{"id":5716,"date":"2026-09-01T15:51:38","date_gmt":"2026-09-01T08:51:38","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=5716"},"modified":"2026-09-02T08:07:15","modified_gmt":"2026-09-02T01:07:15","slug":"siklus-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/","title":{"rendered":"Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya dalam Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus akuntansi adalah rangkaian proses untuk mengidentifikasi, mencatat, mengelompokkan, menyesuaikan, dan melaporkan transaksi keuangan selama satu periode akuntansi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses ini dimulai ketika transaksi terjadi dan berakhir setelah perusahaan menutup pembukuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap tahap saling terhubung. Bukti transaksi menjadi dasar pencatatan jurnal. Jurnal menyediakan data untuk buku besar. Saldo buku besar digunakan untuk membuat neraca saldo. Setelah penyesuaian dilakukan, perusahaan dapat menyusun laporan keuangan dan melakukan tutup buku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan dapat menjalankan proses tersebut secara manual atau menggunakan software akuntansi untuk mengotomatisasi sebagian pekerjaan pencatatan dan pelaporan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada artikel ini, kami akan membahas apa itu siklus akuntansi, pentingnya untuk bisnis, contoh, serta kesalahan umum dalam siklus ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Siklus Akuntansi?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"771\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-1_11zon.webp\" alt=\"siklus akuntanasi 1\" class=\"wp-image-50347\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-1_11zon.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-1_11zon-300x226.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-1_11zon-768x578.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Siklus akuntansi adalah proses sistematis dan berulang untuk mengolah transaksi keuangan menjadi informasi keuangan selama periode akuntansi tertentu.<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses tersebut membantu perusahaan menghasilkan catatan dan laporan keuangan yang terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Disebut sebagai \u201csiklus\u201d karena proses yang sama kembali dilakukan ketika perusahaan memasuki periode akuntansi berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alurnya dapat digambarkan secara sederhana sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Transaksi \u2192 Jurnal \u2192 Buku Besar \u2192 Neraca Saldo \u2192 Penyesuaian \u2192 Laporan Keuangan \u2192 Penutupan \u2192 Neraca Saldo Setelah Penutupan<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, ketika perusahaan membeli persediaan secara kredit, transaksi tersebut tidak berhenti pada bukti pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan perlu menganalisis akun yang terpengaruh, mencatat debit dan kredit, memposting transaksi ke buku besar, menghitung saldo akun, dan memasukkannya ke proses penyusunan laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, setiap tahap menghasilkan informasi yang digunakan pada tahap berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/proses-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">10 Langkah Penting dalam Proses Akuntansi yang Wajib Anda Ketahui<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 2\" class=\"wp-image-37162\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Tujuan Siklus Akuntansi bagi Perusahaan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus akuntansi bertujuan mengubah transaksi keuangan menjadi informasi yang dapat digunakan untuk menyusun laporan keuangan dan mengevaluasi kondisi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses yang terstruktur juga menciptakan jejak pencatatan yang memudahkan perusahaan menelusuri transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus akuntansi memiliki beberapa fungsi utama:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mencatat transaksi<\/strong> berdasarkan aktivitas keuangan yang terjadi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengelompokkan transaksi<\/strong> berdasarkan akun seperti kas, piutang, persediaan, utang, pendapatan, dan beban.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memeriksa pencatatan<\/strong> melalui saldo debit dan kredit.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menyesuaikan saldo akun<\/strong> pada akhir periode akuntansi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghasilkan laporan keuangan<\/strong> berdasarkan data yang telah diproses.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menutup akun sementara<\/strong> sebelum periode akuntansi berikutnya dimulai.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menyediakan jejak transaksi<\/strong> yang dapat ditelusuri kembali ketika diperlukan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil akhirnya memberikan informasi keuangan kepada manajemen dan pemangku kepentingan lain sesuai kebutuhan pelaporan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Alur Siklus Akuntansi dari Transaksi sampai Tutup Buku?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"988\" height=\"659\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-2_11zon.webp\" alt=\"siklus akuntansi 2\" class=\"wp-image-50349\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-2_11zon.webp 988w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-2_11zon-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-2_11zon-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 988px) 100vw, 988px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Alur siklus akuntansi mengikuti pergerakan data dari transaksi hingga laporan keuangan dan penutupan akun.<\/strong> Setiap tahap menggunakan hasil tahap sebelumnya sebagai input.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Tahap<\/th><th>Proses<\/th><th>Hasil Utama<\/th><\/tr><tr><td>1<\/td><td>Identifikasi transaksi<\/td><td>Transaksi yang perlu dicatat<\/td><\/tr><tr><td>2<\/td><td>Pencatatan jurnal<\/td><td>Jurnal transaksi<\/td><\/tr><tr><td>3<\/td><td>Posting buku besar<\/td><td>Saldo setiap akun<\/td><\/tr><tr><td>4<\/td><td>Penyusunan neraca saldo<\/td><td>Daftar saldo debit dan kredit<\/td><\/tr><tr><td>5<\/td><td>Jurnal penyesuaian<\/td><td>Saldo yang telah disesuaikan<\/td><\/tr><tr><td>6<\/td><td>Penyusunan laporan<\/td><td>Laporan keuangan<\/td><\/tr><tr><td>7<\/td><td>Jurnal penutup<\/td><td>Akun sementara ditutup<\/td><\/tr><tr><td>8<\/td><td>Neraca saldo setelah penutupan<\/td><td>Saldo awal akun permanen untuk periode berikutnya<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Urutan tersebut menjelaskan hubungan antartahap. Kesalahan pada pencatatan awal dapat memengaruhi saldo buku besar dan informasi yang digunakan dalam proses berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, memahami fungsi setiap tahapan sama pentingnya dengan menghafal urutannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">8 Tahapan Siklus Akuntansi dan Penjelasannya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Delapan tahapan siklus akuntansi memproses data keuangan secara berurutan, mulai dari identifikasi transaksi sampai pemeriksaan saldo setelah penutupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut penjelasan setiap tahap.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Bagaimana Cara Mengidentifikasi dan Menganalisis Transaksi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Identifikasi transaksi menentukan aktivitas ekonomi yang perlu dicatat dan akun yang terpengaruh oleh aktivitas tersebut.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan menggunakan dokumen pendukung untuk menentukan nilai serta sifat transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh aktivitas yang dapat menghasilkan transaksi antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>pembelian barang;<\/li>\n\n\n\n<li>penjualan barang atau jasa;<\/li>\n\n\n\n<li>penerimaan pembayaran pelanggan;<\/li>\n\n\n\n<li>pembayaran utang;<\/li>\n\n\n\n<li>pembayaran gaji;<\/li>\n\n\n\n<li>pembelian peralatan;<\/li>\n\n\n\n<li>penerimaan modal; dan<\/li>\n\n\n\n<li>pembayaran berbagai beban usaha.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akuntan kemudian menganalisis akun yang terpengaruh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, perusahaan membeli persediaan senilai Rp4.000.000 secara kredit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Transaksi tersebut memengaruhi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Persediaan<\/strong>, karena aset perusahaan bertambah Rp4.000.000.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Utang usaha<\/strong>, karena kewajiban perusahaan bertambah Rp4.000.000.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Analisis tersebut menjadi dasar untuk menentukan debit dan kredit pada tahap pencatatan jurnal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Bagaimana Transaksi Dicatat dalam Jurnal?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pencatatan jurnal merekam transaksi secara kronologis menggunakan mekanisme debit dan kredit.<\/strong> Dalam sistem pembukuan berpasangan, jumlah debit harus sama dengan jumlah kredit untuk setiap transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menggunakan contoh sebelumnya:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Persediaan<\/td><td>Rp4.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td>Utang Usaha<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp4.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persediaan bertambah pada sisi debit, sedangkan utang usaha bertambah pada sisi kredit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan dapat menggunakan jurnal umum dan jurnal khusus sesuai kebutuhan pencatatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jurnal umum<\/strong> menampung transaksi yang dicatat melalui jurnal umum perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jurnal khusus<\/strong> dapat digunakan untuk transaksi berulang, seperti penjualan, pembelian, penerimaan kas, atau pengeluaran kas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah transaksi masuk ke jurnal, informasi tersebut dikelompokkan berdasarkan akun melalui buku besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sistem-pencatatan-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sistem Pencatatan Akuntansi: Pengertian dan Pembahasan Lengkapnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Apa Fungsi Buku Besar dalam Siklus Akuntansi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Buku besar mengelompokkan transaksi dari jurnal berdasarkan akun dan menunjukkan perubahan saldo setiap akun.<\/strong> Proses memindahkan informasi jurnal ke buku besar disebut posting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akun dalam buku besar umumnya dikelompokkan menjadi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Aset<\/strong>, seperti kas, piutang, persediaan, dan peralatan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kewajiban<\/strong>, seperti utang usaha dan utang lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ekuitas<\/strong>, seperti modal dan saldo laba.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pendapatan<\/strong>, seperti pendapatan penjualan atau pendapatan jasa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Beban<\/strong>, seperti beban gaji, sewa, dan penyusutan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, perusahaan menerima kas Rp6.000.000 dari penjualan dan membayar gaji Rp2.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akun kas akan menunjukkan dua perubahan:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Keterangan<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Penjualan tunai<\/td><td>Rp6.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td>Pembayaran gaji<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp2.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan kemudian menghitung saldo setiap akun. Saldo tersebut menjadi dasar penyusunan neraca saldo.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Mengapa Perusahaan Menyusun Neraca Saldo?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Neraca saldo merangkum saldo akun buku besar untuk memeriksa apakah total debit sama dengan total kredit.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Neraca saldo biasanya disusun setelah transaksi dalam periode tersebut telah diposting ke buku besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Format sederhananya terdiri dari:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Nama Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Kas<\/td><td>xxx<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td>Persediaan<\/td><td>xxx<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td>Utang Usaha<\/td><td>&#8211;<\/td><td>xxx<\/td><\/tr><tr><td>Pendapatan Penjualan<\/td><td>&#8211;<\/td><td>xxx<\/td><\/tr><tr><td>Beban Gaji<\/td><td>xxx<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total<\/strong><\/td><td><strong>xxx<\/strong><\/td><td><strong>xxx<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika total debit tidak sama dengan total kredit, perusahaan perlu menelusuri pencatatan yang menyebabkan perbedaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, neraca saldo yang seimbang <strong>tidak otomatis membuktikan seluruh transaksi sudah benar<\/strong>. Kesalahan tertentu masih dapat menghasilkan debit dan kredit dengan jumlah sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya adalah transaksi yang dicatat ke akun yang salah tetapi menggunakan nominal serta posisi debit-kredit yang tetap seimbang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah pemeriksaan awal tersebut, perusahaan perlu menentukan apakah terdapat saldo yang harus disesuaikan pada akhir periode.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Apa Fungsi Jurnal Penyesuaian?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jurnal penyesuaian memperbarui saldo akun pada akhir periode agar pendapatan dan beban diakui pada periode yang sesuai serta saldo akun mencerminkan kondisi yang relevan untuk pelaporan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyesuaian dapat diperlukan ketika transaksi atau perubahan ekonomi belum sepenuhnya tercermin dalam pencatatan rutin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kondisi yang dapat membutuhkan penyesuaian meliputi:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pendapatan yang masih harus diterima<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan telah memperoleh pendapatan, tetapi penerimaan atau pencatatannya belum selesai.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beban yang masih harus dibayar<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan telah menanggung beban dalam periode berjalan, tetapi pembayarannya belum dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Penyusutan aset tetap<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan mengalokasikan biaya aset tetap sepanjang masa manfaatnya sesuai kebijakan akuntansi yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh jurnal penyusutan:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Beban Penyusutan<\/td><td>Rp500.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td>Akumulasi Penyusutan<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp500.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah jurnal penyesuaian diposting, saldo yang telah diperbarui digunakan dalam proses penyusunan laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Laporan Keuangan Apa yang Disusun dalam Siklus Akuntansi?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tahap pelaporan mengolah saldo akun yang telah disesuaikan menjadi laporan keuangan perusahaan.<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan tersebut menyajikan aspek keuangan yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Laporan laba rugi<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan laba rugi menyajikan pendapatan dan beban selama periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungan sederhananya adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pendapatan \u2212 Beban = Laba\/Rugi<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pendapatan melebihi beban, perusahaan menghasilkan laba. Jika beban melebihi pendapatan, perusahaan mengalami rugi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Laporan posisi keuangan atau neraca<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Neraca menggambarkan aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persamaan dasarnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Aset = Kewajiban + Ekuitas<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aset menunjukkan sumber daya yang dikendalikan perusahaan, sedangkan kewajiban dan ekuitas menunjukkan klaim terhadap sumber daya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Laporan arus kas<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Laporan arus kas menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas berdasarkan aktivitas:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>operasi;<\/li>\n\n\n\n<li>investasi; dan<\/li>\n\n\n\n<li>pendanaan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga laporan tersebut menjawab pertanyaan keuangan yang berbeda. Laba tidak selalu sama dengan kas yang dihasilkan perusahaan karena dasar dan tujuan pengukurannya berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah laporan periode selesai disusun, proses bergerak ke penutupan akun sementara.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Apa yang Dimaksud dengan Jurnal Penutup?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jurnal penutup menutup saldo akun sementara pada akhir periode sehingga akun tersebut dapat memulai periode berikutnya dari saldo nol.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akun sementara berhubungan dengan aktivitas selama periode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akun tersebut dapat mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>pendapatan;<\/li>\n\n\n\n<li>beban; dan<\/li>\n\n\n\n<li>akun sementara lain yang digunakan dalam proses penutupan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaliknya, akun permanen tetap membawa saldo ke periode berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh akun permanen meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>kas;<\/li>\n\n\n\n<li>piutang;<\/li>\n\n\n\n<li>persediaan;<\/li>\n\n\n\n<li>aset tetap;<\/li>\n\n\n\n<li>utang; dan<\/li>\n\n\n\n<li>akun ekuitas tertentu.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai ilustrasi sederhana, jika akun pendapatan memiliki saldo kredit Rp6.000.000, perusahaan perlu menutup saldo tersebut sesuai prosedur penutupan yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah seluruh akun sementara ditutup, perusahaan dapat memeriksa akun permanen melalui neraca saldo setelah penutupan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cara-membuat-jurnal-penutup\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Cara Membuat Jurnal Penutup dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Apa Itu Neraca Saldo Setelah Penutupan?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Neraca saldo setelah penutupan adalah daftar saldo akun permanen setelah jurnal penutup diposting.<\/strong> Tahap ini memeriksa keseimbangan debit dan kredit sebelum perusahaan memasuki periode akuntansi berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akun pendapatan dan beban yang telah ditutup tidak lagi memiliki saldo untuk periode yang selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Akun permanen tetap membawa saldo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akun sementara \u2192 ditutup<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Akun permanen \u2192 dibawa ke periode berikutnya<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Neraca saldo setelah penutupan sekaligus menandai berakhirnya rangkaian utama siklus akuntansi untuk satu periode.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Contoh Siklus Akuntansi dari Awal sampai Akhir?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/siklus-akuntansi-2.webp\" alt=\"siklus akuntansi 2\" class=\"wp-image-42921\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/siklus-akuntansi-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/siklus-akuntansi-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/siklus-akuntansi-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh berikut menggunakan satu rangkaian transaksi agar hubungan setiap tahap lebih mudah dipahami.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalkan sebuah toko melakukan transaksi berikut selama Januari:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemilik menyetor modal tunai Rp10.000.000.<\/li>\n\n\n\n<li>Toko membeli persediaan secara tunai Rp3.000.000.<\/li>\n\n\n\n<li>Toko menjual barang secara tunai Rp5.000.000.<\/li>\n\n\n\n<li>Toko membayar gaji Rp1.000.000.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menyederhanakan ilustrasi, contoh ini berfokus pada alur pencatatan transaksi dan tidak memasukkan seluruh kemungkinan penyesuaian maupun aspek persediaan\/HPP.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tahap 1: Identifikasi Transaksi<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keempat transaksi memengaruhi akun berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Transaksi<\/th><th>Akun yang Terpengaruh<\/th><\/tr><tr><td>Setoran modal<\/td><td>Kas dan Modal<\/td><\/tr><tr><td>Pembelian persediaan<\/td><td>Persediaan dan Kas<\/td><\/tr><tr><td>Penjualan tunai<\/td><td>Kas dan Pendapatan Penjualan<\/td><\/tr><tr><td>Pembayaran gaji<\/td><td>Beban Gaji dan Kas<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah akun ditentukan, perusahaan menentukan posisi debit dan kredit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tahap 2: Pencatatan Jurnal<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Transaksi<\/th><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Setoran modal<\/td><td>Kas<\/td><td>Rp10.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Modal<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp10.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pembelian persediaan<\/td><td>Persediaan<\/td><td>Rp3.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Kas<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp3.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Penjualan tunai<\/td><td>Kas<\/td><td>Rp5.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Pendapatan Penjualan<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp5.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pembayaran gaji<\/td><td>Beban Gaji<\/td><td>Rp1.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td><\/td><td>Kas<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp1.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total debit setiap transaksi sama dengan total kreditnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tahap 3: Posting ke Buku Besar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah posting, perubahan akun kas dapat diringkas sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Aktivitas<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><th>Saldo Kas<\/th><\/tr><tr><td>Setoran modal<\/td><td>Rp10.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp10.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pembelian persediaan<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp3.000.000<\/td><td>Rp7.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Penjualan tunai<\/td><td>Rp5.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp12.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pembayaran gaji<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp1.000.000<\/td><td>Rp11.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saldo akhir kas adalah Rp11.000.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tahap 4: Penyusunan Neraca Saldo<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan transaksi sederhana tersebut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Akun<\/th><th>Debit<\/th><th>Kredit<\/th><\/tr><tr><td>Kas<\/td><td>Rp11.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td>Persediaan<\/td><td>Rp3.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td>Beban Gaji<\/td><td>Rp1.000.000<\/td><td>&#8211;<\/td><\/tr><tr><td>Modal<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp10.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pendapatan Penjualan<\/td><td>&#8211;<\/td><td>Rp5.000.000<\/td><\/tr><tr><td><strong>Total<\/strong><\/td><td><strong>Rp15.000.000<\/strong><\/td><td><strong>Rp15.000.000<\/strong><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Total debit dan kredit sama-sama Rp15.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika terdapat informasi akhir periode yang membutuhkan penyesuaian, perusahaan memasukkannya melalui jurnal penyesuaian sebelum menyusun laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh sederhana tersebut menunjukkan hubungan utama dalam accounting cycle:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>satu transaksi menghasilkan jurnal \u2192 jurnal mengubah buku besar \u2192 buku besar menghasilkan saldo \u2192 saldo menjadi dasar proses pelaporan.<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Jurnal Pembalik Termasuk Tahapan Siklus Akuntansi?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/siklus-akuntansi-1.webp\" alt=\"siklus akuntansi 1\" class=\"wp-image-42920\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/siklus-akuntansi-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/siklus-akuntansi-1-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/siklus-akuntansi-1-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-pembalik\/\" data-type=\"post\" data-id=\"5958\">Jurnal pembalik <\/a>merupakan jurnal opsional yang dibuat pada awal periode baru untuk membalik jurnal penyesuaian tertentu dari periode sebelumnya.<\/strong> Karena tidak selalu diperlukan, jurnal pembalik tidak harus dimasukkan ke delapan tahapan utama siklus akuntansi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jurnal pembalik dapat membantu menyederhanakan pencatatan transaksi tertentu pada periode berikutnya, terutama transaksi yang sebelumnya melibatkan penyesuaian akrual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artinya, jurnal pembalik memiliki hubungan dengan siklus akuntansi tetapi penggunaannya bergantung pada transaksi dan prosedur pencatatan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apakah Siklus Akuntansi Selalu Sama Meski Berbeda Industri?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus akuntansi berbeda dari bisnis satu ke bisnis lainnya, misalnya untuk bisnis jasa dan dagang tentu alurnya memiliki sedikit perbedaan dalam proses pencatatan pembukuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengetahui lebih jelas siklus akuntansi berbagai industri Anda bisa membaca artikel ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi-perusahaan-dagang\/\"><strong>Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang dan Bedanya dengan Usaha Jasa<\/strong><\/a><\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi-perusahaan-jasa\/\"><strong>Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Bedanya dengan Usaha Dagang<\/strong><\/a><\/li>\n\n\n\n<li><strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi-bisnis-manufaktur\/\">Siklus Akuntansi Bisnis Manufaktur dan Bedanya dengan Bisnis Lain<\/a><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Siklus Akuntansi dan Siklus Anggaran?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus akuntansi memproses aktivitas keuangan yang telah terjadi, sedangkan siklus anggaran merencanakan dan mengendalikan penggunaan sumber daya untuk periode yang direncanakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan utamanya dapat dilihat berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><th>Aspek<\/th><th>Siklus Akuntansi<\/th><th>Siklus Anggaran<\/th><\/tr><tr><td>Fokus<\/td><td>Pencatatan dan pelaporan<\/td><td>Perencanaan dan pengendalian<\/td><\/tr><tr><td>Orientasi utama<\/td><td>Aktivitas aktual<\/td><td>Target dan rencana<\/td><\/tr><tr><td>Input<\/td><td>Transaksi keuangan<\/td><td>Proyeksi dan asumsi<\/td><\/tr><tr><td>Output<\/td><td>Informasi\/laporan keuangan<\/td><td>Anggaran<\/td><\/tr><tr><td>Evaluasi<\/td><td>Membandingkan hasil dan posisi keuangan<\/td><td>Membandingkan realisasi dengan anggaran<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya dapat saling melengkapi. Data akuntansi historis dapat menjadi salah satu sumber informasi ketika perusahaan menyusun atau mengevaluasi anggaran.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pentingnya Siklus Akuntansi dalam Proses Akuntansi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus akuntansi adalah proses yang digunakan oleh perusahaan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan melaporkan semua transaksi keuangan secara sistematis, dari awal hingga akhir periode akuntansi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus ini memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan keberlanjutan operasional bisnis. Berikut adalah beberapa aspek utama yang menunjukkan pentingnya siklus akuntansi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengaruh terhadap Laporan Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus akuntansi memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun perusahaan menggambarkan kondisi keuangan yang akurat dan dapat dipercaya. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan mengikuti langkah-langkah sistematis dari identifikasi transaksi hingga penutupan buku, siklus akuntansi menjaga agar semua data yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Keseimbangan Debit dan Kredit:<\/strong> Siklus akuntansi memastikan bahwa setiap transaksi dicatat dengan cara yang seimbang antara debit dan kredit, yang menjadi dasar untuk menghasilkan laporan yang konsisten dan akurat. Misalnya, neraca saldo dan laporan laba rugi yang disusun pada akhir siklus akan mencerminkan keadaan yang sebenarnya tentang bagaimana perusahaan mengelola sumber daya dan kewajiban.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penyusunan Laporan yang Transparan:<\/strong> Dengan adanya siklus akuntansi, setiap transaksi yang terjadi dapat dilacak dan ditinjau kembali melalui jurnal, buku besar, dan laporan keuangan. Ini memberikan transparansi kepada pemangku kepentingan (seperti investor, kreditor, dan manajemen) tentang keadaan keuangan perusahaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh Pengaruhnya:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanpa adanya siklus akuntansi yang terstruktur, laporan laba rugi bisa salah mencatat pendapatan atau beban yang tidak sesuai dengan periode yang relevan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, jika pendapatan dari penjualan barang dicatat dalam periode yang salah, maka laba yang dilaporkan tidak akan mencerminkan kinerja operasional yang sesungguhnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pemantauan Kinerja Keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus akuntansi memungkinkan perusahaan untuk memantau arus kas dan kinerja keuangan mereka dengan lebih efektif. Laporan keuangan yang disusun melalui siklus akuntansi memberikan gambaran yang jelas tentang seberapa efisien perusahaan dalam mengelola pendapatan dan beban.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Arus Kas:<\/strong> Laporan arus kas yang dihasilkan dari siklus akuntansi menggambarkan bagaimana perusahaan menghasilkan dan menggunakan kas dalam operasinya, investasi, dan pendanaan. Ini membantu untuk memahami apakah perusahaan memiliki cukup kas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan mendanai pertumbuhannya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kinerja Operasional:<\/strong> Laporan laba rugi yang disusun berdasarkan siklus akuntansi memungkinkan manajemen untuk menganalisis aspek-aspek seperti pendapatan dan pengeluaran, serta laba bersih yang dihasilkan. Ini memberi wawasan mengenai efektivitas strategi bisnis dan area yang memerlukan perbaikan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh Pemantauan Kinerja Keuangan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah perusahaan dapat menggunakan data dari laporan arus kas untuk memantau kecukupan kasnya. Jika laporan menunjukkan bahwa perusahaan menghabiskan kas lebih banyak dari yang diterima, perusahaan mungkin perlu meninjau kembali kebijakan kreditnya atau mencari cara untuk meningkatkan penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memantau laporan laba rugi secara berkala, perusahaan dapat mengetahui apakah ada pengeluaran yang tidak terkontrol, atau apakah ada pendapatan yang menurun, yang kemudian dapat diambil tindakan perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi yang Berlaku<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siklus akuntansi membantu perusahaan untuk mematuhi standar akuntansi yang berlaku, baik itu <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sak-dan-ifrs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) di Indonesia atau IFRS (International Financial Reporting Standards)<\/a> yang digunakan di banyak negara. Standar akuntansi ini mengatur cara transaksi dicatat, disajikan, dan dilaporkan dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penyusunan Laporan yang Sesuai Standar:<\/strong> Dengan mengikuti siklus akuntansi yang benar, perusahaan dapat memastikan bahwa laporan keuangan mereka disusun sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh otoritas akuntansi, seperti Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) di Indonesia. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas laporan keuangan perusahaan di mata pemangku kepentingan, seperti investor, regulator, dan auditor.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Penghindaran Risiko Hukum dan Denda:<\/strong> Ketidakpatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku dapat menyebabkan masalah hukum atau denda bagi perusahaan. Oleh karena itu, dengan mengikuti siklus akuntansi yang baik, perusahaan meminimalkan risiko tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh Kepatuhan terhadap PSAK:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, dalam penyusunan laporan keuangan, PSAK mengharuskan perusahaan untuk memperhitungkan depresiasi aset tetap sesuai dengan masa manfaat dan nilai residu aset. Siklus akuntansi memastikan bahwa transaksi terkait depresiasi ini dicatat dengan tepat dan konsisten, sehingga laporan keuangan yang dihasilkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesalahan Apa yang Sering Terjadi dalam Siklus Akuntansi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesalahan siklus akuntansi dapat terjadi ketika transaksi terlewat, salah diklasifikasikan, dicatat dengan nominal keliru, atau dimasukkan lebih dari sekali.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kesalahan yang perlu diperiksa meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"1\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Melewatkan transaksi<\/strong> sehingga aktivitas keuangan tidak masuk ke pembukuan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memilih akun yang salah<\/strong> sehingga transaksi masuk ke klasifikasi yang tidak tepat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mencatat nominal yang salah<\/strong> sehingga saldo akun tidak menggambarkan nilai transaksi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Membalik debit dan kredit<\/strong> sehingga pencatatan tidak sesuai dengan sifat akun.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menduplikasi transaksi<\/strong> sehingga satu transaksi memengaruhi pembukuan lebih dari sekali.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Melewatkan penyesuaian akhir periode<\/strong> sehingga saldo tertentu belum mencerminkan informasi akhir periode.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemeriksaan tidak boleh hanya berfokus pada keseimbangan neraca saldo. Debit dan kredit yang sama belum menjamin klasifikasi akun, periode, atau nilai ekonominya sudah tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-dasar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Panduan Belajar Akuntansi Dasar bagi Pemula <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan Hard Close, Soft Close, dan Continuous Close?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hard close, soft close, dan continuous close membedakan pendekatan perusahaan dalam menjalankan proses penutupan dan pelaporan periodik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hard close<\/strong> menggunakan proses penutupan yang lebih menyeluruh dan memeriksa transaksi serta saldo secara lebih lengkap.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Soft close<\/strong> dapat digunakan untuk menghasilkan informasi manajemen secara lebih cepat dengan proses yang tidak sama dengan penutupan formal secara penuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Continuous close<\/strong> memindahkan sebagian aktivitas rekonsiliasi, pemeriksaan, dan pencatatan sepanjang periode agar pekerjaan tidak seluruhnya menumpuk pada akhir periode.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan yang digunakan akan memengaruhi cara tim akuntansi mengatur pekerjaan, tetapi tidak menghilangkan kebutuhan terhadap data transaksi yang akurat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/jurnal-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">8 Jenis Jurnal Akuntansi Ini Wajib untuk Dipahami, Apa Saja?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Berapa Lama Satu Siklus Akuntansi Berlangsung?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"621\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-3_11zon.webp\" alt=\"siklus akuntansi 3\" class=\"wp-image-50350\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-3_11zon.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-3_11zon-300x182.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/siklus-akuntansi-3_11zon-768x466.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu siklus akuntansi terjadi setiap periode akuntansi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Periode akuntansi didefinisikan sebagai periode waktu di mana dokumen keuangan disiapkan. Ini bisa bulanan, triwulanan atau tahunan, tergantung pada kebutuhan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tahun fiskal adalah tahun pelaporan pajak perusahaan, yang dapat berupa tahun kalender atau periode 12 bulan. Jika periode akuntansi adalah satu tahun, maka itu juga bisa disebut &#8220;tahun fiskal.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, pemerintah menggunakan tahun anggaran 1 Oktober sampai dengan 30 September. Untuk pemerintah, Tahun Anggaran 21 (biasa dilambangkan dengan TA21) berlangsung dari 1 Oktober 2020 sampai dengan 30 September 2021. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika pemerintah menggunakan periode akuntansi bulanan, maka Periode 1 FY21 adalah Oktober 2020. Periode 4 FY21 adalah Januari 2021. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika periode akuntansi triwulanan, Q1 FY21 akan mencakup 1 Oktober 2020 hingga 31 Desember 2020. Q4 FY21 akan mencakup 1 Juli 2021 hingga 30 September 2021.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan dapat menggunakan lebih dari satu periode akuntansi, tetapi penting untuk diingat bahwa periode akuntansi adalah pelaporan transaksi untuk periode waktu tersebut saja. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, BEJ mengharuskan perusahaan publik untuk mengajukan laporan keuangan setiap tiga bulan, sehingga perusahaan-perusahaan ini akan memiliki periode akuntansi triwulanan untuk memenuhi persyaratan ini. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/periode-akuntansi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Memahami Periode Akuntansi, Syarat, dan Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Software Akuntansi Mengubah Siklus Akuntansi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Software akuntansi mengotomatisasi sebagian proses pencatatan, pengelompokan, perhitungan saldo, dan penyusunan laporan dalam siklus akuntansi. Otomatisasi mengurangi pekerjaan manual, tetapi perusahaan tetap perlu memastikan data transaksi dan klasifikasinya benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada pembukuan manual, staf dapat melakukan beberapa pekerjaan secara terpisah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Transaksi \u2192 jurnal \u2192 posting buku besar \u2192 perhitungan saldo \u2192 laporan<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sistem akuntansi digital, satu transaksi yang dimasukkan dapat langsung memperbarui beberapa catatan terkait sesuai konfigurasi sistem.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Software akuntansi seperti Kledo, misalnya, dapat membantu bisnis mengelola transaksi dan menghasilkan laporan keuangan tanpa memindahkan setiap transaksi ke buku besar secara manual.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, otomatisasi tidak mengubah prinsip dasarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Software memproses data yang dimasukkan pengguna. Kualitas informasi keuangan tetap bergantung pada kelengkapan dan ketepatan data serta perlakuan akuntansi yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, pemilik bisnis tetap perlu memahami hubungan antara transaksi, akun, jurnal, buku besar, saldo, dan laporan keuangan meskipun proses teknisnya sudah diotomatisasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mempelajari lebih lanjut, Anda bisa mencoba menggunakan Kledo secara gratis selama 14 hari atau selamanya melalui<strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n<p><script type=\"application\/ld+json\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@type\":\"FAQPage\",\"mainEntity\":[{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apa itu Siklus Akuntansi?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Siklus akuntansi adalah serangkaian proses akuntansi yang dilakukan secara berulang-ulang setiap periode akuntansi untuk merekam, memproses, dan menyajikan informasi keuangan suatu entitas.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Kenapa disebut siklus akuntansi?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Siklus akuntansi disebut demikian karena serangkaian proses akuntansi yang dilakukan secara berulang-ulang setiap periode akuntansi yang membentuk sebuah siklus.\"}},{\"@type\":\"Question\",\"name\":\"Apa saja langkah-langkah dalam Siklus Akuntansi?\",\"acceptedAnswer\":{\"@type\":\"Answer\",\"text\":\"Langkah-langkah dalam siklus akuntansi adalah: mengumpulkan dan mengelompokkan transaksi keuangan, mencatat transaksi ke dalam jurnal umum, memindahkan informasi dari jurnal umum ke buku besar, menyiapkan laporan keuangan, dan menutup buku besar.\"}}]}<\/p>\n<p><\/script><\/p>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siklus akuntansi adalah rangkaian proses untuk mengidentifikasi, mencatat, mengelompokkan, menyesuaikan, dan melaporkan transaksi keuangan selama satu periode akuntansi. Proses ini dimulai ketika transaksi terjadi dan berakhir setelah perusahaan menutup pembukuan. Setiap tahap saling terhubung. Bukti transaksi menjadi dasar pencatatan jurnal. Jurnal menyediakan data untuk buku besar. Saldo buku besar digunakan untuk membuat neraca saldo. Setelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":50423,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[1303,105,1304,1308,1302,1305,1307,756,1306,1264],"class_list":["post-5716","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-apa-itu-siklus-akuntansi","tag-kledo","tag-pengertian-siklus-akuntansi","tag-periode-siklus-akuntansi","tag-siklus-akuntansi","tag-siklus-akuntansi-adalah","tag-siklus-akuntansi-dan-siklus-anggaran","tag-software-akuntansi-kledo","tag-tahapan-siklus-akuntansi","tag-tips-akuntansi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Tahapan Siklus Akuntansi Lengkap dan Contohnya dalam Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Siklus akuntansi adalah serangkaian langkah yang bisnis lakukan untuk mendokumentasikan dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tahapan Siklus Akuntansi Lengkap dan Contohnya dalam Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Siklus akuntansi adalah serangkaian langkah yang bisnis lakukan untuk mendokumentasikan dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-01T08:51:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-02T01:07:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1104\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"552\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"19 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya dalam Bisnis\",\"datePublished\":\"2026-09-01T08:51:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-02T01:07:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/\"},\"wordCount\":3145,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp\",\"keywords\":[\"apa itu siklus akuntansi\",\"kledo\",\"pengertian siklus akuntansi\",\"periode siklus akuntansi\",\"siklus akuntansi\",\"siklus akuntansi adalah\",\"siklus akuntansi dan siklus anggaran\",\"software akuntansi kledo\",\"tahapan siklus akuntansi\",\"tips akuntansi\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/\",\"name\":\"Tahapan Siklus Akuntansi Lengkap dan Contohnya dalam Bisnis\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-01T08:51:38+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-02T01:07:15+00:00\",\"description\":\"Siklus akuntansi adalah serangkaian langkah yang bisnis lakukan untuk mendokumentasikan dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/12\\\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp\",\"width\":1104,\"height\":552,\"caption\":\"siklus akuntansi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/siklus-akuntansi\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya dalam Bisnis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tahapan Siklus Akuntansi Lengkap dan Contohnya dalam Bisnis","description":"Siklus akuntansi adalah serangkaian langkah yang bisnis lakukan untuk mendokumentasikan dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tahapan Siklus Akuntansi Lengkap dan Contohnya dalam Bisnis","og_description":"Siklus akuntansi adalah serangkaian langkah yang bisnis lakukan untuk mendokumentasikan dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan.","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-09-01T08:51:38+00:00","article_modified_time":"2026-09-02T01:07:15+00:00","og_image":[{"width":1104,"height":552,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp","type":"image\/webp"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"19 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya dalam Bisnis","datePublished":"2026-09-01T08:51:38+00:00","dateModified":"2026-09-02T01:07:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/"},"wordCount":3145,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp","keywords":["apa itu siklus akuntansi","kledo","pengertian siklus akuntansi","periode siklus akuntansi","siklus akuntansi","siklus akuntansi adalah","siklus akuntansi dan siklus anggaran","software akuntansi kledo","tahapan siklus akuntansi","tips akuntansi"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/","name":"Tahapan Siklus Akuntansi Lengkap dan Contohnya dalam Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp","datePublished":"2026-09-01T08:51:38+00:00","dateModified":"2026-09-02T01:07:15+00:00","description":"Siklus akuntansi adalah serangkaian langkah yang bisnis lakukan untuk mendokumentasikan dan melaporkan transaksi keuangan perusahaan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/12\/Design-Blog-Kledo-1e_11zon.webp","width":1104,"height":552,"caption":"siklus akuntansi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/siklus-akuntansi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siklus Akuntansi: Pengertian, Tahapan, dan Contohnya dalam Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5716","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5716"}],"version-history":[{"count":33,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5716\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50467,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5716\/revisions\/50467"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5716"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5716"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5716"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}