{"id":9871,"date":"2026-09-16T13:53:02","date_gmt":"2026-09-16T06:53:02","guid":{"rendered":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?p=9871"},"modified":"2026-09-16T13:53:11","modified_gmt":"2026-09-16T06:53:11","slug":"metode-penilaian-persediaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/","title":{"rendered":"Metode Penilaian Persediaan: FIFO, LIFO, dan WAC, Mana yang Terbaik?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memilih metode penilaian persediaan penting bagi setiap bisnis yang memiliki persediaan barang. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode penilaian persediaan menentukan nilai stok yang tercatat dan Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam laporan keuangan serta bisa memengaruhi besar kecilnya laba dan pajak bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masalahnya, harga barang yang dibeli tidak selalu sama. Misalnya, Anda membeli produk seharga Rp20.000 pada awal bulan, lalu membeli produk yang sama seharga Rp23.000 beberapa minggu kemudian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat produk tersebut terjual, harga mana yang harus digunakan untuk menghitung HPP?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas jenis metode penilaian persediaan dan menentukan metode yang sesuai dengan jenis persediaan, pola pembelian, serta kebutuhan bisnis.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Metode Penilaian Persediaan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penilaian persediaan adalah proses menentukan nilai barang yang masih tersedia di gudang pada akhir periode serta nilai barang yang sudah terjual. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses ini terjadi karena harga pembelian persediaan dapat berbeda-beda, terutama ketika waktu pembelian barangnya berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode penilaian persediaan digunakan untuk menentukan biaya mana yang dianggap sebagai <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/kalulator-hpp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Harga Pokok Penjualan (HPP)<\/a> dan berapa nilai persediaan yang masih tercatat sebagai aset. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, Anda membeli 100 unit barang seharga Rp20.000 per unit, kemudian membeli 100 unit lagi seharga Rp22.000. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika sebagian barang terjual, metode yang digunakan akan menentukan biaya yang dibebankan sebagai HPP dan nilai barang yang masih tersimpan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, hasil utama dari penilaian persediaan adalah nilai persediaan akhir dan HPP. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya akan memengaruhi laba yang dilaporkan dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\" noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp\" alt=\"kledo banner 1\" class=\"wp-image-37161\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-1024x1024.webp 1024w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-300x300.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-150x150.webp 150w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1-768x768.webp 768w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/kledo-banner-1.webp 1080w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/nilai-persediaan-awal-tahun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Nilai Persediaan Awal Tahun dan Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Mengapa Metode Penilaian Persediaan Penting untuk Bisnis Anda?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode penilaian persediaan memengaruhi cara bisnis mencatat stok, memengaruhi HPP, laba, pajak, hingga keputusan bisnis sehari-hari. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut penjelasan lengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Membantu menentukan harga jual dan mengelola stok<\/strong>: Nilai persediaan dan HPP membantu Anda mengetahui biaya sebenarnya untuk menyediakan produk. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk menetapkan harga jual, menghitung margin, mengevaluasi keuntungan setiap produk, dan menentukan kapan perlu melakukan <em>restock.<\/em><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memengaruhi Harga Pokok Penjualan (HPP)<\/strong>: Metode yang berbeda dapat menghasilkan nilai HPP yang berbeda. HPP yang lebih tinggi berarti biaya yang dibebankan ke penjualan juga lebih besar. Sebaliknya, HPP yang lebih rendah dapat membuat laba kotor terlihat lebih tinggi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berdampak pada laba bersih<\/strong>: Karena HPP menjadi salah satu pengurang pendapatan, perubahan nilai HPP akan memengaruhi laba. Artinya, pilihan metode penilaian persediaan dapat membuat laba yang dilaporkan terlihat berbeda meskipun jumlah barang yang terjual sebenarnya sama.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berpengaruh pada kewajiban pajak<\/strong>: Perubahan laba sebelum pajak dapat memengaruhi besarnya pajak yang harus dibayar, sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Karena itu, bisnis perlu menggunakan metode penilaian persediaan secara konsisten dan sesuai standar akuntansi serta aturan pajak yang berlaku.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/akuntansi-persediaan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Akuntansi Persediaan: Pengertian, Jenis Valuasi, dan Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Saja Jenis Metode Penilaian Persediaan?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"716\" height=\"447\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-1.webp\" alt=\"metode penilaian persediaan 1\" class=\"wp-image-50835\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-1.webp 716w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-1-300x187.webp 300w\" sizes=\"(max-width: 716px) 100vw, 716px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menentukan biaya persediaan, tetapi tidak semuanya diperbolehkan dalam standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam <a href=\"https:\/\/web.iaiglobal.or.id\/PSAK-Umum\/16#gsc.tab=0\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PSAK 202<\/a> tentang Persediaan, metode yang umum digunakan antara lain FIFO dan rata-rata tertimbang, sedangkan metode LIFO (Last In, First Out) tidak diperbolehkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Metode FIFO (First In, First Out)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">FIFO (First In, First Out) atau masuk pertama, keluar pertama adalah metode yang menganggap barang yang pertama kali dibeli merupakan barang yang pertama kali dijual. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan metode ini, barang yang masih tersimpan di gudang berarti dianggap barang yang lebih baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode ini mudah diterapkan pada bisnis yang menjual barang berdasarkan urutan masuk, seperti supermarket, toko bahan makanan, atau bisnis retail. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode ini juga cocok untuk barang yang mudah rusak atau memiliki masa simpan terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Contoh perhitungan FIFO<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, sebuah toko membeli produk sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 25%;\">Tanggal<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Pembelian<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Harga per Unit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Total<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">1 September<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">100 unit<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 20.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 2.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">10 September<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">100 unit<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 22.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 2.200.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 15 September, toko menjual 120 unit. Dengan FIFO, 100 unit pertama dihitung menggunakan harga Rp20.000, kemudian 20 unit berikutnya menggunakan harga Rp22.000.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HPP:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>100 unit \u00d7 Rp20.000 = Rp2.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>20 unit \u00d7 Rp22.000 = Rp440.000<\/li>\n\n\n\n<li>Total HPP = Rp2.440.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, persediaan akhir adalah 80 unit dari pembelian 10 September: 80 unit \u00d7 Rp22.000 <strong>= Rp1.760.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, dari total 200 unit yang tersedia, 120 unit menjadi HPP dan 80 unit menjadi persediaan akhir.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan FIFO:<\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Relatif mudah dipahami dan diterapkan.<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/persediaan-akhir\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Nilai persediaan akhir<\/a> lebih mendekati harga pembelian terbaru.<\/li>\n\n\n\n<li>Cocok untuk bisnis yang menjual barang berdasarkan urutan masuk.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kekurangan FIFO:<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bisnis perlu memiliki pencatatan pembelian dan stok yang rapi agar perhitungan setiap lapisan persediaan tetap akurat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika harga barang terus meningkat, HPP cenderung menggunakan harga pembelian yang lebih lama sehingga laba yang dilaporkan dapat terlihat lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/lifo-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Metode LIFO <\/a>(Last In, First Out)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">LIFO (Last In, First Out) adalah metode penilaian persediaan yang menganggap barang yang terakhir dibeli sebagai barang yang pertama kali dijual. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan asumsi ini, barang yang lebih lama dibeli akan tetap tercatat sebagai persediaan akhir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, sebuah toko membeli produk dalam dua tahap:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 25%;\">Tanggal<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Pembelian<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Harga per Unit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Total<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">1 September<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">100 unit<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 20.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 2.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">10 September<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">100 unit<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 22.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 2.200.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika toko menjual 120 unit pada 15 September, dengan LIFO, 100 unit terakhir yang dibeli digunakan terlebih dahulu. Perhitungannya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>100 unit \u00d7 Rp22.000 = Rp2.200.000<\/li>\n\n\n\n<li>20 unit \u00d7 Rp20.000 = Rp400.000<\/li>\n\n\n\n<li>Total HPP = Rp2.600.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persediaan akhirnya adalah 80 unit dari pembelian pertama:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">80 unit \u00d7 Rp20.000 = Rp1.600.000<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, LIFO tidak diperbolehkan di Indonesia dalam PSAK 202 tentang Persediaan. PSAK 202 merupakan standar yang berlaku untuk persediaan dan sebelumnya dikenal sebagai PSAK 14. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam SAK Indonesia, rumus biaya yang digunakan untuk persediaan yang dapat dipertukarkan adalah FIFO dan rata-rata tertimbang; LIFO tidak termasuk pilihan yang diperbolehkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena itu, contoh di atas hanya untuk kepentingan edukasi, dan bukan sebagai rekomendasi metode yang bisa Anda pilih.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-average-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Metode Average<\/a> (Weighted Average\/Rata-Rata Tertimbang)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Weighted average<\/em> atau metode rata-rata tertimbang menentukan biaya persediaan berdasarkan rata-rata biaya seluruh unit yang tersedia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, ketika barang yang sama dibeli dengan harga berbeda, biaya persediaannya tidak mengikuti harga pembelian tertentu, tetapi menggunakan biaya rata-rata.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Misalnya, sebuah toko memiliki transaksi berikut:<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600; width: 25%;\">Tanggal<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Pembelian<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Harga\/Unit<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 25%;\">Nilai<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">1 September<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">100 unit<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 20.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 2.000.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">10 September<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">100 unit<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 22.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 2.200.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center; font-weight: 600;\">Total<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">200 unit<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: center;\">&#8211;<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600;\">Rp 4.200.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rata-rata biaya per unit: Rp4.200.000 \u00f7 200 unit = Rp21.000 per unit<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika toko menjual 120 unit, maka:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>HPP = 120 \u00d7 Rp21.000 = Rp2.520.000<\/li>\n\n\n\n<li>Persediaan akhir = 80 \u00d7 Rp21.000 = Rp1.680.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode rata-rata tertimbang dapat digunakan dalam <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-perpetual-dan-periodik\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sistem periodik maupun perpetual. <\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada sistem periodik, rata-rata biaya dihitung berdasarkan persediaan awal dan seluruh pembelian selama periode, lalu digunakan untuk menentukan HPP dan persediaan akhir. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada sistem perpetual, biaya rata-rata diperbarui setiap kali ada pembelian sehingga sering disebut <em><a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/moving-average\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">moving average.<\/a><\/em> <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">IAI juga memberikan contoh penerapan rata-rata tertimbang secara perpetual untuk menentukan HPP ketika terjadi penjualan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kelebihan metode <em>average:<\/em><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghasilkan biaya per unit yang lebih stabil ketika harga pembelian sering berubah.<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih sederhana daripada melacak setiap lapisan harga pembelian.<\/li>\n\n\n\n<li>Cocok untuk bisnis dengan banyak transaksi pembelian barang yang sejenis.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Kekurangan metode <em>average:<\/em><\/h4>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nilai HPP dan persediaan akhir tidak secara langsung mencerminkan harga pembelian terbaru.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada sistem perpetual, perhitungan <em>moving average<\/em> perlu diperbarui setiap ada transaksi pembelian agar nilai persediaan tetap akurat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/fifo-lifo-average\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Fifo, Lifo dan Average: Pengertian Lengkap dan Perbedaannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Dampak Metode Penilaian Persediaan terhadap Laporan Keuangan?<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-2.webp\" alt=\"metode penilaian persediaan 2\" class=\"wp-image-50833\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-2.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-2-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-2-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode penilaian persediaan yang Anda pilih bisa membuat hasil laporan keuangan berbeda meskipun jumlah barang yang dibeli dan dijual sama. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaannya terutama terlihat pada nilai persediaan akhir, HPP, dan laba. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menggunakan contoh sebelumnya, sebuah toko membeli 100 unit dengan harga Rp20.000 dan 100 unit dengan harga Rp22.000. Kemudian, toko menjual 120 unit.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 34%;\">Metode<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 33%;\">HPP<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right; font-weight: 600; width: 33%;\">Persediaan Akhir<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">FIFO<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 2.440.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 1.760.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">LIFO*<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 2.600.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 1.600.000<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Average<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 2.520.000<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: right;\">Rp 1.680.000<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">*LIFO hanya digunakan sebagai ilustrasi perbandingan dan tidak diperbolehkan dalam PSAK 202.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan tersebut memengaruhi laporan keuangan dalam beberapa cara:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kewajiban pajak<\/strong>: Perubahan laba dapat memengaruhi dasar penghitungan pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. <\/li>\n\n\n\n<li><strong>Nilai persediaan di <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-neraca-keuangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">neraca<\/a><\/strong>: FIFO menghasilkan persediaan akhir Rp1.760.000, sedangkan Average Rp1.680.000. Artinya, metode yang berbeda dapat menghasilkan nilai aset persediaan yang berbeda.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>HPP di <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/laporan-laba-rugi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">laporan laba rugi<\/a><\/strong>: FIFO menghasilkan HPP paling rendah, yaitu Rp2.440.000. Average menghasilkan Rp2.520.000. Semakin tinggi HPP, semakin kecil laba kotor jika penjualan tetap sama.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laba bersih<\/strong>: Jika menggunakan metode dengan HPP lebih rendah, laba sebelum pajak cenderung lebih tinggi. Sebaliknya, HPP yang lebih tinggi akan menekan laba.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/highest-in-first-out-hifo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Penjelasan Highest In, First Out (HIFO) dalam Manajemen Persediaan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tips Memilih Metode Penilaian Persediaan untuk Bisnis Anda<\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-3.webp\" alt=\"metode penilaian persediaan 3\" class=\"wp-image-50834\" srcset=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-3.webp 1000w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-3-300x200.webp 300w, https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/metode-penilaian-persediaan-3-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebaiknya, pilihlah metode penilaian persediaan yang sesuai dengan jenis barang, skala usaha, kebutuhan pelaporan, dan sistem pencatatan yang Anda gunakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk bisnis di Indonesia yang mengikuti PSAK, pilihan utamanya adalah FIFO dan rata-rata tertimbang (Average).<\/p>\n\n\n\n<div style=\"overflow-x: auto; margin: 15px 0;\">\n  <table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; font-family: sans-serif; font-size: 14px; line-height: 1.5; color: #333333;\">\n    <thead>\n      <tr style=\"background-color: #4777F3; color: #ffffff;\">\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 30%;\">Kondisi Bisnis<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 25%;\">Metode yang Dapat Dipertimbangkan<\/th>\n        <th style=\"padding: 12px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600; width: 45%;\">Alasannya<\/th>\n      <\/tr>\n    <\/thead>\n    <tbody>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Menjual makanan, minuman, atau barang dengan masa simpan terbatas<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">FIFO<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Barang yang lebih dulu dibeli dapat dianggap lebih dulu keluar sehingga sesuai dengan aliran stok bisnis.<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Menjual barang yang harga belinya sering berubah<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Average<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Biaya rata-rata membuat perubahan harga tidak terlalu memengaruhi HPP secara langsung.<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Bisnis retail dengan banyak jenis dan transaksi barang<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">FIFO atau Average<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pilih metode yang paling mudah diterapkan secara konsisten pada sistem pencatatan.<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #f9fbfd;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">UMKM dengan pencatatan persediaan sederhana<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Average<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Perhitungannya relatif sederhana karena menggunakan biaya rata-rata barang sejenis.<\/td>\n      <\/tr>\n      <tr style=\"background-color: #ffffff;\">\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left; font-weight: 600;\">Bisnis yang sudah menggunakan software akuntansi<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">FIFO atau Average<\/td>\n        <td style=\"padding: 10px 15px; border: 1px solid #e0e0e0; text-align: left;\">Pertimbangkan metode yang dapat didukung sistem dan menghasilkan pencatatan stok yang konsisten.<\/td>\n      <\/tr>\n    <\/tbody>\n  <\/table>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, perhatikan kebutuhan pelaporan pajak dan laporan keuangan bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pilih metode yang bisa Anda terapkan secara konsisten dan sesuai standar akuntansi serta ketentuan perpajakan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Baca Juga:<a href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/rumus-hpp\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> Variasi Rumus HPP, Cara Hitung, dan Contoh Kasusnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode penilaian persediaan membantu bisnis menentukan nilai persediaan akhir dan HPP secara lebih tepat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">FIFO menganggap barang yang lebih dulu dibeli sebagai barang yang lebih dulu terjual, sedangkan Average menggunakan biaya rata-rata untuk menentukan nilai persediaan dan HPP. LIFO juga dapat digunakan sebagai ilustrasi perhitungan, tetapi tidak diperbolehkan dalam PSAK 202.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena setiap metode dapat memberikan hasil berbeda pada HPP, laba, dan nilai persediaan, pilih metode yang sesuai dengan jenis barang, pola pembelian, skala bisnis, dan sistem pencatatan Anda. Pastikan penerapannya juga konsisten dan mengikuti PSAK serta ketentuan perpajakan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan fitur manajemen inventori dari<a href=\"https:\/\/kledo.com\/software-akuntansi-gratis\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"> software akuntansi <\/a>Kledo, Anda dapat mencatat dan memantau persediaan dengan lebih praktis sehingga pengelolaan stok dan laporan keuangan bisnis menjadi lebih rapi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/kledo.com\/?ref=BusinessTips\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Coba Kledo<\/a> sekarang lewat tautan ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memilih metode penilaian persediaan penting bagi setiap bisnis yang memiliki persediaan barang. Metode penilaian persediaan menentukan nilai stok yang tercatat dan Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam laporan keuangan serta bisa memengaruhi besar kecilnya laba dan pajak bisnis. Masalahnya, harga barang yang dibeli tidak selalu sama. Misalnya, Anda membeli produk seharga Rp20.000 pada awal bulan, lalu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":50850,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[360],"tags":[3724,3728,3725,3722,105,3726,1775,3721,3723,756,1264,3727],"class_list":["post-9871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-panduan-akuntansi","tag-cara-hitung-penilaian-persediaan","tag-contoh-metode-penilaian-persediaan","tag-fifo","tag-jenis-metode-penilaian-persediaan","tag-kledo","tag-lifo","tag-manajemen-persediaan","tag-metode-penilaian-persediaan","tag-pengertian-metode-penilaian-persediaan","tag-software-akuntansi-kledo","tag-tips-akuntansi","tag-wac"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Metode Penilaian Persediaan: Tips Memilih FIFO, LIFO, dan WAC<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pada artikel ini, kita membahas apa itu metode penilaian persediaan, jenis apa yang paling banyak digunakan, tips memilih metode yang paling tepat untuk\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Metode Penilaian Persediaan: Tips Memilih FIFO, LIFO, dan WAC\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada artikel ini, kita membahas apa itu metode penilaian persediaan, jenis apa yang paling banyak digunakan, tips memilih metode yang paling tepat untuk\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kledo Blog\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-16T06:53:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-16T06:53:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sugi priharto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sugi priharto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"sugi priharto\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\"},\"headline\":\"Metode Penilaian Persediaan: FIFO, LIFO, dan WAC, Mana yang Terbaik?\",\"datePublished\":\"2026-09-16T06:53:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-16T06:53:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/\"},\"wordCount\":1586,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp\",\"keywords\":[\"cara hitung penilaian persediaan\",\"contoh metode penilaian persediaan\",\"FIFO\",\"jenis metode penilaian persediaan\",\"kledo\",\"LIFO\",\"manajemen persediaan\",\"metode penilaian persediaan\",\"pengertian metode penilaian persediaan\",\"software akuntansi kledo\",\"tips akuntansi\",\"WAC\"],\"articleSection\":[\"Panduan Akuntansi\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/\",\"name\":\"Metode Penilaian Persediaan: Tips Memilih FIFO, LIFO, dan WAC\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp\",\"datePublished\":\"2026-09-16T06:53:02+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-16T06:53:11+00:00\",\"description\":\"Pada artikel ini, kita membahas apa itu metode penilaian persediaan, jenis apa yang paling banyak digunakan, tips memilih metode yang paling tepat untuk\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp\",\"width\":1200,\"height\":600,\"caption\":\"metode penilaian persediaan banner\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/metode-penilaian-persediaan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metode Penilaian Persediaan: FIFO, LIFO, dan WAC, Mana yang Terbaik?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Kledo Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"Kledo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/logo-color-kledo-front.png\",\"width\":132,\"height\":70,\"caption\":\"Kledo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/kledocom\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/kledocom\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/kledo\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/kledoCom\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2\",\"name\":\"sugi priharto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sugi priharto\"},\"description\":\"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/id.linkedin.com\\\/in\\\/sugipriharto\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/kledo.com\\\/blog\\\/author\\\/sugipriharto\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Metode Penilaian Persediaan: Tips Memilih FIFO, LIFO, dan WAC","description":"Pada artikel ini, kita membahas apa itu metode penilaian persediaan, jenis apa yang paling banyak digunakan, tips memilih metode yang paling tepat untuk","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Metode Penilaian Persediaan: Tips Memilih FIFO, LIFO, dan WAC","og_description":"Pada artikel ini, kita membahas apa itu metode penilaian persediaan, jenis apa yang paling banyak digunakan, tips memilih metode yang paling tepat untuk","og_url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/","og_site_name":"Kledo Blog","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","article_published_time":"2026-09-16T06:53:02+00:00","article_modified_time":"2026-09-16T06:53:11+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":600,"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp","type":"image\/webp"}],"author":"sugi priharto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"sugi priharto","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/"},"author":{"name":"sugi priharto","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2"},"headline":"Metode Penilaian Persediaan: FIFO, LIFO, dan WAC, Mana yang Terbaik?","datePublished":"2026-09-16T06:53:02+00:00","dateModified":"2026-09-16T06:53:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/"},"wordCount":1586,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp","keywords":["cara hitung penilaian persediaan","contoh metode penilaian persediaan","FIFO","jenis metode penilaian persediaan","kledo","LIFO","manajemen persediaan","metode penilaian persediaan","pengertian metode penilaian persediaan","software akuntansi kledo","tips akuntansi","WAC"],"articleSection":["Panduan Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/","name":"Metode Penilaian Persediaan: Tips Memilih FIFO, LIFO, dan WAC","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp","datePublished":"2026-09-16T06:53:02+00:00","dateModified":"2026-09-16T06:53:11+00:00","description":"Pada artikel ini, kita membahas apa itu metode penilaian persediaan, jenis apa yang paling banyak digunakan, tips memilih metode yang paling tepat untuk","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/#primaryimage","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/metode-penilaian-persediaan-banner.webp","width":1200,"height":600,"caption":"metode penilaian persediaan banner"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/metode-penilaian-persediaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kledo.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metode Penilaian Persediaan: FIFO, LIFO, dan WAC, Mana yang Terbaik?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","name":"Kledo Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kledo.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#organization","name":"Kledo","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","contentUrl":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/logo-color-kledo-front.png","width":132,"height":70,"caption":"Kledo"},"image":{"@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/kledocom","https:\/\/www.instagram.com\/kledocom\/","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/kledo\/","https:\/\/www.youtube.com\/c\/kledoCom"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kledo.com\/blog\/#\/schema\/person\/e3dc6212c1e97af8857df71d958e80f2","name":"sugi priharto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/43eea581b42a21af5ce4cd6e69a64d435aa87c92fc79b7563ee66425bdf14d0f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sugi priharto"},"description":"8 tahun pengalaman di dunia digital marketing dan penulisan terkait bisnis, pemasaran, keuangan, dan akuntansi.","sameAs":["https:\/\/id.linkedin.com\/in\/sugipriharto"],"url":"https:\/\/kledo.com\/blog\/author\/sugipriharto\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9871"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50873,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9871\/revisions\/50873"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50850"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kledo.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}