{"id":7414,"date":"2026-04-08T15:42:25","date_gmt":"2026-04-08T08:42:25","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=7414"},"modified":"2026-04-10T09:51:25","modified_gmt":"2026-04-10T02:51:25","slug":"strategi-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/","title":{"rendered":"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Strategi marketing memiliki korelasi dengan pendapatan yang akan Anda dapatkan dalam bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa pemasaran yang baik, bisnis Anda tidak ada yang tahu. Tidak ada yang tahu, berarti tidak ada penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap bisnis, pada dasarnya, adalah tentang menghasilkan lebih banyak penjualan, yang akan menghasilkan lebih banyak pendapatan dan keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, sebenarnya taktik apa yang paling efektif untuk meningkatkan penjualan? Itu sebenarnya pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian dari masalahnya adalah bahwa ada banyak faktor berbeda yang dapat mempengaruhi jawaban: jenis bisnis, ukuran, industri, dan terutama, target pelanggan Anda dan yang terpenting strategi marketing Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam panduan ini, kami mencoba menjawab pertanyaan ini, dan kami akan membahas semua strategi yang berbeda yang dapat membantu Anda mencapai lebih banyak penjualan dan mendapatkan keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Strategi Marketing yang Paling Efektif Untuk Meningkatkan Keuntungan?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-satu.webp\" alt=\"strategi marketing\" class=\"wp-image-46654\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-satu.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-satu-300x180.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-satu-768x461.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam jurnal yang berjudul <a href=\"https:\/\/jurnal-unsultra.ac.id\/index.php\/sjeb\/article\/view\/338\/200\">Strategi Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan pada Usaha UMKM Sederhana<\/a> karya Muslimin, Zabir Zainuddin, dan Muh. Kepin Saputra dijelaskan bahwa strategi marketing adalah salah satu metode yang memenangkan keunggulan bersaing berkesinambungan baik itu usaha yang memproduksi produk ataupun jasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini strategi pemasaran dapat dilihat sebagai dasar dari rencana pemasaran yang akan dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya strategi pemasaran yang baik harus memiliki tujuan yang ditetapkan oleh rencana pemasaran yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam strategi pemasaran terdapat <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/template-marketing-plan\/\">rencana pemasaran<\/a> yang terdiri dari serangkaian langkah yang harus diambil untuk keberhasilan penerapan strategi pemasaran.<\/p>\n\n\n\n<p> Strategi pemasaran adalah kompas yang menunjukkan arah yang benar, dan memperjelas tindakan apa yang perlu diambil ketika hambatan terjadi di jalur bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung kesuksesan sebuah strategi pemasaran, dibutuhkan riset pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Riset pasar ini sangat membantu dalam mengumpulkan sebagian besar informasi yang diperlukan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pesaing di pasar<\/li>\n\n\n\n<li>Keunikan produk<\/li>\n\n\n\n<li>Deskripsi konsumen utama<\/li>\n\n\n\n<li>Saluran untuk distribusi<\/li>\n\n\n\n<li>Strategi harga<\/li>\n\n\n\n<li>Pengeluaran<\/li>\n\n\n\n<li>Penelitian dan Pengembangan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Meskipun ada banyak taktik dan strategi yang berbeda untuk meningkatkan pendapatan, sebenarnya ada empat cara yang berbeda:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Naikkan harga produk\/jasa Anda:<\/strong> bisa dibilang membutuhkan sedikit usaha, tetapi bisa menjadi bumerang jika Anda tidak hati-hati<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memiliki lebih banyak pelanggan: <\/strong>akuisisi pelanggan baru jelas akan menghasilkan lebih banyak pendapatan<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Optimalkan ukuran transaksi rata-rata untuk setiap pelanggan: <\/strong>singkatnya, meningkatkan Lifetime Value (LTV) pelanggan<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mendorong pelanggan Anda untuk membeli lebih sering dari Anda: <\/strong>sekali lagi, meningkatkan LTV<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Jadi, untuk sisa panduan ini, kami akan menguraikan masing-masing metode ini, dan taktik yang dapat ditindaklanjuti untuk masing-masing metode tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Mari kita mulai dengan yang pertama:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kenakan Harga Produk Lebih Tinggi<\/h3>\n\n\n\n<p>Menaikkan harga produk\/layanan akan menghasilkan lebih banyak pendapatan dari setiap transaksi pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, pendapatan Anda secara keseluruhan hanya akan meningkat ketika volume penjualan, frekuensi penjualan, dan ukuran transaksi Anda tetap sama, atau bahkan lebih baik, meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah letak dilema utama: sudah menjadi kejadian umum bahwa ketika kita menaikkan harga, pelanggan sekarang lebih enggan melakukan pembelian, sehingga menurunkan volume dan frekuensi penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, bagaimana kita dapat menaikkan harga secara efektif tanpa kehilangan volume, atau lebih buruk lagi, pelanggan?<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa taktik utama yang perlu dipertimbangkan:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Beritahu Alasan Anda Menaikkan Harga<\/h4>\n\n\n\n<p>Secara umum, Anda tidak boleh menaikkan harga secara acak dan berharap pelanggan menerimanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda harus memiliki alasan yang jelas untuk menaikkan harga Anda, dan mengomunikasikannya dengan baik kepada pelanggan dan prospek Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Taktik ini bekerja paling baik terutama ketika kenaikan biaya adalah alasan utama Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, itu bisa menjadi bumerang jika Anda berbohong tentang kenaikan biaya dan ketika pesaing Anda tidak menaikkan harga mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan untuk melakukan analisis persaingan yang cukup sebelum menggunakan pendekatan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan hindari taktik ini ketika Anda tidak memiliki alasan yang jelas selain meningkatkan keuntungan dan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/tips-bisnis-property\/\">Tips Membangun Rencana Bisnis Properti Agar Makin Menguntungkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Mengoptimalkan Nilai yang Diberikan<\/h4>\n\n\n\n<p>Ingatlah bahwa pelanggan Anda pada dasarnya tidak membeli produk atau layanan Anda, melainkan manfaat yang mereka dapatkan setelah pembelian. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika dalam pikiran mereka, mereka bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dari produk Anda setelah kenaikan harga, mereka dapat membenarkan pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, pendekatan yang bagus saat menerapkan kenaikan harga adalah juga meningkatkan nilai yang dirasakan dari produk Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda menjual produk Software as a Service (SaaS), Anda dapat menerapkan kenaikan harga sekaligus memperkenalkan fitur baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda menjual T-shirt, Anda dapat merilis desain edisi terbatas baru yang lebih mahal dari lini produk Anda yang biasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelemahan dari pendekatan ini adalah kemungkinan besar, akan ada kenaikan biaya terkait dengan fitur baru yang Anda perkenalkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kuncinya di sini adalah bagaimana Anda dapat menemukan keseimbangan antara meminimalkan kenaikan biaya dan memaksimalkan kenaikan harga.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kenaikan Harga Bertahap<\/h4>\n\n\n\n<p>Pertimbangkan untuk menaikkan harga Anda secara bertahap untuk meminimalkan penolakan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ada kelemahan yang jelas dari pendekatan ini: Anda dapat lebih sering menaikkan harga.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikaitkan dengan dua taktik sebelumnya, akan lebih sulit untuk menjelaskan alasan Anda kepada pelanggan dengan frekuensi kenaikan harga.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara yang baik untuk menerapkan taktik ini adalah dengan juga meningkatkan nilai yang dirasakan secara bertahap dengan setiap kenaikan harga, yang dapat diterjemahkan menjadi manajemen biaya yang lebih baik. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, alih-alih mengembangkan dan memperkenalkan fitur utama dalam produk perangkat lunak Anda, Anda dapat memperkenalkan fitur yang lebih kecil yang lebih murah untuk dikembangkan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Harga Multi-Tingkat<\/h4>\n\n\n\n<p>Pendekatan umum saat ini adalah memperkenalkan produk \u201cpremium\u201d dengan harga lebih tinggi selain lini produk utama Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini, pelanggan yang menginginkan produk yang lebih terjangkau masih dapat memiliki pilihan, sementara mereka yang mencari nilai lebih dapat memilih yang premium.<\/p>\n\n\n\n<p>Keuntungan lain dari pendekatan ini adalah fenomena psikologis yang kita kenal sebagai penahan harga. <\/p>\n\n\n\n<p>Tuxedo seharga 3.000.000 mungkin tampak mahal pada awalnya, tetapi dengan meletakkannya di samping jaket seharga 20.000.000, pelanggan dapat menganggapnya sebagai &#8220;murah&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Inilah sebabnya mengapa kita sering membeli kentang goreng ukuran super seharga 8.000 daripada ukuran biasa seharga 7.500. Hei, itu hanya perbedaan 500 rupiah.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Produk Bundling<\/h4>\n\n\n\n<p>Dengan menawarkan paket produk, Anda dapat menawarkan nilai tambah kepada pelanggan Anda, di mana kami sering kali dapat membebankan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah harga individual produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan lain yang dapat Anda lakukan adalah menawarkan paket dengan harga diskon dibandingkan dengan harga masing-masing produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini, Anda berpotensi menarik lebih banyak pelanggan yang akan menghasilkan pendapatan keseluruhan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Pemasaran\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 2\" class=\"wp-image-37162\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-2.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Memperoleh Lebih Banyak Pelanggan<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara ini cukup jelas: dengan mendatangkan lebih banyak orang, akan ada peningkatan pendapatan secara langsung. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ada dua masalah utama dengan metode ini: mendapatkan pelanggan baru bisa sangat sulit, terutama jika Anda berada dalam industri yang jenuh.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, akuisisi pelanggan baru bisa sangat mahal, dan kita bisa kehilangan uang jika tidak hati-hati.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kedua masalah ini akan menjadi fokus kami di sini, dan berikut adalah beberapa taktik yang perlu dipertimbangkan:<\/p>\n\n\n\n<p>Pola Pikir yang Benar: Membuat prospek, <em>follow up<\/em>, dan Konversi<\/p>\n\n\n\n<p>Anda tidak bisa mendapatkan pelanggan baru jika Anda tidak mendapatkan prospek terlebih dahulu. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, tidak semua prospek akan berubah menjadi pelanggan yang membeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, pertama-tama kita harus memahami bahwa ada tiga tahap berbeda yang terlibat dalam proses akuisisi pelanggan: pertama, pembuatan prospek, di mana Anda memperoleh prospek.<\/p>\n\n\n\n<p>Follow up prospek potensial atau <em>nurturing lead<\/em>, ketika Anda menghubungi prospek sampai mereka akhirnya siap untuk pembelian. <\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir, aktivitas yang berfokus pada konversi ketika Anda akhirnya mendorong prospek untuk melakukan pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kita harus memiliki pola pikir yang benar tentang strategi akuisisi pelanggan kita: kita harus hati-hati merencanakan taktik yang diperlukan untuk setiap fase, mengoptimalkannya, dan mempertahankan efisiensi biaya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/content-marketing\/\">Content marketing<\/a><\/h4>\n\n\n\n<p>Content marketing efektif dalam ketiga tahap akuisisi pelanggan yang dibahas di atas. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian besar prospek tidak mencari produk dan\/atau layanan pada awalnya, tetapi umumnya mencari informasi dan solusi untuk masalah mereka.<\/p>\n\n\n\n<p> Dengan menerbitkan konten yang relevan untuk masalah dan kebutuhan khusus mereka, Anda bisa mendapatkan perhatian mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Content marketing juga merupakan cara yang efektif untuk mengedukasi pelanggan dalam <em>nurturing lead<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat mengkomunikasikan manfaat produk Anda, dan nilai-nilai unik dibandingkan dengan pesaing Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam jangka panjang, strategi content marketing juga efektif dalam mendorong konversi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada berbagai jenis bisnis yang dapat menggunakan content marketing, khususnya bisnis-bisnis yang ingin membangun branding yang baik, membuat content yang baik adalah strategi yang wajib dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satunya adalah bisnis EO atau <em>Event Organizer <\/em>yang membutuhkan branding agar bisnis semakin dikenal.<\/p>\n\n\n\n<p>Content marketing ini dapat menjadi salah satu <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing-bisnis-eo\/\">strategi marketing bisnis EO<\/a> yang efektif untuk meningkatkan engegement dan juga membangun branding.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal penting untuk diingat tentang content marketing adalah bahwa pengembangan konten hanyalah salah satu aspek dari keseluruhan proses: tidak peduli seberapa bagus konten Anda, mereka tidak akan berguna tanpa visibilitas. <\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah pentingnya promosi konten, dan SEO adalah taktik yang sangat kuat untuk bekerja bahu-membahu dengan strategi content marketing.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Email Marketing<\/h4>\n\n\n\n<p>Bahkan dengan semua platform dan teknologi yang lebih baru, secara teknis lebih maju, email masih merupakan salah satu cara terbaik untuk mengkomunikasikan pesan promosi kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p> Menurut penelitian, email marketing masih menawarkan ROI tertinggi <a href=\"https:\/\/moz.com\/beginners-guide-to-content-marketing\/content-promotion\">4,400%<\/a>, jauh lebih tinggi daripada saluran pemasaran lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utama saat menggunakan email marketing untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan adalah untuk meningkatkan rasio buka dan rasio klik-tayang.<\/p>\n\n\n\n<p> Idenya adalah, semakin banyak orang yang membuka email Anda dan terlibat dengan mereka, semakin tinggi kesempatan untuk mengubah mereka menjadi pelanggan yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun ada banyak faktor berbeda dalam mencapai hal ini, secara umum ini semua tentang menargetkan audiens yang tepat, dengan pesan yang benar, dan menyampaikannya pada waktu yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Untungnya, sekarang ada banyak alat berbeda yang dapat membantu Anda dalam proses ini, mengotomatiskan beberapa aktivitas sulit yang terlibat.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda mungkin ingin melihat panduan kami sebelumnya tentang strategi email marketing <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/email-marketing\/\">di sini<\/a> untuk membantu Anda lebih jauh.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Memilih Saluran Akuisisi yang Tepat<\/h4>\n\n\n\n<p>Inilah faktanya: saluran pemasaran\/akuisisi yang berfungsi untuk satu bisnis belum tentu bekerja dengan yang lain. <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun ada banyak metode, kerangka kerja, dan taktik yang berbeda untuk menentukan saluran yang tepat untuk bisnis Anda, pada akhirnya ini semua tentang memahami pelanggan ideal Anda yang dikombinasikan dengan coba-coba.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, Anda harus menentukan tujuan yang jelas dari upaya pemasaran Anda, dan dalam hal ini, jumlah pelanggan yang ingin Anda peroleh, dan berapa biayanya. <\/p>\n\n\n\n<p>Menetapkan tujuan yang jelas dan realistis akan membantu Anda memahami apakah saluran tersebut berfungsi seperti yang diinginkan, atau tidak. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini, Anda dapat menguji berbagai saluran dan membandingkan hasil masing-masing sampai Anda menemukan yang paling efektif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/karakter-wirausaha\/\">10 Karakter Wirausaha Ini Wajib Anda Miliki, Apa Saja?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Pengoptimalan Tingkat Konversi<\/h4>\n\n\n\n<p>Meskipun ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat konversi prospek (persentase prospek yang benar-benar berubah menjadi pelanggan yang membeli), hal ini sering kali disebabkan oleh fakta bahwa bisnis\/situs web tidak membuat proses konversi semudah mungkin bagi pelanggan. prospek.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengoptimalan Tingkat Konversi, atau Conversion Rate Optimization (CRO), mengoptimalkan situs Anda untuk mendorong lebih banyak konversi.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkatnya, menyediakan jalur yang jelas dan mudah bagi prospek untuk berkonversi. <\/p>\n\n\n\n<p>Secara umum, berikut adalah prinsip-prinsip kunci CRO yang sukses:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Memiliki proposisi nilai yang efektif sangatlah pentin<\/strong>g. Tanpa mengkomunikasikan nilai inti, manfaat, dan pesan Anda secara efektif, tidak ada alasan untuk membeli produk Anda<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sebagian besar CRO adalah desain, penempatan, dan waktu Call to Action (CTA) yang tepat. <\/strong>Lihat contoh ini oleh HubSpot sebagai sumber inspirasi<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jalankan berbagai pengujian, terutama A\/B testing di halaman Anda<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Retargeting (tautan)<\/strong> adalah metode yang sangat kuat dan populer untuk mendapatkan lebih banyak konversi. Gunakan untuk keuntungan Anda<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Ingatlah bahwa ini bukan satu-satunya taktik yang tersedia untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan. <\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Meningkatkan Frekuensi Transaksi<\/h3>\n\n\n\n<p>Di sini, tujuan Anda adalah membuat setiap pelanggan membeli lebih sering dari Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Katakanlah Anda adalah bisnis restoran, dan rata-rata pelanggan makan di restoran Anda setiap dua minggu sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam skenario ini, meyakinkan pelanggan Anda untuk datang setiap minggu akan meningkatkan pendapatan Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Jelas, metode ini akan bekerja lebih baik dengan produk dan layanan tertentu daripada yang lain: jika Anda menjual jam tangan eksklusif seharga 10.000.000, akan jauh lebih sulit untuk meningkatkan frekuensi pembelian dibandingkan dengan restoran cepat saji yang menjual makanan seharga 50.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekali lagi, berikut adalah beberapa taktik yang dapat Anda gunakan dalam metode ini:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Diskon Loyalitas Pelanggan<\/h4>\n\n\n\n<p>Tawarkan akses khusus ke diskon, rilis produk baru, atau penawaran khusus apa pun kepada basis pelanggan Anda yang sudah ada sebelum menawarkannya kepada masyarakat umum. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan pendekatan &#8220;akses awal&#8221; ini, Anda juga membangun rasa urgensi, mendorong pelanggan Anda untuk membeli sebelum waktu terbatas berakhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Program loyalitas pelanggan yang hebat yang menawarkan manfaat eksklusif adalah salah satu cara paling efektif untuk mendorong pelanggan Anda agar lebih sering membeli.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Fleksibilitas Pembayaran dan Angsuran<\/h4>\n\n\n\n<p>Di atas, kami telah menyebutkan bahwa meningkatkan frekuensi transaksi dapat menjadi sulit jika Anda menjual produk mahal, dan taktik ini dapat membantu mengatasi masalah itu. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menawarkan opsi pembiayaan yang mudah dan transparan, Anda dapat memberi pelanggan lebih banyak alasan untuk melakukan pembelian berulang. <\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, karena banyak milenial sekarang meninggalkan kartu kredit, menawarkan cicilan transparan yang tidak melibatkan kartu kredit dapat menjadi nilai tambah yang besar untuk bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Email Marketing<\/h4>\n\n\n\n<p>Pada poin kami sebelumnya, kami juga telah membahas bagaimana pemasaran email masih sangat efektif dalam mengkomunikasikan pesan promosi. <\/p>\n\n\n\n<p>Di sini, Anda dapat menggunakan pemasaran email untuk mengirim penawaran yang dipersonalisasi berdasarkan riwayat pembelian pelanggan untuk mendorong pembelian lain secara efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan yang umum adalah menawarkan produk gratis berdasarkan barang yang baru saja mereka beli. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda adalah toko ecommerce elektronik dan satu pelanggan baru saja membeli PlayStation 5, Anda mungkin ingin mengirimi mereka email yang menawarkan game, aksesori, atau bahkan kabel HDMI terbaru.<\/p>\n\n\n\n<p>Di pasar yang jenuh ini, strategi marketing yang dipersonalisasi adalah salah satu pendekatan paling efektif untuk membuat suara Anda didengar, dan email adalah salah satu platform terbaik untuk menyampaikan pesan yang dipersonalisasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/evaluasi-strategi-pemasaran\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">6 Langkah untuk Evaluasi Strategi Pemasaran Digital <\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Direct mail dan Cold Calling<\/h4>\n\n\n\n<p>Taktik lama tapi terbukti ini masih efektif sampai sekarang, bahkan lebih efektif dari sebelumnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, rata-rata pelanggan menerima begitu banyak pesan promosi setiap hari, dan pendekatan langsung ini dapat membantu menjangkau mereka dengan lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk direct mail, perlu diingat bahwa desain visual adalah segalanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Surat Anda harus segera menarik perhatian dan menarik perhatian mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan juga penawaran Anda menarik dengan jalur konversi yang jelas dan mudah.<\/p>\n\n\n\n<p>Direct mail dapat dilakukan dengan mengirimkan prospek secara offline melalui mailer cetak, paket, barang yang mudah rusak, barang perusahaan, dan barang fisik lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada berbagai alasan mengapa direct mail ini tetap relevan untuk digunakan saat ini, di antaranya membangun hubungan dengan konsumen, tingkat respons yang lebih baik dibandingkan email marketing, dan anggaran yang lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk informasi lebih lengkapnya mengenai direct mail marketing, Anda dapat membacanya di artikel <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/direct-mail-marketing\/\">Direct Mail Marketing<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk cold calling, Anda mungkin ingin melihat panduan ini oleh <a href=\"https:\/\/blog.markgrowth.com\/cold-calling-techniques-that-really-work-c7ec89e4feb9\"><em>Marketing Growth &amp; Hack<\/em><\/a>&nbsp;dalam artikel<em> effective cold calling techniques.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Retargeting dan Pemasaran di Tempat yang Dipersonalisasi<\/h4>\n\n\n\n<p>Retargeting (atau pemasaran ulang) bisa menjadi taktik yang sangat efektif untuk mendorong pelanggan yang sudah ada agar membeli lebih banyak.<\/p>\n\n\n\n<p>Google AdWords dan Iklan Facebook, di antara platform lainnya, menawarkan kemampuan untuk menargetkan ulang mereka yang telah membeli produk Anda di masa lalu, dan dapat menampilkan kepada mereka iklan yang dipersonalisasi dan relevan berdasarkan pembelian mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendekatan umum lainnya adalah menempatkan pesan yang dipersonalisasi di bagian atas situs Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Sesuatu seperti, \u201cSenang bertemu denganmu lagi! Lihat diskon khusus kami untuk pelanggan setia\u201d. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda bahkan dapat pergi dengan lebih banyak pesan personalisasi seperti \u201cSelamat datang kembali! Anda baru saja membeli kereta dorong bayi, lihat penawaran khusus kami untuk kursi bayi!\u201d. <\/p>\n\n\n\n<p>Jenis pesan yang dipersonalisasi ini dapat secara efektif mendorong pelanggan yang kembali untuk melakukan pembelian lagi, dan secara teratur memeriksa situs Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga dapat menggabungkan kedua pendekatan: retargerting pengunjung dan pelanggan sebelumnya untuk kembali ke situs Anda, dan kemudian memberi mereka pesan di tempat yang dipersonalisasi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Bukti sosial<\/h4>\n\n\n\n<p>Memanfaatkan bukti sosial bisa sangat efektif tidak hanya untuk mendorong pembelian berulang, tetapi juga untuk mendapatkan pelanggan baru dan meningkatkan pendapatan Anda secara keseluruhan. <\/p>\n\n\n\n<p>Orang lebih cenderung membeli dari perusahaan yang dapat mereka percayai, dan bukti sosial seperti kesaksian, ulasan bagus, dan suka adalah cara paling efektif untuk mendapatkan kredibilitas online.<\/p>\n\n\n\n<p>Dorong pelanggan Anda yang sudah ada untuk menulis ulasan yang baik. Anda dapat mencapai ini dengan menawarkan insentif yang menarik seperti diskon, produk gratis, dan sebagainya. <\/p>\n\n\n\n<p>Juga, jangkau influencer di niche\/industri Anda. Bangun hubungan dengan mereka, dan buat mereka meninjau produk Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Meningkatkan Ukuran Transaksi Rata-Rata<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-dua.webp\" alt=\"strategi marketing\" class=\"wp-image-46650\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-dua.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-dua-300x180.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-dua-768x461.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Mendorong pelanggan Anda untuk membeli lebih sering bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan pendapatan yang dihasilkan dari satu pelanggan, Anda cukup membuat mereka membeli lebih banyak dalam setiap transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada dua pendekatan utama dalam mencapai prestasi ini. Pertama, ada upselling, yang pada dasarnya menawarkan mereka produk, add-on, dan upgrade yang lebih mahal. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda adalah bisnis SAAS, Anda dapat menjual fitur tambahan, ekspansi, atau bahkan versi premium dari perangkat lunak Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang kedua adalah cross-selling, yaitu menjual produk atau jasa tambahan yang seringkali melengkapi produk atau jasa yang sudah mereka beli.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika Anda adalah sebuah restoran, Anda dapat menawarkan makanan penutup, makanan pembuka, atau makanan ringan setelah mereka membeli hidangan utama.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui lebih dalam tentang apa itu cross selling dan upselling, Anda bisa membcanya secara lengkap pada <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/cross-selling-dan-upselling\/\"><strong>artikel ini.<\/strong><\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa taktik utama yang dapat Anda pertimbangkan:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Ini Semua Tentang Memahami Audiens Anda<\/h4>\n\n\n\n<p>Upselling dan cross-selling yang efektif hanya dapat dilakukan setelah Anda benar-benar memahami pelanggan dan prospek Anda: masalah, kebutuhan, dan tujuan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Analisis data perilaku dan demografi pelanggan yang ada, dan tentukan kebutuhan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika perlu, Anda mungkin ingin mengembangkan produk atau layanan baru untuk menjawab kebutuhan dan masalah pelanggan: jika Anda adalah perusahaan yang menjual alat otomatisasi pemasaran, dan Anda tahu pelanggan Anda adalah penggemar berat penyimpanan cloud, mengapa tidak mengembangkan jasa cloud Anda sendiri ?<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kerjakan pekerjaan rumah Anda tentang analisis pelanggan, kembangkan persona pembeli, dan bangun profil pelanggan yang terperinci. <\/p>\n\n\n\n<p>Hanya pada saat itu Anda dapat memiliki pendekatan penjualan dan penjualan silang yang benar.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Segmentasi pelanggan<\/h4>\n\n\n\n<p>Tidak setiap pelanggan ideal untuk aktivitas upsell dan cross-sell. Terkadang, mereka mungkin dibatasi oleh anggaran, waktu, atau faktor lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p> Di sinilah pentingnya mengidentifikasi segmen pelanggan Anda yang paling menguntungkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga, sama pentingnya untuk mengidentifikasi segmen Anda yang paling tidak menguntungkan, dan memutuskan apakah akan layak untuk terus menghabiskan sumber daya Anda untuk mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat menyegmentasikan berdasarkan lokasi, demografi, perilaku, dan banyak faktor lainnya tergantung pada industri Anda, dan menentukan pendekatan upsell dan cross-sell yang tepat untuk setiap segmen -atau tidak mencoba pendekatan apa pun dengan segmen tertentu-.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Jadilah Realistis, Jangan Memaksanya<\/h4>\n\n\n\n<p>Pernahkah Anda menghubungi perusahaan dan meminta mereka untuk memecahkan masalah sederhana, tetapi malah mendapat tawaran &#8220;peluang terbatas&#8221; tanpa akhir? <\/p>\n\n\n\n<p>Apakah itu membuat Anda frustrasi? Nah, jangan lakukan hal yang sama kepada pelanggan Anda. <\/p>\n\n\n\n<p>Saran upsell atau cross-sell yang tidak terkait, tidak realistis, dan lebih buruk, benar-benar di luar batas dapat menyebabkan Anda kehilangan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, saran Anda harus sesuai dengan kebutuhan dan\/atau masalah pelanggan, dan bahkan lebih baik lagi, ketika merekalah yang mengungkapkan keinginannya.<\/p>\n\n\n\n<p> Cari sinyal penting dan ajukan pertanyaan yang tepat seperti, \u201cfitur apa yang ingin Anda tambahkan ke produk kami?\u201d atau \u201cbagaimana kami dapat membantu Anda dengan lebih baik?\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Kuncinya di sini adalah untuk secara aktif mendengarkan kebutuhan, masalah, dan tujuan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Edukasi Mereka Melalui Konten Anda<\/h4>\n\n\n\n<p>Sekali lagi, ingatlah bahwa orang tidak membeli produk atau layanan Anda, tetapi manfaat yang terkait dengan mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Tidak ada yang akan menginvestasikan lebih banyak uang untuk lebih banyak produk sampai Anda meyakinkan mereka bahwa produk tersebut akan menyelesaikan masalah mereka, memiliki manfaat nyata, atau akan meningkatkan kualitas hidup mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Content marketing, sekali lagi, akan menjadi metode yang efektif untuk mendidik pelanggan Anda dalam aspek ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Tunjukkan kepada pelanggan Anda bagaimana kinerja produk versi premium, manfaat mendapatkan fitur tambahan, nilai unik Anda, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Jenis-Jenis Marketing dalam Bisnis?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-tiga.webp\" alt=\"strategi marketing\" class=\"wp-image-46655\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-tiga.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-tiga-300x180.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-tiga-768x461.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam jurnal yang diterbitkan oleh <a href=\"https:\/\/eprints.stialanmakassar.ac.id\/id\/eprint\/813\/9\/14.%20BAB%20II%20TINJAUAN%20PUSTAKA.pdf\">https:\/\/eprints.stialanmakassar.ac.id\/ <\/a>ada 7 (tujuh) jenis pemasaran, yakni:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Word of Mouth Marketing (WoMM)<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam jurnal yang berjudul <a href=\"https:\/\/jurnal.unismuhpalu.ac.id\/index.php\/JKS\/article\/download\/2598\/2212\">Strategi Pemasaran Melalui Word Of Mouth (WOM) terhadap Penjualan Daging Sapi Usaha Dagang Pak Kasman Desa Kotapulu Kecamatan Dolo<\/a> karya Lisa Sulistiawati, Guasmin, dan Cahyaning Raheni, dijelaskan bahwa <em>word of mouth marketing <\/em>merupakan saluran informsi dari komunikasi seperti teman dan tetangga, rekan kerja, dan anggota keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Word of the mouth marketing ini diberikan dalam bentuk pujian, rekomendasi, hingga komentar seputar pengalaman mereka atas layanan jasa dan produk yang benar-benar berpengaruh pada keputusan ataupun perilaku pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p>Saluran pemasaran ini banyak dipercaya orang karena rekomendasi diberikan oleh orang yang tidak mendapatkan keuntungan dari rekomendasi yang diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara terbaik untuk menyebarkan word of mouth marketing adalah dengan melalui stealth marketing.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/stealth-marketing\/\">Stealth marketing<\/a> merupakan strategi marketing yang dilakukan kepada target marketing tanpa mereka tahu bahwa mereka menjadi target marketing tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Stealth marketing ini bertujuan untuk menghasilkan penjualan instan dan menciptakan ketertarikan di mana membuat pelanggan mudah menerima iklan yang diarahkan nantinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai word of mouth marketing Anda dapat menyimaknya di artikel <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/word-of-mouth\/\">Word of Mouth Marketing<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Public Relation Marketing<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam jurnal yang berjudul <a href=\"https:\/\/abdulkadir.blog.uma.ac.id\/wp-content\/uploads\/sites\/444\/2023\/02\/Marketing-Public-Relations.pdf\">Marketing Public Relations karya Muchlisin Riadi<\/a>, yang dimaksud dengan marketing public relation adalah proses perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian program-program yang merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan yang menghubungkan perusahaan dan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, perhatian dan kepentingan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada public relation marketing, penekanannya dilakukan bukan pada penjualan, namun pada pemberian informasi, pendidikan, dan upaya meningkatkan pengetahuan berkaitan dengan merek yang membuat perusahaan lebih dikenal oleh customer ataupun klien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Relationship marketing<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam jurnal yang berjudul <a href=\"https:\/\/ejournal.unsrat.ac.id\/index.php\/jab\/article\/download\/17518\/17050\">Pengaruh Relationship Marketing Terhadap Loyalitas Nasabah Di Pt.bank Mandiri Kc.dotulolong Lasut Manado karya Hajar Aswat Kandou<\/a>, relationship marketing adalah hubungan dan ikatan jangka panjang antara produsen, konsumen, pemasok, serta para pelaku lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Relationship marketing ini memiliki tujuan untuk membangun hubungan dengan pelanggan sehingga dapat mendorong retensi dan loyalitas yang berdampak pada pengembangan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui relationship marketing ini, perusahaan bisa membuat pelanggan merasa dihargai sehingga mereka dapat mempromosikan perusahaan dalam bentuk iklan dari mulut ke mulut secara sukarela.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari relasi ini, perusahaan bisa mendapatkan wawasan dari pelanggan yang mendukung hubungan pelanggan yang baru.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung relationship marketing, perusahaan Anda dapat menggunakan partnership marketing.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/partnership-marketing\/\">Partnership marketing<\/a> merupakan kolaborasi yang dilakukan oleh dua bisnis atau lebih yang memiliki kepentingan yang sama untuk meningkatkan kesadaran merek dan mempromosikan produk yang dimiliki ke pasar yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh dalam <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing-bengkel\/\">strategi marketing bengkel<\/a>, bengkel A bekerja sama dengan toko oli di mana nantinya toko oli dapat menjadi supplier untuk kebutuhan oli di bengkel.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih lanjutnya mengenai relationship marketing, Anda dapat menyimak penjelasan lengkapnya di artikel <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/relationship-marketing\/\">Relationship Marketing<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Digital marketing<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-lima-1.webp\" alt=\"digital marketing\" class=\"wp-image-46662\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-lima-1.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-lima-1-300x180.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-lima-1-768x461.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Dalam buku berjudul <a href=\"https:\/\/repository.um.ac.id\/1150\/1\/fullteks.pdf\">Digital Marketing karya Andy Prasetyo Wati, Jefry Aulia Martha, Aniek Indrawati,<\/a> dijelaskan bahwa digital marketing adalah istilah umum untuk pemasaran barang atau jasa yang ditargetkan, terukur, dan interaktif dengan menggunakan teknologi digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Digital marketing ini memiliki tujuan untuk mempromosikan merek, membentuk preferensi, dan meningkatkan trafik penjualan dengan berbagai teknik yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut jenis-jenis digital marketing yang penting untuk diketahui:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Website marketing<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis digital marketing yang pertama adalah melalui website.<\/p>\n\n\n\n<p>Di website ini, Anda dapat membuat review mengenai suatu produk ataupun memberikan edukasi berkaitan dengan produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan pemilik bisnis dengan melakukan marketing melalui website ini, yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mudah untuk diakses kapan saja dan di mana saja selagi ada internet.<\/li>\n\n\n\n<li>Dapat merespons permintaan dari pelanggan selama 24 jam.<\/li>\n\n\n\n<li>Memudahkan memberikan informasi yang valid kepada pelanggan yang ingin mengetahui mengenai suatu produk atau jasa.<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih efisien karena menghemat waktu dan juga tenaga.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Marketing melalui website ini telah banyak digunakan, salah satunya oleh bisnis B2B atau <em>Business to Business.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Website marketing banyak dipilih sebagai <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-digital-marketing-perusahaan-b2b\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">strategi digital marketing perusahaan B2B<\/a> karena di dalam website ini, perusahaan dapat memuat informasi mengenai perusahaan secara lebih mudah dan lengkap, mulai dari info produk, harga, kontak, kesempatan karier, hingga konten edukasi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Social media marketing<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis yang kedua adalah social media marketing yakni pemasaran yang dilakukan menggunakan media sosial untuk meningkatkan visibilitas di internet dan mempromosikan produk yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini ada berbagai media sosial yang dapat digunakan untuk mempromosikan produk, mulai dari Instagram, Facebook, X (Twitter), WhatsApp, hingga Tiktok.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membantu Anda lebih memahami mengenai social media marketing ini, berikut penjelasannya mengenai jenis-jenis social media marketing ini:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/instagram-marketing\/\">Instagram marketing<\/a>: Instagram saat ini menjadi media sosial yang banyak digunakan di seluruh dunia. Ada berbagai jenis konten yang bisa dibuat di Instagram ini, mulai dari feeds, reels, story, hingga video panjang. <\/li>\n\n\n\n<li>Facebook marketing: Dari <a href=\"https:\/\/web.facebook.com\/goodstats.id\/posts\/menurut-laporan-digital-2025-indonesia-facebook-memiliki-122-juta-pengguna-di-in\/705870778613862\/?_rdc=1&amp;_rdr#\">laporan GoodStats<\/a>, Facebook saat ini memiliki 122 juta pengguna di Indonesia per awal 2025. Ini membuktikan Facebook masih banyak digunakan hingga saat ini. Saat ini ada banyak fitur yang bisa digunakan di Facebook yang mendukung bisnis, seperti Facebook Marketplace, Grup Facebook, hingga iklan di Facebook. Pengguna Facebook juga bisa mendapatkan penghasilan dari fitur Monetisasi.<\/li>\n\n\n\n<li>X (Twitter) marketing: X atau Twitter juga masih menjadi media sosial yang aktif digunakan di seluruh dunia. Saat ini X juga memiliki fitur monetisasi yakni Subscriptions dan Ads Revenue. Ini membuat banyak pengguna tertarik untuk menggunakan X dan bagi bisnis ini jadi kesempatan yang baik untuk beriklan.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/whatsapp-marketing\/\">WhatsApp marketing<\/a>: Anda juga bisa menggunakan WhatsApp sebagai media untuk mempromosikan bisnis Anda. Ada berbagai strategi yang digunakan untuk WhatsApp marketing ini di antaranya gunakan WhatsApp Bisnis, buat persona merek, bangun basis data kontak, hingga memanfaatkan fitur status WhatsApp.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/marketing-tiktok\/\">TikTok marketing<\/a>: TikTok saat ini menjadi media sosial yang populer di kalangan anak muda. Selain sebagai media sosial, Anda juga bisa menggunakan TikTok sebagai marketplace untuk berbelanja kebutuhan Anda. Ini menjadi peluang yang menjanjikan untuk menjual produk Anda di TikTok.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung social media marketing, Anda dapat menggunakan viral marketing yakni dengan cara mempromosikan produk atau layanan dengan tujuan menerima keterlibatan dan eksposur di tingkat nasional atau global.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/viral-marketing\/\">viral marketing<\/a> ini, jangkauan audiens Anda dapat menjadi lebih luas dan kesempatan produk Anda untuk dikenal secara luas menjadi semakin besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung konten Anda untuk dapat viral, Anda bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-influencer-marketing\/\">strategi influencer marketing<\/a> yakni dengan bekerja sama dengan orang yang memiliki pengikut yang besar di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Seorang influencer memiliki kemampuan untuk mendorong pengikut mereka mencoba suatu produk.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini menjadi strategi yang tepat untuk memperluas pasar produk Anda dan mendukung produk Anda viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Gamifikasi marketing<\/h4>\n\n\n\n<p>Jenis digital marketing berikutnya adalah gamifikasi marketing.<\/p>\n\n\n\n<p>Gamifikasi marketing merupakan penggunaan elemen game untuk meningkatkan penjualan barang dan jasa non-game dengan cara meningkatkan customer value dan memberikan dorongan yang dapat menciptakan value.<\/p>\n\n\n\n<p>Gamifikasi marketing ini menjadi strategi digital marketing yang menarik karena dapat membuat pengguna percaya bahwa memasukkan elemen game seperti level, kompetisi sosial, hingga hadiah di dalam strategi pemasaran dapat berpengaruh pada kesadaran merek, keterlibatan pelanggan, dan juga loyalitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, melalui gamifikasi ini, bisnis juga dapat meningkatkan kualitas data pelanggan dan membantu untuk mencapai tujuan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, kampanye gamifikasi telah dilakukan di banyak industri, seperti ritel, manajemen organisasi, perawatan kesehatan, hingga pendidikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk penjelasan lebih lengkapnya mengenai gamifikasi marketing ini, Anda dapat menyimaknya di artikel <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/gamifikasi-marketing\/\">gamifikasi marketing<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Branding<\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung pemasaran produk ataupun jasa, dibutuhkan branding yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Branding ini merupakan proses strategis yang dilakukan untuk menciptakan citra, identitas, dan persepsi positif yang kuat tentang suatu produk ataupun perusahaan di mata konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya branding ini, bisnis memiliki pembeda dengan bisnis lainnya dan memiliki keunggulan yang membuatnya lebih dipilih dibandingkan produk dari kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda meninginkan promosi untuk jangka panjang, branding ini menjadi strategi terbaik yang wajib untuk dicoba.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda dapat melakukan branding ini di berbagai saluran, misalnya di website atau di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini media sosial menjadi pilihan terbaik untuk menerapkan branding.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini karena saat ini media sosial menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan yang ada di masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan membangun branding yang baik di mata pengguna media sosial dapat memberikan dukungan untuk meningkatkan ketertarikan pengguna media sosial terhadap produk Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Iklan siaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Iklan siaran merupakan strategi marketing yang menggunakan media elektronik seperti radio atau televisi untuk mempromosikan produk atau jasa.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah masyarakat yang mulai beralih ke iklan digital, bagaimana nasib iklan siaran yang ada di radio dan televisi?<\/p>\n\n\n\n<p>Tentunya iklan siara ini masih memiliki peluang yang menjanjikan, khususnya di daerah yang masih terbatas dengan koneksi internet.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya iklan siaran di radio, saat ini masih banyak digunakan untuk produk-produk obat herbal dengan target pasar di desa yang masih banyak mendengarkan radio.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Multilevel marketing<\/h3>\n\n\n\n<p>Multilevel marketing merupakan jenis strategi marketing yang dilakukan dengan pemasaran berjenjang di mana distributor mendapatkan penghasilan dari penjualan produk langsung ke konsumen dan rekrutmen anggota baru (komisi).<\/p>\n\n\n\n<p>Multilevel marketing ini memiliki kelebihan di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Modal relatif rendah<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu yang lebih fleksibel<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu mengembangkan keterampilan komunikasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Sedangkan kekurangannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Risiko penipuan skema piramida<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan tidak stabil<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkat penolakan yang tinggi<\/li>\n\n\n\n<li>Persaingan ketat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Perkembangan Evolusi Marketing dari 1.0 hingga 5.0?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-empat.webp\" alt=\"pemasaran\" class=\"wp-image-46651\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-empat.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-empat-300x180.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-empat-768x461.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Saat inidunia marketing didominasi oleh teknologi, baik melalui website, media sosial, hingga marketplace.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun perkembangan yang ada saat ini bukan terjadi secara tiba-tiba.<\/p>\n\n\n\n<p>Dunia pemasaran telah mengalami berbagai evolusi dari marketing 1.0 hingga saat ini marketing 5.0.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam jurnal yang berjudul <a href=\"https:\/\/jurnal-stiepari.ac.id\/index.php\/gemilang\/article\/download\/2468\/2141\">Literature Review: Evolusi Strategi Pemasaran Digital dalam Era Teknologi Informasi <\/a>dijelaskan bahwa evolusi pemasaran digital dibagi ke dalam berbagai tahap yang dapat mencerminkan kemajuan teknologi dan perubahan perilaku konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahap pertama adalah pemasaran dengan basis website, di mana perusahaan mulai membangun platform digital untuk berbagi informasi produk dan jasa secara online.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun di tahapan ini interaksi dengan konsumen masih terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian berlanjut ke pengembangan email marketing dan SEO marketing yang membuat pemasaran digital menjadi lebih strategis dan bertarget.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahapan yang paling revolusioner adalah saat kemunculan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.<\/p>\n\n\n\n<p>Media sosial ini menjadi platform yang memungkinkan interaksi dua arah, berbagi pengalaman, dan membentuk komunitas di sekitar merek.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada dekade terakhir, evolusi pemasaran dipercepat dengan adnaya big data dan kecerdasan buatan (AI).<\/p>\n\n\n\n<p>Agar Anda dapat lebih memudah memahami perkembangan evolusi marketing dari marketing 1.0 hingga 5.0, berikut penjelasan lengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Marketing 1.0 (Product Driven)<\/h3>\n\n\n\n<p>Marketing 1.0 berkembang sejak abad ke-20 dengan fokus utama adalah produk mereka sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada era tersebut, perusahaan mengutamakan kualitas dan kuantitas dari produk mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tahap ini, konsumen dianggap sebagai pihak yang pasif dan tidak banyak terlibat di dalam proses pembuatan keputuasan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini perusahaan fokus kepada kualitas produk dan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pesaing mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Marketing 2.0 (Customer Oriented)<\/h3>\n\n\n\n<p>Marketing 2.0 merupakan evolusi marketing di mana konsumen memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan keberhasilan produk di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini menjadi dasar dari marketing 2.0 di mana mereka fokus pada konsumen atau dikenal dengan consumer-centric.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada masa ini, perusahaan mulai memahami dan mendengarkan kebutuhan serta keinginan dari konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu startegi yang banyak digunakan pada marketing 2.0 adalah guerilla marketing.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/apa-itu-guerilla-marketing\/\">Guerilla marketing<\/a> merupakan startegi pemasaran yang menggunakan taktik tidak konvensional dan kreatif serta hemat biaya untuk menciptakan kesan abadi pada target audiens.<\/p>\n\n\n\n<p>Guerilla marketing ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1984 di mana pasa masa itu marketing 2.0 sedang berlangsung di mana bisnis mulai menggunakan cara-cara tidak konvensional untuk memperkuat kesadaran terhadap produk dan layanan yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Marketing 3.0 (Human-centric)<\/h3>\n\n\n\n<p>Marketing 3.0 memberikan konsep pemasaran ke tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan marketing 2.0.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai dan misi sosial ke dalam strategi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Di masa ini, perusahaan tidak hanya fokus kepada keuntungan namun juga dampak sosial dan lingkungan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Konsumen juga mulai mencari merek yang memiliki nilai dan etika yang selaras dengan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada marketing 3.0 ini telah muncul teknologi yang mendukung komunikasi jarak jauh seperti sms.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini banyak perusahaan mulai menggunakan strategi <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/sms-marketing\/\">sms marketing<\/a>, yakni yang dilakukan dengan mengirimkan penawaran promosi, pembaruan, dan berita kepada pelanggan melalui pesan teks.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Marketing 4.0 (Moving to Digital Nex CX)<\/h3>\n\n\n\n<p>Marketing 4.0 merupakan marketing yang muncul di era digitalisasi yang menggabungkan dunia marketing online dengan offline sebagai strategi marketing.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini mulai dikenal <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/internet-marketing\/\">internet marketing<\/a> seperti melalui media sosial, SEO, hingga marketplace yang membuat produk semakin lebih mudah dijangkau oleh konsumen dari jarak jauh.<\/p>\n\n\n\n<p>Internet marketing memiliki tujuan untuk menarik konsumen dan menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain internet marketing, pada marketing 4.0 juga dikenal konsep omnichannel, yang mengedepankan pengalaman yang konsisten kepada pelanggan dalam berbagai platform.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada masa ini, data pelanggan menjadi aset yang berharga bagi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dikarenakan perusahaan memiliki kemampuan untuk memahami perilaku konsumen dengan lebih baik dan menawarkan pengalaman yang lebih personal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Marketing 5.0 (Marketing in Digital World New CX x Next Tech)<\/h3>\n\n\n\n<p>Era marketing 5.0 merupakan era perusahaan mulai memanfaatkan teknologi cerdas seperti AI dan machine learning untuk menciptakan pengalaman yang lebih personal dan juga relevan kepada pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Marketing 5.0 ini fokus pada human centricity, di mana teknologi digunakan untuk memperkuat hubungan antar manusia.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Strategi Marketing yang Tepat untuk UMKM?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-enam.webp\" alt=\"strategi marketing\" class=\"wp-image-46652\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-enam.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-enam-300x180.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-enam-768x461.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pemasaran menjadi bagian penting untuk bisnis dapat menjangkau pasar dan audiens yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini berlaku untuk seluruh jenis bisnis, termasuk bisnis UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p>UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar bisa menjangkau pasar lebih luas dan mengenalkan produk mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing-ukm-dengan-proses-digital\/\">strategi marketing untuk UMKM<\/a>, ada jenis-jenis alat marketing yang dapat digunakan, yakni:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Growth marketing<\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/growth-marketing\/\">Growth marketing<\/a> merupakan strategi pemasaran yang dirancang secara khusus agar setiap perusahaan dapat terus berkembang mengikuti perubahan perilaku pelanggan, respons dinamika industri, dan pergerakan kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya, marketer sering menggunakan prinsip yang umum dalam menjalan strategi mereka, namun di sini growth marketing menggunakan pendekatan yang lebih bebas, dinamis, dan inovatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada 5 strategi dalam growth marketing yang dapat digunakan, yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>SEO (Search Engine Marketing<\/li>\n\n\n\n<li>Pay per click<\/li>\n\n\n\n<li>Email marketing<\/li>\n\n\n\n<li>Content marketing<\/li>\n\n\n\n<li>Social media marketing<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Conversational marketing<\/h3>\n\n\n\n<p>Conversational marketing membantu UMKM untuk membangun hubungan secara langsung dengan pelanggan dan prospek yang berminat dengan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Conversational marketing yakni strategi marketing yang menggunakan interaksi one-to-one yang dilakukan secara real time di berbagai saluran.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada berbagai saluran yang bisa Anda gunakan dalam conversational marketing ini, mulai dari email marketing, live chat, chatbot, voice assistant, hingga media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk lebih lengkapnya mengenai conversational marketing ini Anda dapat menyimaknya di artikel <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/conversational-marketing\/\">Conversational Marketing<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Media sosial<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi UMKM, media sosial dapat membantu menjangkau ribuan pelanggan dan calon pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, pertanyaannya di media sosial mana UMKM harus mempromosikan bisnis, apakah di Facebook, Instagram, atau Twitter?<\/p>\n\n\n\n<p>Di ini Anda tidak perlu mencoba semua jenis media sosial namun pilihlah satu atau dua media sosial di mana pelanggan Anda paling aktif di sana.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lupa untuk membagikan postingan yang informatif dan bermanfaat yang berkaitan dengan industri Anda, bukan hanya konten penjualan produk Anda.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pay per click<\/h3>\n\n\n\n<p>PPC atau Pay per Click merupakan strategi marketing UMKM yang memungkinkan bagi bisnis Anda untuk membuat iklan bertarget yang membantu menampilkan bisnis Anda kepada pengguna internet melalui mesin pencari.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika bisnis Anda menggunakan PPC, maka Anda dapat memilih istilah yang menurut Anda dapat digunakan pelanggan ketika mereka mencari produk atau layanan yang ditawarkan kepada bisnis Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Memang PPC ini terbilang rumit khususnya bagi pemula.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun jika Anda dapat menggunakannya secara tepat, maka PPC ini dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengarahkan lalu lintas website.<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi iklan PPC ini terbilang murah dan Anda dapat menggunakan batas maksimal anggaran yang dapat dikeluarkan setiap harinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/referral-marketing\/\">Referral marketing<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p>Referral marketing merupakan pemasaran yang memberikan penghargaan kepada pelanggan yang merekomendasikan produk atau layanan kepada teman dan keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya adalah Anda menawarkan diskon 10% kepada pelanggan Anda jika teman-teman mereka menggunakan tautan atau kode tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p>Referral marketing menjadi salah satu strategi pemasaran dengan biaya rendah dan terpercaya dan efektif untuk bisnis skala kecil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Event marketing<\/h3>\n\n\n\n<p>UMKM juga dapat menggunakan strategi event marketing yakni dengan cara mempromosikan bisnis melalui acara tatap muka atau digital seperti kelas, konferensi, acara happy hour, hingga webinar.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara ini membantu Anda untuk terhubung langsung dengan pelanggan sehingga mendorong penjualan, meningkatkan kepercayaan merek, dan membangun kesadaran merek.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Strategi Marketing untuk Mendukung Kesuksesan Bisnis<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"600\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-tujuh.webp\" alt=\"strategi marketing\" class=\"wp-image-46656\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-tujuh.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-tujuh-300x180.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-tujuh-768x461.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung kesuksesan bisnis, berikut 3 tips yang dapat Anda lakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Gunakan multichannel marketing<\/h3>\n\n\n\n<p>Tips yang pertama adalah dengan menggunakan multichannel marketing.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisnis yang menggunakan multichannel marketing mengalami peningkatan ROI hingga 24%.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya itu, bisnis yang menggunakan empat saluran multichannel ini dapat meningkatkan ROI hingga 300%.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu bagaimana cara membuat rencana multichannel yang efektif? Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lakukan identifikasi setiap channel yang menjadi target Anda<\/li>\n\n\n\n<li>Buat pesan yang konsisten<\/li>\n\n\n\n<li>Manfaatkan setiap kelebihan yang dimiliki oleh channel Anda<\/li>\n\n\n\n<li>Hubungkan setiap channel pemasaran Anda<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan otomatisasi setiap proses<\/li>\n\n\n\n<li>Lakukan evaluasi dan perbaikan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk penjelasan lebih lengkapnya Anda dapat menyimaknya di artikel <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/multichannel-marketing\/\">multichannel marketing<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Buat marketing yang lebih personal<\/h3>\n\n\n\n<p>Marketing saat ini dikenal sebagai marketing dengan pendekatan humanis.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jika Anda ingin menguasai marketing untuk bisnis Anda, penting untuk membuat strategi marketing yang lebih personal.<\/p>\n\n\n\n<p>Marketing yang lebih personal ini dikenal dengan personalized marketing merupakan strategi pemasaran yang menggunakan informasi mengenai pelanggan untuk membuat pesan dan memberikan penawaran yang relevan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ada 4 keuntungan yang bisa didapatkan melalui personalized marketing, yakni:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Meningkatkan pengalaman pelanggan Anda<\/li>\n\n\n\n<li>Membangun loyalitas merek<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan retensi pelanggan<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan ROI<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk penjelasan lebih lengkapnya Anda dapat menyimaknya di artikel <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/personalized-marketing\/\">Personalized Marketing<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Gunakan niche marketing<\/h3>\n\n\n\n<p>Tips berikutnya adalah dengan menggunakan niche marketing.<\/p>\n\n\n\n<p>Niche marketing merupakan strategi pemasaran yang dilakukan dengan melibatkan target segmen tertentu dari pasar yang lebih besar dan menawarkan konsumen suatu produk atau layanan khusus.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membangun niche marketing ini, Anda dapat mendefinisikannya berdasarkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Demografi<\/li>\n\n\n\n<li>Area geografis<\/li>\n\n\n\n<li>Penghasilan<\/li>\n\n\n\n<li>Profesi<\/li>\n\n\n\n<li>Gaya hidup atau kebiasaan<\/li>\n\n\n\n<li>Hobi<\/li>\n\n\n\n<li>Nilai<\/li>\n\n\n\n<li>Kesempatan<\/li>\n\n\n\n<li>Budaya<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk penjelasan lebih lengkapnya Anda dapat membacanya di artikel <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/niche-marketing\/\">niche marketing<\/a> ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Studi Kasus Strategi Marketing Netflix<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"563\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/netflix.webp\" alt=\"Netflix\" class=\"wp-image-46757\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/netflix.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/netflix-300x169.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/netflix-768x432.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan Anda dalam memahami strategi marketing, mari kita simak strategi marketing yang dilakukan oleh Netflix, platform layanan streaming terkemuka yang ada di dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Analisis ini kami rangkum dari penelitian berjudul &#8220;<a href=\"https:\/\/www.researchgate.net\/publication\/369398933_A_Case_Study_of_Netflix's_Marketing_Strategy\">A Case Study of Netflix\u2019s Marketing Strategy<\/a>&#8221; karya Chenying Yuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam jurnal ini dijelaskan mengenai bagaimana Netflix hadir sebagai layanan streaming di tengah epidemik global yang terjadi di tahun 2020.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tahun 2020 ini, Netflix berhasil tumbuh dan mendapatkan 16 juta subscibers.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini terjadi ketika terjadi pembatasan fasilitas hiburan selama pandemi Covid-19 yang terjadi di tahun 2020, yang membuat platform streaming menjadi populer.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga saat ini Netflix telah memiliki 208 juta subsribers yang tersebar di seluruh dunia di mana 74 juta di antaranya dari Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari strategi bisnis yang dimilikinya, kesuksesan Netflix berasal dari inovasi model bisnisnya yang awalnya merupakan penyewaan DVD tradisional yang kemudian beralih menjadi platform streaming.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix membangun model bisnis yang menguntungkan melalui langganan berbayar dan di tahun 2007. Netflix mengirimkan satu miliar DVD melalui jaringan digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah meluncurkan layanan video on demand, Netflix kemudian mengubah sepenuhnya model bisnisnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix memiliki strategi promosi terkini, di mana memanfaatkan media sosial secara luas, memosting pesan promosi yang ekstensif, mendapatkan audiens yang menantikan sebelum penayangan, hingga membangun hubungan interaktif fengan penonton melalui media sosial.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix telah meluncurkan kampanye yang viral melalui media sosial, yang berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan audiens dan memainkan peran besar dalam membangun koneksi yang kuat dengan penonton.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tentang Netflix<\/h3>\n\n\n\n<p>Netflix didirikan pada tahun 1997 oleh Reed Hasting dan Marc Randolph di California, Amerika Serikat dan saat ini Netflix telah memiliki 222 pelanggan yang ada di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada awalnya Netflix tidak menggunakan layanan sesuai permintaan seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Awalnya Netflix hadir sebagai layanan penyewaan DVD tradisional bayar per tayang dengan layanan pengiriman melalui pos,<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 1999 perusahaan ini beralih dari model penyewaan DVD menjadi model berlangganan di mana pelanggan membayar biaya bulanan.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah paling inovatif Netflix terjadi pada tahun 2007 ketika Netflix meluncurkan layanan streaming dan video-on-demand dengan basis langganan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sini Netflix menjadi inovator pertama yang meluncurkan layanan seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Awalnya, Netflix hanya memiliki 1.000 film yang tersedia di internet untuk video-on-demand dan 70.000 DVD hingga pertengahan 2000-an.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tahun 2013, Netflix mengembangkan produksi industri film dan televisi dengan meluncurkan serial pertama mereka yang berjudul House of Cards yang diadaptasi dari serial TV pemenang penghargaan BBC, House of Cards.<\/p>\n\n\n\n<p>Serial asli Women in Prison yang ditayangkan di Netflix menjadi serial asli dengan rating tertinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Popularitas Netflix bahkan memicu tren &#8216;binge-watching&#8217; yang didefinisikan sebagai keinginan untuk menonton beberapa episode secara beruntun melalui DVD atau platform digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix menerapkan strategi merilis seluruh musim sekaligus untuk menjaga penonton tetap setia, namun hal ini juga menjadi salah satu pemicu tren binge-watching.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Laporan Operasi Keuangan Netflix, pendapatan Netflix tumbuh dari $5,504 miliar pada tahun 2014 menjadi $24,996 miliar pada tahun 2020, meningkat sebesar 354,1%.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak tahun 2020, ketergantungan pada Netflix menjadi jelas sejak awal pandemi, dengan penambahan<br>16 juta pelanggan sejak wabah tahun 2020.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Model bisnis yang digunakan oleh Netflix<\/h3>\n\n\n\n<p>Sejak tahun 2007, Netflix telah membangun model bisnis yang menguntungkan melalui strategi langganan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari strategi ini, pelanggan yang membayar langganan dapat menonton tanpa batas.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix telah membangun sistem rekomendasi untuk berbagai audiens dan merekomendasikan konten kepada pengguna berdasarkan riwayat tontonan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Algoritma rekomendasi ini memungkinkan Netflix memanfaatkan basis data besar pola konsumsi pengguna serta tag, komentar, dan riwayat tontonan pengguna, dll.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini dilakukan untuk menyiasati pengguna yang kehilangan keinginan berlangganan karena tidak menemukan film di platform sesuai minat mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix juga mendorong pengguna untuk memberikan rating pada film dan mengekspresikan pendapat mereka terkait seberapa suka mereka terhadap film tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut studi, Netflix telah mengumpulkan lebih dari 190 juta rating sejauh ini, dari 11,7 juta pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari data ini, Netflix dapat menggunakan sistem algoritmik untuk memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi kepada pelanggan setiap hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Faktanya, basis data Netflix merupakan salah satu aset paling berharga perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Basis data tersebut menyimpan data pengguna dari ratusan juta pelanggan Netflix.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun perusahaan streaming lainnya juga menggunakan rekomendasi algoritmik, mereka tidak dapat seakurat dan seefektif Netflix karena tidak dapat meniru basis data Netflix yang sangat luas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Analisis strategi marketing Netflix<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut analisis strategi marketing Netflix:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Strategi promosi yang digunakan<\/h4>\n\n\n\n<p>Sosial media memegang peranan penting dalam strategi pemasaran Netflix.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix sendiri telah berhasil mempromosikan &#8220;Women in Prison melalui Twitter dan episode-episode lainnta.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi masuknya Netflix ke pasar Spanyol dapat ditunjukkan dengan baik melalui penggunaan media digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tahun 2015, Netflix menawarkan layanan video on demand di Spanyol dan setahun kemudian, Netflix menjadi platform berlangganan yang paling banyak ditonton kedua di pasar streaming.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan Netflix kini bukan lagi bernegosiasi manfaat dengan pengiklan, melainkan berinteraksi langsung dengan penonton dan mempertahankan loyalitas mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh tindakan konkret, Netflix menampilkan sebuah artikel di pusat media onlinenya, \u2018The Power of Images\u2019, yang secara khusus mengeksplorasi bagaimana platform tersebut menggunakan visual untuk menarik minat terhadap program-programnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix percaya bahwa cara-cara tradisional dalam mempromosikan serial TV tidak cocok untuk promosi video streaming.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal terpenting adalah terhubung dengan penonton melalui media sosial, dengan memposting video yang diiklankan di platform kategori ini agar menjadi viral guna menjangkau jutaan penonton potensial.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Inovasi konten<\/h4>\n\n\n\n<p>Sebelum Netflix fokus pada konten asli mereka, perusahaan ini terlebih dahulu fokus pada pembelian hak siar, seperti Hunger Games, Transformers, dan film-film terkenal lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 2015 dan 2016, jumlah film dan acara TV online menurun secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penurunan jumlah film dan acara TV salah satu penyebabnya adalah persaingan hak siar dengan perusahaan dalam genre yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini membuat Netflix memilih lebih fokus pada pengembangan karya orisinal.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari awalnya membeli hak siar dengan harga tinggi menjadi memproduksi konten orisinalnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini merupakan pilihan strategis Netflix untuk mempertahankan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bintang Kevin Spacey, salah satu pemeran serial orisinal Netflix House of Cards, mendefinisikan platform layanan streaming Netflix sebagai sumber hiburan yang sangat terpercaya dan menarik, dan komentar ini sejalan dengan reputasi televisi Inggris dan sinema art house internasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Sistem rekomendasi Netflix telah menjadi kompetensi inti yang memungkinkan perusahaan untuk  tumbuh, yang memungkinkan Netflix memiliki pemahaman yang sangat baik tentang faktor-faktor  kesuksesan dan preferensi konsumen dalam film dan televisi.<\/p>\n\n\n\n<p>Konten orisinal Netflix adalah konten yang diproduksi secara eksklusif, diproduksi bersama, atau didistribusikan oleh Netflix.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan perusahaan lain, Netflix memberikan pendanaan di muka saat menandatangani proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah salah satu alasan di balik situasi sulit yang dihadapi Netflix saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Strategi inovasi konten Netflix pertama kali membuahkan hasil pada 2011, setelah menginvestasikan $100 juta dalam produksi House of Cards, yang tayang perdana dengan sambutan meriah pada Februari 2013.<\/p>\n\n\n\n<p>Keberhasilan langkah ini secara langsung mendorong Netflix untuk mempercepat ekspansi ke pasar luar negeri, dan perusahaan ini terus meningkatkan produksi konten buatan sendiri setelahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah pendanaan untuk konten buatan sendiri juga meningkat secara signifikan, dari 5,1 persen investasi pada konten buatan sendiri pada tahun 2015 menjadi 45,8 persen pada tahun 2020.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada saat yang sama, film-film seperti \u201cRoma\u201d dan \u201cThe Irishman\u201d telah berhasil membawa Netflix meraih berbagai penghargaan seperti Emmy dan Oscar.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix menempati posisi penting dalam penghargaan bergengsi di bidang film dan televisi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Pengembangan internasional<\/h4>\n\n\n\n<p>Pertumbuhan internasional Netflix juga patut diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix, yang berawal di Amerika Serikat pada tahun 2010, memulai ekspansi global yang agresif yang dimulai pada tahun 2016 dengan kehadiran global, kecuali di Tiongkok, Krimea, Korea Utara, dan Suriah.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan hingga tahun 2019, Netflix memiliki lebih dari 167 juta pelanggan di seluruh dunia dan pendapatan tahunan sebesar $20,156 miliar, naik 27,62% dari tahun ke tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Ekspansi internasional Netflix terkait dengan inovasi kontennya, dan manajemen perusahaan percaya bahwa mereka berinvestasi dalam konten lokal demi kepentingan anggota lokal, ini membuat Netflix terus berupaya untuk menonjolkan konten dengan unsur lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun Netflix telah melakukan banyak upaya dalam globalisasi, seperti keragaman sumber video dan bahasa, yang dapat membantu penetrasi Netflix tumbuh di pasar internasional<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix telah mengumumkan perluasan program orisinal non-Inggris, seperti produksi berbahasa Spanyol yang diproduksi bersama Netflix, La casa de papel, yang pada musim ketiganya menjadi program non-Inggris yang paling banyak ditonton di negara-negara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini menjadikan Netflix sebagai digital on-demand platform paling terkenal di dunia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tantangan yang dihadapi Netflix<\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam hal distribusi, Netflix memiliki jumlah produksi yang sangat banyak, mulai dari film, serial TV, hingga program spesial atau miniseri dan dokumenter.<\/p>\n\n\n\n<p>Netflix telah mendistribusikan 100 musim serial TV dalam bahasa lokal di 17 negara di seluruh dunia dan juga berencana memperluas investasi dalam produksi orisinal berbahasa lokal.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun Netflix telah menjadi raksasa di industri streaming video, masih banyak aspek yang<br>menimbulkan masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Di antara isu-isu transnasional, Netflix menghadapi tingkat pembatasan yang bervariasi di berbagai negara, seperti aspek sosial, historis, budaya, atau politik.<\/p>\n\n\n\n<p>Perubahan hukum atau teknologi yang memfasilitasi perdagangan budaya transnasional dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap warisan budaya masyarakat di pasar lokal dan produk-produknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut studi oleh European Taster Observer, ditemukan bahwa 26 dari 27 negara yang dilayani oleh Netflix memiliki pangsa lebih dari 55%.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun ada negara dengan pangsa film nasional yang rendah, misalnya Inggris memiliki pangsa tertinggi sebesar 9% dan 19 negara lainnya tidak memiliki film nasional sama sekali di antarmuka mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam analisis data dari Italia, ditemukan bahwa katalog Netflix Italia terdiri dari 52% dari AS, di mana hanya 5% dari produksi Italia, dan 32% adalah original Netflix.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Uni Eropa telah campur tangan dengan arahan baru mengenai layanan media audiovisual pada tahun 2018, yang mewajibkan layanan streaming video untuk menyertakan setidaknya 30% konten Eropa.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kemajuan Netflix dalam menciptakan pasar di Tiongkok terhambat dalam berbagai cara.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, setelah rilis House of Cards, yang didistribusikan di platform Sohu Tiongkok dan diterima dengan baik oleh penonton Tiongkok bahkan para pemimpin Partai Komunis.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini diikuti dengan upaya memasuki pasar Tiongkok dengan Marco Polo, namun keduanya pada  akhirnya berakhir dengan kegagalan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada Mei 2015, Netflix mengumumkan kemitraan dengan Huadu Media, namun hal ini harus disetujui oleh penyedia streaming Tiongkok, karena hanya perusahaan Tiongkok yang dapat memegang lisensi untuk menyiarkan video di Tiongkok.<\/p>\n\n\n\n<p>Hingga Februari 2018, kemitraan tersebut belum terwujud sama sekali.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengembangan konten asli Netflix telah memungkinkan platform ini menarik sejumlah besar pelanggan berlangganan sambil membantunya menjangkau negara-negara lain di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, investasi finansial dalam pengembangan konten asli tidak boleh diremehkan, dengan serial seperti New Black, Daredevil, dan House of Cards yang biayanya mencapai antara empat hingga lima juta dolar per episode untuk diproduksi.<\/p>\n\n\n\n<p>The King&#8217;s Official bahkan memiliki anggaran produksi rekor sebesar \u00a3100 juta untuk musim pertamanya, sekitar $12,5 juta per episode.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada 2018, Netflix menghabiskan $12,04 miliar untuk konten orisinal, meningkat 35% dari $8,9 miliar pada 2017.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan investasi besar dalam konten orisinal, pendapatan laba Netflix menjadi sumber kekhawatiran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa pelajaran yang didapatkan dari strategi marketing Netflix?<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kesuksesan Netflix berasal dari inovasi dari model bisnis penyewaan DVD menjadi model berlangganan di mana pelanggan membayar biaya bulanan.<\/li>\n\n\n\n<li>Netflix menjadi inovator pertama yang meluncurkan layanan streaming dan video-on-demand dengan basis langganan.<\/li>\n\n\n\n<li>Netflix membangun sistem rekomendasi untuk berbagai audiens dan merekomendasikan konten kepada pengguna berdasarkan riwayat tontonan mereka.<\/li>\n\n\n\n<li>Netflix telah mengumpulkan lebih dari 190 juta rating sejauh ini, dari 11,7 juta pelanggan dan dari data ini, Netflix dapat menggunakan sistem algoritmik untuk memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi kepada pelanggan setiap hari.<\/li>\n\n\n\n<li>Faktanya, basis data Netflix merupakan salah satu aset paling berharga perusahaan di mana basis data tersebut menyimpan data pengguna dari ratusan juta pelanggan Netflix.<\/li>\n\n\n\n<li>Kesuksesan Netflix tentukan bukan tanpa tantangan, di mana Netflix menghadapi tingkat pembatasan yang bervariasi di berbagai negara, seperti aspek sosial, historis, budaya, atau politik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Seperti yang Anda lihat, di antara banyak strategi marketing, saluran, dan kampanye yang berbeda, hanya ada empat cara untuk meningkatkan keuntungan: memiliki lebih banyak pelanggan, meningkatkan frekuensi transaksi, meningkatkan ukuran transaksi, dan menaikkan harga Anda.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, dan akan bekerja lebih baik dengan bisnis tertentu daripada yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga, perlu diingat Anda dapat menggabungkan beberapa metode bersama-sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Kunci sukses tetap sama, Anda perlu memahami pelanggan Anda dengan lebih baik: menganalisis perilaku, kebutuhan, dan masalah mereka, dan memilih taktik yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk pencatatan dan pemantauan setiap biaya marketing yang terjadi dalam bisnis Anda, pastikan Anda menggunakan sistem yang memudahkan dalam melakukan hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan&nbsp;<a href=\"https:\/\/kledo.com\/\">software akuntansi<\/a>&nbsp;Kledo.<\/p>\n\n\n\n<p>Kledo adalah software akuntansi berbasis online buatan Indonesia yang memiliki fitur terbaik dengan harga yang paling terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya dengan 130 ribu selama sebulan, Anda bisa dengan mudah melakukan pencatatan seluruh biaya pengeluaran pada bisnis, memantau kesehatan finansial, dan membuat laporan keuangan kapanpun dan dimanapun Anda mau.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak percaya? Anda juga bisa menggunakan Kledo secara gratis selamanya melalui&nbsp;<strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=Pemasaran\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Strategi marketing memiliki korelasi dengan pendapatan yang akan Anda dapatkan dalam bisnis. Tanpa pemasaran yang baik, bisnis Anda tidak ada yang tahu. Tidak ada yang tahu, berarti tidak ada penjualan. Setiap bisnis, pada dasarnya, adalah tentang menghasilkan lebih banyak penjualan, yang akan menghasilkan lebih banyak pendapatan dan keuntungan. Namun, sebenarnya taktik apa yang paling efektif [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":46701,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[426],"tags":[105,2242,2245,756,2241,2246,741,2000,863],"class_list":["post-7414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-marketing","tag-kledo","tag-marketing-sukses","tag-sasaran-strategi-marketing","tag-software-akuntansi-kledo","tag-strategi-marketing","tag-strategi-marketing-untuk-tingkatkan-keuntungan","tag-strategi-pemasaran","tag-tips-marketing","tag-tips-pemasaran"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Strategi marketing memiliki korelasi dengan pendapatan yang akan Anda dapatkan dalam bisnis. Tanpa pemasaran yang baik, bisnis Anda tidak ada yang tahu\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Strategi marketing memiliki korelasi dengan pendapatan yang akan Anda dapatkan dalam bisnis. Tanpa pemasaran yang baik, bisnis Anda tidak ada yang tahu\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-08T08:42:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-10T02:51:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"47 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya\",\"datePublished\":\"2026-04-08T08:42:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-10T02:51:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/\"},\"wordCount\":7970,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/strategi-marketing-1.webp\",\"keywords\":[\"kledo\",\"marketing sukses\",\"sasaran strategi marketing\",\"software akuntansi kledo\",\"strategi marketing\",\"strategi marketing untuk tingkatkan keuntungan\",\"strategi pemasaran\",\"tips marketing\",\"tips pemasaran\"],\"articleSection\":[\"Marketing\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/\",\"name\":\"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/strategi-marketing-1.webp\",\"datePublished\":\"2026-04-08T08:42:25+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-10T02:51:25+00:00\",\"description\":\"Strategi marketing memiliki korelasi dengan pendapatan yang akan Anda dapatkan dalam bisnis. Tanpa pemasaran yang baik, bisnis Anda tidak ada yang tahu\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/strategi-marketing-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/10\\\/strategi-marketing-1.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"strategi marketing\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/strategi-marketing\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya","description":"Strategi marketing memiliki korelasi dengan pendapatan yang akan Anda dapatkan dalam bisnis. Tanpa pemasaran yang baik, bisnis Anda tidak ada yang tahu","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya","og_description":"Strategi marketing memiliki korelasi dengan pendapatan yang akan Anda dapatkan dalam bisnis. Tanpa pemasaran yang baik, bisnis Anda tidak ada yang tahu","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-04-08T08:42:25+00:00","article_modified_time":"2026-04-10T02:51:25+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"47 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya","datePublished":"2026-04-08T08:42:25+00:00","dateModified":"2026-04-10T02:51:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/"},"wordCount":7970,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-1.webp","keywords":["kledo","marketing sukses","sasaran strategi marketing","software akuntansi kledo","strategi marketing","strategi marketing untuk tingkatkan keuntungan","strategi pemasaran","tips marketing","tips pemasaran"],"articleSection":["Marketing"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/","name":"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-1.webp","datePublished":"2026-04-08T08:42:25+00:00","dateModified":"2026-04-10T02:51:25+00:00","description":"Strategi marketing memiliki korelasi dengan pendapatan yang akan Anda dapatkan dalam bisnis. Tanpa pemasaran yang baik, bisnis Anda tidak ada yang tahu","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-1.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/strategi-marketing-1.webp","width":1200,"height":600,"caption":"strategi marketing"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/strategi-marketing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jenis Strategi Marketing, Evolusi, dan Studi Kasusnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7414"}],"version-history":[{"count":20,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46867,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7414\/revisions\/46867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}