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 32.5%;\">Jumlah Arus Kas Operasi (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 32.5%;\">Laba Bersih (Rp)<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 20%;\">Rasio Laba Bersih<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2021<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.305.687.034.045<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">1.538.840.956.173<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">2,15<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2022<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">3.091.638.015.054<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">2.656.885.590.302<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">1,16<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">2023<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">840.493.807.756<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">2.259.456.837.723<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: bold; color: #2a52be;\">0,37<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan data di atas, rasio kas terhadap laba bersih di tahun 2021 baik karena di atas 1. Meski mengalami penurunan di tahun 2022, tapi rasio tersebut masih tergolong baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baru di tahun 2023, rasio menurun hingga 0.37 (di bawah 1), sehingga bisa dikatakan buruk. Artinya, meski laba bersih tampak tinggi, tapi uang tunai yang masuk dari penjualan atau penagihan piutang belum atau tidak terealisasi secara kas.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sumber: <\/strong>R. Sri Handayani, Nurfitriani, Muhammad Miftakhul Huda (2024). <a href=\"https:\/\/ejournal.unisi.ac.id\/index.php\/jak\/article\/view\/3623\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Analisis Laporan Arus Kas dalam Menilai Kinerja Keuangan pada PT Bumi Serpong Damai TBK Tahun 2021-2023.<\/a> Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 13, No. 1, Januari \u2013 Juni 2024.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Membuat Laporan Arus Kas di Kledo<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda kesulitan dalam membuat arus kas secara manual, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi Kledo, untuk proses pembuatan arus kas yang lebih praktis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah caranya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1. Masuk ke Beranda Kledo, klik <strong>&#8220;Laporan&#8221;<\/strong>, lalu <strong>&#8220;Arus Kas&#8221;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"488\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo.webp\" alt=\"tutorial laporan arus kas kledo\" class=\"wp-image-50380\" title=\"Masuk Laporan Arus Kas Kledo\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-300x146.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-768x375.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2. Jika ingin mencetak laporan arus kas, silakan klik<strong> &#8220;Print&#8221; <\/strong>di pojok kanan atas<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"471\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-2.webp\" alt=\"tutorial laporan arus kas kledo 2\" class=\"wp-image-50382\" title=\"Laporan arus kas Kledo\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-2-300x141.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-2-768x362.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">3. Kledo akan otomatis mengunduh laporan arus kas seperti berikut:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"744\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/contoh-laporan-arus-kas-kledo.webp\" alt=\"contoh laporan arus kas kledo\" class=\"wp-image-50381\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/contoh-laporan-arus-kas-kledo.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/contoh-laporan-arus-kas-kledo-300x223.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/contoh-laporan-arus-kas-kledo-768x571.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kledo juga menyediakan 2 (dua) metode untuk masing-masing laporan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Metode Langsung (Direct Method)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode Langsung pada \u201cLaporan Arus Kas\u201d menggunakan transaksi yang memiliki pengaruh langsung dengan akun \u201cKas &amp; Bank\u201d sebagai sumber pelaporan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah masuk \u201cLaporan Arus Kas\u201d pilih \u201cMetode Langsung\u201d dan filter bagian \u201cTanggal\u201d sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"628\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-metode-langsung.webp\" alt=\"tutorial laporan arus kas kledo metode langsung\" class=\"wp-image-50378\" title=\"Laporan arus kas metode langsung Kledo\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-metode-langsung.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-metode-langsung-300x188.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-metode-langsung-768x482.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri khasnya, pada bagian aktivitas operasi meringkas transaksi secara langsung dengan penyebutan penerimaan pembayaran dari pelanggan, pembayaran ke pemasok, pendapatan lain-lain, pembayaran biaya operasional perusahaan, aset lancar lainnya, utang jangka pendek lainnya, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Metode Tak Langsung<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, pada metode tak langsung, \u201cLaporan Arus Kas\u201d dibuat berdasarkan aktivitas operasi yang menyesuaikan nilai laba\/rugi bersih atas \u201cLaporan Laba Rugi\u201d. Proses dimulai dengan pengurangan (penambahan) nilai laba\/rugi bersih dengan akun pada \u201cLaporan Neraca\u201d dari aset hingga liabilitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah masuk \u201cLaporan Arus Kas\u201d pilih \u201cMetode Tak Langsung\u201d dan filter bagian \u201cTanggal\u201d sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"663\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-metode-tak-langsung.webp\" alt=\"tutorial laporan arus kas kledo metode tak langsung\" class=\"wp-image-50379\" title=\"Laporan arus kas metode tak langsung Kledo\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-metode-tak-langsung.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-metode-tak-langsung-300x199.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/tutorial-laporan-arus-kas-kledo-metode-tak-langsung-768x509.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Laporan arus kas metode tak langsung Kledo<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkait dengan ciri khas masing-masing metode, terlihat bahwa terdapat perbedaan susunan akun terutama pada bagian aktivitas operasi. Walaupun keduanya berbeda, namun hasil perhitungan&nbsp;<strong>perubahan kas untuk periode<\/strong>&nbsp;tetap sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil akhir perhitungan \u201cLaporan Arus Kas\u201d ini mencerminkan nilai \u201cKas &amp; Bank\u201d pada akhir periode yang telah ditentukan. Maka, nilai akhir \u201cLaporan Arus Kas\u201d&nbsp;<strong>harus sama dengan&nbsp;<\/strong>akumulasi \u201cKas &amp; Bank\u201d pada \u201cLaporan Neraca\u201d.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"FITUR GRAFIK PADA LAPORAN ARUS KAS\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/6IKAwVEy4Us?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesalahan yang Sering Dilakukan Ketika Membuat Laporan Arus Kas<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut <a href=\"https:\/\/viewpoint.pwc.com\/dt\/uk\/en\/pwc\/uk_in_briefs\/PwC-UK-in-briefs\/PwC-UK-in-briefs\/statement-of-cash-flows.html\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan PWC<\/a>, ada beberapa kesalahan yang paling sering ditemukan dalam laporan arus kas, mulai dari klasifikasi arus kas, penyajian, dan kesalahan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kesalahan Umum dalam Mengklasifikasikan Arus Kas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah klasifikasi antara aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan merupakan salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam penyusunan laporan arus kas. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa contohnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Salah mengklasifikasikan transaksi kombinasi bisnis.<\/strong> Pembayaran dalam akuisisi, termasuk imbalan kontinjensi dan pembayaran kepada manajemen, perlu diklasifikasikan berdasarkan sifat dan substansi transaksinya sesuai PSAK 103 dan PSAK 207.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Salah mengklasifikasikan transaksi kepemilikan.<\/strong> Pembayaran untuk memperoleh tambahan kepentingan pada entitas anak yang sudah dikendalikan umumnya merupakan aktivitas pendanaan karena berkaitan dengan transaksi ekuitas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Salah mengklasifikasikan hibah pemerintah.<\/strong> Hibah perlu diklasifikasikan berdasarkan sifat dan tujuan penggunaannya. Hibah yang berkaitan dengan aktivitas operasional dapat termasuk aktivitas operasi, sedangkan hibah untuk perolehan aset dapat berkaitan dengan aktivitas investasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Salah mengklasifikasikan pembayaran sewa.<\/strong> Arus kas terkait sewa perlu diklasifikasikan sesuai sifat pembayarannya dengan mempertimbangkan PSAK 116 dan PSAK 207.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Salah menyajikan selisih kurs.<\/strong> Pengaruh perubahan kurs atas kas dan setara kas perlu disajikan secara terpisah dari arus kas aktivitas operasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Salah mengklasifikasikan transaksi antarperusahaan.<\/strong> Perubahan saldo antarperusahaan perlu dianalisis berdasarkan substansinya dan tidak otomatis dianggap sebagai aktivitas operasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Kesalahan Penyajian Arus Kas Neto dan Bruto<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSAK 207 mengatur bahwa penerimaan dan pembayaran kas pada kondisi tertentu dapat disajikan secara neto, sedangkan transaksi lainnya perlu disajikan secara bruto.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menyajikan penerimaan dan pembayaran pinjaman secara neto, padahal seharusnya disajikan secara bruto.<\/li>\n\n\n\n<li>Menggabungkan pelunasan pinjaman dengan pembayaran untuk akuisisi secara neto tanpa mempertimbangkan sifat masing-masing transaksi.<\/li>\n\n\n\n<li>Salah menentukan apakah transaksi dengan perputaran cepat, jumlah besar, dan jangka waktu pendek memenuhi kriteria untuk penyajian neto.<\/li>\n\n\n\n<li>Salah mengklasifikasikan bunga dan dividen. Klasifikasinya perlu mengikuti ketentuan PSAK 207 yang berlaku.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kesalahan Lain dalam Penyusunan Laporan Arus Kas<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain klasifikasi, beberapa kesalahan lain yang perlu diperhatikan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menggunakan EBITDA sebagai dasar rekonsiliasi<\/strong>, padahal metode tidak langsung harus menggunakan ukuran laba yang sesuai dengan ketentuan PSAK 207.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tidak memisahkan transaksi nonkas.<\/strong> Perubahan saldo dalam laporan posisi keuangan tidak selalu merupakan arus kas karena dapat berasal dari transaksi nonkas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Salah menentukan setara kas.<\/strong> Investasi harus memiliki likuiditas tinggi, dapat segera dikonversi menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan, memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan, dan umumnya memiliki jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tidak mengungkapkan transaksi investasi dan pendanaan nonkas<\/strong>, seperti perolehan aset melalui transaksi sewa atau penerbitan instrumen ekuitas.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Infografis Ringkasan Materi Laporan Arus Kas<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"1792\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-laporan-arus-kas.webp\" alt=\"infografis laporan arus kas\" class=\"wp-image-50391\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-laporan-arus-kas.webp 800w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-laporan-arus-kas-134x300.webp 134w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-laporan-arus-kas-457x1024.webp 457w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-laporan-arus-kas-768x1720.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-laporan-arus-kas-686x1536.webp 686w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">FAQ<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengapa perusahaan bisa memperoleh laba tetapi arus kas negatif?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena laba dihitung berdasarkan metode akrual (pendapatan dicatat saat transaksi terjadi, bukan saat uang diterima). <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, perusahaan bisa mencatat laba besar dari penjualan kredit yang belum dibayar pelanggan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, toko menjual barang Rp100 juta secara kredit (dicatat sebagai pendapatan), tapi uangnya belum masuk. Sementara itu, toko membayar supplier Rp80 juta secara tunai. Laporan mencatatkan laba, tetapi kas berkurang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Apakah arus kas negatif selalu buruk?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak selalu. <\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arus kas operasi negatif<\/strong> perlu diwaspadai karena artinya bisnis belum menghasilkan uang tunai yang cukup untuk menutupi biaya operasional.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arus kas investasi negatif<\/strong> sering terjadi ketika perusahaan membeli aset atau berinvestasi. Ini wajar bagi perusahaan yang sedang tumbuh.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Arus kas pendanaan negatif<\/strong> bisa berarti perusahaan sedang melunasi utang atau membayar dividen, yang tidak selalu buruk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Apa perbedaan laba bersih dan arus kas operasi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laba Bersih menggunakan basis akrual. Laba mencatat pendapatan saat transaksi terjadi (meskipun uang belum diterima) dan mencatat beban saat kewajiban timbul (meskipun uang belum dibayarkan).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Arus Kas Operasi menggunakan basis kas. Arus kas hanya mencatat uang tunai yang secara nyata masuk dan keluar dari kegiatan operasional utama perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Bagaimana mengetahui arus kas perusahaan sehat?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa indikator yang umumnya digunakan untuk mengetahui apakah arus kas perusahaan benar-benar sehat adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Saldo kas cukup untuk menutupi kebutuhan operasional beberapa bulan ke depan<\/li>\n\n\n\n<li>Arus kas operasi konsisten positif <\/li>\n\n\n\n<li>Arus kas operasi lebih besar dari laba bersih <\/li>\n\n\n\n<li>Ada sisa kas setelah kebutuhan operasi dan investasi terpenuhi<\/li>\n\n\n\n<li>Perusahaan tidak terus-menerus bergantung pada utang baru untuk menutupi kekurangan kas operasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Apa perbedaan metode langsung dan tidak langsung?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya adalah cara menyajikan arus kas dari aktivitas operasi. Kedua metode ini memberikan hasil yang sama, hanya caranya yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Metode Langsung<\/strong>: Merinci penerimaan dan pengeluaran kas secara eksplisit. Contoh: kas diterima dari pelanggan Rp X, kas dibayar ke supplier Rp Y, kas dibayar untuk gaji Rp Z. Metode ini lebih mudah dipahami, tapi membutuhkan pencatatan yang lebih rinci.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Metode Tidak Langsung:<\/strong> Dimulai dari laba bersih, lalu disesuaikan dengan item non-kas (depresiasi, perubahan modal kerja, dll.) untuk mendapatkan arus kas operasi. Metode ini lebih umum digunakan dalam praktik karena lebih mudah disusun dari data akuntansi yang ada.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam standar akuntansi Indonesia (SAK), kedua metode diperbolehkan, namun metode tidak langsung lebih lazim digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Apa hubungan laporan arus kas dengan neraca?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungan keduanya sangat erat dan saling merekonsiliasi. Neraca menunjukkan posisi keuangan (termasuk saldo kas) pada suatu titik waktu tertentu, sedangkan Laporan Arus Kas menjelaskan alasan perubahan angka kas di Neraca tersebut selama satu periode.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Apa itu <em>free cash flow<\/em>?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Free cash flow (FCF) adalah kas yang tersisa setelah perusahaan memenuhi kebutuhan operasional dan belanja modal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rumus:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Free Cash Flow = Arus Kas Operasi \u2212 Capital Expenditure (Capex)<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Bagaimana cara mengetahui penyebab saldo kas turun?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengetahui penyebab penurunan saldo kas, Anda harus menganalisis Laporan Arus Kas yang dibagi ke dalam tiga aktivitas utama:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cek Aktivitas Operasi:<\/strong> Apakah arus kas operasi bernilai negatif? Jika ya, penurunan kas disebabkan oleh operasional yang rugi, banyaknya penjualan kredit yang tertahan di piutang usaha, atau penumpukan barang di persediaan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cek Aktivitas Investasi:<\/strong> Apakah terjadi pengeluaran kas dalam jumlah besar untuk pembelian aset tetap (mesin, tanah, bangunan, atau kendaraan) atau akuisisi bisnis baru?<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cek Aktivitas Pendanaan:<\/strong> Apakah perusahaan menggunakan sebagian besar kasnya untuk pelunasan utang jangka panjang\/pinjaman bank, pembagian dividen dalam jumlah besar kepada pemilik, atau pembelian saham kembali?<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan membandingkan arus kas bersih dari ketiga segmen tersebut, Anda dapat langsung menemukan aktivitas mana yang paling banyak menyedot cadangan kas perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas tidak hanya akan sangat berguna untuk memudahkan pengecekan kas pada periode tersebut, tetapi juga dapat menjadi dasar prediksi dari ketidakpastian kesehatan keuangan bisnis Anda di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karenanya, laporan ini akan sangat bermanfaat bagi para kreditor, investor, pihak manajemen, atau pihak terkait lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda kesulitan untuk mengelolan dan membuat <em>cash flow statement<\/em> atau laporan keuangan lainnya seperti laporan laba rugi , neraca, dan lain lain secara terperinci, Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk kemudahan proses pembukuan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa mencoba menggunakan Kledo sebagai solusi terbaik proses akuntansi pada kelangsungan bisnis Anda. Kledo sendiri adalah<a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> software akuntansi<\/a> berbasis cloud yang sudah digunakan oleh lebih dari 10 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari melalui<strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Akuntansieasy\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n<p><script type=\"applicat<yoastmark class='yoast-text-mark'>ion\/ld+json\">{\"@<\/yoastmark>context\"<yoastmark class='yoast-text-mark'>:\"https<\/yoastmark>:\/\/schema.org\",\"@type\":\"FAQPage\",\"mainEntity\":[{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apa saja isi dari laporan arus kas?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"<\/p>\n<p>Laporan arus kas atau <em>cash flow statement<\/em> adalah laporan keuangan yang menunjukkan arus masuk dan keluar uang selama periode tertentu. Berikut adalah isi dari laporan arus kas secara ringkas:<\/p>\n<p>\\n\\n<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Arus Kas dari Aktivitas Operasi:<\/strong> menunjukkan arus kas yang berasal dari aktivitas operasional perusahaan seperti penjualan produk atau jasa, pembayaran gaji, pembelian persediaan,<yoastmark class='yoast-text-mark'> dan lain sebaga<\/yoastmark>inya.<\/li>\n<li><strong>Arus Kas dari Aktivitas Investasi:<\/strong> menunjukkan arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan seperti penjualan atau pembelian aset tetap atau investas<yoastmark class='yoast-text-mark'>i jangka panjang<\/yoastmark>.<\/li>\n<li><strong>Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: <\/strong>menunjukkan arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaan perusahaan seperti penerbitan saham atau obligasi, pembayaran dividen, atau pembayaran utang.<\/li>\n<li><strong>Peningkatan atau Penurunan Bersih dalam Kas dan Setara Kas:<\/strong> menunjukkan jumlah bersih kenaikan atau penurunan <yoastmark class='yoast-text-mark'>dalam kas dan se<\/yoastmark>tara kas perusahaan selama periode laporan.<\/li>\n<p><yoastmark class='yoast-text-mark'>\n<\/ol>\n<p><\/yoastmark><\/p>\n<p>\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apa yang dimaksud dengan laporan arus kas?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menyajikan informasi tentang arus masuk dan keluar uang perusahaan selama periode tertentu.\\n\\nDalam laporan ini, arus kas dibagi menjadi tiga kategori yaitu arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan.\\n\\nCash flow statement memberikan informasi yang penting bagi para pemangku kepentingan dalam mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan dan memprediksi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya di masa yang akan datang.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Langkah langkah dalam menyusun laporan arus kas?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"<\/p>\n<p>Berikut ini adalah langkah-langkah dalam menyusun <em>cash flow statement<\/em> secara sederhana:<\/p>\n<p>\\n\\n<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Tentukan periode waktu laporan arus kas: <\/strong><em>Cash flow statement<\/em> harus mencakup periode waktu tertentu seperti satu tahun atau satu kuartal.<\/li>\n<li><strong>Identifikasi sumber-sumber arus kas:<\/strong> Identifikasi sumber-sumber arus kas yang terjadi selama periode waktu tersebut, termasuk arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.<\/li>\n<li><strong>Pisahkan arus kas dari aktivitas operasi: <\/strong>Pisah<yoastmark class='yoast-text-mark'>kan arus kas dar<\/yoastmark>i aktivitas operasi dengan memasukkan semua arus kas yang berasal dari penjual<yoastmark class='yoast-text-mark'>an <\/yoastmark>produk atau jasa, pembayaran gaji, pembelian persediaan, dan sebagainya.<\/li>\n<li><strong>Pisahkan arus kas dari aktivitas investa<yoastmark class='yoast-text-mark'>si:<\/strong> Pis<\/yoastmark>ahkan arus kas dari aktivitas investasi dengan memasukkan semua arus ka<yoastmark class='yoast-text-mark'>s yang berasal d<\/yoastmark>ari pembelian atau penjualan aset tetap atau investasi jangka panjang.<\/li>\n<li><strong>Pisahkan arus kas dari aktivitas pendanaa<yoastmark class='yoast-text-mark'>n:<<\/yoastmark>\/strong> Pisahkan arus kas dari aktivitas pendanaan dengan memasukkan semua arus kas yang berasal dari penerbitan saham <yoastmark class='yoast-text-mark'>atau obligasi, p<\/yoastmark>embayaran dividen, atau pembayaran utang.<\/li>\n<li><strong>Jumlahkan arus kas dari tiap kategori:<\/strong> Jumlahkan arus kas dari setiap kategori yaitu aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.<\/li>\n<li><strong>Hitung total arus kas bersi<yoastmark class='yoast-text-mark'>h: <\/strong>Hitu<\/yoastmark>ng total arus kas bersih dengan mengurangi arus kas keluar dari arus kas masuk.<\/li>\n<li><strong>Sajikan la<yoastmark class='yoast-text-mark'>por<\/yoastmark>an arus kas: <\/strong>Sajikan <em>cash flow statement<\/em> dengan menggunakan format yang sudah ditentukan. Format umum laporan arus kas terdiri dari tiga bagian yaitu arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan serta total arus kas bersih selama periode waktu yang ditentukan.<\/li>\n<li><strong>Verifikasi dan analisis: <\/strong>Verifikasi kembali data yang telah diolah dan analisis data <em>cash flow statement<\/em>. Hasil analisis dapat membantu dalam mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan dan memprediksi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan di masa yang akan datang.<\/li>\n<\/ol>\n<p>\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Aktivitas apa saja yang terdapat pada laporan arus kas?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Aktivitas Operasi\\n\\naktivitas operasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan bisnis utama perusahaan, seperti penjualan produk atau jasa, pembelian persediaan, pembayaran gaji karyawan, dan pengeluaran operasional lainnya.\\n\\nArus kas dari aktivitas operasi digunakan untuk mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan arus kas dari kegiatan operasionalnya.\\n\\nAktivitas Investasi\\n\\naktivitas investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan pembelian atau penjualan aset tetap atau investasi jangka panjang.\\n\\nContohnya adalah pembelian gedung, mesin, atau saham. Arus kas dari aktivitas investasi digunakan untuk mengukur seberapa efektif perusahaan menghasilkan arus kas dari investasi jangka panjang.\\n\\nAktivitas Pendanaan\\n\\naktivitas pendanaan adalah aktivitas yang berkaitan dengan sumber dana perusahaan, seperti penerbitan saham atau obligasi, pembayaran utang, atau pembayaran dividen.\\n\\nArus kas dari aktivitas pendanaan digunakan untuk mengukur seberapa baik perusahaan memperoleh dana untuk membiayai operasinya.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Berapa jenis arus kas?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Ada dua, arus kas masuk dan arus kas keluar.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Kapan laporan arus kas harus dibuat?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, laporan arus kas wajib disajikan dalam laporan keuangan tahunan, sementara untuk laporan keuangan interim (bulanan, triwulanan, atau semesteran), laporan arus kas bersifat opsional.\"}}]}<\/p>\n<p><\/script><\/p>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang tunai dalam suatu periode. Bagi pebisnis skala besar maupun pemilik UMKM, laporan ini penting karena memberi tahu kondisi kas secara nyata, bukan hanya berdasarkan keuntungan yang tertera di atas kertas. Namun mengutip Kemenkeu, penelitian membuktikan bahwa 77.5% UMKM tidak memiliki laporan keuangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":43788,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[1289,1290,1294,105,1288,756,1292,1291],"class_list":["post-5683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-apa-itu-laporan-arus-kas","tag-cara-membuat-laporan-arus-kas","tag-jenis-laporan-arus-kas","tag-kledo","tag-laporan-arus-kas","tag-software-akuntansi-kledo","tag-template-laporan-arus-kas","tag-tips-membuat-laporan-arus-kas"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Contoh Laporan Arus Kas, Studi Kasus, dan Cara Analisisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu laporan arus kas secara lengkap dan mendalam beserta contoh dan cara menganalisisnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Laporan Arus Kas, Studi Kasus, dan Cara Analisisnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu laporan arus kas secara lengkap dan mendalam beserta contoh dan cara menganalisisnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-01T07:50:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-01T07:51:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-banner-2.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"33 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Laporan Arus Kas: Contoh, Studi Kasus, Cara Membuat dan Analisisnya\",\"datePublished\":\"2026-09-01T07:50:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-01T07:51:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/\"},\"wordCount\":5483,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/laporan-arus-kas-banner-2.webp\",\"keywords\":[\"apa itu laporan arus kas\",\"cara membuat laporan arus kas\",\"jenis laporan arus kas\",\"kledo\",\"laporan arus kas\",\"software akuntansi kledo\",\"template laporan arus kas\",\"tips membuat laporan arus kas\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/\",\"name\":\"Contoh Laporan Arus Kas, Studi Kasus, dan Cara Analisisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/laporan-arus-kas-banner-2.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-01T07:50:22+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-01T07:51:38+00:00\",\"description\":\"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu laporan arus kas secara lengkap dan mendalam beserta contoh dan cara menganalisisnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/laporan-arus-kas-banner-2.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/laporan-arus-kas-banner-2.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"laporan arus kas banner 2\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/laporan-arus-kas\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Laporan Arus Kas: Contoh, Studi Kasus, Cara Membuat dan Analisisnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Laporan Arus Kas, Studi Kasus, dan Cara Analisisnya","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu laporan arus kas secara lengkap dan mendalam beserta contoh dan cara menganalisisnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Contoh Laporan Arus Kas, Studi Kasus, dan Cara Analisisnya","og_description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu laporan arus kas secara lengkap dan mendalam beserta contoh dan cara menganalisisnya.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-09-01T07:50:22+00:00","article_modified_time":"2026-09-01T07:51:38+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-banner-2.webp","type":"image\/webp"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"33 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Laporan Arus Kas: Contoh, Studi Kasus, Cara Membuat dan Analisisnya","datePublished":"2026-09-01T07:50:22+00:00","dateModified":"2026-09-01T07:51:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/"},"wordCount":5483,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-banner-2.webp","keywords":["apa itu laporan arus kas","cara membuat laporan arus kas","jenis laporan arus kas","kledo","laporan arus kas","software akuntansi kledo","template laporan arus kas","tips membuat laporan arus kas"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/","name":"Contoh Laporan Arus Kas, Studi Kasus, dan Cara Analisisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-banner-2.webp","datePublished":"2026-09-01T07:50:22+00:00","dateModified":"2026-09-01T07:51:38+00:00","description":"Pada artikel kali ini kami akan membahas apa itu laporan arus kas secara lengkap dan mendalam beserta contoh dan cara menganalisisnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-banner-2.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/laporan-arus-kas-banner-2.webp","width":1200,"height":600,"caption":"laporan arus kas banner 2"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-arus-kas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Laporan Arus Kas: Contoh, Studi Kasus, Cara Membuat dan Analisisnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5683"}],"version-history":[{"count":44,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50409,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5683\/revisions\/50409"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43788"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}