Rekap Cakap#1 Kledo: Bisnis yang Sehat, Bukan Sekadar Laku

rekap cakap kledo banner

Kledo menyelenggarakan acara mini class pertama atau Cakap (Cafe & Kelas Akuntansi Praktis) yang bertajuk “Ngurus Bisnis:  Bukan Cuma Laku, Tapi Sehat”.

Acara Cakap Kledo ini diselenggarakan secara offline di Nyore Coffee & Sace, Yogyakarta, dengan menghadirkan dua narasumber berpengalaman: Kak Angkik Dwi Aryani, S. M selaku Direktur ADY Group dan Dhenayu T. Hendrik selaku Senior Consultant.

Tentang Kledo: Kledo adalah software akuntansi yang dirancang untuk membantu usaha kecil hingga menengah dalam mengelola keuangan. Kledo membantu mencatat transaksi otomatis, membuat laporan keuangan, hingga mengelola persediaan.

Tentang ADY Group: ADY Group adalah sebuah ekosistem bisnis yang memiliki 3 unit usaha, yaitu Rumah Belajar Angkik DY, Angkik DY Elektronik, dan Koperasi Angkik DY.

Indikator Bisnis yang Maju Tetapi Tidak Sehat

Banyak bisnis yang terlihat maju dan ramai di luar, namun ternyata semua itu membuat pemiliknya cepat kelelahan.

Tanda-tandanya:

  • Pemilik bisnis memegang dan mengelola segala aspek bisnis
  • Jika pemilik berhenti, maka bisnis juga ikut berhenti
  • Rasa lelah pemilik bisnis dianggap sebagai hal yang normal, bahkan kewajiban
  • Meski banyak pendapatan, tapi tenaga pemilik juga cepat habis.

Hal seperti ini sering terjadi pada pemilik yang kurang berpengalaman dalam mengelola bisnisnya.

Idealnya, bisnis bisa berjalan meski owner terkadang tidak hadir. Lalu, bisnis seharusnya juga memiliki sistem yang konsisten agar hidup pemilik tidak selamanya berkutat pada bisnis.

cakap kledo 1

Baca Juga: Rekap Webinar: Sustainable Fashion untuk UMKM: Dari Tren Global ke Pasar Lokal

Studi Kasus Bisnis yang Tidak Sehat

Anggaplah awalnya Anda memiliki bisnis jasa seperti rumah belajar yang ramai. Karena begitu ramainya, pemilik bisnis yang harus mengelola segala hal pun menjadi cepat lelah.

Pemilik bisnis harus terus berkomunikasi dengan klien, seperti menjawab pertanyaan bahkan di luar jam kerja. Semua itu dilakukan sendiri tanpa ada pembagian tugas ke karyawan lain.

Bisnis ini ramai, tapi akan sulit berkelanjutan karena terlalu bergantung pada pemilik bisnis.

Karena itu, pemilik pun menciptakan beberapa perubahan kecil, seperti:

  • Menaikkan tarif sedikit, tujuannya agar bisnis bisa memutar pendapatan ekstra yang didapatkan untuk meningkatkan pelayanan dan sistem yang ada.
  • Membatasi jam respon, sehingga bisnis menciptakan boundary kerja yang sehat
  • Delegasi tugas, yaitu pemilik membagikan tugas kepada karyawan lain, sehingga bisnis tidak bergantung pada pemilik saja.

Baca Juga: Rekap Webinar: Scale Up Bisnis Melalui Kemitraan dan Digitalisasi

Bisnis yang Selalu Laku, tapi Keuangannya Tidak Sehat

Banyak bisnis yang terlihat laku keras, bahkan omzet bulannya tergolong fantastis. Namun, entah kenapa, dompet pemilik bisnis tetap tipis.

Misalnya, omzet bisnis A Rp30 juta per bulan. Kedengarannya besar, kan? Namun setelah dihitung, ternyata belanja bahan, gaji karyawan, biaya sewa dan listrik, serta biaya lainnya mencapai Rp31 juta.

Artinya, bisnis bukannya untung, tapi justru buntung.

Ini adalah ciri-ciri bisnis yang laku tetapi tidak sehat:

  • Omzet tinggi, tetapi tidak tahu laba bersih
  • Harga jual ditentukan pasar, bukan berdasarkan hitungan
  • Banyak biaya tersembunyi
  • Uang bisnis yang campur dengan uang pribadi

Baca Juga: Rekap Webinar Kledo x Brothway: Dapur Sehat, Bisnis Hebat

Pencatatan Keuangan Sederhana agar Bisnis Tetap Sehat

cakap kledo 2

Lalu, bagaimana solusi untuk permasalahan di atas? Mudah sekali:

  • Catat uang masuk dan uang keluar
  • Lihat laba rugi bisnis
  • Buat keputusan berdasarkan data yang ada. Misalnya, apakah bisnis perlu menaikkan harga atau tidak, apakah aman menambah karyawan, atau apa ada biaya yang harus ditekan.

Contoh:

Anda menjalankan usaha rice bowl. Rata-rata per harinya Anda berhasil menjual 25 porsi dengan harga per porsi Rp22.000.

Artinya, pendapatan masuk hari ini adalah 25 x 22.000 = Rp550.000

Sementara itu, untuk membuat 1 porsi rice bowl, biaya pengeluaran Anda (mencakup kemasan, bahan baku, dll) adalah Rp17.000.

Artinya, biaya pengeluaran adalah 25 x 17.000 = Rp425.000

Sisa laba bersih = Rp550.000 – Rp425.000 = Rp125.000

Artinya, perkiraan bulanan pendapatan Anda adalah Rp125.000 x 30 = Rp3.750.000 per bulan.

Baca Juga: Rekap Webinar: Kledo X Disera Tentang Personal Branding untuk Bisnis

Kesimpulan

Acara mini class ini memberikan wawasan yang penting bagi pengusaha dan pemilik bisnis dalam membangun bisnis yang sehat secara sistem dan juga sehat secara keuangan.

Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bagi para pengusaha di area Yogyakarta untuk saling bertemu dan menjalin relasi.

Nantikan acara mini class Kledo selanjutnya dan dapatkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk membantu mengembangkan bisnis Anda!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

seventeen − nine =