Pernah mendengar revaluasi pada aset tetap? Aset tetap seperti mesin, peralatan, atau bangunan adalah aset berwujud jangka panjang yang tidak dijual dalam bisnis, melainkan digunakan dalam produksi barang dan jasa. <\/p>\n\n\n\n
Aset tetap dicatat dalam pembukuan dengan harga perolehannya dan kemudian sering diperbarui untuk menunjukkan nilai pasar yang sebenarnya dan wajar. <\/p>\n\n\n\n
Ada dua metode di mana hal ini dapat dilakukan; mereka disebut revaluasi dan penurunan nilai atau depresiasi yang sudah kita bahas pada artikel ini.<\/a><\/p>\n\n\n\n Pada artikel ini, kita akan membahas apa itu revaluasi aset, metode, cara hitung, dan contoh kasus revaluasi aset yang akan memudahkan Anda dalam penghitungan nilai aset bisnis Anda kedepannya.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n\n\n\n Revaluasi adalah penyesuaian yang dilakukan terhadap nilai tercatat suatu aset untuk secara akurat mencerminkan nilai pasarnya saat ini.<\/p>\n\n\n\n Saat membeli aset tetap, biasanya dicatat pada harga pokok. Kemungkinan nilai pasar aset akan berubah dari waktu ke waktu, sehingga bisnis dapat memilih apakah akan terus menilai aset pada biaya historis atau apakah akan menggunakan model revaluasi, di mana catatan keuangan diperbarui untuk mencerminkan nilai pasar aset terkini.<\/p>\n\n\n\n Model revaluasi memungkinkan penyesuaian ke atas dan ke bawah untuk mencerminkan kenaikan (apresiasi) dan penurunan (depresiasi) nilai aset, sedangkan model biaya hanya memungkinkan penyesuaian ke bawah untuk memperhitungkan kerugian penurunan nilai.<\/p>\n\n\n\n Baca juga: Chart Of Account (COA): Pembahasan Lengkap dan Contoh Klasifikasinya dalam Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Sesuai PABU, <\/strong>semua aset tetap harus diakui berdasarkan pendekatan biaya historis. Selain itu, Aktiva Tetap<\/a> harus dinilai kembali berdasarkan biaya perolehan atau nilai pasar wajar, mana yang lebih rendah.<\/p>\n\n\n\n Sesuai PSAK, <\/strong>aset tetap harus dicatat sebesar biaya perolehan. Setelah itu, perusahaan diperbolehkan menggunakan Model Biaya atau Model Revaluasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam model biaya, nilai tercatat aset tidak disesuaikan dan disusutkan selama masa manfaatnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam model revaluasi, biaya aset dapat disesuaikan ke atas atau ke bawah, tergantung pada nilai wajarnya. Dalam hal ini, Revaluasi aset menciptakan cadangan menamakannya “Cadangan Revaluasi.” <\/p>\n\n\n\n Ketika nilai aset meningkat dikreditkan ke dalam cadangan revaluasi dan ketika menurun didebit. Anda bisa merevaluasi Aset Tetap <\/a>dan Aset Tidak Berwujud<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Baca Juga: Cara Mencatat Jurnal Revaluasi Aset Tetap Beserta Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n Adalah umum untuk melihat perusahaan melakukan revaluasi aset tetap mereka. Penting untuk membedakan antara revaluasi ‘swasta’ dan revaluasi ‘publik’ yang dilakukan dalam laporan keuangan. <\/p>\n\n\n\n Alasannya bisa sangat beragam, namun yang paling umum:<\/p>\n\n\n\nApa itu Revaluasi Aset?<\/h2>\n\n\n\n
<\/figure>\n\n\n\nMengapa Harus Dilakukan Revaluasi Aset?<\/h2>\n\n\n\n
Alasan Terjadinya Revaluasi<\/h2>\n\n\n\n
\n