Buat pricing strategy lebih baik dengan menghitung HPP lebih detail menggunakan kalkulator HPP gratis dari Kledo.
Total Estimasi
Harga Pokok Penjualan atau HPP adalah biaya langsung untuk memproduksi barang yang dijual oleh bisnis. Istilah HPP bisa berbeda-beda tergantung industri. Misalnya di pabrik manufaktur, konsep HPP adalah Harga Pokok Produksi atau COGM (Cost of Goods Manufactured)..
Sementara itu, di perusahaan jasa, istilahnya adalah Cost of Revenue, yang akan kami bahas nanti. Apa saja yang termasuk biaya untuk menghitung HPP?
Termasuk bahan fisik yang digunakan untuk membuat produk. Bagi bisnis retail, contohnya adalah barang grosir yang dibeli untuk dijual kembali. Bagi penjual nasi goreng, contohnya adalah beras, daging, bawang, dan minyak untuk memasak.
Yaitu upah karyawan yang secara aktif memproduksi atau menyiapkan produk untuk dijual. Ini tidak termasuk pekerja yang tidak terkait langsung dengan produksi seperti kasir.
Jika produk harus dikemas sebelum dijual, maka biaya tersebut dihitung dalam Harga Pokok Penjualan.
Biaya transportasi untuk mendapatkan bahan atau inventaris ke bisnis Anda dihitung sebagai HPP. Misalnya, biaya pengiriman bahan baku dari pemasok.
Ini termasuk pengeluaran yang mendukung proses produksi, seperti peralatan yang digunakan secara eksklusif untuk membuat produk, utilitas pabrik yang terkait dengan produksi, atau alat-alat kecil yang dikonsumsi selama produksi.
Disini kami akan memberikan 2 variasi rumus hpp yaitu penghitungan HPP berdasarkan persediaan dan penghitungan HPP per produk.
Metode ini umum digunakan perusahaan dagang untuk menghitung total HPP selama satu periode (bulanan/tahunan).
Rumusnya adalah:
HPP = Persediaan Awal + Pembelian – Persediaan Akhir
Komponen:
Untuk menghitung HPP per unit atau per produk, Anda perlu menjumlahkan seluruh biaya produksi yang melekat pada produk tersebut.
Rumusnya adalah:
HPP per unit = Total biaya produksi / Jumlah unit yang diproduksi
Komponen Biaya Produksi:
HPP yang dihitung berdasarkan keseluruhan persediaan atau total inventory dalam periode tertentu dan menggunakan pendekatan agregat/menyeluruh.
Karakteristik:
HPP yang dihitung untuk setiap produk atau jenis barang secara individual dan enggunakan pendekatan itemized/terperinci.
Karakteristik:
Aspek |
HPP Persediaan |
HPP Per Produk |
|---|---|---|
| Scope | Total/keseluruhan | Individual/terperinci |
| Fokus | Inventory secara umum | Setiap jenis produk |
| Metode Perhitungan | Agregat | Itemized/Alokasi biaya |
| Detail Informasi | Rendah | Tinggi |
| Penggunaan | Laporan keuangan | Analisis produk & pricing |
| Kompleksitas | Sederhana | Kompleks |
Misalkan Anda memiliki toko kue yang menjual kue coklat, kue vanilla, dan kue strawberry. Setiap hari, Anda memproduksi ratusan kue dan menjualnya. Nah, di sini muncul pertanyaan: bagaimana cara menghitung biaya produksi Anda? Ada dua cara berbeda yang sering membingungkan pemilik bisnis.
Bayangkan Anda memandang seluruh toko kue dari jauh, melihat semua persediaan kue Anda sebagai satu tumpukan besar. Anda tidak peduli kue mana yang coklat atau vanilla. Anda hanya ingin tahu: berapa total biaya untuk semua kue yang saya jual bulan ini?
Cara menghitungnya sangat sederhana. Di awal bulan, Anda punya kue senilai Rp 100 juta di gudang. Selama bulan ini, Anda membuat kue baru senilai Rp 500 juta.
Tapi di akhir bulan, masih ada sisa kue senilai Rp 150 juta yang belum terjual. Berarti, biaya kue yang terjual adalah Rp 100 juta ditambah Rp 500 juta dikurangi Rp 150 juta, sama dengan Rp 450 juta. Itu adalah HPP Persediaan Anda — satu angka besar yang merangkum semuanya.
HPP Persediaan ini berguna saat Anda membuat laporan keuangan untuk bank atau pajak. Mereka hanya ingin tahu angka akhirnya, bukan detail setiap jenis kue.
Sekarang bayangkan Anda lebih teliti. Anda ingin tahu: berapa sebenarnya biaya produksi untuk satu kue coklat? Berapa untuk satu kue vanilla? Apakah kue coklat lebih menguntungkan daripada kue strawberry? Di sinilah HPP Per Produk masuk. Anda akan menghitung biaya untuk setiap jenis kue secara terpisah. Mungkin kue coklat membutuhkan coklat premium yang mahal, jadi HPP-nya Rp 50.000 per potong.
Kue vanilla lebih murah diproduksi, hanya Rp 30.000 per potong. Sementara kue strawberry, karena memerlukan buah segar yang mahal, HPP-nya Rp 75.000 per potong. Dengan informasi ini, Anda bisa membuat keputusan bisnis yang lebih pintar. Misalnya, Anda menyadari kue strawberry harganya Rp 80.000 per potong, tapi biaya produksinya Rp 75.000. Margin keuntungan hanya Rp 5.000 — sangat tipis!
Sementara kue coklat dijual Rp 75.000 dengan biaya Rp 50.000, untung Rp 25.000 — jauh lebih menguntungkan. Dengan data ini, Anda bisa memutuskan untuk fokus memproduksi kue coklat dan mengurangi produksi kue strawberry.
HPP Persediaan cocok digunakan ketika Anda:
HPP Per Produk diperlukan ketika Anda:
Tanpa HPP yang akurat, bisnis tidak tahu batas minimum harga jual agar tidak rugi. Kenaikan biaya produksi akan mencerminkan kenaikan harga jual, dan sebaliknya.
Dengan penetapan harga pokok yang wajar, perusahaan dapat menetapkan harga produk secara kompetitif.
HPP yang akurat dan pemahaman komponen biaya yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha, sekaligus memperkuat daya saing di pasar.
HPP dapat memengaruhi laba kotor, yang dihitung dengan mengurangi HPP dari pendapatan penjualan. Perhitungan HPP yang tepat mempengaruhi keakuratan laba yang diraih perusahaan.
Jika HPP tidak diperhitungkan dengan akurat, laba kotor yang tercatat dalam laporan keuangan bisa memberi gambaran yang salah tentang profitabilitas perusahaan.
Akibatnya, laba kotor diperkirakan lebih tinggi dari yang sebenarnya, dan menyebabkan keputusan investasi atau pengeluaran yang salah.
Perhitungan HPP yang akurat penting untuk pengambilan keputusan penting seperti:
Kalkulator HPP adalah tools gratis dari Kledo yang memudahkan Anda menghitung HPP dengan metode per unit secara otomatis dan praktis digunakan.
Pertama cukup pilih jenis usaha Anda, lalu masukan setiap pos biaya seperti biaya bahan baku, tenaga, dan biaya overhead. Sistem akan secara otomatis menghitung HPP dalam setiap unit produk atau layanan yang Anda jual.
Tidak. Jika Anda ingin menghitung HPP menggunakan metode persediaan, Anda bisa mengunjungi halaman kalkulator HPP metode persediaan berikut.
Secara garis besar bisa. Anda hanya perlu mengetahui setiap pos biaya dalam bisnis secara jelas dan memasukan datanya di kalkulator hpp ini.
Konsultasi Sekarang