Jika Anda berada pada tahap awal menjalankan bisnis startup, Anda bisa bekerja dengan angel investor untuk mendapatkan pendanaan tanpa harus menanggung utang.
Angel investor juga biasanya akan berperan sebagai mentor, sehingga Anda bisa banyak belajar dari mereka. Ini tentunya sangat krusial pada tahun-tahun awal bisnis.
Tapi, untuk memahami apakah angel investor cocok untuk Anda, Anda perlu tahu kelebihan dan kekurangannya dulu.
Dalam artikel ini, kami membahas apa itu angel investor, mengulas kelebihan dan kekurangan dari bentuk pendanaan ini, serta menjelaskan langkah-langkah untuk menghimpun pendanaan tersebut.
Pengertian Angel Investor
Angel investor adalah individu atau kelompok yang memberikan pendanaan kepada startup pada tahap awal, biasanya sebagai imbalan atas kepemilikan atau ekuitas di dalam perusahaan.
Mereka percaya pada perusahaan sejak tahap paling awal, ketika pihak lain belum banyak meliriknya, sehingga disebut sebagai “angel”.
Para investor ini memegang peran penting dalam ekosistem startup dengan menjembatani kesenjangan antara pendanaan awal (seed money) dan kebutuhan modal yang lebih besar.
Berbeda dengan lembaga perbankan yang umumnya menyalurkan dana kepada bisnis yang sudah menghasilkan keuntungan, angel investor berinvestasi pada para pengusaha yang baru mengambil langkah awal dalam menjalankan usaha.
Mereka sering berperan aktif dalam pengelolaan bisnis baru tersebut sebagai upaya melindungi investasinya sekaligus membantu pemilik usaha membangun bisnis yang berkelanjutan dan berkembang.
Namun, terdapat pula angel yang bersifat pasif. Investor jenis ini biasanya menanamkan modal melalui sebuah dana dan tidak terlibat secara langsung dalam operasional maupun manajemen bisnis.
Meski demikian, mereka umumnya mengambil porsi ekuitas minoritas dan mengharapkan imbal hasil dari investasinya melalui exit di masa depan, yang dapat berupa akuisisi atau penawaran saham perdana.
Karakteristik utama angel investor:
- Memiliki pengalaman sebagai pengusaha, eksekutif, atau profesional.
- Berinvestasi pada bisnis di berbagai negara, tidak hanya di pusat teknologi besar.
- Berfokus pada sektor yang mereka pahami dengan baik.
- Memiliki tim manajemen yang kuat
Baca Juga: 10+ Cara Menarik Investor yang Efektif dalam Bisnis
Kelebihan dan Kekurangan Pendanaan dari Angel Investor
Kelebihan
Pendanaan dari angel investor menawarkan 5 keunggulan utama dibandingkan pendanaan bisnis tradisional:
- Pengambilan keputusan yang cepat tanpa perlu melewati birokrasi institusional atau proses persetujuan yang panjang.
- Menyediakan pengetahuan industri dan mentorship selain pendanaan.
- Menunjukkan komitmen pribadi karena yang dipertaruhkan adalah dana mereka sendiri
- Memberikan pendanaan dalam bentuk dana sekaligus sehingga bisnis dapat berkembang lebih cepat.
- Memungkinkan pemilik usaha tetap memegang kendali bisnis, karena sebagian besar dari mereka tidak menginginkan kendali di tingkat dewan direksi.
Kekurangan
Namun, pendanaan dari angel investor juga dapat memiliki beberapa kelemahan, antara lain:
- Kontrol berkurang: Setelah menanamkan modal, sebagian besar angel cenderung terlibat aktif dalam bisnis. Misalnya, angel investor yang berpengalaman sering kali menginginkan adanya strategi exit, seperti membawa perusahaan ke bursa saham atau menjualnya kepada perusahaan yang lebih besar.
- Ekuitas berkurang: Angel juga memperoleh kepemilikan saham. Banyak pemilik usaha menyerahkan sekitar 10% hingga 50% kepemilikan startup sebagai imbalan atas pendanaan.
- Tekanan: Mereka umumnya mengharapkan imbal hasil yang signifikan atas investasinya, sehingga dapat menimbulkan tekanan tambahan bagi pemilik bisnis dan karyawan. Sebelum menerima pendanaan, penting untuk menilai apakah bisnis mampu tumbuh sesuai dengan ekspektasi investor dan menetapkan target pertumbuhan yang realistis.
Baca Juga: 10 Cara Mencari Investor untuk Pengembangan Bisnis yang lebih Baik
Perbedaan Angel Investor dan Venture Capitalist

Angel investor merupakan salah satu dari beberapa sumber pendanaan potensial bagi startup tahap awal.
Jenis investor yang paling umum dalam dunia startup adalah perusahaan venture capital (VC).
Perbedaan utama antara angel investor dan VC adalah:
- Dana yang Digunakan: Angel investor menanamkan dana pribadi atas nama mereka sendiri, sedangkan VC pada umumnya menginvestasikan modal atas nama limited partners (LP). Para LP ini mengumpulkan dana ke dalam sebuah dana investasi yang kemudian dikelola dan disalurkan oleh VC.
- Waktu Investasi: Angel investor cenderung berinvestasi pada tahap paling awal, dengan nilai pendanaan yang relatif lebih kecil. VC umumnya memberi pendanaan dengan nilai lebih besar dan berinvestasi pada perusahaan yang sudah berada pada tahap perkembangan yang lebih matang.
- Tingkat keterlibatan dalam perusahaan: Angel investor umumnya hanya memberikan pendanaan pada tahap ide bisnis, sedangkan venture capitalist biasanya berinvestasi setelah terdapat proof of concept dan memiliki tingkat keterlibatan yang jauh lebih besar dalam operasional serta pengambilan keputusan bisnis.
Baca Juga: Cara Menilai Laporan Keuangan Bagi Investor dan Pemilik Bisnis
5 Cara Menemukan Angel Investor

Bagi para founder, mendapatkan investor yang tepat pada waktu yang tepat merupakan kunci pertumbuhan bisnis.
Lalu, bagaimana cara menemukan angel investor yang sesuai dengan nilai brand dan budaya perusahaan Anda?
1. Manfaatkan media sosial
Bagikan perjalanan startup Anda di berbagai platform media sosial. Gunakan kata kunci, hashtag, dan fitur pencarian secara strategis untuk menemukan angel investor yang sedang mencari peluang investasi.
Secara konsisten, berinteraksilah dengan konten mereka di LinkedIn atau Twitter, lalu hubungi mereka dengan pitch yang menarik pada waktu yang tepat.
Selain itu, manfaatkan berbagai tools media sosial untuk tetap mengikuti tren pasar terkini dan meningkatkan peluang memperoleh pendanaan yang dibutuhkan.
2. Bangun relasi dengan sesama pengusaha
Sesama founder dapat menjadi pintu masuk untuk mendapatkan pendanaan dari angel investor yang sudah mereka kenal. Jangan ragu untuk berkenalan dan memanfaatkan network yang sudah terbangun tersebut.
Selain itu, membangun komunitas akan mempertemukan Anda dengan individu yang memiliki visi serupa, yang dapat memberikan dukungan serta saran relevan berdasarkan pengalaman pribadi mereka.
3. Kuasai seni bercerita (storytelling)
Di tengah persaingan pendanaan yang semakin ketat, pitch Anda harus jelas, ringkas, dan tidak mengandung dari istilah teknis yang berpotensi menjauhkan calon investor.
Semakin sering Anda berlatih dan berdiskusi, kualitas pitch akan semakin baik. Kuncinya adalah menerima masukan yang membangun dan terus sempurnakan pitch Anda.
Pastikan Anda mampu menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan, serta secara singkat memaparkan informasi tentang tim, strategi go-to-market, dan rencana pertumbuhan bisnis.
4. Bergabung dengan inkubator dan akselerator
Menjadi bagian dari program inkubator atau akselerator memberi Anda akses ke berbagai sumber daya, seperti mentor berpengalaman, peluang kemitraan strategis, serta koneksi investor yang dapat mempercepat pertumbuhan bisnis.
Saat mencari investor, jangan hanya berfokus pada dana, tetapi juga pada nilai tambah yang dapat mereka berikan bagi bisnis Anda.
5. Ikut serta dalam acara startup dan kompetisi pitch
Konferensi industri dan kompetisi pitch merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan eksposur bisnis Anda.
Meskipun tidak memenangkan kompetisi pun, acara semacam ini bisa menjadi kesempatan emas untuk memperoleh wawasan berharga dan menyempurnakan pitch deck.
Acara-acara tersebut juga membuka peluang untuk membangun jaringan dengan investor. Ingat, sering kali keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh apa yang Anda ketahui, tetapi juga oleh siapa yang Anda kenal.
Baca Juga: Akuntansi Investasi: Pengukuran dan Pelaporannya
Alternatif Pendanaan Lain Selain Angel Investor

Selain angel investor, ada beberapa alternatif untuk mendanai startup Anda:
1. Teman dan keluarga
Biasanya pada tahap awal, pebisnis menghimpun modal awal dari orang terdekatnya.
Meskipun jenis investasi ini terkesan lebih informal, dari sisi hukum tetap harus diperlakukan sama seperti bentuk investasi lainnya.
Namun meminta pendanaan dari teman dan keluarga biasanya akan memunculkan tekanan emosional yang tinggi. Jika Anda tidak ingin melibatkan orang terdekat Anda dalam bisnis, sebaiknya hindari metode ini.
Selain itu, startup yang sangat sukses sekalipun sering kali membutuhkan waktu minimal 10 tahun untuk menghasilkan ROI (return on investment), sehingga keluarga dan teman mungkin tidak akan melihat likuiditas dalam waktu dekat.
2. Equity crowdfunding
Equity crowdfunding adalah proses penggalangan dana dalam jumlah kecil dari banyak orang, biasanya melalui platform crowdfunding online.
Beberapa platform crowdfunding secara khusus berfokus pada pendanaan bisnis dan dapat membantu menyebarkan pitch ke kelompok investor lain.
3. Growth equity
Growth equity adalah pendanaan yang diberikan kepada perusahaan yang sudah berkembang dan memiliki pendapatan yang stabil, tetapi masih membutuhkan modal untuk mempercepat pertumbuhan.
Biasanya, bisnis yang menerima growth equity sudah punya model bisnis yang jelas dan sedang bersiap menuju tahap besar, seperti IPO atau akuisisi.
Investor growth equity lebih fokus pada angka yang sudah nyata, seperti pertumbuhan omzet dan arus kas, bukan sekadar ide.
Karena risikonya lebih rendah dibandingkan pendanaan tahap awal, mereka umumnya mengambil porsi kepemilikan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu mencampuri operasional harian perusahaan.
4. Institutional investor
Institutional investor adalah investor berskala besar yang mengelola dana dalam jumlah sangat besar milik banyak pihak.
Contohnya termasuk perusahaan manajemen investasi, dana pensiun, bank, asuransi, dan dana abadi universitas.
Dalam dunia startup, institutional investor biasanya menanamkan modal secara tidak langsung melalui venture capital sebagai limited partner.
Namun, pada perusahaan yang sudah cukup matang, mereka juga bisa berinvestasi langsung. Investor jenis ini cenderung berhati-hati, fokus pada stabilitas, dan memilih bisnis yang sudah terbukti kinerjanya.
5. Corporate investor
Corporate investor adalah perusahaan besar yang berinvestasi ke startup, sering disebut juga corporate venture capital (CVC).
Tujuan mereka bukan hanya mencari keuntungan finansial, tetapi juga nilai strategis, seperti akses ke teknologi baru, inovasi, atau peluang kerja sama bisnis.
Berbeda dengan VC biasa, dana yang digunakan berasal langsung dari perusahaan, bukan dari investor luar.
Selain modal, corporate investor sering memberikan dukungan tambahan berupa jaringan, akses pasar, hingga keahlian industri, terutama jika startup tersebut masih berkaitan dengan bisnis utama mereka.
Baca Juga: PSAK 15 Tentang Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
Kesimpulan
Jadi, itulah penjelasan mengenai angel investor, kelebihan dan kekurangan, serta alternatif pendanaannya.
Apa pun sumber pendanaan yang Anda pilih, satu hal yang tidak kalah penting adalah kesiapan pengelolaan keuangan.
Investor akan menilai bisnis Anda dari laporan keuangan yang rapi, arus kas yang sehat, serta data keuangan yang transparan dan mudah dipahami.
Karena itu, gunakanlah software akuntansi Kledo yang mampu membantu Anda mencatat transaksi secara otomatis, menyusun laporan keuangan secara real time, dan memantau kondisi bisnis dengan lebih akurat.
Dengan begitu, bisnis Anda siap menerima pendanaan dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Yuk, coba software akuntansi Kledo sekarang juga lewat tautan ini!
- Term Loan adalah: Jenis, Cara Kerja, dan Cara Mengajukan - 23 Januari 2026
- Angel Investor adalah: Cara Menemukan dan Alternatifnya - 23 Januari 2026
- Excel atau Software Akuntansi: Mana yang Lebih Baik? - 23 Januari 2026
