Mengenal Pasar Horizontal dan Vertikal: Perbedaan dan Cirinya

pasar horizontal dan vertikal banner

Tergantung dari produk yang ditawarkan, bisnis marketplace memiliki dua model, yaitu pasar horizontal dan pasar vertikal.

Memilih antara pasar horizontal dan pasar vertikal bisa menjadi hal yang membingungkan, karena masing-masing memiliki keunggulan yang berbeda.

Pasar horizontal menawarkan beragam produk dari berbagai kategori. Hal ini memudahkan konsumen untuk menemukan berbagai jenis barang dalam satu platform atau tempat.

Sebaliknya, pasar vertikal berfokus pada niche atau segmen tertentu. Pasar ini menyediakan produk yang lebih spesifik untuk memenuhi minat atau kebutuhan khusus.

Pada artikel ini, kita akan membahas apa itu pasar horizontal dan vertikal, keunggulannya masing-masing, serta perbedaannya.

Apa itu Pasar Horizontal?

Pasar horizontal adalah pasar yang memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai industri, bukan hanya satu industri atau niche tertentu.

Sebagai contoh, Shopee bisa termasuk pasar horizontal karena bekerja sama dengan berbagai supplier untuk menyediakan berbagai macam barang, mulai dari elektronik, makanan, perabotan, hingga hiburan.

Dengan begitu, mereka bisa melayani banyak sekali audiens dan kebutuhannya yang bermacam-macam.

Model pasar horizontal umumnya diadopsi oleh bisnis kecil atau bisnis baru yang belum memiliki modal, tenaga kerja, atau sumber daya yang memadai.

Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan ini sering menjalin kerja sama dengan perusahaan lain (baik secara sementara maupun jangka panjang) untuk berbagi sumber daya dan keuntungan.

Karakteristik utama pasar horizontal

  • Beragam Kategori Produk: Pasar horizontal menjual berbagai jenis produk, mulai dari elektronik, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga dan jasa. Persediaan produknya mencakup banyak industri dan kategori yang berbeda.
  • Audiens yang Luas: Karena menawarkan beragam produk dan layanan, pasar horizontal menarik basis pelanggan yang sangat luas dan beragam.
  • Banyak Penjual: Platform ini menampung berbagai jenis penjual, mulai dari usaha kecil hingga brand besar. Penjual memiliki fleksibilitas untuk menawarkan berbagai jenis produk dalam satu platform.
  • Kemudahan Penggunaan: Bagi pembeli, pasar horizontal memberikan kenyamanan karena dapat membeli berbagai produk di satu tempat. Bagi penjual, platform ini menjadi sarana yang mudah diakses untuk menjangkau pelanggan dalam jumlah besar dan beragam.
  • Persaingan Antarpenjual yang Tinggi: Karena banyak penjual menawarkan produk yang serupa, tingkat persaingan di pasar horizontal cenderung tinggi.
kledo banner 3

Baca Juga: Sistem Pemasaran Vertikal: Pengertian dan Contohnya

Apa Itu Pasar Vertikal?

Pasar vertikal adalah istilah untuk menggambarkan industri atau pasar yang berfokus pada satu niche tertentu.

Contohnya, produk pangan organik dapat dikategorikan sebagai pasar vertikal, karena perusahaan dan konsumen dalam segmen ini hanya tertarik untuk membeli atau menjual produk organik.

Perusahaan yang berada dalam pasar vertikal biasanya memusatkan produk dan strategi pemasaran mereka pada kebutuhan spesifik dari segmen tersebut, guna menarik konsumen yang lebih terarah.

Pasar vertikal sering kali terdiri dari perusahaan maupun kelompok usaha yang memiliki spesialisasi dalam niche yang sama.

Karakteristik utama pasar vertikal

  • Produk yang Spesifik (Niche): Pasar vertikal berfokus pada kategori atau industri tertentu, seperti produk buatan tangan, fashion, atau layanan pendidikan. Variasi produknya lebih terbatas, tetapi lebih terfokus dan spesifik pada satu niche.
  • Audiens yang Tertarget: Platform ini menarik pelanggan yang sangat spesifik, yaitu mereka yang memang memiliki minat khusus terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
  • Pengalaman Pengguna yang Disesuaikan: Pasar vertikal biasanya menawarkan pengalaman berbelanja yang lebih personal, dengan fitur dan filter yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan niche tersebut.
  • Tingkat Persaingan Lebih Rendah: Karena fokus pada sektor tertentu, jumlah penjual di pasar vertikal umumnya lebih sedikit dibandingkan pasar horizontal, sehingga persaingan relatif lebih rendah.

Baca Juga: Pasar Monopoli: Definisi, Ciri, Jenis, serta Kelebihan & Kekurangannya

Keunggulan Pasar Horizontal dan Pasar Vertikal

pasar horizontal dan vertikal 1

Masing-masing dari pasar ini memiliki keunggulannya tersendiri. Yuk, kita bahas:

Keunggulan pasar horizontal

Salah satu keunggulan utama pasar horizontal adalah kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan yang beragam.

Karena mencakup berbagai industri dan jenis produk, pelanggan dapat dengan mudah menemukan apa yang mereka butuhkan tanpa harus mengunjungi banyak situs atau toko yang berbeda.

Model pasar horizontal pada dasarnya menawarkan hampir semua jenis produk dan layanan, mulai dari elektronik, produk fesyen, dekorasi rumah, hingga layanan profesional seperti fotografi atau jasa les privat, semuanya tersedia dalam satu platform.

Keunggulan lainnya adalah:

  • Kenyamanan: Konsumen dapat mengakses berbagai produk dan layanan tanpa perlu berpindah-pindah tempat.
  • Perbandingan harga: Banyaknya penjual yang menawarkan produk atau layanan serupa mendorong mereka untuk bersaing melalui harga yang lebih kompetitif dan penawaran yang lebih menarik. Persaingan ini menguntungkan pembeli karena mereka dapat membandingkan harga dan memilih opsi yang paling sesuai dengan anggaran.
  • Visibilitas yang lebih luas bagi penjual: Penjual mendapatkan keuntungan berupa visibilitas yang lebih tinggi karena dapat menjangkau basis pelanggan yang jauh lebih besar melalui platform yang berskala luas.
  • Mendorong persaingan sehat: Pasar horizontal juga mendorong terciptanya persaingan yang sehat antarpenjual, yang pada akhirnya dapat menekan harga dan meningkatkan kualitas produk maupun layanan secara keseluruhan.
  • Peluang bagi pelaku usaha kecil untuk bersaing dengan perusahaan besar: Karena di pasar horizontal, semua pelaku usaha bisa menjual produk yang beragam di satu tempat.

Keunggulan pasar vertikal

Karena menjual produk dari suatu niche tertentu, pasar vertikal unggul dalam memenuhi kebutuhan spesifik dari industri tertentu.

Dengan berfokus pada satu sektor, pasar vertikal dapat menyediakan layanan yang dirancang khusus sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan industri tersebut.

Sebagai contoh, terdapat pasar vertikal yang secara khusus melayani industri kesehatan, properti, fesyen, hingga otomotif.

Keunggulan lain pasar vertikal:

  • Menghubungkan Bisnis dengan Mitra yang Relevan: Pasar vertikal memungkinkan bisnis untuk terhubung langsung dengan pemasok, pelanggan, dan mitra yang relevan dalam industri yang sama. Dengan mempertemukan para pelaku utama dalam satu sektor, platform ini menciptakan ekosistem yang memudahkan bisnis menemukan sumber daya yang dibutuhkan.
  • Akses ke Keahlian Khusus Industri: Pasar vertikal biasanya didukung oleh profesional yang memahami seluk-beluk industri, sehingga mampu memberikan informasi yang bernilai. Ini membantu bisnis mengambil keputusan yang lebih tepat, mengikuti perkembangan tren industri, serta menghadapi tantangan dengan lebih efektif.
  • Peningkatan Kepercayaan dan Kredibilitas: Pasar vertikal biasanya menerapkan standar kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan hanya penjual yang tepercaya yang dapat bergabung di dalam platform. Hal ini membangun kepercayaan di kalangan pembeli karena mereka dapat mengandalkan kredibilitas penjual yang bertransaksi di sana.
  • Proses Pencarian yang Lebih Efisien: Karena pasar vertikal hanya berfokus pada industri tertentu, proses pencarian menjadi lebih sederhana. Pembeli tidak perlu menyaring ribuan produk atau layanan yang tidak relevan, sehingga langsung menemukan apa yang dibutuhkan dalam konteks industrinya.
  • Peluang di Pasar Niche: Bagi penjual, pasar vertikal membuka akses ke peluang pasar niche yang sulit dijangkau melalui saluran konvensional. Platform ini menarik audiens yang sudah memiliki minat spesifik terhadap produk atau layanan dalam industri tertentu. Dengan menampilkan penawaran mereka di pasar vertikal, penjual dapat menjangkau pelanggan yang lebih relevan dan meningkatkan peluang penjualan.

Baca Juga: Sistem Pemasaran: Pengertian, Komponen, Jenis, dan Contohnya

Kekurangan Pasar Horizontal dan Pasar Vertikal

pasar horizontal dan vertikal 2

– Kekurangan Pasar Horizontal

Selain memiliki berbagai keunggulan, pasar horizontal juga mempunyai sejumlah kelemahan. Berikut penjelasan detailnya.

  • Sulit Menonjol di Tengah Banyaknya Kompetitor: Dalam marketplace jenis ini, terdapat banyak penjual yang menawarkan produk atau layanan serupa, sehingga menyulitkan setiap bisnis untuk membedakan diri. Dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, pelanggan dapat merasa kewalahan dan kesulitan menentukan penjual mana yang akan dipilih.
  • Biaya Pemasaran yang Lebih Tinggi: Karena banyaknya penjual yang saling bersaing untuk mendapatkan perhatian, bisnis perlu mengalokasikan sumber daya yang lebih besar untuk aktivitas pemasaran agar produk atau layanan mereka terlihat.
  • Potensi Melemahnya Identitas Brand: Saat pelanggan menjelajahi marketplace online, mereka dihadapkan pada banyak brand dan penawaran sekaligus. Kondisi ini dapat menyulitkan bisnis untuk membangun kehadiran brand yang kuat dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi calon pelanggan.

– Kekurangan pasar vertikal

Pasar vertikal tidak selalu optimal bagi semua model bisnis. Berikut beberapa kekurangan yang perlu Anda pertimbangkan ketika memilih jenis marketplace ini.

  • Pilihan Produk yang Terbatas: Hal ini terjadi karena pasar vertikal hanya berfokus pada satu industri atau ceruk tertentu, sehingga variasi produk yang ditawarkan tidak terlalu luas. Sebagai contoh, pasar vertikal yang khusus menjual perhiasan handmade biasanya hanya menyediakan perhiasan dan aksesori terkait. Sebaliknya, pasar horizontal biasanya menjual tidak hanya perhiasan handmade, tapi juga aksesoris dan item lainnya.
  • Basis Pelanggan yang Lebih Kecil: Karena menyasar industri atau ceruk tertentu, target audiens pasar vertikal menjadi lebih sempit. Akibatnya, jumlah calon pembeli yang tertarik pada produk atau layanan yang ditawarkan juga lebih terbatas. Berbeda dengan pasar horizontal yang melayani berbagai segmen pelanggan dan memiliki potensi jangkauan pasar yang lebih luas.
  • Tantangan dalam Skala Operasional: Peluang pertumbuhan di pasar vertikal biasanya lebih terbatas. Ekspansi ke pasar baru atau diversifikasi produk di luar ceruk yang dipilih umumnya lebih kompleks bagi pasar vertikal dibandingkan pasar horizontal.
  • Risiko Ketergantungan pada Satu Industri: Karena hanya bergantung pada satu industri, pasar vertikal sangat rentan terhadap perubahan atau gangguan. Misalnya, perlambatan ekonomi atau perkembangan teknologi yang membuat suatu produk menjadi usang dapat berdampak signifikan terhadap keberlanjutan dan profitabilitas marketplace.
  • Lebih Sensitif terhadap Harga: Ketergantungan yang tinggi pada satu sektor membuat pasar vertikal lebih sensitif terhadap fluktuasi permintaan serta persaingan dari pelaku lain di industri yang sama. Oleh karena itu, pasar vertikal perlu terus beradaptasi dan mengikuti tren yang berkembang agar tetap relevan dan kompetitif di tengah dinamika pasar.

Baca Juga: Ini Cara Online Shop Go Internasional, Wajib Dicoba!

Mana Model yang Paling Tepat Untuk Bisnis Anda: Horizontal atau Vertikal?

pasar horizontal dan vertikal 3

Jawabannya tergantung dari beberapa faktor, seperti karakter dan skala bisnis Anda, preferensi serta perilaku pembelian target audiens, serta tingkat persaingan dan potensi pertumbuhan dari masing-masing model bisnis.

1. Mempertimbangkan karakter dan skala bisnis

Sebelum menentukan model bisnis, penting untuk menilai segmen pasar tempat bisnis Anda beroperasi.

Pasar horizontal melayani berbagai industri atau kategori dengan menawarkan beragam produk atau layanan. Sebaliknya, pasar vertikal berfokus pada satu industri atau segmen pasar tertentu.

  • Pilih pasar horizontal jika bisnis Anda beroperasi di banyak segmen pasar atau menawarkan produk dan layanan lintas industri. Dengan begitu, Anda bisa target pasar yang lebih luas serta menawarkan variasi produk yang beragam.
  • Pilih pasar vertikal jika bisnis Anda punya spesialisasi yang kuat pada satu industri tertentu dan didukung oleh keahlian yang mendalam. Dengan fokus pada satu niche industri, bisnis dapat membangun posisi sebagai pihak yang berkompeten dan dipercaya oleh pelanggan yang mencari solusi yang lebih spesifik.

2. Menilai preferensi dan perilaku pembelian target audiens

Anda perlu menyesuaikan model pasar yang Anda pilih dengan preferensi dan perilaku pembelian audiens. Tujuannya agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi secara optimal.

Sebagai contoh, jika target audiens mengutamakan kenyamanan dan variasi produk saat berbelanja online, pasar horizontal seperti Shopee dapat memberikan akses ke berbagai kategori produk dalam satu platform.

Hal ini memudahkan pelanggan untuk membandingkan produk dan membuat keputusan pembelian yang lebih tepat.

Sebaliknya, jika target audiens lebih menghargai spesialisasi dan keahlian dalam proses pembelian, pasar vertikal dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Pelanggan yang mencari produk atau layanan niche umumnya lebih menyukai platform yang menyajikan penawaran sesuai kebutuhan spesifik mereka.

3. Mengevaluasi tingkat persaingan dan potensi pertumbuhan

Dalam mengevaluasi model, penting untuk mempertimbangkan tingkat persaingan dan potensi pertumbuhan dari masing-masing model.

  • Persaingan di pasar horizontal umumnya lebih ketat karena ada banyak penawaran beragam. Meski demikian, peluang pertumbuhan tetap terbuka apabila bisnis mampu membedakan diri melalui proposisi nilai yang unik atau layanan pelanggan yang unggul.
  • Sebaliknya, pasar vertikal biasanya memiliki jumlah pesaing yang lebih sedikit dalam satu segmen industri tertentu, sehingga bisnis berpeluang membangun posisi yang kuat dan menguasai pangsa pasar yang signifikan. Namun, pastikan industri tersebut memiliki potensi pertumbuhan dan permintaan yang cukup agar bisnis dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.

Baca Juga: 4 Taktik Dominasi Pasar untuk Kesuksesan Bisnis Anda

Kesimpulan

Jadi, itulah penjelasan mengenai pasar horizontal dan pasar vertikal. Keduanya adalah jenis marketplace yang memiliki karakteristik, keunggulan, dan tantangan yang berbeda.

Tidak ada model marketplace yang sepenuhnya lebih baik dari yang lain. Jadi, pilihlah model yang sesuai dengan model bisnis, target pasar, sumber daya, serta tujuan jangka panjang.

Jangan lupa juga untuk mengelola keuangan Anda dengan software akuntansi Kledo. Kledo membantu pelaku usaha, baik yang beroperasi di pasar horizontal maupun pasar vertikal.

Kledo memiliki fitur untuk mencatat transaksi secara otomatis, menyusun laporan keuangan seperti laporan laba rugi dan arus kas, serta memantau kesehatan bisnis secara real time.

Yuk, daftar Kledo sekarang juga lewat tautan ini!

salsabilanisa

Tinggalkan Komentar

twenty − 17 =