{"id":9086,"date":"2021-12-01T07:16:28","date_gmt":"2021-12-01T00:16:28","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=9086"},"modified":"2025-05-06T10:24:30","modified_gmt":"2025-05-06T03:24:30","slug":"gearing-ratio","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/","title":{"rendered":"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Gearing ratio atau rasio gearing memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan mendanai operasinya, relatif terhadap utang dan ekuitas. <\/p>\n\n\n\n<p>Menggunakan gearing ratio sebagai bagian dari strategi analisis fundamental perdagangan Anda membantu memberikan rasio keuangan penting yang dapat digunakan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.<\/p>\n\n\n\n<p>Lanjutkan membaca artikel ini untuk mempelajari tentang apa itu gearing ratio dan bagaimana rasio inidapat mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis Anda lebih baik.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa itu Gearing Ratio?<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"680\" height=\"354\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio.jpg\" alt=\"gearing ratio\" class=\"wp-image-9140\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio.jpg 680w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-300x156.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Rasio keuangan gearing ratio adalah sekelompok rasio keuangan populer yang membandingkan utang perusahaan dengan metrik keuangan lainnya seperti ekuitas bisnis atau aset perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p> Rasio gearing mewakili ukuran leverage keuangan yang menentukan sejauh mana tindakan perusahaan didanai oleh ekuitas pemegang saham dibandingkan dengan dana kreditur.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio gearing dapat menjadi bagian yang berguna dari analisis fundamental. <\/p>\n\n\n\n<p>Perhitungan rasio gearing membantu memberikan kejelasan tentang sumber pendanaan operasi perusahaan, yang memberikan wawasan yang lebih besar tentang keandalan perusahaan dan apakah mereka mampu bertahan dalam periode ketidakstabilan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemberi pinjaman dapat menggunakan gearing ratio untuk memutuskan apakah akan memperpanjang kredit atau tidak, dan investor dapat menggunakannya untuk menentukan apakah akan berinvestasi dalam bisnis atau tidak. Rasio gearing yang lebih tinggi biasanya menunjukkan risiko keuangan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak ada rasio gearing yang menunjukkan perusahaan terstruktur baik atau buruk, pedoman umum menyarankan bahwa antara 25% dan 50% adalah yang terbaik kecuali perusahaan membutuhkan lebih banyak hutang untuk beroperasi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/safety-stock\/\"> Safety Stock: Apa dan Bagaimana Cara Menghitungnya?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Manfaat Gearing Ratio<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Oleh pemberi pinjaman<\/h3>\n\n\n\n<p>Pemberi pinjaman menggunakan rasio gearing untuk menentukan apakah akan memberikan kredit atau tidak. <\/p>\n\n\n\n<p>Mereka berada dalam bisnis menghasilkan pendapatan bunga dengan meminjamkan uang. Pemberi pinjaman mempertimbangkan rasio gearing untuk membantu menentukan kemampuan peminjam untuk membayar kembali pinjaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perusahaan rintisan dengan rasio gearing  tinggi menghadapi risiko gagal yang lebih tinggi. Kebanyakan pemberi pinjaman akan lebih memilih untuk menjauh dari klien tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, perusahaan monopoli seperti perusahaan utilitas dan energi seringkali dapat beroperasi dengan aman dengan tingkat utang yang tinggi, karena posisi industri mereka yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Oleh investor<\/h3>\n\n\n\n<p>Investor menggunakan rasio gearing untuk menentukan apakah suatu bisnis merupakan investasi yang layak. Perusahaan dengan neraca yang kuat dan rasio gearing yang rendah lebih mudah menarik investor. Investor mungkin melihat perusahaan dengan rasio gearing tinggi sebagai terlalu berisiko.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebuah perusahaan yang sangat diarahkan sudah membayar bunga dalam jumlah tinggi kepada pemberi pinjaman dan investor baru mungkin enggan untuk menginvestasikan uang mereka, karena bisnis mungkin tidak dapat membayar kembali uangnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/capital-intensity-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Capital Intensity Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Kasusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Alat perbandingan<\/h3>\n\n\n\n<p>Gearing ratio digunakan sebagai alat perbandingan untuk mengetahui kinerja satu perusahaan vs perusahaan lain dalam industri yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika digunakan sebagai perhitungan mandiri, rasio gearing perusahaan mungkin tidak berarti banyak. Membandingkan rasio gearing dari perusahaan serupa di industri yang sama memberikan data yang lebih bermakna. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, perusahaan dengan rasio gearing 60% dapat dianggap berisiko tinggi. <\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi jika pesaing utamanya menunjukkan rasio gearing 70%, dibandingkan dengan rata-rata industri sebesar 80%, perusahaan dengan rasio 60%, sebagai perbandingan, maka perusahaan iniberkinerja optimal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akun-settlement\/\">Mengenal Akun Settlement Dalam Akuntansi Secara Mendalam<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Rumus Gearing Ratio<\/h2>\n\n\n\n<p>Setiap rumus gearing ratio dihitung secara berbeda, tetapi sebagian besar rumus mencakup total utang perusahaan yang diukur terhadap variabel seperti ekuitas dan aset.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/debt-equity-ratio\/\">Rasio utang terhadap ekuitas<\/a><\/h3>\n\n\n\n<p>Mungkin metode yang paling umum untuk menghitung rasio gearing suatu bisnis adalah dengan menggunakan ukuran hutang terhadap ekuitas. Sederhananya, itu adalah hutang bisnis dibagi dengan ekuitas perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio hutang terhadap ekuitas = total hutang<strong>&nbsp;\u00f7<\/strong> total ekuitas<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio utang terhadap ekuitas dapat diubah menjadi persentase dengan mengalikan pecahan dengan 100. <\/p>\n\n\n\n<p>Ini mungkin cara yang lebih mudah untuk memahami gearing ratio perusahaan dan umumnya merupakan praktik umum.<\/p>\n\n\n\n<p>Persentase hutang terhadap ekuitas = (total hutang <strong>&nbsp;\u00f7<\/strong> total ekuitas) \u00d7 100<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Rasio utang<\/h3>\n\n\n\n<p>Rasio utang sangat mirip dengan rasio utang terhadap ekuitas, tetapi sebagai alternatif, ia mengukur total utang terhadap total aset. Rasio ini memberikan ukuran sejauh mana aset bisnis dibiayai oleh utang.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio hutang = total hutang <strong>\u00f7<\/strong> total aset<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Rasio ekuitas<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, rasio ekuitas memberikan ukuran seberapa dibiayai aset perusahaan dengan investasi pemegang saham. <\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan rasio gearing lainnya, persentase yang lebih tinggi seringkali lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ekuitas = total ekuitas <strong>&nbsp;\u00f7<\/strong> total aset<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/penetration-pricing\/\">Penetration Pricing: Pengertian, Strategi, Kelebihan, Kekurangan dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghitung Gearing Ratio<\/h2>\n\n\n\n<p>Rasio gearing dapat dihitung untuk memberikan indikasi seberapa baik kinerja bisnis. Untuk menghitung rasio hutang terhadap ekuitas, Anda harus membagi total hutang perusahaan dengan total ekuitas. <\/p>\n\n\n\n<p>Di sebagian besar rasio  gearing, semakin tinggi persentase rasio, semakin banyak risiko yang terkait dengan operasi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh menghitung rasio gearing<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Katakanlah perusahaan ABC memiliki data keuangan berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>Total Hutang: 100.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Total Ekuitas: 400.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio hutang terhadap ekuitas perusahaan ABC dapat dihitung dengan mengambil total hutang dibagi dengan total ekuitas, kemudian mengambil rasio dan mengalikannya dengan 100 untuk menyatakan rasio sebagai persentase.<\/p>\n\n\n\n<p>(100.000.000 \/ 400.000.000 ( \u00d7 100 ))<\/p>\n\n\n\n<p>= 25% rasio utang terhadap ekuitas<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/analisis-rasio-keuangan\/\">Analisis Rasio Keuangan: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Rumusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Batasan Gearing Ratio<\/h2>\n\n\n\n<p>Hasil analisis gearing ratio dapat menambah nilai perencanaan keuangan suatu perusahaan jika dibandingkan dari waktu ke waktu. Tetapi sebagai perhitungan satu kali, rasio gearing mungkin tidak memberikan arti yang sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penting juga untuk diingat bahwa meskipun hasil rasio gearing yang tinggi menunjukkan leverage keuangan yang tinggi, hal itu tidak selalu berarti bahwa perusahaan berada dalam kesulitan keuangan. <\/p>\n\n\n\n<p>Sementara perusahaan dengan rasio gearing yang lebih tinggi umumnya membawa lebih banyak risiko, entitas yang diatur seperti perusahaan utilitas umumnya beroperasi dengan tingkat utang yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>Saat melihat rasio gearing perusahaan, pastikan untuk membandingkannya dengan bisnis serupa.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Perusahaan monopoli sering juga memiliki rasio gearing yang lebih tinggi karena risiko keuangan mereka dimitigasi oleh posisi industri yang kuat. Selain itu, industri padat modal, seperti manufaktur, biasanya membiayai peralatan mahal dengan utang, yang mengarah pada gearing ratio yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk alasan ini, penting untuk mempertimbangkan industri tempat perusahaan beroperasi ketika menganalisis gearing rationya, karena industri yang berbeda memiliki standar yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/bukti-transaksi\/\">Bukti Transaksi: Pengertian, Jenis, dan Contohnya yang Wajib Diketahui<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Analisis Gearing Ratio<\/h3>\n\n\n\n<p>Analisis gearing ratio adalah aspek yang sangat penting dari analisis fundamental. <\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang kami bahas diatas, rasio ini dapat sangat berbeda antar industri, sehingga sering kali merupakan praktik terbaik untuk membandingkan rasio gearing dengan rata-rata industri, dibandingkan dengan membandingkan perusahaan dari industri atau wilayah yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Harap dicatat bahwa penggunaan hutang untuk membiayai operasi perusahaan tidak selalu merupakan hal yang buruk. <\/p>\n\n\n\n<p>Penghasilan tambahan dari pinjaman dapat membantu bisnis untuk memperluas operasinya, memasuki pasar baru dan meningkatkan penawaran bisnis, yang semuanya dapat meningkatkan profitabilitas dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, bisnis dengan gearing ratio  yang sangat rendah tidak dapat mengambil peluang ekspansi ketika suku bunga rendah, yang pada akhirnya kehilangan peluang pertumbuhan yang mungkin diambil oleh pesaing mereka. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, gearing ratio bukanlah ukuran komprehensif kesehatan bisnis dan hanya sebagian kecil dari gambaran lengkapnya. Pastikan untuk menggunakan rasio gearing sebagai bagian dari analisis fundamental Anda, tetapi bukan sebagai ukuran yang berdiri sendiri dan selalu gunakan rasio berdasarkan kasus per kasus.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-1024x1024.jpg\" alt=\"Banner 2 kledo\" class=\"wp-image-4990\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-300x300.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-150x150.jpg 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080-768x768.jpg 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Banner-2-1080.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/plowback-ratio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Plowback Ratio: Rumus, Kalkulator, dan Contoh Penghitungannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bagaimana Cara Menilai Gearing Ratio yang Baik dan yang Buruk?<\/h2>\n\n\n\n<p>Rasio gearing yang baik atau buruk sepenuhnya relatif, karena merupakan perbandingan antara perusahaan individu dan perusahaan lain dalam industri yang sama. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ada beberapa pedoman dasar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi rasio yang diinginkan dan tidak diinginkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Gearing ratio yang tinggi adalah apa pun di atas 50%<\/li>\n\n\n\n<li>Gearing ratio yang rendah adalah apa pun di bawah 25%<\/li>\n\n\n\n<li>Gearing ratio yang optimal adalah antara 25% dan 50%<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perusahaan dengan gearing ratio yang tinggi akan cenderung menggunakan pinjaman untuk membayar biaya operasional, yang berarti dapat terkena risiko yang meningkat selama krisis ekonomi atau kenaikan suku bunga. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan keuangan, dan bahkan kebangkrutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan dengan gearing ratio yang rendah umumnya akan memiliki kebiasaan belanja yang lebih konservatif atau beroperasi dalam industri siklis \u2013 industri yang lebih sensitif terhadap naik turunnya ekonomi \u2013 sehingga berusaha untuk menjaga utangnya tetap rendah. <\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan dengan rasio gearing rendah mempertahankan ini dengan menggunakan ekuitas pemegang saham untuk membayar biaya besar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan dan Kekurangan Gearing Ratio<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"461\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-1.jpg\" alt=\"gearing ratio\" class=\"wp-image-9141\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-1.jpg 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-1-300x135.jpg 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-1-768x346.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan rasio gearing<\/h3>\n\n\n\n<p>Gearing ratio merupakan ukuran yang berguna bagi lembaga keuangan yang mengeluarkan pinjaman, karena dapat digunakan sebagai pedoman risiko. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika sebuah organisasi memiliki lebih banyak hutang, ada risiko masalah keuangan dan bahkan kebangkrutan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio gearing juga merupakan cara yang nyaman bagi perusahaan itu sendiri untuk mengelola tingkat utangnya, memprediksi arus kas masa depan, dan memantau leverage-nya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kekurangan rasio gearing<\/h3>\n\n\n\n<p>Menggunakan rasio gearing perusahaan untuk mengukur struktur keuangannya memang memiliki keterbatasan. Ini karena rasio gearing. dapat mencerminkan struktur keuangan yang berisiko, tetapi belum tentu keadaan keuangan yang buruk. <\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun angka tersebut memberikan beberapa wawasan tentang keuangan perusahaan, angka tersebut harus selalu dibandingkan dengan rasio perusahaan historis dan rasio pesaing.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/conversion-rate\/\">Apa Itu Conversion Rate? Bagaimana Cara Mengitung dan Meningkatkannya?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Mengontrol dan Mengelola Gearing Ratio<\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa cara yang dapat dicoba oleh perusahaan untuk secara tidak langsung mengelola dan mengendalikan gearing ratio pada bisnis, biasanya dengan manajemen laba, utang, dan biaya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Manajemen utang<\/h3>\n\n\n\n<p>Mungkin yang paling jelas adalah manajemen utang. Jika sebuah perusahaan mengelola hutangnya secara efisien, mereka harus dapat mengurangi rasio gearing mereka.<\/p>\n\n\n\n<p> Perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk melunasi hutang mereka dan dengan demikian, dikenakan bunga lebih sedikit dalam jangka panjang. <\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan juga dapat memanfaatkan skema manajemen utang untuk menghindari mengambil lebih banyak pinjaman. Selain itu, perusahaan harus berusaha untuk menegosiasikan kembali persyaratan utang dalam upaya untuk mengurangi kewajiban jangka panjang<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Meningkatkan keuntungan<\/h3>\n\n\n\n<p>Meningkatkan keuntungan akan membantu meningkatkan harga saham dan dengan demikian, ekuitas pemegang saham. Sebaliknya, terkadang mengambil pinjaman, dalam hal ini, dapat membantu bisnis menjadi lebih menguntungkan dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengurangi biaya<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengurangan biaya akan mengurangi kewajiban dan oleh karena itu meningkatkan rasio gearing. Mengurangi biaya dapat mencakup apa saja mulai dari menegosiasikan kembali persyaratan pinjaman, meningkatkan efisiensi bisnis, dan memperkenalkan kontrol biaya dasar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p>Itulah pembahasan lengkap mengenai gearing ratio pada bisnis, cara menghitung dan tips mengelolanya dalam bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p>Mengetahui rasio keuangan dan cara menghitungnya adalah hal penting bagi Anda untuk membuat keputusan bisnis terbaik<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk memudahkan Anda dalam melakukan analisis dan penghitungan rasio keuangan, pastikan Anda mendapatkan data keuangan yang faktual dan sesuai keadaan bisnis Anda sebenarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk proses yang lebih mudah dan praktis, Anda bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/kledo.com\/\">software akuntansi <\/a>seperti Kledo yang memiliki fitur terlengkap dengan harga terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya 4500 perhari, Anda bisa melakukan proses pembukuan, mengelola purchasing, multi pengguna dan gudang, manajemen stok dan persediaan, otomasi lebih dari 30 jenis laporan keuangan, dan masih banyak lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi tunggu apalagi? Anda bisa menggunakan software akuntansi Kledo secara gratis selama 14 hari atau selamanya melalui <strong><a href=\"https:\/\/kledo.com\/daftar\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=banner+blog&amp;utm_campaign=blog+kledo&amp;utm_id=banner\">tautan ini.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gearing ratio atau rasio gearing memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan mendanai operasinya, relatif terhadap utang dan ekuitas. Menggunakan gearing ratio sebagai bagian dari strategi analisis fundamental perdagangan Anda membantu memberikan rasio keuangan penting yang dapat digunakan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas. Lanjutkan membaca artikel ini untuk mempelajari tentang apa itu gearing ratio dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":9138,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[3200,3203,3206,3199,3202,3205,3204,105,3201,756],"class_list":["post-9086","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-apa-itu-gearing-ratio","tag-cara-hitung-gearing-ratio","tag-cara-kelola-gearing-ratio","tag-gearing-ratio","tag-gearing-ratio-adalah","tag-kekurangan-gearing-ratio","tag-kelebihan-gearing-ratio","tag-kledo","tag-pengertian-gearing-ratio","tag-software-akuntansi-kledo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Lanjutkan membaca artikel ini untuk mempelajari tentang apa itu gearing ratio dan bagaimana rasio inidapat mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Lanjutkan membaca artikel ini untuk mempelajari tentang apa itu gearing ratio dan bagaimana rasio inidapat mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-12-01T00:16:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-06T03:24:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-01.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya\",\"datePublished\":\"2021-12-01T00:16:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-06T03:24:30+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/\"},\"wordCount\":1705,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/gearing-ratio-01.png\",\"keywords\":[\"apa itu gearing ratio\",\"cara hitung gearing ratio\",\"cara kelola gearing ratio\",\"gearing ratio\",\"gearing ratio adalah\",\"kekurangan gearing ratio\",\"kelebihan gearing ratio\",\"kledo\",\"pengertian gearing ratio\",\"software akuntansi kledo\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/\",\"name\":\"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/gearing-ratio-01.png\",\"datePublished\":\"2021-12-01T00:16:28+00:00\",\"dateModified\":\"2025-05-06T03:24:30+00:00\",\"description\":\"Lanjutkan membaca artikel ini untuk mempelajari tentang apa itu gearing ratio dan bagaimana rasio inidapat mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/gearing-ratio-01.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/11\\\/gearing-ratio-01.png\",\"width\":1500,\"height\":750,\"caption\":\"gearing ratio\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/gearing-ratio\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/scholar.google.com\\\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en\",\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya","description":"Lanjutkan membaca artikel ini untuk mempelajari tentang apa itu gearing ratio dan bagaimana rasio inidapat mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya","og_description":"Lanjutkan membaca artikel ini untuk mempelajari tentang apa itu gearing ratio dan bagaimana rasio inidapat mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2021-12-01T00:16:28+00:00","article_modified_time":"2025-05-06T03:24:30+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":750,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-01.png","type":"image\/png"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya","datePublished":"2021-12-01T00:16:28+00:00","dateModified":"2025-05-06T03:24:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/"},"wordCount":1705,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-01.png","keywords":["apa itu gearing ratio","cara hitung gearing ratio","cara kelola gearing ratio","gearing ratio","gearing ratio adalah","kekurangan gearing ratio","kelebihan gearing ratio","kledo","pengertian gearing ratio","software akuntansi kledo"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/","name":"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-01.png","datePublished":"2021-12-01T00:16:28+00:00","dateModified":"2025-05-06T03:24:30+00:00","description":"Lanjutkan membaca artikel ini untuk mempelajari tentang apa itu gearing ratio dan bagaimana rasio inidapat mendukung pengambilan keputusan dalam bisnis","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-01.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/gearing-ratio-01.png","width":1500,"height":750,"caption":"gearing ratio"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/gearing-ratio\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gearing Ratio: Pengertian, Manfaat, Cara Hitung, dan Tips Mengaturnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/scholar.google.com\/citations?user=xnKOMmAAAAAJ&amp;hl=en","https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9086","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9086"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9086\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36232,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9086\/revisions\/36232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9086"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9086"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9086"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}