Saat sedang melihat-lihat akun media sosial suatu online shop, pasti Anda pernah melihat mereka menggunakan istilah open order.
Bukan hanya open order saja, mungkin Anda sudah pernah mendengar istilah lain seperti close order, pre order, made by order, dan istilah-istilah lainnya.
Sebenarnya, apa arti istilah-istilah ini dalam dunia jual beli online dan mengapa penjual menggunakannya?
Artikel ini akan membahas pengertian open order, bagaimana cara menerapkannya dalam bisnis, dan berbagai istilah jual beli online lainnya.
Apa Pengertian Open Order?
Open order artinya adalah toko sudah siap membuka dan melayani pesanan Anda. Jika suatu toko berstatus open order, biasanya mereka sudah memiliki bahan baku dan waktu untuk mengurus pesanan Anda.
Contohnya, toko kue A membuka sistem open order untuk kue lebaran. Artinya, mereka sedang menerima pesanan. Anda boleh menghubungi mereka untuk menyampaikan pesanan mereka.
Lalu, penjual akan memproses pesanan dan menghubungi Anda kembali jika pesanan kue lebaran Anda sudah siap.
Biasanya, periode open order hanya berlangsung untuk waktu tertentu saja, lalu penjual akan mengakhirinya dengan close order. Alasannya bisa jadi karena pemesanan sudah memenuhi kuota.
Beberapa bisnis yang sering menggunakan sistem ini seperti:
- Bisnis kuliner yang menawarkan menu khusus yang hanya bisa pembeli pesan dalam periode tertentu.
- Bisnis handmade seperti kerajinan tangan dan aksesori yang dibuat sesuai pesanan pelanggan.
Baca Juga: Cara Menghemat Biaya Operasional Agar Bisnis Untung
Mengapa Penjual Menggunakan Sistem Open Order?
Penjual biasanya memberlakukan sistem open order karena memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut:
- Menghindari stok berlebih: Dengan sistem open order, penjual hanya memproduksi atau menyediakan barang sesuai jumlah pemesanan yang masuk. Hal ini membantu mengurangi risiko stok berlebih yang bisa menyebabkan kerugian atau pemborosan modal.
- Mengelola jumlah pesanan: Dengan sistem ini, penjual bisa mengatur sendiri jumlah pesanan yang bisa mereka kelola, sehingga tidak akan kewalahan nantinya.
- Mengurangi risiko kerugian: Karena membuat produk berdasarkan jumlah pesanan, penjual dapat menghindari risiko barang tidak laku atau menumpuk di gudang. Ini sangat bermanfaat bagi bisnis yang menjual produk dengan masa simpan terbatas seperti makanan.
- Meningkatkan arus kas bisnis: Dalam sistem open order, pelanggan biasanya wajib membayar uang DP di awal. Hal ini membantu bisnis dalam mengelola modal dan juga mencegah risiko kerugian jika pembeli kabur.
- Membuat produk terasa eksklusif: Open order bisa menciptakan kesan eksklusivitas. Sebab, produk yang hanya tersedia dalam waktu terbatas atau dalam jumlah tertentu cenderung lebih menarik bagi pelanggan. Dengan begitu, open order bisa meningkatkan permintaan.
- Cocok untuk usaha kecil dan UMKM: Bagi pelaku bisnis kecil atau UMKM, open order memungkinkan mereka menjalankan usaha tanpa harus menyimpan stok dalam jumlah besar. Hal ini dapat membantu penjual mengelola modal dengan lebih efisien dan mengurangi biaya operasional.
Baca Juga: Cara Menghemat Biaya Operasional Agar Bisnis Untung
Apakah Sistem Open Order Memiliki Kekurangan?

Meskipun memiliki banyak manfaat, sistem open order juga memiliki beberapa tantangan yang perlu diperhatikan oleh para penjual.
- Membuat pelanggan menunggu lama: Pelanggan harus menunggu lebih lama sebelum mendapatkan barang yang mereka pesan, berbeda dengan sistem ready stock yang memungkinkan barang dikirim segera setelah mereka membeli.
- Risiko keterlambatan produksi: Jika ada kendala dalam produksi atau pengadaan bahan baku, pesanan bisa mengalami keterlambatan. Ini dapat mengurangi kepercayaan pelanggan terhadap bisnis.
- Kemungkinan pembatalan pesanan: Karena waktu tunggu yang cukup lama, beberapa pelanggan mungkin berubah pikiran dan membatalkan pesanan mereka. Oleh karena itu, sistem ini memerlukan kebijakan yang jelas terkait pembatalan dan pengembalian dana.
- Memerlukan sistem manajemen pesanan yang rapi: Dalam sistem ini, penjual harus mengumpulkan pesanan dalam jumlah besar sebelum mulai memprosesnya. Jadi, mau tidak mau penjual harus memiliki sistem pencatatan yang baik agar tidak terjadi kesalahan dalam pemenuhan pesanan.
Baca Juga: 7 Tips Mengelola Purchase Order Management yang Efektif
Bagaimana Cara Menerapkan Open Order dalam Usaha Anda?
Agar sistem open order berjalan dengan baik, berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda terapkan:
1. Tentukan sistem pemesanan
Gunakan platform yang sesuai untuk menerima pesanan. Platform apa saja bisa, yang penting Anda bisa menjangkau target audiens Anda dengan lebih baik.
Misalnya jika Anda berniat membuka order kue ulang tahun untuk area Semarang, Anda bisa mempromosikannya di media sosial.
Tapi jika target audiens Anda adalah orang-orang terdekat seperti teman, mungkin Anda bisa mencoba WhatsApp.
2. Tetapkan batas waktu

Pastikan pelanggan mengetahui kapan Anda memulai dan mengakhiri periode open order. Cantumkan jelas tanggalnya di platform Anda.
Dengan begitu, Anda membantu pelanggan dalam membuat keputusan pembelian dan memastikan mereka tidak melewatkan kesempatan untuk memesan.
3. Gunakan sistem pembayaran yang aman
Tentukan metode pembayaran yang aman dan nyaman, seperti transfer bank, e-wallet, atau pembayaran melalui marketplace. Pastikan pelanggan mendapatkan bukti pembayaran yang jelas.
4. Kelola komunikasi dengan pelanggan
Berikan update secara berkala kepada pelanggan mengenai status pesanan mereka, mulai dari proses produksi hingga pengiriman. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
5. Gunakan aplikasi POS
Aplikasi Point of Sale (POS) dapat membantu Anda mencatat dan mengelola pesanan secara lebih efisien.
Anda dapat memantau stok, mencatat pembayaran, serta mengelola data pelanggan dengan lebih mudah. Data ini bisa Anda gunakan untuk meningkatkan penjualan Anda yang berikutnya.
Selain itu, aplikasi POS atau aplikasi kasir juga biasanya dilengkapi dengan kemampuan memberlakukan promo dan diskon.
Salah satu aplikasi kasir yang bisa Anda gunakan untuk mengelola pesanan Anda adalah Kledo POS. Kledo POS memiliki antarmuka yang intuitif dan bisa berfungsi baik secara online maupun offline.
Harga berlangganan Kledo POS pun sangat terjangkau, yaitu hanya Rp39.900 per bulan saja, sehingga cocok untuk UMKM atau penjual mandiri. Jika Anda tertarik mencoba Kledo POS, Anda bisa klik tautan ini.
Baca Juga: 10 Manfaat Mesin Kasir yang Sangat Membantu Bisnis Anda
Istilah Lain dalam Dunia Jual Beli Online
Selain open order, masih ada lagi istilah dalam jual beli online yang perlu Anda ketahui. Apa saja?f
- Close Order: Istilah ini menandakan bahwa toko atau penjual telah menutup pemesanan untuk sementara waktu atau mengakhiri periode open order.
- Pre-Order (PO): Sistem pemesanan di mana pelanggan membayar terlebih dahulu sebelum barang tersedia atau diproduksi. Perusahaan seperti Samsung dan Apple biasanya membuka sistem PO sebelum meluncurkan produk smartphone terbaru mereka.
- Ready Stock: Artinya, produk sudah tersedia dan penjual siap mengirimnya setelah pelanggan melakukan pembayaran.
- Restock: Penjual kembali menyediakan stok produk yang sebelumnya habis.
- Flash Sale: Penjualan dengan harga diskon dalam waktu terbatas, biasanya untuk menarik minat pelanggan dengan cepat.

- Dropship: Sistem jualan di mana penjual tidak menyimpan stok sendiri, melainkan meneruskan pesanan langsung ke supplier yang akan mengirimkan produk ke pelanggan.
- Refund: Pengembalian dana kepada pelanggan karena terjadi kesalahan dalam transaksi atau ketidaksesuaian barang.
- Return: Proses pengembalian barang dari pelanggan ke penjual karena cacat, salah kirim, atau alasan lainnya.
- Testimoni: Ulasan atau review dari pelanggan mengenai pengalaman mereka setelah membeli suatu produk.
- COD: Adalah singkatan dari cash on delivery. Artinya, Anda membayar begitu menerima pesanan.
- Refurbished: Barang refurbished adalah barang elektronik yang kualitasnya tidak memenuhi standar. Karena itu, pabrik pun menarik barang-barang tersebut, memodifikasinya, lalu menjualnya lagi dengan harga lebih murah.
- DP: Singkatan dari down payment atau uang muka. Artinya, Anda harus membayar sebagian uang di awal transaksi.
- Nett: Jika penjual melabeli barang mereka dengan ‘harga nett’, maka artinya harga barang tersebut adalah tetap dan tidak bisa ditawar lagi.
Baca Juga: 10 Cara Mendapatkan Testimoni Bisnis Positif dari Pelanggan
Kesimpulan
Open order merupakan istilah ketika penjual siap menerima pesanan pembeli untuk periode tertentu.
Dengan sistem ini, penjual dapat mengatur jumlah pesanan yang bisa mereka tangani, menyesuaikan pesanan dengan modal, bahan, dan waktu yang mereka miliki.
Dengan perencanaan yang matang, open order dapat menjadi strategi penjualan yang menguntungkan Anda dan fleksibel.
Jadi bagaimana, siap membuka sistem open order untuk bisnis Anda?
- Apa itu Open Order? + Istilah Jual Beli Online Lainnya - 28 Februari 2025
- Memahami Metode Pembayaran Over the Counter dalam Bisnis - 27 Februari 2025
- Rekomendasi 8 Merek Mesin Kasir dan Tips Memilihnya - 26 Februari 2025