Data Penjualan: Manfaat dan Cara Mengelolanya

data penjualan banner

Data penjualan adalah sumber informasi berharga yang akan membantu Anda memahami performa bisnis Anda serta perilaku pelanggan.

Pengelolaan data pelanggan yang benar sangatlah penting agar Anda bisa membuat keputusan bisnis yang tepat, mengoptimalkan penjualan dan meningkatkan bisnis.

Tanpa pengelolaan data yang tepat, Anda bisa melewatkan kesempatan berharga untuk meningkatkan penjualan dan membuat operasional jadi tidak efisien.

Pada artikel ini, kami akan membahas manfaat mengelola data penjualan, apa saja metrik yang harus Anda lacak, hingga tips mengelolanya.

Apa Manfaat Mengelola Data Penjualan?

1. Membantu membangun kampanye pemasaran yang lebih baik

data penjualan 1

Saat mengelola data penjualan, berarti Anda memahami data pelanggan Anda secara mendalam.

Dengan pemahaman ini, akan sangat mudah bagi Anda untuk melakukan segmentasi pelanggan dan kampanye pemasaran yang lebih personal.

Sebagai contoh, misalnya Anda memiliki toko perlengkapan pesta dan seorang pelanggan membeli satu set dekorasi lengkap.

Berkat sistem pengolahan data penjualan, Anda dapat menyimpulkan bahwa dekorasi tersebut kemungkinan untuk pesta ulang tahun anak.

Informasi ini kemudian bisa Anda gunakan untuk memasarkan produk kepada pelanggan tersebut secara lebih efektif menjelang periode tersebut.

Sehingga, Anda bisa meningkatkan peluang terjadinya repeat order dan mendapat nilai transaksi yang lebih tinggi.

2. Membangun produk yang lebih baik

Anda dapat memanfaatkan informasi seperti data penjualan, ulasan pelanggan, hingga data pengembalian barang untuk memahami produk mana yang laris, mana yang kurang, dan mana yang banyak diretur.

Dengan informasi ini, Anda dapat mengevaluasi apa yang berhasil dan apa yang tidak, kemudian melanjutkan pengembangan produk yang lebih baik.

3. Menarik kembali pelanggan yang tidak aktif

Tujuan utama bisnis Anda adalah meningkatkan jumlah pelanggan yang melakukan pembelian berulang dan memperpanjang customer lifetime value (CLV).

Salah satu cara termudah untuk mencapainya adalah dengan mengaktifkan kembali pelanggan yang sudah lama tidak berbelanja.

Untuk melakukannya, Anda perlu melacak dan menyimpan data tentang kapan terakhir kali pelanggan:

  • Mengunjungi situs web Anda
  • Membuka email dari Anda
  • Melakukan pembelian atau menyewa layanan Anda
  • Berpartisipasi dalam survei
  • Dan sebagainya

Setelah itu, tetapkan batas waktu. Misalnya, jika dalam tiga bulan pelanggan tidak menunjukkan aktivitas, Anda dapat menghubungi mereka melalui SMS atau email untuk menarik mereka.

Anda bisa memberi tahu mereka tentang diskon atau produk terbaru, mengisi survei, atau mengajak mereka memberi komentar terhadap produk Anda.

Baca Juga: Analisis Penjualan: Pengertian, Jenis, dan Cara Melakukannya

4. Meningkatkan forecast penjualan

Menurut penelitian dari Gartner, Rata-rata anggaran pemasaran kini hanya 7,7% dari total pendapatan, turun dari kisaran 10–11% sebelum pandemi.

Artinya, tim pemasaran dan penjualan harus bekerja lebih maksimal dengan sumber daya yang lebih terbatas.

Salah satu cara paling efektif adalah dengan memahami kapan pelanggan paling banyak bertransaksi dengan bisnis Anda.

Bagaimana cara mengetahuinya? Gunakan data historis untuk membuat perkiraan penjualan.

Dengan demikian, Anda dapat mengidentifikasi periode penting ketika volume penjualan mencapai titik tertinggi.

Sehingga, Anda bisa memfokuskan anggaran pemasaran dan dana insentif penjualan yang terbatas pada momen dengan potensi penjualan terbesar (misalnya, saat Natal atau hari libur lainnya yang relevan).

5. Mengidentifikasi peluang untuk menghemat biaya

data penjualan 2

Pengelolaan dan analisis data penjualan dapat membantu menemukan berbagai peluang untuk menghemat biaya.

Misalnya, sebuah bisnis di Jakarta melihat adanya penjualan ke Sulawesi pada waktu tertentu, tetapi ROI dari penjualan tersebut rendah karena biaya pengiriman yang tinggi.

Informasi ini menunjukkan perlunya mencari opsi pengiriman yang lebih murah untuk mengurangi biaya.

6. Mengelola beberapa tim penjualan dengan mudah

Ketika data penjualan tersusun dengan baik, Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi proses, file, dan profil yang bersifat duplikat.

Membersihkan data tersebut agar tidak ada pengulangan atau informasi yang saling bertentangan akan memudahkan pengelolaan berbagai saluran penjualan secara efisien.

Salah satu sumber konflik yang paling umum antar tim penjualan adalah tumpang tindih wilayah.

Misalnya, tim penjualan internal dan eksternal tanpa disadari menargetkan pelanggan yang sama.

Strategi manajemen data penjualan yang solid dapat menghilangkan tumpang tindih ini, sekaligus menetapkan tanggung jawab dengan jelas.

7. Mengidentifikasi strategi pemasaran yang paling efektif

Sistem manajemen data penjualan yang terencana dengan baik dapat membantu mengidentifikasi jalur penjualan yang memberikan pengembalian investasi (ROI) tertinggi.

Survei menunjukkan bahwa lebih dari 40% perusahaan B2B memperoleh hasil terbaik dari acara tatap muka maupun virtual, kursus online, laporan riset, serta e-book atau white paper.

Namun, hasil ini bersifat rata-rata dan belum tentu berlaku untuk bisnis Anda.

Dengan menganalisis data internal, Anda mungkin menemukan bahwa podcast, webinar, atau majalah industri Anda justru memberikan hasil yang lebih baik.

Wawasan ini memungkinkan Anda mengalokasikan anggaran pemasaran secara tepat pada saluran yang memberikan dampak paling besar bagi bisnis.

Baca Juga: Contoh Laporan Penjualan, Pengertian, dan Cara Buatnya

Apa Saja Data Penjualan yang Harus Dilacak?

Bisnis perlu melacak berbagai metrik penjualan untuk mengukur kinerja dan membuat keputusan yang tepat. Beberapa metrik data penjualan terpenting antara lain:

  • Pendapatan Total: Jumlah total uang yang bisnis peroleh dari penjualan dalam periode waktu tertentu. Ini adalah metrik utama untuk mengukur kesuksesan keseluruhan bisnis dan dapat digunakan untuk memantau pertumbuhan dari waktu ke waktu.
  • Margin Laba: Persentase pendapatan setelah dikurangi semua biaya terkait produksi dan penjualan produk atau layanan. Ini adalah metrik utama untuk mengukur profitabilitas bisnis dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang dapat menekan biaya.
  • Biaya Akuisisi Pelanggan: Jumlah rata-rata uang yang bisnis habiskan untuk mendapatkan pelanggan baru. Metrik ini mengukur efisiensi upaya pemasaran dan penjualan, serta membantu menemukan cara untuk menurunkan biaya pemasaran.
  • Customer Lifetime Value (Nilai Seumur Hidup Pelanggan): Jumlah total pendapatan yang dapat bisnis harapkan dari seorang pelanggan selama masa hubungan mereka. Metrik ini berguna untuk mengukur profitabilitas hubungan pelanggan dan mengidentifikasi cara meningkatkan retensi serta loyalitas pelanggan.
  • Average Deal Size (Ukuran Rata-rata Kesepakatan): Menggambarkan rata-rata pendapatan dari setiap kesepakatan, membantu bisnis menentukan kecepatan pergerakan pipeline dan memberikan pelatihan yang tepat bagi tim penjualan untuk memaksimalkan nilai kesepakatan.
  • Average Order Value (Nilai Pesanan Rata-rata): Jumlah rata-rata yang dibelanjakan pelanggan dalam satu kali pembelian. Metrik ini mengukur efektivitas strategi harga dan membantu menemukan cara untuk meningkatkan penjualan.

Ini hanyalah beberapa metrik data penjualan utama yang perlu bisnis Anda pantau.

Dengan memahami metrik-metrik ini, bisnis dapat mengambil keputusan yang tepat terkait pengembangan produk, pemasaran, dan strategi penjualan untuk meningkatkan kinerja keseluruhan tim penjualan.

pos banner 3

Baca Juga: Gross Sales: Pengertian, Cara Hitung, dan Kalkulator Gratisnya

Tips Memulai Penerapan Program Manajemen Data Penjualan yang Efektif

Menerapkan strategi manajemen data penjualan yang kuat memerlukan audit menyeluruh dan proses pengolahan data secara bertahap untuk memahami seluruh data yang relevan.

Untuk membantu Anda menjalankannya, berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:

1. Memusatkan data Anda

Pertama-tama, pusatkan data Anda pada satu sistem. Jika data masih tersebar di silo terpisah, setiap bagian perusahaan hanya akan memiliki gambaran parsial dari operasional bisnis.

Anda bisa menggunakan solusi integrasi untuk menghubungkan sistem lama dengan sistem modern sehingga data dapat diakses melalui cloud.

Apa pun metode yang Anda gunakan, pastikan seluruh data berada di satu tempat sebelum masuk ke tahap pembersihan.

2. Bersihkan data

Memusatkan data tidak akan berarti jika masih ada berkas yang tumpang tindih, informasi yang hilang, atau metadata yang buruk.

Karena itu, langkah selanjutnya adalah membersihkan data. Konsolidasikan berkas yang relevan, misalnya profil informasi pelanggan, menjadi satu sumber.

Jika terdapat dua data pelanggan dengan nama dan alamat sama, satukan untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang pelanggan tersebut.

Selain itu, terapkan tata kelola data (data governance) agar informasi baru dapat tersimpan di tempat yang tepat dan tetap aman, baik saat sedang diproses (in transit) maupun disimpan (at rest).

3. Segmentasikan dan definisikan pelanggan

Setelah seluruh data terkonsolidasi dan Anda siap melangkah, saatnya berfokus pada segmen pelanggan dalam penjualan.

Mulailah dengan melakukan segmentasi pelanggan. Meskipun data demografis penting, utamakan pemahaman tentang siapa pelanggan Anda dan apa yang mereka butuhkan.

Buatlah profil pelanggan ideal untuk membantu tim penjualan dan pemasaran bekerja secara maksimal, serta analisis data niat beli untuk memahami alasan dan waktu terjadinya penjualan.

Langkah ini akan membantu Anda meningkatkan pendapatan sesuai target yang diinginkan.

Baca Juga: Cara Hitung Sales Growth Rate, Rumus, dan Contohnya

4. Optimalkan kinerja penjualan

Dengan operasional yang sudah siap, saatnya mengoptimalkan penjualan. Tentukan metrik yang akan Anda pantau dan KPI yang digunakan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan.

Untuk analisis, Anda dapat menggunakan metode seperti moving averages, regresi, atau exponential smoothing guna mendapatkan gambaran yang lebih realistis mengenai rata-rata penjualan.

Apa pun metode yang Anda gunakan, pastikan keputusan Anda didukung oleh analisis yang dihasilkan sistem.

Manfaatkan A/B testing untuk menyesuaikan strategi pemasaran dan penjualan sehingga dapat meningkatkan pendapatan, jumlah pendaftar, pengikut, atau target terbaru Anda.

5. Jaga akurasi catatan

Dalam mengoptimalkan proses penjualan, jangan lupa untuk terus menjaga agar catatan tetap akurat.

Kelola juga data terkait inventaris, data finansial, dan juga rantai pasok. Sebab, semua data ini saling terhubung.

6. Terus lakukan perbaikan

Seperti strategi lainnya, Anda harus terus melakukan upaya perbaikan.

Tren pelanggan dapat berubah, pesaing baru bermunculan dan akan menggoyahkan Anda, dan regulasi dapat mengubah peta persaingan industri setiap hari.

Kabar baiknya, dengan aliran data penjualan yang terkelola baik dan strategi yang tepat, Anda akan siap beradaptasi dengan perubahan tersebut secara cepat.

Baca Juga: 21 KPI Penjualan yang Harus Pemilik Bisnis Tahu

Kesimpulan

Dengan memahami dan memanfaatkan data penjualan secara tepat, bisnis tidak hanya dapat mengukur kinerja, tetapi juga menemukan peluang untuk meningkatkan strategi pemasaran, penetapan harga, hingga pengalaman pelanggan.

Nah, proses ini akan lebih efektif jika didukung teknologi yang tepat, seperti aplikasi kasir Kledo POS.

Kledo POS bisa membantu Anda mengakses laporan penjualan yang lengkap, dan dengan integrasinya ke software akuntansi Kledo, seluruh data tercatat rapi dan akurat, sehingga memudahkan pengambilan keputusan berbasis data.

Tertarik? Yuk, coba Kledo POS sekarang dengan klik tautan ini!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

three × 2 =